Iklan

Uji Kelayakan Mutu 38 Prodi di 8 Fakultas dan Pascasarjana, UIN Walisongo Target Raih Akreditasi Internasional dari Jerman

Inti berita

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menargetkan akreditasi internasional melalui uji kelayakan mutu 38 Program Studi (Prodi) yang tersebar di 8…

Uji Kelayakan Mutu 38 Prodi di 8 Fakultas dan Pascasarjana, UIN Walisongo Target Raih Akreditasi Internasional dari Jerman
Uji Kelayakan Mutu 38 Prodi di 8 Fakultas dan Pascasarjana, UIN Walisongo Target Raih Akreditasi Internasional dari Jerman. Foto: dokumentasi

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menargetkan akreditasi internasional melalui uji kelayakan mutu 38 Program Studi (Prodi) yang tersebar di 8 fakultas serta Pascasarjana, Selasa (14/7/2026).

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Dr. Saminanto, menjelaskan, visitasi lapangan akreditasi internasional dilakukan oleh sebuah lembaga prestisius asal Jerman, The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance atau ACQUIN pada 12-22 Juli 2026.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, UIN Walisongo melakukan pengelompokan dalam dalam tiga kluster penilaian. Pertama, klaster 3 yang berlangsung pada 12-14 Juli dengan fokus kegiatan pembukaan dan evaluasi tahap awal. Selanjutnya, kluster 1 yang berlangsung pada 16-18 Juli, dan kluster 2 dilakukan pada 21-22 Juli 2026.

Saminanto menjelaskan, fokus asesmen pada hari pertama mencakup pembahasan strategi pengembangan universitas, implementasi tridharma perguruan tinggi di tingkat program studi, sistem penjaminan mutu, tata kelola akademik, serta dukungan unit-unit layanan dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan.

"Hari pertama asesmen difokuskan pada pemaparan kebijakan strategis universitas, implementasi tridarma, sistem penjaminan mutu, tata kelola program studi, hingga dukungan unit layanan akademik dan administrasi. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan UIN Walisongo dapat memperoleh hasil terbaik sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kami dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan," jelasnya.

"Pada hari pertama tim asesor ACQUIN melaksanakan tiga sesi utama asesmen yang melibatkan pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, serta tenaga kependidikan dan unit pendukung," katanya.

Selanjutnya, kata dia,, tim asesor melakukan asesmen terhadap enam fakultas yang menaungi 13 program studi, yaitu Program Studi Ilmu Politik dan Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Psikologi dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), serta Program Studi Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Matematika dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Asesmen juga mencakup Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Program Studi Ilmu Falak jenjang Sarjana dan Magister dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), serta Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM). 

"Masing-masing program studi mempresentasikan implementasi tridarma perguruan tinggi, kurikulum berbasis capaian pembelajaran, sistem penjaminan mutu, kerja sama internasional, hingga berbagai inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan," urainya.

Rangkaian asesmen hari pertama kemudian ditutup dengan sesi bersama kepala biro, kepala unit, dan tenaga kependidikan yang membahas dukungan tata kelola administrasi, layanan akademik, perpustakaan, laboratorium, kantor internasional, pusat bahasa, hingga berbagai sistem pendukung lainnya sebagai bagian integral dalam menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan di UIN Walisongo. 

"Sedangkan asesmen klaster 3 yang berlangsung hingga 14 Juli 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya mutu dan meraih pengakuan internasional atas kualitas pendidikan tinggi," tuturnya.

Sementara, Kepala Perpustakaan UIN Walisongo, Bahrul Ulum, mengatakan, perpustakaan telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung asesmen lapangan ACQUIN, termasuk memastikan ketersediaan koleksi yang relevan dengan kebutuhan setiap program studi.

"Kami mempersiapkan seluruh layanan perpustakaan secara maksimal. Pengadaan koleksi juga dilakukan secara terencana, bukan secara sembarangan. Selama ini kami berkoordinasi dengan setiap ketua program studi untuk mengidentifikasi buku-buku yang dibutuhkan sesuai perkembangan kurikulum, kemudian perpustakaan melakukan pengadaan berdasarkan usulan tersebut. Dengan kesiapan yang telah dilakukan, kami optimistis asesmen ACQUIN akan memberikan hasil terbaik bagi UIN Walisongo."

Melalui asesmen lapangan ini, UIN Walisongo optimistis mampu menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Proses akreditasi internasional ini juga menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu