PMI Kota Semarang Ajak Masyarakat Berikan Hak Difabel dan Lansia Untuk Menjadi Penolong

Inti berita

Lingkar.co - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengajak masyarakat untuk memberikan hak kepada para lansia dan penyandang disabilitas atau difabel…

PMI Kota Semarang Ajak Masyarakat Berikan Hak Difabel dan Lansia Untuk Menjadi Penolong
Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-BKL, MM(ARS) saat wawancara Kick of Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang Tahun 2206 di aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Kamis (18/6/2026). Foto: Rifqi/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengajak masyarakat untuk memberikan hak kepada para lansia dan penyandang disabilitas atau difabel sebagai penolong. Masyarakat perlu memandang mereka dalam perspektif berbeda, yakni sebagai pribadi yang lmampu memberikan kontribusi atau manfaat secara sosial dan kemanusiaan, bukan objek yang dikasihani.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PMI Kota Semaran, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-BKL, MM(ARS) dalam Kick of Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang Tahun 2206 di aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).

"Kita tidak bisa lagi memperlakukan lansia dan orang dengan disabilitas dalam konsep belas kasih. Bukan. Tetapi kita memperlakukan mereka dalam konsep sebagai subyek yang memiliki hak untuk hidup sebagai manusia seperti halnya kita," kata Awal.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

BACA JUGA: Disabilitas

Sehingga, lanjutnya, setiap orang wajib memberikan hak mereka sebagaimana konsep kemanusiaan secara proporsional.

Ia menyontohkan, menghormati lansia merupakan sebuah kewajiban, memberikan perlindungan atau pertolongan ketika membutuhkan. Selain itu, mereka juga berhak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan entitas sebagai manusia yang mampu memberikan kontribusi atau manfaat bagi manusia yang lain.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Banyak lansia di kota Semarang yang masih menjadi pendonor darah, sampai ratusan kali. Ini berarti penonor darah yang setia," ujarnya.

Demikian pula dengan para penyandang disabilitas, ia mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan yang sama bagi difabel.

BACA JUGA: Kemanusiaan

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Nah, kemudian untuk orang dengan disabilitas, kita memberikan hak mereka yang setara dengan apa yang kita dapatkan. Akses untuk mencapai tempat, kemudian kesempatan pendidikan, kesempatan berusaha, kesempatan lainnya seperti halnya kita semuanya," tuturnya.

Terbukti dalam data di UDD PMI Kota Semarang terdapat penyandang disabilitas tunanetra yang tercatat aktif sebagai pendonor darah.

"Dan untuk itu kita nanti juga akan tahu bagaimana seseorang dengan disabilitas tidak bisa melihat tapi juga pendonor darah. Nah, ini yang menarik," ucapnya. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

BACA JUGA: Lansia

Sebagai informasi, PMI Kota Semarang melakukan rebranding terhadap kegiatan Bulan Dana dengan Bulan Kemanusiaan secara tematik. Pada pelaksanaannya PMI melakukan berbagai kegiatan untuk menyuarakan sesuai tema. Pada tahun ini, bulan kemanusiaan PMI Kota Semarang mengusung isu lansia dan disabilitas.

"Jadi kegiatan kita pagi hari ini adalah Kick of Bulan Kemanusiaan, Sound for Humanity, Humanity for Elderly and People With Disability," jelasnya. (*9

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu