Arsip Kategori: Pendidikan

Pendidikan

SDN Mencon Pati Rusak Parah, Siswa Belajar di Rumah Warga

Lingkar.co – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, memprihatinkan. Sekitar 90 persen bangunan sekolah dilaporkan sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Akibatnya, empat ruang kelas tidak lagi dipakai. Para siswa terpaksa belajar di luar sekolah, seperti di balai desa, rumah perangkat desa, rumah guru, hingga kantor pemerintah desa.

Kepala SDN Mencon, Muhammad Yasin Amin, mengatakan kerusakan semakin parah setelah hujan deras pada Sabtu malam, 11 April 2026. Beberapa atap kelas dilaporkan ambrol.

“Kondisi sekolah ini sudah lapuk, begitu malam Minggu jam 7 malam ada hujan, sehingga kondisi kelas ini tertimpa musibah, atap roboh, tapi alhamdulilah terjadi malam hari. Kelas ini sudah saya kosonan sekitar dua tahun lalu, mengingat khawatir keselamatan pembelajaran anak-anak,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Saat ini, katanya, hanya siswa kelas V dan VI yang masih belajar di sekolah. Sementara kelas I hingga IV harus berpindah tempat.

“Hampir 90 persen bangunan kelas tidak layak ditempati. Kelas yang lain, empat kelas pembelajaran tidak di sekolah lagi, ada yang rumah penduduk, di rumah kepala desa, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Selain bangunan yang rapuh, kondisi tanah di lokasi sekolah juga rawan bergerak. Hal ini membuat pihak sekolah khawatir jika perbaikan hanya dilakukan sebagian.

“Kondisi tanah di sini agak lapuk. Apabila ada pembangunan cuma atapnya saja, kami khawatir akan terjadi musibah yang tidak kita inginkan karena tembok kelas yang lain sudah mulai retak,” jelasnya.

Pihak sekolah telah mengajukan bantuan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). SDN Mencon juga masuk daftar penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.

“Alhamdulillah info dari Disdik, di tahun 2026 SD kami masuk nominasi DAK umum dan reguler. Ada musibah seperti ini mudah-mudahan cepat ditangani dan mendapat DAK sesuai kondisi sekolah ini,” paparnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati telah meninjau kondisi sekolah. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebut banyak sekolah di Pati masih menggunakan bangunan lama.

“Kita tahu bersama banyak kondisi sekolah di Pati gedungnya masih pakai bangunan Inpres, maka Senin kita evaluasi semua sekolah, dimana gedung layak atau tidak. Seperti di Mencon, tadi pagi gedungnya rubuh, syukur tak ada korban jiwa karena Minggu. Disebabkan karena hujan lebat penopang sekolah lapuk sehingga rubuh,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap perbaikan segera dilakukan agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. (*)

Tak Masuk Sekolah Negeri, Markarius Anwar Harapkan Pesantren Tampung Peserta Didik

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan, Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Aswaja (Dar Ahlussunah Waljamaah) yang membuka cabang di Pekanbaru berpotensi menjadi solusi alternatif dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), terutama bagi anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri. Pemkot membuka peluang kerja sama agar lembaga pendidikan tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat.

“Ke depan, kami berharap pesantren ini dapat menampung anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri. Lokasinya yang berada di pinggiran kota tentu akan memudahkan akses dari perumahan warga,” ucap Markarius, Senin (13/4/2026)

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru menyambut baik pencanangan pembangunan Ponpes Dar Aswaja sebagai upaya memperluas akses pendidikan agama Islam di Ibu Kota Provinsi Riau. Pemkot bersyukur atas hadirnya pesantren tersebut di Pekanbaru.

Menurut dia, keberadaan pesantren yang sebelumnya telah berkembang di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) itu diharapkan mampu menjadi wadah pendidikan agama Islam yang berkualitas bagi generasi muda. Pemko menyambut baik pembangunan cabang ponpes ini di Pekanbaru.

“Saya berharap prosesnya berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan pendidikan agama Islam,” harapnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Dar Aswaja Usman Saufi menyampaikan, pencanangan pembangunan telah dimulai tahun ini dengan dukungan tokoh masyarakat dan ulama setempat.

Kegiatan awal pesantren akan dipusatkan di masjid yang telah tersedia di lokasi. Masjid tersebut sementara difungsikan sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pembinaan, sembari menunggu proses pembangunan fisik ponpes rampung.

“Kami mulai dengan kegiatan kajian keagamaan untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Seluruh aktivitas sementara dipusatkan di masjid sambil pembangunan berjalan,” jelasnya.

Pembangunan ponpes ditargetkan dimulai tahun ini. Jika belum selesai, operasional penuh akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Pembangunan pesantren ini berdiri di atas lahan wakaf seluas kurang lebih setengah hektare yang diberikan oleh Zaini Ismail, mantan Sekdaprov Riau. Lahan tersebut diharapkan menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Kampus Negeri Mulai Berlakukan PJJ Terbatas

Lingkar.co – Sejumlah perguruan tinggi negeri mulai menyesuaikan sistem pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester V ke atas dan program pascasarjana. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung efisiensi energi tanpa mengganggu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Penerapan PJJ tersebut akan dievaluasi secara berkala guna memastikan mutu, kualitas, serta capaian pembelajaran mahasiswa tetap terjaga.

Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah melalui laman resmi UI, Jumat, (10/4/2026), menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian pola kerja melalui skema fleksibel work from office (WFO) dan work from home (WFH).

”Khusus bagi dosen, pengaturan pola kerja disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nasional sekaligus langkah efisiensi energi tanpa menurunkan kualitas layanan.

”Penyesuaian pola kerja ini merupakan langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang lebih fleksibel, produktif, dan berbasis kinerja. Kami ingin memastikan bahwa kualitas layanan dan capaian tridarma tetap terjaga, sekaligus berkontribusi pada upaya efisiensi energi secara nasional,” ujarnya.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran yang bersifat praktik seperti laboratorium, klinik, studio, hingga praktik lapangan tetap dilakukan secara tatap muka.

UI juga mendorong optimalisasi layanan digital, mulai dari bimbingan tugas akhir, seminar, rapat akademik, hingga layanan administrasi mahasiswa, guna mengurangi mobilitas dan meningkatkan efisiensi.

Sementara itu, Universitas Pendidikan Indonesia juga menerapkan kebijakan serupa dengan pendekatan yang fleksibel. Direktur terkait, Ahmad Yani, menyebut pelaksanaan PJJ disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah.

”Kami memastikan implementasi PJJ berjalan efektif, adaptif, dan tetap menjaga mutu pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi,” kata Yani.

UPI turut memperkuat infrastruktur digital melalui pengembangan sistem pembelajaran online serta mendorong dosen menyiapkan materi pembelajaran digital secara lengkap.

Di sisi lain, Universitas Padjadjaran menerapkan PJJ secara terbatas, yakni setiap hari Jumat. Namun, kegiatan praktikum tetap dilaksanakan secara langsung di kampus.Wakil Rektor Unpad R Widya Setiabudi Sumadinata menyatakan kebijakan ini mulai berlaku Jumat, (10/4/2026) dan akan dievaluasi dalam satu bulan.

”Kebijakan ini langsung berlaku di minggu ini pada Jumat 10 April 2026. Kebijakan WFH ini akan dievaluasi dalam satu bulan ke depan, apakah lanjut atau kembali normal,” ujarnya.

Penulis: Putri Septina

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 90 Satuan Pendidikan di Pati

Lingkar.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meresmikan bantuan revitalisasi 90 satuan pendidikan di Kabupaten Pati, Minggu (12/4/2026). Peresmian dipusatkan di SMP Negeri 8 Pati.

Abdul Mu’ti menyampaikan, seluruh program revitalisasi yang bersumber dari anggaran tahun 2025 telah selesai sepenuhnya dan kini sudah dimanfaatkan oleh sekolah penerima.

“Meresmikan 90 satuan pendidikan yang mendapat bantuan revitalisasi anggaran tahun 2025. Sudah 100 persen, sudah mulai digunakan dan bermanfaat meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut meliputi perbaikan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga pembangunan fasilitas sanitasi seperti toilet sekolah. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini di Kabupaten Pati mencapai sekitar Rp67 miliar.

Menurutnya, program revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pemerintah pun berencana melanjutkan program serupa pada tahun 2026.

“InsyaAllah 2026 sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, akan lebih banyak satuan pendidikan yang kita perbaiki,” katanya.

Salah satu sekolah penerima bantuan, SMP Negeri 1 Gembong, merasakan langsung dampak dari program tersebut. Kepala sekolah, Istiana, mengungkapkan kondisi bangunan sekolah sebelumnya cukup memprihatinkan.

“Dulu sekolah kami mengenaskan. Sekarang pembelajaran lebih aman dan nyaman. Yang diperbaiki lantai, dinding, dan atap,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh ruang kelas sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari lantai pecah hingga dinding retak akibat akar pohon.

“Keenam kelas semua rusak. Lantai pecah-pecah, akarnya ngangkat,” imbuhnya.

Sekolah tersebut menerima anggaran sekitar Rp3,3 miliar yang digunakan untuk pembangunan ruang baru, laboratorium, toilet, ruang kepala sekolah, serta pengadaan perabotan. Proses perbaikan berlangsung sejak Agustus hingga November 2025, dan kini sudah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di wilayahnya.

“Rencana hari Senin akan kami adakan evaluasi semua sekolah, untuk melihat apakah gedung-gedung tersebut masih layak atau tidak. Kami juga akan membentuk tim untuk mengecek langsung kondisi tempat belajar mengajar,” jelasnya.

Ia berharap program revitalisasi ini dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Kami berharap melalui dukungan ini kualitas pendidikan di Kabupaten Pati semakin meningkat, sehingga ke depan mampu menghasilkan generasi penerus yang unggul, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)

400 Paralegal Muslimat NU Jadi Jembatan Keadilan Bagi Warga Kecil

Lingkar.co, Di tengah upaya pemerintah memperluas akses keadilan, kehadiran 400 paralegal Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menjadi penghubung penting antara masyarakat kecil dan layanan hukum yang selama ini terasa jauh.

Alih-alih hanya menjadi pelengkap, para kader ini diposisikan sebagai jembatan yang menghubungkan warga dengan sistem hukum yang kerap dianggap rumit dan sulit dijangkau. Pengukuhan mereka di Balairung UTC Hotel Semarang, Sabtu (11/4/2026), menandai dimulainya peran tersebut secara resmi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada ketersediaan layanan hukum, tetapi bagaimana layanan itu bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga lapisan terbawah.

“Paralegal ini akan menjadi penghubung. Mereka membantu masyarakat memahami, sekaligus mendampingi dalam menghadapi persoalan hukum,” ujarnya.

Dengan sebaran di 32 kabupaten/kota, para paralegal Muslimat NU akan bergerak langsung ke tengah masyarakat.

Mereka membawa pendekatan yang lebih dekat dan personal, mulai dari konsultasi hukum sederhana, mediasi konflik, hingga pendampingan non-litigasi.

Peran ini dinilai krusial, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak, yang kerap menghadapi hambatan saat berhadapan dengan persoalan hukum.

Ketua PP Muslimat NU, Arifah Chooiri Fauzi, menyebut langkah ini sebagai bentuk adaptasi organisasi terhadap kebutuhan zaman.

Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan tidak lagi cukup hanya di sektor sosial dan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh aspek perlindungan hukum.

“Ini bagian dari upaya memastikan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, tidak berjalan sendiri saat menghadapi persoalan hukum,” katanya.

Khofifah Indar Parawansa menambahkan, para paralegal ini diharapkan mampu bersinergi dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum), sehingga terbentuk jalur pendampingan yang lebih terstruktur dan mudah diakses.

Program ini juga akan berjalan beriringan dengan inisiatif Kecamatan Berdaya, yang mendorong penguatan masyarakat dari tingkat desa.

Di sisi lain, Muslimat NU turut membawa pesan yang lebih luas. Melalui sembilan poin imbauan yang disampaikan kepada Sekjen PBB lewat Menteri PPPA RI, organisasi ini menyerukan pentingnya perdamaian dunia dan penghentian konflik global.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa gerakan yang berakar dari komunitas lokal pun mampu menjangkau isu global dari mendampingi warga di desa hingga menyuarakan harapan damai di panggung dunia.

Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Kendal Masuk Tahap Tes Kesehatan

Lingkar.co – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kendal memasuki tahapan tes kesehatan. Sebanyak 246 peserta mengikuti rangkaian tes kesehatan dan parade yang digelar di Stadion Utama Kendal, Jawa Tengah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa tes kesehatan melibatkan empat dokter dari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kendal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kondisi pancaindra, fisik tubuh, hingga kesehatan psikis peserta.

“Tes ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan calon paskibraka memiliki kondisi kesehatan yang prima, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan ini akan melanjutkan seleksi berikutnya, yakni tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kesemaptaan yang dijadwalkan pada 14 April 2026.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap semangat dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Ia juga menegaskan kepada panitia untuk melaksanakan proses seleksi secara ketat dan objektif.

“Saya minta seluruh peserta tetap penuh semangat. Kepada panitia, lakukan seleksi ini secara ketat agar kita mendapatkan calon terbaik. Harapannya, Capaskibraka Kendal dapat lolos hingga tingkat provinsi,” tegasnya.

Melalui tahapan seleksi yang berjenjang dan ketat ini, diharapkan Kabupaten Kendal dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengibarkan Sang Merah Putih, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga provinsi bahkan nasional. (*)

Mulai April 2026, Dinas Pendidikan Tetapkan TKA Jadi Pemetaan Akademik Siswa SD hingga SMP di Kota Pekalongan

Lingkar.co – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan Jawa Tengah mulai mengimplementasikan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik siswa pada jenjang SD hingga SMP. Program ini resmi dilaksanakan mulai April 2026 dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis data di daerah.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa, pelaksanaan TKA di tahun pertama ini masih terbatas pada beberapa komponen mata pelajaran (mapel) yakni Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SD dan SMP sederajat.

Sementara, untuk jenjang SMA sederajat lebih banyak yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan 2 mata pelajaran pilihan (misalnya Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dll). Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan cakupan materi yang diujikan.

“Baru dua mapel saja yang Ini kan baru awal ya, baru tahun pertama untuk jenjang SD dan SMP sederajat yang menjadi kewenangan Dindik Kofa Pekalongan. Barangkali di tahun-tahun berikutnya ada penambahan mata pelajaran,” ujar Mabruri, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut ia membeberkan, uji coba TKA telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan resmi. Meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis, secara umum proses berjalan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan selanjutnya.

“TKA sudah beberapa kali uji coba ya, meskipun ada beberapa kendala-kendala. Tapi pelaksanaannya nanti tanggal 6, rentang waktunya 6 sampai 30 April,” jelasnya.

Pelaksanaan TKA dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah, mengingat keterbatasan sarana prasarana, khususnya perangkat komputer. Oleh karena itu, sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur jadwal dan sesi pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Karena keterbatasan perangkat, artinya komputer ya, maka jumlah peserta setiap angkatan dan pembagian sesi diatur oleh sekolah. Ada yang butuh waktu 4 hari, 6 hari, bahkan sampai 8 hari,” imbuhnya.

Lanjutnya, TKA diperuntukkan bagi siswa kelas akhir di setiap jenjang, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP. Sementara untuk jenjang SMA/sederajat, pelaksanaan TKA telah dilakukan lebih dahulu secara nasional.

“Iya, yang TKA ini kelas-kelas akhir. Jadi kelas 6, kelas 9, dan kelas 12 SMA sederajat. Kalau yang SMA sudah jauh-jauh hari kemarin,” terangnya.

Mabruri juga menegaskan bahwa TKA merupakan program yang dilaksanakan secara nasional dengan jadwal yang terintegrasi di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan TKA di Kota Pekalongan sejalan dengan kebijakan pusat.

“Kalau ini nasional ya. Jadi yang SD seluruh Indonesia jadwalnya sama, yang SMP juga sama,” katanya.

Lebih lanjut, Mabruri menekankan bahwa hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Tes ini hanya dilakukan satu kali dan berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya jalur prestasi.

“Karena ini tidak mempengaruhi kelulusan, berapapun nilainya ya sekali tes saja. Poinnya nanti hanya akan menguntungkan atau berkontribusi di jalur SPMB prestasi,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang telah melaksanakan TKA adalah SMP Salafiyah Kota Pekalongan. Kepala SMP Salafiyah, Hj. Qurrotul Aini, S.Ag., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kebijakan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Di sekolah tersebut, pelaksanaan TKA untuk siswa kelas IX berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 229 siswa.

“Dengan adanya Tes Kompetensi Akademik (TKA) ini, kami selaku Kepala SMP Salafiyah Kota Pekalongan menyambut baik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami percaya bahwa melalui TKA, kemampuan akademik siswa dapat terpetakan dengan lebih jelas, sehingga guru dan sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk tidak menjadikan TKA sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk memotivasi diri dalam belajar dan mengembangkan potensi.

“Kami juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan TKA sebagai motivasi dalam belajar, bukan sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk mengukur dan mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Dengan penerapan TKA ini, pihaknya berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat terkait kemampuan akademik siswa.

“Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan,” pungkasnya. (*)

UNDIP Gandeng Kampus Tiongkok, Resmikan Program Double Degree Teknik Kimia

Lingkar.co – Universitas Dipenogoro (UNDIP) resmi menjalin kerja sama internasional dengan Beijing University of Chemical Technology (BUCT) Tiongkok melalui program double degree di bidang Teknik Kimia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Agreement on Double Degree Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UNDIP dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kualitas pendidikan berbasis standar internasional. Program double degree ini menggunakan skema 2+2, di mana mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama di Undip dan dua tahun berikutnya di BUCT dengan kurikulum terintegrasi dari kedua institusi.

Rektor Undip , menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperkuat posisi sebagai universitas berkelas dunia.

“Untuk menjadi universitas berkelas dunia, kemitraan global menjadi kunci dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga membuka peluang luas dalam pengembangan riset bersama, pertukaran dosen, hingga transfer inovasi teknologi.

“Program ini akan memberikan pengalaman akademik lintas negara yang memperkaya wawasan global mahasiswa serta meningkatkan daya saing lulusan,” tambahnya.

Senada, Vice President BUCT menyambut baik kerja sama tersebut sebagai tonggak penting dalam hubungan akademik kedua institusi.

“Ini bukan sekadar kesepakatan akademik, tetapi komitmen bersama untuk mencetak talenta unggul di bidang teknik kimia dengan perspektif internasional,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat diperluas ke bidang riset, pertukaran dosen, serta integrasi antara dunia akademik dan industri.

Dalam implementasinya, kedua universitas sepakat untuk saling mengakui kredit akademik dan memberikan gelar sarjana dari masing-masing institusi bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan dari kedua kampus, termasuk perwakilan fakultas dan pengelola program internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok serta mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap tantangan global. ***

SMAN 1 Pati Teratas, Ini Daftar Sekolah Terbanyak Lolos SNBP 2026 di Wilayah Disdik Jateng III

Lingkar.co – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026 telah selesai dilaksanakan. Sejumlah siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) berhasil lolos melalui jalur ini berdasarkan capaian nilai akademik serta prestasi yang dimiliki selama menempuh pendidikan di sekolah.

Berdasarkan data Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, SMAN 1 Pati menjadi sekolah dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima melalui jalur SNBP tahun ini.

Tercatat sebanyak 71 siswa dari SMAN 1 Pati berhasil lolos seleksi tersebut. Posisi kedua ditempati SMAN 1 Kudus dengan 54 siswa, disusul SMAN 1 Bae Kudus yang meloloskan 41 siswa.

Selanjutnya, SMAN 1 Jekulo berada di urutan keempat dengan 37 siswa yang diterima melalui SNBP. Jumlah yang sama juga dicatatkan oleh SMAQT Yanbuul Qur’an 1 yang berada di posisi kelima dengan 37 siswa.

Pada posisi berikutnya, terdapat tiga sekolah yang masing-masing meloloskan 35 siswa, yakni SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Jakenan, dan SMAN 1 Tayu. Sementara itu, SMAN 2 Kudus berada di peringkat kesembilan dengan 33 siswa yang diterima.

Adapun peringkat kesepuluh dan kesebelas ditempati SMAN 1 Juwana serta SMAN 3 Pati yang masing-masing berhasil meloloskan 28 siswa melalui jalur SNBP.

Selain SMA, sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah tersebut juga mencatatkan siswa yang diterima di PTN melalui jalur yang sama. SMK RUS Kudus menjadi penyumbang terbanyak dengan 27 siswa yang lolos SNBP 2026, diikuti SMKN 1 Pati dengan 26 siswa.

Kemudian SMK Tunas Harapan menyumbang 19 siswa, sementara SMKN 2 Pati meloloskan 15 siswa. Selanjutnya, SMK BTB Juwana mencatatkan 13 siswa diterima, disusul SMKN 2 Kudus dengan 12 siswa.

Sementara itu, SMKN 1 Kudus meloloskan 8 siswa dan SMKN 1 Jepara sebanyak 7 siswa. Empat sekolah lainnya, yakni SMKN 3 Jepara, SMKN 2 Jepara, SMKN Kalinyamatan, serta SMK Bani Muslim masing-masing mencatatkan 5 siswa diterima melalui SNBP.

Kepala Seksi SMA/SLB Cabang Disdik Wilayah III Jawa Tengah, Amirul Mahfud Haryanto, menjelaskan bahwa penilaian dalam SNBP mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari konsistensi prestasi akademik maupun non-akademik siswa hingga relevansi nilai rapor.

Menurutnya, nilai rapor dari semester satu hingga semester lima menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelolosan siswa. Selain itu, prestasi tambahan juga dapat menjadi nilai pendukung dalam proses seleksi.

“Penilaian SNBP mencakup konsistensi prestasi akademik dan non-akademik, relevansi nilai rapor semester 1 sampai 5, serta dukungan prestasi tambahan. Selain itu, siswa juga harus masuk dalam kuota eligible di sekolah masing-masing, serta dipengaruhi oleh indeks maupun reputasi sekolah,” jelasnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kuota siswa yang berhak mengikuti SNBP ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Sekolah dengan akreditasi A mendapatkan kuota eligible sebesar 40 persen, akreditasi B sebesar 25 persen, dan akreditasi C sebesar 5 persen.

Selain itu, sekolah yang menggunakan sistem e-rapor memperoleh tambahan kuota sebesar 5 persen. Penentuan peringkat siswa yang masuk dalam kuota tersebut sepenuhnya ditentukan oleh pihak sekolah berdasarkan nilai rapor semester satu hingga lima. (*)

Prabowo Buka Akses Istana untuk Pelajar, Program Edukasi Pemerintahan Dimulai

Lingkar.co – Istana Kepresidenan resmi dibuka untuk kunjungan pelajar atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mengenalkan dunia pemerintahan serta sejarah bangsa kepada generasi muda sejak dini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Presiden dalam memberikan pengalaman langsung kepada siswa terkait sejarah bangsa serta mekanisme kerja pemerintahan.

“Hari ini, Selasa (7/4/2026), atas instruksi dan keinginan Bapak Presiden Prabowo, kita buka Istana untuk anak-anak sekolah. Jadi, rekan-rekan ketahui bersama, salah satu program terbesar Bapak Presiden investasi membangun dan membentuk generasi muda,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Pelaksanaan program tersebut telah dimulai hari ini dengan kunjungan siswa dari SMKN 19 Jakarta Pusat sebagai rombongan pertama.

Dalam kunjungan itu, para siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga tur berkeliling istana untuk melihat langsung sejumlah ruangan penting yang menjadi pusat pengambilan keputusan negara.

“Tadi banyak kok yang bikin testimoni. Jadi, baru ini lihat ada ruangan Presiden, tempat para menteri dilantik, tempat Presiden, tanda tangan, tempat Presiden, biasa menerima tamu, menerima rakyat. Jadi, intinya Bapak Presiden ingin sebesar-besarnya, Istananya dibuka untuk rakyat. Saat Lebaran ada, saat hari-hari besar lainnya ada, dan ini untuk anak-anak sekolah,” kata Teddy.

Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berlaku di Istana Merdeka dan Istana Negara, tetapi juga akan diterapkan di seluruh istana kepresidenan di Indonesia yang berjumlah delapan lokasi.

“Nanti kegiatannya ini juga tidak hanya di Istana Merdeka dan Istana Negara, tapi di Istana Presiden lainnya di seluruh Indonesia. Kita punya delapan, nanti masing-masing Istana kita buka untuk anak sekolah juga,” ucap Seskab.

Ia menambahkan, sekolah dari berbagai daerah, termasuk luar Jakarta dan luar Pulau Jawa, dapat mengikuti program ini dengan melakukan pendaftaran melalui Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet.

Kunjungan akan dijadwalkan secara rutin, yakni satu hingga dua kali dalam sepekan. Menariknya, tidak ada persyaratan seleksi khusus bagi sekolah yang ingin berpartisipasi.

“Bapak Presiden ingin (siswa sekolah) masuk saja ke Istana, kenalkan, mereka lihat langsung. Mereka lihat, mereka bisa ada pengalaman di situ, dan insyaallah mereka akan punya cita-cita besar. Mungkin untuk seleksinya tidak ada. Jadi, silakan daftar ke tadi yang saya bilang, kemudian nanti akan diatur oleh penitia,” ucap Teddy.

Program ini, lanjutnya, juga menjadi bagian dari kebijakan besar pemerintah dalam pengembangan generasi muda, termasuk penyediaan makanan bergizi, renovasi sekolah, perbaikan sanitasi, pemasangan televisi digital untuk pembelajaran, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Jadi, intinya Bapak Presiden ingin sebesar-besarnya, Istananya dibuka untuk rakyat. Saat Lebaran ada, saat hari-hari besar lainnya ada, dan ini untuk anak-anak sekolah,” ujar Seskab.

Teddy juga mengungkapkan antusiasme tinggi dari para siswa dalam kunjungan perdana tersebut. Banyak di antara mereka yang untuk pertama kalinya dapat melihat langsung lingkungan istana, termasuk ruang kerja presiden serta lokasi pelantikan pejabat negara.

Penulis: Putri Septina