Arsip Tag: Agus Irawan

Dorong Perkembangan Pertanian, Bupati Boyolali Pastikan Petani Tembakau Dapat Bantuan

Lingkar.co – Bupati Boyolali, Agus Irawan memastikan para petani mendapatkan berbagai bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah.

Pihaknya menegaskan, akan terus mendorong perkembangan pertanian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Oleh karena itu ia meminta agar para petani yang membutuhkan bantuan alat-alat pertanian dapat langsung mengajukan permohonan ke dinas terkait.

“Halal bihalal ini untuk kita saling silaturahmi, tentunya juga untuk kita saling tukar pendapat ataupun permasalahan-permasalahan tembakau di Kabupaten Boyolali dan kemudian mencari solusinya.” kata Bupati saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Boyolali di Dukuh Karangtalun, Desa Ngagrong Kecamatan Gladagsari, Jum’at (3/4/2026).

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti program cek kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas terdekat.

Selain itu, Agus juga menyampaikan kabar baik yaitu bagi anak-anak sekolah yang memasuki tahun ajaran baru, akan memperoleh seragam dan LKS gratis.

Sementara, Ketua APTI Kabupaten Boyolali Nanang Priyambodo, menyampaikan, halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, juga sebagai sarana menyamakan persepsi bagi para petani tembakau di Boyolali.

Dikatakan Nanang, dari ribuan anggota APTI, setidaknya ada sekitar 600 petani tembakau perwakilan dari Kecamatan Selo, Cepogo, Juwangi, Wonosamodro, Banyudono dan Sawit yang hadir pada acara tersebut.

“Harapan kita, kita akan selalu bermitra dengan beberapa perusahaan, artinya kawan-kawan petani yang kemarin jual sendiri-sendiri, kita akan bermitra sehingga tembakau akan tertampung.” ujar Nanang. (*)

Kunjungan di Boyolali, Wapres Sowan Kiai Pesantren dan Cek Peternak Sapi

Lingkar.co – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Kabupaten Boyolali pada Jumat (27/3/2026) di beberapa lokasi.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyambut kehadiran Wapres Gibran di Pondok Pesantren (Ponpes) An Najah Dawar Kecamatan Mojosongo yang dilanjutkan dengan melaksanakan salat Jumat di Masjid Baitul Muslimin.

Pengasuh Ponpes An Najah KH. Abdul Hamid Zuhri menyebut, tujuan kunjungan Wapres Gibran tersebut adalah untuk bersilaturahmi. Salah satu ulama Kota Susu ini berpesan kepada Wapres Gibran untuk menjaga persatuan dan kekompakan.

Usai salat Jumat, Wapres Gibran mengunjungi salah satu peternak sapi Amir di Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk. Bupati Agus yang mendampingi kunjungan tersebut berharap, dengan kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini, Boyolali akan lebih maju lagi, peternak lebih sejahtera dan akan ada banyak bantuan yang masuk.

“Dengan kehadiran Pak Wapres, benar-benar memberikan semangat kita semuanya untuk bagaimana memajukan dan juga tentunya meningkatkan kesejahteraan para peternak yang ada di Kabupaten Boyolali.” harap Bupati Agus.

Pada kesempatan itu, Wapres Gibran menyampaikan kepada para peternak agar segera menyelesaikan masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) sebelum mewabah lagi. Peternak bisa memberikan vaksinasi PMK pada seluruh hewan ternaknya dan segera melaporkan jika ada sapi yang terkena PMK.

Selain masalah PMK, Wapres Gibran juga menyinggung mengenai pembangunan pabrik pakan ternak. Menurutnya, adanya pabrik pakan ternak sangat penting agar harga pakan tetap stabil dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kalau dua itu terselesaikan, insyaallah ekonomi warga di sini bisa meningkat, saya titip dua hal itu saja.” pesan Wapres Gibran. (Tim Liputan Pemerintah Kabupaten Boyolali. (*)

Pastikan Kondusifitas, Bupati Boyolali Tinjau Pos Pengamanan Lebaran 2026

Lingkar.co – Mendekati lebaran, Bupati Boyolali Agus Irawan bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali berkeliling meninjau beberapa titik Pos Pengamanan (Pospam) lebaran yang tersebar di wilayah Kabupaten Boyolali, Senin (16/3/2026).

Ditemui kala meninjau Pos Pelayanan Rest Area KM 487 B, Bupati Agus mengatakan, kegiatan hari ini merupakan pengecekan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2026.

Pihaknya memastikan pelayanan keamanan dan kesehatan sudah siap semuanya. Selain itu, di setiap Pospam telah siaga tim untuk mengurai kemacetan. Orang nomor satu di Kota Susu itu berharap, Pospam yang tersebar di sembilan titik ini akan dapat melayani masyarakat maupun pemudik dengan sebaik-baiknya.

“Semoga nanti dengan persiapan yang baik, lebaran di tahun ini baik pemudik maupun nanti diarus baliknya semuanya bisa berjalan dengan baik. Tentunya juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.” ungkap Bupati Agus.

Tidak hanya meninjau kesiapan Pospam, pada kesempatan itu Bupati Agus juga menyerahkan bingkisan kepada para petugas di masing-masing Pospam lebaran. Pada pengamanan lebaran tahun ini, melibatkan 360 personil dari Polri, 240 personil gabungan instansi terkait untuk Pospam, dan 22 personel non Pospam.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ada delapan titik Pospam, yakni Pospam Ampel, Pospam Gerbang Tol Boyolali, Pospam Gerbang Tol Banyudono, Pos Pelayanan Gerbang Tol Bandara, dan Pospam Karanggede. Kemudian Pos terpadu Gedung Si Boba Jalan Pandanaran, Pos Pelayanan Rest Area KM 487 A dan Pos Pelayanan Rest Area KM 487 B.

Sementara itu, berdasarkan data dari Kepolisian Resor (Polres) Boyolali, ada beberapa lokasi rawan bagi pemudik. Diantaranya, lokasi rawan kecelakaan ada di Jalan Tol KM 484-485 Kiringan – Brajan Boyolali. Kemudian lokasi rawan macet ada di Exit Tol Boyolali dan Jalan SSB Cepogo Cheese Park.

Selanjutnya lokasi rawan Garlantas (Pengaturan Lalu Lintas) berada di Jalan Boyolali – Jatinom Klaten. Lokasi rawan longsor ada di Jalan SSB Genting. Dan yang terakhir adalah lokasi rawan bencana erupsi Merapi ada di Desa Tlogolele, Klakah, dan Jrakah Kecamatan Selo. (Tim Liputan Pemerintah Kabupaten Boyolali. (*)

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Boyolali Waspadai Lonjakan Harga Pasar Tradisional, Cabai Rawit Masih Rp90 Ribu Per Kilogram

Lingkar.co- Bupati Boyolali Agus Irawan beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali dan OPD terkait, kembali melakukan monitoring harga bahan pokok di beberapa pasar, Selasa (10/3/2026) pagi. Salah satunya meninjau di Pasar Ampel.

Saat meninjau, Bupati mengatakan bahwa stok bahan pokok dipastikan aman hingga lebaran nanti. Sedangkan untuk harga, mayoritas bahan pokok masih stabil dan terjangkau masyarakat, hanya komoditas cabai rawit merah dan minyak goreng yang saat ini mengalami kenaikan.

Pihaknya memastikan, akan terus mengawal beberapa bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan. Agus juga terus berupaya mengendalikan harga beberapa komoditas yang masih tinggi. Ia membeberkan, kenaikan harga cabai rawit merah dikarenakan oleh faktor cuaca yang menyebabkan beberapa petani gagal panen.

Sedangkan untuk minyak goreng merk ‘Minyak kita’ yang juga mengalami kenaikan dan kelangkaan barang, Bupati Agus akan mengerahkan tim untuk melakukan investigasi terkait penyebab hal tersebut.

“Untuk daya beli masyarakat sudah mulai membaik, semoga nanti di hari H lebaran ataupun setelah H lebaran semuanya bisa berjalan dengan baik, tertib dan juga tentunya kenyamanan warga Kabupaten Boyolali bisa terjamin semuanya.” kata Agus.

Senada, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali Purnawan Raharjo mengungkapkan, sebagian besar bahan pokok terpantau aman dan stabil di seluruh pasar. Hanya cabai rawit merah dan minyak goreng yang mengalami kenaikan signifikan.

Di pasar Ampel, beras medium berkisar diharga Rp 15 ribu per kilo dan beras premium Rp16 ribu per kilo. Untuk harga telur ayam, sedikit mengalami kenaikan hingga Rp29 ribu per kilo. Gula pasir DN (KW medium) berada diharga Rp17.500 per kilo dan gula pasir LN Rp20 ribu per kilo.

Harga cabai rawit merah masih tinggi mencapai Rp 90 ribu per kilo, namun harga ini sudah mengalami penurunan dibandingkan dengan harga cabai rawit merah di pasar lain yang masih bertahan diharga Rp 95 ribu per kilo.

Sedangkan minyak goreng merk ‘Minyak Kita’ di pasar Ampel naik drastis menyentuh harga Rp 20 ribu per liter, padahal harga di pasar lain hanya Rp17-18 ribu per liter. Kemudian untuk minyak goreng curah lebih tinggi lagi diharga Rp22 ribu per liter.

“Nanti kita koordinasikan bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, untuk koordinasi dengan BULOG terkait dengan minyak.” ujar Purnawan. (*)

Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Boyolali Kebutuhan Perbaikan Jalan

Lingkar.co – Menjelang arus mudik lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Boyolali mulai mengebut perbaikan ruas jalan yang rusak.

Kepala DPUPR Kabupaten Boyolali Yulius Bagus Triyanto mengatakan, untuk saat ini perbaikan diutamakan pada sembilan ruas jalan yang nanti dijadikan jalur mudik.

Dia menyebut, sembilan ruas jalan tersebut antara lain; ruas jalan Karanggede-Boyoromo sepanjang 850 meter, kemudian ruas jalan Bangak-Sambi-Simo sepanjang 11,945 kilometer, dan ruas jalan Simo-Tanjung-Klego sepanjang 11,585 kilometer.

Selanjutnya ruas jalan Mojosongo-Pasekan sepanjang 5,610 kilometer, ruas jalan Ampel-Jetis sepanjang 4,15 kilometer, dan ruas jalan Simo-Nogosari-Kaliyoso 15,165 kilometer. Kemudian Jalan Diponegoro sepanjang 1,65 kilometer, ruas jalan Ngangkruk-Dukuhan-Sanggung sepanjang 10 kilometer, ruas jalan Simo-Papringan 5,190 kilometer dan ruas jalan Mangu-Nogosari.

Yulius mengungkapkan, hingga saat ini progres pengerjaan perbaikan jalan rata-rata sudah mencapai 30-40 persen. Proyek ini akan dikebut dan ditargetkan akan selesai pada H-10 lebaran.

“Target selesai ini kan kita menyesuaikan dengan Operasi Ketupat Candi dari Polda, jadi kita H-10 lebaran harus sudah selesai.” ujar Yulius, Jum’at (6/3/2026)

Meninjau langsung proyek perbaikan jalan tersebut, Bupati Boyolali, Agus Irawan juga menyisir di beberapa lokasi. Pihaknya mengungkapkan, perbaikan jalan ini bertujuan agar warga dapat melaksanakan mudik dengan lancar dan nyaman.

“Harapannya untuk kenyamanan lalu lintas, kenyamanan warga, nanti untuk lebaran tahun ini bisa berjalan dengan baik.” ungkap Bupati saat meninjau di ruas jalan Cabean-Penggung.

Menanggapi hal tersebut, Joko, salah satu warga Candi Kidul yang membuka toko di sepanjang ruas jalan itu sangat berterimakasih kepada Pemkab Boyolali atas perbaikan jalan di daerahnya. Banyaknya jalan berlubang di wilayah tersebut sudah cukup parah dan berbahaya bagi pengendara yang melintas.

“Saya sebagai warga mengucapkan banyak-banyak terimakasih, dari dulu ya cuma kaya gini aja, sekarang ada perbaikan, ya terimakasih sekali.” kata Joko. (*)

Tanam Alpukat, GP Ansor Jateng dan BUMN Sinergi Gemakan Gerakan Indonesia Asri dari Boyolali

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bersama PLN Jateng–DIY menggandeng Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN melakukan penanaman pohon di Desa Sumur Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, udara Sabtu (7/2/2026) pagi. Desa tersebut merupakan bagian dari kawasan lereng Gunung Merapi.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf menyebut tanam pohon bibit alpukat memiliki banyak manfaat. Selain rimbun dan berakar kuat, juga bermanfaat untuk mendorong ketahanan pangan serta perekonomi warga desa.

Ia bilang, penanaman alpukat ini sebagai bagian dari semangat Gerakan Indonesia Asri, program nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo dengan tagline Aman, Sehat, Resik, dan indah (ASRI)

“Menjaga alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga ibadah sosial dan investasi untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menautkan aksi tanam pohon dengan nilai dasar kader Ansor yaitu hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam sebagai tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah.

Di tengah meningkatnya bencana banjir di berbagai wilayah Indonesia, ia menekankan bahwa kerusakan ekosistem harus dijawab dengan gerakan kolektif.

“Jangan sampai daerah kita dikenal karena sampah dan kumuhnya,” katanya, seraya mengajak Ansor menjadi garda depan perubahan.

Sementara, GM PLN Unit Induk Distribusi Jateng–DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan alpukat dipilih karena bisa disebut sebagai ‘pohon harapan’ karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ini bukan hanya sumber oksigen, tetapi juga sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut, di Boyolali dan Kudus, PLN telah menyalurkan masing-masing 400 bibit alpukat, dan jumlah itu akan terus ditingkatkan.

Lebih dari sekadar menanam, PLN juga membawa pendekatan keberlanjutan: modernisasi pertanian, pompa sawah berbasis listrik, hingga target meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. Shidqon Prabowo, menambahkan, kolaborasi ini sebagai pintu besar menuju pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan secara merata di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Ini sejalan dengan ketahanan pangan nasional. Bukan hanya CSR bibit alpukat, tapi juga peluang CSR lain yang berkelanjutan,” katanya.

Ia pun menyatakan, Ansor hadir sebagai khadimul ummah (pelayan masyarakat) siap bersinergi dengan BUMN dan BUMD.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut Tamansari sebagai tanah anugerah, di mana kopi, alpukat, dan sayuran tumbuh subur. Meski demikian, ia mengakui tantangan kekurangan air bersih dan hama kera ekor panjang yang merusak lahan.

“Kami berharap CSR dari BUMN juga menyentuh kebutuhan dasar seperti air bersih,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah daerah berupaya mengembalikan kejayaan kopi Boyolali yang dahulu melegenda di lereng Merapi. (*)

Panen Bawang di Desa Tarubatang, Bupati Boyolali Akui Puas Hasil Inovasi Petani

Lingkar.co – Bupati Boyolali, Agus Irawan menghadiri kegiatan Panen Raya Bawang Merah di Dukuh Gajihan, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jum’at (9/1/2026)Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Gantung Hasil Panen.

Desa Tarubatang merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah terbanyak di Kota Susu, dengan hasil panen 18 ton per hektare.

Bupati Agus yang ikut memanen langsung bawang merah tersebut sangat puas dengan hasil panennya. Bawang merah di Desa Tarubatang ini merupakan salah satu inovasi kelompok tani setempat dengan metode tanam yang menyesuaikan iklim.

“Hasilnya sangat subur dan sangat besar-besar sekali, semoga bawang merah ini akan menjadi salah satu produk pertanian unggulan Kabupaten Boyolali.” harap Bupati Agus.

Disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Suyanta, kegiatan panen raya ini merupakan kolaborasi antara Dispertan Kabupaten Boyolali, Pemerintah Desa Tarubatang, dan PD. BPR BKK Boyolali.

Ia mengatakan, hasil panen yang luar biasa ini didukung oleh musim, kesuburan tanah dan iklim yang sangat cocok dengan bawang merah.

Disebutkan Suyanta, beberapa wilayah penghasil bawang merah adalah Kecamatan Selo, Cepogo, sebagian Kecamatan Musuk dan sebagian Tamansari. Namun penghasil terbesar adalah Kecamatan Selo dan Cepogo dengan luasan hampir 112 hektar.

“Alhamdulillah luar biasa karena didukung oleh musim, didukung oleh kesuburan tanah dan iklimnya yang sudah cocok untuk bawang merah, memang tiap tahun musim kaya gini tanam bawang merah.” ujar Suyanta. (*)

Bupati Boyolali Resmikan Gedung UPT Metrologi Legal Dinas Perdagangan dan Perindustrian Senilai Rp467 Juta

Lingkar.co – Gedung baru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali yang berlokasi di Jalan Kates Nomor 1 Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026) diresmikan oleh Bupati Boyolali Agus Irawan,

Kepala Disdagperin Kabupaten Boyolali Purnawan Raharjo mengiyakan, pembangunan Gedung UPT Metrologi Legal ini menelan anggaran Rp467.509.000,00. Ia berharap, adanya kantor baru ini dapat memberikan pelayanan dan pengawasan di bidang metrologi yang lebih baik.

Selain itu, lanjutnya, dapat melindungi masyarakat dalam kebenaran pengukuran dan kepastian pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran, serta alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.

Purnawan juga memaparkan, pada libur Nataru 2025 lalu, UPT Metrologi Legal telah melakukan pengujian dan pengawasan di beberapa titik SPBU dan SPBE dengan hasil baik. Bukan hanya itu, petugas juga telah melakukan uji tera timbangan di beberapa pasar di Boyolali, agar ukuran timbangan semua pedagang sama.

“Sehingga pelayanan kita pada pengguna metrologi legal ini mudah-mudahan bisa melaksanakan dengan baik dan lancar. ” harapnya.

Senada, Bupati Boyolali, Agus Irawan berharap dengan adanya kantor baru ini akan memberikan kenyamanan pada warga dan menjawab keraguan masyarakat terkait ukuran maupun timbangan. Orang nomor satu di Kota Susu itu berpesan agar nanti petugas dapat memberi pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya dengan mempermudah dan mempercepat.

“Yang terpenting adalah satu, bagaimana kita bisa memberikan kepercayaan kepada warga, yang kedua, kita bisa memberikan pelayanan dengan baik, meningkatkan pelayanan kita. Warga masyarakat pasti tuntutannya adalah pelayanan yang cepat, mudah bahkan murah, ini kita mengarah kesana semuanya.” pesan Bupati.” (*)