Arsip Tag: Wagub Taj Yasin

Kajian Polemik 6 Hari Sekolah di Jawa Tengah Libatkan Pakar dan Dewan Pendidikan

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menegaskan, polemik enam hari sekolah per minggu di Jawa Tengah, masih dalam tahap kajian. Menurutnya, hasil kajian nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat, sebagai bahan untuk mengambil kebijakan dalam penerapan jumah hari sekolah dalam waktu satu minggu.

Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabnya, usai memimpin Rapat Evaluasi Jumlah Hari Sekolah per Minggu di Jateng, di ruang kerja, Senin (24/11/2025).

“Kami menindaklanjuti apa yang ramai di media sosial, apakah di Jateng berlaku lima hari atau enam hari sekolah,” kata Gus Yasin.

Dia mengatakan, sebenarnya sudah sejak lama masukan masyarakat yang meminta agar Pemprov memberlakukan kembali 6 hari sekolah. Usulan tersebut banyak disampaikan oleh masyarakat di kabupaten.

Usulan itu, kata Gus Yasin, muncul selaras dengan beralihnya cara hidup yang saat ini banyak berinteraksi dengan gawai.

“Ketika kembali ke lingkungan sekolah dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya
tahun ini kenapa kami melakukan evaluasi,” lanjutnya.

Pada evaluasi yang dilakukan, kata dia, Pemprov melibatkan kampus, pakar, guru, dan dewan pendidikan.

“Tahapan saat ini sosialisasi kepada masyarakat dan murid, kami masih melakukan kajian, nanti berdasarkan evaluasi, hasilnya apakah positif dan negatif, ini yang menjadi bagian dari kajian kami,” katanya.

Gus Yasin kembali menegaskan jika keputusan jumlah hari masuk sekolah menjadi enam hari belum final. Saat ini masih pada tahapan sosialisasi dan menimba masukan untuk bahan kajian.

Terkait apakah pemberlakuan kebijakan enam hari sekolah diterapkan pada seluruh Jateng, Gus Yasin mengatakan ada dua masukan. Pertama, diberlakukan serentak secara langsung, atau dengan pilot project.

“Nanti akan kami putuskan berdasarkan hasil kajian,” ujarnya.

Pertemuan tersebut, lanjutnya, juga membahas tentang mekanisme pembelajaran, termasuk pemenuhan jam belajar dan aturan kepegawaian.

“Tadi juga kami bahas dengan inspektorat, BKD dalam hal penyesuaian kepegawaian dan jam kerja guru,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, masih ada waktu sebulan lebih untuk meminta masukan berbagai pihak sebelum mengambil kebijakan Januari 2026.

Pertemuan menghadirkan para pakar dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, dan Dewan Pendidikan. Selain itu hadir juga Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, BKD, serta Diskominfo. (*)

Pemprov Jateng Fokus Wujudkan Swasembada Pangan pada 2026, Simak 14 Program Penunjangnya

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan fokus untuk mewujudkan swasembada pangan pada APBD tahun 2026. Hal itu, kata dia, untuk meneguhkan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Yasin dalam rapat paripurna bersama DPRD Jateng dengan agenda Penjelasan Gubernur atas Raperda Rancangan APBD 2026 dan Nota Keuangannya, di Gedung Berlian Kota Semarang, pada Senin, (24/11/2025).

“Dari program tersebut, struktur rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yakni Pendapatan Daerah sebesar Rp23,74 triliun, Belanja Daerah Rp24,15 triliun, dan Pembiayaan Daerah Rp414,5 miliar,” kata Taj Yasin.

Untuk mewujudkan swasembada pangan, Pemprov Jateng akan melakukan berbagai upaya, antara lain peningkatan produktivitas sektor pertanian, peternakan, pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan. Selain itu penguatan infrastruktur yang mendukung kontinuitas produksi pangan.

“Serta penguatan pengendalian harga pangan untuk menjamin aksesibilitas pangan,” kata Taj Yasin.

Pun demikian, lanjut dia, Pemprov Jateng tetap memperhatikan keselarasan prioritas pembangunan nasional yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Adapun untuk mewujudkan Jateng sebagai penumpu pangan nasional, setidaknya ada 14 program dan kegiatan penunjang yang akan dilaksanakan pada 2026, antara lain;

  1. Penyaluran benih, pupuk, serta sarana dan prasarana pertanian.
  2. Penyediaan bibit dan pakan ternak benih untuk inseminasi, buatan serta dukungan pembudidayaan perikanan.
  3. Rehabilitasi jaringan irigasi.
  4. Rehabilitasi pelabuhan.
  5. Premi asuransiuntuk petani dan nelayan.
  6. Penyediaan cadangan pangan pemerintah serta subsidi bahan pangan guna stabilisasi harga pangan, penanganan daerah lahan pangan, stunting dan kemiskinan.
  7. Melakukan pelatihan dan pendampingan usaha di bidang pangan.
  8. Memberikan fasilitasi distribusi pangan melalui kios pangan murah.
  9. Penyaluran stimulan alat pengolah pangan lokal.
  10. Penyaluran permodalan kepada kelompok usaha bersama dan perorangan.
  11. Edukasi ketahanan pangan
  12. Rehabilitasi hutan dan lahan.
  13. Penanaman dan pemberian bibit tanaman keras untuk masyarakat di sekitar hutan.
  14. Pemeliharaan daerah aliran sungai. (*)

Gus Yasin Minta Alim Ulama Selalu Soakan Jawa Tengah

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meminta agar para orang alim ilmu agama selalu mendoakan Jawa Tengah karena doa mereka sangat berarti bagi seluruh masyarakat yang saat ini tengah mendapat ujian dari Allah SWT.

“Saya yakin bila di Indonesia tercurah doa dari para ahli zikir, negara ini pasti akan dijaga Allah SWT,” kata Gus Yasin mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menghadiri Silaturahmi Mursyid, Manaqib Kubro, Istighosah dan Pengajian Akbarr Idaroh Wustho Jateng & DIY, di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Sabtu (22/11/2025).

“Saya membawa salam dari Bapak Gubernur Ahmad Luthfi yang berhalangan hadir, dan menugaskan kepada saya. Beliau minta agar didoakan, dan provinsi Jawa Tengah menjadi daerah yang benar-benar ‘gandulan’ kepada para mursyid,” ujarnya.

Gus Yasin meminta doa para mursyid agar selalu menjaga zikir. Karena zikir, menjadikan orang tidak akan lalai dari agamanya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah yang telah menerbitkan keputusan kepada ASN Pemprov Jateng agar mengenakan sarung pada hari Jumat.

“Terima kasih dengan terbitnya keputusan mengenakan sarung pada hari Jumat, sekaligus memudahkan ASN untuk mengerjakan salat Jumat,” pungkasnya. (*)

Kick Off Liga Desa 2025, Jawa Tengah Tegaskan Posisi Jadi Episentrum Gerakan Desa Nasional

Lingkar.co – Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai provinsi dengan ekosistem desa paling kuat di Indonesia. Hal ini terlihat dari penunjukan provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi tersebut sebagai lokasi utama Soft Launching dan Kick Off Liga Desa 2025, sekaligus tuan rumah rangkaian besar Hari Desa Nasional 2026.

Acara yang digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Semarang, Kamis (20/11/2025), dihadiri Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Yandri Susanto. Ia menyampaikan penyelenggaraan tahun ini jauh lebih besar dan lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya.

“Kegiatan di Jawa Tengah ini skalanya nasional. Ada 13 kategori Festival Bangun Desa, dan itu belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan rangkaian menuju Hari Desa Nasional 2026 mencakup liga desa, festival ekspor desa, desa wisata, festival film desa, e-sport desa, hingga pelibatan berbagai pihak termasuk Staf Khusus Presiden bidang pemuda dan pekerja seni.

Seluruh desa berprestasi dari berbagai daerah akan diundang pada acara puncak 15 Januari 2026.

“Nanti akan ada tim dari Raffi Ahmad untuk ikut memberikan semangat kepada desa. Ini dimulai tanggal 13, 14, dan 15,” katanya.

Budaya lokal juga menjadi bagian penting dalam rangkaian tersebut. Yandri menyebut adanya pagelaran wayang kulit pada 15–18 Januari.

“Ini jauh lebih besar dari Hari Desa di Subang (Jawa Barat) waktu itu. Lebih banyak pihak terlibat dan skalanya lebih luas,” jelasnya.

Menteri Desa membeberkan alasan kuat penunjukan Jawa Tengah sebagai tuan rumah.

“Jumlah desanya terbesar, 7.810 desa. Jawa Tengah akan menjadi role model ke depan,” ujarnya.

Tahun ini, liga desa digelar untuk 7.800 desa di Jawa Tengah. Bila sukses, format ini akan diadopsi secara nasional.

“Tahun depan ada 75.000 desa ikut tim desa. Itu memecahkan rekor dunia, belum ada event melibatkan 75 ribu tim,” tegas Yandri.

Ia optimistis penyelenggaraan di Jawa Tengah akan berhasil.

“Kami yakin dengan kekompakan Pak Gubernur, Pak Wagub, seluruh unsur provinsi, bupati-wali kota, dan asosiasi desa. Dengan desain sporty ini, kita ingin potensi desa semakin terlihat—baik ekspor desa, desa wisata, maupun film desa,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memastikan seluruh persiapan dilakukan menyeluruh.

“Kita sudah koordinasi dengan kabupaten, terutama yang paling urgent di Kabupaten Semarang dan Boyolali, karena akan jadi titik berkumpulnya banyak orang,” ujarnya.

Ia menegaskan dukungan penuh aparat keamanan untuk kelancaran acara nasional ini.

“Kita harus komitmen membangun Indonesia dimulai dari Jawa Tengah, dari desanya. Kami punya banyak desa binaan yang kita dampingi dan kami targetkan meningkat (naik kelas) tahun ini,” tegasnya.

Usai soft launching digelar di Pendopo Kabupaten Semarang, acara dilanjutkan dengan Kick Off Liga Desa 2025 di Lapangan Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang yang spesial dihadiri oleh artis nasional, Charli Van Houtten. (*)

Butuh Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau operasional rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Ia ingin memastikan, pompa-pompa yang ada berfungsi dengan baik, sehingga air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.

Di Rumah Pompa Sringin, terdapat dua pompa eksisting dan dua pompa hasil peremajaan, berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta satu pompa apung berkapasitas serupa, dengan total 10.000 liter per detik.

Untuk kawasan Terboyo, penanganan dilakukan BBWS, dengan total kapasitas 6.570 liter per detik. BBWS yang terlibat dalam penanganan banjir ini meliputi BBWS Serayu Opak, Cimanuk Cisanggarung, Bengawan Solo, Brantas, dan Ciliwung Cisadane.

Sementara itu, di Kawasan Kali Tenggang, tersedia pompa eksisting dan pompa apung berkapasitas besar, ditambah bantuan mobile pump dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, dengan total 10.250 liter per detik.

Adapun di Pasar Waru, pengendalian dilakukan dengan satu pompa eksisting, berkapasitas 2.000 liter per detik, satu pompa submersible, serta beberapa mobile pump dari DPU Kota Semarang, dengan total kapasitas 3.540 liter per detik.

Dikatakan Taj Yasin, kolam retensi yang berada di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal, karena sistem pembuangan air di kolam-kolam belum dilengkapi pompa.

“Memang sudah berfungsi, namun belum maksimal karena pompanya belum terpasang,” jelasnya.

Diakui Taj Yasin, banjir di kawasan Kaligawe dan sekitarnya menjadi pekerjaan rumah sejak Mei 2025 lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mempercepat pengadaan pompa.

Menurutnya, sebagai langkah cepat untuk menyurutkan air, maka Pemprov Jateng memilih opsi meminjam pompa di daerah sekitar Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

“Kalau memang sangat dibutuhkan, kita bisa minta bantuan dari Demak atau daerah tetangga, untuk meminjam pompa tambahan, agar air bisa segera dibuang ke laut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wagub menyebutkan, meski kolam retensi sudah mampu menampung air hujan, namun pengendaliannya masih harus ditingkatkan. (*)

Resmikan RPH Halal MAJT MAS, Wagub Jateng Dorong Pertumbuhan Ekosistem Produk Ramah Muslim

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen meresmikan Rumah Pemotongan Hewan Halal MAJT MAS, Jumat (17/10/2025). RPH Halal MAJT MAS tersebut akan melaksanakan pemotongan hewan berjalan sesuai syariat Islam dan mendorong tumbuhnya ekosistem produk halal di Jawa Tengah.

Upaya tersebut sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maemoen untuk melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengatakan, melalui peresmian RPH Halal MAJT MAS tersebut, diharapkan masyarakat Jateng akan semakin mudah dalam mengakses kepastian produk halal.

“Harapannya, bupati dan walikota di daerah juga melakukan hal yang sama, dengan membangun RPH berbasis halal,” ujarnya.

RPH Halal MAJT MAS berada di kompleks MAJT MAS dan menempati bangunan yang layak serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. RPH ini juga memiliki juru sembelih halal, dokter hewan, juru kelet, dan mesin penggilingan daging.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah KH Ahmad Darodji mengatakan, RPH Halal di Jateng pertama kali diluncurkan pada 18 Agustus 2023 di Brebes. Pada tahun 2025, RPH Halal tersebut sudah melakukan pemotongan 112 ekor sapi, yang dagingnya diolah menjadi kornet untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem Jateng melalui penanggulangan stunting.

Pada kegiatan kali ini, Baznas menyalurkan bantuan modal usaha produktif bagi pedagang bakso senilai Rp 210 juta yang diperuntukkan kepada 70 mustahik.

Menanggapi peresmian RPH Halal MAJT MAS tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (APMISO) memberikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah melalui fasilitasi pendirian RPH Halal tersebut. Ini akan mendukung usaha para pedagang bakso sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen jika produk yang dikonsumsi sudah berstandar halal.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur karena ini dengan RPH Halal MAJT MAS ini para pedagang tidak perlu ragu lagi dengan jaminan kepastian halalnya, dan dampaknya konsumen juga yakin dengan produk dari pedagang bakso yang membeli daging dari sini,” ujarnya di sela acara.

Dalam acara itu, BAZNAS dan MUI se Jawa juga menginisiasi Deklarasi Hari Halal Nasional. Deklarasi tersebut antara lain menyatakan bahwa jaminan produk halal adalah bagian dari kewajiban negara dan sekaligus hak rakyat yang harus dilindungi.

MUI dan Baznas juga bertekad menguatkan jaminan produk halal di NKRI, serta menjadi pelopor dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal global. Selain itu juga bertekad melaksanakan tertib halal, yakni tertib regulasi, produksi dan distribusi, serta tertib budaya. Deklarasi juga meminta tanggal 17 Oktober menjadi Hari Halal Nasional. (*)

Tak Cukup Sekedar Sertifikasi Wagub Jateng Minta Semua Awasi Produk Halal, Jika Melanggar, Laporkan!

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengapresiasi banyak pihak dalam upaya sertifikasi produk halal. Upaya itu sebagai jaminan kepada masyarakat muslim untuk mengakses produk halal.

“Nah, akan tetapi memang PR kita saat ini bagaimana keberlanjutannya,” katanya saat membuka Halaqah Ulama, Penguatan UKM Halal Binaan Baznas dan Deklarasi Hari Halal Nasional di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis, ,(16/10/2025).

Kegiatan itu bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Provinsi Jateng. Serta menghadirkan pimpinan MUI se-Jawa.

Taj Yasin melanjutkan, keberlanjutan yang dimaksud yakni pengawasan rutin pasca sertifikasi produk halal. Pengawasan dilakukan oleh penyelia baik internal maupun eksternal.

“Perlu ada pemahaman, masyarakat atau pelaku usaha tak berhenti sebatas resmi melabelkan halal saja. Akan tetapi bagaimana jaminan halal itu juga bisa bertahan pada berjalannya waktu,” katanya.

Setiap produk halal yang telah disertifikasi, harus terus dipastikan kehalalannya. Misalnya makanan yang dilabeli halal agar tidak tercampur dengan makanan non halal atau alat masak yang dipakai untuk produk non halal dalam suatu tempat.

Contoh lain, misalnya di suatu tempat berjualan makanan atau food court yang halal ternyata ditempatkan didekat tempat yang berjualan produk non halal, serta kebersihan yang tidak terjaga.

“Maka hal ini harus kita pahamkan kepada masyarakat, bahwa keberlanjutan sertifikat halal yang sudah dikeluarkan ini harus dijaga,” katanya.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga meminta peran aktif masyarakat untuk peduli akan keterjaminan produk halal. Misalnya, ikut mengontrol rumah makan yang sudah mendapat sertifikasi halal agar makanan yang dijual tetap bisa dipastikan kehalalannya.

“Laporkan kepada kami, ada MUI. Sehingga nanti bisa diaudit, apakah kehalalannya ini masih bisa pertahankan atau tidak,” katanya.

Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji, mengatakan, sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka jaminan produk halal sangat dibutujkan masyarakat.

Dari sisi kekuatan ekonomi, kata dia, potensinya sangat besar. Apalagi di Jateng 96% masyarakatnya muslim. Ini juga berpotensi pada kekuatan ekonomi syariah.

“Jadi, kita perlu menguatkan literasi masyarakat tentang produk halal khususnya,” katanya. (*)

Dorong Dakwah Digital, Gus Yasin Ajak Santri Kuasai Sinematografi

Lingkar.co —Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendorong santri kreatif menggunakan metode dakwah di era digital. Untuk itu ia mengajak santri harus memanfaatkan media visual agar pesan lebih mudah diterima masyarakat.

Hal itu dikatakan Taj Yasin, saat membuka pelatihan bertajuk “Meningkatkan Kreativitas dan Dakwah di Era Digital, Membangun Kemandirian Santri Jawa Tengah”, di Masjid Agung Jawa Tengah, Senin–Selasa, 8–9 September 2025.

“Pelatihan ini akan berdampak pada metode dakwah lewat film pendek yang bermanfaat dan memberi pelajaran. Media sekarang tidak ada sekat, terus bertumbuh, dan harus disertai ilmu akhlak serta adab, baik di TikTok, Instagram, maupun platform lain,” kata Taj Yasin dalam sambutannya.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dirinya mengapresiasi inisiasi pelatihan sinematografi untuk santri yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah.

Dirinya menegaskan, konten sinematografi dari kalangan pesantren perlu hadir agar bisa dipertanggungjawabkan dan memberi edukasi yang lebih bermanfaat.

“Dua hari ini harus konsentrasi betul karena ilmu ini tidak didapat di pondok pesantren. Santri harus belajar memvisualisasikan dakwah agar lebih mudah dan tidak membosankan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jateng, Abdullah Ibnu Thalhah menyebut, program pelatihan ini sudah berjalan dua angkatan. Bahkan di angkatan ke dua ini terdapat alumni dari pelatihan sebelumnya yang kembali ikut serta.

“Angkatan pertama ada 100 peserta, angkatan kedua 125 peserta,” jelasnya.

Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menegaskan sinematografi adalah sarana untuk menyampaikan pesan secara efektif. Menurutnya, materi pelatihan mencakup peran kameramen, sutradara, hingga musik.

“Ucapan dan kata-kata saja tidak selalu efektif, harus diimbangi dengan visual. Kita ingin disiplin, kali ini kita akan mencetak sineas yang bagus dan kreatif,” katanya.

Ia menambahkan, termasuk pelatihan sinematografi, Baznas hingga saat ini sudah melatih 13.879 orang dengan 23 jenis program, total anggaran Rp22 miliar.

“Harapannya, ini menjadi salah satu upaya pembangunan SDM dunia pesantren,” ujarnya.

Vicky, santriwati dari Pondok Pesantren Amtsilati Jepara, mengaku mengikuti pelatihan ini karena dorongan dari pondok.

“Harapannya, ketika kembali ke pesantren kami bisa mengamalkan ilmu ini. Media pesantren bisa lebih maju, sistematis, dan teratur,” katanya.

Ahmad, santri dari Pondok Pesantren Karang Santri, Kedu, Temanggung, juga mengaku antusias. “Teknologi bisa jadi salah satu metode dakwah. Setelah ikut pelatihan ini saya jadi lebih paham sinematografi, meski sedikit demi sedikit. Semoga bermanfaat, apalagi saya sering bertugas dokumentasi di pesantren,” ujarnya. (*)

Jawab Keraguan, 9.073 Tiket ke Malaysia Terjual di Bandara Internasional Ahmad Yani

Lingkar.co – Penerbangan internasional perdana Bandara A Yani rute Semarang – Kuala Lumpur resmi dilakukan. Penerbangan perdana dilepas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Jumat, 5 September 2025.

Pada penerbangan perdana dengan maskapai AirAsia ini, jumlah seat terisi penuh yakni 180. Kondisi yang sama untuk lima hari ke depan. Bahkan sejak penjualan tiket dilayani pada 17 Juni, tercatat per 2 September 2025, tiket yang sudah terjual 8.553 seat. Sementara per Kamis 4 September bertambah menjadi 9.073 tiket terjual.

Hal itu, menurut Taj Yasin menjawab keraguan tentang potensi peningkatan jadwal penerbangan internasional di bandara Ahmad Yani Semarang.

“Penerbangan internasional ini memiliki dampak positif bagi Semarang maupun Kuala Lumpur. Dulu saat diajukan, pertanyaannya penebangannya nanti penuh gak ya? Tetapi hari ini kita buktikan sudah ada 8.553 yang akan terbang baik dari Semarang maupun Kuala Lumpur,” kata Taj Yasin saat Inaugural Flight di Bandara A Yani Semarang.

Menurutnya, penerbangan internasional in sangat ditunggu-tunggu pelaku usaha maupun masyarakat yang akan berlibur di luar negeri. Penerbangan langsung dari Semarang ke Malaysia tentu akan menekan biaya dan efisien waktu.

Putra dari KH Maimoen Zubair ini berharap, penerbangan internasional ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang di Jateng. Pada 2024, tercatat ada 593 ribu turis mancanegara.

Jumlah wisatawan yang datang dinilai akan memberikan dampak positif bagi pariwisata yang ada di Jawa Tengah. “Ada penerbangan langsung ini harapannya pariwisata lebih maju. Wisatawan yang tinggal di Jateng juga bisa lebih lama lagi,” lanjutnya.

Menariknya, transaksi keuangan juga kini lebih mudah dengan adanya QRIS Crossborder. Aplikasi Qris bisa digunakan tak hanya di Indonesia namun juga di 4 negara lain yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan Jepang.

Di sela-sela acara tersebut, Taj Yasin juga berbincang dengan sejumlah penumpang. Salah satunya adalah Budi Nugroho yang merencanakan berlibur bersama istri dan dua anaknya.

Budi mengaku telah memesan tiket jauh-jauh hari begitu mengetahui ada penerbangan langsung Semarang-Kuala Lumpur. Penerbangan langsung ini dirasa lebih nyaman, karena tidak perlu lagi ke Jakarta, sehingga lebih efisien waktu.

“Lebih nyaman direct, tidak perlu transit,” kata Budi.

Penumpang lainnya, Benedicta Amadea, mengaku ikut war ticket saat promo. Ia mendapatkan harga Rp 1,2 juta pulang pergi Semarang – Kuala Lumpur plus bagasi 1 Kg.

“Rencananya kemarin mau terbang dari Surabaya, karena keluarga di sana. Tapi tahu ada penerbangan langsung Semarang – Kuala Lumpur, langsung cari tiket dan pas promo,” ujarnya.

Keberhasilan penerbangan internasional perdana Bandara A Yani ini diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi. Begitu menjabat, ia berkomunikasi dengan Kementerian dan stakeholder agar ada penerbangan langsung ke luar negeri.

Pada April 2025, upaya Ahmad Luthfi dikabulkan. Selanjutnya, untuk penerbangan perdana terlaksana hari ini. (*)

Bangun Kesadaran Masyarakat, Wagub Jateng Minta Isu Sampah Harus Dibahas Sampai ke Rumah Tangga

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan pengelolaan sampah saat ini sudah menjadi isu penting yang perlu dipikirkan bersama, bukan hanya soal teknis pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif masyarakat.

Untuk itu ia menegaskan pentingnya penanganan sampah dilakukan secara menyeluruh, tak hanya di lingkup pemerintahan tapi juga menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Wagub menyampaikan hal ini saat membuka Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Korwil III di Kota Pekalongan, Kamis, 24 April 2025. Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi hadir di acara tersebut.

“Sampah ini sudah menjadi isu yang sangat darurat. Penanganan sampah bukan hanya bagaimana memenej sampahnya, ada di mana, dibuang ke mana, diapakan. Tapi bagaimana menerjemahkan isu lingkungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya membawa misi pengelolaan sampah ke dalam ruang-ruang diskusi masyarakat, termasuk di rumah tangga. Ia menyebut bahwa kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dari hal terkecil.

“Bagaimana isu ini tidak hanya dibahas di pemerintahan, tapi juga bisa dibahas di rumah-rumah masyarakat kita,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyinggung perlunya menyelaraskan penanganan isu sampah dengan isu kesehatan lain seperti stunting. Menurutnya, dua persoalan ini saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang simultan.

“Rasanya dua permasalahan ini, antara stunting dan sampah, penanganannya harus berbarengan. Kalau sampahnya berserakan, stuntingnya juga naik. Jadi harus diselaraskan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan yang juga Ketua Komwil III, dalam merespons persoalan sampah di wilayahnya.

“Saya senang, beliau langsung tanggap. Anggarannya dinaikkan. Karena ini menyangkut komunikasi juga. Di perkotaan yang sudah padat, pengelolaan sampah itu butuh lahan dan tempat. Dan itu seringkali menghadapi tantangan dari masyarakat sekitar,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk mengurangi sampah bersama-sama dan mendorong pendekatan edukatif kepada warga soal pemilahan sampah.