Arsip Tag: Kaum Milenial

Bolone Mase Luncurkan 750 Angkringan, Yoyok Sukawi: Tempat Sharing Anak Muda Semarang

Lingkar.co – Sukarelawan Bolone Mase meluncurkan Angkringan bertajuk “Indonesia Kenyang” di Kota Semarang. Program Angkringan Bolone Mase itu sebagai wujud kepedulian sosial, dan peningkatan perekonomian masyarakat

Angkringan Bolone Mase ini secara langsung diluncurkan oleh Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024) malam.

Ketua Bolone Mase Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah mengatakan, angkringan yang berjumlah 10 ribu ini diluncurkan serentak se-Indonesia. Di Kota Semarang sendiri terdapat 750 angkringan.

“Bolone Mase meluncurkan 10 ribu angkringan di Indonesia, termasuk juga ini kami launching 750 di Kota Semarang,” kata pria yang akrab disapa Ozi tersebut.

Ozi menjelaskan, perwujudan angkringan merupakan nilai positif bagi masyarakat. Menurutnya, anak-anak muda dapat berbagi cerita, dan bertukar ide untuk pembangunan Kota Semarang ke depan.

“Ini menjadi nilai positif, konsep makan di angkringan sangat dikenal masyarakat, itu kita bisa ngobrol dengan santai. Di sisi lain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Angkringan Bolone Mase ini disambut baik oleh Yoyok Sukawi, yang dinilainya sebagai sosok pemimpin peduli dengan generasi muda, dan perekonomian masyarakat Kota Semarang.

Calon wali kota Semarang, Yoyok Sukawi saat menghadiri peluncuran angkringan Bolone Mase di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang. Foto: istimewa
Calon wali kota Semarang, Yoyok Sukawi saat menghadiri peluncuran angkringan Bolone Mase di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang. Foto: istimewa

“Artinya Bolone Mase disupport baik, Mas Yoyok kandidat sangat peduli dengan pemberdayaan ekonomi, anak muda di Kota Semarang,” katanya.

Sementara itu, Yoyok Sukawi mengatakan, Bolone Mase melalui produk ini menunjukkan tidak hanya berkegiatan sosial, tetapi bergerak di bidang perekonomian.

“Alhamdulillah angkringan ini akan menjadikan manfaat bagi warga Kota Semarang, terutama bagi anak-anak muda. Bisa sharing antar-anak muda untuk pembangunan Kota Semarang Maju Bermartabat,” katanya seusai meluncurkan Program Angkringan Bolone Mase.

Dalam peluncuran Angkringan Bolone Mase juga hadir pesinetron Muhamad Lutfi Agizal. Ical, sapaan akrabnya, merupakan artis kelahiran Kota Semarang.

Relawan Jateng Muda Siap Door to Door Menangkan Paslon Lutfhi-Yasin di Pilgub Jawa Tengah

Lingkar.co – Kelompok Milenial Kota Semarang yang tergabung dalam Relawan Jateng Muda menyatakan siap memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor 02 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) dalam Pilgub Jateng 2024.

Koordinator pusat Relawan Jateng Muda, Agus Mulyono Herlambang mengatakan pentingnya generasi muda bergabung dalam barisan relawan. Sebab, kata dia pemuda harus memiliki wawasan dan sadar politik, terutama untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilih untuk memenangkan Luthfi-Yasin.

“Relawan memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan program unggulan Ahmad Lutfi dan Taj Yasin secara langsung kepada masyarakat melalui metode door to door yang efektif dalam menjangkau pemilih,” katanya dalam Deklarasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) ini yang digelar di Kopi Nuri, Kota Semarang, pada Kamis (14/11/2024) petang.

Agus Mulyono meminta agar para relawan menyampaikan kepada masyarakat bahwa Luthfi-Yasin adalah pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan rakyat Jawa Tengah. Ia menyebut fokus kerja kepemimpinan pada stabilitas harga, peningkatan lapangan kerja, dan program pemberdayaan pemuda.

“Pak Luthfi dan Gus Yasin membawa visi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Beliau berdua dikenal sebagai pemimpin yang pro-rakyat dan siap menciptakan perubahan positif untuk kemajuan dan kemakmuran Jawa Tengah,” ujarnya.

Relawan Jateng Muda Kota Semarang berfoto bersama seusai Deklarasi Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kopi Nuri, Kota Semarang, pada Kamis (14/11/2024) petang.
Relawan Jateng Muda Kota Semarang berfoto bersama seusai Deklarasi Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kopi Nuri, Kota Semarang, pada Kamis (14/11/2024) petang.

Senada, narasumber Bimtek Pemenangan, M Busro Asmuni, mengingatkan agar setiap relawan memahami betul visi-misi dan program yang diusung oleh Paslon 02 Luthfi-Yasin agar dapat melakukan sosialisasi dengan baik.

Ia bilang, sosialisasi menitikberatkan pada isu-isu yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan lapangan kerja.

“Selama kegiatan door to door, relawan harus berusaha menjalin hubungan personal yang baik dengan pemilih, mendengarkan aspirasi, serta menjawab pertanyaan calon pemilih terkait pasangan calon,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pemuda sangat menentukan arah politik bangsa Indonesia. “Pemuda adalah kunci untuk membawa perubahan. Pemuda adalah motor penggerak yang mampu membawa visi segar dan aspirasi nyata untuk masa depan,” tandasnya.

Tika-Benny Gelar Muda Bersatu Fest 2024, Gaet Milenial Untuk Menangkan Pilbup Kendal

Lingkar.co – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dan Benny Karnadi (Tika-Benny) serius untuk memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kendal 2024.

Tidak hanya menyasar para orang tua dalam kampanye, Tim Pemenangan Tika-Benny juga menggaet generasi milenial dan zilenial (Generasi Z) dengan menggelar Muda Bersatu Fest 2024 di Posko Pemenangan, Sabtu (9/11/2024) malam.

Event tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional 2024. Karena itu, Tim Pemenangan Tika-Benny berharap bisa menstimulasi kreativitas dan menyalurkan bakat generasi milenial dan Zilenial.

Nampak para milenial dan zilenial unjuk kebolehan dalam bermain musik, fun skateboard, live grafiti, seni barongan hingga festival UMKM. Pada kesempatan tersebut Tika-Benny juga mengukuhkan tim Muda Bersatu sebagai garda terdepan paslon Tika-Benny untuk meraup suara dari milenial dan gen z.

Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permana Sari mengaku bersyukur atas dukungan tim Muda Bersatu. Ia yakin generasi.muda tentu mempermudah pemenangan kontestasi politik Pilbup Kendal. Sebab, kata dia dua generasi itu mendominasi daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada 2024.

“Alhamdulillah kami ada tim yang khusus menyasar gen z ini. Tim Muda Bersatu ini mengajak mereka melalui kegiatan seperti malam ini, kegiatan yang memang disukai sama milenial dan gen z,” ujarnya.

Menurut dia, milenial dan gen z harus dilibatkan dalam pemerintahan untuk pembangunan dan kemajuan Kabupaten Kendal lebih baik lagi.

“Kita akan bersama-sama libatkan gen z, kita rangkul agar mereka nantinya juga bisa menjadi pemimpin untuk memajukan Kabupaten Kendal ini,” tandasnya.

Ketua Tim Pemenangan Tika-Benny, Iwan Laksono menuturkan, Muda Bersatu adalah wadah anak-anak muda yang telah mempunyai hak pilih di Pilkada 2024 yang mana pada Hari Pahlawan ini mereka mendeklarasikan diri untuk memenangkan paslon Tika-Benny pada Pilkada 2024 ini.

“Di momen Hari Pahlawan ini meskipun tanpa mengangkat senjata, tim Muda Bersatu bertekad untuk berjuang memenangkan Tika-Benny menjadi bupati dan wakil bupati Kendal,” tegasnya.

Atasi Kasus Kreak atau Gangster di Semarang, Joko Santoso Perbaiki Akhlak Lewat Pendidikan dan Ajak Generasi Muda Aktif Berorganisasi

Lingkar.co – Calon Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 02, Joko Santoso mengajak generasi muda untuk aktif berorganisasi untuk mengatasi, mencegah dan mengurangi aksi kreak atau gangster yang meresahkan masyarakat Semarang.

Selain aktif berorganisasi, pemerintah juga harus lebih memperhatikan pendidikan untuk memperbaiki akhlak agar anak tumbuh dengan kepribadian yang mulia (akhlak Karimah). Termasuk peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin).

“Akhlak akan kita perbaiki dahulu. Makanya prioritas program Yoyok-Joss itu sekolah digratiskan,” kata Joko dalam Sapa Milenial dan Gen Z yang digelar oleh Relawan X-tra J055 di kawasan BSB Jalan Ngaliyan -Mijen, Kota Semarang, Sabtu (26/10/2024).

“Kemudian mendorong pengembangan TPQ dan Madin, ini untuk membentuk karakter, membentengi generasi muda dari perilaku negatif atau aksi yang meresahkan masyarakat,” sambungnya.

Ia pun memberikan motivasi agar generasi milenial dan zilenial (Gen Z) untuk aktif berorganisasi. Sebab, menurut Joko, pemuda harus bisa menjadi pelopor pembangunan dalam mengisi kemerdekaan, karena permasalahan hari ini bisa selesai dari pemuda.

“Ada yang ikut PMII, ada yang ikut HMI, IMM, IPNU, SAPMA PP, dan sebagainya” ujarnya.Lebih jauh ia mengungkapkan sedikit proses dirinya ikut berorganisasi dari level paling bawah hingga bisa menjadi ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang dan lanjut jadi ketua DPD KNPI Kota Semarang, sebuah organisasi tempat berhimpun bagi semua organisasi kepemudaan.

Bahkan, keberhasilan itu berlanjut ke legislatif dan saat dicalonkan maju di lembaga eksekutif kota Semarang sebagai Calon Wakil Wali Kota Semarang.

“Insya Allah tidak rugi kalau ikut organisasi, tapi manfaatnya tidak sekarang. Jangan tanya pragmatisme itu di depan. Jaringan itu penting, sahabat itu penting. Mereka akan menolong saat kita kesusahan,” pesannya.

Cawalkot Semarang nomor 02, Joko Santoso dalam Sapa Milenial dan Gen Z yang digelar oleh Relawan X-tra J055 di kawasan BSB Jalan Ngaliyan -Mijen, Kota Semarang, Sabtu (26/10/2024) Semarang nomor 02, Joko Santoso dalam Sapa Milenial dan Gen Z yang digelar oleh Relawan X-tra J055 di kawasan BSB Jalan Ngaliyan -Mijen, Kota Semarang, Sabtu (26/10/2024). Foto: Rifqi/Lingkar.co
Cawalkot Semarang nomor 02, Joko Santoso dalam Sapa Milenial dan Gen Z yang digelar oleh Relawan X-tra J055 di kawasan BSB Jalan Ngaliyan -Mijen, Kota Semarang, Sabtu (26/10/2024) Semarang nomor 02, Joko Santoso dalam Sapa Milenial dan Gen Z yang digelar oleh Relawan X-tra J055 di kawasan BSB Jalan Ngaliyan -Mijen, Kota Semarang, Sabtu (26/10/2024). Foto: Rifqi/Lingkar.co

Joko Joss, sapaan akrabnya juga mengingatkan jumlah pemilih muda yang lebih banyak dari generasi tua. Oleh sebab itu ia mengajak generasi muda untuk memandang penting pesta demokrasi.

“Ada sekitar 52 persen data pemilih di bawah usia 40 tahun, berarti yang menentukan kota Semarang akan menjadi seperti apa itu pemuda, makanya generasi muda harus memberikan masukan kepada pemimpinnya,” tuturnya.

Sejalan dengan hal itu, dirinya mengungkapkan program Hasta Karya untuk mewujudkan warga Semarang pandai dan sehat.

“Kita ada program yang namanya hasta karya, Semarang Pinter dan Sehat. Ini menjadi pondasi terbentuknya kota Semarang yang lebih maju dan bermartabat yang kalau saya singkat menjadi Semarang Mantab,” ungkapnya.

Joko bilang, jika menang dalam Pilwalkot Semarang akan memperhatikan generasi muda dengan adanya sarana berkumpul dan bersosialisasi untuk berekspresi diri secara positif.’Setiap kecamatan ada sebuah tempat untuk mengeksplorasi diri, baik itu kongkow, olahraga dan sebagainya, sesuai bakat dan minatnya,” kata Joko.

Tidak Asal Deklarasi Dukungan, Pemilih Pemula Berani Beri Masukan Kepada Yoyok-Joss

Lingkar.co – Tidak hanya sekedar asl deklarasi dukungan kepada Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang nomor urut 02, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss). Lebih dari itu para anak muda ibu kota Jawa Tengah juga melakukan dialog interaktif dengan peserta dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa perguruan tinggi di Kota Semarang.

Dialog bertajuk Diskusi Panel Pemimpin Perspektif Anak Muda “Membentuk Pemimpin Masa Depan: Suara Anak Muda Untuk Perubahan” tersebut diinisiasi oleh DPC Penentu Arah Kota Semarang dan Forum OSIS Kota Semarang.

Bertempat di kedai kopi Borjuis, Jalan Kapten Piere Tendean, Sekayu, Rabu (16/10/2024) malam, diskusi panel ini berjalan dengan santai dan interaktif. Para generasi Z menyampaikan keresahan atas persoalannya kepada Yoyok Sukawi-Joko Santoso.

Di antara berbagai persoalan yang ditanyakan oleh para pemilih pemula ini ialah peningkatan kualitas pendidikan dan akses lapangan pekerjan yang lebih luas. Ada pula yang menanyakan tentang ruang kreatif yang bisa mewadahi potensi anak-anak muda supaya bisa terus berkembang.

Nathan, salah satu siswa SMA negeri di Semarang mengeluhkan tentang minimnya ruang kreativ bagi anak-anak muda untuk menyalurkan hobi dan potensinya. Dia juga berharap agar anak-anak muda ke depannya bisa dilibatkan dalam pembangunan Kota Semarang.

Deklarasi dukungan untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) pada Pilwalkot 2024 di Kedai Kopi Borjuis, Jalan Kapten Piere Tendean, Sekayu, Semarang, Rabu (16/10/2024) malam. Foto: istimewa
Deklarasi dukungan untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) pada Pilwalkot 2024 di Kedai Kopi Borjuis, Jalan Kapten Piere Tendean, Sekayu, Semarang, Rabu (16/10/2024) malam. Foto: istimewa

“Kami berharap pemimpin ke depan bisa mendukung kapasitas dan peningkatan skill anak-anak dengan pelatihan maupun kami diberikan akses untuk bisa berkolaborasi terlibat dalam pembangunan Kota Semarang,” kata Gen Z tersebut kepada Yoyok Sukawi.

Mendengar pertanyaan itu, Yoyok Sukawi menyampaikan bahwa pihaknya memiliki sejumlah program yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda. Dia menawarkan program pra kerja berupa pelatihan untuk para lulusan SMA, SMK, dan juga perguruan tinggi.

“Kita punya program Pra Kerja untuk Generasi Z yang baru lulus SMA dan SMK dan juga kuliah. Pemerintah kota nantinya akan punya Balai Latihan Kerja, nah itu para fresh graduate akan dibekali keterampilan selama tiga bulan dan juga akan diberi insentif,” ungkap Yoyok.

Nobar Timnas Indonesia: Anak Muda Semarang Berharap Yoyok-Joss Bisa Perbanyak Lapangan Kerja

Lingkar.co – Suasana meriah menyelimuti acara nonton bareng laga Timnas Indonesia melawan China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde 3 di Borjuis, Kota Semarang, pada Selasa (15/10/2024).

Acara yang digelar oleh Relawan Zilenial Jateng itu dihadiri sejumlah tokoh politik, termasuk Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Calon Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi, dan Calon Wakil Wali Kota Joko Santoso. Meskipun Indonesia mengalami kekalahan, acara ini menjadi wadah curhatan anak muda Semarang tentang masa depan kota mereka.

Arofah Ana (20), mahasiswi UIN Walisongo asal Pedurungan, mengungkapkan harapannya kepada Yoyok Sukawi. Ia berharap jika Yoyok terpilih, kesempatan kerja di Semarang bisa lebih banyak, sehingga dirinya dan teman-teman seumurannya tidak perlu merantau jauh-jauh hingga ke Jakarta.

“Ya kalau Pak Yoyok jadi Wali Kota, saya ingin bisa kerja di kota saya sendiri, tidak harus ke Jakarta. Fasilitas untuk industri kreatif anak muda seperti kami masih kurang,” ujarnya usai pertandingan berakhir.

Selain itu, Arofah juga berharap perbaikan infrastruktur, terutama jalan daerah pinggiran Kota Semarang, bisa menjadi perhatian pemerintah kota ke depan.

Senada dengan itu, Abdulah Fattah (22), seorang santri Kauman asal Genuk, juga mengutarakan dukungannya untuk Yoyok Sukawi.

Meski mengaku tidak terlalu menyukai sepak bola, Fattah datang untuk bertemu langsung dengan calon pemimpin Yoyok-Joss yang banyak didukung oleh para kyai dan ulama.

“Aku sebenarnya enggak suka bola, baru kali ini ikut nonton bareng Timnas. Tapi aku mendukung Pak Yoyok karena banyak kyai dan ulama yang mendukung. Harapannya simpel, perbanyak lapangan kerja untuk generasi Z seperti kami, dan buat Semarang lebih aman,” kata Fattah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Yoyok Sukawi menyatakan bahwa acara seperti ini sangat positif karena diinisiasi oleh anak muda.

“Malam ini cukup meriah, walaupun Timnas kalah, kita tetap harus menghargai perjuangan Skuad Garuda. Acara-acara positif seperti ini menjadi kesempatan untuk bisa mendengar aspirasi anak muda,” ujar Yoyok Sukawi.. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tak Mau Terpancing Aksi Perusakan Baliho, Relawan X-tra J055 Gelar Aksi Simpatik

Lingkar.co , Relawan pendukung pasangan calon (Paslon) Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) yang menamakan diri Relawan X-tra J055 tak mau terpancing adanya aksi perusakan baliho beberapa hari lalu. Mereka justru menggelar aksi simpatik dengan membagikan nasi kotak dan es teh di jalan depan posko pemenangan Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss, Jalan Raya Ngaliyan-Boja, Sabtu (12/10)2024) sore.

Ketua Relawan X-tra J055, Maftukin alias Maskin Sadewo mengatakan, demokrasi di era kaum milenial tidak perlu risau dengan persoalan baliho. Sebab, kata dia, berbagai platform media sosial yang ada sudah cukup maksimal untuk kegiatan kampanye pengganti baliho.

“Kita aksi damai saja untuk kampanye. Kalau soal baliho, kan masih banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan. Temen-temen relawan ini kan milenial, kalau cuma bikin desain untuk medsos itu banyak yang bisa,” ujarnya santai.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada semua pihak untuk tidak terpancing dengan aksi oknum yang merusak citra demokrasi. “Kita tekankan untuk demokrasi yang sejuk, politik yang ceria karena jangan sampai generasi muda terpengaruh oleh citra buruk oknum, bahaya itu,” ujarnya.

Relawan X-tra J055 berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi pasangan calon Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss Foto: istimewa

Sejalan dengan hal itu, Maskin berharap agar generasi muda memandang positif dan bertindak dalam masa kampanye. “Jangan sampai anak muda jadi antipati terhadap demokrasi, bisa membahayakan keberlangsungan demokrasi di Indonesia, khususnya di Semarang ini,” jelasnya.

Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa perkembangan pembangunan dan teknologi yang ada tidak lepas dari demokrasi. “Kebijakan yang ada ini kn dari legislatif dan eksekutif, ini berasal dari proses demokrasi, pemilihan umum, termasuk pemilihan wali kota,” paparnya.

Gus Faishol Ingatkan Generasi Milenial untuk Berantas Hoax

Lingkar.co – Panglima Santri, Dewan pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Blora Moch Ahmad Faishol Nadjib (Gus Faishol), mengingatkan generasi milenial untuk memerangi hoaks, terutama yang berhubungan dengan pemilu, yang disebarkan melalui media sosial maupun media massa.

Hal tersebut di sampaikan, di sela-sela menghadiri acara di wilayah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Minggu (04/06/2023) siang.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kembali agar milenial harus mampu mengendalikan diri, dan tidak mudah menyebarkan informasi maupun berita yang belum tentu benar.

“Para pelajar, generasi milenial agar tidak mudah terpancing isu hoaks. Harus lebih bijak menggunakan media sosial, dan jangan sekali-kali melakukan ujaran kebencian di media sosial khususnya yang berkaitan dengan jelang Pemilu 2024 ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya pun menegaskan bahwa peran generasi muda sangat besar dalam menyukseskan pemilu.

Oleh karena itu, mereka harus melek terhadap pemilu, sehingga mendapat pendidikan politik, sekaligus bersama-sama menjaga kondisi daerah tetap aman dan tenteram.

Ia juga menyerukan seluruh generasi milenial yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih, agar menggunakan hak pilihnya pada pemilu.

“Generasi milenial harus mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan partisipasi pemilu. Nyoblos itu keren, Tunjukkan gregetmu dengan menggunakan hak pilih dengan cerdas,” katanya.

“Mari, kita bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang aman, damai dan sejuk, meskipun berbeda pilihan,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu generasi milenial Blora, Eko Puji Darwanto, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung apa yang di sampaikan Gus Faishol, terakit pemberantasan Hoax.

“Saya berharap kepada milenial, lebih mengolah lagi kaitannya dengan hoax. Setiap mencerna apapun dari media itu wajib ditelisik dulu, terkait dengan kebenaranya, jangan satu sumber saja,” katanya.

“Dan diharapkan dari berbagai sumber untuk mengetahui apakah berita itu benar atau tidak, apalagi kaitannya tentang berita yang kursial,” imbuhnya.

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Kharen Puja Risma

Kaum Milenial Bisa Peroleh KTP-el melalui Aplikasi Tarjilu Okke

PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Di tengah masa pandemic Covid-19, pelayanan pengajuan berkas kependudukan di Kabupaten Pati di mudahkan dengan adanya aplikasi Tarjilu Okke.

Aplikasi ini dapat memudahkan penggunanya untuk mengajukan permohonan berkas kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, maupun Akta Kematian.

Dalam hal ini utamanya kaum milenial yang malas untuk datang langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil) atau bingung bagaimana memperoleh KTP untuk pertama kalinya.

Dengan adanya aplikasi Tarjilu Okke ini, kaum muda atau kaum milenial akan dapat mengajukan permohonan KTP walaupun di masa pandemi seperti sekarang ini.

Baca juga:
Permudah Layanan Kependudukan, Begini Cara Daftar Aplikasi Tarjilu Okke

Pengajun online tersebut cukup mudah, usai mendaftarkan akun, pengguna hanya perlu memilih menu pendaftaran KTP-el.

Usai berhasil mendaftar, pengguna bias memilih kolom Cetak KTP-el, lalu klik submit. Setelah itu pemohon akan di arahkan kepada form selanjutnya.

Rubiyono, selaklu Kepala Disdukcapil Kabupaten Pati menerangkan, selain pengajuan pembuatan KTP, pengguna juga bias mengajukan permohonan kembali KTP-el yang hilang, dan KTP-el yang rusak.

“Selain itu, pengguna juga dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dalam pengajuan permohonan melalui aplikasi,” imbuhnya.

Setelah itu, pengguna harus memilih jenis permohonan dengan cara melakukan pengisian NIK dan mengikuti arahan dalam aplikasi.

Baca juga:
Sebanyak 13.000 KIA Sudah Diterima Warga Kecamatan Juwana

Pastikan Lengkapi Berkas Persyaratan

Dalam permohonan KTP-el melalui aplikasi, pengguna wajib menyiapkan foto surat kehilangan dari kepolisian/KTP-el yang rusak/Surat Keterangan penggganti KTP-el serta foto KK.

“Setelah semua persyaratan terisi dan berkas penunjang di unggah melalui aplikasi. Pengguna bisa menekan tombol submit sebagai persetujuan untuk mengirim permohonan melalui aplikasi Tarjilu Okke,” terang Rubiyono.

Lanjutnya, “Setelah itu, pemohon juga bakal mendapatkan nomor pendaftaran untuk mengambil berkas ke kantor pencatatan sipil,” jelasnya.

Setelah itu, operator Tarjilu Okke akan menghubungi pemohon melalui nomor hp yang pengguna sertakan dalam pengajuan melalui aplikasi.

Baca juga:
Wali Kota Surabaya Siapkan RS Darurat di Tiap Kelurahan

Ketika operator menemui kekurangan berkas atau berkas pengajuan di tolak, pengguna akan mendapatkan SMS pemberitahuan bahwa berkas pengajuan yang bersangkutan di tolak.

Setelah berkas tersetujui, pengguna bisa datang ke Kantor Disdukcapil dengan membawa persyaratan yang terunggah melalui aplikasi serta menunjukkan nomor pendaftaran dari aplikasi Tarjilu Okke.

“Atau untuk saat ini, KTP yang sudah jadi bakal dikirim melalui jasa pengiriman yang akan sampai dalam beberapa hari,” tutupnya.

Penulis: Ibnu Muntaha

Editor: Galuh Sekar Kinanthi