ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Teknologi Digital Berkembang Pesat, Arwani Thomafi Ingatkan Hal ini

Inti berita

Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Arwani Thomafi, memperhatikan perkembangan teknologi digital yang luar biasa. Pengguna internet di Indonesia pun demikian luar biasa.

Webinae legislator
Webinar 'Ngobrol Bareng Legislator' yang terpusat dari Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (25/2/2023).. Foto: tangkap layar. Rifqi/Lingkar co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Arwani Thomafi, memperhatikan perkembangan teknologi digital yang luar biasa. Pengguna internet di Indonesia pun demikian luar biasa.

Bahkan jumlah pengguna internet bisa lebih banyak dari jumlah penduduk karena tidak sedikit orang yang memiliki lebih dari satu smartphone.

Oleh karena itu, ia mengingatkan hal-hal yang mesti dimengerti dalam mengakses media sosial, "Selektif dalam memilih dan membuat konten media sosial," pesannya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Arwani menyampaikan hal itu dalam Webinar 'Ngobrol Bareng Legislator' yang terpusat dari Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (25/2/2023).

Webinar juga menghadirkan Ketua Sekolah Tinggi Islam Kendal, DR. KH. Ahmad Tantowi, MSI, MPd, dan pegiat media sosial asal Kendal, Abdul Syukur

Ada banyak konten keagamaan, katanya, karena itu pengguna internet harus bisa memilah dan memilih konten. Ia tekankan, adanya kejelasan refrensi yang dapat dipertanggungjawabkan, "Mengedepankan rasionalitas. Ilmunya harus dikedepankan," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Selain itu, Sekjend DPP PPP ini juga mengajak masyarakat untuk cerdas memahami aturan perundangan. Sebab, katanya, kesalahan di media sosial juga dapat diproses secara hukum.

Sejalan dengan hal itu, pemerintah juga telah memblokir situs-situs yang intoleran. Juga regulasi kegiatan melalui media sosial.

"Dakwah melalui perangkat media sosial sangat efektif. Bagaimana perangkat itu bisa benar-benar jadi ladang dakwah," pesannya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara, Ahmad Tantowi sebagai narasumber kedua, memaparkan islam yang menjadi rahmat, menyejukkan alam. Sebab, Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Terkait literasi digital, ia mengingatkan tadisi literasi dalam Islam adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

Ia juga menilai, ada dampak positif dari pandemi Covid-19, yakni masyarakat menjadi terbiasa dengan teknologi. Sehingga, pada saat ini semakin banyak konten ngaji secara virtual.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dalam sisi ekonomi, pasar online semakin merajai. Mulai dari produk di e-commerce sampai jasa. Bahkan ada juga yang menawarkan ta'aruf untuk perjodohan.

"Wisata religi saat ini juga banyak ditawarkan secara online," ujarnya.

Ia juga menyoroti pembuat konten keagamaan pada berbagai platform media sosial semakin menjamur. Sehingga, masyarakat bisa mengaji kapan pun dan dimana pun.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Oleh karena itu, ia meminta mengoptimalkan segmen yang ada, baik untuk kepentingan dakwah maupun ekonomi, "Pasar muslim itu harus diberdayakan dengan baik," ingatnya.

Sementara, Abdul Syukur, mengingatkan bahaya teknologi digital ini seperti hoaks yang beredar di media sosial. Kebohongan yang terus berulang akan diyakini sebagai kebenaran.

Ia menilai, akun tersebut sangat aktif menyebarkan konten hoaks, memecah belah bangsa ketimbang akun Islam yang rahmatan lil alamin.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu