Upaya Pemkot Semarang Cegah Rob dan Penurunan Tanah

PERISTIWA: Wilayah Tambak Lorok, Semarang, yang hampir setiap hari terendam rob. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)
PERISTIWA: Wilayah Tambak Lorok, Semarang, yang hampir setiap hari terendam rob. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, terus berupaya melakukan pencegahan banjir rob yang sering terjadi di wilayahnya.

Selain itu, Pemkot juga melakukan upaya agar tidak terjadi penurunan permukaan tanah.

“Kita bersama pemprov dan pemerintah pusat melakukan upaya-upaya pencegahan,” kata Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Rabu (11/8/2021).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dia mengatakan, pihaknya melarang pengambilan air tanah yang telah tertuang dalam peraturan daerah (Perda).

Adapun upaya lain, kata Iswar, seperti SPAM Semarang Barat yang berfungsi untuk memberikan air bersih kawasan Barat Kota Semarang.

Sehingga beberapa daerah yang belum menggunakan air PDAM bisa teraliri. Kawasan perindustrian sudah berkurang pengambilan air tanah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Penurunan muka tanah ini sudah mulai terjadi sejak 20-30 tahun yang lalu. Faktornya tidak hanya pengambilan air tanah saja,” jelasnya.

“Faktor lain perlu penelitian lebih lanjut. Tapi dari penelitian yang sudah ada digunakan juga untuk melakukan langkah antisipasi," jelasnya lagi.

Baca juga:
Ahli Kelautan ITB Protes Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, Ini Penjelasan Ganjar!

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Terkait banjr rob, Iswar, mengatakan saat ini sedang berlangsung pembangunan dua proyek jalan tol sekaligus tol tanggul laut.

Pertama, yakni Tol Semarang-Demak yang sudah memasuki sesi 2. Kedua, Tol pelabuhan atau Semarang Harbour.

Fungsi kedua tol itu nantinya, kata dia, berfungsi sebagai tanggul penahan banjir rob, selain untuk meningkatkan konektivitas.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Tol Semarang Harbour ini sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut," ujar Iswar.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan hal yang sama terkait upaya pencegahan banjir rob dan penurunan tanah.

Ia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan, dari penanaman pohon bakau di pesisir pantai, mengurangi pemakaian air tanah, mengurangi abrasi, hingga pembangunan tol tanggul laut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Saya rasa apa yang sedang dilakukan beberapa pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kota, masyarakat pesisir, hingga pecinta lingkungan adalah upaya untuk membuat kita tidak tenggelam," tuturnya, Selasa (6/7/2021). *

Penulis: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor: M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu