Arsip Tag: Wakil Presiden

Kunjungan di Boyolali, Wapres Sowan Kiai Pesantren dan Cek Peternak Sapi

Lingkar.co – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Kabupaten Boyolali pada Jumat (27/3/2026) di beberapa lokasi.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyambut kehadiran Wapres Gibran di Pondok Pesantren (Ponpes) An Najah Dawar Kecamatan Mojosongo yang dilanjutkan dengan melaksanakan salat Jumat di Masjid Baitul Muslimin.

Pengasuh Ponpes An Najah KH. Abdul Hamid Zuhri menyebut, tujuan kunjungan Wapres Gibran tersebut adalah untuk bersilaturahmi. Salah satu ulama Kota Susu ini berpesan kepada Wapres Gibran untuk menjaga persatuan dan kekompakan.

Usai salat Jumat, Wapres Gibran mengunjungi salah satu peternak sapi Amir di Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk. Bupati Agus yang mendampingi kunjungan tersebut berharap, dengan kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini, Boyolali akan lebih maju lagi, peternak lebih sejahtera dan akan ada banyak bantuan yang masuk.

“Dengan kehadiran Pak Wapres, benar-benar memberikan semangat kita semuanya untuk bagaimana memajukan dan juga tentunya meningkatkan kesejahteraan para peternak yang ada di Kabupaten Boyolali.” harap Bupati Agus.

Pada kesempatan itu, Wapres Gibran menyampaikan kepada para peternak agar segera menyelesaikan masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) sebelum mewabah lagi. Peternak bisa memberikan vaksinasi PMK pada seluruh hewan ternaknya dan segera melaporkan jika ada sapi yang terkena PMK.

Selain masalah PMK, Wapres Gibran juga menyinggung mengenai pembangunan pabrik pakan ternak. Menurutnya, adanya pabrik pakan ternak sangat penting agar harga pakan tetap stabil dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kalau dua itu terselesaikan, insyaallah ekonomi warga di sini bisa meningkat, saya titip dua hal itu saja.” pesan Wapres Gibran. (Tim Liputan Pemerintah Kabupaten Boyolali. (*)

Natal di Salatiga, Gibran Beri Ucapan Selamat Kepada Wali Kota dan Wagub Jateng

Lingkar.co – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara khusus mengucapkan selamat kepada Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan daN Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen karena berhasil menjaga iklim kondusif di wilayahnya.

“Selamat kepada Pak Wali Kota, (karena) Salatiga ini adalah kota paling toleran di Indonesia. Selamat juga untuk Pak Wakil Gubernur, karena di Jawa Tengah ini ada kota tolerannya, ya ada Salatiga, Magelang, dan Semarang, jadi sangat hebat sekali, warganya toleran semua,” ujar Gibran dalam perayaan Natal bersama yang dihadiri puluhan ribu umat Kristiani di Alun-alun Pancasila, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis pagi (25/12/2025) pagi.

Wapres juga menitipkan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto serta mengajak seluruh warga untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka,
Kehadiran Wapres di tengah masyarakat Salatiga ini menjadi momentum penting bagi kepemimpinan Robby-Nina dalam memperkuat predikat Salatiga sebagai kota paling toleran di Indonesia. Pemerintah Kota Salatiga terus mendorong agar perayaan keagamaan menjadi jembatan persaudaraan.

Hal ini selaras dengan pernyataan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, yang menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan saat ini, Natal bukan sekadar ritual, melainkan implementasi nyata dari Bhinneka Tunggal Ika di mana jemaat berbagai denominasi berkumpul tanpa sekat.

Selain merayakan sukacita, Wakil Wali Kota bersama Ketua BKGS, Purwantin juga menekankan pentingnya empati sosial. Maka, di tengah kegembiraan Natal, Pemerintah Kota Salatiga bersama jemaat memberikan perhatian khusus dan doa bagi pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.

Selain itu, Pemkot Salatiga juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai langkah preventif bencana di masa depan.

Acara ditutup dengan pembagian kado natal oleh Wakil Presiden Gibran secara langsung kepada anak-anak yang hadir, momen ini membawa keceriaan sekaligus meninggalkan kesan hangat dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. (*)

Wapres Tinjau Stasiun Tawang Semarang, Pastikan Pelayanan Nataru dan Revitalisasi Lancar

Lingkar.co — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gis Yasin) mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelayanan di Stasiun Tawang Semarang pada saat libur Natal dan tahun baru (Nataru), Kamis (25/12/2025).

Tinjauan dilakukan setelah sebelumnya menyapa umat kristiani yang merayakan Natal di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga.

“Hari ini mendampingi Wakil Presiden dalam rangka Natal di Salatiga, lalu meninjau di Stasiun Tawang Semarang untuk meninjau kelancaran para pengguna kereta api,” kata Taj Yasin mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Stasiun Tawang Semarang.

Peninjauan tersebut juga untuk melihat progres revitalisasi Stasiun Tawang Semarang. Dalam tinjauannya, Wapres berpesan agar revitalisasi Stasiun Tawang Semarang harus mengedepankan keasliannya sebagai salah satu bangunan cagar budaya.

“Beliau (Wapres) berpesan untuk dikembalikan lagi ke heritage-nya lagi. Juga sekalian memastikan banjir yang biasanya melanda di Stasiun Tawang. Alhamdulillah sudah ditata rapi, pembuangan air juga sudah ada kolam retensi,” ungkap Taj Yasin.

Taj Yasin menyampaikan secara umum perayaan di Jawa Tengah dalam kondisi aman dan lancar. Puncak libur Natal terjadi pada 24 Desember kemarin dan kemungkinan terjadi peningkatan beberapa hari menjelang tahun baru 2026.

“Pantauan Natal, puncaknya kemarin sudah melebih target dan ada kemungkinan tiga hari lagi ada kenaikan lagi. Itu yang perlu kita antisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif, mengatakan, bahwa fokus peninjauan Wapres adalah pelayanan di Stasiun Tawang Semarang, baik fasilitas maupun petugas.

Hal ini terkait dengan mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api pada masa libur Nataru.

“Tadi beliau melihat langsung fasilitas pelayanan kami termasuk proses di stasiun Tawang. Beliau tadi juga menyapa penumpang yang menggunakan kereta api dari stasiun Tawang ini. Intinya beliau mengapresiasi atas layanan kereta api khususnya di Daop IV juga di stasiun Tawang. Semoga bisa diikuti oleh stasiun lain dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas umum,” katanya.

Luqman menjelaskan puncak pengguna kereta api selama libur Natal yang melalui stasiun wilayah Daop IV Semarang terjadi pada 24 Desember 2025. Peningkatan terjadi pasca dimulainya libur sekolah.

Jumlah penumpang pada puncak libur Natal tersebut mencapai lebih dari 30 ribu penumpang dengan tujuan berbagai kota.

“Nataru ini ada dua masa ya, libur Natal dan nanti Tahun Baru. Untuk libur Natal kemarin, lebih dari 30 ribu penumpang menggunakan kereta api. Sementara libur tahun baru kami perkirakan tanggal 28 akan ada peningkatan jumlah volume yang lebih kurang sama. Kota favorit yang menjadi tujuan adalah ke Jakarta dominan, Surabaya dan Yogyakarta,” katanya. (*)

Sayangkan Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa, Gibran Minta Maaf

Lingkar.co – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf atas insiden mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa di SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025).

“Atas nama pemerintah, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan menyayangkan kejadian ini. Kejadian ini tidak boleh terulang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Dalam insiden tragis tersebut ada 20 korban yaitu 19 orang siswa dan 1 guru. Peristiwa terjadi saat para guru menyiapkan barisan siswa untuk kegiatan literasi membaca Di halaman sekolah. Mobil yang bertugas membawa MBG ke sekolah tersebut tiba-tiba melaju tak terkendali menabrak pagar, siswa dan guru yang ada Di halaman.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dandan Hindayana memastikan bahwa pihaknya akan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh kepolisian.

“Kami juga akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses penyelidikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ucap Dandan.

Gibran sendiri telah menjenguk langsung sejumlah korban yng dirawat di Rumah Sakit Koja dan Cilincing, Jakarta Utara.

“Saya mendorong penanganan medis yang maksimal bagi para korban, serta pendampingan dan trauma healling bagi para siswa dan guru SDN Kalibaru 01,”

“Saya juga telah meminta agar segera dilakukan pengusutan tuntas, penegakan hukum, dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” Tegas Gibran. (*)

Penulis : Putri Septina

Gigi Berlubang dan Batuk Pilek Dominasi saat Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau CKG Sekolah di Salatiga

Lingkar.co – Sejumlah penyakit ringan diketahui mendominasi saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Ledok 05, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Pelaksanaan CKG di sekolah tersebut terasa istimewa.

Pasalnya, pelaksanaan CKG di sekolah itu ditinjau langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Jumat pagi, (7/11/2025).

Rombongan Wakil Presiden dan Gubernur tiba di lokasi sekira pukul 08.20 dan langsung mengecek praktik cek kesehatan gratis di ruang kelas.

Adapun pemeriksaan dilakukan oleh petugas dari Puskesmas Cebongan Kota Salatiga. Total ada 129 anak yang diperiksa kesehatannya di SDN Ledok 05 Kecamatan Argomulyo, Kota Semarang.

Petugas Puskesmas Cebongan, Erlinda Nerlini, mengatakan, pemeriksaan dilakukan sesuai dengan protap CKG dari Kementerian Kesehatan. Semua pemeriksaan diberikan sesuai dengan kriteria usianya, dari kelas 1-6. Juga pemberian imunisasi difteri tetanus kepada anak-anak kelas 1,2, dan 5.

Hasil pemeriksaan yang banyak ditemukan adalah kebersihan telinga, karies gigi yang berlubang, kemudian batuk-pilek karena sedang musimnya, serta radang amandel.

Dalam pemeriksaan itu juga di cek tekanan darah, melihat kecenderungan anak-anak sekarang yang banyak makan makanan instan.

“Kalau basic semua dapat pemeriksaan seluruh tubuh. Dada juga kita cek dari denyut jantungnya, kemudian perut apakah ada kelainan fungsi usus. Kita juga periksa tinggi dan berat badan, apakah anak obesitas atau kurus. Gaya hidup anak sekarang dengan makanan instan cenderung mengarah ke hipertensi,” jelasnya.

Erlinda menjelaskan, anak yang terindikasi kurus atau sangat kurus dan obesitas akan dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan edukasi mengenai gizi.

Program CKG tidak hanya menyasar masyarakat di pedesaan tetapi juga anak-anak usia 7 tahun ke atas di sekolah-sekolah. Hal ini untuk mengefektifkan deteksi dini masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak-anak sehingga dapat dilakukan langkah tindak lanjut dengan cepat.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, capaian CKG di Jawa Tengah sebanyak 10.878.489 jiwa. Kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan Program Speling (dokter spesialis keliling). Di mana Speling sampai 5 November 2025 sudah menjangkau 722 desa dengan total sasaran 73.813 jiwa.

Di samping itu, Speling juga sudah dilakukan di instansi pendidikan. Misalnya di Universitas Diponegoro dan beberapa perguruan tinggi lain yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Jateng.

Di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kita sudah dilakukan di hampir seluruh sekolah yang ada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Speling dan CKG di Jawa Tengah sudah 10 juta lebih masyarakat terlayani. Ini bentuk kehadiran negara untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna sampai tingkat desa,” kata Gubernur Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu.

Terdapat 13 unit mobil layanan kesehatan terdiri atas 7 unit di RSUD Prov Jateng, 1 Unit di Dinkes Prov Jateng, 1 Unit milik Pemkab Cilacap, 1 Unit milik Pemkab Rembang, 1 Unit milik Pemkab Blora, 1 Unit milik Pemkab Wonogiri, dan 1 Unit di RS Mutiara Bunda Kab Brebes guna mendukung Speling dan CKG di Jawa Tengah.

Speling yang dilakukan di Jawa Tengah juga terintegrasi dengan program TB Express untuk skrining penyakit tuberkulosis yang menjadi prioritas nasional.

“Untuk TB, kita sudah periksa sekitar 5 juta masyarakat. Speling juga kami turunkan dokter spesialis paru,” ujarnya. (*)

Pelaku UMKM Harapkan Kehadiran Pemerintah Teguhkan Kampung Singkong Jadi Destinasi Wisata

Lingkar.co- Pelaku UMKM olahan singkong di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, berharap kehadiran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Salatiga, dapat meneguhkan Kampung Singkong sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

Sebagaimana disampaikan salah seorang pelaku UMKM olahan singkong, Toni Anandya Wicaksono, disela kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kampung Singkong, Jumat (7/11/2025).

“Harapan ke depan, dengan kehadiran pemerintah pusat, provinsi dan kota bisa menjadikan Kampung Singkong sebagai daya tarik wisata, sehingga mengangkat perekonomian dan pariwisata Kota Salatiga,” ujar Toni yang juga Ketua Paguyuban Kampung Singkong.

Toni menjelaskan, Kampung Singkong tercetus pada 2018. Berawal dari banyaknya UMKM olahan singkong yang ada di Kelurahan Ledok dan terus bertambah seiring masuknya program pemberdayaan UMKM dari pemerintah provinsi dan kota.

Sejarah UMKM olahan singkong di tempat itu berawal dari Gethuk Satu Rasa atau lebih dikenal dengan Gethuk Kethek yang melegenda. Dari situlah bermunculan UMKM olahan singkong lainnya, termasuk Argotelo Kreasi Indonesia, Singkong Keju D-9, Cassava, dan lainnya.

“Awalnya kita ada 16 UMKM olahan singkong. Saat ini kita ada 38 UMKM olahan singkong. Kemudian tercetus bagaimana kita membuat atau men-tagline-kan menjadi Kampung Singkong,” jelasnya.

Dalam sehari, 38 UMKM olahan singkong tersebut dapat mengolah sekitar 8-10 ton singkong dengan varian produk seperti singkong keju, gethuk, keripik, olahan singkong beku (frozen), tepung mocaf, produk wisata, hingga batik bermotif singkong. Total omzet setahun mencapai Rp 25 miliar.

“Distribusinya mulai kebutuhan lokal untuk wisatawan yang datang ke Kampung Singkong, sampai pasar nasional yang lebih banyak di Jabodetabek dan Bali. Kalau untuk Argotelo Kreasi Indonesia sendiri sudah ekspor ke Australia, Hongkong, dan Singapura. Sekali ekspor 1 ton, kebanyakan singkong frozen,” ungkapnya.

Toni menambahkan, bahan baku singkong lebih banyak diambil dari petani singkong di wilayah pegunungan dan lereng pegunungan seperti Salatiga, Wonosobo, Magelang, Batang, dan Temanggung.

Hal itu disebabkan produksi singkong di Salatiga sendiri belum cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi.

“Bahan baku terbaik secara rasa paling bagus dari Salatiga. Tapi karena keterbatasan lahan di Salatiga maka kami mengambil sebagian bahan baku dari Temanggung, Wonosobo, Batang, dan Magelang. Harapannya pemerintah bisa memberikan masukan dan solusi kepada petani atau stakeholder lainnya untuk bisa memberikan bahan baku terbaik,” jelasnya.

Selain sebagai sentra produksi olahan singkong, untuk menjadi destinasi wisata, Kampung Singkong juga menggelar Festival Singkong yang diadakan setahun sekali.

Festival tersebut diharapkan dapat masuk dalam kalender event atau wisata nasional sehingga lebih banyak pengunjung yang datang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk mendukung pelaku UMKM.

Menurutnya, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian di Jawa Tengah. Dari UMKM telah lahir banyak lapangan pekerjaan, sebagai contoh di Kampung Singkong sendiri telah menyerap tenaga kerja sampai 211 orang.

“UMKM ini harus kita dukung penuh untuk berkembang dan bertumbuh. Upaya dari Pemprov di antaranya dengan bantuan permodalan, serta menyiapkan tempat yang dapat dipakai untuk outlet jualan. Pelatihan-pelatihan juga sudah dilakukan agar UMKM kita naik kelas,” katanya. (***)

Tak Hanya Kuat Ideologi, Ini Pesan Adin untuk Kader Ansor Jateng

Lingkar.co — Langit Semarang sore itu tampak teduh, tapi semangat di dalam gedung tempat pelantikan PW GP Ansor Jawa Tengah justru membara, Minggu (2/11/2025).

Ribuan kader berseragam hijau memenuhi ruangan, sebagian berdiri tegak, sebagian lagi menatap khidmat ke arah panggung. Di sana, Addin Jauharuddin, Ketua Umum GP Ansor, berdiri dengan sorot mata tegas dan penuh keyakinan.

Suara Addin menggema, menembus riuhnya barisan kader yang bersiap menyambut kepemimpinan baru.

“Kita perlu melakukan langkah gerak secara bersama-sama untuk memberikan pelayanan kepada para kader sekaligus kepada NU secara organisasional,” ucapnya lantang, seolah menyalakan bara semangat yang telah lama disimpan dalam dada para kader muda NU.

Addin tidak hanya berbicara soal jabatan atau seremonial. Ia bicara tentang perjuangan baru perjuangan yang kini tak lagi di medan tempur, melainkan di ladang pengabdian sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Ansor lahir sebagai pilar republik sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini,” katanya, mengingatkan kembali bahwa organisasi ini dibangun di atas darah dan keringat para pejuang bangsa.

Suasana hening sesaat. Ribuan kepala menunduk. Di beberapa sudut, mata tampak berkaca-kaca. Kalimat itu bukan sekadar sejarah itu adalah panggilan.

Addin lalu berbicara tentang tantangan masa kini: ketimpangan ekonomi dan kesenjangan kesejahteraan di tengah masyarakat. Baginya, kader Ansor tidak boleh hanya kuat dalam ideologi, tapi juga tangguh secara ekonomi.

“Tugas kita juga untuk menghilangkan ketimpangan ekonomi di antara masyarakat dengan menyediakan program berkelanjutan,” tegasnya.

Ia kemudian memperkenalkan Program BISA (Bisnis Ansor), sebuah inisiatif ekonomi kolektif yang akan melahirkan BUMA (Badan Usaha Milik Ansor). BUMA bukan sekadar badan usaha, melainkan simbol kemandirian kader Ansor.

“Kami membuat program BISA yang menjadi katalisator pewujudan program ekonomi yang nanti akan membentuk BUMA, yang memberdayakan potensi ekonomi lokal,” jelas Addin, disambut tepuk tangan panjang dan sorak takbir yang menggema.

Di antara hadirin, tampak Gus Prabowo, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang baru saja dilantik. Wajahnya berseri, namun sorot matanya menyimpan tekad yang dalam. Seusai Addin berbicara, ia menunduk sejenak, lalu menatap ribuan kader di hadapannya.

“Kami akan menjaga amanah ini. Ini bukan tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana Ansor Jawa Tengah bisa benar-benar menjadi garda terdepan dalam pelayanan, dalam pengabdian, dan dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Gus Prabowo dengan suara bergetar.

Momen itu terasa sakral ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menyampaikan pesan kebanggaan dan dukungan. Di hadapan para kader muda Nahdlatul Ulama itu, Gibran memuji semangat gotong royong yang terus dijaga oleh Ansor.

“Saya melihat energi besar di ruangan ini. Kalau semangat seperti ini bisa disalurkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat, saya yakin Jawa Tengah akan semakin kuat,” ujar Gibran yang disambut sorakan riuh.

Pidato demi pidato sore itu bukan hanya deretan kalimat. Ia menjelma menjadi suara kolektif tentang cita-cita, tentang perjuangan yang tidak pernah padam hanya berganti medan. Dari perjuangan fisik melawan penjajah, kini menjadi perjuangan sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Dan ketika gema “Ansor! Istimewa!” kembali mengguncang ruangan, bukan hanya sebagai pekik kebanggaan, tetapi sebagai sumpah pengabdian. Sumpah untuk terus berkhidmah, menebar manfaat, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendahulu.

Dari pelantikan hari itu, semangat baru lahir di tubuh Ansor Jawa Tengah.
Sebuah janji yang tidak diucapkan dengan kata, tetapi diikrarkan dalam hati.
Berjuang tanpa lelah, bergerak tanpa pamrih, demi Indonesia yang sejahtera dan bermartabat. (*)

Resmi Dilantik, GP Ansor Jateng Pamerkan Semangat Baru di Hadapan Gibran

Lingkar.co — Langit Semarang siang itu tampak cerah, namun hawa di dalam gedung pelantikan terasa lebih hangat dari biasanya. Ratusan kader Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah berdiri tegap, berseragam hijau khas kebanggaan mereka.

Tepuk tangan menggema saat nama Muhammad Shidqon Prabowo disebut sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2025–2029.

Pria yang akrab disapa Gus Shidqon itu melangkah ke depan dengan wajah penuh keyakinan. Detik itu, bukan hanya secarik surat keputusan yang diterimanya, melainkan juga amanah besar menakhodai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama terbesar di tanah Jawa.

Yang membuat suasana semakin istimewa, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Sorotan kamera menyorot wajah Gibran yang sesekali tersenyum menyiratkan dukungan negara terhadap semangat kaum muda Ansor.

“Matur nuwun, Mas Wapres, atas kehadirannya. Semoga ini menjadi semangat bagi kader Ansor Jawa Tengah,” ujar Gus Prabowo dengan suara lantang yang disambut riuh tepuk tangan.

Lalu, di tengah sorak semangat, ia memimpin seruan yang mengguncang ruangan:
“Ansor Jawa Tengah!”
Serempak, para kader menjawab dengan penuh kebanggaan, “Istimewa!”

Seruan itu menggema seperti gema tekad: Ansor tidak hanya hadir sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan di tengah tantangan zaman.

Api Semangat dari Pesan Para Ulama

Dari barisan tamu kehormatan, tampak Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Rozin, tersenyum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting regenerasi kepemimpinan muda Nahdlatul Ulama.

“Sejak awal kami mengikuti proses keterpilihan pengurus PW GP Ansor Jateng yang baru. Hari ini kita menyaksikan semangat luar biasa yang akan membawa masa depan pemuda lebih baik,” ujar Gus Rozin.

Ia melanjutkan, GP Ansor selama ini bukan hanya organisasi pemuda, melainkan juga bagian penting dalam denyut pembangunan bangsa.

“GP Ansor senantiasa hadir dalam pembangunan, budaya, keagamaan, dan kenegaraan. Bersama-sama GP Ansor, kita membangun Jawa Tengah dan Indonesia,” tuturnya.

Pesannya ditutup dengan ajakan yang menembus relung hati.

“Kita perlu khidmah yang konkret — dalam pembangunan masyarakat, ekonomi, dan penanggulangan bencana yang kini makin sering terjadi,” ungkapnya.

Khidmah dan Harapan Baru

Bagi banyak kader muda, momen pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Ia adalah simbol perjalanan panjang semangat kebangsaan, dari pesantren hingga ruang publik, dari tradisi ke masa depan digital.

Gus Prabowo, dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun santun, diyakini mampu membawa GP Ansor Jawa Tengah lebih adaptif, kreatif, dan solutif.

Di akhir acara, lantunan doa mengalun lembut. Para kader menunduk khusyuk, sebagian menitikkan air mata. Di dada mereka, ada bara semangat baru: semangat untuk terus berkhidmah kepada umat, bangsa, dan tanah air.

Karena bagi mereka, menjadi Ansor bukan sekadar panggilan organisasi — melainkan pengabdian seumur hidup untuk Indonesia yang lebih baik. (*)

Hadir di Pelantikan PW GP Ansor Jateng, Gibran Beri Pantun

Lingkar.co – Suasana pelantikan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Tengah, Ahad (2/11/2025), mendadak cair dan hangat saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, membuka sambutannya dengan pantun motivasi.

“Pondok pesantren berdaya, Indonesia jaya,”
ucap Gibran lantang, disambut tepuk tangan ribuan kader Ansor dan Banser yang memenuhi arena acara.

Pantun sederhana itu menjadi pembuka pesan penting yang ia sampaikan tentang peran besar santri dan pesantren dalam membangun bangsa.

Dalam nada bersahabat, Gibran mengajak seluruh kader Ansor untuk terus berdaya dan menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Gibran: “Saya Datang Khusus untuk Ansor”

Dalam sambutannya, Gibran mengungkapkan bahwa kehadirannya di Jawa Tengah kali ini adalah khusus untuk menghadiri pelantikan PW GP Ansor Jateng.

Ia menegaskan kedekatannya dengan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu sudah terjalin sejak lama.

“Saya sendiri sudah menjadi kader Ansor sebelum menjadi Wali Kota Solo,” ujarnya.

“Setelah saya menjabat wali kota, Solo menjadi salah satu kota paling toleran di Indonesia, dan itu berkat kontribusi kader-kader Ansor.”

Ucapan itu disambut riuh tepuk tangan dan seruan takbir dari para hadirin.

Soroti Isu Banjir dan Infrastruktur Semarang

Tak hanya bicara soal Ansor dan santri, Gibran juga menyinggung persoalan banjir di Kaligawe, Semarang. Ia mengaku sempat melihat langsung kondisi banjir di kawasan itu sebelum tiba di lokasi acara.

“Saya lihat kondisi Kaligawe masih banjir. Mudah-mudahan segera diselesaikan pembangunan kolam retensi untuk mengurangi banjir di Kota Semarang. Setelah itu, semoga bisa segera dibangun Giant Sea Wall,” kata Gibran.

Pernyataan itu menunjukkan perhatian Wapres terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga Jawa Tengah, terutama wilayah pesisir yang rawan banjir.

Santri Harus Kuasai Teknologi

Dalam bagian lain sambutannya, Gibran menyampaikan kabar gembira: Presiden telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

Langkah ini disebutnya sebagai “kado istimewa untuk Hari Santri” yang menandai perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan.

Namun, Gibran juga menantang santri untuk melangkah lebih jauh.

“Kami ingin mencetak santri-santri yang ahli blockchain, AI, robotik, dan lainnya,” tegasnya.

“Santri sekarang harus siap bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.”

Titip Amanah untuk Ansor

Di akhir pidatonya, Gibran menitipkan pesan penting kepada para kader Ansor agar menjadi garda terdepan dalam memastikan program-program pemerintah berjalan tepat sasaran.

“Saya titip agar Ansor ikut menjaga program MBG, Sekolah Rakyat, dan Bansos supaya benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Bagi Gibran, Ansor bukan hanya organisasi kepemudaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah yang punya kekuatan akar rumput untuk menggerakkan masyarakat menuju kesejahteraan.

“Pemerintah butuh mitra yang kuat dan mengakar di masyarakat, supaya bisa langsung terjun merealisasikan program kesejahteraan,” tambahnya.

Pelantikan PW GP Ansor Jawa Tengah kali ini bukan sekadar seremoni organisasi.

Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan pantun dan pesan-pesan inspiratifnya, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gerakan pemuda dalam membangun negeri.

Dan seperti pantun yang ia ucapkan di awal, semangatnya sederhana namun bermakna, Pondok pesantren berdaya, Indonesia jaya!

Gibran Mampir ke Soto Bangkong, Tak Sengaja Ketemu Yoyok-Joss

Lingkar.co — Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang nomor urut dua Yoyok Sukawi-Joko Santoso alias Joko Joss tak sengaja ketemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Soto Bangkong, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (22/11/2024).

Pertemuan Yoyok-Joss dengan Gibran berlangsung cukup singkat. Mulanya, Yoyok-Joss datang terlebih dahulu di rumah makan yang terletak di Jalan Brigjen Katamso tersebut.

Keduanya sudah lama ingin santap siang bersama di Soto Bangkong, yang terkenal legendaris khas Kota Semarang itu. Terlebih, Soto Bangkong sudah ada sejak enam dekade silam.

Tak beberapa lama, Gibran yang sedang melakukan kunjungan kerja di Kota Semarang ingin merasakan cita rasa khas Soto Bangkong itu. Terjadilah pertemuan tak sengaja tersebut.

Dalam pertemuan itu, Gibran dan Yoyok-Joko Joss terlihat duduk semeja. Gibran tampak berbincang akrab dengan pasangan calon pemimpin Kota Semarang tersebut. Terlihat pula sejumlah sukarelawan Bolone Mase di antara mereka.

Informasinya, perbincangan itu membahas seputar pembangunan daerah, dan tentang masyarakat, termasuk potret Ibu Kota Jateng lima tahun ke depan.

Sementara itu, Yoyok Sukawi mengatakan pertemuan tak sengaja itu ibarat reuni. Pasalnya, dirinya dan Joko Santoso dengan Gibran karena hubungan kedekatan mereka telah terjalin sejak lama.