Arsip Tag: Pencak Silat

146 Pesilat Ikuti Abah Istihar Championship, Harimau Putih Tegaskan Kendal Lumbung Atlet Silat

Lingkar.co – Sebanyak 146 pesilat dari berbagai daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Abah Istihar Championship yang digelar di Padepokan Pusat Harimau Putih, Chealsea Stadium, Kaliwungu, Kamis (25/12/2025).

Kejuaraan ini digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Padepokan Pencak Silat Harimau Putih, salah satu perguruan pencak silat asli Kabupaten Kendal.

Ajang tersebut tak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga panggung pembuktian bahwa Kendal terus melahirkan bibit-bibit pesilat berprestasi.

Dalam kejuaraan tersebut, Harimau Putih PAC Siboli tampil dominan dan berhasil menyabet Juara Umum I.

Posisi Juara Umum II diraih Club Padepokan Kaliwungu, disusul Defender Club sebagai Juara Umum III.

Kejuaraan secara resmi dibuka oleh Ketua IPSI Kabupaten Kendal, Gus Tommy.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa prestasi di dunia pencak silat tidak dapat diraih secara instan.

“Menjadi pesilat berprestasi membutuhkan proses panjang dan latihan yang tidak kenal lelah. Event seperti ini sangat penting agar ke depan Kendal semakin banyak melahirkan atlet silat yang membanggakan,” kata Gus Tommy yang juga Guru Besar Padepokan Harimau Putih.

Ketua Panitia, Ahsan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut sehingga berjalan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak. Alhamdulillah acara berjalan dengan baik. Harapannya, Abah Istihar Championship bisa menjadi agenda tahunan di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Padepokan Harimau Putih, Iskarim Rahmat, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet jangka panjang.

“Selain memupuk semangat bertanding, event ini juga menjadi ajang penjaringan atlet untuk dipersiapkan ke kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Jam terbang sangat penting untuk membentuk mental juara,” jelasnya.

Tak hanya berorientasi pada prestasi, ia juga menilai pencak silat juga memiliki peran besar dalam pembentukan karakter generasi muda.

Ketua Dewan Penasihat Pencak Silat Harimau Putih, Nurkafidin, menegaskan bahwa silat merupakan sarana pendidikan karakter.

“Pencak silat membantu membentuk jati diri generasi muda. Dengan berlatih silat, anak-anak menjadi lebih terarah dan terhindar dari kenakalan remaja. Semoga Harimau Putih ke depan semakin maju dan besar,” tuturnya.

Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng Apresiasi Atlet Pencak Silat Juara Sea Games Thailand 2025

Lingkar.co — Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan putra-putri terbaik asal Kota Semarang yang mewakili Provinsi Jawa Tengah di kancah internasional. Dalam ajang SEA Games Thailand 2025, para atlet pencak silat tersebut tampil luar biasa dan menjadi salah satu pilar keberhasilan Indonesia meraih posisi teratas dalam ajang yang mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng pun merasa bangga dan menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa, khususnya Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Selamat kepada para atlet pencak silat kebanggaan kita bersama yang telah berhasil meraih medali emas dalam ajang Sea Games Thailand 2025. Prestasi ini bukan sekadar raihan medali, tetapi simbol kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah. Kami bangga, atlet asal kota Semarang berhasil membuktikan diri sebagai kekuatan utama olah raga nasional,” ujar Agustina di kantornya, Senin (22/12/2025).

Berdasarkan data resmi, atlet Jawa Tengah memberikan kontribusi luar biasa melalui capaian 43 medali yang terdiri dari 12 emas, 14 perak, dan 17 perunggu. Capaian ini menempatkan Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu penyumbang medali terbesar bagi kontingen Indonesia sekaligus menegaskan kualitas pembinaan olah raga daerah yang semakin matang.

Cabang pencak silat menjadi sorotan tersendiri. Selain menjadi cabang andalan perolehan medali, pencak silat juga membawa pesan kebanggaan budaya Indonesia ke panggung dunia. Salah satu atlet silat Jawa Tengah, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya berhasil mempersembahkan medali emas, menjadi bukti bahwa warisan tradisi mampu bersaing dan berjaya di arena internasional.

Agustina menegaskan bahwa prestasi ini harus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para atlet di Kota Semarang, untuk terus berlatih, bermimpi besar, dan berani berkompetisi di level dunia.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olah raga prestasi, memperkuat ekosistem atlet sejak usia dini, serta memastikan atlet-atlet berprestasi mendapatkan perhatian dan apresiasi yang layak,” tegasnya.

Keberhasilan atlet Jawa Tengah di SEA Games Thailand 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olah raga nasional sekaligus pemantik semangat generasi muda untuk menjadikan olah raga sebagai jalan prestasi dan pengabdian bagi bangsa dan negara. ***

Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Pagar Nusa Jateng Jalin Kerjasama dengan RMI dan LP Ma’arif Untuk SDM Unggul

Lingkar.co – Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman mendorong agar Pagar Nusa dapat memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak agar menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi dan memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan saat penandatangan nota kesepahaman kerjasama (MoU) antara Pagar Nusa Jawa Tengah dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang. Sabtu (25/10/2025)

Menurut Gus Arief sapaan akrab Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman, sinergi antar lembaga sangat penting agar seluruh program dan kegiatan memiliki arah yang sama, yaitu mewujudkan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta penguatan lembaga pendidikan dan pesantren.

Selain itu, Gus Arief juga menghimbau untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat kolaborasi yang telah terbangun selama ini. Meski menghadapi sejumlah dinamika dalam beberapa waktu terakhir, kerja sama diharapkan tetap terjalin dengan baik.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersamaan ini. Mari terus bekerja sama sebagaimana yang telah kita lakukan selama ini,” tambah Gus Arief yang juga sebagai Bupati Blora

Dikesempatan yang sama, Ketua LP Maarif Jawa Tengah, Fahrudin Karmani, menegaskan pentingnya peningkatan pembinaan, pelatihan, dan kepemimpinan di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, MoU antara LP Ma’arif dengan Pagar Nusa juga untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan keberlanjutan program pendidikan di masa mendatang.

“Kita harus membuktikan bahwa kita mampu dan tidak perlu khawatir. Semua proses pembinaan dan pelatihan akan ditangani oleh para pelatih yang sudah disiapkan. Setelah proses ini berjalan, semua pelatih akan mendapatkan pembaruan untuk memperkuat aspek dasar pelatihan di lembaga masing-masing,” ujarnya.

Sinergi ini, menurut Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Kiai Hamid Zein, diharapkan mampu memperkuat akar kelembagaan dan memperluas dampak program di bidang pendidikan dan sosial.

“Inisiatif-inisiatif baru seperti ini perlu diteruskan. Jangan sampai terhambat atau kehilangan arah, karena setiap langkah kolaboratif justru memperkuat konstruksi kelembagaan kita,” ujar pimpinan dalam arahannya.

Ia menambahkan, meskipun langkah awal kerja sama ini masih bersifat sederhana, namun justru di situlah letak kekuatan dasarnya. “Kalau akarnya kuat, walaupun langkah awalnya kecil, hasilnya akan tumbuh kokoh,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zen juga menegaskan agar seluruh pihak mendukung proses ini dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh, tanpa menunggu instruksi formal yang panjang. Tujuannya agar setiap wilayah dan lembaga bisa segera menjalankan program penguatan secara nyata di lapangan.

“Kami hanya ingin menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Langkah seperti ini patut kita ambil dan teruskan bersama demi kemajuan lembaga dan masyarakat,” tutupnya.

=====================

Lantik Pengurus Pagar Nusa Magelang, Ini Pesan Gus Arief

Lingkar.co – Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman, melantik jajaran pengurus Pagar Nusa Kabupaten Magelang di Aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Sabtu (25/10/2025)

Hadir dalam acara itu, Ketua PCNU Kabupaten Magelang, Kyai Izudhin, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Kiai Hamid Zein, Ketua Cabang Pagar Nusa Magelang, Aziz Rofi’i, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, Kiai Nur Mahin Chudlori.

Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman menekankan pentingnya semangat pembinaan, kebersamaan, dan pengabdian bagi kemajuan organisasi serta kemaslahatan umat.

“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah-daerah. Kita berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan semangat, menjaga marwah Pagar Nusa, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Gus Arief sapaan akrab Arief Rohman, juga menegaskan bahwa Pagar Nusa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengembangkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta bela diri yang berakar dari tradisi Nahdlatul Ulama.

Untuk itu pihaknya mengapresiasi semangat para kader dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, yang terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan program pembinaan.

“Di Jawa Tengah, kita ingin Pagar Nusa semakin berkembang dan mampu menjangkau sekolah-sekolah, pesantren, serta komunitas masyarakat. Ini bukan hanya soal bela diri, tetapi tentang membentuk karakter, akhlak, dan loyalitas kepada bangsa,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Gus Arief yang juga Bupati Blora ini mendorong agar pengurus baru segera menyusun program kerja yang konkret, baik dalam bidang kaderisasi, pelatihan, maupun kegiatan sosial. Ia berharap pelantikan ini menjadi momentum kebangkitan semangat baru bagi keluarga besar Pagar Nusa di Kabupaten Magelang.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian. Mari kita rawat semangat perjuangan, jaga persaudaraan, dan terus berbuat untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Kepengurusan Pagar Nusa Sragen Hampir di Tiap Desa, Arif Rohman Beri Pujian: Sangat Membanggakan

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Tengah H Arief Rohman memberikan pujian kepada Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Sragen sebagai yang terbaik di Jawa Tengah. Hal itu karena Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Sragen berhasil membentuk kepengurusan di seluruh kecamatan, dan berhasil membentuk kepengurusan di hampir seluruh desa. Prosentasenya mencapai 98 persen.

Adapun jumlah anggota resmi, yaitu yang telah disahkan dan memiliki Kartu Anggota (KTA), hingga tahun 2025 mencapai 20 ribu orang. Dan setiap pengesahan anggota baru yang biasa dilaksanakan di bulan Suro, jumlahnya selalu banyak. Mencapai ratusan orang hingga seribuan orang setiap tahun.

Penilaian bagus dengan pujian itu disampaikan pria yang juga Bupati Blora ketika memberi sambutan dalam acara Pengesahan Anggota Baru tahun 2025 di Gedung Kartini Sragen, Ahad, (29/6/2025).

“Pagar Nusa Sragen sangat membanggakan. Pantas menjadi yang terbaik di Jawa Tengah,” ujar Arief seraya disambut tepuk tangah meriah 627 peserta pengesahan di dalam gedung, dan ribuan hadirin di luar gedung.

Gus Arief, sapaan akrab Arief Rohman bilang, Pagar Nusa Sragen telah membuktikan diri pantas menjadi contoh dalam kuantitas, juga harus menjadi contoh dalam kualitas. Dia mengajak hadirin untuk terus meningkatkan kualitas diri dan punya cita-cita yang tinggi.

“Anggota Pagar Nusa Sragen harus menjadi teladan. Juga menjadi kader NU yang militan. Mari meraih cita-cita yang tinggi,” tutur Arief Rohman.

Mitra Polri

Ada yang istimewa dalam pengesahan anggota baru Pagar Nusa Sragen ini. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi hadir dua kali di forum tersebut.

Pertama, dia hadir karena diundang oleh panitia pengesahan. Usai memberikan sambutan singkat, Kapolres pulang. Namun tiba-tiba datang lagi ke tempat pengesahan, karena hendak menemui Gus Athoillah Habib, pengurus pusat Pagar Nusa yang kala itu hadir memberi sambutan pembinaan.

Ketua PC Pagar Nusa Sragen, H. Wardoyo, Ketua Panitia Pengesahan M. Irfan Chumaidi, Ketua PCNU Sragen H Suratno, dan seluruh tamu undangan merasa terkejut atas dengan kehadiran Kapolres Sragen tiba-tiba, padahal sudah sempat berpamitan pulang.

“Sungguh kami terkejut dan tidak menyangka, Kapolres Sragen datang dua kali. Pertama memang memenuhi undangan kami. Namun setelah pamitan, beliau hadir lagi karena mau menemui Gus Atho. Beliau memang kenal dekat dengan Gus Atho,” tutur Wardoyo.

Ketika memberikan sambutan, Kapolres Sragen APKB Petrus Parnigotan Silalahi menyampaikan, Pagar Nusa adalah mitra Polri yang selalu sinergis dan selama ini terjalin kerjasama sangat bagus dalam menjaga ketertiban masyarakat.

“Pagar Nusa Sragen adalah mitra Polri yang bagus dalam menjaga ketertiban masyarakat. Kondusifitas Sragen bisa terjagar berkat kerjasama baik Pagar Nusa. Terima kasih kami ucapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Pagar Nusa Gus Athoilah Habib ketika memberi sambutan pembinaan, berpesan agar akhlak, menjaga adab, dan menjaga nama baik Pagar Nusa. Juga meminta setiap anggota Pagar Nusa rajin silaturahim sowan kiai.

“Jagalah adab. Muliakan diri dengan akhlak. Jaga nama baik Pagar Nusa. Dan rajinlan sowan kyai. Silaturahim itulah kekuatan kita dalam berorganisasi,” tutur Gus Atho dengan suara lembut namun mantap.

Usai pengesahan, seluruh hadirin diajak menikmati nasi lauk ayam ingkung, yaitu ayam yang dimasak utuh dengan bumbu opor. Cara makannya pun khas santri, yaitu dengan berkelompok lima orang mengerubung sebuah nampan berisi menu tersebut. Tanpa menggunakan sendok dan garpu, alias langsung muluk pakai tangan.

Tak sekedar olahan ayam. Masakan khas Jawa tersebut sebelum disuguhkan, diberkati dengan pembacaan kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailany dan didoakan bersama dipimpin oleh sesepuh Pagar Nusa Sragen Kiai Karmadi. Adapun penyematan sabuk peserta pengesahan secara simbolis oleh Syuriyah PCNU Sragen H Suratno yang juga memberikan doa. (*)

Penulis: M. Ichwan

Editor Ahmad Rifqi Hidayat

Ini Alasan Piagam Silat Porsema Tidak Laku

Lingkar.co – Sekretaris PW Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, jika kejuaraan pencak silat diadakan oleh Pagar Nusa, maka piagam lombanya mudah mendapat pengesahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga. Sedangkan dalam PORSEMA, piagam yang diperoleh para peraih juara cabang Pencak Silat tidak laku untuk menambah nilai dalam peristiwa pendaftaran sekolah, kuliah maupun pengajuan beasiswa.

Dia jelaskan, piagam atlet silat yang juara dalam PORSEMA yang selama ini terjadi, tidak dibubuhi tanda tangan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Artinya, kata dia, piagam lomba dari PORSEMA sebatas untuk kebanggaan di internal NU. Tidak bisa digunakan di dalam ranah formal pendidikan umum.

“Porsema itu bagus, dan kami sangat mengapresiasi. Namun sayangnya, piagam para juara tidak laku, khususnya yang didapat oleh para atlet silat,” ungkapnya dalam rapat bersama dengan LP Ma’arif NU Jateng yang dilakukan seusai pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Pagar Nusa Jawa Tengah di Ponpes Darul Ulum, Desa Tragung, Kademangan, Kabupaten Batang pada Jumat (24/1/2025)..

Ghufron lanjut menerangkan, dia telah ke kantor Dinas Pemuda dan Olaharag Provinsi Jateng dan mendapat dokumen dan keterangan yang intinya, kejuaraan olahraga, khususnya Pencak Silat bisa disahkan dengan ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahgara apabila kejuaraan tersebut tidak diberi rekomendasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Sedangkan LP Maarif bukan organisasi pencak silat, maka tentu tidak mengurus rekomendasi kejuaraan kepada IPSI.

Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman (baju hitam Pagar Nusa) bersama Ketua LP Maarif NU Jateng Fakhruddin Karmani (baju batik hijau berlogo Maarif) disela Kejuaraan Daerah Pagar Nusa IX di Ponpes Darul Ulum Batang. Foto: istimewa
Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman (baju hitam Pagar Nusa) bersama Ketua LP Maarif NU Jateng Fakhruddin Karmani (baju batik hijau berlogo Maarif) disela Kejuaraan Daerah Pagar Nusa IX di Ponpes Darul Ulum Batang. Foto: istimewa

“Secara formal, yang bisa mengurus rekomendasi pertandingan pencak silat ke IPSI adalah Pagar Nusa. Karena memang anggota IPSI. Maka di sinilah kendalanya, PORSEMA memperlombakan banyak cabang olahraga, dan piagamnya tidak disahkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Maka ke depannya perlu mengurai persoalan ini,” beber pesilat yang akrab disapa Kang Gupong ini.

Santri Harus Sakti

Sementara, Pengasuh Ponpes Darul Ulum Kiai Zainul Iroqi, mengatakan bahwa santri harus sakti, kuat, berilmu dan pemberani. Tidak lemah, tidak cengeng dan tidak mudah kalah. Pantang menyerah. Maka santri kudu jadug. Kudu punya kemampuan pencak silat, yang di dalamnya ada olah raga, olah jiwa dengan dilandasi puasa dan doa-doa.

Menurutnya, sejak jaman dulu, santri adalah para pesilat. Para kiai adalah orang-orang ampuh nan sakti. Karena mereka semua adalah pejuang. Peranan santri memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan jelas tidak bisa diingkari.

Semai Bibit Atlet Pencak Silat, Pagar Nusa Jateng Ajak Sinergi LP Maarif NU

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Jawa Tengah mengajak sinergi Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Jawa Tengah untuk pelestarian budaya pencak silat dan upaya menyemai bibit atlet silat dalam ajang lomba olahraga prestasi.

Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman mengatakan, belum semua sekolah atau madrasah di bawah naungan Maarif NU terisi pelajaran olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler Pagar Nusa. Bahkan ada sebagian yang tidak kenal Pagar Nusa. Dan bahkan ada yang tidak kenal pencak silat. Tahunya asal ada guru olahraga, maka terserah si guru mau mengajar olahraga apapun.

“Kami mengajak sinergi LP Maarif NU. Kami berharap di setiap sekolah atau madrasah Maarif NU ada Pagar Nusa. Bisa sebagai pelajaran olahraga, bisa sebagai kegiatan ekstra kurikuler,” kata Arief dalam rapat silaturahim dengan PW LP Maarif NU Jateng usai seremonial pembukaan Kejuraan Pencak Silat Daerah (Kejurda) Pagar Nusa Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Tragung Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, pada Jum’at (24/1/2025)

Dalam rapat yang diikuti oleh Wakil Sekretaris PWNU Jateng Wahidin Said tersebut, sepakat akan membuat nota kesepahaman (MoU) untuk memastikan kerjasama resmi kelembagaaan. Nantinya, setiap sekolah atau madrasah Maarif NU, dipastikan ada latihan silat Pagar Nusa. Dan nantinya diharapkan guru olahraga di sekolah atau madrasah Maarif NU adalah pelatih Pagar Nusa. Sehingga guru olahraga terstandar kemampuannya dan jelas ideologi NU-nya. Tidak lagi sekedar orang yang dipasrahi mengajar olahraga.

“Kami akan membuat MoU. Ini adalah tindak lanjut MoU Pengurus Pusat Pagar Nusa dan Pengurus Pusat LP Maarif yang telah ditantangani di Ponpes Azzuhri Semarang pada 2016 lalu,” ujar pria yang juga menjadi Bupati Blora untuk periode keduanya.

Menurut Arief, sinergi dengan LP Maarif NU merupakan upaya serius pelestarian dan pengembangan pencak silat, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bidang olahraga. Sekaligus pembibitan atlet silat yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Ketua LP Maarif Jateng Fakhruddin Karmani pun menyambut baik ajakan sinergi dari Pagar Nusa tersebut.

“Kami LP Maarif NU Jateng menyambut baik ajakan sinergi PW Pagar Nusa Jateng untuk memastikan Pagar Nusa ada di setiap satuan pendidikan Maarif NU,” ujar Fakhruddin di lokasi Kejurda yang akan berlangsung hari Jum’at hingga Minggu, (24-26 Januari 2025).

Dalam MoU itu, kata dia, nantinya Pagar Nusa dan LP Maarif memastikan kegiatan pencak silat di setiap sekolah Maarif NU hanyalah Pagar Nusa. Bukan perguruan silat yang lain.

Begini Upaya PSHT Mijen Jaga Soliditas Lewat Aksi Simpatik

Lingkar.co – Para pegiat perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Mijen berupaya menjaga soliditas kader dengan berbagai aksi simpatik. Kegiatan yang bernuansa sosial itu dilakukan dalam bentuk membantu pemerintah maupun membantu warga. Salah satunya dengan ikut nimbrung dalam tradisi gotong royong.

“Ikut nimbrung dalam gotong royong ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menjaga kesolidan dan kebersamaan dalam organisasi pencak silat serta wujud dari upaya memberikan kemanfaatan ditengah-tengah masyarakat,” kata Ketua PSHT Kecamatan Mijen, Triyo Mardiantoro pada Lingkar.co Rabu (13/11/2024).

Kata dia, gotong royong ketika ada warga yang membutuhkan bantuan tenaga seperti bongkar rumah, keamanan acara keagamaan memang masih menjadi tradisi di wilayah Kecamatan Mijen seperti hajat Nasoka, warga RT 03, RW 02 Kelurahan Wonoplumbon, Mijen yang pada akhir pekan lalu tengah memperbaiki rumah.

“Tradisi gotong royong ini harus dilestarikan, apalagi bongkar rumah di musim hujan seperti ini. Alhamdulillah ada 40 orang anggota PSHT dari berbagai kelurahan bisa ikut membantu agar cepat selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu sangat sejalan dengan ajaran PSHT yang menjaga keindahan dunia dengan perilaku hidup yang secara filosofis disebut masyarakat Jawa dengan istilah Memayu Hayuning Bawono. Selain itu, gotong royong juga menjadi bentuk lain dari pengabdian para pendekar silat kepada masyarakat.

Aksi simpatik tersebut, kata dia, berjalan sebagaimana arahan dan dukungan dari para sesepuh PSHT Mijen yang juga ikut hadir dalam gotong royong. Kusnadi, salah satunya. Senior PSHT Mijen yang mendorong agar anggota pencak silat PSHT selalu hadir untuk kebaikan masyarakat.

“Belajar silat bukan hanya melestarikan tradisi seni beladiri atau mencari prestasi dalam turnamen, tapi mengasah hati agar lebih peka terhadap fenomena sosial. Semoga dengan ikut gotong royong ini PSHT mampu memberi warna yang baik dan menjadi solusi untuk kemaslahatan masyarakat,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Puluhan Pelatih dan Wasit Juri Silat di Rembang Dilatih Jelang Pra Porprov

Lingkar.co – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Rembang menggelar pelatihan pelatih dan wasit juri di Gedung Olahraga (GOR) Rembang, Jumat (2/8/2024). Pelatihan yang diikuti 32 peserta pelatih dan 35 peserta wasit juri ini, diberikan untuk menindaklanjuti perubahan peraturan dalam pencak silat sekaligus untuk persiapan pra Porprov 2025 mendatang.

Ketua Umum IPSI Kabupaten Rembang, Supriyadi melalui Wakil Ketua 2 Soetriswanto menyampaikan peraturan dalam olahraga pencak silat terus mengalami berkembang. Terakhir peraturannya mengalami perubahan pada April 2024 kemarin.

Dengan adanya perkembangan peraturan ini, pelatih maupun wasit juri perlu segera menyesuaikan. Salah satunya caranya yaitu melalui kegiatan pelatihan ini. 

“Baik itu pelatih maupun wasit juri harus segera menyesuaikan dan saya sampaikan Kabupaten Rembang termasuk yang ke tiga yang menyelenggarakan  pelatihan pelatih dan wasit juri. Termasuk yang tercepat,” ungkapnya

Pelatihan ini, lanjut dia, sekaligus persiapan untuk penyelenggaraan pra Porprov Jawa Tengah 2025 mendatang. Dengan target penyelenggaraannya bisa lebih baik dari Porprov 2023 kemarin.

“Manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas pelatihan gratis ini. Mohon materi diserap sebaik-baiknya, agar ilmu yang didapat bisa ditularkan dan untuk melatih altet-altet terbaik Kabupaten Rembang menjadi tim yang tangguh untuk pra Porprov 2025,” terangnya.

Ketua KONI Kabupaten Rembang, Afif Hartiyadi melalui Wakil Ketua Umum Bidang Prestasi, Zaenal Arifin berharap pelatihan ini dapat memberi kemajuan pencak silat sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Rembang. Sebab cabang olahraga (cabor) ini memiliki potensi mendulang banyak medali. Hal itu terbukti pada ajang Porprov 2023 lalu.

“Semoga apa yang akan diterima (dalam pelatihan) bisa bermanfaat. IPSI adalah peraih medali terbanyak pada Porprov 2023. Saya meyakini bahwa IPSI juga memiliki anggota terbanyak. Karena ada 8 ikatan pencak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Perdana, UMKABA Gelar Kejurwil Pencak Silat Tapak Suci

Lingkar.co – Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (Umkaba) menggelar Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pencak Silat UMKABA Cup 2024 tingkat pelajar untuk pertama kalinya.

Ketua Panitia Kejurwil Alfath Firdaus mengatakan, ada 400 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota yang mengikuti Kejurwil Tapak Suci Umkaba Cup. Antara lain berasal dari Wonogiri, Banjarnegara, Pekalongan, Kendal, Tegal, hingga Surakarta.

“Jenjang pesertanya dari tingkat SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Dikatakan, kejuaraan olahraga beladiri tersebut diharapkan menjadi media silaturrahmi dan penguatan potensi pencak silat di kalangan pelajar Muhammadiyah. Selain itu Kejurwil ini sekaligus upaya untuk memperkenalkan Umkaba dan syiar pencak silat Tapak Suci.

Alfath melanjutkan, pelaksanaan lomba berlangsung di aula Umkaba selama 3 hari. Yakni mulai 17 Mei sampai 19 Mei 2024.

“Ini baru pertama kali dilaksanakan. Semoga muncul atlet-atlet berprestasi,” tambahnya.

Senada, Rektor Umkaba Dr. Sri Rejeki mengatakan, kejuaraan ini untuk mendukung Tapak Suci dalam melahirkan atlet potensial. Selain itu, ajang ini menjadi silaturrahmi seluruh peserta.

“Ini bukan sekedar kompetisi. Tapi menjadi penguatan kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci di kalangan pelajar,” tuturnya.

Sri Rejeki berharap, peserta dapat mengikuti kejuaraan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, ia berpesan agar peserta dapat menerima keputusan wasit karena yang utama lahirnya atlet yang bisa membawa nama Muhammadiyah hingga ke kancah internasional.

“Semoga peserta tertib dan sportif. Siapapun yang menang atau kalah harus lebih bersemangat dalam olahraga Tapak Suci ini,” harapnya.

Dalam Kejurwil ini juga dilakukan pelantikan anggota kehormatan Tapak Suci. Yakni orang yang mendapat sabuk kehormatan dan diberikan melalui keputusan pimpinan pusat Tapak Suci. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat