Arsip Tag: Demokrat

Pilgub Jateng Memanas, Partai Demokrat Ancam Ganti DPC yang Tidak Menangkan Luthfi-Yasin

Lingkar.co – Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah mulai memanas, Partai Demokrat mengancam DPC yng tidak menangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor 02, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin).

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti menyatakan pihaknya tidak main-main mendukung Luthfi-Yasin untuk menang menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah. Baginya, paslon 02 adalah harga diri Partai Demokrat.

“Maka Ahmad Luthfi-Taj Yasin wajib menang. Tidak ada alasan untuk angkanya kecil. Jika ada Ketua DPC, para anggota DPRD, di wilayahnya pasangan ini kalah, saya berjanji akan mengevaluasi, bahkan akan saya ganti posisinya dengan yang lain,”kata Rinto saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, (6/10/2024).

Di hadapan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang hadir, Rinto berjanji partainya siap memenangkan paslon no urut 2.

“Bagi kami Pak Luthfi-Gus Yasin adalah harga diri Partai Demokrar. Kita semua tidk ada yang berdiam diri. Semua wajib kerja serius untuk memenangkanya. Harus menang. Ini wajib,” tandasnya.

Rinto bersama jajaran pengurus dan kader di Jawa Tengah sudah berikrar, tidak ada satupun wilayah di 35 kabupaten/kota yang sampai kalah.

“Sekali lagi saya berjanji, kalau sampai ada DPC di Jawa Tengah ini paslon kita kalah, saya evaluasi Ketua DPCnya termasuk DPRD nya. Saya akan ganti. Ini tidak main-main,” kata Rinto.

Menurut Rinto, Partai Demokrat wajib memenangkan Luthfi-Yasin karena Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah memilih dan memutuskan memberi rekomendasi kepada pasangan ini. Paslon Luthfi-Yasin harus diamankan.

Selain itu, Rinto dan Partai Demokrat juga sudah capek Jawa Tengah dipimpin partai lain. Sudah saatnya ganti gubernur supaya Jateng lebih maju lagi.

Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti (kanan) dan Calon Gubernur nomor 02, Ahmad Luthfi saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024.
Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti (kanan) dan Calon Gubernur nomor 02, Ahmad Luthfi saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024. Foto: dokumentasi

“Kita sudah capek Jateng dikelola pihak sebelah. Sudah saatnya ganti. Supaya Jateng lebih maju lagi,” harapnya.

Dia juga meminta Paslon Urut 02 Luthfi-Yasin tidak usah khawatir karena kader Demokrat sudah pasang baliho bersama Ahmad Luthfi -Taj Yasin sejak lama.

“Insya Allah mulai tanggal 20 Oktober saya akan memimpin apel Ranting se-Jateng. Saya akan pimpin DPD Partai Demokrat Jateng road show untuk memenangkan Pak Ahmad Luthfi-Gus Yasin,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Modal Pilwalkot Semarang, Partai Demokrat Targetkan 12 Kursi

Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyoe Winarto menyebut target meraih 12 kursi DPRD pada Pemilu 14 Februari mendatang.

“Sementara ini kita fokus di Pemilu 2024 dengan mentarget kursi di DPRD Kota Semarang sebanyak 12 kursi dari 6 Dapil,” ungkapnya disela kampanye akbar di aula utama Unnes Training Centre (UTC) Gajahmungkur pada Senin (15/1/2024).

Menurut Liluk, sapaan akrab Wahyu Winarto, target itu merupakan modal partainya untuk ikut meramaikan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang pada akhir tahun 2024.

Meski demikian, ia belum mau bicara mengenai peluang untuk Pemilihan Walikota Semarang pada Pilkada akhir tahun 2024 mendatang.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa Partai Demokrat akan menyiapkan kader terbaik saat proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) tiba.

“Terkait kader terbaik Partai Demokrat yang akan maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Wali Kota Semarang jelas kami akan mempersiapkan kader terbaik kami,” jelasnya.

Demokrat sendiri yakin telah memiliki kader terbaik yang mampu membangun Kota Semarang kedepannya.

“Karena kita punya kader yang cukup baik dalam membangun Kota Semarang,” ungkapnya.

Tapi tentu saja Liluk belum bisa membocorkan siapa kader terbaik yang dimaksud.

“Terkait bocoran nama siapa yang akan diusung tentunya nanti kita serahkan ke DPP Demokrat,” jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, Liluk sendiri mengaku belum ada pembicaraan mengenai pemilihan walikota Semarang dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“Kemudian sampai saat ini memang belum ada pembicaraan khusus terkait misi di Pilwalkot Semarang. Karena masih fokus Pemilu dulu,” tuturnya.

Terkait kehadiran AHY di Semarang, Liluk menyebut dapat menambah semangat kader Partai Demokrat. “Kehadiran AHY tentunya menambah semangat kader partai Demokrat di Semarang ya,” ujarnya.

Ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) dalam kampanye akbar di hotel UTC Semarang. Foto: Ani Friska

Kendati demikian, Liluk juga menyadari bahwa Partai Demokrat harus segera bangkit, terutama di Kota Semarang dan di Jawa Tengah.

“Kami memang harus bangkit melalui momentum pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden,” jelasnya.

Selain itu, Liluk juga harus menjalankan amanat TKD (Tim Kampanye Daerah) yang harus memenangkan 40 persen suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kemudian untuk target suara Pemilihan Presiden, untuk target suara di Kota Semarang kami mengikuti arahan TKD (Tim Kampanye Daerah) harus memenangkan 40 persen suara,” tutupnya. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Mengenal Lebih Dekat Sakijan, Anak Desa yang Kini Menjabat Jadi Waketu DPRD Blora

Lingkar.co – Partai NasDem Blora merupakan salah satu partai politik yang moncer pada saat Pileg 2019 lalu.

Selain sukses mengantarkan Kader-kadernya ke Senayan, tujuh kursi DPRD Kabupaten Blora juga berhasil diraih.

Tentunya ini sebuah kemenangan gemilang mengingat NasDem adalah partai yang masih tergolong baru.

Selain itu, tak kalah menariknya adalah masuknya tokoh-tokoh politik dari partai sebelah yang terpikat memperkuat NasDem.

Salah satunya adalah Sakijan, anggota DPRD Kabupaten Blora periode 2014-2019.

Pada lingkar.co, Senin (22/05/2023) Sakijan, pun berterus terang bahwasanya ia berangkat menjadi anggota dewan dari Partai Demokrat.

Namun, juga tak menampik jika memutuskan untuk pindah ke NasDem. 

“Memang waktu itu kita tergiur dengan program NasDem yang katanya nggak pakai mahar, dan waktu itu saya ada satu komisi dari NasDem yang nggak bayar iuran partai. Nasdem pertama kali sangat bagus, beda dengan partai lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, kepindahannya ke NasDem, justru membuat perolehan suaranya kian meningkat. 

Bahkan, politikus yang maju dari dapil IV Blora (Kunduran, Todanan, Japah) ini mengantongi 9.660 suara pada Pileg 2019, jauh dibanding saat periode pertama masuk dewan dengan perolehan 4.461 suara.

Dan dukungan kian membanjir dari warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Banat, Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Blora.

“Saya dari dukuh yang besar dengan DPT 700-an. Saya komunikasi dengan teman-teman saya dari 2 TPS yang daftar hadir 640 orang alhamdulillah yang milih saya 608 orang,” ungkapnya.

Kesuksesan merebut hati masyarakat tersebut tak lepas dari apa yang menjadi prinsipnya selama ini bahwa apa yang ia lakukan di dewan tak lain adalah untuk kemaslahatan masyarakat.

Sakijan mempunyai cita-cita besar untuk terus memajukan masyarakat di daerahnya.

Desa tempat tinggal pria yang pernah merantau ke Bangka Belitung itu merupakan desa terpencil yang jauh dari berbagai program pemerintah. Berkat Sakijan kemajuan besar terjadi di desanya.

“Dari Kabupaten (Blora) 1,5 jam perjalanan. Pelosok tengah hutan. Saat itu tak ada jalur transportasi karena dilarang. Melihat situasi desa yang selama ini ketinggalan makanya saya maju di politik,” terangnya.

Pria kelahiran Blora 51 tahun lalu maju ke politik hanya bermodalkan ketokohan di kampung tanpa embel-embel jabatan apapun. 

Namun, dengan ketekunan selain dukungan maju ke dewan, ia kemudian juga berhasil mewujudkan perubahan di daerah asal.

“Setelah berpolitik selama 7 tahun ini, di desa saya ada perubahan. Perubahannya iya sudah ada jalan yang dibangun,” bebernya.

Menurutnya, yang terpenting adalah memberi manfaat kepada masyarakat. Selain itu, juga berharap dengan adanya perubahan di desanya para warga bisa lebih melek dalam politik.

“Harapan saya kalau desa sudah baik supaya masyarakatnya sadar dengan politik, kita berjuang untuk desa,” jelasnya.

Terahkir, ia mengatakan sudah siap untuk maju di Pileg 2024, tetapi ia juga tengah berusaha untuk menjaring bibit-bibit baru yang potensial. Ia berharap ada penerus yang bersedia meneruskan perjuangannya.

“Jangan saya terus yang terjun ke politik harus ada penerus,” tandasnya .

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Kharen Puja Risma

Cak Imin Sebut PKB Siap Sambut Demokrat Jika Gabung KKIR

Lingkar.co – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap menyambut Partai Demokrat jika memutuskan bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Hal itu dikemukakan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menanggapi pertemuan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Diketahui, Prabowo Subianto bertemu dengan SBY di Kompleks Museum dan Galeri SBY-ANI, di Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (20/5/2023).

Sedangkan saat ini, Gerindra dan PKB telah menjalin kerja sama politik dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Cak Imin, mengatakan, PKB akan membuka diri bila Partai Demokrat bergabung dengan KKIR. 

“Welcome, kami harus welcome karena semakin banyak partai akan semakin bagus,” ucap Cak Imin, di Malang, Jawa Timur, Minggu (21/5/2023). 

Namun, Cak Imin, tidak mengetahui isi pembicaraan Prabowo dengan SBY dalam pertemuan tersebut.

Ia pun mengaku baru bertemu Prabowo Subianto di Jombang, Jawa Timur, Minggu (21/5/2023) malam

“Saya belum tahu. Malam ini saya bersama Pak Prabowo di Jombang untuk bertemu kiai-kiai se-Jawa Timur,” ucap Cak Imin.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, mengungkapkan pertemuannya dengan SBY, dalam rangka silaturahmi sekaligus penghormatan kepada senior semasa aktif di TNI.

“Tadi saya sempat berjumpa dengan Pak SBY sebagai senior saya,” ucap Prabowo, Sabtu (20/5/2023).

“Kita dulu sama-sama pernah bertugas dan berasal dari pendidikan Akademi Militer, Magelang,” sambungnya.

Selain silaturahmi, Menteri Pertahanan (Menhan) itu, juga menyampaikan, pertemuannya dengan SBY membahas banyak hal yang menyangkut kebangsaan.

“Jadi saya dan Pak SBY saling menyambung rasa dan melanjutkan suatu persahabatan, suatu tali silaturahmi,” kata Prabowo.

Seperti diketahui, KKIR telah mengusung Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Sedangkan calon wakil presiden (cawapres) segera diumumkan.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Curhat AHY: PKS, NasDem, Demokrat Kalau Kritis Dibilang Musuh Negara

Lingkar.co – Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku jika ada yang bersuara kritis kepada pemerintah dianggap musuh negara.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya di acara Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5/2023).

“Yang berani bersuara seolah dianggap musuh negara,” kata AHY, dikutip dari tayangan YouTube PKS.

AHY pun merasa, jika Demokrat, PKS dan NasDem menyampaikan kritik terhadap pemerintah justru dianggap musuh negara.

“Kita yang kritis PKS, NasDem, Demokrat, kalau kritis dibilang musuh negara,” kata AHY.

Ia kuatir ada masyarakat yang takut bersuara di negerinya sendiri. Padahal,  negara Indonesia milik semua warga

“Bukankah negeri ini milik kita semuanya,” ucap AHY.

“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa terbungkam, takut bersuara di negerinya sendiri,” lanjutnya.

Selain itu, AHY juga mengatakan, bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya kebencian dan polarisasi yang dipelihara untuk kepentingan politik.

“Kita juga tidak ingin kebencian, polarisasi dipelihara, menganga, sengaja dilancarkan hanya untuk kepentingan politik semata,” tegas AHY.

Sindir Masalah Ekonomi dan Kesejahteraan

Pada kesempatan tersebut, AHY kembali menegaskan, partainya bersama PKS dan NasDem, mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai bakal capres di Pilpres 2024.

“Mas Anies dan kita semua bisa benar-benar menghadirkan harapan rakyat untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan di negeri ini,” jelasnya.

Menurutnya, tema perubahan dan perbaikan menjadi sentral dalam menyerap aspirasi rakyat

“Sebuah tema yang kami serap langsung dari rakyat, setiap berkeliling dari Aceh hingga Papua,” kata AHY.

AHY mengatakan, saat ini rakyat menghadapi banyak masalah, seperti masalah ekonomi dan kesejahteraan.

“Harga-harga bahan pokok yang naik, sulit dan mahal untk dijangkau, pupuk langka, penghasilan tidak membaik, daya beli turun,” ucapnya.

“Sedangkan kita tahu kesejahteraan ASN, Polri, TNI juga stagnan. Lapangan pekerjaan sulit, banyak yang lulus kuliah tidak dapat pekerjaan,” lanjutnya.

AHY juga menyinggung soal utang luar negeri yang membengkak, hingga penegakan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Hadir dalam Milad ke-21 PKS, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syuro PKS, Dr Salim Segaf Aljufri, Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsy.

Ada pula, Wapres RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK), Bacapres dari KPP, Anies Baswedan.

Kemudian, Koordinator Tim Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 Partai Nasdem, sekaligus Waketum NasDem, Ahmad Ali, dan Politisi PDIP, Ahmad Basarah.

Diketahui, Demokrat, PKS dan NasDem, tergabung dalam Koalisi Perubahan dan Perbaikan (KPP), mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Golkar – Demokrat: Beda Koalisi, tapi Punya Tujuan Sama dan Jalin Kesepakatan

Lingkar.co – Partai Golkar dan Demokrat berbeda koalisi dalam Pemilu 2024, namun punya tujuan sama untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Saat ini, Golkar tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara, Partai Demokrat bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Nasdem, tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Perbaikan (KPP).

Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Golkar, Airlangga Hartarto, saat konferensi pers usai pertemuan dengan Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (29/4/2023) malam.

Pertemuan antara elite Airlangga dan AHY, yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu, turut dihadiri Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Airlangga mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk silaturahmi dan bukti bahwa kedua partai bisa bersama meski berbeda dalam berkoalisi.

Meski berbeda koalisi, kata Airlangga, tujuan Golkar dan Demokrat sama, yakni untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Mari bersama-sama, posisi tidak harus bareng, tidak harus dalam posisi sama,” ucapnya.

“Tapi yang paling sulit adalah dalam posisi yang berbeda kita bertujuan yang sama, untuk kemajuan dan kesejahteraan,” sambung Airlangga.

Airlangga menegaskan, kesatuan politik pasca-pemilu sangat penting.

Menurutnya, kesatuan pasca-pemilu tidak terjadi kalau tidak dirintis dari sebelum pemilu digelar pada 2024.

“Perbedaan kita hanya pada tanggal 14 Februari, pada saat masyarakat memilih, mencoblos, sesudah itu kita kembali bersama-sama,” tegas Airlangga.

Airlangga mengaku, bersama Demokrat telah bersepakat bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 harus dilaksanakan dengan kebahagiaan.

Golkar dan Demokrat sepakat pemilu tidak boleh menjadi pemecah belah masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sebab, Indonesia memiliki sejarah kelam akibat konflik ideologi yang merenggut banyak nyawa.

“Partai Golkar dan Partai Demokrat sepakat bahwa pemilu itu bukan the winner takes it all,” ucap Airlangga.

“Sedangkan kita demokrasi pancasila jadi siapapun yang menang mari kita bersama-sama membangun negeri,” sambungnya.

Demokrat Sependapat dengan Golkar

Pada kesempatan yang sama, AHY mengaku, kehadiran Airlangga bersama jajaran elite Golkar menjadi bagian penting dalam komunikasi yang produktif untuk menemukan solusi dari persoalan bangsa.

Selama ini, kata AHY, Demokrat telah intensif menjalin komunikasi untuk bersama-sama mencari titik temu dan kompromi dalam membangun masa depan.

AHY sependapat dengan Airlangga, agar pemilu jangan sampai memunculkan pembelahan atau benturan keras antar-anak bangsa.

“Kami akan menentang keras, apakah radikal kanan-atau radikal kiri, apapun yang hanya ingin menghancurkan persatuan di negara kita,” ujar AHY.

AHY juga mengatakan, segala kemungkinan bisa terjadi dalam politik. Demokrat yang bergabung dengan Golkar, atau Golkar bergabung dengan Demokrat.

“Dalam politik seperti juga sebetulnya dalam kehidupan, segala sesuatunya punya kemungkinan,” ucap AHY.

“Namun demikian, semangat yang kami jalin tadi sama-sama menghormati posisi dan sikap politik,” sambungnya.

Saat ini, kata AHY, Golkar bersama dengan KIB, sementara Demokrat juga membangun komunikasi intens dengan Nasdem dan PKS.

“Per hari ini Golkar dengan KIB, saat ini Demokrat juga membangun komunikasi intens dengan Nasdem dan PKS,” ucap AHY.

“Apakah bisa bergabung? Sangat diharapkan bersatunya elemen bangsa, ada berbagai isu yang punya kepentingan sama dan penyikapan yang berbeda,” pungkasnya.

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Pidato Politik, AHY Minta Doa Restu ke Anies Baswedan

Lingkar.co – Ketua Umum Partai Demokrat (Ketum PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta doa restu kepada bakal calon presiden, Anies Bawesdan. Hal itu dilakukan pada saat menjelang pidato politik.

“Mohon doa restu dari mas Anies. Semoga lancar dan memperkuat perjuangan kita, mas,” kata AHY melalui handphone, dikutip dari instagram pribadi @agusyudhoyono baru-baru ini.

“Amien. InSyaaAllah, pesan yang nanti disampaikan akan bisa memperkuat gelombang perubahan. Amin. Sukses,” tutur Anies.

Sikap anak SBY meminta doa restu ini merupakan bentuk komunikasi yang harmonis antar keduanya.

Sikap profesional ini guna membangun koalisi yang komunikatif dan efektif.

Kandidat Kuat Bakal Capres

Seperti diketahui, Partai Demokrat merupakan koalisi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Ketiga partai tersebut telah sepakat mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di kontestasi pemilu 2024 mendatang. Namun demikian, belum ada kesepakatan terkait calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies.

Sedangkan, terdapat beberapa kandidat kuat yang akan mendampingi Anies Baswedan. Salah satu di antaranya ialah AHY.

Koalisi Bersama

Gabungan partai tersebut sudah memenuhi syarat 20 persen dari junlah kursi di parlemen untuk Presidential Threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden.

Berikut ini perolehan kursi parlemen berdasarkan pantauan lingkar.co.

  1. Partai Demokrat memiliki 54 kursi.
  2. Partai Nasdem memiliki 59 kursi.
  3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki 50 kursi.

Dengan demikian, jumlah perolehan kursi semuanya sebesar 163 kursi parlemen. Jumlah ini sudah melebihi persyaratan minimal, yakni 115 kursi.

Pidato AHY

AHY mengajak kader PD agar terus memperjuangkan perubahan dan perbaikan di berbagai sektor.

Terutama di bulan Ramadan yang akan datang, seluruh kader diminta memanfaatkan bulan suci dengan baik.

“Menjelang bulan suci Ramadan 1444 Hijriah, saya mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana membantu rakyat yang sedang kesulitan. Demokrat harus terus menjadi bagian dari solusi,” tuturnya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Pada kesempatan itu, ia menegaskan, Partai Demokrat menolak keras sistem pemilu tertutup dan penundaan pemilu.

“Demokrat juga konsisten menolak Sistem Pemilu tertutup dan juga penundaan Pemilu 2024 mendatang,” ujarnya.

Beberapa isu yang jadi perhatian Partai Demokrat, antara lain kondisi ekonomi, utang luar negeri, lapangan kerja, dan sebagainya.

“Ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian. Terutama soal kondisi ekonomi, UMKM, pendidikan, lapangan kerja, utang luar negeri, dan isu-isu trend anak muda,” ucapnya

Acara ini dihadiri seluruh anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota Fraksi Demokrat se-Indonesia, dan seluruh kader serta simpatisan Partai Demokrat.

Penulis: Al-Afgani Hidayat

Genggam Tiket Pilpres 2024, Anies Baswedan Bersyukur Didukung Tiga Parpol

SEMARANG, Lingkar.co – Anies Baswedan, akhirnya mendapatkan tiket untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada pilpres 2024 mendatang. Sebanyak tiga partai politik (parpol) telah menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai capres.

Tiga partai tersebut adalah Nasdem, Demokrat dan PKS, yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Rasa syukur pun terucap dari Anies Baswedan. Hal itu terlihat dalam akun Instagram pribadinya, Rabu (1/2/2023).

“Kami mengucapkan syukur dan terima kasih atas dukungan dari Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung,” ucap Anies.

“Dengan mengucap bismillah, kepercayaan itu kini telah diembankan,” ucapnya menambahkan.

Anies mengatakan, dengan dukungan dari PKS pada Senin, (30/1/2023), melengkapi dua parpol lainnya yang telah mendukung dirinya sebagai capres.

“Kemarin Partai Keadilan Sejahtera telah menyatakan dukungannya, melengkapi deklarasi sebelumnya oleh Partai Nasdem pada 3 Oktober 2022, dan pernyataan Demokrat pada 26 Januari 2023,” jelasnya.

Dengan dukungan tiga parpol, kata Anies, telah memenuhi persyaratan presidential threshold 20 persen sebagai syarat mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2024.

“Maka presidential threshold 20 persen telah terlampaui,” ucap Anies.

Ia pun siap mengemban amanah yang diberikan tiga parpol tersebut, untuk maju sebagai capres pada pilpres 2024 mendatang.

“Insya Allah amanah ini kita jalankan sebaik-baiknya, untuk Indonesia,” tutur Anies.

Berdasarkan UU No.7 Tahun 2017, partai atau koalisi partai yang hendak mengusung capres-cawapres harus memiliki minimal 25 persen suara sah nasional atau minimal 20 persen kursi DPR.

Jika digabungkan perolehan suara Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS pada Pemilu 2019, mencapai 25,03 persen.

Sedangkan, total perolehan kursi DPR ketiga parpol tersebut, pada Pemilu 2019, mencapai 28,35 persen.

Artinya, Koalisi Perubahan, telah memenuhi persyaratan presidential threshold 20 persen, sebagai syarat mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2024 mendatang.

Sepakat Dukung Anies

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefki, mengatakan tiga parpol telah bersepakat membentuk koalisi perubahan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai capres.

Menurutnya, dengan terbentuknya Koalisi Perubahan, telah memenuhi harapan masyarakat.

Ketiga parpol tersebut, kata Teuku Riefki, bakal menandatangani keputusan resmi terkait pencapresan Anies Baswedan.

“Bapak Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang diusung oleh tiga partai,” ucapnya, dalam jumpa pers, Senin (30/1/2023).

“Ya kalau dikumulatifkan untuk presidential threshold-nya sudah melebihi 20 persen atau kalau tidak salah sudah 28 persen persen,” ucap Teuku Riefky.

Hal yang juga terlontar dari pernyataan Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Mohamad Sohibul Iman.

Dia mengatakan sikap politik partainya konsisten menjadi bagian pendukung pencalonan Anies Baswedan sebagai capres pada Pilpres 2024.

“Dr. Salim dan Ahmad Syaikhu menyampaikan sikap PKS, sebagaimana ditunjukkan dalam tim kecil koalisi partai-partai pendukung Anies Baswedan,” ucapnya.

Sedangkan untuk deklarasi, Sohibul menyebut pada 24 Februari 2023 mendatang, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS.

“Penegasan dukungan secara eksplisit Deklarasi Anies, PKS akan menyampaikan usai rapat badan pekerja Majelis Syura pada saat Rakernas nanti,” jelasnya.

Tapi lata dia, deklarasi Anies Baswedan bisa saja sebelum rakernas. Tergantung dengan konstelasi politik.

“Bisa saja dipercepat sesuai konstelasi politik yang terjadi,” pungkasnya.*

Penulis : M Rain Daling

Editor : M Rain Daling

Fraksi Demokrat DPRD Pati Soroti Bidang Keuangan, Infrastruktur dan Sosial Budaya

PATI, Lingkar.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar rapat paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati tahun anggaran 2021.

Dalam kesempatan itu, Fraksi Partai Demokrat memberikan pandangan umumnya terkait Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2021. Pada pandangan umum yang dibacakan oleh anggota DPRD Pati dari Komisi B, Suriyanto, Fraksi Partai Demokrat menyampaikan usulan 3 bidang yakni, Bidang Keuangan, Infrastruktur dan Sosial Budaya.

Di Bidang Keuangan, Fraksi Partai Demokrat DPRD Pati ingin penggunaan APBD digunakan semestinya dengan memperhatikan skala prioritas.

Fraksi NKRI DPRD Pati Berharap Pembangunan Industri Buat Warga Sejahtera

“Dalam hal penganggaran dan pembelanjaan APBD, kami dari Fraksi Partai Demokrat meminta seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam penganggaran kebutuhan keuangan, sebelum diajukan harus diuji kelayakan (fit and proper test) sehingga tepat sasaran, efisien dan memperhatikan skala prioritas. Sehingga, lebih terserap dan tidak Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati,” papar Suriyanto.

Sedangkan di Bidang Infrastruktur, Fraksi Partai Demokrat DPRD Pati ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera memperbaiki jalan rusak, khususnya jalan yang sering dilewati angkutan berat hingga mengakibatkan kerusakan yang parah.

“Kemudian angkutan truk yang memuat batu dari Celering Jepara yang melewati Tayu sampai ke Pati, karena kondisi muatan tonase yang lebih dari batas yang seharusnya yakni 8.000 ton. Akan tetapi, fakta di lapangan muatannya sampai 15.000 ton sehingga mengakibatkan kerusakan jalan yang parah, mohon Pemkab Pati untuk menertibkan,” ungkapnya.

Ali Badrudin Beri Peringatan Anggota Dewan yang Sering Bolos

Selain itu, di Bidang Sosial Budaya, Fraksi Demokrat DPRD Pati juga meminta Pemkab Pati untuk segera memberikan izin atau kelonggaran terhadap pergelaran pentas seni budaya, seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati.

“Kami dari Fraksi Partai Demokrat mengimbau Pemkab Pati untuk memberikan kelonggaran dan mempermudah izin masyarakat bagi para pekerja seni yang melakukan pergelaran pentas seni. Hal ini dikarenakan pandemi sudah mulai melandai bahkan cenderung zero case di Kabupaten Pati, sehingga para pekerja seni bisa mencari nafkah kembali,” pungkasnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkar.co)

Fraksi Partai Demokrat DPRD Pati Sampaikan Pandangan Umum 3 Bidang

PATI, Lingkar.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar rapat paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati tahun anggaran 2021.

Pada kesempatan itu, Fraksi Partai Demokrat memberikan pandangan umum di Bidang Ekonomi, Olahraga dan Pemerintahan. Pada pandangan umum yang dibacakan oleh salah satu politisinya, Suriyanto, Fraksi Demokrat ingin adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati ditujukan untuk kesejahteraan warga Pati, terutama untuk kepentingan guru honorer, bidan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Ketua RT/RW.

Fraksi Demokrat menganggap, mereka adalah garda terdepan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun kebijakan denda Rp 30 juta bagi yang menunggak membayar iuran BPJS Kesehatan juga perlu mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, khususnya warga yang kurang mampu.

Fraksi Demokrat DPRD Pati Berharap Kawasan Industri Serap Tenaga Kerja Lebih Banyak

“Kami Fraksi Partai Demokrat juga menanyakan tentang BPJS Kesehatan yang memberlakukan aturan denda hingga Rp 30 juta atau 5% dari perkiraan biaya paket penyakit yang diidap oleh pasien. Apa yang dilakukan Pemda jika ternyata pasien tersebut adalah orang yang betul-betul saat itu tidak mampu karena perubahan status ekonominya?” papar Suriyanto.

Sedangkan di Bidang Olahraga, Fraksi Demokrat ingin Stadion Joyokusumo bisa digunakan sebagai markas tim Persipa Pati untuk mengarungi laga Liga 2 musim depan.

“Khususnya cabang olahraga sepak bola kami Fraksi Partai Demokrat mewakili sebagian besar pertanyaan warga masyarakat Kabupaten Pati. Apakah Stadion Joyokusumo nanti bisa digunakan sebagai homebase-nya Persipa Pati untuk mengarungi Liga 2 dikarenakan anggaran yang tidak sedikit untuk merenovasi rumput dan fasilitas lainnya,” tambahnya.

Fraksi Partai Demokrat DPRD Pati Apresiasi Kinerja Bupati Haryanto

Adapun proses seleksi perangkat desa (perades) juga tak luput dari Fraksi Demokrat. Pihaknya ingin seleksi perades dikembalikan ke pihak desa agar lebih transparan.

“(Kami) meminta agar pemilihan perangkat desa ke depan dikembalikan marwahnya ke desa untuk lebih transparan karena diawasi oleh seluruh masyarakat,” tutupnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkar.co)