Arsip Tag: MoU

Menko Pangan Janji Bantu Pembangunan Pelabuhan dan Perkuat Ekonomi Pancasila di Batang

Lingkar.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka berjanji akan membantu pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di wilayah Kabupaten Batang demi mengejar target swasembada protein nasional.

Bukan tanpa sebab, ia menegaskan hal itu karena pemerintah pusat sedang fokus pada ‘Gerakan Ekonomi Rakyat’ atau yang disebut Presiden sebagai Ekonomi Pancasila.

“Tadi yang pelabuhan Pak, nanti kasih (proposalnya) ke saya ya, saya janji saya bantu Kabupaten Batang,” jawab Zulkifli dengan mantap di hadapan tokoh yang hadir dalam acara Penandatanganan MoU pembentukan ekosistem UMKM di Pendapa Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Zulkifli juga menyebutkan, bahwa setelah sukses dengan swasembada karbohidrat (beras dan jagung), tantangan berikutnya adalah memenuhi kebutuhan protein ikan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Tahun ini kita masih kurang namanya protein ikan. Di Jawa Tengah kita akan bangun Kampung Nelayan. Akan dibangun sebanyak 2.000 tahun ini, serta 20.000 hektar tambak ikan agar kebutuhan protein tercukupi,” terangnya.

Selain pelabuhan, Zulkifli juga menyoroti peran penting Koperasi Desa (Kopdes) yang didesain memiliki fasilitas luas mencapai 1.000 meter persegi untuk menampung hasil UMKM lokal. Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan ekonomi ini tidak lepas dari peran organisasi kemasyarakatan.

“Tanpa dukungan Ansor tidak mungkin sukses, saudara-saudara sekalian. Dan kalau NU tidak maju, Indonesia tidak maju. Yuk, kita sambut Gerakan Ekonomi Rakyat ini dengan gegap gempita,” tegasnya.

Pernyataan Zulkifli Hasan itu muncul sebagai respons terhadap Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan yang berterus terang menitipkan harapan agar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Namun sebelum itu Faiz melaporkan bahwa Kabupaten Batang telah berhasil melampaui ekspektasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Alhamdulillah Batang pada tahun 2025 pertumbuhan ekonominya mencapai 8,05%. Insyaallah mungkin bisa dilaporkan kepada Bapak Presiden, jika beliau memberikan target pertumbuhan 8%, di Batang kita sudah achieve,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kunci kesuksesan ini adalah strategi link and match antara sektor pertanian, peternakan, dan ritel modern. Salah satu langkah konkretnya adalah kolaborasi peternakan ayam dan perkebunan kelengkeng yang hasilnya langsung diserap oleh jaringan Indomaret.

Pada saat melaporkan capaian tersebut, Faiz menyelipkan satu permohonan khusus kepada Menko Pangan.

“Nah, ini titip satu Pak Menko untuk mohon dibantu sekali disupport Pelabuhan Perikanan Nusantara,” harapnya. (*)

Komitmen Wujudkan Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemkab dan Baznas Kendal Gandeng UIN Walisongo

KENDAL, Satu Sarjana,

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari terus berupaya menegaskan komitmen dirinya untuk mewujudkan program Satu Desa Satu Sarjana dengan berkolaborasi dengan Baznas dan sejumlah universitas. Salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Program Satu Desa Satu Sarjana merupakan salah satu upaya dari Bupati Kendal, dalam mewujudkan Kendal Cerdas sebagai salah satu visi misi Pemerintahan Kabupaten Kendal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berpendidikan dan berdaya saing.

“Untuk medukung program Kendal Cerdas yaitu untuk meningkatkan SDM melalui program Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita berkolaborasi dengan Baznas memberikan beasiswa kepada 10 orang untuk belajar di UIN Walisongo Semarang,” kata Bupati Kendal usai menyaksikan penandatangan kerjasama antara Baznas Kendal dan UIN Walisongo Semarang di ruang Ngesti Widhi Pemkab Kendal, Rabu (17/12/2025) sore.

Disampaikan Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, selain dengan Baznas dan UIN Walisongo pihaknya juga menggandeng Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) yang berada di Kawasan Industri Kendal.

“Karena untuk mewujudkan program ini kita tidak bisa hanya dibiayai oleh APBD saja, tetapi kita harus melakukan inovasi-inovasi,” ungkapnya

Ia berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak ini program Satu Desa Satu Sarjana dapat mewujudkan masyarakat Kendal yang cerdas dan berdaya saing.

“Termasuk juga ada kelas khusus yaitu dua kelas yang kita wujudkan di Politeknik Polifurneka. Jadi tahun ini berarti 50 anak di Polifurneka dan 10 anak di UIN Walisongo. Harapan kita bisa Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita prioritaskan bagi anak yang kurang mampu,” jelas Bupati Tika.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda menyampaikan program beasiswa dari Baznas ini diprioritaskan bagi para mustahik yang berprestasi. Pihaknya juga menerapkan syarat agar mahasiswa mendapatkan IPK minimal 3,5.

“Kita akan terus melakukan kontrol terhadap prestasi mahasiswa tersebut untuk memastikan sudah tepat atau belum beasiswa itu diberikan kepada mereka. Harapannya mereka serius belajar, lulus tepat waktu dan berprestasi,” harapnya,” ungkap Syamsul Huda.

Sementara salah seorang mahasiswa UIN Walisongo yang mendapatkan program beasiswa, Rafi Maulana warga Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo mengaku bersyukur bisa mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana dari Baznas Kendal.

“Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan kuliah di UIN Walisongo melalui program beasiswa Baznas. Kalau dengan biaya sendiri rasanya tidak mungkin karena keterbatasan ekonomi. Saya akan manfaatkan sebaik mungkin, fokus kuliah, dan disiplin,” ujar Rafi. (*)

Penulis: Yoedhi W

Komitmen Perdalam Kemitraan, Presiden Prabowo Kunjungan ke Pakistan

Lingkar.co – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Pakistan menegaskan kembali komitmen memperdalam kemitraan strategis kedua negara melalui kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Islamabad pada 8–9 Desember 2025.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Islamabad pada 8 Desember 2025 dan disambut secara resmi oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menandai dimulainya rangkaian kegiatan kenegaraan.

Presiden Prabowo dan PM Shehbaz Sharif mengadakan pertemuan untuk membahas arah dan penguatan kerja sama bilateral.

“Hari ini kita telah mengadakan pertemuan yang sangat produktif. Kita telah mencapai banyak kesepakatan di berbagai bidang dan kita telah membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Presiden Prabowo dalam siaran persnya, Kamis (11/12/2025).

Momentum pertemuan ini juga ditandai dengan pertukaran nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Implementasi kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkokoh kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.

Presiden Prabowo mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden Pakistan di Aiwan-e‑Sadr, sekaligus menerima penghargaan tertinggi “Nishan‑e‑Pakistan” sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral.

Penandatanganan nota kerja sama dan penganugerahan penghargaan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam hubungan strategis jangka panjang, memperkuat solidaritas, dan memperluas kerja sama nyata di sektor-sektor prioritas, sebagai respons bersama terhadap tantangan regional dan global. (*)

Kolaborasi Ahmad Luthfi dan Khofifah Jadikan Jateng-Jatim Pusat Ekonomi Nusantara

Lingkar.co – Gubernur Ahmad Luthfi dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kembali kerja sama dan kolaborasi antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerja sama tersebut khususnya sinergi menjadikan dua provinsi tersebut sebagai pusat ekonomi nusantara.

Hal itu diwujudkan dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman dalam rangka peningkatan perekonomian kedua daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/10/2025). Selain itu menambah beberapa kerja sama yang sebelumnya sudah disepakati antara kedua provinsi.

“Malam ini saya dengan beberapa asisten dan OPD serta bupati melakukan kerja sama untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan dalam menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Ahmad Luthfi usai acara.

Kerja sama yang dimaksud yakni antara OPD Jateng dan Jatim, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Jateng-Jatim terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng-Jatim terkait pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM.

Ada pula Dinas Perindag Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan bidang industri dan perdagangan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan SDM industri produk tekstil dan alas kaki.

Kemudian Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tentang pengelolaan perlindungan tanaman, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, juga ada kerja sama PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama; PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama (Perseroda), PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan dengan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim, Kadin Jateng-Jatim; dan Hipmi Jateng-Jatim.

“MoU (nota kesepahaman) ini akan segera kita tindaklanjuti tidak hanya OPD-nya, tetapi juga beberapa BUMD, berikut Kadin dan HIPMI. Sehingga di dua provinsi ini akan timbul ekonomi baru di beberapa sektor, dan akan kita laksanakan,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam paparannya, Ahmad Luthfi mengatakan, kerja sama kedua provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk collaborative government. Ia sempat menyinggung, Jawa Tengah merupakan puser atau pusatnya Jawa. Kolaborasi dengan Jawa Timur akan memperkuat kontribusi dua provinsi untuk Indonesia.

Sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikolaborasikan juga disampaikan Ahmad Luthfi. Misalnya terkait kebutuhan susu di Jawa Tengah yang diambil dari Jawa Timur. Juga gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas, Jawa Tengah, dan sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur.

“Kerja sama dan kolaborasi ini dalam rangka memperkuat posisi Jawa Tengah dan Jawa Timur, dalam rangka mendukung kebijakan Presiden serta memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah punjere nusantara atau pusatnya nusantara. Sebagaimana ia kutip dari pesan KH Maimoen Zubair.

“Dhawuh Mbah Kiai Maimoen Zubair, Jawa Timur dan Jawa Tengah harus nyawiji (bersatu). Jadi kalau Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) bilang puser, Beliau bilang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu punjere Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, koneksitas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat nyambung. Maka dari itu, kolaborasi dan kerja sama kedua provinsi untuk tumbuh bersama sangatlah penting. Seluruh elemen strategis di Jawa Timur dan Jawa Tengah diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama.

Salah satunya dalam bidang perekonomian, di mana dua provinsi tersebut termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tentu harapan kita sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur. Ini bentuk sinergi dan kolaborasi,” jelas Khofifah. (*)

MSI dan RSI Kendal Teken Kerja Sama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis

Lingkar.co – Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) dan Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Weleri Kendal tanda tangani nota kesepahaman kerja sama percepatan eliminasi penyakit tuberkulosis (TB), di Aula RSI, Rabu (1/10).

Direktur RSI Muhammadiyah Kendal dr Suhadi SpAn MARS menyambut baik dan berterima kasih kepada MSI atas kesepakatan kerja sama tersebut.
Sebab, upaya eliminasi penyakit TB memang sudah menjadi salah satu program unggulan RSI Muhammadiyah.
Bahkan Poliklinik TB resisten obat (RO) di RSI Muhammadiyah menjadi yang pertama di Kabupaten Kendal.

“Kasus tuberkolosis (TB) di Indonesia sangat tinggi sehingga Indonesia menduduki peringat kedua dunia setelah India. Pada tahun 2025 jumlahnya sudah menacapai 1 juta lebih,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, mengingat jumlahnya sangat banyak maka kasus TB tidak cukup hanya diatasi rumah sakit sehingga perlu kerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan MSI.

Suhadi juga menuturkan, salah satu hal yang menyulitkan pemberantasan penyakit TB, banyak penderit yang sudah minum obat tapi tidak tuntas atau berhenti sebelum tuntas, sehingga dibutuhkan edukasi yang intensif dan terus-menerus.
“Semoga dengan adanya kerja sama dengan MSI ini maka cita-cita Indonesia untuk mengeliminasi TB pada tahun 2030, baik TB biasa maupun TB RO, bisa terwujud,” harapnya.

Empat Program Utama

Ketua Yayasan MSI Dr Supriyanto MPd dalam sambutannya menyampaikan, dalam kerja sama percepatan eliminasi TB MSI mengusung empat program utama.
Keempat program itu adalah investigasi kontak yang dilakukan dengan screening terhadap orang-orang yang menderita TB, pendampingan dalam pengobatan, terapi pencegahan tuberkulosis (TPT), dan penyuluhan.

Dia mengatakan, selama ini MSI sudah menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit di hampir semua daerah di Jawa Tengah.

“Mengingat penyakit TB itu tidak bisa diselesaikan sendiri, maka perlu kerja sama dengan banyak pihak, baik dengan berbagai rumah sakit, poliklinik, puskesmas, dan berbagai kelompok masyarakat,” ujarnya.

Selain program penanganan, hal yang tak kalah penting adalah penyuluhan kepada masyarakat agar mereka paham dan peduli bahwa penyakit TB itu bisa disembuhkan dan sudah ada obatnya.

Oleh karena itu, selain kerja sama dengan rumah sakit dalam hal pengobatan, MSI juga terus mengintesifkan penyuluhan kepada masyarakat.

“TB ini kan bisa diibaratkan penyakit purba, dari zaman dulu sudah ada dan obatnya juga sudah ada. Kalau semua pihak bisa bekerja sama saling mendukung, saya yakin pasti bisa kita selesaikan, sehingga tahun 2030 kita bisa benar-benar mengeliminasi TB,” ungkapnya optimistis. (*)

Penulis:: Yoedhi W

Semarang Zoo dan Unkartur Jalin Kerja Sama Kuliah Praktisi Tentang Satwa

Lingkar.co – Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) Semarang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo pada Selasa (9/9/2025) siang.

Rektor Unkartur Semarang, Lusiawati Dewi mengatakan, nota kesepahaman bersama itu terkait pelestarian lingkungan hidup, utamanya satwa. Semarang Zoo, kata dia, akan menyediakan kuliah praktisi untuk mahasiswa Unkartur.

“Nantinya mahasiswa diberi kesempatan magang dalam berbagai bidang, seperti pembuatan program jadwal feeding time (jadwal pemberian makanan) satwa melalui disiplin sistem informasi, pendekatan perilaku hewan melalui psikologi, hingga pemenuhan gizi satwa melalui teknologi pangan,” ujarnya

Menurut Lusi, kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi kedua pihak. Bagi Unkartur, kolaborasi ini sejalan dengan visinya untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik di dunia nyata. Sementara bagi Semarang Zoo, peran sebagai lembaga konservasi dan edukasi semakin diperluas dengan melibatkan kalangan akademisi.

Sementara itu, Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo menyambut baik tujuan pembelajaran Unkartur Semarang. Dirinya bahkan berharap agar kerja sama ini terus berkembang. “Semoga ada kerja sama yang lebih erat lagi ke depan, baik melalui program magang maupun kunjungan mahasiswa ke Semarang Zoo,” tuturnya.

Ke depan, tindak lanjut dari MoU ini akan diwujudkan melalui penyusunan program magang terintegrasi dan rencana perkuliahan praktisi lintas bidang. Kedua pihak optimis, kolaborasi ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan edukasi konservasi satwa di Semarang. (*)

Teken MoU Dengan Pemprov, Langkah Maju PWNU Jateng Tangani Masalah Umat

Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerjasama strategis untuk mengurai problematika keumatan yang harus tangani bersama-sama dengan seluruh masyarakat.

Naskah perjanjian kerja sama berbagai bidang strategis itu ditandatangani para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 18 ketua lembaga perangkat PWNU Jateng di aula Gedung PWNU Jateng lantai III , Jalan Dr. Cipto 180 Semarang, Selasa (22/7/2025).

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan ruang lingkup kerja sama meliputi bidang keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, digitalisasi, hukum, koperasi dan UKM, pertanian, perikanan, hingga kebencanaan.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama atau MOU yang kami tandatangani bersama gubernur Jateng Pak Lutfi April lalu, dan kerja sama ini akan dujadwalkan akan berlangsung hingga lima tahun ke depan,” kata Gus Rozin usai acara penandatanganan kerjasama di kantor PWNU Jateng, Selasa (22/7/2025)

Menurutnya,ini merupakan langkah maju, bukan hanya untuk lembaga-lembaga di lingkungan NU, tapi juga badan otonom NU seperti Ansor, Fatayat, Muslimat, Pagar Nusa, dan lainnya yang sebentar lagi akan menyusul. Pemprov Jateng tidak salah menggandeng NU yang punya 18 lembaga, tugasnya mengurusi seluruh aspek kehidupan, dari dunia hingga akhirat.

Saat ini, lanjutnya, jumlah warga nahdliyin di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 18 juta jiwa, meski data resmi baru mencatat sekitar 4,8 juta. Hal ini menjadikan NU sebagai mitra strategis dalam pembangunan, baik secara fisik maupun spiritual.

Dia menambahkan, paska penandatanganan kerjasama ,para pimpinan lembaga didorong untuk proaktif dalam menjalankan program kerja sama. Jangan hanya berhenti di penandatanganan. Tetapi harus dilakukan tindak lanjut yang konkret agar manfaatnya bisa segera dirasakan umat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menyampaikan sambutan dalam acara itj mengatakan bahwa kolaborasi Pemprov Jateng dengan NU bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari strategi pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Tidak mungkin membangun Jawa Tengah hanya mengandalkan pemerintah. Kita harus bersinergi dengan seluruh kekuatan masyarakat, termasuk NU. Ini kolaborasi untuk hasil, bukan hanya kegiatan,” kata Lutfi

Ia menekankan pentingnya orientasi kerja sama yang berbasis pada hasil nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat. Program pemerintah perlu dikawal dengan implementasi yang tepat sasaran. Dengan jaringan dan sumber daya NU, kita bisa mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.

Agenda penandatanganan kerjasana ini selain disaksikan gubenur Jateng Ahmad Lutfi juga disaksikan wagub Jateng KH Taj Yasin Maemun, Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin dan para pengurus PWNU Jateng lainnya. (***)

Pemprov Jateng Teken MoU Dengan 18 Lembaga PWNU

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan 18 lembaga di bawah naungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) setempat, guna mengakselerasi program-program pembangunan daerah.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Setda Provinsi Jawa Tengah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan 18 Lembaga PWNU Jateng di Kantor PWNU Jateng, Kota Semarang, Selasa (22/7/2025).

Penandatanganan itu juga disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, Ketua PWNU Jateng Abdul Ghaffar Rozin, dan tokoh-tokoh lainnya.

Kerja sama itu untuk pembangunan berbagai sektor, mulai dari perekonomian, peningkatan pembangunan keummatan dan kagamaan, peningkatan pembangunan keumatan bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan, bidang kemaslahatan keluarga, bidang pendidikan, bidang kesehatan dan lainnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, banyak bidang yang dikerja samakan dengan PWNU Jateng. Perjanjian kerja sama ini bukan seremonial belaka, melainkan berorientasi pada hasil. Tujuannya untuk memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat.

“Ke depan program pemerintah yang sudah disinergikan dengan NU ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Luthfi.

Dikatakan Luthfi, dalam membangun Jawa Tengah ini tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh keterlibatan banyak pihak.

“Saya sebagai Gubernur mengucapkan terima kasih, dalam membangun Jawa Tengah ini kita lakukan dengan seluruh stakeholder yang ada,” kata mantan Kapolda Jateng ini.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng, Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, kerja sama dengan 18 lembaga ini merupakan hal luar biasa, ini sebagai wujud komitmen PWNU dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah.

Setelah acara penandatanganan tersebut, lanjut dia, banyak hal yang harus ditindaklanjuti untuk menerapkan program secara konkrit.

“Kita akan komunikasi intensif dengan Sekda dan para Kepala OPD untuk menindaklanjuti lebih konkret lagi di dalam program-program kegiatan. Ada 18 lembaga mulai dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan,” ujarnya.

Rozin mencontohkan, banyak bidang yang dikerja samakan, untuk bidang pendidikan, PWNU bersama Dinas Pendidikan akan berkoordinasi untuk memetakan potensi pengiriman beasiswa ke luar negeri, khususnya bagi warga NU. Tidak hanya beasiswa sekolah ke Mesir atau negara di Timur Tengah, tetapi juga 39 perguruan tinggi di Tiongkok yang baru bekerja sama dengan PWNU Jateng.

Selain itu, lanjut sosok yang akrab disapa Gus Rozin ini, langkah konkret terdekat adalah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Tengah terkait inisiasi pendirian klinik di masing-masing PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama).

Sebagai informasi, Ke-18 lembaga PWNU yang menandatangani kerja sama dengan Pemprov Jateng antara lain PW Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (NU) Jateng tentang Peningkatan Pembangunan Keummatan & Keagamaan Di Provinsi Jawa Tengah; PW Lembaga Perekonomian NU Jateng tentang Peningkatan Pembangunan Keumatan Bidang Perekonomian Di Provinsi Jawa Tengah; PW Lembaga Pengembangan Pertanian NU Jateng tentang Peningkatan pembangunan keumatan bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan Di Provinsi Jawa Tengah.

Kemudian, PW Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan bidang kemaslahatan keluarga; PW Lembaga Kajian & Pengembangan SDM NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan berbasis riset, inovasi, dan penguatan ideologi; PW Lembaga Penyuluhan & Bantuan Hukum NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan bidang hukum.

Selain itu, PW Lembaga Wakaf & Pertanahan NU Jateng tentang penguatan ekosistem wakaf melalui transformasi digital & pembebasan pajak, retribusi untuk fasilitas keagamaan pendidikan di Lingkungan NU; PW Lembaga Bahtsul Masail NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan bidang fiqih; PW Lembaga Ta’mir Masjid NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan.

Berikutnya, PW Lembaga Layanan Kesehatan NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan bidang kesehatan; PW Lembaga Pendidikan Tinggi NU Jateng tentang peningkatan pembangunan melalui penguatan riset & pengembangan pendidikan tinggi, PW Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim NU Jateng tentang pelatihan peningkatan kapasitas fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Selanjutnya, empat lembaga yakni PW Lembaga Dakwah NU Jateng; PW Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jateng; PW Lembaga Seni Budaya Muslim NU Jateng; dan PW Lembaga Falakiyah NU Jateng yang menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Serta PW Lembaga Ta’lif Wan Nasyr NU Jateng tentang peningkatan transformasi digital & penyelenggaraan literasi berbasis keagamaan di Jateng dengan Diskominfo, dan PW Lembaga Zakat Infaq & Shadaqah NU Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan di Jateng dengan Dinsos. (***)

Kolaborasi 4 Gubernur, Tingkatkan Efektifitas Tumbuh Kembangkan Ekonomi Daerah

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menandatangani kesepakatan bersama dengan Gubernur Riau Ansar Ahmad, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. Kesepakatan tersebut terkait kolaborasi dan kerja sama berbagai bidang sesuai dengan best practices dan tipologi masing-masing daerah.

Menurut Ahmad Luthfi, kerja sama tersebut secara tidak langsung akan menjalin konektivitas antardaerah. Hal ini akan meningkatkan efektivitas dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi di masing-masing potensi wilayah.

“Hari ini melakukan MoU kerja sama dalam segala hal. Jadi, seluruh para bupati/wali kota kita di 4 gubernur, kemudian seluruh OPD dan Kadin melakukan MoU dalam rangka menyamakan persepsi terkait dengan investasi, UMKM, ketahanan pangan, BUMD, dan lain sebagainya,” kata Ahmad Luthfi usai acara penandatanganan kesepakatan bersama dan capacity building kerja sama antar-Pemerintah Provinsi di Marriott Hotel Harbour Bayi, Batam, Sabtu, (14/6/2025).

“Ini juga akan menstabilkan terkait dengan investasi. Kalau kita mempunyai kerja sama akan mendukung terkait dengan pertumbuhan ekonom baru,” sambungnya.

Kerja sama antardaerah yang melibatkan empat provinsi secara langsung ini merupakan kali pertama. Ahmad Luthfi berharap ke depan dapat menjadi role model, tidak hanya dalam bentuk MoU tetapi harus menghasilkan sesuatu terkait perkuatan nilai. Juga bagaimana ke depan kerja sama tersebut dapat melibatkan seluruh provinsi sehingga menjadi lebih luas.

“Luar biasa. Kita berencana begitu karena tidak hanya 4 wilayah ya. Saya yakin wilayah lain, apabila itu terjadi, adanya konektivitas akan lebih baik dan ini baru pertama kita lakukan. Saya yakin kalau yang lain kita buka dengan cara bersama-sama akan timbul suatu kesepakatan yang lebih baik terkait dengan investasi wilayah kita,” jelasnya.

Disebutkan, potensi kerja sama dengan empat daerah tersebut per tahun sekitar Rp 600 miliar, dalam empat tahun sekitar Rp 2,1 triliun. Nilai itu hanya terkait empat bidang.

Namun lebih dari itu, potensi kerja sama juga dapat berkembang menjadi tujuh bidang dengan nilai mencapai sekitar Rp 7 triliun per tahun, meliputi bidang pariwisata, perindustrian dan perdagangan, investasi, koperasi dan UMKM, pertanian dan lerkebunan, ketahanan pangan, dan BUMD PT JTAB.

Menurut Ahmad Luthfi, Kepulauan Riau menjadi pintu masuk untuk ke pasar Singapura karena produk-produk termasuk UMKM-nya sudah memiliki trademark di sana.

“Tolong rapat yang tadi malam segera dilakukan eksplorasi kembali, di-review kembali, tidak usah menghadirkan para gubernurnya. Rekan-rekan sudah menjadi pabrik relationnya masing-masing provinsi,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, setiap daerah memiliki potensi masing-masing. Potensi itu yang akan dipadukan melalui kesepakatan bersama ini. Seluruh OPD telah melakukan pembahasan draf awal untuk realisasi kerja sama tersebut. Ini akan diperdalam lagi, tidak hanya memanfaatkan potensi yang masing-masing tetapi juga memanfaatkan pasar di luar daerah.

“Kita tidak boleh hanya bersifat bekerja dengan prinsip inworld looking tapi kita juga musti bekerja dengan prinsip outworld looking, memanfaatkan potensi-potensi di luar, terutama negara yang punya pasar besar yaitu Singapura,” katanya.

Ia menegaskan, kerja sama ini mudah-mudahan membuahkan hasil yang baik karena digarap dengan serius. Kerja sama empat provinsi tersebut akan dinakhodai Gubernur Ahmad Luthfi.

“Gubernur Jawa Tengah akan menakhodai ini sampai nanti kita perluas dengan provinsi yang lain. Juga bagian usaha kita secara konsisten untuk mengimplementasikan astacita Presiden dan Wakil Presiden. Itu tugas kita semua dan komitmen kita semua. Jadikanlah tempat ini second home buat bapak-ibu sekalian,” jelasnya. (rf)

Komitmen Jaga Lingkungan Bersih Berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek Teken MoU

Lingkar.co – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup meneken Memorandum of Understanding (MoU) untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.

Nota kesepahaman ketiga kementerian ini dilakukan dengan kegiatan ASTA Aksi Peduli Sampah Nasional di Lingkungan Sekolah dan Kampus. Acara kolaborasi ini dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 dengan mengusung tema Kolaborasi untuk Indonesia Bersih. Kegiatan ini terpusat di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan dengan pelaksanaan serentak di delapan universitas lainnya di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Kemendiktisaintek, Fauzan, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan serta menandatangani MoU sebagai tanda komitmen bersama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di sektor pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan itu, Wamen Kemendiktisaintek menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab lingkungan bagi generasi muda.

“Kampus memiliki peran strategis dalam menangani permasalahan sampah. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya memang sudah mulai tumbuh, tetapi masih sering terjadi penumpukan yang menyulitkan pengelolaannya. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus berperan aktif dalam mencari solusi atas permasalahan sampah yang telah lama menjadi tantangan di tengah masyarakat,” ujar Wamen Fauzan dalam siaran pers di laman resmi, Selasa (20/5/2025).

Fauzan juga menyoroti permasalahan lingkungan bukan hanya isu nasional, tetapi sudah menjadi perhatian global. Oleh karena itu, menurut dia, keterlibatan kampus sebagai pusat inovasi dan solusi sangat diperlukan.

“Persoalan sampah sudah ada sejak lama dan terus menjadi tantangan bagi masyarakat. Kampus harus hadir sebagai problem solver dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan ini. Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor lingkungan hidup merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih ramah lingkungan,” terangnya.

Fauzan berharap kerja sama lintas sektoral yang ada bisa mendorong Indonesia menjadi negara ramah lingkungan. “Saya kira ini adalah sinergi yang sangat strategis dan kolaborasi yang futuristik, harus dilakukan, antara Kementerian Lingkungan Hidup, kemudian Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Mudah-mudahan kerja sama ini akan terus mendorong Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan,” harapnya.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq

Sebagai informasi, kegiatan tidak hanya sebatas MoU. Dalam kesempatan itu juga dilakukan seremoni pengukuhan Kader Lingkungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan; dan Video conference dengan tujuh perguruan tinggi lainnya untuk memperluas dampak program ini.

Senada, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ahmad Alim Bachri menyatakan pentingnya pengelolaan sampah dan lingkungan. Untuk itu dirinya menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat