Arsip Tag: Lebaran 2026

PT KAI Ajak Umat Islam Salat Ied di Lawang Sewu, Jangan Lupa Datang Lebih Awal

Lingkar.co – Halaman Lawang Sewu kembali bersiap menyambut wajah berbeda. Bukan hiruk pikuk wisatawan atau derap langkah penjelajah sejarah, melainkan hamparan sajadah dan gema takbir yang akan mengisi ruang ikonik itu pada Sabtu pagi (21/3/2026).

Untuk kedua kalinya, PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata menggelar Salat Idulfitri di lokasi tersebut. Momentum ini menjadi penegasan bahwa bangunan bersejarah tak hanya hidup sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang publik yang mampu merangkul nilai spiritual dan kebersamaan.

Salat Idulfitri 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 08.30 WIB, dengan H. Machasin sebagai imam dan khatib, serta Arda Nur Yulian sebagai bilal. Panitia memperkirakan kehadiran 700 hingga 1.000 jamaah dari berbagai penjuru Kota Semarang.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menilai kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari transformasi fungsi ruang publik.

“Kami bersyukur dapat kembali menyelenggarakan Salat Idulfitri di Lawang Sewu untuk yang kedua kalinya,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menegaskan, kegiatan ini membawa misi lebih luas dari sekadar seremoni. “Ini bukan hanya tentang perjalanan wisata, tetapi bagaimana kami menghadirkan pengalaman yang memperkuat kebersamaan dan spiritualitas masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, Lawang Sewu memiliki potensi besar sebagai ruang yang inklusif. Tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mampu menjadi tempat masyarakat berkumpul dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan.

Pelaksanaan salat akan mengikuti arahan pemerintah agar berjalan tertib, aman, dan nyaman. Jamaah juga diimbau membawa perlengkapan ibadah masing-masing.

Di tengah suasana Lebaran, inisiatif ini menjadi simbol perubahan cara memaknai ruang kota. Lawang Sewu tak lagi berdiri sebagai saksi bisu masa lalu, melainkan hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat hari ini.

Di sana, pada pagi hari yang fitri, bukan hanya doa yang dipanjatkan. Kebersamaan, harapan, dan kehangatan Hari Raya akan menyatu, menjadikan Lawang Sewu lebih dari sekadar bangunan ia menjadi ruang yang hidup. (*)

Bupati Kediri Tak Izinkan WFA Bagi ASN Fungsi Pelayanan Publik

Lingkar.co – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana tidak mengizinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Work From Anywhere (WFA) di dinas dengan fungsi pelayanan publik pada momen libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 ini.

“Dinas-dinas yang berkaitan pelayanan publik tidak bisa mengajukan WFA,” kata Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, Kamis (19/3/2026).

Kebijakan Work From Anywhere bagi pegawai pemerintah menghadapi libur lebaran sudah dimulai sejak Senin (16/3/2026) kemarin. Kendati demikian kebijakan tersebut tidak diberlakukan bagi pegawai dinas yang berfungsi pelayanan publik seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) termasuk Satpol PP.

Mas Dhito meminta Satpol PP untuk bersiaga dan juga menggiatkan operasi. Pihaknya tak berharap adanya kejadian yang tak diinginkan sebelum maupun pasca lebaran.

Kemudian, lanjutnya, Dinas Kesehatan utamanya untuk pelayanan Puskesmas maupun RSUD (RSKK dan RS SLG) dan Dinas Perhubungan selama libur hari raya juga harus tetap bekerja.

“Dishub wajib berada di titik-titik yang rawan kemacetan, seperti simpang Mengkreng, maupun yang lain,” tegasnya. (*)

6 Juta Wisatawan Diprediksi Bakal Serbu Destinasi Jateng Selama Libur Lebaran 2026

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprediksi lonjakan besar wisatawan saat libur Lebaran 2026, dengan sekitar 6 juta orang diperkirakan memadati berbagai destinasi wisata dan hiburan di Jawa Tengah. Antisipasi pun dilakukan dengan memperketat pengamanan, meningkatkan layanan, serta memastikan kesiapan fasilitas di seluruh objek wisata.

Lonjakan wisatawan tersebut tak lepas dari tingginya arus mudik tahun ini. Diperkirakan sekitar 17,3 juta orang kembali ke kampung halaman di Jawa Tengah, dan sebagian besar memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, jumlah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor pariwisata daerah.

“Sekitar 6 juta orang akan berwisata. Ini angka yang besar, sehingga kenyamanan dan keamanan harus benar-benar dipastikan,” ujar Hanung, Rabu (18/3/2026).

Pemprov Jateng telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi, hingga instansi terkait. Fokus utama diarahkan pada kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, serta pelayanan bagi wisatawan.

Sejumlah destinasi diprediksi menjadi magnet utama selama libur Lebaran. Di kawasan Solo Raya, wisatawan diperkirakan memadati Tawangmangu di Karanganyar, Masjid Sheikh Zayed di Surakarta, serta Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.

Selain itu, kawasan Dieng di Wonosobo juga diperkirakan ramai, terutama dengan adanya atraksi balon udara yang menjadi daya tarik khas saat Lebaran. Destinasi religi di Demak dan Kudus pun diprediksi dipadati peziarah.

Sementara itu, kawasan wisata pantai di selatan Jawa Tengah seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri mendapat perhatian khusus. Kondisi cuaca yang berpotensi hujan dan angin kencang menjadi faktor yang diantisipasi demi keselamatan pengunjung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan posko Lebaran dan instansi terkait, terutama untuk pengamanan di kawasan pantai,” jelas Hanung.

Tak hanya destinasi unggulan, desa wisata juga diprediksi menjadi pilihan favorit wisata keluarga. Pengelola diminta memastikan kebersihan, keamanan, dan kesiapan fasilitas pendukung.

Hanung juga mengimbau wisatawan untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan selama berkunjung.

“Objek wisata ini milik bersama. Mari dijaga agar semua wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” katanya.

Di sisi lain, pengelola destinasi wisata Guci Forest di Kabupaten Tegal menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan pengunjung. Manager Marketing Guci Forest, Umi Baini, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan fasilitas.

Beragam wahana disiapkan, mulai dari hotel, vila, glamping, area camping, pemandian air panas, hingga wisata jeep offroad. Perbaikan juga dilakukan pada area parkir, kolam pemandian, serta pemasangan papan peringatan di area rawan.

“Kami juga menyiapkan informasi darurat dan nomor yang bisa dihubungi untuk memastikan keselamatan pengunjung,” ujar Umi. Selama libur Lebaran, Guci Forest diperkirakan dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan per hari selama hampir sepekan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis lonjakan wisatawan saat Lebaran 2026 dapat dikelola dengan baik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor pariwisata. (*)

Kemenag Bireuen Siapkan 17 Masjid Ramah Pemudik. Ini Lokasinya

Lingkar.co – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menyiapkan 17 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan dan jalur lintas Bireuen–Takengon selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 M.

Masjid tersebut meliputi Masjid Al-Munawarah dan Masjid Baital Makmur Al-Amin di Kecamatan Samalanga; Masjid Nurul Ikhlas di Kecamatan Simpang Mamplam; Masjid Baitul Kiram di Kecamatan Pandrah; Masjid Al-Mukarramah dan Masjid Imum Syafi’i di Kecamatan Jeunib; Masjid Teungku Meuruhom Muda di Kecamatan Peudada; Masjid Ridha di Kecamatan Jeumpa; serta Masjid Sultan Jeumpa di jalur lintas Bireuen–Takengon.

Selain itu, Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Al-Amin di Kecamatan Kota Juang; Masjid Baitul Huda dan Masjid Baitul Izzah di Kecamatan Peusangan; Masjid Al-Istiqamah dan Masjid Al-Ikhlas di Kecamatan Kutablang; serta Masjid Taqwa dan Masjid Al-Munawwarah di Kecamatan Gandapura.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Zulkifli, mengatakan penyediaan masjid tersebut menjadi bagian dari layanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bireuen.

“Bireuen berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang setiap tahunnya menjadi lintasan utama arus mudik di Aceh. Karena itu, kami menyiapkan sejumlah masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, menunaikan shalat, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia selama perjalanan,” ujarnya, Minggu, (15/3/2026).

Zulkifli menjelaskan, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat.

“Keberadaan masjid ramah pemudik ini diharapkan dapat membantu para musafir yang melintasi Bireuen agar dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan mudik,” pungkasnya. (*)

Sidak di Pasar Rakyat Cibinong, Sekda Bogor Temukan Sejumlah Komoditas Naik Melebihi HET

Lingkar.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan jajaran Direksi Perumda Pasar Tohaga menemukan sejumlah komoditas dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Rakyat Cibinong, Selasa (17/3/2026).

Sidak dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pada sidak tersebut ditemukan adanya kenaikan harga Minyak goreng jenis Minyak Kita dari HET Rp15.700 menjadi sekitar Rp19.000 per liter. Selain itu, cabai rawit juga mengalami lonjakan harga dari kisaran Rp95.000–Rp100.000 per kilogram menjadi Rp120.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada ayam broiler yang sebelumnya berada di angka Rp38.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp.45.000 per kilogram. Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya seperti beras, daging sapi, bawang merah, dan telur ayam terpantau masih relatif stabil.

Sekda Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan, secara umum kondisi ketersediaan bahan pokok di pasar masih aman dan mencukupi. Beras dan terigu masih dalam kondisi stabil, sementara pasokan daging sapi dan ayam tetap lancar meskipun harga mulai mengalami kenaikan.

“Secara umum ketersediaan barang cukup, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit dan minyak goreng,” ujarnya.

Ia juga menyoroti distribusi Minyak Kita yang sempat tersendat akibat keterbatasan pasokan dari Bulog. Ia bilang, Pemerintah Daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi kembali normal.

“Kenaikan harga menjelang Idulfitri merupakan fenomena yang wajar seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Hal ini juga menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelia menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Perdagangan, pemantauan harga harus tetap dilakukan selama masa cuti bersama Idul Fitri, yakni pada 18–20 Maret 2026 untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Pemkab Bogor melalui Disdagin, akan terus menurunkan petugas ke lapangan guna memastikan harga tetap terkendali serta ketersediaan bahan pokok tetap terjaga,” tandasnya.(*)

Mudik Gratis Pemkab Bogor Capai 4.000 Pemudik dengan 77 Armada

Lingkar.co – Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor tahun 2026 mencatat jumlah peserta yang signifikan. Sekitar 4.000 pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Jumlah tersebut menjadikan program Mudik Gratis Kabupaten Bogor sebagai salah satu yang terbesar di tingkat kabupaten/kota di Indonesia, baik dari sisi jumlah armada maupun peserta.

Sebanyak 77 armada bus disiapkan untuk melayani para pemudik, terdiri dari 40 bus dari Pemerintah Kabupaten Bogor, 20 bus dari Polres Bogor, serta 17 bus dari pihak swasta.

Para pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota tujuan, seperti Solo, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, wilayah Pantura, Pansela, hingga Tasikmalaya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak serta tingginya antusiasme masyarakat.

“Kurang lebih 4.000 masyarakat diberangkatkan hari ini. Ini bukan kerja satu pihak, melainkan hasil kolaborasi dan gotong royong berbagai elemen, termasuk dukungan dari sektor swasta,” ujar Rudy.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan di masa mendatang.

“Kami berharap ke depan dapat menambah jumlah armada serta memperluas tujuan, termasuk ke wilayah Sumatera seperti Lampung, tentunya melalui evaluasi dan kesiapan yang lebih matang,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda juga telah menyiapkan skema arus balik di beberapa titik guna mengakomodasi kepulangan para pemudik.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, program Mudik Gratis ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)

Pantau Posko Mudik, Wali kota Agustina Wilujeng Pastikan Pelayanan Berjalan Lancar

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah posko pelayanan mudik guna memastikan kesiapan dan keamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.

Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, arus kedatangan pemudik melalui jalur udara dan jalur darat terpantau masih terkendali.

“Dari hasil pantauan tadi di posko-posko, pelayanan dan pengawasan sampai dengan hari ini di Stasiun Tawang kemudian Bandara berjalan lancar,” ujar Agustina.

Meskipun jalur udara dan kereta api relatif stabil, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mulai mengantisipasi lonjakan signifikan pada jalur darat yang diprediksi akan mencapai puncaknya esok hari. Koordinasi intensif telah dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Polrestabes Semarang untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.

“Yang agak mengkhawatirkan nanti mungkin karena peak jalan daratnya itu besok. Tadi sudah kita lihat dari pantauan Dishub dan teman-teman di Polrestabes, kemungkinan besar akan mulai dilakukan rekayasa untuk one way,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan sistem satu arah (one way) tersebut, Agustina menekankan bahwa keputusan operasional tetap mengikuti instruksi dari pemerintah pusat. Ia berharap skema tersebut nantinya tidak memberikan dampak yang memberatkan bagi aktivitas warga lokal di dalam kota.

“Tapi kapan itu nanti menunggu arahan dari pusat dan kita berharap Semarang tidak begitu terdampak,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menitipkan pesan kepada seluruh warga Semarang agar menjadi tuan rumah yang baik dengan menyambut para pemudik dengan ramah. Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Semarang, ia mengimbau agar tetap mengutamakan keselamatan berkendara di atas kecepatan.

“Hati-hati di jalan, tidak usah terlalu tergesa-gesa, apapun keselamatan nomor satu. Kami seluruh jajaran pemerintah berusaha maksimal untuk membuat Idul Fitri dapat terlaksana dengan baik bagi setiap orang,” tegasnya.

Agustina juga memberikan apresiasi dan pengingat khusus bagi para petugas yang berjaga di posko pelayanan selama masa mudik. Dirinya meminta para petugas untuk menjaga kondisi fisik dan tetap meluangkan waktu bagi keluarga di tengah tugas negara yang padat.

“Jaga kesehatan, kesabaran, istirahat yang cukup dan jangan lupa kalau waktunya pas tidak jadwal, tengoklah rumah karena keluarga juga membutuhkan perhatian pada saat lebaran ini,” pungkasnya. (Adv)

Pesan Ketua GP Ansor Kota Semarang: Layani Pemudik Seperti Keluarga Sendiri

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arif Rahman, meminta para kader yang bertugas di posko siaga mudik lebaran melayani para pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri.

“Saya pesan kepada seluruh kader Ansor dan Banser yang stand by di posko untuk melayani pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri,” kata Arif, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, beragam fasilitas tidak ada artinya jika pelayanan tidak berkesan di hati pemudik.

“Jangan ada kesan yang kurang pas, jangan terlalu kaku atau format. Mereka yang mampir harus dilayani dengan perasaan sehingga saat melanjutkan perjalanan mereka merasa pelayanan kita ini menyenangkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, Ia menegaskan, pendirian posko siaga mudik lebaran merupakan representasi dari nilai Ansor sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat).

“Posko ini bukan hanya tempat istirahat, tapi ruang pelayanan kemanusiaan. Kami ingin setiap pemudik merasa aman dan diperhatikan selama perjalanan,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif berkata, kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memegang teguh nilai-nilai sosial yang diajarkan oleh agama.

“Islam tidak hanya mengajarkan ritual atau ibadah vertikal, namun juga ibadah horisontal yang diwujudkan dalam interaksi, Khairunnas anfau’hum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” terangnya

Oleh karena itu, ia menilai pelayanan pemudik bukan sekadar program rutin tahunan, bukan seremonial tetapi panggilan moral dan pengamalan ajaran agama untuk hadir di tengah masyarakat.

Dia lanjut menjelaskan, dirinya melakukan pengecekan secara berkala setiap hari, baik secara langsung ke lokasi maupun pantauan lewat seluler

Posko memberikan berbagai pelayanan yang mendukung pemudik melanjutkan perjalanan dengan nyaman. Tidak hanya sebatas untuk beristirahat, bertanya arah. Namun juga siap membantu pemudik merasa kembali bugar dengan keterampilan pijat (massage).

Layanan lain, pengisian angin ban dan pengecekan kondisi kendaraan menjadi tawaran solusi cepat bagi pemudik yang mengalami masalah di jalan.

“Jika tidak terburu-buru ya bisa istirahat, tidur, atau dipijat dulu, biar pemudik kembali bugar dan siap melanjutkan perjalanan,” urainya.

“Kami pikir layanan-layanan sederhana ini jika dilakukan dengan hati yang ikhlas dan menghargai pemudik seperti keluarga sendiri akan lebih berkesan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kota Semarang merupakan salah satu simpul penting dalam arus mudik nasional, terutama di jalur pantura yang menghubungkan berbagai kota besar. Ribuan kendaraan dari arah barat menuju timur, maupun sebaliknya, melintasi wilayah ini setiap hari.

Program posko mudik di kota Semarang merupakan bagian dari program PW GP Ansor Jawa Tengah yang mendirikan 267 posko di seluruh kabupaten dan kota. (*)

Ahmad Luthfi Lepas Mudik Gratis via Kereta, 648 Perantau Pulang ke Jateng

Lingkar.co – Semboyan 40 dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggema di Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026), menandai keberangkatan ratusan peserta program Mudik Gratis Bareng Pemprov Jateng menggunakan Kereta Api (KA) Joko Tingkir menuju Solo. Sebanyak 648 pemudik dari berbagai profesi diberangkatkan untuk pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah.

Sebelum melepas keberangkatan, Ahmad Luthfi menyempatkan diri menyapa para pemudik di setiap gerbong. Ia berjalan dari gerbong satu ke gerbong lainnya, berbincang langsung dengan para penumpang sekaligus membagikan souvenir kepada peserta mudik gratis.

“Mudik ke mana saja ini? Seneng napa mboten mudik gratis? Sudah berapa kali ikut mudik gratis? Ini ada souvenir dari Bank Jateng. Semoga selamat sampai tujuan,” ujar Ahmad Luthfi kepada para pemudik.

Kereta Api Joko Tingkir tersebut membawa peserta mudik gratis dengan berbagai tujuan di Jawa Tengah, seperti Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Klaten, Solo, hingga Sragen. Sebagian lainnya juga menuju wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ratusan pemudik yang berangkat berasal dari berbagai profesi, terutama pekerja informal yang selama ini merantau di Jakarta. Mereka di antaranya karyawan swasta, pengemudi ojek online, pedagang, hingga mahasiswa.

Para pemudik menyambut hangat kehadiran gubernur dengan penuh antusias. Bahkan sebagian dari mereka meminta berswafoto bersama sebelum kereta diberangkatkan.

“Senang sekali. Mantap ini Pak. Matur nuwun sanget,” ujar para pemudik bersautan.

Ahmad Luthfi menjelaskan, program mudik gratis menggunakan moda kereta api pada hari itu dilakukan dalam dua kali pemberangkatan. Selain KA Joko Tingkir yang berangkat pukul 11.50 menuju Stasiun Solo Balapan dengan delapan gerbong.

Pemprov Jateng juga menyiapkan KA Tawang Jaya dengan tujuan Stasiun Semarang Tawang yang dijadwalkan berangkat pukul 18.00. Selain itu, terdapat pula satu gerbong tambahan yang diberangkatkan pada pukul 12.30.

“Hari ini kami melepas keberangkatan mudik gratis menggunakan kereta api. Moda ini kami siapkan untuk memfasilitasi warga yang tidak mendapatkan kuota mudik gratis menggunakan bus,” kata Ahmad Luthfi usai acara pelepasan.

Ia menambahkan, program Mudik Gratis Bareng Pemprov Jateng bertujuan membantu para perantau asal Jawa Tengah di Jabodetabek agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman saat Lebaran.

Selain kereta api, Pemprov Jateng sebelumnya juga telah memberangkatkan ratusan bus untuk mengangkut pemudik.

“Tidak hanya kereta api, tetapi juga ada 325 bus dari Jakarta dan 23 bus dari Bandung yang sudah diberangkatkan kemarin. Dengan mudik gratis ini perjalanan lebih terkoordinasi, lalu lintas lebih tertata, dan keselamatan pemudik tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Salah satu pemudik tujuan Purworejo, Legiman, mengaku sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis menggunakan kereta api. Tahun ini ia kembali memanfaatkan fasilitas tersebut bersama saudaranya.

“Mudah-mudahan tahun depan ada lagi. Terima kasih Pak Gubernur, ini membantu banget,” ujar pria yang telah bekerja selama 10 tahun di sebuah pabrik ban di Jakarta itu.

Sementara itu, Rina Setyani dan Nia Retno Setyawati mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis. Kakak beradik asal Purwokerto tersebut bahkan mengajak ayah mereka untuk pulang bersama menggunakan kereta.

Mereka awalnya sempat mendaftar program mudik gratis menggunakan bus, namun kehabisan kuota. Setelah mendapatkan informasi dari media sosial, mereka akhirnya mencoba mendaftar mudik gratis via kereta api.

“Awalnya ikut war tiket bus tapi nggak dapat. Lalu coba daftar kereta api dan alhamdulillah dapat tiga tiket,” ujar Rina, yang bekerja sebagai admin di kawasan Green Ville, Jakarta.

Ia mengaku sudah mempersiapkan mudik kali ini sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan mereka datang lebih awal ke stasiun agar tidak ketinggalan kereta.

“Bekal sudah disiapkan juga. Kami sampai stasiun pukul 10.00, padahal kereta berangkat 11.50. Nunggu hampir dua jam tidak apa-apa, karena memang sudah saking excited-nya ingin pulang kampung,” katanya.

Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setiap tahun itu diharapkan tidak hanya membantu masyarakat perantau, tetapi juga menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, tertib, dan terkoordinasi menjelang Hari Raya Idulfitri. (*)

Jelang Lebaran 226 Harga Cabai di Bandung Masih Tinggi, Daging Sapi, Minyak dan Beras Masih Sesuai HET

Lingkar.co – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kondisi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap stabil.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal itu seusai meninjau sejumlah titik perdagangan.

Pemantauan dilakukan di Pasar Kosambi dan Yogya Sunda, yang menjadi representasi pasar tradisional dan ritel modern di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).

“Secara umum harga stabil karena suplai juga stabil. Permintaan memang meningkat menjelang Lebaran, tapi masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Farhan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, ia mengungkapkan fenomena menarik, yakni lonjakan permintaan produk oleh-oleh seperti makanan ringan. Bahkan, sejumlah pelaku usaha sudah mulai mengirimkan produk ke luar kota.

Meski demikian, Farhan tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga pada beberapa komoditas strategis, seperti cabai, telur ayam, dan daging sapi. Namun berdasarkan hasil pemantauan, kondisi saat ini masih terkendali.

“Cabai domba memang paling tinggi, sekitar Rp100.000 per kilogram. Tapi untuk daging sapi, minyak, dan beras masih sesuai HET. Ayam normal, bahkan harga telur turun dari Rp32 ribu menjadi sekitar Rp30–31 ribu per kilogram,” jelasnya.

Dari sisi pasokan, distribusi bahan pokok dinilai berjalan lancar. Peran distributor hingga dukungan Perum Bulog menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan.

Tak hanya itu, aspek keamanan pangan juga dipastikan aman. Produk perikanan dari berbagai daerah seperti Indramayu hingga Jawa Timur tetap terjaga kualitasnya.

“Kota Bandung ini bukan daerah produsen, jadi sangat bergantung pada suplai. Selama pasokan lancar, harga akan tetap stabil. Itu yang terus kita jaga,” katanya.

Sementara itu, daya beli masyarakat disebut tidak mengalami penurunan signifikan. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai turut menjaga perputaran ekonomi.

“Daya beli stabil, permintaan tinggi, suplai juga cukup. Artinya keseimbangan ekonomi kita terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengungkapkan sejumlah agenda Pemkot Bandung menjelang Lebaran, termasuk pelaksanaan Salat Id di Plaza Balai Kota yang akan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama masyarakat.

Untuk malam takbiran, Farhan akan melakukan dua kali pemantauan, yakni pada Kamis dan Jumat malam, dengan fokus pada kebersihan lingkungan rumah ibadah serta penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk merayakan malam takbiran secara tertib.

“Takbir keliling boleh, tapi harus tertib. Yang tidak boleh itu pawai geng motor. Kita ingin suasana tetap aman dan nyaman,” imbaunya..(*)