ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Kebanyakan Petani Bawang Merah di Pati Masih Ambil Umbi dari Luar Daerah

IMG-20241211-WA0010
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (TPHBun) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Sugiharto. Foto: Miftahus Salam/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Petani bawang merah di Kabupaten Pati kebanyakan masih mengambil umbi dari luar daerah. Kebanyakan umbinya masih mengambil dari Brebes dan Nganjuk.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (TPHBun) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Sugiharto.

“Kalau bawang merah di Pati ini sebagian besar untuk bibitnya ini kan masih menggunakan umbi, jadi umbi dari pertanaman yang sudah ada," kata Sugiharto, kemarin.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kalau di Pati ini beberapa yang biasa dilakukan ada umbi dari Bima Brebes kemudian ada yang Bauji dari Nganjuk ada yang dari Tajuk itu yang beberapa dipilih petani untuk yang menggunakan umbi,” imbuhnya.

Menurutnya, pemilihan jenis umbi bawang merah biasanya tergantung dari kebutuhan dan pasaran dari masing-masing petani. Misalnya, umbi berjenis Bima hasilnya cocok untuk konsumsi pasar, lantaran rasanya pedas. Sedangkan untuk jenis umbi Bauji hasilnya cukup lumayan besar.

“Masing-masing mempunyai kekhasan, kenapa pilih Bima, kenapa pilih Tajuk, kenapa pilih Bauji. Kalau misalnya Bima Brebes, ya karena memang ada rasanya pedes cocok untuk konsumsi pasar dan masakan,” paparnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Bauji, karena ukurannya besar kalau disimpan itu agak lama. Itu memang beberapa pilihan, petani juga disesuaikan dengan iklim atau cuaca pada saat mau tanam,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini petani bawang merah di musim hujan lebih banyak menanam umbi berjenis Tajuk. Lantaran lebih tahan terhadap air hujan.

Ketua Tim Hortikultura Dispertan Pati, Munjamil menambahkan saat mendekati bulan Mei-Juni kedepan biasanya para petani bawang merah bakal beralih ke umbi berjenis Bauji dan Bima.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Bulan Mei Juni itu biasa mereka menanam Bauji atau mungkin juga ada yang menanam Tajuk, tetapi di daerah-daerah tertentu seperti di Batangan, di Jaken itu cenderung menanam benih Bauji atau Bima Brebes,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu