Arsip Tag: Pemkab Kendal

Target Kepemilikan KIA 100 Persen, Disdukcapil Kendal Jemput Bola ke Sekolah

Lingkar.co – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kendal menargetkan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) bisa mencapai seratus persen hingga akhir tahun ini. Berbagai strategi dilakukan, di antaranya melakukan jemput bola ke sekolah maupun membuka pelayanan pada event yang mengundang massa.

Disdukcapil pun hadir membuka layanan pembuatan KIA pada saat temu warga dengan Bupati di acara Bersatu Siaga di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring, Jumat (3/9/2025). Pihak Sekolah Dasar dan PAUD setempat menyambut baik layanan ini, dengan mengerahkan anak-anak yang belum memiliki KIA.

Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan (PDIP), Endy Lestiyo mengatakan, hingga saat ini, kepemilikan KIA di Kabupaten Kendal baru sekitar 78 persen. Targetnya, bisa mencapai seratus persen hingga akhir tahun ini. “Strateginya sekarang, untuk anak-anak Paud bisa mengirim foto dan Akte Kelahiran untuk pencetakan KIA di Kantor Disdukcapil,” katanya.

Endy mengatakan, strategi yang biasa dilakukan adalah melakukan jemput bola ke sekolah. Jemput bola pembuatan KIA juga dilakukan pada event-event tertentu yang mendatangkan warga. “Sementara ini harus melakukan jemput bola,” katanya.

Dikatakan, bawah Disdukcapil Kendal menjalin kemitraan dengan dunia usaha, seperti restoran, rumah makan, tempat wisata dan lainnya. Kerjasamanya adalah bagi pemilik KIA dan IKD akan mendapatkan diskon di restoran, rumah makan dan tempat wisata yang sudah menjalin kemitraan. “Disdukcapil Kendal bekerja sama dengan beberapa mitra, seperti restoran, rumah makan dan tempat wisata untuk memberikan diskon bagi pengunjung yang membawa KIA dan IKD,” katanya.

Kepala SD Negeri Margorejo, Sukesi mengatakan, layanan jemput bola seperti ini sangat membantu untuk perekaman KIA anak-anak. Pasalnya, kebanyakan orang tua masih kurang peduli untuk membuat KIA anaknya secara mandiri. “KIA ini banyak manfaat bagi anak sekolah, karena setiap mengikuti lomba atau kegiatan lain, harus membawa KIA,” katanya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Luncurkan Kota Pena Kencana, Inovasi Memudahkan Penyaluran Bantuan Korban Bencana di Kendal

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kendal resmi meluncurkan inovasi aksi perubahan bertajuk Kota Pena Kencana (Kolaborasi Pentahelix dalam Penyaluran Korban Bencana). Program ini digagas untuk mempermudah sekaligus menata alur distribusi bantuan bagi korban bencana alam agar lebih terkoordinasi melalui satu pintu. Launching dilakukan di ruang Abdi Praja Jumat (3/10/25)

Inovasi ini diinisiasi oleh Ria Listiana Sari, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Pengelolaan Data Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kendal. Ia menuturkan, selama ini setiap kali terjadi bencana, bantuan sosial kerap datang hilir mudik dari berbagai pihak tanpa koordinasi, sehingga penyalurannya kurang maksimal.

“Banyak bantuan yang dobel, sementara kebutuhan riil korban bencana justru belum terpenuhi. Dengan Kota Pena Kencana, semua penyaluran bisa terdata melalui aplikasi sehingga tepat sasaran dan lebih terkontrol,” jelas Ria.

Menurutnya, sistem ini juga memungkinkan komunikasi antarinstansi dilakukan lebih cepat melalui aplikasi Kotaku Pena Kencana, sehingga setiap bentuk bantuan dari dinas, instansi, maupun lembaga sosial dapat dikelola secara terstruktur.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara resmi melaunching program tersebut menyampaikan apresiasi penuh. Ia menegaskan, inovasi ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menata bantuan bencana agar lebih terarah.

“Kalau ada korban bencana, misalnya kebakaran, maka Baznas bisa langsung bergerak terkait pembangunan rumah pascabencana, kemudian disusul Dinas Sosial dengan kebutuhan logistik, serta BPBD yang menangani korban. Dengan begini, bantuan tidak tumpang tindih dan benar-benar bermanfaat,” ujar Bupati Tika.

a juga berharap, inovasi Kota Pena Kencana dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lain untuk terus mengembangkan program perubahan. “Inovasi ini merupakan aksi nyata dalam menata penanganan bencana maupun bidang lain. Saya ingin OPD lain juga ikut berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Dengan hadirnya program ini, diharapkan penyaluran bantuan bencana di Kendal menjadi lebih tertata, transparan, dan tepat sasaran. Selain itu, inovasi ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam semangat pentahelix untuk membantu masyarakat terdampak bencana. (*)

Penulis: Yoedhi W

Mahfud Sodiq Ingatkan Hari Kesaktian Pancasila Bukan Sebatas Seremonial

Lingkar.co – Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali makna ideologi bangsa. Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila sangat penting, mengingat tantangan kebangsaan ke depan semakin kompleks.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud seusai mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Kendal, Rabu (1/10/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemkab, ASN, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, hingga unsur organisasi masyarakat.

Mahfud menekankan, Pancasila jangan hanya dipahami sebagai hafalan teks, melainkan harus benar-benar diimplementasikan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Implementasi Pancasila tidak sebatas hafalan, tetapi harus diamalkan. Penguatan ideologi Pancasila ini penting, karena pengamalannya bukan hal yang mudah. Butuh kesadaran yang serius dan komitmen bersama untuk menjadikannya pedoman hidup,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pengamalan Pancasila harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan masyarakat. Dengan begitu, nilai-nilai gotong royong, persatuan, serta toleransi bisa terus terjaga di tengah perbedaan.

“Tantangan kita sekarang bukan hanya menjaga keutuhan bangsa dari ancaman luar, tetapi juga dari dalam, yakni mengikis sikap individualisme, intoleransi, dan perpecahan. Di sinilah Pancasila berperan sebagai pemersatu,” ujar Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mengenal Pancasila secara formal di sekolah, melainkan menjadikannya landasan moral dalam setiap aktivitas. Menurutnya, tanpa peran aktif generasi muda, nilai Pancasila akan sulit bertahan menghadapi arus globalisasi dan derasnya informasi digital.

“Generasi muda adalah ujung tombak. Mereka harus mampu menyaring budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan keberagaman bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Peringatan HSN 2025, BPS Kendal Usung Tema Memasyarakatkan Statistik, Dari Data Lahir Solusi, Dari Statistik Lahir Inovasi

Lingkar.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) tahun 2025 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosialisasi statistik dengan mengusung tema “Memasyarakatkan Statistik, Dari Data Lahir Solusi, Dari Statistik Lahir Inovasi”.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah awal penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan datang.

Acara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kendal, Ardhi Prasetiyo, serta Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto. Kegiatan berlangsung di Hotel Tirto Arum Kendal.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kendal menegaskan bahwa statistik memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan. Data yang berkualitas menjadi fondasi lahirnya solusi, sementara pengelolaan dan pemanfaatan data mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi.

Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto, menyampaikan bahwa HSN yang diperingati setiap 26 September tahun ini mengambil tema “Memasyarakatkan Statistik, Dari Data Lahir Solusi, Dari Statistik Lahir Inovasi”. Menurutnya, statistik berfungsi sebagai potret fakta di Kabupaten Kendal, mulai dari perilaku masyarakat hingga kondisi makro pemerintahan.

BPS Kendal juga memperkenalkan website KenSae (Kendal Satu Data dari Desa) yang terintegrasi dengan Pemkab Kendal. Melalui website ini, masyarakat dapat mengakses data hingga tingkat RT, desa, kecamatan, hingga dinas dan instansi pemerintah. “KenSae merupakan web yang bisa melihat potret Kabupaten Kendal, mulai dari jumlah sekolah, jumlah penduduk, hingga lokasi puskesmas. Semua tersedia dalam data KenSae,” jelas Ade.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kendal, Ardhi Prasetiyo, menegaskan bahwa saat ini Pemkab Kendal menggunakan data statistik sebagai dasar perumusan kebijakan. Salah satunya terlihat dari data angka kemiskinan di Kendal yang menurun.

Di lain sisi, pertumbuhan ekonomi justru meningkat hingga menempatkan Kendal sebagai peringkat pertama di Jawa Tengah pada triwulan II tahun ini.

“Kominfo sebagai wali data dan BPS sebagai pembina data, sehingga data yang digunakan di Kabupaten Kendal bersumber resmi dari BPS. Harapan kami melalui satu data, kolaborasi antara BPS dan Pemkab Kendal semakin kuat,” ujar Ardhi.

Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, turut mengapresiasi BPS Kendal yang telah menyajikan data secara akurat dan komprehensif. Menurutnya, keberadaan data yang kredibel sangat membantu pemerintah daerah dalam memantau kemajuan pembangunan.

“Kemajuan Kendal dapat dilihat secara nyata melalui angka-angka yang disajikan BPS,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Lingkar.co – Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga desa di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Minggu (29/9/2025) malam. Peristiwa yang terjadi Minggu malam ( 28/9/25) sekitar pukul 20.00 WIB itu menyebabkan puluhan pohon tumbang serta ratusan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga parah.

Berdasarkan laporan sementara, kerusakan paling parah terjadi di Desa Penaruban dan Sambungsari, sementara Desa Payung dan Penyangkringan mengalami kerusakan ringan. Sejumlah pohon tumbang bahkan menimpa kabel listrik PLN sehingga aliran listrik sempat padam.

Di Desa Payung, sebuah pohon trembesi berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang di Jalan Bahari, tepat di depan SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Pohon rambutan juga menimpa rumah warga di Dukuh Krajan RT 1 RW 1, serta satu pohon lain merusak teras mushola di RT 4 RW 1.

Di Dusun Pagersari, Desa Penaruban, enam rumah dilaporkan rusak parah, sementara 20 rumah lainnya rusak sedang hingga ringan. Kerusakan tersebar di RT 2, 3, dan 4 RW 01 serta RT 2 dan 3 RW 02.

Seorang warga Pagersari, Mustofa, menuturkan hujan deras disertai angin kencang terjadi tiba-tiba setelah Isya. Saat listrik padam, angin langsung merusak atap rumahnya. “Waktu itu ada dua anak kecil dan neneknya di dalam rumah. Bahkan salah satu anak tertimpa reruntuhan bangunan di bagian kepala,” ujarnya.

Sementara itu, atap lantai dua rumah milik Dedi, seorang pedagang bakso, juga beterbangan terbawa angin hingga menimpa rumah di belakangnya. Beruntung saat kejadian tidak ada orang di lantai dua rumah tersebut.

Kepala Dusun Pagersari, Widiarto, menyatakan pihak desa sudah melaporkan kejadian ini ke kecamatan dan melakukan pendataan. Ia berharap segera ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kendal. “Untuk biaya perbaikan darurat, warga tidak memiliki dana mendadak,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, satu anak mengalami luka ringan akibat tertimpa bangunan. Saat ini warga bersama perangkat desa dan relawan mulai melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing serta memperbaiki rumah yang terdampak. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pantai Sendang Asih Rowosari Kendal, Destinasi Wisata Alam yang Cocok Untuk Akhir Pekan

Lingkar.co – Jika Anda sedang jenuh di rumah dan ingin melepas penat, Pantai Sendang Asih di Kecamatan Rowosari, Kendal, bisa menjadi pilihan tepat. Hanya berjarak sekitar 30 menit dari pusat Kota Kendal, pengunjung akan disuguhi pemandangan laut yang indah serta kesejukan pepohonan cemara di tepi pantai.

Objek wisata ini terus dikembangkan. Saat ini tersedia bangku-bangku santai untuk menikmati udara segar di bawah pepohonan rindang. Bahkan, pengelola juga menambahkan fasilitas baru berupa wisma berbentuk rumah adat Kendal yang bisa digunakan untuk rapat, pertemuan, hingga tempat bermalam.

“Selain bangku pantai, kami juga menyiapkan wisma yang bisa dipakai untuk acara maupun menginap. Malam hari Pantai Sendang Asih juga buka, cocok untuk pengunjung yang hobi memancing. Kami sediakan fasilitas kemping dan sarana api unggun,” ujar pengelola, Kardiantomo.

Huda, salah satu pedagang di kawasan pantai, menambahkan bahwa pantai biasanya ramai pada Jumat dan Sabtu oleh anak muda. Namun, puncak keramaian terjadi pada hari Minggu, saat banyak keluarga datang berwisata. Pantai ini juga dilengkapi wahana permainan anak sehingga cocok untuk liburan keluarga.

Untuk akses jalan, tahun ini pemerintah desa berencana membangun jalan beton menuju lokasi. Saat ini, jalur masuk masih berupa hamparan persawahan dengan tanaman padi yang menambah nuansa pedesaan. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pastikan Keamanan dan Kelayakan MBG, Para Relawan SPPG di Kendal Diberikan Pelatihan

Lingkar.co – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana menekankan kepada para pimpinan dan kepala SPPG, ahli gizi, petugas masak dan pemorsian untuk meningkatkan kebersihan dan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini ia tekankan saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan keamanan pangan siap saji bagi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kendal di salah satu rumah makan di Kota Kendal, Kamis (25/9/2025).

“Saya mohon, saya meminta tolong tingkatkan kebersihan, tingkatkan SOP, waspadai. Dan untuk seluruh SPPG setiap harinya sebelum makanan diantarkan, cicipi, bukan hanya dari satu kuali. Semua ambil cicipi. Baru setelah satu jam bisa diporsikan,” tegas Faris.

Hal ini mengacu lantaran banyaknya kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini. Sehingga diharapkan melalui kegiatan pelatihan yang digelar BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal ini dapat memberikan pemahaman kepada seluruh petugas SPPG dalam penyiapan menu MBG yang layak dan aman bagi anak-anak.

“Jadi ini pelatihan penyiapan keamanan pangan siap saji. Output dari kegiatan ini nantinya akan ada sertifikat SLHS (Sanitasi, Lingkungan, Higienitas, dan Sertifikasi) yang akan menjadi bukti bahwa dapur tersebut layak izin atau tidak,” ujar Faris.

Di Kabupaten Kendal saat ini telah ada 25 SPPG yang telah beroperasi dan 5 yang akan beroperasi. Dan setiap harinya pihaknya selalu melakukan pengawasan ketat baik gizi, keamanan dan kelayakan makanan MBG tersebut.

“Jadi makanan yang kita sajikan kepada anak-anak itu layak dan dipastikan aman. Untuk pengawasannya kita pantau setiap hari, kita laporkan ke pimpinan secara bertahap dan berjenjang. Kemudian dari Dinas Kesehatan setiap hari juga melakukan pemantauan,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno menekankan agar kasus keracunan MBG di berbagai daerah tidak terjadi di Kabupaten Kendal.

“Dinas Kesehatan minta dapur MBG menjaga agar dapurnya selalu higenis, memperhatikan gizinya. Dan paling penting jangan sampai ada keracunan,” tegasnya.

Parno juga meminta agar jumlah dapur MBG di Kendal juga segera dilengkapi. Terlebih dari target 93 SPPG, saat ini masih ada sekitar 25 SPPG yang telah beroperasi dan 5 yang akan beroperasi.

“Kami harapkan seluruh dapur MBG bisa terealisasi seluruhnya. Dari 93 total kuota baru 25 dapur MBG yang jalan. Kalau tidak terpenuhi 93 titik kasihan karena tidak ada yang tidak dapat jatah. Padahal semua anak sekolah berhak mendapatkan MBG,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pembinaan Lapas Kelas II B di Kendal Hadirkan Tokoh Mathla’ul Anwar

Lingkar.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Plantungan, Kendal, menggelar kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi para warga binaan pada Selasa (24/09/2025). Kegiatan ini menghadirkan pencerahan spiritual serta edukasi hukum sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas pribadi dan kesadaran hukum warga binaan.

Acara diawali dengan siraman rohani oleh Ketua Mathla’ul Anwar Jawa Tengah, Sumanto S. Tirtowijoyo, yang mengangkat tema Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Teladan Umat Islam dan Warga Binaan.

Dalam tausiyahnya, Sumanto menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses pembinaan di dalam lapas.

“Maulid Nabi bukan hanya seremonial, tapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah: jujur, amanah, dan penyabar. Ini nilai-nilai yang sangat penting bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Sumanto dalam ceramahnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Plantungan, Suharno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang menekankan aspek spiritual dan kesadaran hukum.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang menyeluruh, baik dari sisi rohani maupun pemahaman hukum. Tujuannya agar warga binaan tidak hanya menyesali masa lalu, tapi juga mampu memperbaiki diri dan berkontribusi positif setelah bebas,” kata Suharno, dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pendiri Josant and Friend’s Law Firm, Dr (Hc). Joko Susanto, memberikan penyuluhan hukum kepada warga binaan. Ia mengajak mereka untuk menjadi pribadi yang sadar hukum serta memberikan pengetahuan terkait mekanisme bantuan hukum yang bisa diakses oleh masyarakat, termasuk mantan warga binaan.

Menurut Joko, penting bagi setiap individu untuk memahami hak dan kewajiban hukumnya agar tidak terjerumus kembali ke dalam pelanggaran.

“Menjadi pribadi yang lebih baik bukan hanya soal niat, tapi juga pemahaman terhadap hukum. Kami siap membantu melalui mekanisme bantuan hukum yang terbuka bagi siapa saja, termasuk saudara-saudara di sini,” ucapnya.

Kapolsek Plantungan, IPTU Sutrisno, yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi atas inisiatif pembinaan yang dilakukan Lapas Plantungan.

Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter dan moral warga binaan.

“Kami dari kepolisian mendukung penuh pembinaan ini. Semoga warga binaan yang hari ini mendapat pencerahan, bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan taat hukum,” kata Sutrisno.

Setelah sesi siraman rohani dan penyuluhan hukum, kegiatan ditutup dengan salat zuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh warga binaan, petugas lapas, serta para narasumber. Agenda ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan, tokoh agama, aparat penegak hukum, dan praktisi hukum dalam menciptakan proses reintegrasi sosial yang lebih baik.

Pemkab dan Forkopimda Bersama Punguti Sampah di Pantai Muara Kencana Kendal

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten dan Kodim 0715 Kendal bersama ratusan elemen masyarakat melakukan kerja bakti bersih-bersih di Pantai Muara Kencana pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini melibatkan anggota TNI, Polres Kendal, DLH Pemkab Kendal, dan kelompok masyarakat, seperti FKPPI, Saka Bahurekso, Kokam, Banser dan lainnya.

Kegiatan ini dikomando langsung oleh Dandim 0715 Kendal Letkol Infanteri Bagus Setyawan, bersama Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar. Mereka bersama-sama memunguti sampah yang tersebar di area pantai.

Dandan 0715 Kendal, Letkol Infanteri Bagus Setyawan mengatakan, kegiatan ini untuk memperingati HUT ke-80 TNI dan HUT ke-75 Kodam IV Diponegoro. Kegiatan ini kolaborasi dengan semua pihak, yang turut serta dan bahu-membahu untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.

Menjaga kebersihan merupakan kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan,, Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadikan tempat lain untuk menggugah semangat dalam menjaga kebersihan di wilayah masing-masing.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan untuk pelestarian lingkungan ini, selaras dengan program yang sedang digalakkan oleh Pemda Kendal. Bupati Kendal pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat bersama pegiat lingkungan, untuk meningkatkan semangat merawat bumi, agar Kabupaten Kendal menjadi kabupaten yang bersih, rapi dan indah. (*)

Penulis: Yoedhi W

Bupati Kendal dan Paguyuban Kepala Desa Ziarahi Makam Bupati Kendal ke-10

Lingkar.co – Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari bersama Paguyuban Kepala Desa Bahurekso Kendal menziarahi makam Bupati Kendal ke-10 Tumenggung Mertowijoyo di Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon, Kendal Jawa Tengah, Senin (15/9/2025). Ziarah dilakukan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-4 paguyuban tersebut,

Tahlil dan doa dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kendal KH. Idris Noor, dan diikuti jajaran Forkopimda, Ketua Paguyuban Kepala Desa Bahurekso Kendal Suyoto beserta jajaran pengurus, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala desa se-Kabupaten Kendal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan tahlil di makam Tumenggung Mertowijoyo yang dipimpin KH. Idris Noor.

Pada kesempatan itu, Bupati Kendal menyampaikan selamat hari jadi ke-4 Paguyuban Kepala Desa Bahurekso. Ia berharap paguyuban semakin solid dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, kepala desa di Kendal terus meningkatkan kinerjanya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menggali potensi di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan agar kepala desa mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri. “Dengan siskamling, keamanan desa bisa lebih terjaga. Mari kita galakkan kembali bersama-sama,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa Bahurekso Kendal, Suyoto, menjelaskan bahwa doa bersama digelar untuk mendoakan para pemimpin Kabupaten Kendal dan bangsa Indonesia yang telah mendahului.
“Di hari jadi ini, kami berdoa untuk para pemimpin, mendoakan Kendal, dan juga bangsa Indonesia agar lebih aman, kondusif, dan damai,” kata Suyoto.

Terkait instruksi pengaktifan kembali siskamling, Suyoto menyatakan siap menindaklanjuti.

“Kami menunggu arahan lebih lanjut. Prinsipnya, pengamanan desa bisa dijalankan melalui program jaga warga, jaga desa, dan jaga Kendal,” tegasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W