SRAGEN, Lingkar.co – Sejumlah guru di SMA Negeri 1 Gondang Sragen positif Covid-19 dan 3 guru yang terpapar tersebut kini telah meninggal dunia.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan SMA Negeri 1 Gondang, bukan termasuk sekolah tunjukan Dinas Pendidikan Provinsi jawa Tengah untuk menggelar PTM.
”Provinsi mengatakan Gondang bukan salah satu sekolah yang melaksanakan simulasi tatap muka,” terangnya.
Pihaknya menyampaikan bisa jadi penularan terjadi bersumber dari luar sekolah. Selain itu meski belum PTM, para guru tetap hadir di sekolah setiap hari.
”Karena sebetulnya di Gondang belum ada PTM. Jadi guru yang masuk setiap hari kemungkinan kontak erat, lalu mereka diketahui positif Covid-19” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Suwardi menyampaikan tidak ada pelaksanaan PTM di wilayah kecamatan Gondang.
Semua jenjang pendidikan sesuai kewenangan dari Pemerintah kabupaten yakni TK hingga SMP. Sedangkan tingkat SMA dan SMK menjadi wewenang dari Provinisi.
Luring Hanya Bagi yang Melaksanakan Ujian Sekolah
”Gondang semua sementara masih dengan sistem daring. Kecuali yang aman bisa luring untuk ujian sekolah,” terangnya.
Dia menjelaskan yang bisa tatap muka yakni kelas VI SD dan Kelas IX SMP. Karena sedang melaksanakan ujian sekolah sejak Senin (19/4) ini.
”Yang luring soalnya bisa di antarkan, atau yang aman betul dan memungkinkan bisa tatap muka,” terangnya.
Sementara Camat Gondang, Catur Sarjanto menyampaikan muspika mengambil langkah-langkah antisipatif.
Dengan cara sterilisasi penyemprotan desinfektan di lingkungan sekolah, tim gabungan juga dikerahkan untuk mengintensifkan patroli.
”Kami adakan patroli intensif dan apabila ada kerumunan, kita langsung bubarkan. Kami juga imbau ke masyarakat jangan ada kegiatan dulu sementara waktu,” ungkap Catur. (fid/luh)