Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak lagi memberikan sinyal untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk periode kedua pada Pemilu 2029.
Saat ditemui awak media di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10), Jokowi merespons singkat ketika ditanya perihal peluang dukungan kelanjutan kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk periode kedua.
"Pemilu masih jauh," ujar Jokowi singkat kepada wartawan yang juga menanyakan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Kertanegara, Selasa (6/10) lalu.

Presiden ke-7 RI itu menilai bahwa seluruh pihak saat ini lebih baik memfokuskan energi untuk bekerja secara maksimal di pemerintahan yang tengah berjalan. Pernyataan tersebut seolah mengisyaratkan bahwa peta kekuatan dan dinamika koalisi politik pada Pemilu 2024 belum tentu terulang kembali pada kontestasi 2029.
"Masih jauh 2029, semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyatlah semuanya," tambah dia.
Sikap Jokowi Mulai Berbeda
Pernyataan terbaru Jokowi ini menarik perhatian publik lantaran dinilai mengalami pergeseran nada dibandingkan sikap terbukanya pada September lalu. Jokowi sempat secara tegas menyampaikan arahan agar para pendukungnya mengawal dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu," kata Jokowi di Solo pada Jumat (19/9), kala itu, sembari menegaskan bahwa dukungan terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran dua periode merupakan sikap konsisten yang ia pegang sejak awal.
Dukungan serupa juga sempat diungkapkan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus. Saat itu, Bestari mengungkapkan bahwa Jokowi pernah menitipkan pesan khusus kepada partainya saat bertemu di Solo untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode serta menjaga keharmonisan internal koalisi.
"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).