Arsip Tag: Kaligawe Semarang

Gus Shidqon: Kontribusi LKA Tegaskan Ansor Sebagai Pelayan Umat

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Dr. Muhammad Shidqon Prabowo mengatakan kontribusi Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah dalam pengobatan gratis selama tiga hari ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan Umat (Khadimul Ummah).

Percepat Penyusutan Banjir Kaligawe, Pemprov Jateng Tambah 38 Pompa“Alhamdulillah baru dilantik Minggu kemarin sudah bisa berkontribusi pada masyarakat ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan umat,” kata Gus Shidqon, sapaan akrab Shidqon Prabowo saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis ini halaman kantor Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Kamis?-/11/2025).

Menurut dia, kegiatan Ansor tidak hanya sebatas untuk internal kader, dan juga tidak sebgas pelayanan kesehatan karena Ansor memang harus memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

“Tidak hanya kesehatan saja, tapi ada beberapa program yang memberikan dampak langsung atau nilai bahwa kami selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat,” tuturrnya

Dia berharap masyarakat mendoakan agar Ansor yang ada di Jawa Tengah bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, “Jadi kami tiap Minggu muter di 35 kabupaten dan kota untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan itu pengejawantahan Ansor sebagai pelayan umat. Jadi mohon doanya semoga semua berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara, Ketua LKA Jateng, dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, semua harus bangkit setelah melewati musibah banjir yang sudah mengering. Maka Ansor Jateng juga tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan tapi juga memberikan pelatihan petugas kesehatan.

“Tidak hanya muter untuk mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, tapi juga kita akan mengadakan pelatihan relawan kesehatan atau mempersiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan medis dasar,” katanya.

Plt Lurah Kaligawe Sukiswo mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh GP Ansor Jateng dalam melayani masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa berlanjut
Terima kasih kepada Ansor yang telah membantu kami merawat masyarakat terdampak banjir di kelurahan Kaligawe ini. Saya harap tidak hanya ini, tapi ada kegiatan lain lagi. Semoga Ansor bermanfaat,dan berkah untuk semua,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kaligawe Kudu Asat! Ahmad Luthfi Tak Masalah Mencangkul Jika Kementerian Tak Segera Mengeringkan

Lingkar.co – Genangan banjir di Kaligawe Semarang wajib kering. Gubernur Ahmad Luthfi terang-terangan mengatakan “Kaligawe kudu asat (Kaligawe harus kering)” di hadapan Dirjen Kementerian PUPR.

Bahkan Ahmad Luthfi berinisiatif bakal menurunkan prajurit TNI untuk mengeruk sedimentasi hingga kurangi genangan. Ia mengaku tak masalah jika harus mencangkul jika Balai di Kementerian tak segera mengeringkan wilayah Terboyo.

“Pokoke Kaligawe kudu asat. Kalau masih berkutat diskusi soal konstruksi, sementara masyarakat sudah teriak maka ndak ada gunanya. Tambahi lagi pompanya,” tandas Ahmad Luthfi saat meninjau kolam Retensi Terboyo, Semarang pada Kamis (30/10/2025).

Analisanya, keringnya Kaligawe bakal menjadi pintu masuk penanganan banjir lebih jauh. Wilayah Kaligawe yang terendam banjir sudah mengganggu permukiman warga hingga jalur pantura.

Pengecekan ini untuk memastikan percepatan pengerukan dan pembangunan sistem pengendalian banjir di wilayah Semarang-Demak.

Ia meminta agar air yang masih menggenang di sejumlah titik diminta segara dialirkan ke laut. Caranya dengan mengotimalisasi pompa air.

“Jadi, pakai pompa sebanyak-banyaknya sehingga jalan lancar kembali, dan masyarakat tidak terendam,” kata Ahmad Luthfi disela tinjauan.

Untuk mempercepat penyurutan air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah mengoperasikan 38 unit pompa, terdiri dari 7 unit pompa eksisting (kapasitas 14 m³/detik), 3 unit floating pump (6 m³/detik), dan 28 unit mobile pump (10,36 m³/detik).

Total kapasitas pompa yang kini bekerja di empat titik utama, Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik.

Selain itu, dilakukan operasi modifikasi cuaca yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah juga melakukan evakuasi warga terdampak di kawasan Kaligawe yang ketinggian airnya mencapai sekitar 90 sentimeter.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Dwi Purwantoro, memastikan pihaknya siap mendukung penuh langkah percepatan yang dilakukan Pemprov Jateng. Ia mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti permintaan Gubernur untuk pelebaran saluran dan penambahan pompa.

“Ya, kita tindak lanjuti. Tadi kan diminta diperlebar. Nanti kita koordinasi. Kalau pompanya, kita siapkan, yang penting Kaligawe itu harus segera surut, masuk ke sini (kolam retensi Terboyo), dari sini buang ke Babon. Itu akan mempercepat jalan nasionalnya,” jelas Dwi.

Menurutnya, BBWS Pemali Juana dan BBPJN Jateng-DIY sudah berkoordinasi untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase agar penanganan banjir lebih efektif. (*)

Atasi Banjir, Kementerian Setuju Normalisasi Kolam Retensi Terboyo dan Sungai

Lingkar.co – Tiga usulan Gubernur Ahmad Luthfi dalam penanganan banjir di Kota Semarang dan Demak langsung disetujui oleh Kementerian PUPR. Ketiganya langsung dieksekusi dengan tujuan menyedot air genangan banjir di sejumlah kecamatan di dua wilayah tersebut.

Usulan pertama yang langsung di ACC oleh Dirjen SDA Kementerian PUPR adalah penambahan pompa. Analisa Pemprov Jateng, kekurangan pompa menjadi titik krusial penanganan banjir. Pompa bakal ditempatkan di Sayung Demak dan Kota Semarang.

“Kami minta penambahan pompa. Untuk segera mengeringkan genangan, agar masyarakat bisa beraktifitas sebagaimana biasanya,” kata Ahmad Luthfi dalam acara percepatan penanganan banjir Semarang dan Demak di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jateng, Rabu (29/10/2025).

Permintaan kedua yang juga disetujui adalah normalisasi sungai-sungai yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. Sungai tersebut memberikan andil dalam mengalirkan air dari genangan di Sayung, Kaligawe dan Genuk.

Menurut Luthfi, normalisasi penting karena bisa saja curah hujan bertambah tinggi jelang Desember 2025 hingga Januari 2026. Maka normalisasi sebagai antisipasi banjir jangka menengah dan panjang. Hal ini juga langsung disetujui Dirjen SDA. Ketiga adalah pengerukan Kolam Retensi Terboyo agar daya tampung tidak berkurang.

Dirjen SDA KemenPU, Dwi Purwantoro, memastikan pemerintah pusat siap menindaklanjuti usulan Gubernur Jateng. Di antaranya, usulan pompa tambahan sebanyak 5 buah dengan total kapasitas 2000 liter per second.

“Kami mendukung penuh langkah Pak Gubernur. Di Demak kami tambah lima pompa. Kemudian usulan pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan normalisasi sungai-sungai di Semarang untuk meningkatkan kapasitas tampung air dan memperlancar aliran ke laut. Pompa 5×500 akan kita datangkan dari Jakarta, Surabaya maupun dari Solo dalam minggu ini. Pompa termasuk yang di Muktiharjo juga akan kita ganti,” ujarnya.

Dirjen menambahkan, tim teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY telah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase.

“Kementerian akan mengupayakan penggantian pompa eksiting yang sudah berumur lebih dari lima tahun. Kita siapkan 2026. Harapan Pak Gubernur kita selesaikan semua,” tegasnya.

Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.

Sementara itu, dari BBPJN Jateng-DIY sesang membuat sodetan Sungai Sayung yang akan memiliki panjang sekitar 168 meter. Lama pengerjaan selama 65 hari dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,4 miliar bersumber dari APBN.

Di sodetan itu akan dibangun rumah pompa menuju Kolam Retensi Terboyo dengan jumlah 2 unit pompa kapasitas masing-masing 50 liter per detik. Menurut Dirjen SDA, akan mengurangi banjir yang menggenangi jalan nasional.

Untuk mendukung sistem drainase, BBPJN juga memperlebar saluran sementara (temporary channel) dari 10 meter menjadi lebih lebar, serta melakukan pembongkaran aramco di muara Sungai Babon guna memperbesar kapasitas aliran air. (*)

Dukung Penanganan Terdampak Banjir di Kelurahan Tambakrejo, LPBI PCNU Kota Semarang Akan Dirikan Dapur Umum

Lingkar.co -:Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang akan mendirikan dapur umum untuk mendukung penanganan warga terdampak banjir di kelurahan Tambakrejo, Gayamsari, Kota Semarang.

“Untuk solusi jangka pendek, kami sudah siapkan dari LPBI sendiri untuk membantu warga dengan membangun tenda dapur umum,” kata Ketua LPBINU Kota Semarang, dr. Muhammad Hayyi Wildani saat bertemu dengan Camat Gayamsari, di jembatan Kaligawe Semarang, Rabu (29/10/2025) siang.

Ia juga melaporkan, NU menurunkan relawan untuk melakukan evakuasi korban dan mendirikan tenda dapur umum dengan kapasitas 1.500 nasi bungkus per hari, “Ini akan kita tambahkan perahu karet untuk evakuasi dan pengiriman logistik dari dapur umum,” jelasnya.

Sementara, Ketua RW 8 Kelurahan Tambakrejo, Arifin mengungkapkan di Kelurahan Tambakrejo ada 3.700 KK atau sekitar 10.200 jiwa yang terdampak banjir dengan titik terdalam sekitar 60-70 cm.

Dari jumlah tersebut ada ratusan warga di beberapa RT di 3 RW yang terisolasi banjir. Ia mengaku kesulitan untuk mengirimkan bantuan makanan karena tidak ada perahu karet. Padahal lokasi yang dituju berada jauh dari jalan raya Kaligawe.

“Kita mencari peraunya saja sulit, kami minta bantuan perahu untuk distribusi bantuan, evakuasi warga, itu harus ada di tempat yang dekat kami yang terisolasi yang jauh,” ujarnya.

Ia juga berharap agar pemerintah mengalirkan air dari rumah pompa menuju sungai Banjir Kanal Timur (BKT) karena ia menilai kapasitasnya masih cukup untuk menampung air. Namun air dari rumah pompa tidak dialirkan ke sungai.

ia melanjutkan, air tidak bisa surut karena air dari kolam retensi tidak bisa dibuang ke laut karena terhambat oleh jalan tol yang menjadi pagar laut.

Sebab, kata dia, posisi kolam retensi hanya untuk menampung air dari rumah pompa Tenggang Gayamsari dan Rumah Pompa Sringin Genuk. Namun air tersebut kembali lagi ke permukiman warga lantaran untuk mengalir ke laut terhalang Giant Sea Wall

“Kita mau buka pintu air gak berani, nanti kita takut masuk lagi. Nah ini larinya (air) ke Sultan Agung muter lagi ke tempat kita lagi,” ungkapnya.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sepekan Terendam Banjir, Warga Mulai Keluhkan Gatal

Lingkar.co – Banjir yang melanda kota Semarang sepekan ini dua hari lalu sempat surut. Namun pada Selasa (28/10/2025) kembali menggenangi permukiman warga. Sepekan terendam air, warga mengeluh gatal. Salah satunya masyarakat yang terdampak banjir di Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Setiap hari, selalu ada warga yang memeriksakan kesehatan di posko kesehatan yang didirikan Kelurahan Tambakrejo di atas jembatan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Menurut petugas Puskesmas Gayamsari dr. Rosida, dirinya yang bertugas sejak siang baru menerima 8 orang pasien. Dari jumlah tersebut pada umumnya mengeluh gatal. Selain gatal, mereka juga mulai terkena demam atau flue.

“Dari 8 pasien mengeluhkan pusing meriang, dan gatal-gatal karena kutu air,” katanya disela pengobatan di posko Kesehatan, Rabu (29/10/2025) sore.

Kendati demikian dirinya tidak bisa mengatakan semua pasien mengalami hal itu karena data pasien setiap shif jaga langsung kembali ke puskesmas, “Petugas dibagi 2 shif, pagi dan siang,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, nampak anak-anak bermain di air yang menggenang. Mereka berenang, bersepeda dan bermain air di depan SPBU. Ada pula yang memanfaatkan untuk berjualan di area jembatan. Mereka pada umumnya para pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekolah dan madrasah Masjid makam Pangeran Terboyo.

Sementara, Lurah Tambakrejo, Sukiswo mengungkapkan, di Tambarejo terdiri dari 9 RW, 54 RT, semuanya terdampak banjir. Ia menyebut sekitar 50% rumah terendam air, terutama yang kondisi lantainya belum ditinggikan lagi.

“Kalau terdampak itu karena jalan aksesnya yang terdampak gitu, kalau rumah itu hampir 50% dari 3.700 KK itu kemasukan, 50% dari 3.700 KK airnya masuk rumah,” jelasnya.

Ia lanjut menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang, Kecamatan Gayamsari dan Polda Jateng telah memberikan pelayanan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak banjir, “Dari Tim Kesehatan Polda tadi membuat kegiatan pengobatan di pos ini ya,” ucapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum lapangan di kantor Kecamatan Gayamsari sehingga droping makan untuk warga bisa berjalan
Ia menyebut pada hari ini terdapat sekitar 400 nasi bungkus dari Kecamatan Gayamsari, 250 bungkus dari Dinas Sosial, “Alhamdulillah pada saat ini tadi kita jumlah total sudah mendistribusikan sekitar 650-an bungkus nasi ke masyarakat,” urainya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Butuh Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau operasional rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Ia ingin memastikan, pompa-pompa yang ada berfungsi dengan baik, sehingga air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.

Di Rumah Pompa Sringin, terdapat dua pompa eksisting dan dua pompa hasil peremajaan, berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta satu pompa apung berkapasitas serupa, dengan total 10.000 liter per detik.

Untuk kawasan Terboyo, penanganan dilakukan BBWS, dengan total kapasitas 6.570 liter per detik. BBWS yang terlibat dalam penanganan banjir ini meliputi BBWS Serayu Opak, Cimanuk Cisanggarung, Bengawan Solo, Brantas, dan Ciliwung Cisadane.

Sementara itu, di Kawasan Kali Tenggang, tersedia pompa eksisting dan pompa apung berkapasitas besar, ditambah bantuan mobile pump dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, dengan total 10.250 liter per detik.

Adapun di Pasar Waru, pengendalian dilakukan dengan satu pompa eksisting, berkapasitas 2.000 liter per detik, satu pompa submersible, serta beberapa mobile pump dari DPU Kota Semarang, dengan total kapasitas 3.540 liter per detik.

Dikatakan Taj Yasin, kolam retensi yang berada di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal, karena sistem pembuangan air di kolam-kolam belum dilengkapi pompa.

“Memang sudah berfungsi, namun belum maksimal karena pompanya belum terpasang,” jelasnya.

Diakui Taj Yasin, banjir di kawasan Kaligawe dan sekitarnya menjadi pekerjaan rumah sejak Mei 2025 lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mempercepat pengadaan pompa.

Menurutnya, sebagai langkah cepat untuk menyurutkan air, maka Pemprov Jateng memilih opsi meminjam pompa di daerah sekitar Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

“Kalau memang sangat dibutuhkan, kita bisa minta bantuan dari Demak atau daerah tetangga, untuk meminjam pompa tambahan, agar air bisa segera dibuang ke laut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wagub menyebutkan, meski kolam retensi sudah mampu menampung air hujan, namun pengendaliannya masih harus ditingkatkan. (*)

KA Harina Tertemper Truk di Kaligawe, KAI Pastikan Tak Ada Korban dan Jalur Segera Dinormalisasi

Lingkar.co – Kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang Jalan Kaligawe, Semarang, Selasa (21/10/2025) sore. Kereta Api (KA) Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi tertemper truk di perlintasan JPL No. 5, antara petak jalan Stasiun Semarang Tawang–Alastua, sekitar pukul 16.37 WIB.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, masinis telah menjalankan prosedur sesuai aturan keselamatan sebelum kereta melintas.

“Sebelum melewati perlintasan, masinis telah membunyikan semboyan (klakson) berkali-kali sesuai prosedur. Namun, kejadian tidak dapat dihindari karena truk masih berada di atas rel,” ujar Franoto.

Akibat insiden itu, lokomotif dan kereta pembangkit KA Harina mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka di pihak penumpang maupun awak kereta.

KAI Daop 4 Semarang segera menurunkan tim tanggap darurat untuk mengevakuasi rangkaian kereta dan menormalkan jalur.
Hingga pukul 17.10 WIB, petugas masih melakukan proses pergantian lokomotif serta kereta pembangkit agar perjalanan KA Harina bisa kembali beroperasi normal.

“Kami memohon maaf kepada para penumpang atas keterlambatan dan gangguan perjalanan akibat kejadian ini. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” tambah Franoto.

KAI kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang. Pengguna jalan diimbau selalu berhenti sejenak, melihat kanan-kiri, dan memastikan jalur aman sebelum menyeberang.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin. Jangan menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan,” tegas Franoto.

KAI Daop 4 Semarang memastikan proses normalisasi lintasan dan perjalanan kereta lainnya berjalan secepat mungkin, agar operasional kembali lancar seperti semula. ***