Arsip Tag: CHINA

Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di China, Vina Berhasil Dibawa Pulang ke Cirebon

Lingkar.co – Pemerintah berhasil memulangkan Vina, perempuan asal Kabupaten Cirebon Jawa Barat yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di China.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon turut serta membantu proses penjemputan Vina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (6/3/2026).

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Jawa Barat serta Polda Jawa Barat terlibat dalam proses penjemputan Vina.

Proses penjemputan berlangsung sekitar pukul 13.55 WIB. Dalam proses tersebut, perwakilan keluarga Vina juga turut hadir untuk mendampingi.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah video pengakuan Vina beredar di jagat maya. Vina mengaku menjadi korban dugaan TPPO di China dan memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Cirebon pun langsung merespons dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sejumlah pihak terkait untuk memastikan keselamatan korban serta kelancaran proses pemulangan.

Modus yang diduga digunakan pelaku adalah dengan mendatangi korban dan keluarganya secara langsung. Setelah terjadi kesepakatan, korban kemudian diberangkatkan ke luar negeri.

“Setelah tiba di Indonesia, Vina langsung dibawa ke rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis dan pemeriksaan kesehatan oleh tim dari DP2AKB Provinsi Jawa Barat,” kata Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani.

Selain itu, Polda Jabar juga akan melakukan proses hukum terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dialami korban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban pulih sekaligus menindaklanjuti proses penyelidikan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. (*)

China Kutuk Serangan AS ke Venezuela, Nilai Langgar Hukum Internasional

Lingkar.co – Pemerintah China menyatakan terkejut atas serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Beijing menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat tidak dapat dibenarkan.

“Tindakan semacam ini secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia,” kata juru bicara tersebut di Beijing, Sabtu (3/1/2026).

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, Maduro dan Flores disebut telah ditangkap dan dibawa keluar dari Venezuela. China menyatakan penolakan keras atas langkah Washington tersebut.

“China sangat terkejut dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap presiden negara tersebut,” bunyi pernyataan resmi pemerintah China.

Beijing juga mendesak AS agar menghormati aturan global.

“Kami mendesak agar Amerika Serikat mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara lain,” tegas pernyataan itu.

Sementara itu, situasi di ibu kota Caracas dilaporkan mencekam saat serangan berlangsung. Sedikitnya tujuh ledakan terdengar, jet-jet tempur terlihat terbang rendah, dan pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan selatan kota yang berdekatan dengan pangkalan militer utama. (*)

Penulis: Putri Septina
Editor: Miftah

4 Prajurit TNI di Ketapang Diserang Belasan WNA Asal China

Lingkar.co – Kasus penyerangan terhadap 4 Prajurit TNI oleh belasan warga negara asing (WNA) asal China di Ketapang, Kalimantan Barat, diduga berawal dari penerbangan Drone ilegal di area latihan militer.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Yusub Dody Sandra menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan penyerangan terhadap prajurit TNI oleh 15 orang WNA Asal China di area PT Sultan Rafli Mandiri, Kabupaten Ketapang.

Insiden tersebut terjadi PA Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 15.40 WIB saat prajurit dari Batalyon Zipur 6/SD sedang melaksanakan Latihan Dalam Satuan di sekitar area perusahaan,” ujar Yusuf, Selasa (17/12/2025).

“Empat prajurit kami menerima laporan dari satpam PT SRM terkait adanya aktivitas Drone tak dikenal yang terbang di area latihan militer,” sambungnya.

Prajurit TNI pun merespons laporan tersebut dan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat pengoprasian drone. Di lokasi itu mereka bertemu empat WNA Asal China yang sedang mengendalikan Drone tanpa izin.

Saat prajurit TNI berupaya meminta keterangan secara prosedural, tiba-tiba sebelas orang WNA lainnya datang ke lokasi dan langsung melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

“Mereka menyerang anggota menggunakan senjata tajam berupa parang, airsoft gun, dan satu alat kejut listrik,” ucap Yusuf.

Namun keempat prajurit TNI tersebut tidak gegabah, mereka mengambil langkah dengan menghindari eskalasi konflik terbuka dan mundur ke area perusahaan untuk mengamankan situasi serta melaporkan kejadian tersebut ke komando atas.

“Hungga saat ini, motif penyerangan dan alasan penerbangan Drone di area latihan tersebut masih kami dalami lebih lanjut,” jelas Yusuf.

Akibat insiden itu, satu unit mobil perusahaan jenis Hilux mengalami rusak berat, sementara satu unit sepeda motor Vario milik karyawan PT SRM juga dirusak.

Yusuf menyebut, Kodam XII/Tanjungpura mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis : Putri Septina

Jawab Tantangan Pasar Bebas, Hubungan Internasional Unwahas Bentuk Study Club Bahasa Mandarin

Lingkar.co – Kemampuan berbahasa Mandarin di dunia kerja semakin dibutuhkan di era pasar bebas, termasuk pula pada bidang hubungan internasional. Untuk menjawab tantangan globalisasi tersebut, Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang membentuk Study Club Bahasa Mandarin.

“Di era globalisasi ini, kemampuan berbahasa asing, termasuk Mandarin, menjadi aset yang sangat berharga. Dengan adanya Studi Club Bahasa Mandarin ini, kami berharap mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Unwahas dapat lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Dekan Fisip Unwahas, Dr. Ali Martin, SIP, MSI dalam siaran persnya, Selasa (28/5/2025).

Lebih lanjut Ali Martin mengingatkan, realitas geopolitik dan ekonomi global yang sedang berlangsung. Kata dia, China sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, saat ini telah meningkatkan pengaruhnya secara signifikan di berbagai sektor, termasuk investasi langsung di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Investasi besar-besaran ini ditandai dengan pembangunan pabrik-pabrik di Pulau Jawa, seperti di daerah Kendal, Semarang, Batang, Demak dan Jepara,” ujarnya.

Menurut dia, hal itu menunjukkan komitmen jangka panjang China dalam perekonomian Indonesia. Hal ini menciptakan peluang ekonomi yang signifikan, namun juga menghadirkan tantangan baru.

“Memilih memiliki kemampuan bahasa Mandarin sangat tepat dan relevan dalam konteks hubungan Indonesia-China saat ini. Penguasaan bahasa Mandarin bukan hanya sekadar keterampilan tambahan, tetapi merupakan kunci untuk memanfaatkan peluang ekonomi dan memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan,” urainya.

Oleh karena itu, lanjutnya, peningkatan pengajaran dan pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia, khususnya di hubungan internasional Unwahas perlu menjadi prioritas. “Ini untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era globalisasi yang semakin dipengaruhi oleh kehadiran China sebagai negara superpower,” paparnya.

Senada, Dosen Pembimbing Study Club Bahasa Mandarin, Faishol Firdaus, SIP, LL.M mengatakan, daya saing global sangat dibutuhkan di era modern yang membutuhkan informasi cepat melalui teknologi informasi digital. Untuk itu, kemampuan bahasa asing menjadi nilai jual tersendiri.

“Kami berharap Studi Club Bahasa Mandarin ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar bahasa Mandarin dengan suasana yang menyenangkan dan efektif,” kata Faishol.

Ia lantas menerangkan, Study Club Bahasa Mandarin Unwahas bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain; kursus bahasa Mandarin, diskusi dan seminar, serta kegiatan kebudayaan.

“Kegiatan kebudayaan itu bisa dengan menyelenggarakan kegiatan kebudayaan Tiongkok, seperti menonton film, menyanyikan lagu, atau belajar kaligrafi,” jelasnya.

Ketua Studi Club Bahasa Mandarin, Zaky Auval Marom, mengatakan bahwa klub ini terbuka bagi seluruh mahasiswa Prodi HI Unwahas, tidak hanya mahasiswa yang tergabung dalam klub. Ia berharap klub ini dapat menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar bahasa Mandarin. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kota Semarang Masuk Aliansi Kota Pelestari Budaya Jalur Sutera

Lingkar.co – Pj. Sekda Kota Semarang, Muhammad Khadhik mengungkapkan bahwa Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti telah menandatangani untuk bergabung dalam City Alliance Maritim Silk Road (CAMSR) atau Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim.

“Anggota yang sudah ada untuk menerima kami pemerintah kota Semarang bergabung bersama-sama di dalam City Alliance Maritim Silk Road ini,” kata Khadhik dalam jumpa pers seusai pembukaan Heritage Forum yang digelar CAMSR di Hotel Gumaya Tower, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/5/2025).

Untuk itu Khadhik yang hadir bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho berharap bergabungnya kota lumpia dalam CAMSR bisa meningkatkan kerja sama kita untuk menjaga di berbagai sektor.

“Kami mohon nanti kita tingkatkan kerja sama budaya kita, bahkan kita juga tingkatkan kerja sama di sektor-sektor yang lain,” tuturnya.

Sebagai informasi, Heritage Forum dilakukan CAMSR bersama Sino-Nusantara Institute dan Tay Kak Sie Foundation. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan peninggalan sejarah jalur sutera di Nusantara yang salah satunya dilakukan oleh pelayaran besar Laksamana Cheng Ho.

Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifuddin Zuhri menjelaskan, CAMSR merupakan aliansi dari kota di pesisir Timur yang menjadi jalur utama perdagangan China ke Nusantara atau yang dikenal dengan istilah jalur sutera.

“City Alliance Maritim Silk Road itu aliansi kota di pesisir timur di sepanjang pantai timur Tiongkok sampai Hindia selatan,” katanya.

Alumnus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) yang mengambil gelar Strata dua dan tiga di negara yang dulu dijuluki Negeri Tirai Bambu ini melanjutkan, CAMSR memiliki visi besar untuk melestarikan jejak peradaban maritim hingga diakui oleh dunia internasional.

“Ada 34 kota yang dari Tiongkok yang berdiri pada tahun 2018, dan sekarang dipimpin oleh Kota Guangzhou. Mereka visinya adalah bersatu untuk yang memiliki peradaban maritim untuk melestarikan kebudayaan heritage, culture, tourism. Setelah itu, jangka panjangnya mereka akan mendaftarkan jejak-jejak peradaban maritim ini ke UNESCO,” urainya.

Ia lanjut menerangkan, dari aliansi 34 kota di China kemudian merambah ke Indonesia. Kota Semarang juga akan menjadi anggota CAMSR yang ke-36 setelah diresmikan pada akhir tahun ini.

“Tahun lalu Cirebon yang sudah menjadi anggota ke-35 di CAMSR, dan hari ini sangat bersejarah di kota Semarang, hari ini kota Semarang diundang untuk mengajukan aplikasi untuk mendaftar bergabung di CAMSR. Semarang akan menjadi anggota ke-36 setelah di akhir tahun ini akan disahkan di pertemuan tahunan CAMSR di provinsi Zhejiang kota Lishui,” jelasnya.

Menurut dia, kota Semarang dipilih untuk bergabung menjadi anggota CAMSR karena memiliki potensi jejak peradaban maritim dari jalur sutera, salah satunya ditinggalkan oleh Laksamana Cheng Ho.

“Kenapa Semarang dipilih? Karena Semarang mempunyai potensi jejak peradaban maritim yang sangat kaya, salah satunya jejak maritim Laksamana Cheng Ho terus jejak maritim kampung Pecinan, dan lain sebagainya. Di luar itu kerja sama potensi ekonomi yang ingin dikembangkan kota Semarang bersama 35 kota yang lain,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tingkatkan Kapasitas, LP Ma’arif NU Jateng Siapkan Program Bea Siswa Kuliah di Perguruan Tinggi China

Lingkar.co – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyiapkan program bea siswa bagi peserta didiknya untuk melanjutkan kuliah di berbagai program studi yang ada di 18 perguruan tinggi China.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jateng Fakhrudin Karmani mengatakan selain bea siswa juga disiapkan program pertukaran pelajar dan tenaga kependidikan serta student camp untuk penguatan kapasitas. Naskah kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU) kerjasama dengan mitra dari China itu akan ditandatangi di hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (14/4/2025).

“Dijadwalkan gubernur Jateng, Pak Lutfi akan menyaksikan penandatanganan kerjasama dan menyampaikan sambutan pengarahan dalam acara ini,” kata Fakhrudin di Semarang, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, dalam kemitraan ini Ma’arif bersama perangkat NU lainnya yang membidangi pendidikan yakni Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pondok pesantren NU menjalin kerjasama dengan Belt and Road Chinese Center (BRCC) sebuah NGO yang menjadi mitra Kementerian Pendidikan negara Cina.

Sebelum MOU, lanjutnya, pengurus Ma’arif NU Jateng mendahului dengan pembicaraan awal dengan BRCC dan sejumlah calon mitra internasional di negara China beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan agenda MOU juga akan digelar agenda pendukung yakni Education Fair dan Job Fair.

Dia menambahkan, dalam agenda Education Fair itu 10 perguruan tinggi China akan mengirimkan utusannya secara langsung, sedangkan 27 lainnya mewakilkan kepada BRCC untuk berkomunikasi dengan mitra di Indonesia. Dari sejumlah itu 9 kampus China dipastikan akan menandatangani MOU dengan lembaga-lembaga di bawah NU Jateng.

Baca juga: Bupati Sumedang Sebut Himpaudi Berperan Penting dalam Pembentukan Karakter

Kesembilan perguruan tinggi itu, ujarnya meliputi Guilin University of Electronic Technology, Heilongjiang University, Kunming Medical University, Shandong University of Technology, Herbin Engineering University, Baihan University, Henan University of Technology, China University of Petroleum Beijng dan Hangzhou Dianzi University.

Sedangkan perusahaan yang mengikuti Job Fair terdaftar sebanyak 10 perusahaan yang menyediakan 300 lowongan kerja lebih. Ke-10 perusahaan itu meliputi PT Goda Technology Group yang bergerak di bidang electric vehicle, lokasi industri di Semarang, Korrun Group (PT Jin Lin Luggage Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia dan Jiale Indonesia Textile) di Jepara bergerak di bidang textile and garnent.

Selanjutnya PT Atlas Belajar Bahasa Tangerang (Education Technology ), PT Hebat Bersama Kami Semarang (Artificial Intelligence), PT Layong Seng Fong Jombang (Wood Panel), Yayasan Boemi dan Kita Lampung dan Semarang (Waste Management), PT BYD Motir Indonesia – Subang (Electric Vehicle), PT Elaborium Elevasi Indonesia Bogor (Research and Training), PT Kerja Handal Nusantara Malaysia, Pontianak dan Jakarta ( F&B Head Hunter) dan Xinya College Tarumanegara Jakarta (Sekolah Bahasa).

“Selain pak gubernur Jateng, ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin juga akan memberikan pengarahan dalam acara yang akan dihadiri para pimpinan pesantren, perguruan tinggi dan satuan – satuan pendidikan di bawah NU Jateng,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Terima Delegasi Pemkot Fuzhou, Wagub Tawarkan Pesona Wisata Jateng

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerima rombongan delegasi Pemerintah Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, China. Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin menerima langsung rombongan Negeri Tirai Bambu di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Jumat (24/02/2023).

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menawarkan berbagai potensi kerja sama. Salah satunya, wagub menawarkan pesona wisata Jawa Tengah untuk menarik wisatawan Cina.

“Daya tarik wisata jateng memiliki 463 wisata alam, 165 wisata budaya, 437 wisata buatan, 818 desa wisata yang tersebar di 35 kabupaten kota di Jateng,” paparnya.

Ia pun menyebut telah menyiapkan berbagai agenda wisata di Jateng sepanjang tahun 2023. Mulai dari Dieng Culture Festival, Festival Kota Lama, Solo International Performing Art, Festival Payung, hingga Festival Ceng Ho.

“Saya rasa Festival Cheng Ho menarik perhatian. Karena ini ada unsur sejarah yang menghubungkan China dengan Jateng,” ujarnya.

Lebih jauh, wagub memaparkan komoditas ekspor Jateng ke China meliputi; alas kaki, kayu, barang dari kayu, lemak hewani dan nabati, ikan, udang, dan pakaian jadi non rajutan.

Ia juga menawarkan beberapa komoditas yang berpotensi dapat diekspor. Antara lain; kakao, aluminium, mainan, sari bahan, kendaraan dan bagiannya, kapas gumpalan, sayuran, mesin, dan peralatan listrik. Menurutnya, itu merupakan potensi peluang untuk meningkatkan kerja sama.

“Saya harap ini bisa dipromosikan baik di Fujian maupun di Fuzhou. Saya harap ini bisa mempererat hubungan antara Jateng dengan Fujian,” harapnya.

Pimpinan delegasi Fuzhou, Lin Baojin, menyatakan kegembiraannya bisa berkunjung ke Jawa Tengah. Ia berharap melalui kunjungan kerja ini, bisa mempererat dan meningkatkan kerja sama yang sudah terjalin selama bertahun-tahun. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

China Tolak Rencana WHO Soal Penyelidikan Asal Usul Virus Corona

BEIJING, Lingkar.co – China pada Kamis (22/07/2021) waktu setempat, menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahap kedua penyelidikan tentang asal usul virus corona.

Hal ini karena adanya hipotesis bahwa adanya dugaan virus itu lolos dari salah satu laboratorium China, kata salah satu pejabat kesehatan terkemuka.

WHO, bulan ini mengusulkan studi fase kedua tentang asal-usul virus corona di China. Termasuk untuk mengaudit laboratorium dan pasar di kota Wuhan, yang menyerukan transparansi dari pihak berwenang.

“Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal seperti itu, dalam beberapa aspek, mengabaikan akal sehat dan menentang ilmu pengetahuan,” kata Zeng Yixin, wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional (NHC), kepada wartawan.

Zeng mengatakan dia terkejut ketika pertama kali membaca rencana WHO tentang penyelidikan tahap kedua asal usul virus corona.

Karena, WHO mencantumkan hipotesis bahwa terdapat pelanggaran protokol laboratorium Chinya yang menyebabkan terjadi kebocoran saat penelitian.

Kepala WHO, sebelumnya mengatakan pada Juli bahwa penyelidikan asal-usul pandemi Covid-19 di China terhambat oleh kurangnya data di awal penyebaran.

Zeng menegaskan, China tak mungkin untuk membagikan data secara keseluruhan karena masalah privasi.

“Kami berharap WHO secara serius meninjau pertimbangan dan saran oleh para ahli dari China. Dan benar-benar memperlakukan penelusuran asal virus Covid-19 sebagai masalah ilmiah, dan menyingkirkan interfensi politik,” kata Zeng.

Baca Juga:
Gubernur Jatim Minta Maaf Soal Penanganan Covid-19

China menentang politisasi penelitian ini

Asal usul virus masih dalam perdebatan oleh para ahli. Kasus pertama yang diketahui muncul di kota Wuhan, Cina tengah, pada Desember 2019.

Virus itu diyakini telah melompat ke manusia dari hewan yang dijual untuk makanan di pasar sekitar kota.

Pada bulan Mei, Presiden AS Joe Biden memerintahkan jajarannya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tentang asal usul virus corona. Dengan mengatakan bahwa badan-badan intelijen AS sedang mengejar teori-teori saingan yang berpotensi termasuk kemungkinan kecelakaan laboratorium di China.

Zeng, bersama dengan pejabat lain dan pakar China pada konferensi pers, mendesak WHO untuk memperluas upaya penelusuran asal di luar China ke negara lain.

“Kami percaya kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin. Tidak perlu menginvestasikan lebih banyak energi dan upaya dalam hal ini,” kata Liang Wannian, pemimpin tim China di tim ahli gabungan WHO.

Lebih banyak penelitian hewan harus dilakukan, khususnya di negara-negara dengan populasi kelelawar, katanya.

Namun, Liang mengatakan hipotesis kebocoran laboratorium tak sepernuhnya dapat terabaikan. Tetapi perlu ada pembuktian, negara lain dapat mengetahui kemungkinan kebocoran dari laboratorium mereka.

Salah satu bagian penting dari teori kebocoran laboratorium berpusat pada keputusan Institut Virologi Wuhan (WIV). Untuk menonaktifkan urutan gen dan basis data sampelnya pada tahun 2019.

Ketika ditanya tentang keputusan ini, Yuan Zhiming, profesor di WIV dan direktur Laboratorium Keamanan Hayati Nasional, mengatakan bahwa saat ini database hanya dibagikan secara internal karena kekhawatiran serangan dunia maya.

Penulis: Reuters

Editor: Muhammad Nurseha

Berikut Alasan Covid-19 Varian Delta Tak Butuh Karantina Lama

BEIJING, CHINA, Lingkar.co – Pakar epidemiologi terkemuka di China Prof Zhong Nanshan menyatakan bahwa masa inkubasi Covid-19 varian Delta tidak sepanjang varian-varian lainnya.

Sehingga dalam proses penyembuhannya tidak memerlukan masa karantina dalam jangka waktu yang lama.

Namun, seseorang dengan gejala varian baru Delta tersebut di masa karantina harus lebih sering melakukan tes untuk mengetahui masih atau tidaknya virus yang bersarang di dalam tubuh.

Baca juga:
Vaksinasi Anak, KPAI Apresiasi Gerak Cepat Pemerintah

Hal ini pihaknya ungkapkan dalam opininya yang telah termuat pada sejumlah media di China, Senin (28/6/21) lalu.

Zhong juga mengatakan bahwa ada perbedaan definisi “kontak dekat” antara Covid-19 varian sebelumnya dengan varian Delta.

Jika varian sebelumnya, “kontak dekat” merujuk pada orang yang tinggal bersama dalam kantor yang sama, keluarga, ruang pertemuan atau makan bersama dalam jarak 1 meter.

Baca juga:
BPOM & Balitbangkes Gandeng Delapan Rumah Sakit, Lakukan Uji Klinis Invermectin

Zhong mengungkapkan dalam definisi baru (varian Delta) “kontak erat” adalah merujuk pada orang yang tinggal di satu ruang/perusahaan/gedung.

“Selain itu juga bersama orang yang terinfeksi empat hari sebelum mengalami gejala penyakit,” ujar profesor yang dulu pertama kali berpendapat masa inkubasi Covid-19 selama 14 hari tersebut.

Pihaknya juga menjelaskan mengenai masa karantina bagi para pengguna penerbangan internasional yang memasuki wilayah daratan China tidak akan menjalani karantina dalam waktu yang lama.

Baca juga:
Wisata Candi Cetho Di Karanganyar Ini Mirip Di Pulau Bali

Sementara itu, Direktur Pusat Penelitian Klinik Medis Penyakit Pernapasan Menular Nasional China tersebut menyarankan kepada para penyitas Covid-19 dengan varian Delta untuk meningkatkan frekuensi tes yang mereka jalani.

Zhong mengemukakan opininya tersebut usai melakukan penelitian yang di lakukan di Provinsi Guangdong, wilayah selatan China.

Atas penemuan beberapa kasus varian Delta yang berasal dari kedatangan 90 persen pengguna penerbangan Internasional menuju China.

Sumber: ANTARA

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

China Kirimkan 8 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac Ke Indonesia

JAKARTA, Lingkar.co – Pemerintah Indonesia pada Selasa (25/5) menerima sebanyak 8 juta bahan baku vaksin Covid-19 dari sinovac, perusahaan biofarmasi yang berbasis di China.

Vaksin tersebut pemerintah terima melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Baca juga:
Temukan Jual Pangan Lebih Mahal di Solo, Mensos bakal Hentikan Program E-Warong

Airlangga mengatakan bahwa pemerintah berupaya menjaga ketersediaan stok vaksin untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, puji syukur, hari ini kita bisa menyaksikan kedatangan vaksin Covid-19 Sinovac delapan juta dosis dalam bentuk bulk (bahan baku),” ujarnya.

Setelah kedatangan pasokan bahan baku delapan juta dosis vaksin itu, ia mengatakan, secara keseluruhan pemerintah sudah mendatangkan pasokan 83,9 juta dosis vaksin Covid-19.

Baca juga:

Ditanya Soal Tak Diundang Acara HUT PDI P di Semarang, Ganjar: Seperti Itu Kok Ditanyakan

Dalam hal ini pemerintah berupaya memastikan keamanan, mutu, dan khasiat vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi nasional.

“Vaksin kami terima melalui proses evaluasi BPOM,” terang Airlangga.

Ia menjelaskan pula bahwa vaksinasi merupakan salah satu penentu keberhasilan upaya untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Baca juga:
Ridwan Kamil Dorong Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Berbasis Digital

Saat ini, menurut Airlangga, pemerintah sudah melakukan vaksinasi COVID-19 pada sekitar 24,9 juta warga.

“Pemerintah berencana memvaksinasi sedikitnya 70 persen dari populasi atau sekitar 181,5 juta orang untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap penyakit tersebut,” pungkas Airlangga. (ara/luh)