Iklan

Dekan FAI Unwahas Sebut Modul Hasil Disertasi Abdurrosyid Selaras dengan Kurikulum Cinta Kemenag dan Layak Diterapkan di SMA

Inti berita

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Dr. KH. Iman Fadhilah MSI menyebut modul pembelajaran hasil disertasi yang…

Dekan FAI Unwahas Sebut Modul Hasil Disertasi Abdurrosyid Selaras dengan Kurikulum Cinta Kemenag dan Layak Diterapkan di SMA
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang, Dr. KH. Iman Fadhilah, MSI berfoto bersama Dr. KH. Abdurrosyid Ahmad Syarif, S.Ag, S.PdI, MHum seusai sidang senat terbuka di Kampus I Unwahas. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Dr. KH. Iman Fadhilah MSI menyebut modul pembelajaran hasil disertasi yang mengantarkan Abdurrosyid meraih gelar Doktor selaras dengan kurikulum cinta yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Iman menilai, fokus penelitian yang dilakukan oleh Abdurrosyid dalam merampungkan tugas akhir mahasiswa Strata Tiga (S3) sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

"Beliau doktor ke-33 di Universitas Wahid Hasyim. Novelty-nya bagus, kajiannya bagus tentang bagaimana moderasi beragama ini masuk kemudian menjadi spirit, menjadi nilai, dan sampai pada tahap aplikatif modulnya untuk pembelajaran PAI di SMA," urainya.

Iman menyatakan hal itu saat dikonfirmasi oleh wartawan seusai Sidang Senat Terbuka di Kampus I Gedung Rektorat Lt. 6, Unwahas Jalan Menoreh Tengah, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026) 

Mantan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah ini mengakui riset yang difokuskan di Kota Magelang ini bisa diduplikasi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Ini bisa direplikasi di berbagai daerah yang memang sangat heterogen kemudian ada ancaman-ancaman terhadap faham-faham yang tidak pro atau kurang inklusif. Maka saya kira panduan ini menjadi penting, modul ini menjadi penting untuk disosialisasikan, diseminasi khususnya untuk level SMA di Jawa Tengah maupun di Indonesia," jelasnya.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Fadhilah Tembalang ini lanjut menjelaskan, modul pembelajaran PAI versi disertasi Abdurrosyid sejalan dengan kurikulum berbasis cinta Kemenag. Terdapat penekanan nilai kasih sayang yang luar biasa sebagai bagian bagian dari spirit pengajaran Islam.

"Karena Islam pada aspek yang value-nya itu rahmat kasih sayang dan itu diajarkan mulai dari Allah maupun sunnahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jadi mengajarkan Islam yang memberikan rahmat bagi alam," urainya.

Aktivis muda Nahdlatul Ulama Jawa Tengah ini melanjutkan, dalam paparan kajian ilmiah, nilai dan modul yang disampaikan sifatnya general. Sedangkan fokus penelitian di kota Magelang memiliki kemiripan dan karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Tegal, dan beberapa kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah

"Ada kemiripan-kemiripan dari sisi heterogenitas masyarakat, dan juga keanekaragaman warga, suku, agama, termasuk pemahamannya," jelasnya.

Hasil sidang senat terbuka telah menetapkan lulus dan berhak menyandang gelar Dr. KH. Abdurrosyid Ahmad Syarif, S.Ag, S.Pd.I, M.Hum. Mahasiswa S3 yang berhasil mempertahankan penelitian tentang Islam yang moderat di kota Magelang. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu