ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Kasus OTT Sudewo, KPK Periksa Plt Bupati Pati di Polda Jateng

1002168535_11zon
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Kabupaten Pati Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (4/2/2026). Foto: Miftah/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati nonaktif, Sudewo, atas dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa.

Chandra mengatakan pemeriksaan berlangsung sekitar satu setengah jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Ia menegaskan kehadirannya sebagai bentuk kewajiban dan ketaatan terhadap hukum.

“Wajib lah. Kalau dipanggil harus datang. Saya juga datang. Yang saya tahu saya bilang tahu, yang tidak tahu saya bilang tidak tahu,” ujar Chandra saat ditemui wartawan usai menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Kabupaten Pati Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menyampaikan bahwa materi pemeriksaan seputar pengetahuannya terkait dugaan jual beli jabatan perangkat desa yang tengah ditangani KPK. Namun Chandra menegaskan dirinya memang tidak mengetahui praktik tersebut.

“Seputar tahu apa tidak. Memang tidak tahu,” katanya.

Saat ditanya mengenai dana desa yang turut disinggung dalam pemeriksaan, Chandra kembali menegaskan tidak memiliki pengetahuan terkait hal tersebut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Dana desa juga tidak tahu,” ucapnya.

Chandra mengungkapkan, dalam pemeriksaan tersebut dirinya tidak bertemu dengan camat maupun pejabat lainnya. Ia hanya bertemu dengan staf dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades).

“Tadi tidak ketemu camat. Hanya ketemu staf dari Dispermades saja,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Terkait pihak lain yang turut diperiksa KPK dalam perkara ini, Chandra mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Belum tahu. Saya juga tanya tadi ke orang KPK,” ungkapnya.

Ia menambahkan, surat undangan pemeriksaan diterimanya sehari sebelumnya. Chandra memastikan siap kembali memenuhi panggilan apabila kembali dibutuhkan penyidik.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Undangannya kemarin. Kalau dipanggil lagi ya pasti datang lagi. Kita sebagai warga negara yang baik, taat hukum, harus datang,” tegasnya.

Sementara itu, Chandra mengaku saat ini masih memprioritaskan penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah agenda lain belum dapat dipastikan pelaksanaannya.

“Kita masih konsentrasi penanganan banjir. Pati ini termasuk daerah dengan risiko bencana cukup tinggi di Jawa Tengah,” pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu