Lepas 1.200 Peserta Magang ke Jepang, Langkah Awal Menuju Indonesia Emas

Ribuan pesera magang dari DPW III Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) Jawa Tengah dan DIY resmi diberangkatkan ke Jepang. (dok Alan Henry)
Ribuan pesera magang dari DPW III Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) Jawa Tengah dan DIY resmi diberangkatkan ke Jepang. (dok Alan Henry)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - DPW III Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) Jawa Tengah dan DIY melepas 1.200 peserta magang ke negara Jepang. Mereka nantinya kontrak kerja selama tiga tahun. Mereka diharapkan siap membangun Indonesia ketika selesai magang.

Ketua Umum DPP AP2LN, Firman Budiyanto mengatakan, nantinya para peserta magang akan ditempatkan di berbagai bidang kerja. Mereka magang dari satu sampai tiga tahun.

"Sektornya ada pertanian, manufaktur, kontruksi, perhotelan, dan lain-lain," ujar Budiyanto saat melepas 1.200 peserta magang, di Hotel MG Setos Semarang, Jumat (9/5/2025).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dia berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat. Ketika ada kendala boleh berkonsultasi dengan pendamping.

Usai masa kontrak habis, nantinya peserta diberi kebebasan apakah akan lanjut kerja di Jepang atau kembali ke Indonesia. Namun, dia lebih mengutamakan peserta kembali ke Indonesia untuk membangun negara tercinta dan mendukung Indonesia Emas. Sebab, program yang telah ada sejak 1993, memang dicanangkan untuk membangun Indonesia dengan etos kerja yang lebih baik.

"Bisa lanjut kerja disana tapi harus lulus sertifikasi disana. Kami lebih menekankan peserta kembali ke Indonesia untuk membangun negara. Termasuk mendukung Indonesia Emas. Yang sudah-sudah, peserta kembali ke Indonesia," tegasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
Menteri Tenaga Kerja RI, Prof Yassierli PhD saat memberikan sambutan pada acara pelepasan 1.200 peserta magang ke Jepang. (dok Alan Henry)

Menteri Tenaga Kerja RI, Prof Yassierli PhD mengatakan magang menjadi sarana belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Menurutnya, dengan tenaga yang terampil, bisa memacu produktifitas seseorang pada masa yang akan datang.

Baca juga: Pemkot Semarang Terus Kawal Pengusulan KH. Sholeh Darat Sebagai Pahlawan Nasional

"Secara real, mereka praktek selama 3 tahun. Mereka kemudian punya keterampilan untuk bekerja disana atau kembali ke Indonesia," ucapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menuturkan para peserta telah mendapat pelatihan sebelum dilepas magang. Diharapkan mereka menjadi duta-duta investasi Jawa Tengah di Jepang.

Para peserta yang dilepas ini merupakan gabungan dari berbagai lembaga pelatihan kerja. Secara simbolis mereka dilepas dengan diberi saku berupa paspor dan tas punggung. ***

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu