Arsip Tag: Tanam Pohon

Tanam Pohon Libatkan Perempuan, Jaga Kelestarian Lingkungan Hidup Tanggung Jawab Semua

Lingkar.co – Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua pihak tanpa memandang gender.

Hal itu diucapkan oleh Kepala Kelurahan Langenharjo, Jupriyono dalam gerakan menanam pohon pada peringatan Hari Bumi Tahun 2026, Rabu (22/4/2026).

“Menjaga bumi ini tanggung jawab bersama, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai dari sampah,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan peringatan Hari Bumi diikuti 120 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Lurah Jupriyono mengatakan, keberadaan Taman Langen Nirwana direncanakan menjadi tempat wisata air yang ramah lingkungan. Selain itu, juga sebagai wisata edukasi bagi anak-anak dalam menjaga lingkungan.

“Tempat ini menjadi wisata edukasi anak-anak, para pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Sebagai informasi, Hari Bumi biasa diperingati tiap tanggal 22 April dengan kegiatan tanam pohon, bersih pantai dan sebagainya. Penanaman pohon yang melibatkan perempuan karena perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam UMKM maupun membiasakan anak untuk menjaga lingkungan.

Pelibatan kaum perempuan ini sekaligus memperingati Hari Kartini yang diperingati tiap tanggal 21 April.

Kaum perempuan yang ikut di antaranya dari PKK, Bhayangkari Polres Kendal dan Persit Kodim 0715 Kendal. Ada juga dari pelajar, Bank Sampah Induk Kendal dan relawan dari berbagai komunitas pecinta lingkungan.

Tanam pohon dilakukan di bantaran sungai yang dijadikan ruang terbuka hijau Taman Langen Nirwana, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemimpin PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Jateng dan DIY, M. Aries Aviani mengatakan, butuh kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Untuk itu pihaknya bersama Kelurahan Langenharjo bergerak bersama menjaga bumi agar bisa dinikmati generasi penerus.

“Alam ini merupakan titipan yang harus dipelihara dengan baik, agar bisa dinikmati generasi penerus,” ujarnya. 
Ia menyebut bibit tanaman yang diberikan berupa 300 bibit tanaman sayuran dan 100 bibit tanaman buah. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan saat tiba waktu dipanen.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara simbolis melakukan penanaman pohon buah. Kemudian diikuti oleh sejumlah ASN, anak-anak sekolah dan masyarakat setempat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Tanam Alpukat, GP Ansor Jateng dan BUMN Sinergi Gemakan Gerakan Indonesia Asri dari Boyolali

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bersama PLN Jateng–DIY menggandeng Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN melakukan penanaman pohon di Desa Sumur Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, udara Sabtu (7/2/2026) pagi. Desa tersebut merupakan bagian dari kawasan lereng Gunung Merapi.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf menyebut tanam pohon bibit alpukat memiliki banyak manfaat. Selain rimbun dan berakar kuat, juga bermanfaat untuk mendorong ketahanan pangan serta perekonomi warga desa.

Ia bilang, penanaman alpukat ini sebagai bagian dari semangat Gerakan Indonesia Asri, program nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo dengan tagline Aman, Sehat, Resik, dan indah (ASRI)

“Menjaga alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga ibadah sosial dan investasi untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menautkan aksi tanam pohon dengan nilai dasar kader Ansor yaitu hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam sebagai tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah.

Di tengah meningkatnya bencana banjir di berbagai wilayah Indonesia, ia menekankan bahwa kerusakan ekosistem harus dijawab dengan gerakan kolektif.

“Jangan sampai daerah kita dikenal karena sampah dan kumuhnya,” katanya, seraya mengajak Ansor menjadi garda depan perubahan.

Sementara, GM PLN Unit Induk Distribusi Jateng–DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan alpukat dipilih karena bisa disebut sebagai ‘pohon harapan’ karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ini bukan hanya sumber oksigen, tetapi juga sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut, di Boyolali dan Kudus, PLN telah menyalurkan masing-masing 400 bibit alpukat, dan jumlah itu akan terus ditingkatkan.

Lebih dari sekadar menanam, PLN juga membawa pendekatan keberlanjutan: modernisasi pertanian, pompa sawah berbasis listrik, hingga target meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. Shidqon Prabowo, menambahkan, kolaborasi ini sebagai pintu besar menuju pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan secara merata di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Ini sejalan dengan ketahanan pangan nasional. Bukan hanya CSR bibit alpukat, tapi juga peluang CSR lain yang berkelanjutan,” katanya.

Ia pun menyatakan, Ansor hadir sebagai khadimul ummah (pelayan masyarakat) siap bersinergi dengan BUMN dan BUMD.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut Tamansari sebagai tanah anugerah, di mana kopi, alpukat, dan sayuran tumbuh subur. Meski demikian, ia mengakui tantangan kekurangan air bersih dan hama kera ekor panjang yang merusak lahan.

“Kami berharap CSR dari BUMN juga menyentuh kebutuhan dasar seperti air bersih,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah daerah berupaya mengembalikan kejayaan kopi Boyolali yang dahulu melegenda di lereng Merapi. (*)

Tanam 1.000 Pohon, Polres Kendal Dukung Pelestarian Lingkungan

Lingkar.co – Kepolisian Resor (Polres) Kendal melaksanakan aksi peduli lingkungan dengan menanam 1.000 pohon di kawasan Kedung Pengilon, Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan penanaman pohon tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Perhutani, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Aksi penghijauan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar dan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Penanaman pohon diawali secara simbolis oleh Kapolres Kendal bersama para pejabat yang hadir, kemudian dilanjutkan secara gotong royong dengan masyarakat sekitar. Program ini bertujuan memperbaiki ekosistem, menghijaukan kembali lahan yang mulai kritis, serta sebagai upaya pencegahan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, Polres Kendal tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ekosistem di kawasan Kedung Pengilon mulai berkurang dan perlu segera dihijaukan kembali. Ini merupakan langkah konkret untuk menjaga keseimbangan alam,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal telah dipetakan sebagai lahan kritis yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala KPH Perhutani Kendal, Muhadi, mengapresiasi program reboisasi yang dilakukan Polres Kendal. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan sinergi yang baik antarinstansi dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

“Kami dari Perhutani sangat mendukung kegiatan ini. Dengan sinergi seperti ini, lahan-lahan kritis atau gundul dapat ditanami kembali sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Kepala Desa Tunggulsari, Abdul Wahid, juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Kendal atas kepedulian terhadap lingkungan di wilayahnya. Ia menuturkan, pohon-pohon yang ditanam nantinya akan dirawat bersama oleh warga Desa Tunggulsari.

“Perawatan pohon akan kami serahkan kepada warga agar bisa dijaga bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat ke depan,” ujarnya.

Aksi penanaman 1.000 pohon ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta memperkuat upaya mitigasi bencana di Kabupaten Kendal. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sepanjang Tahun 2025, Perhutani KPH Purwodadi Tanam 55.858 Bibit Pohon di Wilayah Hutan Seluas 119,1 hektar

Lingkar.co – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melakukan kegiatan penanaman sebanyak 55.858 bibit pohon di wilayah hutan seluas 119,1 hektar sepanjang tahun 2025.

Program pelestarian ini menjadi langkah nyata Perhutani dalam memastikan keberlanjutan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, sumber ekonomi, dan penopang keseimbangan lingkungan.

Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud tanggung jawab Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang.

“Penanaman sebanyak 55.858 bibit pohon jati dan rimba di areal seluas 119,1 hektar ini merupakan bukti nyata komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam menjaga kelestarian hutan,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan penanaman dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah kerja KPH Purwodadi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran internal Perhutani hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai mitra dalam pengelolaan hutan lestari.

Sejalan dengan hal itu, jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi tapak dan rencana pengelolaan hutan jangka panjang guna menjamin keberhasilan pertumbuhan tanaman.

“Hutan yang lestari menjadi fondasi bagi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong pengelolaan hutan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Untoro.

Pemeliharaan Berkelanjutan

Senada, Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Purwodadi, Triana Wahyu W, menjelaskan bahwa keberhasilan kegiatan penanaman sangat bergantung pada perencanaan yang matang, pemeliharaan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat sekitar hutan.

Penanaman ini dilaksanakan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit berkualitas, hingga pemeliharaan tanaman. Selanjutnya, peran aktif masyarakat desa hutan melalui LMDH menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Keterlibatan LMDH sangat penting karena masyarakat berada di sekitar kawasan hutan dan menjadi garda terdepan dalam menjaga tanaman agar tumbuh optimal,” jelas Triana.

Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Supadi, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung setiap program Perhutani demi kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat desa hutan merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga hutan. Melalui kemitraan dengan Perhutani, kami terlibat langsung dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman. Harapannya, hutan tetap lestari dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta ekonomi masyarakat,” ungkap Supadi.

Melalui kegiatan penanaman ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan bahwa pengelolaan hutan membutuhkan sinergi yang kuat dengan masyarakat. Kolaborasi antara Perhutani dan LMDH menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan hutan lestari, masyarakat sejahtera, dan lingkungan yang berkelanjutan. (*)

Peringati Hari Menanam Pohon, Adiwiyata MTs An-Nawawi Hijaukan Heroes Park Purworejo

Lingkar.co — Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Tim Adiwiyata MTs An-Nawawi 01 Berjan menggelar aksi bakti lingkungan dengan menanam puluhan bibit pohon di Heroes Park, Jalan Suronatan, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, Kamis (27/11/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa kader Adiwiyata dan didampingi 18 guru, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia sekolah. Sebanyak 40 bibit tanaman yang terdiri dari pohon kelapa dan sukun ditanam di area taman yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo.

Ketua Tim Adiwiyata MTs An-Nawawi 01 Berjan, Heni Astuti, menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman tersebut didasarkan pada manfaat ekologis dan ekonomisnya.

“Pohon kelapa dan sukun merupakan tanaman tropis yang sangat bermanfaat, tidak hanya dari sisi hasil buahnya, tetapi juga memiliki sistem perakaran yang kuat untuk mencegah erosi dan longsor. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran, sikap, dan perilaku peduli lingkungan pada peserta didik,” ujarnya 

Lebih lanjut, salah satu staf DLHP Purworejo menyampaikan bahwa Heroes Park masih membutuhkan tambahan vegetasi. Saat ini, area tersebut telah ditanami berbagai jenis pohon seperti mahoni, jati, angsana, ketapang, kenjana, tabebuya, sengon, dan akasia, namun masih terdapat sekitar 4 hektare lahan yang belum tertanami 

Melalui kegiatan ini, MTs An-Nawawi 01 Berjan berharap dapat berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lembaga pendidikan berwawasan lingkungan.

Penulis: Lukman Khakim

Prioritaskan Janda Kurang Mampu, TP PKK Kendal Launching Rabu Pon

Lingkar.co – Janda kurang mampu di Kabupaten Kendal menjadi prioritas program Rabu Pon (Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon) dari TP PKK Kabupaten Kendal. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kendal, Niken Larasati Benny Karnadi usai launching program Rabu Pon di Kelurahan Karangsari, Kendal, Rabu (30/7/2025).

Niken Larasati menerangkan, Rabu Pon ini merupakan program unggulan dari TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Dimana gerakan ibu atau perempuan menaman pohon ini dilaksanakan setiap hari Rabu Pon.

“Jadi ini program baru yang diharapkan bahwa dengan penanaman pohon khususnya ibu-ibu ini sebagai program ketahanan pangan. Dan pastinya pohonnya adalah pohon yang produktif yang bisa menghasilkan sesuatu dan melatih kemandirian dan peningkatan ekonomi,” terangnya.

Ia menambahkan, program ini akan berkelanjutan dan akan dilaksanakan di setiap desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Kendal.

“Kedepannya kita imbau agar dilaksanakan eetiap Rabu Pon dan sasarannya adalah para janda kurang mampu atau single parent. Jadi kita memberikan bantuan beberapa bibit pohon kepada mereka yang mempunyai pekarangan luas. Kalau hari ini tadi kita tanam pohon alpukan beberapa varian, gaharu dan lainnya, karena dianggap tiga tahun kedepan sudah menghasilkan,” ungkap Ketua TP PKK Kendal.

Niken berharap, dengan adanya program ini para ibu-ibu single parent di Kendal dapat memberikan kemanfaatkan bagi mereka.

“Harapannya ibu-ibu yang single parent ini dapat mandiri dan tidak perlu khawatir untuk masa depan keluarganya. Karena harapannya melalui program ini bisa menghasilkan dan memberikan kemanfaatan bagi keluarganya kedepan,” imbuhnya.

Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyambut baik program Rabu Pon yang dinilai dapat menjadi salah satu upaya pelestarian alam maupun ketahanan pangan hingga tingkat desa.

“Ini termasuk untuk ketahanan pangan dan selaras dengan program kerja PKK yaitu pemanfaatan lahan pekarangan. Pohonnya tergantung inovasi dan kreasi masing-masing desa dan kelurahan,,” kata Bupati. (*)

Penulis: Yoedhi W

Gerakan Peduli Lingkungan Hidup Kendal di Harlah ke-91 GP Ansor

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kendal melakukan gerakan peduli terhadap lingkungan pada rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-91. Wujudnya, dengan kegiatan penanaman pohon di dataran tinggi dan pesisir pantai.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal, Ahmad Ali Nuruddin mengatakan, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang ia pimpin tidak hanya mengurusi persoalan keagamaan saja. Bahkan ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai manifestasi ajaran agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Kader Ansor jangan hanya bergerak di bidang keagamaan saja, kesehatan, ekonomi, kebencanaan juga harus kita perhatikan. Sebab kader Ansor merupakan khodimul ummah (pelayan umat) yang wajib melayani, mengayomi dan menjaga agar umat mendapat rasa nyaman dan aman,” terangnya saat kegiatan penanaman ratusan pohon yang dilakukan oleh GP Ansor Kendal bersama masyarakat dan penggiat alam serta Rimba Partikel Indonesia (RPI) di Dusun Gempol, Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (8/6 2025)

Limbangan, kata dia, merupakan salah satu dari dataran tinggi yang menjadi bagian dari peta rawan bencana longsor. Selain itu, juga bisa menjadi daerah rawan kekeringan saat kemarau panjang. Karena itu penanaman pohon eucalyptus rainbow diharapkan bisa menjadi penahan tanah agar tidak mudah longsor dan menjadi upaya melakukan konservasi air

“Penanaman ini merupakan simbol kepedulian Ansor terhadap alam. Gerakan penanaman pohon sangat penting untuk kehidupan manusia di dunia, selain utuk menanggulangi bencana longsor juga untuk menjaga sumber mata air agar tidak mati,” ujarnya.

Ia melanjutkan, GP Ansor Kendal juga akan mengagendakan penanaman mangrove di garis pantai Kendal sebagai ikhtiar menahan abrasi yang tiap tahun semakin nyata. “Semua pengurus wajib melanjutkan kegiatan terhadap alam, lingkungan hidup yang ada di sekitarnya,” pesannya.

Sebagai informasi, kegiatan tanam pohon merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Harlah ke-91 GP Ansor yang dilakukan oleh PC GP Ansor Kabupaten Kendal. Ansor Bershalawat yang digelar di Alun-alun Kendal pada 17 Mei 2025 kemarin merupakan pembuka rangkaian acara ulang tahun.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Kendal, Primardiayanto menambahkan, Banser akan selalu berada di depan dalam mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh GP Ansor, termasuk dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

“Banser siap melindungi tanah dari erosi, dan pencemaran. Banser siap menjaga kesuburan tanah dan fungsi ekosistem, melindungi sumber air dari pencemaran, penggunaan berlebihan dan kerusakan infrastruktur,” tandasnya.

Penulis: Yasin Muntoha

Ditjen Bimas Kristen Kemenag dan Sinode Gereja Anugerah Bethesda Teken MoU Penanaman Ribuan Pohon

Lingkar.co – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Sinode Gereja Anugerah Bethesda menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama penanaman pohon dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.

Penandatanganan dilakukan oleh Ditjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, dan Ketua Umum Sinode Gereja Anugerah Bethesda, Pdt. Jeffry Tatimu, dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV Sinode Gereja Anugerah Bethesda yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/5/2025) sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian Agama.

Dijelaskan, kerja sama ini merupakan implementasi dari program ekoteologi yang digagas oleh Kemenag. Menurut Kemenag, penanaman pohon sebagai bentuk integrasi antara ajaran agama dan kepedulian terhadap lingkungan. Program tersebut mendorong gereja-gereja untuk terlibat aktif dalam isu ekologis melalui aksi nyata, seperti penanaman pohon.

“Saya bersyukur dengan penandatanganan MoU ini sebagai bentuk dukungan kita terhadap program strategis ekoteologi yang dicanangkan Menteri Agama. Program ini berdampak langsung bagi lingkungan, masyarakat, dan umat. Terima kasih banyak kepada gereja yang telah merespons program prioritas ini,” kata Jeane.

Ia menjelaskan, target kerja sama penanaman 10.000 pohon secara bertahap di berbagai wilayah. Prosesnya akan melibatkan jemaat gereja, pengurus-pengurus Gereja Anugerah Bethesda di Indonesia yang merupakan duta-duta terang Tuhan, sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama melalui tindakan konkret dalam menjaga ciptaan, membangun harmonisasi sosial dan kelestarian alam.

Ketua Umum Sinode, Pdt. Jeffry Tatimu, menyatakan bahwa pelestarian lingkungan adalah panggilan iman. “Menanam pohon adalah simbol harapan dan komitmen terhadap kehidupan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, Sinode Gereja Anugerah Bethesda menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program ekoteologi sebagai bagian dari transformasi pelayanan umat yang ramah lingkungan. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Jambore Nasional Relawan LPBINU Zona II, Ace Hasan Syadzily Ingatkan Indonesia Daerah Risiko Tinggi Terjadi Bencana

Lingkar.co – Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. TB Ace Hasan Syadzily mengingatkan bahwa Indonesia berada di wilayah cincin api pasifik atau wilayah dengan gunung berapi aktif yang yang berpotensi tinggi terjadi bencana gunung meletus, gempa bumi dan tsunami.

Ace Hasan Syadzily saat pembukaan Jambore Nasional Relawan Zona II, yang dilangsungkan di Taman Wisata Curug Sewu, Patean, Kendal. Jum’at, 1/11/2024 menyebut NU sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk siap menghadapi hal itu

“Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk siap menghadapi kebencanaan, khususnya karena Indonesia berada di wilayah ring of fire dengan potensi risiko bencana alam yang tinggi. Kesiapsiagaan dan keterampilan warga NU sangat diperlukan,” ujar Ace Hasan, yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Ace Hasan menekankan bahwa LPBINU tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan relawan, tetapi juga mendorong sinergi dan kolaborasi di antara organisasi dan badan otonom (Banom) NU untuk menghadapi tantangan bencana yang kompleks dan semakin meningkat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas para relawan NU di berbagai daerah, agar mereka tidak hanya siap tetapi juga terampil dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Jambore Nasional Relawan LPBI PBNU, Anwar Sani, menyampaikan bahwa Jambore ini dirancang dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis dan simulasi penanggulangan bencana bagi para relawan.

Relawan LPBINU berfoto bersama seusai apel pembukaan Jambore Nasional Zona II di Curug Sewu Kendal. Foto: istimewa
Relawan LPBINU berfoto bersama seusai apel pembukaan Jambore Nasional Zona II di Curug Sewu Kendal. Foto: istimewa

“Jawa Tengah memiliki infrastruktur yang kuat, sehingga menjadi titik fokus utama kita. Melalui jambore ini, relawan kami dilatih dan diberi pemahaman teknis untuk mampu menjalankan mitigasi bencana secara profesional,” ujar Anwar Sani.

Dalam jambore ini, LPBI PBNU juga memberikan edukasi dan diskusi mendalam mengenai pentingnya menjaga ekologi dan lingkungan, serta penguatan komunitas berbasis lingkungan.

“Kami memberikan pemahaman kepada para relawan tentang strategi perlindungan lingkungan, baik melalui diskusi yang memperdalam kesadaran ekologis, maupun melalui pembekalan dari pemateri-pemateri handal. Harapannya, setelah mengikuti jambore ini, para relawan bisa memiliki pengetahuan yang lebih kaya dan referensi yang lebih luas dalam menjaga lingkungan,” jelas Anwar.

Jusuf Kalla: PMI Komitmen Cegah dan Tanggulangi Dampak Perubahan Iklim

Lingkar.co – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM. Jusuf Kalla menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan berbagai pencegahan hingga penanggulangan dampak dari perubahan iklim. Sebab, menurutnya, peristiwa tersebut merupakan masalah global yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Perubahan iklim tidak bisa ditolak tapi harus diadaptasi. PMI terus berinovasi dan membuat berbagai kegiatan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan yakni menjalankan berbagai kegiatan kepalang merahan antara lain penanganan bencana, konflik, penyediaan darah yang aman dan sehat,” ujarnya.

Salah satunya, kata JK, PMI melakukan kampanye ketangguhan iklim untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mempersiapkan diri dan melakukan berbagai pencegah agar dampaknya bisa diminimalkan.

Jusuf Kalla mengatakan itu saat membuka secara resmi Latihan Gabungan dan Temu Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dengan tema Sinergitas dalam Membangun Ketangguhan Iklim di Hutan Kota Wanamukti Kebumen, Jawa Tengah,. (24/9/2024). Adapun kegiatan latgab digelar di Pantai Pandan Kuning dan Pantai Kali Ratu, Kebumen.

Saat ini PMI juga fokus terhadap kegiatan dan aksi untuk adaptasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan, seperti melakukan penghijauan dengan penanaman 4 juta pohon. “Pentingnya upaya pencegahan bencana dibanding harus menghadapi bencana. Salah satu yang bisa dilakukan untuk menghindari bencana adalah dengan menanam pohon,” terang Wakil Presiden ke 10 dan 12 dihadapan 1.271 peserta dari 20 provinsi yang hadir saat pembukaan.

Ia melanjutkan, relawan PMI yang tergabung dalam Sibat memiliki peran strategis karena berada langsung dan aktif di tengah masyarakat desa atau kelurahan. “Relawan Sibat merupakan bagian yang tidak terlepas dari PMI, karena menjadi garda terdepan dalam melakukan berbagai aksi kemanusiaan. Kita harus bisa menanam pohon minimal satu juta pohon dalam satu tahun demi menjaga lingkungan dan kehidupan yang lebih baik, kalau perlu dua juta pohon,” tuturnya.