ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Difabel Korban Pelecehan Seksual Dua Kali Lahirkan Anak, Bupati Blora Minta Polres Usut Tuntas Pelaku

Inti berita

Bupati Blora, Arief Rohman meminta polres untuk mengusut tuntas kasus pelecehan seksual terhadap Difa (nama samaran).

Bupati Blora
Bupati Blora bersama Kapolres dan Dinas Sosial PPP saat menggelar jumpa pers (LIlik/Lingkar.co}
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

BLORA, Lingkar.co - Bupati Blora, Arief Rohman meminta kepolisian resort (Polres) untuk mengusut tuntas kasus pelecehan seksual terhadap Difa (nama samaran).

Difa adalah seorang wanita difabel tuna rungu dan tuna grahita yang menjadi korban rudapaksa hingga dua kali melahirkan.

Gus Arief, sapaan akrab Arief Rohman mendukung sepenuhnya kepada pihak kepolisian Blora untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Gus Arief berharap kepolisian segera mengusut dan menemukan pelaku sehingga dapat segera diadili sesuai hukum yang berlaku.

"Ini memang memprihatinkan, dan termasuk kejahatan yang keji. Apalagi korbannya seorang difabel yang berkebutuhan khusus," kata Gus Arief dalam jumpa pers Kasus Rudapaksa Difabel bersama Kapolres Blora di Gedung Arya Guna, Mapolres Blora, Jum'at (13/1/2023) siang.

Selain Bupati dan Kapolres, perwakilan Dinas Sosial PPPA juga turut mendampingi dalam konferensi pers tersebut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kami sangat mendukung agar Polres Blora bisa mengusut tuntas siapa pelakunya, dan diproses hukum," tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Arief mengatakan, Pemkab melalui Dinas Sosial PPPA dan Bidan Desa telah terus melakukan pendampingan, baik ekonomi, psikologi, kesehatan sejak kehamilan hingga persalinan beberapa hari lalu.

Untuk melengkapi penanganan kasus tersebut, ia meminta jajaran kepolisian untuk menangkap pelaku agar secepatnya duduk di hadapan majlis persidangan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Pendampingan terus dilakukan Dinas Sosial PPPA dan Bidan Desa. Kami ingin ini segera terungkap dan jangan sampai ada lagi kasus rudapaksa terhadap difabel di Kabupaten Blora," ungkapnya.

"Monggo kita semua meningkatkan pendampingan, dan perlindungan bagi difabel," ajaknya.

Bupati Blora, Dinsos PPPA dan Kapolres saat jumpa pers kasus rudapaksa difabel di gedung Arya Guna, Mapolres Blora (Lilik Yuliantoro/ Lingkar.co)

Polisi Serius Tangani Kasus

Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi menyampaikan, sampai saat ini petugas telah melakukan penyelidikan dan menangani kasus tersebut dengan serius.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Mengingat kondisi korban maka butuh penanganan yang ekstra dan kita telah melakukan pendekatan pendekatan, bukan hanya dari Polri tapi juga melalui tokoh masyarakat," jelasnya.

Pihaknya juga sepakat dengan Bupati Blora. Kasus semacam itu jangan sampai terulang kembali.

Lebih jauh ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Difa, kepala desa dan orang-orang di sekitar korban. Hal itu juga menjadi perhatian tersendiri bagi Polres Blora.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Sudah ada kecurigaan-kecurigaan yang mengarah, namun perlu pembuktian. Tidak hanya sekedar kecurigaan," terangnya.

Sejalan dengan hal itu, Fahrurozi pun meminta masyarakat untuk proaktif membantu polisi.

Jika ada warga masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut, ia meminta agar segera melaporkan kepada Polres Blora.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kami telah menugaskan Kasatreskrim untuk melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang ada, termasuk melakukan test DNA sesuai dengan petunjuk tenaga ahli," paparnya.

"Jika sudah ada titik terang maka akan disampaikan kepada media dan masyarakat," tutupnya (*).

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu