Arsip Tag: Kader NU

Tanggapi Pilkada 2024, PWNU Jawa Tengah: Warga NU Tak Wajib Pilih Calon Tertentu, Termasuk dari PKB

Lingkar.co – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghafar Razin (Gus Rozin) menyatakan bahwa NU Jateng tidak mewajibkan warga NU (Nahdliyyin) untuk memilih calon tertentu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Kami sendiri (PWNU Jateng,-red) tidak mewajibkan Nahdliyin (warga NU) untuk memilih calon tertentu, soal pilihan adalah hak dari setiap warga yang tidak boleh diintervensi,” tandasnya.

Gus Rozin menyatakan hal itu disela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) I PWNU Jawa Tengah yang digelar di Kampus II Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang pada Sabtu (24/8/2024) pagi.

Hal itu termasuk kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang maju sebagai calon kepala daerah baik calon Bupati atau Wali Kota dan bahkan calon Gubernur, Gus Rozin menegaskan tidak mewajibkan, namun akan memberikan masukan jika dibutuhkan.

“Kami tegaskan setiap warga NU memiliki haknya masing-masing untuk memilih. Nanti pada saatnya jika dibutuhkan arahan, tentu PWNU akan menyampaikannya kepada Nahdliyyin,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, setiap calon kepala daerah baik dari PKB maupun non PKB semuanya baik. Sejalan dengan hal itu, PWNU Jateng juga akan memberikan arahan hanya jika dibutuhkan.

“Kalau calonnya, baik dari PKB atau non PKB semuanya baik. Nanti pada saatnya PWNU akan memberikan arahan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kader NU banyak yang menjadi calon kepala daerah melalui PKB. Hal ini tidak lepas karena partai berlambang bola dunia dilahirkan oleh PBNU semasa dipimpin oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan hingga saat ini masih menjadi ikon PKB.

PKB juga diklaim sebagai representasi politik warga NU sehingga dianggap wajar apabila banyak kader NU yang berkiprah di dalamnya sampai menjadi kepala daerah.

Terkait hal itu, Gus Rozin menyatakan peran kader NU saat menjadi pemimpin harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. “Banyak putra-putri Nahdliyiin yang akan menjadi calon kepala daerah, tentunya memiliki manfaat untuk Jawa Tengah. Dan kami di PWNU jelas memprioritaskan calon yang memiliki manfaat besar bagi Masyarakat,” ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gus Rozin mengatakan dirinya selalu mendorong setiap calon kepala daerah yang bermanfaat bagi Masyarakat.

“Siapa yang berpotensi bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah ya tentunya itu yang kami dorong. Syukur-syukur menyebarkan manfaatnya bagi Nu dan syukur-syukur itu warga Nahdliyin,” ungkapnya.

Namun saat ditanya apakah dirinya mendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) jika jadi maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, ia pun meminta jangan dikejar-kejar pertanyaan semacam itu. “Gus Yusuf bagaimana? ya jangan dikejar-kejar terus,” pintanya.

Namun demikian, Pengasuh Ponpes Maslakhul Huda Kajen, Pati ini menyatakan pembahasan mengenai pencalonan Gus Yusuf perlu dibahas nanti karena belum mendaftar secara resmi ke KPU. “Soal Gus Yusuf kita tunggu kepastiannya, wong daftar (di KPU) aja belum,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Rombongan Delegasi PMII Semarang dan Jateng Menuju Kongres di Palembang, Ini Pesan Mas Wawan

Lingkar.co – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Semarang dan Jawa Tengah menyambut baik gelaran nasional Kongres PMII XXI di Palembang Sumatera Selatan yang akan berlangsung 9-15 Agustus 2024.

Sedikitnya ada 130 kader utusan Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Semarang dan PC PMII Kota/Kabupaten Se-Jateng dibawah koordinasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah berangkat lewat jalur darat menggunakan tiga bus dengan start dari kantor PCNU Kota Semarang Jl Puspogiwang 1/47 Semarang Barat Kota Semarang, Kamis (8/8/2024) pagi.

Bakal Calon Wakil Wali Kota Semarang, Dr Dr Ir H Ady Setiawan SH MH MM MT atau Mas Wawan memberikan doa dan semangat kepada para kader PMII Kota Semarang dan Jawa Tengah untuk mengikuti kongres.

“Saya ucapkan selamat jalan dan selamat berkongres untuk adik-adik pejuang aktivis kebaikan, tentu dengan ikrar nurani nahdliyah saya mengiringi doa perjalanan kalian semua mengikuti kongres PMII di Palembang,” ucap Wawan

Dalam kontestasi politik, pria asli Semarang yang mendaftarkan diri di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju dalam Pilwalkot Semarang ini juga meminta kader-kader PMII Kota Semarang dan Jawa Tengah untuk selalu bersikap sesuai ajaran ulama NU.

Kader PMII, kata Mas Wawan, harus mampu membawa diri dengan mengedepankan sikap taawun, tasamuh dan tawasuth dalam menyuarakan aspirasi kebaikan dari mahasiswa untuk negeri ini.

“Jaga kesehatan dan jaga kesolidan, berangkat solid, pulang solid dalam keselamatan dan kebahagiaan,” pesannya.

Sementara, Ketua PC PMII Kota Semarang, Haris Al Mustaqim menerangkan, agenda kongres PMII XXI di Palembang ini merupakan agenda besar secara nasional. Sebab, menurutnya ada banyak kader PMII dari seluruh Indonesia berkumpul dan bertukar pikiran, adu gagasan serta saling berbagi pengalaman menyukseskan program organisasi.

Pada kongres kali, pihaknya bersama segenap pengurus sepakat mengusung Muhammad Muham Tashir untuk maju menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

PW GP Ansor Jawa Tengah Tegas, Akan Gelar Konferwil dengan Damai

Lingkar.co – Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah menegaskan, regenerasi dalam organisasi harus tetap menjunjung kedamaian dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyikapi perbedaan.

Oleh karena itu, ia menekankan agar Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jateng berlangsung dengan damai. “Kita harus melakukan reformasi organisasi dengan cara-cara yang terbaik,” ujar pria yang sat ini menjadi Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jateng.

Ia menyampaikan hal itu dalam pembukaan Pra Konferensi Wilayah (Konferwil)/Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PW GP Ansor Jawa Tengah pada Kamis (1/8/2024).

Pra Konferwil/Muskerwil ini adalah agenda resmi untuk membahas poin-poin penting sebelum gelaran Konferensi Wilayah (Konferwil) PW GP Ansro Jateng yang akan digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada 31 Agustus 2024 mendatang.

Lebih lanjut Gus Solah menggaris bawahi bahwa semua dinamika harus selesai setelah berbicara tentang poin-poin yang dibawa di konferwil. Ia ingatkan pula bahwa kader-kader Ansor adalah pendekar yang tidak mudah didikte oleh pihak manapun. “Namun semuanya bisa saling terbuka untuk dialog,” ujarnya.

Sementara, Ketua PWNU Jateng, KH Ghofarrozzin atau Gus Rozin memberikan nasehat bahwa hubungan Ansor dan NU itu unik karena kadang harmonis kadang dinamis dan kadang harmonis sekaligis dinamis secara berbarengan.

“Karena dinamika yang begitu luas, maka saya akan berbicara mengenai NU secara keseluruhan,” ucapnya membuka pembicaraan.

Dinamika yang dimaksud Gus Rozin karena pada kepengurusan PWNU Jawa Tengah 2024-2029, banyak lembaga yang diisi oleh kader-kader GP Ansor.

“Harapannya adalah agar kaderisasi NU dari level yang paling bawah mulai dari IPNU terus berjalan dan berkesinambungan,” ujar Ketua PWNU Jateng yang akan dilantik pada Sabtu (3/8/2024) mendatang.

Terakhir, H Rifky Al Mubarak selaku Sekjend PP GP Ansor menggaris bawahi bahwa dinamika yang terjadi di tubuh PW GP Ansor Jateng saat sebisa mungkin biaa diredam saat gelaran Konferwil akan digelar pada 31 Agustus 2024 mendatang. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Ketua PCNU Palangka Raya Instruksikan Banom dan Lajnah Ikut Kaderisasi Dasar

Lingkar.co – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya, H. Muhammad Syahrun menginstruksikan semua pengurus untuk mengikuti kaderisasi tingkat dasar di NU, yakni Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU).

Dirinya bahkan mengeluarkan surat instruksi kepada pengurus Badan Otonom, lajnah, dan Majelis Musyawarah Cabang (MWC) Kecamatan di jajaran NU Kota Palangka Raya untuk menyukseskan kaderisasi dari tingkat dasar.

“Ini juga berlaku bagi pengurus cabang NU Kota Palangka Raya yang belum pernah mengikuti PD-PKPNU,” kata Syahrun dalam siaran persnya, Sabtu (22/6/2024).

“Pada dasarnya, kami meminta agar seluruh jajaran pengurus bisa ikut berpartisipasi mengikuti pengkaderan,” sambungnya.

Sebagai informasi, PCNU Kota Palangka Raya akan menggelar PD-PKPNU pada 28-30 Juni 2024 mendatang. Kegiatan dipusatkan di Ponpes Darul Amin Jalan Yakut I Palangka Raya.

PD-PKPNU merupakan sistem dan mekanisme kaderisasi untuk membentuk kader penggerak NU di lingkungan organisasi. Tujuannya untuk melahirkan kader NU yang tangguh, berkualitas, dan mampu memahami tata kelola organisasi secara baik.

“Melalui PD-PKPNU, nantinya pengurus di PCNU, banom, MWC, maupun lajnah diharapkan sama-sama memiliki memiliki pemahaman mendalam tentang NU dan tujuan yang lebih terarah dalam jam’iyyah,” tambah HM Syahrun.

Panitia PD-PKPNU Kota Palangka Raya juga membuka kesempatan kepada pengurus PCNU, banom, dan lajnah se-Kalimantan Tengah agar bisa mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa pengurus dari kabupaten bahkan telah menyatakan siap mengirimkan kader dengan mengisi link yang tersedia sebagai bentuk kesungguhan.

Untuk kegiatan PD-PKPNU, panitia juga telah berkoordinasi dengan PBNU terkait penyiapan instruktur yang akan dikirim. Sejumlah materi yang disampaikan antara lain terkait wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) berupa keorganisasian, wawasan global, spiritual serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme dan fundamentalisme.

“Itulah kenapa PD-PKPNU ini sangat penting agar diikuti oleh PCNU, banom, MWC, dan lajnah. Dalam ber-NU kita tidak hanya berjam’iyyah, tapi juga harus memahami secara mendalam tentang NU itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Prof Abu Hapsin Sebut Mas Wawan NU Tulen; Saya Salut Semangat Belajarnya

Lingkar.co – Guru besar Universitas Islam Negeri UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Abu Hapsin Umar, MA PHD menyebut bahwa Dr. Dr. Ady Setiawan, SH, MM, MH (Mas Wawan) kader Nahdlatul Ulama (NU) tulen. Ia katakan, semasa menjabat sebagai ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dirinya menunjuk Mas Wawan sebagai ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.

“Saya ingin menjamin pak Ady ini kader NU. Pernah menjabat ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Jawa Tengah 2013-2018,” kata Abu Hafsin saat menjadi narasumber Warak Semarang (Rembuk Mas Wawan) Edisi Bidang Pendidikan ‘Tantangan dan Peluang Pendidikan di Tengah Dominasi Teknologi’ bersama Dr. Dr. Ady Setiawan, SH, MM, MH.

Kegiatan tersebut digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Wahid Hasyim di Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (9/6/2024).

Ia pun mengungkapkan kenangan masa itu yang mana ia kagum dengan semangat Mas Wawan dalam mencari ilmu. Meski Mas Wawan menjadi pengurus struktural NU Jateng, dan duduk sebagai direktur BUMD namun selalu menggunakan waktu untuk melanjutkan belajar hingga gelar yang dimiliki demikian banyak.

“Saya salut semangat belajarnya, dia masih menyempatkan diri untuk kuliah di dua perguruan tinggi untuk dua gelar doktornya,” ungkapnya.

Ia juga sependapat dalam pendidikan yang berkarakter Pancasila. Menurutnya, tarbiyah bukan sebatas taklim. Belajar dalam agama Islam menggunakan istilah tarbiyah karena tidak sebatas transfer of knowledge sebagaimana definisi belajar dengan istilah taklim. Sehingga, pendidikan dengan karakter Pancasila harusnya selaras dengan praktik tarbiyah. “Makanya dalam tasawuf biasa menggunakan istilah murabbi,” paparnya.

Sebelumnya, desen kebijakan publik MTKP Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Ady Setiawan menerangkan mmeberi motivasi mahasiswa untuk giat belajar. Menurutnya meski ada banyak bea siswa bagi pelajar sampai mahasiswa, namun biaya UKT di perguruan tinggi masih dirasa masih tinggi. Oleh karena itu harus dicari solusi lain untuk menekan biaya uang kuliah tunggal (UKT) agar lebih murah. Salah satunya dengan pentahelix atau Chairman Social Responsibility (CSR).

“Tidak boleh UKT itu terlalu mahal. Kalau ada yang tidak mampu, maka pemerintah harus hadir untuk memberikan kesempatan bagi warga yang ingin melanjutkan belajar,” ujarnya.

Selain itu, Mas Wawan selaku Bakal Calon Wakil Wali Kota Semarang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mendukung pendidikan pesantren. Menurutnya, Pemkot Semarang bisa memunculkan Perda terkait muatan lokal yang khas Semarang, pendidikan akhlak sebagai implementasi pendidikan yang berkarakter Pancasila.

“Tidak boleh didominasi sekolah formal. Perilaku anak terhadap guru, orangtua dan lingkungan, ini diatur oleh pendidikan akhlak. Insyaallah, kalau kita diberi kesempatan ini kita atur,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

PPP dan PKB Siap Dukung Kader NU Maju Pilkada Pati

Lingkar.co – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati siap mengusung kader Nahdlatul Ulama (NU) maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati tahun 2024.

Wakil Ketua DPC PPP Pati Suwito mengatakan partainya akan mengusung calon dalam Pilkada 2024 dengan syarat merupakan warga nahdliyin.

“Terkait figur yang diangkat, ini prosesnya masih lama. Nanti di PPP kita rapatkan. Yang penting NU-nya jelas,” katanya usai menerima kunjungan DPC Partai Gerindra Pati di Kantor DPC PPP Pati, Sabtu (11/5/2024).

Pihaknya pun terbuka bagi siapa pun yang mau mendaftar ke PPP Pati dan menerima partai mana pun untuk berkolisi. Namun, syaratnya NU-nya harus jelas.

“Kita sebenarnya juga punya calon-calon hebat. Ada Pak Ubaidillah, Pak Yasin, Pak Muslihan. Kalau saya nggak lah,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PKB Kabupaten Pati Bambang Susilo menyampaikan bahwa partai dengan PPP merasa punya misi dan punya basis yang sama, yakni dari kalangan Nahdliyin.

“Jadi PPP itu kan satu ideologi. Jadi masanya juga sama, latar belakangnya juga berbasis Islam yang di Pati itu kan sama juga warga Nahdliyin. Sehingga kita punya kepentingan yang sama dalam hal ini,” katanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, katanya, baik PKB maupun PPP, siap mendukung kandidat dari kalangan Nahdliyin yang bakal maju dalam Pilkada Pati 2024.

Pihaknya pun membuka peluang bagi siapa pun yang berlatang NU untuk maju dalam pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati.

“Semua masih berpeluang, jadi siapapun berpeluang asal memang syarat utama kita adalah orang NU. Jadi, siapa pun yang punya basis NU, dan berasal dari NU ya kita dukung,” kata Bambang.

Kendati demikian, pihaknya saat ini secara resmi belum menjalin koalisi dengan PPP. Pertemuan yang mereka lakukan belum lama ini hanya menjadi langkah awal untuk menjalin komunikasi menuju Pilkada 2024.

“Belum mengerucut pada koalisi. Nanti kita kontak intens dengan beberapa partai yang lain, karena silaturahmi ini penting menjelang Pilkada,” katanya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Pertandingan Persahabatan, Pererat Silaturahmi Antar Kader Ansor Kendal

Lingkar.co – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Patebon menggelar pertandingan persahabatan Trofeo tiga klub bola di bawah naungan Lembaga Olahraga Ansor.

Pertandingan sepakbola tersebut merupakan salah satu cara mempererat silaturahmi antar kader Badan Otonom (Banom) Kepemudaan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Trofeo merupakan istilah pertandingan persahabatan dari 3 klub PAC, yakni Kluban FC dari Kecamatan Cepiring, Ansor FC Ngampel dan Kendil Wesi FC dari PAC GP Ansor Patebon.

Ketua Panitia Pertandingan Persahabatan, Faizin menuturkan, pertandingan ini merupakan latihan bersama kader GP Ansor dan Banser yang aktif dalam bidang olahraga sepakbola.

“Selain berbicara soal ideologi, kader GP Ansor juga melakukan pengembangan keahlian di bidang olahraga,” katanya disela kegiatan di Lapangan Desa Wonosari Dukuh Tegalsari, Patebon, Kendal, Minggu (22/10/2023).

“Selain itu, sebagai langkah membina anggota dan menyalurkan hobi sehingga langkah inovasi dan silaturrahmi kader bisa senantiasa terjalin,” ujarnya.

Klub Ansor FC dari PAC GP Ansor Kecamatan Ngampel tampil sebagai juara setelah mengalahkan Kendil Wesi FC Patebon dengan skor 3:2, meskipun Kendil Wesi mampu menaklukkan Kluban FC Cepiring dengan skor 3:0 akan tetapi nilai akhir tetap dipegang Ansor FC Ngampel.

Sementara, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal, Misbahul Munir, dalam kesempatan itu berharap, perkembangan kaderisasi Ansor bisa merata di semua dusun melalui penyaluran hobi berolahraga.

“Kami harap, GP Ansor sebagai organisasi berbasis kepemudaan tidak hanya konsentrasi dalam bidang keagamaan saja, agar semua pemuda bisa menerima dan bergabung dengan tangan terbuka,” ujarnya.

“Semoga melalui pengembangan organisasi di bidang olahraga ini, kader-kader GP Ansor bisa benar-benar berkhidmat untuk bangsa,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu juga merupakan implementasi Tema Peringatan Hari Santri Nasional 2023, Jihad Santri Jayakan Negeri

Senada, Ketua PAC Ansor Patebon, Adib menuturkan, semua peserta berlaga dengan penuh semangat. Ia berharap kader Ansor juga serius dalam dunia sepakbola sehingga pada masa mendatang bisa merambah ke arah sepakbola profesional.

“Kami juga berharap sepakbola ini juga bisa menjadi ajang pengenalan dan perekrutan teman-teman yang kebetulan belum menjadi anggota Ansor,” harapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tepis Isu PWNU Jateng Beri Dukungan Anies Baswedan Dalam Pilpres 2024, Muzammil Tegaskan Komitmen Organisasi

Lingkar.coMuhammad Muzammil menepis isu yang mengabarkan bahwa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) memberikan rekomendasi dukungan terhadap Anies Baswedan.

“NU Jawa Tengah tidak pernah bahas rekomendasi bakal calon dalam pemilu mendatang,” kata Ketua PWNU Jateng, H. Muhammad Muzammil kepada Lingkar.co di Semarang, Rabu (1/3/2023).

ia dengan tegas membantah beredarnya kabar Anies mendapat dukungan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Acara itu, dihadiri puluhan kiai pesantren dari Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut bertema Halaqah Kebangsaan: Ulama Mendoakan Anies Baswedan.

Acara itu dipandu oleh kakak kandung KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, yakni KH Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin.

Pimpinan Ponpes Ribath Nurul Anwar Kiai Ahmad Wafi Maimoen atau Gus Wafi Maimoen, Gus Muh Ikram dari Banyuwangi, dan Kiai Abdurohim dari Mojokerto, Jawa Timur.

Salah satu hasilnya, mendoakan dan berusaha semaksimal mungkin agar Anies Baswedan menang dan dilantik menjadi Presiden periode 2024 – 2029.

Bahkan, calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Anies Baswedan pada Pilpres 2024 harus kader terbaik NU. Namun, pada poster yang beredar tidak seluruhnya kader NU. termasuk juga Anies Baswedan yang dicapreskan, bukan kader NU.

Selain itu, mereka sepakat bahwa Pemilu 2024 tidak boleh ditunda dengan alasan apa pun. Sebab, menurut mereka, menunda pemilu berarti melanggar konstitusi yang tercantum dalam UUD 1945 yang berasaskan Pancasila.

Terkait kabar tesebut, Muzammil menegaskan, sejauh ini NU Jawa Tengah tidak pernah membahas isu politik atau bahkan memberikan dukungan tertentu.

Apalagi menggelar perkumpulan ulama atas nama NU Jateng untuk memberikan dukungan politik terhadap Anies Baswedan maju dalam Pilpres 2024.

Demikian pula kegiatan NU Jateng di Kebumen pada tanggal 27-28 Februari 2024 lalu tidak membahas politik. Fokus NU mengurus masyarakat, bukan politik.

“Termasuk kemarin di Kebumen tanggal 27-28 Februari juga tidak ada usulan bahas masalah politik praktis,” tandasnya.

Lebih jauh ia menegaskan, NU Jateng tetap sejalan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yakni komitmen NU sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan.

“Insya Allah kita ikuti PBNU yang juga akan tetap komitmen pada NU sebagai perkumpulan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan,” sambungnya.

Sejalan dengan hal itu, ia mengimbau warga NU untuk mengikuti sembilan pedoman berpolitik bagi warga NU sebagaimana hasil Muktamar ke-28 di Yogyakarta.

“Hasilnya tidak pernah dicabut oleh Muktamar sesudahnya. Jadi keputusan tentang sembilan pedoman berpolitik bagi warga NU tersebut masih berlaku,” tegasnya.

Terkait peran dalam politik, ia menuturkan, warga NU sebaiknya menggunakan hak pilih dengan baik.

Yakni dalam berpolitik harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, mempererat integrasi nasional dan menjunjung tinggi akhlak yang mulia.

Sebab, menurutnya, hal tersebut sebagaimana dicontohkan ulama terdahulu yang sholih (ulama al-salafu al-sholih)

Dengan demikian, lanjutnya, kabar adanya rekomendasi dukungan ulama NU Jateng dalam pencapresan Anies Baswedan tidak berdasar.

“NU Jateng tidak ada amanat untuk bahas capres dan cawapres. Jadi kita jalankan amanat keputusan Muktamar, keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU,” paparnya.

Sebab, lanjutnya, konsentrasi NU berkhidmah kepada masyarakat, bangsa dan negara dalam bidang diniyah (agama), pendidikan, dakwah, budaya dan sosial kemasyarakatan lainnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat