Iklan

Agenda Pemakaman dan Tahlilan Almaghfurlah KH Muhammad Adnan di Ponpes Kebangsaan Tembalang Semarang

Inti berita

Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah tengah berduka atas wafatnya Dr KH Muhammad Adnan, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa…

Almaghfurlah KH Muhammad Adnan

Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah tengah berduka atas wafatnya Dr KH Muhammad Adnan, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Almarhum wafat pada Rabu (7/10/2026) malam setelah menjalani perawatan di ruang ICU RS Samsoe Hidajat, Kota Semarang.

Kabar wafatnya Kiai Adnan diterima sekitar pukul 20.48 WIB. Informasi tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Anashom, dan kemudian dikonfirmasi Ahmad Jauhari, salah seorang yang dekat dengan almarhum.

Setelah menjalani proses pemulasaraan, jenazah Kiai Adnan dibawa ke Kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan Semarang. Pesantren yang berada di Jalan Mulawarman Timur RT 03/RW 02, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, tersebut merupakan lembaga pendidikan Islam yang selama ini diasuh oleh almarhum.

Di tempat tersebut, keluarga, santri, warga Nahdliyin, alumni, dan masyarakat diberikan kesempatan untuk bertakziah sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman.

Jenazah KH Muhammad Adnan dijadwalkan dimakamkan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Prosesi pemakaman akan menjadi rangkaian penghormatan terakhir bagi tokoh NU yang selama bertahun-tahun berkiprah dalam organisasi, pendidikan pesantren, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Usai pemakaman, rangkaian doa untuk almarhum akan dilanjutkan melalui agenda tahlilan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Kebangsaan, Tembalang.

Tahlilan dijadwalkan mulai Kamis malam (8/10/2026) dan akan menjadi bagian dari rangkaian doa bersama bagi almarhum. Kegiatan tersebut terbuka bagi keluarga besar NU, para santri, alumni, sahabat, serta masyarakat yang ingin turut mendoakan almarhum.

Pondok Pesantren Kebangsaan diperkirakan menjadi titik berkumpulnya para pelayat dan warga Nahdliyin dalam beberapa hari ke depan. Selain sebagai rumah duka, pesantren tersebut memiliki ikatan kuat dengan perjalanan hidup Kiai Adnan sebagai pengasuh sekaligus tokoh pendidikan Islam di Kota Semarang.

Sejumlah tokoh telah mendatangi RS Samsoe Hidajat setelah mendapat kabar wafatnya Kiai Adnan. Di antaranya Wakil Wali Kota Semarang H Iswar Aminuddin dan Rais PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail.

Mantan Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH Arja' Imroni dan mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Prof KH Najahan Musyafa' juga turut hadir. Sejumlah tokoh NU, keluarga, sahabat, serta kerabat almarhum lainnya kemudian menyampaikan belasungkawa.

Kiai Muhammad Adnan merupakan salah satu figur yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan NU Jawa Tengah. Almarhum pernah dipercaya memimpin PWNU Jawa Tengah selama dua periode, yakni 2003–2008 dan 2008–2013.

Sebelum berada di jajaran kepemimpinan PWNU Jawa Tengah, kiprah organisasinya juga telah ditempa melalui organisasi kader di lingkungan NU. Almarhum pernah menjadi Wakil Ketua IPNU Jawa Tengah dan kemudian dipercaya sebagai Koordinator Cabang PMII Jawa Tengah.

Jejak pengabdian tersebut kemudian berlanjut dalam berbagai aktivitas keumatan dan pendidikan. Selain menjadi tokoh struktural NU, Kiai Adnan dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Kebangsaan Semarang, tempat ia membina santri sekaligus menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan keagamaan dan sosial.

Wafatnya Kiai Adnan meninggalkan duka bagi keluarga besar NU Jawa Tengah, para santri, alumni, kader organisasi, sahabat, serta masyarakat yang mengenal kiprahnya.

Bagi warga Nahdliyin dan masyarakat yang hendak menyampaikan belasungkawa maupun mengikuti rangkaian doa, Kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan di Jalan Mulawarman Timur, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menjadi lokasi rumah duka sekaligus pusat rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum.

Pemakaman pada Kamis pagi dan tahlilan mulai Kamis malam menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan diri bagi NU, pesantren, kaderisasi, dan kehidupan masyarakat Jawa Tengah.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Dapatkan notifikasi di perangkat Anda setiap ada berita baru di Infografis.

Komentar

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu