Arsip Tag: Universitas Diponegoro

Ribuan Pelamar Serbu Booth KAI di Job Fair Undip, Waspada Modus Penipuan Rekrutmen

Lingkar.co – Antusiasme pencari kerja terlihat membludak pada hari pertama gelaran Campus Job Fair Semarang 2026. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sekitar 1.200 pelamar memadati booth PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (15/4/2026) hingga Kamis (16/4/2026), bertempat di Gedung Muladi Dome, Universitas Diponegoro.

Sejak pagi, para pelamar tampak rela mengantre untuk memperoleh informasi hingga melakukan pendaftaran langsung di lokasi. Tingginya minat ini mencerminkan besarnya ketertarikan masyarakat untuk berkarier di sektor perkeretaapian.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada di tengah tingginya animo tersebut, khususnya terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap informasi rekrutmen yang tidak resmi. Proses rekrutmen KAI hanya dilakukan melalui website resmi recruitment.kai.id dan tidak dipungut biaya apapun,” tegasnya.

Ia juga menyarankan para pencari kerja yang akan hadir pada hari berikutnya untuk mempersiapkan seluruh persyaratan sejak awal agar proses pendaftaran berjalan lebih cepat. Informasi lengkap terkait rekrutmen dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan.

KAI menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan profesional tanpa melibatkan pihak ketiga. Setiap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu dipastikan merupakan bagian dari modus penipuan.

Melalui momentum job fair ini, KAI tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih teliti dalam menyaring informasi, sehingga terhindar dari praktik penipuan berkedok rekrutmen. ***

Cegah Stunting, Peneliti UNDIP Kembangkan MPASI Nutri Sun D3

Lingkar.co – Universitas Diponegoro menggelar kegiatan media gathering bersama puluhan wartawan dari media nasional dan lokal di Kampus Tembalang, Semarang, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi upaya kampus memperkuat sinergi dengan insan pers untuk menyebarluaskan inovasi hasil riset kepada masyarakat.

Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya tersebut mengusung tema “UNDIP Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat” dan diikuti lebih dari 30 wartawan dari berbagai media.

Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP Wijayanto mengatakan kampus dan media memiliki peran yang sejalan dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.

Menurutnya, jurnalis menyampaikan kebenaran melalui proses verifikasi jurnalistik, sementara perguruan tinggi menghadirkan kebenaran ilmiah melalui riset dan penelitian.

“Karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai universitas riset, UNDIP terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut adalah produk makanan pendamping ASI (MPASI) berbasis pangan lokal bernama Nutri Sun D3 yang dikembangkan peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Gemala Anjani bersama tim yang terdiri dari Fitriyono Ayustaningwarno dan Ahmad Syauqy.

Dalam pemaparannya, Fitriyono menjelaskan bahwa produk Nutri Sun D3 dikembangkan sebagai salah satu upaya membantu pencegahan stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan pada kondisi darurat bencana.

“Produk Nutri Sun D3 ini merupakan MPASI yang dapat digunakan untuk membantu mencegah stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat pada situasi bencana,” jelasnya.

Ia menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan yang dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kemampuan kognitif anak.

Produk Nutri Sun D3 diformulasikan dari berbagai bahan pangan bergizi seperti isolat protein kedelai, ubi sebagai sumber karbohidrat, serta sayuran seperti bayam dan brokoli yang diperkaya dengan vitamin D3.

MPASI tersebut diproduksi menggunakan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah sehingga kandungan gizi, warna, dan rasa bahan pangan tetap terjaga serta memiliki masa simpan yang lebih panjang.

Fitriyono menambahkan, produk tersebut telah diuji coba pada situasi darurat bencana banjir di Sumatera Barat pada 2025.

Dalam uji coba tersebut, MPASI diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari dan menunjukkan hasil bahwa berat badan anak tidak mengalami penurunan, bahkan sebagian mengalami peningkatan.

Saat ini produk Nutri Sun D3 masih dalam proses pengurusan izin edar sebelum nantinya dapat diproduksi secara lebih luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Melalui kegiatan media gathering tersebut, UNDIP berharap sinergi antara kampus dan insan pers dapat terus terjalin sehingga berbagai inovasi hasil penelitian dapat tersampaikan secara luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. ***

Guru Besar Ekonomi Undip Ingatkan Pentingnya Keselarasan Kurikulum Sekolah dengan Kebutuhan Investor

Lingkar.co – Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Dr. Firmansyah, mengapresiasi kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi yang mendorong masuknya investasi padat karya. Pada triwulan III 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp66,13 triliun dan menyerap 326.462 tenaga kerja.

Namun demikian, Firmansyah mengingatkan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menjawab kebutuhan industri ke depan.

“Skill teknis sangat dibutuhkan. Vokasi menjadi kunci untuk menyambut investasi yang memerlukan tenaga terampil,” jelasnya kepada wartawan usai kegiatan Outlook 2026: Refleksi, Capaian, dan Tantangan Pembangunan Jawa Tengah di Chanadia Cipta Rasa, Jl. Erlangga, Kota Semarang, Sabtu (27/12/2025).

Ia mendorong penguatan pendidikan vokasi, baik SMK maupun diploma, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Jika perlu ada penyesuaian kurikulum dengan tenaga pengajar dari investor.

“Kurikulum kita itu harusnya sangat fleksibel. Teknisnya selama dua tahun kurikulum SMK itu general skillnya. Di tahun ketiga fokus pada industri yang akan muncul. Jadi fleksibel, dievaluasi setiap tahun sama data-data industri yang akan masuk,” kata

Bahkan jika memungkinkan, kata dia, pemerintah bisa memberikan penawaran pelibatan tenaga profesional dalam program pembelajaran di sekolah.

“Sekalian ngajar di sini (SMK atau diploma), CSRnya sekalian bantu lab juga. Nanti bisa menghasilkan keluaran SMK yang terampil dan cocok dengan kebutuhan industri. Jadi kelulusan nanti sudah bersertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” imbuhnya.

Sejalan dengan hal itu, ia mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi sepanjang 2025 yang menunjukkan hasil positif.

Ia menilai, meski belum genap satu tahun menjabat, arah kebijakan ekonomi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berada pada jalur yang tepat. Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi mencatatkan capaian yang lebih baik dibanding rata-rata nasional, “Bagus. Terbukti pertumbuhan ekonominya tinggi,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi 5,37 Persen

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen secara year on year. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,04 persen, serta meningkat dibanding semester I 2025 yang tercatat 5,13 persen.

Wagub Kabarkan Usulan Hybrid Sea Wall Pemprov Jateng Diterima Badan Otorita Pantura

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, usulan pembuatan tanggul laut skema hybrid sea wall untuk pesisir Kabupaten Demak, diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Konsep hybrid sea wall gagasan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu, menggunakan pendekatan perpaduan solusi berbasis alam. Memadukan beton ringan dan rehabilitasi hutan mangrove untuk membuat garis pantai baru dari hasil tangkapan sedimentasi.

“Untuk hybrid sea wall nanti dari Kabupaten Demak sampai ke Jepara. Dan ada spot-spot lain seperti di Kabupaten Pemalang,” kata Taj Yasin saat rapat bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (9/12/2025).

Untuk kesiapan teknis, Pemprov Jateng melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Di mana Badan Otorita Pantura Jawa juga membentuk tim-tim di lapangan berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Wakil Ketua II Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Suhajar Diantoro, mengatakan, pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut (giant sea wall) Pantura Jawa, di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang. Teluk Semarang meliputi perairan di Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak sebagian.

“Itu prioritas pertama. Dan kalau kita cermati ternyata di beberapa tempat lain termasuk misalnya sebagian (Kabupaten) Batang, Tegal, dan Pekalongan itu juga sudah luar biasa (dampak rob)” katanya.

Dia mengatakan, pembangunan tanggul laut secara keseluruhan di Pantura Jawa membutuhkan waktu 20-30 tahun. Untuk percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang diperkirakan butuh waktu 8 tahun.

Pemerintah pusat, kata dia, ingin keberagaman metode dalam pembangunan giant sea wall. Ada yang dibangun menggunakan full beton (giant sea wall), ada wilayah yang dibangun tanggul laut dengan penguatan ekosistem hutan mangrove (hybrid sea walll).

“Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai,” ucapnya.

Saat ini, kata Suhajar, Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa
bersama Pusat Hidrosal sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi di Teluk Semarang dan Jakarta. Survei di Teluk Semarang sudah mencapai 70% lebih.
Setelah data batimetri dari Pusat Hidrosal didapat, kemudian pekerjaan konsultan direncanakan dimulai pada Januari 2026. Diperkirakan pekerjaan konsultan akan berjalan lebih kurang 6 bulan untuk merancang desain dan berbagai hal termasuk dampak-dampak sosial.

Diperkirakannya, dokumen akan lengkap bulan Juli 2026. Kemudian akan dilakukan rapat dengan presiden dan menteri. Bilamana disetujui, diharapkan ground breaking pembangunan tanggul laut dilakukan pada September 2026.

Wakil Ketua I Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Darwin Trisna Djajawinata, menambahkan, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Di mana program inisiatif dan inovatif seperti hybrid sea wall dan tanggul pantai bisa tetap dijalankan. Sementara Badan Otorita mempersiapkan ultimate design seperti integrasi giant sea wall sepanjang Pantura Jawa.

“Alhamdulillah di Provinsi Jateng ini ada kerjasama dengan Undip yang sudah memberikan inovasi seperti ini (hybrid sea wall). Nanti juga kita upayakan kalau memang ini akan diperluas pengembangannya,” katanya.

Lebih lanjut, Badan Otorita juga akam mencarikan sumber pendanaan yang bersifat kolaboratif dalam pembangunan tanggul laut. Baik itu skema investasi, Kerjasama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD). (*)

Sempat Vakum, Gelar GEMA 2025 dengan Semangat Berbeda

Lingkar.co – Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro menggelar Geological Event of Magmadipa (GEMA) 2025 di auditorium Prof. Dr. Soedharto, Jum’at (28/11/2025). Sempat vakum pada masa pandemi lalu, para mahasiswa kembali dengan semangat yang berbeda.

Mereka berharap kegiatan ini melahirkan geosaintis muda yang adaptif, kritis, dan visioner. Ilmuwan muda yang memperkuat hubungan akademisi dan industri. Memperluas pemahaman publik mengenai geologi dan lingkungan. Serta mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi era energi bersih.

Ketua Pelaksana GEMA 2025, Fayyad Yaqfi menuturkan, komunitasnya merasa resah dengan reduksi pemahaman publik tentang peran geolog yang digambarkan hanya pada bebatuan, dan fosil. Padahal publik sering kali geger bicara soal isu lingkungan dan pertambangan yang tak lepas dari geologi.

“Padahal geolog bukan hanya mencari batu. Kami ini mencari jawaban untuk kebutuhan masyarakat,” tukasnya.

Maka dari itu, dirinya menyatakan kegiatan tersebut bukan sebatas formalitas. Nalik lebih dari itu sebagai upaya membangkitkan ilmu bumi, “Ini bukan sekadar acara. Ini semacam kebangkitan. Baik bagi kami, maupun bagi ilmu kebumian di Indonesia,” tandasnya.

Di tengah isu lingkungan, lanjutnya, konflik tambang, hingga transisi energi, mahasiswa geologi kini dituntut mampu membaca bumi sekaligus membaca zaman.

Karena itulah tema GEMA tahun ini mengambil judul ‘Resurgence of the Earthminds: Awakening Scientific Curiosity Beneath the Crust’ menekankan pentingnya membangkitkan kembali rasa ingin tahu ilmiah.

Ia melanjutkan, persoalan pertambangan kerap dikaitkan dengan kerusakan ekosistem. Karena itulah GEMA tahun ini menekankan good mining practice dan keberlanjutan.

“Mahasiswa geologi harus paham bahwa geologi bukan cuma mengambil mineral, tetapi bertanggung jawab mengembalikan alam pasca-eksploitasi,” kata Fayyad.

Ia menyontohkan, penanganan air asam tambang (AAT), reklamasi lahan bekas tambang, batasan eksploitasi di kawasan konservasi, evaluasi geohazard sebelum dan sesudah tambang.

“Kita belajar dari kasus-kasus seperti salah satu tambang di Raja Ampat. Tidak boleh sembarangan. Ada regulasi, ada etika,” ujarnya.

Seminar nasional menghadirkan pakar yang kompeten. Yakni; Ir. Muhammad Tressna Gandapradana, S.T., M.Sc., MAusIMM, ahli mineral dan pertambangan dan Dr. Eng. Iwan Setiawan, Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN.

Material Teknologi Modern

Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah Rare Earth Elements (REE) atau logam tanah jarang, material yang menjadi tulang punggung teknologi modern, mulai dari mobil listrik, magnet turbin angin, baterai, hingga perangkat elektronik.

“REE itu jarang dibahas,” ujar Afriza Hiddan, mahasiswa Geologi Undip angkatan 2022, yang duduk di barisan peserta seminar.

“Padahal logam tanah jarang bakal jadi rebutan dunia. Sangat berani kalau GEMA memilih tema ini,” tuturnya.

Afriza mengaku materi REE baru ia dengar sekilas di mata kuliah geokimia, “Di kampus cuma diperkenalkan. Di sini baru paham betapa strategisnya peran geolog dalam transisi energi,” katanya.

REE seperti lantanida, thorium, dan uranium memiliki keterdapatan rendah, ekstraksi rumit, namun sangat dibutuhkan industri. Sementara Indonesia memiliki potensi besar REE dari mineral monasit dan pasir timah, terutama di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, potensi yang hingga kini masih minim dieksplorasi optimal. (*)

Penulis: Husni Muso

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

KONI Kota Semarang–Undip Bersinergi Bangun Ekosistem Keolahragaan yang Berkelanjutan

Lingkar.co — Upaya memperkuat ekosistem keolahragaan di Kota Semarang memasuki babak baru. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang dan Universitas Diponegoro (Undip) resmi menandatangani kesepakatan bersama di Gedung Widya Puraya Undip, Senin (10/11/2025).

Kerja sama ini tidak hanya sebatas pada pemanfaatan fasilitas olahraga yang dimiliki kampus, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pembinaan atlet yang lebih modern dan berbasis ilmu pengetahuan.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan dunia olahraga menjadi kunci lahirnya inovasi.

“Kami tidak ingin MoU ini hanya berhenti di tanda tangan. Undip memiliki fasilitas dan sumber daya yang bisa dimaksimalkan untuk kemajuan olahraga Semarang. Kita ingin ada dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, sarana olahraga yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha Bisnis Komersial dan Analisis Risiko (BPUBIKAR) Undip dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan atlet, pelatihan, dan pengembangan industri olahraga.

Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menyambut langkah ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem keolahragaan yang berkelanjutan.

“Kami melihat Undip memiliki potensi besar. Banyak mahasiswa yang juga atlet berprestasi. Melalui sinergi ini, kita ingin membangun kultur olahraga yang kuat di lingkungan pendidikan tinggi,” tutur Arnaz.

Menurut Arnaz, kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari strategi KONI Kota Semarang dalam memperluas basis pembinaan atlet dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia berharap kolaborasi dengan Undip dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Jawa Tengah.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pemanfaatan fasilitas olahraga, penelitian terapan di bidang sport science, hingga program pendampingan bagi atlet pelajar dan mahasiswa.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi KONI Kota Semarang untuk menjadikan kota ini sebagai pusat olahraga berbasis ilmu dan teknologi di Jawa Tengah.

“Olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga ilmu, riset, dan pengelolaan. Dengan dukungan kampus seperti Undip, saya yakin Semarang bisa menjadi contoh kota dengan ekosistem olahraga yang maju dan inklusif,” tambah Arnaz.

Penandatanganan MoU ini menandai awal sinergi jangka panjang antara dua institusi penting di Kota Semarang, dunia pendidikan dan dunia olahraga yang berorientasi pada pembinaan prestasi sekaligus peningkatan kesejahteraan atlet di masa depan. ***

Pengamat UNDIP: Pucuk Pimpinan PPP Harus Kembali ke Santri

Lingkar.co – Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ke X yang akan digelar akhir pekan ini dinilai akan menjadi awal penentu nasib partai. Apakah partai berlambang Kabah ini menuju kepunahan atau sebaliknya menuju kebangkitan.

Dosen Departemen Politik Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdulrahman menyampaikan demikian bukannya tanpa alasan. Ia mencatat, dalam sejarah pemilu di Indonesia belum ada partai politik yang mampu kembali ke parlemen “reborn“ setelah sebelumnya gagal karena tidak lolos parliamentary threshold.

Kekhawatiran akan kepunahannya semakin logis ketika mencermati dinamika perolehan suara dari pemilu ke pemilu. Dalam tiga pemilu terakhir PPP mengalami penurunan suara yang signifikan. Pada Pemilu 2014, PPP memperoleh 8.152.957 suara (6,53%), menurun pada Pemilu 2019 menjadi 6.323.147 (4,52%), dan pada Pemilu 2024 menjadi 5.878.777 (3,87%).

Menggunakan pendekatan teori pelembagaan partai politik, penurunan signifikan yang terjadi di PPP dalam tiga pemilu terakhir disebabkan oleh faktor internal yakni kegagalan dalam mengelola konflik. Mulai dari dualisme kepengurusan hingga kristalisasi persaingan antar faksi menjelang pemilu 2024.

“Faktor tersebut diperparah dengan kegagalan PPP dalam menjaga basis pemilih tradisional sementara pada saat yang sama kurang cakap dalam merespon perubahan demografi pemilih serta ketidakcermatan membaca arah politik nasional,” kata Wahid, Rabu (24/9/2025).

Melihat sejarah dan kontribusi PPP bagi Indonesia, sejak Pemilu 1977-1997, PPP adalah “rumah besar umat Islam”  yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah menjalankan fungsi artikulasi kepentingan umat. Wajar jika kemudian PPP telah memiliki basis pemilih tradisional-ideologis khususnya di wilayah kantong-kantong santri. Basis inilah yang semestinya terus dijaga.

Pada saat yang sama, menurut Alumni Program Doctoral Southeast Asian Studies Goethe University Jerman ini menilai PPP semakin dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan karakter demografis pemilih Indonesia khususnya generasi millennial dan zillenial. Mengingat mereka inilah kedepan yang akan mendominasi. Tentu tantangan lain adalah konsolidasi organisasi ditengah demokrasi liberal yang memerlukan sumber pendanaan besar serta kompetisi partai yang semakin ketat.

Di tengah dinamika internal dan eksternalitas PPP, Wahid melihat komposisi antara Ketua Umum yang akan dipilih melalui Muktamar dan Sekjen akan sangat menentukan nasib PPP. Sebagai bagian dari  suksesi kepemimpinan dalam Muktamar yang semestinya disikapi oleh para pemilik suara secara jernih. “Menentukan komposisi (paket politik) antara Ketua Umum dan Sekjen yang dapat menjawab kebutuhan dan tantangan PPP,” ujarnya.

Untuk menjaga basis pemilih tradisional maka figur santri yang memiliki nasab langsung dengan ulama-ulama tokoh PPP menjadi sangat penting.

“Ekosistem utama dalam PPP adalah pesantren dan santri sehingga figur santri penting untuk mengisi komposisi Ketua Umum atau Sekjen,” tandasnya.

Dalam perspektif elektoral, figur tersebut sebaiknya memiliki daya tarik sekaligus  mampu menggerakkan jaringan santri. Dalam perspektif kelembagaan, figur tersebut dibutuhkan sebagai konsolidator partai. Figur yang relatif bisa diterima oleh semua kalangan yang setidaknya berperan dalam menyatukan seluruh struktur maupun komponen internal. Akan lebih baik jika figur santri tersebut memiliki pengalaman tidak saja di internal PPP namun juga di lembaga legislatif atau bahkan lembaga eksekutif.

Pada sisi lain, figur dengan latar belakang pengusaha penting untuk menjawab kebutuhan finansial partai lima tahun kedepan. Banyak studi menunjukkan bahwa, pendanaan menjadi salah satu persoalan partai politik di Indonesia saat ini. Demikian halnya secara kalkulatif, untuk bisa kembali ke parlemen diperlukan biaya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Pemilu 2024 silam.

Oleh karenanya kemudian kesiapan dan komitmen secara finansial sangatlah vital. Tentu tidak saja dari perspektif kemampuan dan akses finansial, namun juga karakter kepemimpinan yang memiliki kecenderungan cepat dalam merespon perubahan. Komposisi pengusaha-santri inilah yang bisa menjadi alternatif penentu masa depan PPP lima tahun kedepan. (*)

Puluhan Dokter Spesialis Undip Donor Darah di PMI Kota Semarang, Awal: Terbukti Kualitas dan Terapkan CPOB

Lingkar.co – Puluhan dokter spesialis bedah dan civitas akademik dari Program Studi Bedah Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan donor darah sukarela di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Sabtu (16/8/2025) pahi.

Pantauan di lokasi, para dosen yang juga dokter spesialis nampak mengikuti antrean pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah, sementara di sisi lain para dokter sedang tiduran ketika diambil darahnya.

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes, Sp.THT-KL menuturkan, hal itu menjadi bukti bahwa UDD PMI Kota Semarang telah terbukti memiliki kualitas yang baik dalam penyediaan stok darah dan telah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), yakni standar yang diterapkan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk darah yang dihasilkan oleh UDD.

“Jadi ini sebetulnya bukan kegiatan dari PMI, tapi kegiatan dari teman-teman fakultas kedokteran prodi ilmu bedah yang merayakan ulang tahun kemerdekaan RI dengan melakukan donor darah,” kata Awal saat ditemui disela-sela kegiatan.

Ia menyambut baik para dokter yang telah memberikan sebagian dari jiwa dan bagian hidup untuk aksi kemanusiaan donor darah. Maka dari itu pihaknya mengapresiasi para dokter senior dan dokter umum yang sedang mengikuti studi lanjut pada bidang ilmu bedah. “Ini menunjukkan bahwa stakeholder para dokter pengguna darah untuk pasien mereka mempercayai PMI Kota Semarang dalam menghasilkan produk darah yang berkualitas yang diperlukan para pasien mereka,” ujarnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa PMI Kota Semarang dipercaya oleh para dokter yang menggunakan darah dari PMI Kota Semarang, dan mereka mendukung PMI Kota Semarang dalam menghasilkan komponen darah yang berkualitas,” ucapnya.

“Kedepannya akan memberikan dampak kepercayaan yang lebih pada masyarakat bahwa kualitas darah dari para pendonor darah yang berkualitas, pemrosesannya sangat berkualitas karena sudah sesuai CPOB dan sudah terakreditasi unggul dan proses tambahannya dan disalurkan ke yang membutuhkan yaitu para pasien,” tuturnya.

Kepala Program Studi Bedah FK UNDIP Dr. dr. Sigit Adi Prasetyo, M.Si.Med., Sp.B, Subsp.BD(K) menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk bakti kepada masyarakat dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kata dia, pihaknya memilih aksi kemanusiaan pada peringatan kemerdekaan Indonesia tahun 2025 ini daripada kegiatan perlombaan atau hiburan.

“Kita gak pengen hura-hura, gak pengen lomba-lomba, pengennya adalah bertindak nyata bagi kemanusiaan,” tuturnya.

Dirinya berharap, kegiatan yang diikuti oleh para dokter spesialis dan mahasiswa (dokter umum) yang sedang mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Kita itu sebagai dokter memang untuk kemanusiaan dan sesama. Jadi dengan seperti ini kita bisa menyontohkan dan memberikan tindakan nyata kepada sesama kita untuk bisa saling membantu, dalam hal ini darah kita,” kata dia.

Terkait dengan rencana lanjutan dalam kolaborasi Prodi Bedah FK Undip, RSND (Rumah Sakit Nasional Diponegoro) dengan PMI Kota Semarang, Sigit menyatakan siap berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

“Nanti akan kita kolaborasikan juga kalau memang ada kegiatan pengabdian ya nanti bisa kita kolaborasikan dengan rumah sakit Undip,”tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Hadir di Undip, Wagub Jateng Sebut Kampus Tempat ‘Seksi’ Penyebaran Radikalisme

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) menyebut kampus sebagai tempat yang seksi bagi penyebaran radikalisme. Ia menyatakan hal itu saat menjadi keynote speech pada “Seminar Kebangsaan Menghadapi Tantangan Radikalisasi dalam Mempertahankan Ideologi Negara”, Sabtu (14/06/2025) di Aula Fisip International Magnificent Encouraging Noble Auditorium (Fimena Fisip Undip).

Yasin menjelaskan, posisi Jawa Tengah yang strategis menjadi “Center of Gravity“, yang sebelum kemerdekaan sudah menjadi barometer ideologi, politik, dan hankam. Di sisi lain, posisi strategis tersebut justru dimanfaatkan kaum radikalisme untuk melakukan penentangan terhadap kemapanan tatanan kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seminar menghadirkan para pembicara, antara lain Rektor Undip Prof.Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, Kepala Densus 88 ATT Polri Irjen. Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., Kasubdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri KBP Moh Dofir,S.Ag,S.H.,M.H., Pemerhati HTI Dr. Rida Hesti Ratnasari ,M.Si, dan Dosen HI Undip Nadia Farabi, M.A. PhD.

Disampaikan Wagub, tercatat pada Januari 2025 jumlah mitra deradikalisasi yang dibina di Jawa Tengah sebanyak 351 orang, yang terdiri dari 28 orang di Karesidenan Banyumas, 47 orang Karesidenan Pekalongan, 46 orang di Karesidenan Semarang, 16 orang di Karesidenan Pati, 23 orang di Karesidenan Kedu, dan 191 orang di Karesidenan Surakarta.

Dalam wawancara usai memberikan paparan, Wagub menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, kampus merupakan tempat yang sangat seksi dalam menyebarkan paham radikalisme oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Deradikalisasi ini harus kita galakkan terus, harus kita dorong. Maka pada hari ini saya senang sekali diundang mewakili Pak Gub untuk bicara tentang radikalisme di Indonesia dan berfikir bagaimana menanggapi pemikiran radikalisme, khususnya di kampus. Karena memang mereka akan menyusup dimana mana. Dan di kampus memang saat ini menjadi paling seksi untuk menyebarkan paham radikal oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujar Wagub.

Dia mengakui, kampus merupakan tempat bersatunya ragam pemikiran. Namun demikian, oleh kampus pula, pemikiran tersebut dipersatukan dalam rangka membangun masyarakat yang lebih baik.

“Terima kasih kepada Undip yang telah mengimplementasikan dalam menyatukan pemikiran untuk membangun masyarakat Jawa Tengah lebih baik,” kata Wagub.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Undip Prof Suharnomo mengatakan, kampus merupakan etalase pemikiran, yang terbuka untuk didiskusikan. Melalui seminar tersebut, kampus ingin mendapatkan informasi yang benar. Oleh karenanya, dihadirkan para pakar untuk memperoleh informasi yang cover both side.

“Tidak ada yang perlu ditutup tutupi, mari didiskusikan saja, fakta yang ada di lapangan, dan dalam koridor NKRI,” ujarnya.

Menurutnya, pemikiran yang ada hendaknya didiskusikan secara terbuka sehingga masyarakat kampus juga mendapatkan inside dari pakar yang benar yang jernih dan tajam.

“Sekali lagi tidak dilarang untuk berpikir secara radikal, tetapi silahkan disampaikan secara terbuka. Ada tesa, sintesa, antitesa, dan lain sebagainya, sehingga anak kita mendapatkan pemahaman yang sangat clear tentang ideologi bangsa ini,” pungkasnya. (*)

Undip Bangun Jogging Track 2 di Hutan Kampus, Siap Jadi Tujuan Olahraga dan Rekreasi Baru

Lingkar.co – Universitas Diponegoro (Undip) manfaatkan hutan kampus jadi jogging track 2. Pelatakan batu pertama pembangunan telah dilakukan langsung oleh rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. pada Rabu (11/6/2025).

Pada kegiatan tersbut, turut hadir Ketua Senat Akademik, Wakil Ketua Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Dekan Fakultas dan Sekolah, serta pimpinan lembaga dan unit di lingkungan Undip.

Suharnomo menjelaskan, memanfaatkan area hutan kampus yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai peneduh. Kini, kawasan tersebut dikembangkan menjadi hutan aktif yang dapat dimanfaatkan oleh civitas academica serta masyarakat sekitar untuk beraktivitas fisik maupun rekreasi.

“Jogging Track 2 ini adalah bagian dari visi untuk menghadirkan ruang fungsional dan inklusif di kawasan kampus UNDIP. Jogging track yang pertama (sebelah Barat) selalu penuh dan ruang terbukanya dimanfaatkan sampai malam. Oleh karena itu kita bangun yang di sisi Timur sampai waduk pendidikan. Mudah-mudahan ini menjadi wajah UNDIP yang lebih indah dan menyehatkan,” ungkap Suharnomo.

Salah satu keistimewaan Jogging Track 2 adalah hadirnya Taman Agrowisata yang akan dikelola bersama Program Studi Pertanian dan Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip.

“Taman Agrowisata ini dilengkapi dengan buah melon, durian jenis musangking, ada peternakan sapi pedaging dan ayam pedaging. Taman Agrowisata ini terbuka dan bisa dinikmati oleh masyarakat mulai dari adik-adik TK hingga SMA bisa datang ke UNDIP,” lanjut Prof Suharnomo.

Proyek pembangunan Jogging Track 2 memiliki nilai kontrak sebesar Rp11,9 miliar, dengan pelaksana CV Dewa Angkasa Raya Semarang dan konsultan pengawas CV Mitra Bersama Mandiri. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh bulan, dimulai sejak 19 Mei hingga 14 Desember 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen Undip menegaskan bahwa pembangunan ini akan dijalankan secara tepat waktu serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Kami berkomitmen supaya proses pembangunan ini bisa dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat biaya, selalu mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi”, jelas Ari Eko Widyantoro, S.T., M.Si. selaku Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Manajer Aset dan Perancangan.

Lingkup pekerjaan mencakup penataan lahan seluas 35.000 meter persegi membentang sepanjang 440 meter dari pos satpam utama hingga Jembatan Sikatak. Fasilitas yang akan dibangun antara lain jalur pedestrian atau jogging track, ruang terbuka hijau, taman tematik (berisi pohon langka, taman buah, dan taman bunga), area gym outdoor, gazebo, tribun, toilet, pelataran, serta elemen-elemen pendukung lainnya yang ramah lingkungan.

Dengan adanya Jogging Track 2, Undip kini memiliki dua jalur olahraga dan rekreasi. Jogging Track pertama yang dibangun pada tahun 2021 terbukti ramai dikunjungi dan kerap penuh pada waktu-waktu tertentu, sehingga keberadaan Jogging Track 2 diharapkan dapat menjadi alternatif tempat olahraga sekaligus wisata edukasi. ***