Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi sorotan setelah melaporkan dugaan gratifikasi dari Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, kepada KPK. Saat ini lembaga antirasuah itu masih mendalami laporan tersebut.
" Laporan itu tentu kami terima dan saat ini masih proses analisisnya. Nanti kita akan lihat. Ini kan masih proses analisis, termasuk kawan-kawan di pencegahan juga pasti akan berkoordinasi dengan penindakan," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Rabu (8/7/2026).
Hasil verifikasi dari Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK nantinya akan disampaikan ke publik setelah seluruh proses selesai.
"Apakah yang dilaporkan Pak Menteri ini firm ada kaitannya dengan penindakan yang masih berprogres ya, terkait dengan perkara Kuansing atau seperti apa. Kemudian apakah itu menjadi basis dalam KPK memberikan respons hasil atas laporan penolakan gratifikasi itu atau bagaimana, kami nanti akan sampaikan ya hasilnya," jelasnya.
Laporan itu terkait amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing saat bertemu dengan Raja Juli Antoni.
Riwayat Jabatan dan Politik
Raja Juli Antoni kini menjabat Menteri Kehutanan di Kabinet Merah Putih 2024. Ia juga politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pria kelahiran 13 Juli 1977 itu sebelumnya pernah menjadi Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang pada 2022. Berdasarkan data dari laman resmi Kementerian Kehutanan, Raja pernah berkarier sebagai politikus PDIP hingga 2014.
Riwayat Pendidikan
Latar belakang pendidikan Raja terbilang kuat di bidang keagamaan, perdamaian, hingga ilmu politik.
Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Setelah itu ia melanjutkan S1 Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan lulus pada 2001.
Jenjang S2 ditempuhnya di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, dengan beasiswa Chevening Award dan selesai pada 2004.
Untuk gelar doktor, Raja melanjutkan studi di School of Political Science, Universitas Queensland, Australia, dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS). Ia merampungkan S3 pada 2010.
Ringkasan Pendidikan:
- S1 : IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 2001
- S2 : Universitas Bradford, Inggris, Peace Studies, 2004
- S3 : Universitas Queensland, Australia, Ilmu Politik, 2010