Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyiapkan pengembangan kampus di Kabupaten Blora, dengan sejumlah fasilitas terpadu, termasuk gedung olahraga (GOR), kolam renang, dan fasilitas sports science.
Pembangunan Kampus UNY Blora resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking pada Sabtu (10/10/2026). Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada gedung Direktorat dengan anggaran sekitar Rp52 miliar.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pembangunan kampus UNY menjadi langkah penting untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus kualitas sumber daya manusia di Blora dan sekitarnya.
“Bersama Pak Rektor UNY dan juga ini Direktur UNY Kampus Blora hari ini kita melakukan groundbreaking untuk pembangunan Kampus UNY yang ada di Blora. Ini menjadi mimpi kita bersama untuk peningkatan sumber daya manusia Blora dan sekitarnya,” kata Arief.
Ia mengapresiasi UNY dan seluruh pihak yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mewujudkan pembangunan kampus tersebut.
Menurutnya, kehadiran UNY di Blora akan memperluas kesempatan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus pergi ke luar daerah.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, atas nama masyarakat Kabupaten Blora, mengucapkan apresiasi, terima kasih, penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Rektor beserta jajaran atas terwujudnya mimpi kita bersama,” ujarnya.
Arief menambahkan, berdasarkan desain yang diperlihatkan, kawasan kampus tersebut tidak hanya dikembangkan untuk kegiatan akademik, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pengembangan olahraga.
“Ini rencana nanti akan dibuka jurusan yang memang diminati seperti olahraga, mungkin juga wisata, dan jurusan yang termasuk pascasarjana. Ini akan dibuka di sini oleh Pak Rektor. Kita lihat ini desain gedungnya, terus ada gambar seperti kolam renang, terus mungkin nanti ada GOR, ada sport center yang ada di sini,” paparnya.
Pembangunan Ditargetkan Rampung Agustus 2027
Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto menjelaskan, kawasan kampus yang disiapkan memiliki luas lebih dari delapan hektare. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan gedung Direktorat dan dilanjutkan dengan gedung lain sesuai kebutuhan perguruan tinggi multidisiplin.
Fasilitas olahraga dan sports science juga masuk dalam rencana pengembangan lanjutan.
“Delapan hektare lebih, karena tidak hanya nanti gedung Direktorat, tetapi akan diikuti gedung-gedung lain yang inline dengan tata kelola lembaga yang multidisiplin ilmu. Juga fasilitas sports science dan lain sebagainya, yang next time, insyaallah mohon doa restu bisa kami teruskan pembangunannya,” jelas Sumaryanto.
Ia menargetkan pembangunan tahap pertama rampung pada Agustus 2027. Dengan demikian, kampus tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan program sarjana hingga doktoral.
“Nanti selesai insyaallah bulan Agustus 2027 sehingga tahun depan sudah dipakai kuliah S1, S2, S3,” katanya.
Sumaryanto berharap keberadaan kampus UNY di Blora dapat mempermudah masyarakat mengakses pendidikan tinggi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Karena apa, sekolah enggak usah jauh-jauh, cukup di Blora. Roda pendidikan, roda ekonomi dasar insyaallah nanti bersama-sama UNY siap bekerja sama,” imbuhnya.
Untuk tahap pertama, pembangunan diprioritaskan pada gedung Direktorat. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, penataan lokasi telah menghabiskan biaya hampir Rp2 miliar.
“Alhamdulillah tahap pertama pembangunan gedung dengan harga Rp50 miliar diawali penataan tempat ini. Sebelum dilakukan pembangunan, ini sudah kira-kira menghabiskan hampir Rp2 miliar sendiri,” ungkapnya.
Ia juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Blora, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan kampus dapat berjalan berkelanjutan.
Sementara menunggu gedung baru selesai, kegiatan awal UNY Kampus Blora akan memanfaatkan bangunan eks STIKES Blora. Bangunan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan perkuliahan dan administrasi.
Direktur UNY Kampus Blora Prof. Dr. Ngatman mengatakan, persiapan penggunaan bangunan tersebut telah dilakukan, termasuk pengecekan ruang kuliah dan ruang administrasi.
“Mulai berkantornya kemarin sudah, kemarin saya sudah sempat ke ruangan juga, mengecek kesiapan ruang perkuliahan dan ruang untuk administrasinya,” jelasnya.
Pemanfaatan bangunan eks STIKES Blora ditandai dengan penandatanganan perjanjian pinjam pakai bangunan milik daerah oleh UNY Kampus Blora.
Prosesi groundbreaking juga diisi dengan sambutan, penandatanganan perjanjian pinjam pakai, serta penekanan sirene bersama sebagai tanda dimulainya pembangunan. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Blora, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Blora, kepala OPD, Wakil Rektor UNY, dan sejumlah pejabat di lingkungan UNY.