Iklan

Suharsono Dukung MPLS Ramah, Tolak Segala Bentuk Perploncoan

Inti berita

Lingkar.co – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono mendukung penuh pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung serentak di…

Suharsono Dukung MPLS Ramah, Tolak Segala Bentuk Perploncoan
Suasana hari pertama MPLS di KB dan TK Islam Bintang Juara. (dok Alan Henry)

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono mendukung penuh pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung serentak di Kota Semarang pada 13–17 Juli 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang yang aman, inklusif, sekaligus bebas dari praktik perploncoan.

Suharsono menilai konsep MPLS Ramah merupakan langkah penting dalam membentuk karakter siswa sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

"Sebagai wakil rakyat, kami memandang MPLS Ramah ini sejalan dengan upaya DPRD dalam mendorong kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kesejahteraan siswa," ujar Suharsono di Semarang, Senin (13/7/2026).

MPLS Harus Perkuat Karakter Siswa

Suharsono mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kota Semarang yang merancang MPLS tidak hanya sebatas pengenalan fasilitas sekolah dan tata tertib, tetapi juga memberikan perhatian pada pembinaan mental serta emosional peserta didik.

Menurutnya, kegiatan MPLS perlu diisi dengan aktivitas yang mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa baru.

Beberapa nilai yang perlu diperkuat, antara lain disiplin dan tanggung jawab dalam belajar, empati serta kebersamaan antarsiswa, hingga membangun rasa percaya diri agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Tegaskan Tidak Boleh Ada Perploncoan

Suharsono menegaskan seluruh rangkaian MPLS harus dikemas secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan tanpa memberi ruang bagi tindakan perploncoan dalam bentuk apa pun.

Ia juga memastikan DPRD Kota Semarang akan terus mengawal berbagai program pendidikan yang berdampak langsung terhadap peserta didik, termasuk kegiatan penguatan karakter pada awal tahun ajaran.

"Kami akan mengawal agar program-program pembinaan siswa ini tidak mengalami pemangkasan yang berpotensi mengurangi kualitas layanan pendidikan di Kota Semarang," tegasnya.

Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Lebih lanjut, Suharsono mengajak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar ramah anak.

Ia berharap pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di Kota Semarang dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain sekaligus menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi masa depan. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu