Arsip Tag: Aplikasi

Aplikasi Sapawarga Pemprov Jabar Permudah Warga Cek Lalulintas Hingga Pesan Tiket Mudik Gratis

Lingkar.co – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Adi Komar mengatakan, pihaknya telah mengembangkan aplikasi Super Aps Sapawarga untuk memberikan informasi mudik Idulfitri 2026.

Ia menyebut, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jawa Barat hingga jalur mudik yang aman cukup dengan memanfaatkan aplikasi Sapawarga.

“Kami fokus menyampaikan informasi yang lebih akurat khususnya jalur mudik yang aman dan lancar, kemudian program mudik gratis hingga terintegrasi dengan pantauan lalulintas melalui CCTV,” jelasnya, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, Sapawarga juga menjadi aplikasi pemesanan tiket mudik gratis yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Jawa Barat. Menurut Adi, pemesanan tiket mudik gratis sudah dapat dilakukan mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2026.

Saat mendaftar, pemudik hanya perlu memasukan data diri seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK), alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir dan rute keberangkatan. Pemilihan tanggal keberangkatan dilakukan saat aktivasi tiket pada 1 – 12 Maret 2026.

Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar juga akan memaksimalkan Comand Centre sebagai pusat pengelolaan informasi jalur mudik yang memanfaatkan CCTV di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata di Jawa Barat. Dengan memanfaatkan CCTV, informasi terakurat dapat segera diketahui saat itu juga.

“Comand Centre nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring sekaligus mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan, Program Mudik Gratis 2026 akan diberangkatkan pada 13, 14 dan 15 Maret 2026 dengan titik keberangkatan dari beberapa lokasi, seperti Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.

Pemprov Jabar bersama dengan Jasa Raharja mempersiapkan kuota mudik gratis sebanyak 3.040 tiket dengan menggandeng beberapa PO bus, seperti PO. Sugeng Rahayu, PO. Damri, PO. Sinar Jaya, PO. Primajasa, PO. MGI. Total bus yang disediakan sebanyak 74 unit.

Melalui Program Mudik Gratis Tahun 2026, Pemprov Jabar menyediakan rute dalam maupun luar Provinsi Jawa Barat. Program mudik gratis terbuka untuk semua warga asal dan tinggal di Jawa Barat yang ingin mudik ke kampung halaman.

Armada bus yang akan digunakan juga telah memenuhi standar keselamatan yang disiapkan melalui pemeriksaan teknis (ramp check) sebelum keberangkatan. Pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang selama perjalanan.

Selain dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dishub Jawa Barat juga berkoordinasi dengan dinas lainnya untuk memastikan keandalan jalur mudik, terutama mengantisipasi kemungkinan gangguan alam seperti longsor.

Ia memperkirakan, sekitar 70 persen pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi. Banyak di antara mereka melintasi Jabar menggunakan jalan tol sehingga Dishub Jabar akan memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tol. (*)

Resmi Dilaunching, Aplikasi KDMP Plus Mudahkan Anggota Pantau SHU Realtime

Lingkar.co – Aplikasi Koperasi Desa Merah Putih Plus di sosialisasikan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih Desa Singosari, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, pada Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sistem digital berbasis website dan mobile yang dirancang khusus untuk mendukung pengelolaan koperasi secara modern, transparan, dan akuntabel.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Lela Sari, selaku developer aplikasi Koperasi Desa Merah Putih Plus, menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan koperasi desa dalam pengelolaan data anggota, keuangan, hingga unit usaha secara terintegrasi.

“Pada prinsipnya, uang yang dikelola oleh koperasi adalah milik anggota. Karena itu, pertanggungjawabannya harus akuntabel dan transparan. Melalui aplikasi ini, anggota bisa mengetahui secara realtime berapa sisa hasil usaha (SHU) yang menjadi hak mereka,” kata Lela saat pemaparan materi.

Ia menerangkan, aplikasi Koperasi Desa Merah Putih Plus memiliki sejumlah fitur unggulan, di antaranya kemudahan penggunaan (user-friendly) serta akses data realtime selama 24 jam. Pengurus koperasi dapat memantau laporan gudang, laporan keuangan, hingga aktivitas gerai kapan saja dan di mana saja.

“Selain berbasis website, aplikasi ini juga tersedia dalam versi mobile yang dapat diunduh melalui Play Store. Dengan begitu, anggota dapat terhubung langsung dengan koperasinya melalui genggaman tangan,” ujarnya.

Tak hanya itu, sistem ini juga didukung oleh integrasi yang luas dengan berbagai vendor serta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop). Integrasi tersebut dinilai penting untuk memastikan standarisasi serta validitas data yang dikelola koperasi.

Untuk menjamin optimalisasi pemanfaatan teknologi tersebut, CV Hasbi Mitra Sejahtera turut menyediakan dukungan teknis penuh serta pelatihan bagi pengurus koperasi, mulai dari tahap awal penggunaan hingga pendampingan operasional.

Kepala Desa Singosari, Widodo, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia mengaku kehadiran aplikasi Koperasi Merah Putih Plus sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan koperasi desa yang lebih profesional.

“Kami menyambut positif aplikasi ini karena sangat membantu dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang transparan dan modern. Ini sesuai dengan kebutuhan desa kami,” ujarnya.

elalui sosialisasi ini, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih Singosari dapat segera mengadopsi sistem digital tersebut guna meningkatkan kepercayaan anggota serta memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Cegah Keracunan, Guru SMA di Karanganyar Buat Aplikasi Deteksi Dini Makanan MBG

Lingkar.coPrihatin adanya kasus keracunan yang menimpa siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang guru di Karanganyar tergerak menemukan inovasi deteksi dini makanan melalui aplikasi android. Namanya Save Eat Smandakara.

Aplikasi ini dirancang sebagai pendeteksi makanan apakah layak makan atau tidak dikonsumsi berdasarkan gambar dan ulasannya.

Penemu aplikasi deteksi makanan ini adalah Taufik Mulyadi, guru ekonomi SMA Negeri 2 Karanganyar. Dia terdorong membuat aplikasi Save Eat Smandakara untuk menghindari agar siswa tidak terdampak keracunan makanan.

“Aplikasi ini berfungsi untuk mendeteksi kelayakan makanan secara visual. Sehingga, harapannya peristiwa keracunan makanan dapat dihindari,”jelas Taufik kepada media, Kamis, 16 Oktober 2025.

“Saya prihatin, banyak terjadi kasus keracunan pada siswa, termasuk di Karanganyar. Dari situ saya mencoba membuat aplikasi sederhana ini, untuk membantu mendeteksi makanan layak atau tidak dikonsumsi,”imbuhnya.

Taufik menjelaskan, cara kerja aplikasi ini mengidentifikasi dari foto makanan yang dimasukkan ke aplikasi tersebut. Selanjutnya, akan ada ulasan seperti apakah makanan atau botol makanan atau minuman berlendir dan lain sebagainya.

Hasil akhirnya, aplikasi akan memberikan rekomendasi apakah makanan tersebut layak makan atau tidak. Sehingga, makanan tidak perlu disentuh atau diicipi terlebih dulu.

“Kalau rekomendasi aplikasi tidak layak makan. Maka tim akan berkoordinasi apakah program makan itu dilanjutkan apa tidak sebaiknya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sangat gencar menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo ini. Gubernur gerak cepat mendorong semua SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Gubernur juga meminta semua daerah membentuk posko penanganan KLB (Kondisi Luar Biasa) MBG dengan membuka hotline pengaduan.

Hotline aduan program Makan Bergizi Gratis (MBG) provinsi bisa melalui nomor 0811-2622-000 dan Call center JNN 150945. Call Center SaberMaya Dinkes Kota Magelang di nomor 0851-4835-8535, Lapor Cepat Dinkes Kabupaten Banjarnegara di 0812-2900-1003, Hotline MBG Kabupaten Blora di 0811-2655-601, dan Hotline MBG Kota Pekalongan di 0852-2615-0966. (*)

Aplikasi Digital Asal Semarang Tembus 42 Besar Jagoan Indonesia 2025

Lingkar.co – Geliat inovasi digital dari anak muda Kota Semarang kembali mencuri perhatian. Aplikasi Spartav, platform digital advertising yang berbasis pemberdayaan masyarakat, berhasil menembus 42 besar dari ratusan peserta yang mengikuti program inkubasi bisnis Jagoan Indonesia 2025. Program ini, digelar oleh Bappeda Kota Semarang bersama mitra-mitra strategis nasional dalam rangkaian ajang Semarak Muda 2025.

Spartav, akronim dari Smart Partnership Advertising Virtual, merupakan aplikasi yang dirancang untuk menjembatani pelaku UMKM lokal dengan jejaring komunitas digital.

Di dalamnya, individu yang tergolong ultra-nano influencer (pengguna media sosial dengan pengikut di bawah 1.000 orang) diberdayakan untuk menjadi “pasukan iklan” yang membantu menyebarluaskan konten promosi bisnis lokal.

‎“Aplikasi ini kami rancang sebagai media promosi alternatif yang murah, mudah diakses, dan berbasis partisipasi komunitas. Siapa pun bisa terlibat, dari mana saja,” ujar Yanuar Aris Budiharto, Founder Spartav, Sabtu (2/8/2025).

Menurut Yanuar, Spartav hadir sebagai respons atas dua tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini: ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan terbatasnya lapangan pekerjaan, serta rendahnya daya saing promosi digital bagi UMKM.

Dengan memanfaatkan jaringan warga biasa sebagai media penyampai pesan digital, Spartav mencoba mengubah masyarakat dari konsumen pasif menjadi agen distribusi aktif.

Lewat tampilan antarmuka yang sederhana, pelaku UMKM dapat mengunggah produk, menjadwalkan kampanye promosi, memilih kanal distribusi—seperti WhatsApp, Instagram, atau TikTok—dan memantau jangkauan kontennya secara real-time.

‎“Yang kami bangun bukan hanya aplikasi, tapi juga ekosistem gotong royong digital,” kata CEO Eventrue, sebuah agensi branding dan pemasaran digital yang berbasis di Semarang.

Sebagai alumni Fisipol Universitas Wahid Hasyim Semarang, Yanuar menegaskan bahwa Spartav bukan sekadar proyek teknologi, melainkan juga upaya kolektif membangun kesadaran digital inklusif.

Saat ini, kata dia Spartav telah menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi, mulai dari koperasi desa, pesantren, jaringan alumni vokasi, hingga komunitas pemuda.

“Pasukan iklan kami sudah tersebar di berbagai wilayah dan terus bertambah setiap bulan. Target kami, Spartav dapat memberdayakan ratusan ribu individu sekaligus memperluas jangkauan pemasaran ribuan UMKM hingga akhir 2025,” ucapnya optimistis.

Spartav menjadi salah satu dari 42 peserta yang terpilih dari total 294 tim bisnis yang diseleksi dalam ajang Jagoan Indonesia 2025. Para finalis ini, berhak mengikuti program inkubasi selama tiga bulan, mencakup pelatihan intensif, pendampingan, dan kesempatan pitching di hadapan investor serta pemangku kepentingan nasional.

Beberapa nama mentor yang turut terlibat dalam program ini antara lain Dias Satria (Jagoan Indonesia), Pukka Simbolon (Capcapung), Danar Indra (Carabicara), Hari Obbie (Kamu Juga Bisa), dan Arif Bawono (Let’s Play Indonesia).

Bagi Yanuar dan timnya, capaian ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pembuktian. “Kami berterima kasih kepada Bappeda Kota Semarang yang membuka ruang bagi talenta muda untuk berkontribusi lewat karya nyata. Spartav bukan sekadar aplikasi, tapi simbol dari ikhtiar membangun ekonomi digital yang lebih adil, dari desa hingga kota,” jelasnya. (*)

Tutup HUT 123, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Employee Gathering

Lingkar.co – PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 menggelar gathering di Lubana Sengkol, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (5/5/2024). Kegiatan dengan konsep employee gathering tersebut diikuti seluruh pegawai PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2.

Pemimpin PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Endang Pertiwi menuturkan, employee gathering dengan tema 123 Go! tersebut sekaligus menutup rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-123 Pegadaian.

Gathering ini juga rangkaian HUT ke-123 Pegadaian dan juga menandakan sebagai aba-aba untuk siap bertanding pada industri keuangan sekaligus menyiapkan para insan Pegadaian untuk menang,” kata Endang Pertiwi, dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan, employee gathering tersebut diisi dengan berbagai permainan yang menarik. Para pegawai dilibatkan secara aktif dalam proses permainan yang kreatif.

“Dengan game-game itu diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar pegawai dan terbentuk kekompakan serta mental juara para insan Pegadaian,” jelasnya.

Dengan begitu, diharapkan bisnis Pegadaian selalu bergerak dan bertumbuh. Sehingga, para pegawai yang merupakan insan Pegadaian dapat berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat dengan program dan produk Pegadaian yang dimiliki.

Endang Pertiwi menambahkan, PT Pegadaian kini telah mengalami transformasi yang menjadikan fokus perusahaan tidak hanya sebatas pada layanan gadai, tetapi juga pada berbagai program yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Bahkan, transaksi Pegadaian kini juga bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital Services (PDS). Melalui aplikasi tersebut, nasabah tidak harus datang ke outlet untuk melakukan transaksi apapun, cukup menggunakan smartphone dari rumah.

“Untuk produk, kini Pegadaian tak hanya fokus pada gadai saja, tapi banyak produk baik investasi maupun pembiayaan yang bisa diakses masyarakat. Di antaranya tabungan emas hingga kredit usaha rakyat (KUR),” paparnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh insan Pegadaian, Endang Pertiwi optimistis Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 dapat mencapai tujuan untuk “MengEMASkan Indonesia”.

Dalam employee gathering tersebut, digelar lomba memancing dan aneka fun game yang diikuti seluruh pegawai PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2. Selain itu, juga digelar penyerahan penghargaan Pegadaian Excellence Award (PEA) dan Pegadaian Innovation Award (PIA) bagi pegawai berprestasi. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Berkat Aplikasi Libas, Polsek Genuk Gerak Cepat Amankan Lokasi Tawuran Antar Pelajar

Lingkar.co – Berawal dari laporan melalui aplikasi Libas tentang adanya tawuran antar pelajar di Perum Bumi Bangetayu sekitar pukul 13.25 WIB Polsek Genuk mendatangi TKP. Senin (4/12/2023)

Berbekal informasi tersebut piket fungsi Polsek Genuk dipimpin pawas Iptu M Sajudin, SH, MH. langsung mendatangi TKP, dan berhasil mengamankan 6 (enam) pelajar beserta barang bukti 1(satu) buah sabuk gesper dan 1 (satu) buah stick golf

Menurut keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi, pada hari Senin tanggal 04 Des 2023, sekira pukul 13.25 WIB terdapat 4 (empat) orang remaja sedang nongkrong di angkringan sawah Jl. Widuri III.

Kemudian, secara tiba-tiba datang sekelompok pelajar berjumlah 6 (enam) orang dengan mengendarai 2 (dua) sepeda motor, dan terjadilah tawuran.

“Kami sudah mengamankan 6 (enam) pelajar beserta barang bukti 1(satu) buah sabuk gesper dan 1 (satu) buah stick golf dan kami masih dalami dan kembangkan peran dari masing masing pelaku,” kata Kapolsek Genuk Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho SH, SIK, MIK selang empat jam setelah kejadian.

Kapolsek juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar senantiasa mengawasi kegiatan anak anaknya dan selalu cek Handphone dan media sosialnya guna meminimalisir kejadian serupa

“Mari kita bersama-sama memberikan ruang positif bagi generasi penerus kita. Jangan beri ruang untuk semua kegiatan negatif mereka.Cegah sedini mungkin, keluarga menjadi saringan pertama dan utama,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Polrestabes Semarang mengimbau seluruh warga Ibu Kota Jawa Tengah untuk menggunakan aplikasi LIBAS agar lebih efektif dalam menyampaikan informasi atau laporan. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Warga Karangayu Cepiring Resah, Diteror Orderan Fiktif Tiap Hari

Lingkar.co – Supriyono bersama keluarga, warga Kampung Kendayaan Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah ini resah lantaran setiap hari mendapat teror orderan fiktif, yang dialamatkan di rumahnya.

Menurutnya, hampir setiap hari ada kiriman, baik barang maupun jasa angkutan. Padahal ia tidak pernah dipesan.

Orderan fiktif ini sudah terjadi sejak awal september silam. Puncaknya pada Minggu (15/10/2023) malam, sebanyak 28 mobil rental dan ojek online, secara bersamaan datang ke rumahnya.

Sejumlah pengemudi mobil rental dan taksi online mendatangi rumah Supriyono untuk meminta penjelasan terkait order armada. Para sopir ini tertipu orderan fiktif yang dialamatkan rumah Supriyono.

Supriyono dan anaknya Syahrul Maulana mengungkapkan, banyak kiriman barang ke rumahnya, padahal tidak pernah memesan apapun. Orderan kiriman barang tersebut, hampir setiap hari datang dan membuatnya resah juga takut.

Menurutnya, orderan tersebut memang atas nama anaknya, Syahrul Maulana dan alamatnya juga tepat. Pemesan menggunakan nama dan alamat anaknya, namun nomor telepon yang memesan bukan milik syahrul maulana.

Ia mengungkapkan, order tersebut melalui telepon dan pesan whatsapp. Namun nomor yang memesan tidak pernah menjawab panggilan, dan hanya mengarahkan untuk mengirim barang dengan pesan saja.

Ia lantas menyebut orderan fiktif yang sudah datang Antara lain; buah anggur dari Purbalingga sebanyak satu pick up, mebel dari Jepara, barang material dari Batang, serta makanan yang dipesan dengan sistem bayar ketika barang tiba di tempat atau COD.

“Saya itu gak merasa pesan, namun hampir tiap hari ada barang datang. Nama dan alamatnya benar saya, namun saya tidak pernah merasa pesan. Awalnya saya bayar, namun kok tiap hari ada kiriman, akhirnya saya tolak,” kata Supriyono ditemui di kediamannya, Selasa (17/10/23)

Senada, Syahrul Maulana juga mengaku tidak pernah memesan barang apapun selama ini. Dirinya juga tidak tahu siapa yang memesan sejumlah barang untuk diantar ke rumahnya.

“Pesanan pertama melalui grab dari Indomaret, saya juga kaget, saya gak pernah pesan kok ada kiriman. Itu pertama pesanan datang tanggal 4 Maret 2023. Selanjutnya ada TV, mebeler meja kursi, kasur, pada datang. Padahal saya tidak pernah pesan, namun alamatnya betul, nama dan rumah saya,” urainya.

Ia dan keluarga mengaku resah, dan tidak bisa nyaman dengan banyaknya teror orderan fiktif. Ia juga tidak mengetahui persis, siapa yang memesan sejumlah barang tersebut untuk dikirim ke rumahnya.

Rencananya ia dan keluarga akan melaporkan teror orderan fiktif ini ke kepolisian agar segera ditindaklanjuti. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Launching Aplikasi GIS untuk Permudah Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Kendal

Lingkar.co – Dalam upaya meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Kendal, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal telah meluncurkan Sang Pamong Community Based Tourism (CBT), yang merupakan komunitas pariwisata berbasis masyarakat, serta aplikasi Geographic Information System (GIS) pariwisata. Peluncuran ini dilakukan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal.

Selain itu, acara ini juga mencakup penandatanganan kesepakatan bersama dengan Perhutani KPH Kendal, serta komitmen bersama dalam pengembangan Community Based Tourism.

Dalam laporannya, Kepala Disporapar Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid, menjelaskan bahwa acara ini dihadiri oleh 100 tamu undangan dan bertujuan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata melalui networking atau jaringan antara para pelaku usaha wisata, komunitas wisata, dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kendal.

Ircham juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kendal memiliki potensi pariwisata yang kaya, tidak hanya dalam hal pariwisata alam, tetapi juga pariwisata buatan dan pariwisata berbasis budaya yang sangat besar dan beragam. Selain itu, Kabupaten Kendal juga memiliki sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang cukup banyak.

“Aplikasi GIS ini mirip dengan Google Maps, tetapi di dalamnya juga dilengkapi dengan informasi mengenai beberapa tempat oleh-oleh khas Kendal. Sehingga ketika wisatawan tiba di Kendal, mereka hanya perlu membuka aplikasi GIS ini untuk mengetahui tujuan mereka dan akan diarahkan oleh aplikasi GIS,” jelas Ircham.

Namun, menurutnya, hingga saat ini masih terdapat kendala dalam meningkatkan kunjungan pariwisata, salah satunya adalah kurangnya sinergi dan kolaborasi antara pelaku pariwisata dengan pentahelix. Meskipun sudah ada, namun sinergi tersebut belum berjalan dengan baik.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, dalam sambutannya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Disporapar dan semua pihak yang telah meluncurkan aplikasi pariwisata Kendal berbasis GIS dan membangun CBT Kabupaten Kendal.

“Dengan semangat untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Kendal dan mewujudkan visi misi pembangunan daerah ini, mari kita berupaya seoptimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan aplikasi ini dan berinovasi,” kata Dico.

Bupati berharap, aplikasi pariwisata Kendal berbasis GIS tersebut dapat memudahkan masyarakat, khususnya wisatawan. Dalam menjelaskan hal tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan data kunjungan wisatawan selama tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah pengunjung, yaitu 459.342 pengunjung pada tahun 2020, 499.792 pengunjung pada tahun 2021, dan 1.519.428 pengunjung pada tahun 2022.

Dengan berbagai potensi dan keunggulan di daerah ini, diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan, memperkuat industri kecil dan menengah (UKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif start-up.

Penulis: Wahyudi

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Permudah Warga Lihat Destinasi Wisata Pati dengan Aplikasi SIP Gage Go

PATI, Lingkar.co – Bagi masyarakat yang ingin mengetahui destinasi wisata apa saja yang ada di Kabupaten Pati bisa dengan mudah mencari tahu di aplikasi Sistem Informasi Pariwisata Gage Go (SIP Gage Go). Peluncuran aplikasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati tahun lalu itu memberikan informasi yang detail terkait destinasi wisata yang ada di Bumi Mina Tani.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinporapar Pati Ida Istiani mengatakan, ada beberapa desa wisata (deswita) di Bumi Mina Tani sudah buka.

“Sebelum buka, pengelola deswita wajib mendapat izin dari Gugus Tugas Covid-19. Selain itu, juga ada simulasi pembukaan deswita untuk melihat penerapan protokol kesehatan (prokes),” katanya kepada lingkar.co

Lanjut Ida, beberapa deswita yang sudah buka antara lain, agrowisata Jollong di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong. Selain itu, ada juga Deswita di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Kemudian, tempat wisata yang juga sudah buka yakni Desa Wisata Bageng di Kecamatan Gembong.

“Yang keempat, deswita yang sudah boleh buka yakni di Desa Wisata Pancasila, Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal,” ucapnya.

Terkait dengan aplikasi tersebut, jelas Ida, SIP Gage Go sudah tersedia di google playstore. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengunduh aplikasi ini dengan gawai atau ponsel pintar.

“Aplikasi ini harapannya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai destinasi wisata yang ada di Pati,” harapnya.

Aplikasi ini terangnya, merupakan media untuk memberikan informasi secara visual kepada masyarakat terkait destinasi wisata yang ada di Bumi Minatani. Dengan informasi destinasi wisata didalam genggaman tangan, ia berharap bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati.

“Aplikasi ini merupakan promosi jangka panjang yang berkesinambungan, bukan rencana promosi jangka pendek,” imbuhnya.

Dinporapar Pati berharap selain promosi, aplikasi ini bisa menjadi buku panduan bagi wisatawan. Sehingga para pelancong lebih mudah dalam melakukan pengambilan keputusan berkunjung ke destinasi wisata. “Sebab dalam aplikasi ini, para wisatawan bisa melihat sepintas pemandangan yang ada pada destinasi wisata,” tutupnya.(kin/mun/lut)