Arsip Tag: Ancam

Sikapi Polemik Galian C di Tunggulsari, LBH Ansor Ancam PTUN-kan Dinas ESDM Jateng

Lingkar.co—Polemik tambang galian C di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, makin panas. Setelah warga mengultimatum Pemkab Kendal, kini giliran LBH Ansor Jawa Tengah yang turun tangan.

LBH Ansor menegaskan siap menggugat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan itu akan dilayangkan karena izin tambang yang diberikan kepada CV Pratama Putra Widjaya dinilai cacat prosedur.

“Mayoritas masyarakat Tunggulsari menolak tambang, tapi izin tetap keluar. Ini jelas bermasalah,” kata Albadrul Munir Wibowo, perwakilan LBH Ansor Jateng.

Albadrul menyampaikan hal itu usai mendatangi Kantor Dinas ESDM Jateng. Ia mengaku, Karena Kepala Dinas sedang dinas luar kota, ia diterima oleh staf bernama Firman.

Menurut Firman, pihak ESDM telah beberapa kali menggelar rapat internal membahas izin tambang Tunggulsari.

Namun LBH Ansor menilai, sampai sekarang belum ada langkah konkret untuk merespons keresahan warga.

“ESDM seolah hanya rapat, tanpa tindakan nyata. Sementara masyarakat Tunggulsari sudah lama resah,” tegas Albadrul.

Ia bahkan memperingatkan, jika berlarut-larut, masyarakat bisa datang berbondong-bondong ke kantor ESDM Jateng. Maka LBH Ansor juga siap melangkah lebih jauh jika suara warga tetap diabaikan.

“Kami akan bersurat ke Presiden, ke kementerian, hingga rapat dengar pendapat di Senayan. Dan kami siap menggugat ke PTUN,” ancam Albadrul.

Kasus galian C Tunggulsari mencuat sejak Musyawarah Desa (Musdes) pada 23 Juni 2025.

Dalam Musdes itu, mayoritas warga menolak tambang. Namun hasil musyawarah diduga dimanipulasi sebelum dikirim ke Dinas ESDM Jateng.

Manipulasi ini membuat warga marah besar dan menggelar aksi audiensi dengan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Mereka menuntut pencopotan Kepala Desa Abdul Khamid yang dianggap mengkhianati aspirasi masyarakat. Sejak itu, konflik tambang Tunggulsari semakin memanas.

Bahkan warga memberi ultimatum tujuh hari kepada Pemkab Kendal untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pilgub Jateng Memanas, Partai Demokrat Ancam Ganti DPC yang Tidak Menangkan Luthfi-Yasin

Lingkar.co – Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah mulai memanas, Partai Demokrat mengancam DPC yng tidak menangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor 02, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin).

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti menyatakan pihaknya tidak main-main mendukung Luthfi-Yasin untuk menang menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah. Baginya, paslon 02 adalah harga diri Partai Demokrat.

“Maka Ahmad Luthfi-Taj Yasin wajib menang. Tidak ada alasan untuk angkanya kecil. Jika ada Ketua DPC, para anggota DPRD, di wilayahnya pasangan ini kalah, saya berjanji akan mengevaluasi, bahkan akan saya ganti posisinya dengan yang lain,”kata Rinto saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, (6/10/2024).

Di hadapan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang hadir, Rinto berjanji partainya siap memenangkan paslon no urut 2.

“Bagi kami Pak Luthfi-Gus Yasin adalah harga diri Partai Demokrar. Kita semua tidk ada yang berdiam diri. Semua wajib kerja serius untuk memenangkanya. Harus menang. Ini wajib,” tandasnya.

Rinto bersama jajaran pengurus dan kader di Jawa Tengah sudah berikrar, tidak ada satupun wilayah di 35 kabupaten/kota yang sampai kalah.

“Sekali lagi saya berjanji, kalau sampai ada DPC di Jawa Tengah ini paslon kita kalah, saya evaluasi Ketua DPCnya termasuk DPRD nya. Saya akan ganti. Ini tidak main-main,” kata Rinto.

Menurut Rinto, Partai Demokrat wajib memenangkan Luthfi-Yasin karena Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah memilih dan memutuskan memberi rekomendasi kepada pasangan ini. Paslon Luthfi-Yasin harus diamankan.

Selain itu, Rinto dan Partai Demokrat juga sudah capek Jawa Tengah dipimpin partai lain. Sudah saatnya ganti gubernur supaya Jateng lebih maju lagi.

Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti (kanan) dan Calon Gubernur nomor 02, Ahmad Luthfi saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024.
Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti (kanan) dan Calon Gubernur nomor 02, Ahmad Luthfi saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024. Foto: dokumentasi

“Kita sudah capek Jateng dikelola pihak sebelah. Sudah saatnya ganti. Supaya Jateng lebih maju lagi,” harapnya.

Dia juga meminta Paslon Urut 02 Luthfi-Yasin tidak usah khawatir karena kader Demokrat sudah pasang baliho bersama Ahmad Luthfi -Taj Yasin sejak lama.

“Insya Allah mulai tanggal 20 Oktober saya akan memimpin apel Ranting se-Jateng. Saya akan pimpin DPD Partai Demokrat Jateng road show untuk memenangkan Pak Ahmad Luthfi-Gus Yasin,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Warga Karangasem Grobogan Tolak Eksploitasi Mata Air Ngesong, Ancam Gelar Demo Besar-besaran

Lingkar.co – Warga Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan menolak rencana eksploitasi sumber mata air Ngesong yang dilakukan oleh PDAM.

Puncaknya, pada Kamis (7/3/2024) ratusan warga menggeruduk balai desa setempat. Para warga ingin mengikuti dan memantau jalannya Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang membahas penentuan sikap atas polemik eksploitasi sumber mata air Ngesong.

Sebelumnya, para warga juga telah memasang spanduk penolakan di beberapa tempat. Warga khawatir jika sumber mata air dieksploitasi, mereka tidak bisa memanfaatkannya lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk juga untuk mengairi pertanian dan industri genteng.

Kepala Desa Karangasem, Kanto mengatakan dalam Musdesus tersebut warga secara tegas menolak adanya ekspoitasi air di wilayahnya oleh pihak luar.

“Warga secara kompak dan tegas menolak adanya rencana eksploitasi tersebut,” ungkapnya.

Dalam Musdesus itu, katanya, para warga juga memberikan tanda tangan sebagai aksi penolakan, yang kemudian akan segera disampaikan kepada Bupati Grobogan, DPRD Grobogan, Camat Wirosari, KPH Purwodadi, PT Pungkook dan PDAM Grobogan.

“Harapannya, dengan disampaikannya berita acara musdesus ini kepada Bupati dan jajarannya bisa mengurungkan niat untuk mengeksploitasi air dari Ngesong,” harapnya.

Marno, perwakilan warga Desa Karangasem mengatakan bahwa hasil musdesus telah mencerminkan bahwa seluruh warga tegas menolak rencana eksploitasi mata air Ngesong yang akan dilakukan oleh PDAM.

Pihaknya pun mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran jika pemerintah dan PDAM tetap melanjutkan rencana eksploitasi di sumber maya air Ngesong.

“Akan kami kerahkan sebanyak-banyaknya. Cara apa pun akan kami tempuh agar rencana eksploitasi gagal dilakukan,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan warga lainnya, Ismanto. Ia mengaku tidak ingin mata air yang selama ini menjadi tumpuan para warga jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Biarkan Ngesong dimanfaatkan secara alami, tidak untuk komersial,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Wirosari AKP Muri mengatakan pihaknya menerjunkan sejumlah personel dalam acara Musdesus Desa Karangasem untuk menenangkan para warga supaya tidak membuat anarkis.

“Kami di sini agar suasana tetap tenang, agar tercipta suasana kondusif di wilayah Karangasem,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam