Arsip Tag: LP Ma’arif NU

Diskriminasi Abdul Mu’ti Dalam Bimtek Pembelajaran Mendalam Region Jawa Tengah 2, LP Maa’rif NU Jateng; Kemendikdasmen Bukan Milik Ormas Tertentu

Lingkar.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed diduga melakukan diskriminasi dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding/KA, dan Penguatan Karakter Region Jawa Tengah 2 yang akan digelar di Solo pada Rabu s.d. Minggu, 20 – 24 Agustus 2025 mendatang. Hal itu diketahui dari viralnya surat undangan peserta Kegiatan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding/KA, dan Penguatan Karakter Region Jawa Tengah 2.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota para region Jateng 2 dikeluarkan oleh Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen Maulani Mega Hapsari, S.IP, M.A. Adapun 200 guru yang mendapat undangan tersebut berasal dari sekolah yang Muhammadiyah semua.

Sebelumnya, pada tanggal 5 Agustus 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV juga mengeluarkan Surat Perintah Tugas dengan Nomor: 400.3.8.1/10/2025. Surat tersebut berisikan perintah untuk melaksanakan Diklat Pembelajaran Mendalam, Koding AI, dan Penguatan Karakter bagi Guru-Guru di Sekolah Muhammadiyah yang dilaksanakan pada hari Rabu – Minggu, 6 – 10 Agustus 2025 di MG Setos Hotel Semarang

Surat tersebut diteken oleh Budhi Eviani Herliyanto, SP., MP atas nama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Kepala Seksi SMK Cabdin Wilayah IV. Adapun dasar pada poin kelima yang melandasi keluarnya surat tersebut yakni Surat Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 395/I.4/F/2025, tanggal 04 Agustus 2025.

Sedangkan 10 peserta kegiatan tersebut antara lain; Alifia Rosyida, S.Pd., Gr., M.Pd (SMK Muhammadiyah Randublatung), Romzi Hamid, S.Kom (SMK Muhammadiyah 2 Cepu), Eka Mulyasari S.Ds (SMK Muhammadiyah 2 Blora), Wirastuti (SMK Muhammadiyah 1 Cepu), Oky Rimbawanto, S.Kom (SMK Muhammadiyah 1 Blora), Risma Kurnia Fitri, S.Pd (SMAS Muhammadiyah Cepu), Sulikah,SE, (SMA Muhammadiyah Todanan), Eko Yulianto Prambudi, S.Pd (SMA Muhammadiyah Randublatung), Priyanto, S.E (SMA Muhammadiyah 1 Blora), dan Richard Argadia, S.Kom (SMA AT-TAJDID Cepu)

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Maarif) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani ikut berkomentar tentang diskriminasi tersebut di laman media sosial pribadinya. Saat dikonfirmasi pada Minggu (17/8/2025), Fakhruddin mengingatkan bahwa Kemendikdasmen bukan hanya milik ormas tertentu.

“LP Ma’arif NU Jateng menginginkan ada keadilan yang sama, lembaga pendidikan milik NU juga diundang sebagai peserta bimtek,” ujarnya.

“Kemendikbud adalah lembaga negara yang wajib memajukan semua lembaga pendidikan di Indonesia bukan hanya milik ormas tertentu. ini amanah UUD,” sambungnya.

“Semua anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan. kita patut tanya kenapa yang diundang hanya dari ormas tertentu saja? kenapa ormas atau lembaga pendidikan yang tidak milik ormas kok tidak diundang ikut bimtek? ini maksudnya apa? kebijakan seperti ini dirasa tidak adil. padahal semua lembaga pendidikan juga berhak mendapatkan bimtek yang sama,” urainya.

Menurut dia, praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia harus mengakomodir semua lembaga pendidikan. Bukan hanya untuk Muhammadiyah, namun untuk semua ormas dan lembaga pendidikan yang tidak terafiliasi dengan ormas. “Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia harus berpedoman pada asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Misalnya lembaga pendidikan yang non ormas tertentu pun juga punya hak untuk diperhatikan oleh kemendikbud,” ungkapnya.

“Jadi tidak boleh kemendikbud hanya memperhatikan sekolah ormas tertentu saja. Perlu disadari bahwa sebagai rakyat pasti semua butuh keadilan, mestinya pembicara dan peserta bimtek bisa dari semua kelompok yang berkompeten. Sebab banyak juga dr sekolahan milik NU atau ormas lain atau bahkan non ormas juga perlu dibina, biar ada rasa keadilan. Intinya sebaiknya Kemendikbud memperhatikan semua lembaga pendidikan dengan memberi hak yang sama untuk ikut bimtek demi keadilan bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tingkatkan Kapasitas, LP Ma’arif NU Jateng Siapkan Program Bea Siswa Kuliah di Perguruan Tinggi China

Lingkar.co – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyiapkan program bea siswa bagi peserta didiknya untuk melanjutkan kuliah di berbagai program studi yang ada di 18 perguruan tinggi China.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jateng Fakhrudin Karmani mengatakan selain bea siswa juga disiapkan program pertukaran pelajar dan tenaga kependidikan serta student camp untuk penguatan kapasitas. Naskah kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU) kerjasama dengan mitra dari China itu akan ditandatangi di hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (14/4/2025).

“Dijadwalkan gubernur Jateng, Pak Lutfi akan menyaksikan penandatanganan kerjasama dan menyampaikan sambutan pengarahan dalam acara ini,” kata Fakhrudin di Semarang, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, dalam kemitraan ini Ma’arif bersama perangkat NU lainnya yang membidangi pendidikan yakni Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pondok pesantren NU menjalin kerjasama dengan Belt and Road Chinese Center (BRCC) sebuah NGO yang menjadi mitra Kementerian Pendidikan negara Cina.

Sebelum MOU, lanjutnya, pengurus Ma’arif NU Jateng mendahului dengan pembicaraan awal dengan BRCC dan sejumlah calon mitra internasional di negara China beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan agenda MOU juga akan digelar agenda pendukung yakni Education Fair dan Job Fair.

Dia menambahkan, dalam agenda Education Fair itu 10 perguruan tinggi China akan mengirimkan utusannya secara langsung, sedangkan 27 lainnya mewakilkan kepada BRCC untuk berkomunikasi dengan mitra di Indonesia. Dari sejumlah itu 9 kampus China dipastikan akan menandatangani MOU dengan lembaga-lembaga di bawah NU Jateng.

Baca juga: Bupati Sumedang Sebut Himpaudi Berperan Penting dalam Pembentukan Karakter

Kesembilan perguruan tinggi itu, ujarnya meliputi Guilin University of Electronic Technology, Heilongjiang University, Kunming Medical University, Shandong University of Technology, Herbin Engineering University, Baihan University, Henan University of Technology, China University of Petroleum Beijng dan Hangzhou Dianzi University.

Sedangkan perusahaan yang mengikuti Job Fair terdaftar sebanyak 10 perusahaan yang menyediakan 300 lowongan kerja lebih. Ke-10 perusahaan itu meliputi PT Goda Technology Group yang bergerak di bidang electric vehicle, lokasi industri di Semarang, Korrun Group (PT Jin Lin Luggage Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia dan Jiale Indonesia Textile) di Jepara bergerak di bidang textile and garnent.

Selanjutnya PT Atlas Belajar Bahasa Tangerang (Education Technology ), PT Hebat Bersama Kami Semarang (Artificial Intelligence), PT Layong Seng Fong Jombang (Wood Panel), Yayasan Boemi dan Kita Lampung dan Semarang (Waste Management), PT BYD Motir Indonesia – Subang (Electric Vehicle), PT Elaborium Elevasi Indonesia Bogor (Research and Training), PT Kerja Handal Nusantara Malaysia, Pontianak dan Jakarta ( F&B Head Hunter) dan Xinya College Tarumanegara Jakarta (Sekolah Bahasa).

“Selain pak gubernur Jateng, ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin juga akan memberikan pengarahan dalam acara yang akan dihadiri para pimpinan pesantren, perguruan tinggi dan satuan – satuan pendidikan di bawah NU Jateng,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Lomba Poster Digital Porsema Tingkat SD, Bukti Sekolah NU Siap Sambut Kebijakan Mendikdasmen

Lingkar.co – Adanya lomba pembuatan poster digital yang diikuti siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menjadi bukti kesiapan pengelola pendidikan di NU siap menyambut kebijakan yang bakal diterapkan oleh Prof. Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)

Hal itu dikatakan oleh ketua panitia Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Kota Semarang untuk jenjang SD/MI, Zamah Syari.

“Alhamdulillah peserta lomba pembuatan poster digital bisa menyelesaikan dalam waktu satu jam, lebih cepat dari waktu maksimal yang ditetapkan yakni tiga jam,” kata Zamah seusai kegiatan yang digelar di SD Islam Darul Huda, Genuk Kota Semarang, Sabtu (8/2/2025) petang.

Ia jelaskan, aturan dalam lomba pembuatan poster dimulai dari lembar kosong yang diisi dengan template non premium. “Setiap peserta hanya berlatih sendiri di rumah, panitia membuatkan akun Canva di web panitia, peserta harus login dulu dengan akun dan password yang dibagikan saat lomba dimulai,” ujarnya.

Menurutnya, kecekatan dan kreativitas siswa peserta lomba menjadi bukti bahwa sekolah NU sudah siap menyambut kebijakan Mendikdasmen terkait wacana pembelajaran coding dan artificial intelligence (AI) sebagai kurikulum pilihan.

“Kalau wacana coding dan AI sebagai tambahan pilihan dalam kurikulum, maka lomba poster digital ini menjadi modal dasar dan bukti bahwa sekolah NU juga siap menyambut kebijakan tersebut,” ucapnya.

Adapun cabang olahraga yang dilombakan antara lain; catur, lari jauh 1500 meter, lari pendek 60 meter, tenis meja tunggal, tenis meja ganda, bulu tangkis tunggal, bola volly, futsal, takraw, senam Nahdlatul Ulama, lompat jauh.

Sedangkan pada lomba seni, terdapat pencaksilat Wiraloka, kaligrafi, poster digital, MTQ, cipta dan baca puisi religi, qasidah religi, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab.

“Semua aturan perlombaan ini sudah sesuai dengan Porsema NU Jateng, dengan harapan agar yang juara nanti tidak banyak penyesuaian saat maju di tingkat Jateng pada tahun depan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kata dia, jumlah sekolah yang berpartisipasi meningkat cukup signifikan. Namun tidak semua sekolah mengikuti semua cabang lomba. “Secara partisipatif, sekolah yang ikut Porsema NU ini meningkat banyak tapi tidak semua mengikuti semua perlombaan,” ungkapnya.

Ini Alasan Piagam Silat Porsema Tidak Laku

Lingkar.co – Sekretaris PW Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, jika kejuaraan pencak silat diadakan oleh Pagar Nusa, maka piagam lombanya mudah mendapat pengesahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga. Sedangkan dalam PORSEMA, piagam yang diperoleh para peraih juara cabang Pencak Silat tidak laku untuk menambah nilai dalam peristiwa pendaftaran sekolah, kuliah maupun pengajuan beasiswa.

Dia jelaskan, piagam atlet silat yang juara dalam PORSEMA yang selama ini terjadi, tidak dibubuhi tanda tangan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Artinya, kata dia, piagam lomba dari PORSEMA sebatas untuk kebanggaan di internal NU. Tidak bisa digunakan di dalam ranah formal pendidikan umum.

“Porsema itu bagus, dan kami sangat mengapresiasi. Namun sayangnya, piagam para juara tidak laku, khususnya yang didapat oleh para atlet silat,” ungkapnya dalam rapat bersama dengan LP Ma’arif NU Jateng yang dilakukan seusai pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Pagar Nusa Jawa Tengah di Ponpes Darul Ulum, Desa Tragung, Kademangan, Kabupaten Batang pada Jumat (24/1/2025)..

Ghufron lanjut menerangkan, dia telah ke kantor Dinas Pemuda dan Olaharag Provinsi Jateng dan mendapat dokumen dan keterangan yang intinya, kejuaraan olahraga, khususnya Pencak Silat bisa disahkan dengan ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahgara apabila kejuaraan tersebut tidak diberi rekomendasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Sedangkan LP Maarif bukan organisasi pencak silat, maka tentu tidak mengurus rekomendasi kejuaraan kepada IPSI.

Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman (baju hitam Pagar Nusa) bersama Ketua LP Maarif NU Jateng Fakhruddin Karmani (baju batik hijau berlogo Maarif) disela Kejuaraan Daerah Pagar Nusa IX di Ponpes Darul Ulum Batang. Foto: istimewa
Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman (baju hitam Pagar Nusa) bersama Ketua LP Maarif NU Jateng Fakhruddin Karmani (baju batik hijau berlogo Maarif) disela Kejuaraan Daerah Pagar Nusa IX di Ponpes Darul Ulum Batang. Foto: istimewa

“Secara formal, yang bisa mengurus rekomendasi pertandingan pencak silat ke IPSI adalah Pagar Nusa. Karena memang anggota IPSI. Maka di sinilah kendalanya, PORSEMA memperlombakan banyak cabang olahraga, dan piagamnya tidak disahkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Maka ke depannya perlu mengurai persoalan ini,” beber pesilat yang akrab disapa Kang Gupong ini.

Santri Harus Sakti

Sementara, Pengasuh Ponpes Darul Ulum Kiai Zainul Iroqi, mengatakan bahwa santri harus sakti, kuat, berilmu dan pemberani. Tidak lemah, tidak cengeng dan tidak mudah kalah. Pantang menyerah. Maka santri kudu jadug. Kudu punya kemampuan pencak silat, yang di dalamnya ada olah raga, olah jiwa dengan dilandasi puasa dan doa-doa.

Menurutnya, sejak jaman dulu, santri adalah para pesilat. Para kiai adalah orang-orang ampuh nan sakti. Karena mereka semua adalah pejuang. Peranan santri memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan jelas tidak bisa diingkari.

Semai Bibit Atlet Pencak Silat, Pagar Nusa Jateng Ajak Sinergi LP Maarif NU

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Jawa Tengah mengajak sinergi Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Jawa Tengah untuk pelestarian budaya pencak silat dan upaya menyemai bibit atlet silat dalam ajang lomba olahraga prestasi.

Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman mengatakan, belum semua sekolah atau madrasah di bawah naungan Maarif NU terisi pelajaran olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler Pagar Nusa. Bahkan ada sebagian yang tidak kenal Pagar Nusa. Dan bahkan ada yang tidak kenal pencak silat. Tahunya asal ada guru olahraga, maka terserah si guru mau mengajar olahraga apapun.

“Kami mengajak sinergi LP Maarif NU. Kami berharap di setiap sekolah atau madrasah Maarif NU ada Pagar Nusa. Bisa sebagai pelajaran olahraga, bisa sebagai kegiatan ekstra kurikuler,” kata Arief dalam rapat silaturahim dengan PW LP Maarif NU Jateng usai seremonial pembukaan Kejuraan Pencak Silat Daerah (Kejurda) Pagar Nusa Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Tragung Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, pada Jum’at (24/1/2025)

Dalam rapat yang diikuti oleh Wakil Sekretaris PWNU Jateng Wahidin Said tersebut, sepakat akan membuat nota kesepahaman (MoU) untuk memastikan kerjasama resmi kelembagaaan. Nantinya, setiap sekolah atau madrasah Maarif NU, dipastikan ada latihan silat Pagar Nusa. Dan nantinya diharapkan guru olahraga di sekolah atau madrasah Maarif NU adalah pelatih Pagar Nusa. Sehingga guru olahraga terstandar kemampuannya dan jelas ideologi NU-nya. Tidak lagi sekedar orang yang dipasrahi mengajar olahraga.

“Kami akan membuat MoU. Ini adalah tindak lanjut MoU Pengurus Pusat Pagar Nusa dan Pengurus Pusat LP Maarif yang telah ditantangani di Ponpes Azzuhri Semarang pada 2016 lalu,” ujar pria yang juga menjadi Bupati Blora untuk periode keduanya.

Menurut Arief, sinergi dengan LP Maarif NU merupakan upaya serius pelestarian dan pengembangan pencak silat, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bidang olahraga. Sekaligus pembibitan atlet silat yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Ketua LP Maarif Jateng Fakhruddin Karmani pun menyambut baik ajakan sinergi dari Pagar Nusa tersebut.

“Kami LP Maarif NU Jateng menyambut baik ajakan sinergi PW Pagar Nusa Jateng untuk memastikan Pagar Nusa ada di setiap satuan pendidikan Maarif NU,” ujar Fakhruddin di lokasi Kejurda yang akan berlangsung hari Jum’at hingga Minggu, (24-26 Januari 2025).

Dalam MoU itu, kata dia, nantinya Pagar Nusa dan LP Maarif memastikan kegiatan pencak silat di setiap sekolah Maarif NU hanyalah Pagar Nusa. Bukan perguruan silat yang lain.

PWNU Jateng Bersama YPI Nasima Kirim 20 Penerima Beasiswa Bahasa Inggris ke Pare

Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bersama Nasima Education Scholarship (NES) Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang mengirim 20 penerima beasiswa Bahasa Inggris ke ACCES English Pare Kediri Jawa Timur.

Mereka yang terpilih menerima beasiswa selama 6 pekan merupakan guru sekolah yang berada di dalam naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan ustadz-ustadzah Pondok Pesantren (Ponpes) yang tergabung dalam asosiasi pondok pesantren NU, yakni Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Tengah.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menuturkan, program training of english capacity buiding for NU educators adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris bagi guru di lingkungan LP Ma’arif dan ustadz-ustadzah pondok pesantren (Ponpes) di bawah RMI Jawa Tengah.

“Kita mengakui kemampuan bahasa Inggris kita masih lemah,” kata Gus Rozin seusai acara pelepasan penerima beasiswa di PWNU Jawa Tengah Jl. dr. Cipto no. 180 Semarang, Jumat (15/11/2024).

Kendati demikian, ia mengakui ada banyak kesempatan bagi guru dan ustadz untuk belajar di luar negeri. “Disatu sisi, oportunity (kesempatan) untuk ke luar negeri, baik kuliah atau peningkatan kemampuan bahasa Inggris banyak, itu semua syaratnya harus bisa atau punya kecakapan bahasa Inggris,” sambungnya.

Rektor Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati itu melanjutkan, pada program perdana ini ada 20 peserta yang terpilih untuk mengikuti kegiatan kursus bahasa Inggris. Mereka akan mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris, public speaking, leadhership, teknologi, juga wawasan Aswaja.

“Memang pembelajarannya full, mulai bangun tidur, jamaah subuh, kultum, hingga tidur lagi. Saya berharap para peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dengan ilmu yang diperoleh, mereka bisa bisa lebih percaya diri, lebih qualified untuk bisa berkompetisi di kancah global,” harapnya.

Pengurus PWNU Jawa Tengah dan YPI Nasima Semarang berfoto bersama guru-ustadz penerima beasiswa Bahasa Inggris di halaman kantor PWNU Jateng, Jalan dr. Cipto 180 Kota Semarang. Foto: dokumentasi
Pengurus PWNU Jawa Tengah dan YPI Nasima Semarang berfoto bersama guru-ustadz penerima beasiswa Bahasa Inggris di halaman kantor PWNU Jateng, Jalan dr. Cipto 180 Kota Semarang. Foto: dokumentasi

Oleh karena itu, kata Gus Rozin, program beasiswa kursus bahasa Inggris akan diteruskan pada tahun depan, dengan peningkatan kualitas dan kuantitas peserta.

“Kita jalankan dulu, sambil kita evaluasi perjalanannya program ini, bagaimana evaluasinya. Nanti bisa diperbanyak dari sisi jumlah peserta atau durasi waktu belajar yang lebih panjang. Kita ambil format terbaik, prinsipnya jika program bagus akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan,” ujarnya

Sementara itu, koordinator program Nasima Education Scholarship (NES) Dr. H. Najahan Musyafak, MA menuturkan antusias guru dan ustadz terhadap program tersebut. “Yang daftar program ini cukup banyak, sekitar 43 orang, namun yang lolos seleksi hanya 20 orang (1 kelas),” ungkapnya.

Ratusan Kepala Sekolah Semarang Dukung Komitmen Yoyok-Joss Berikan Akses Pendidikan Gratis

Lingkar.co – Ratusan kepala sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif Kota Semarang mendukung program pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) mewujudkan akses pendidikan gratis bagi siswa dan kesejahteraan guru swasta.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah kegiatan di Hotel Siliwangi, Kota Semarang, Selasa (29/10/2024). Acara itu dihadiri oleh 120 kepala sekolah MI, MTs, dan MA.

“Siswa gratis ini benar harus diwujudkan bukan sekolah gratis. Jadi siswa bisa memilih sekolah di mana saja. Termasuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidian swasta ini juga diwujudkan,” kata Zamroni, satu di antara kepala sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut.

Zamroni juga menyampaikan keberatannya untuk membayar pajak yang harus dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang makin tahun makin tinggi. Dia berharap ada keringanan ketika Yoyok-Joss memimpin Kota Semarang lima tahun ke depan.

“Kami tiap tahun memang membayar pajak, tetapi nominalnya itu sangat besar. Belum lagi kami sekolah kecil yang siswanya tidak menentu. Pajak sekolah swasta Rp 34 juta per tahun,” katanya.

Diskusi itu berjalan gayeng dengan respons yang diberikan oleh Yoyok Sukawi maupun Joko Santoso. Para kepala sekolah yang hadir pun optimistis program yang diusung Yoyok-Joss berpihak kepada masyarakat.

“Memang pemikiran ini harus segera diwujudkan untuk anak bersekolah. Seperti wajib belajar 9 tahun, kalau tidak bisa sekolah ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Urusan pendidikan adalah nomor pertama menjadi skala prioritas,” kata Yoyok Sukawi.

Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi saat menghadiri kegiatan pertemuan para kepala sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif di Hotel Siliwangi, Kota Semarang, Selasa (29/10/2024). Foto: dokumentasi
Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi saat menghadiri kegiatan pertemuan para kepala sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif di Hotel Siliwangi, Kota Semarang, Selasa (29/10/2024). Foto: dokumentasi

Dia menyampaikan bahwa akses pendidikan gratis akan menyasar pada siswa-siswi warga Kota Semarang. Misalnya, Program Indonesia Pintar (PIP) yang sebelumnya berasal dari dana pemerintah pusat, itu akan diterapkan dan diadopsi menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang.

“Beasiswa PIP yang kami bawa dari Kemendikbud, nanti PIP akan dari APBD Kota Semarang bisa MI, MTs, dan MA. Termasuk akan meningkatkan kualitas guru dan pendidik baik negeri maupun swasta, termasuk kesejahteraan adalah konsen kami,” kata CEO PSIS tersebut.

Begitu pula diungkapkan oleh Joko Santoso, bahwa dia bersama Yoyok Sukawi fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Di samping itu juga ada pembangunan infrastruktur sebagai penunjangnya.