Arsip Kategori: Pendidikan

Pendidikan

Ratusan Juta Belum Dibayar, Sejumlah Suplyer Geruduk SPPG Protomulyo

Lingkar.co– Sejumlah suplyer yang memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi SPPG di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (6/4/2026). Kedatangan mereka untuk menagih pembayaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu suplyer, Faqihudin, mengaku memiliki tagihan sebesar Rp141 juta yang belum dibayarkan sejak akhir Desember 2025. Tagihan tersebut berasal dari suplai susu yang rutin dikirim setiap pekan dalam jumlah puluhan karton.

“Totalnya Rp141 juta, belum dibayar sejak akhir tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tagihan terus membengkak karena akumulasi pengiriman yang belum dilunasi. Ia juga menyebut telah beberapa kali melakukan penagihan, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan kejelasan pembayaran.

“Setiap ditagih alasannya selalu berubah, dan responsnya lambat,” katanya.

Faqihudin menambahkan, tidak hanya dirinya yang mengalami hal serupa. Beberapa suplyer lain juga disebut memiliki tagihan yang belum dibayarkan, meski nilainya lebih kecil.

“Ada juga suplyer lain yang tagihannya puluhan juta. Bahkan sebelumnya ada suplyer lama yang masih punya tanggungan tapi ditinggalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak SPPG Protomulyo I melalui bagian akunting, Galuh, menyatakan bahwa pembayaran telah dilakukan secara rutin setiap ada barang yang masuk.

“Dari kami rutin membayar dan semua sudah kami bayarkan,” jelasnya.

Ia menerangkan, mekanisme pembayaran dilakukan melalui Koperasi Merakyat. Pihak SPPG mengaku menyalurkan pembayaran ke koperasi, yang kemudian bertugas meneruskan kepada para suplyer.

“Kami bayarnya ke koperasi, nanti koperasi yang membayarkan ke suplyer,” tandasnya.

Di sisi lain, Ahmad Munfarid selaku PIC Koperasi Merakyat mengatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait pengelolaan keuangan di koperasi tersebut.

“Tugas saya hanya mencarikan bahan baku atau belanjaan untuk kebutuhan MBG,” ujarnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Alumnus FK Undip Jadi Komandan Satgas Misi PBB di Lebanon, Bukti Kualitas Pendidikan Global

Lingkar.co – Pendidikan berkualitas di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro kembali menunjukkan kiprahnya di kancah global. Salah satu alumninya, kini dipercaya menjadi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Hospital XXIX-P dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Alumnus Program Studi Spesialis Radiologi FK Undip tersebut mengemban tugas pada periode 2025–2026, dengan tanggung jawab ganda sebagai pimpinan satuan sekaligus dokter spesialis di wilayah dengan keterbatasan fasilitas medis.

Menurut dr. Audrianto, pendidikan yang ia tempuh di Semarang menjadi fondasi utama dalam membangun kompetensi klinis dan ketangguhan menghadapi tantangan global.

“Pendidikan di FK Undip sangat suportif dalam membentuk kepercayaan diri kami di kancah internasional. Selain aspek medis teknis, kemampuan komunikasi global dan publikasi ilmiah menjadi modal utama saat berkoordinasi dengan tenaga medis lintas negara di misi PBB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kurikulum di FK Undip mengombinasikan teori dan praktik dengan paparan literatur internasional, sehingga membentuk pola pikir adaptif yang sangat dibutuhkan dalam situasi lapangan.

Dalam penugasannya di Lebanon, dr. Audrianto menekankan pentingnya peran radiologi sebagai penunjang diagnosis, terutama di tengah keterbatasan alat medis.

“Radiologi adalah unsur vital, namun diagnosis tetap berawal dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Sekitar 70 persen diagnosis bisa ditegakkan dari dua proses awal tersebut,” jelasnya.

Kondisi di lapangan, lanjutnya, sering kali hanya didukung fasilitas dasar seperti X-Ray dan ultrasonografi (USG). Dengan analisis klinis yang tajam, ia mampu memaksimalkan penggunaan alat tersebut sebelum memutuskan rujukan lanjutan seperti CT-Scan atau MRI.

Selain tantangan medis, situasi keamanan di wilayah tugas juga menjadi perhatian. Dinamika konflik di sekitar area penugasan menuntutnya menjalankan peran strategis, baik dalam menjaga keselamatan personel maupun memastikan layanan kesehatan tetap optimal.

Ia berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa kedokteran untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme.

“Di medan tugas tidak ada zona nyaman. Pendidikan yang kuat adalah modal, tetapi dedikasi tuluslah yang membuat kita mampu bertahan dan memberi manfaat bagi kemanusiaan,” pungkasnya. ***

Pemkab Kendal Fasilitasi 11Bus Gratis Bagi 558 Santri Kembali ke Lirboyo

Lingkar.co- Pemerintah Kabupaten Kendal memfasilitasi 558 santri asal Kabupaten Kendal kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur menggunakan bus gratis pada Sabtu (4/4/2026) sore. Mereka diberangkatkan menggunakan 11 bus dari Stadion Utama Kendal secara bersamaan.

Pemerintah Kabupaten Kendal berkolaborasi dengan Baznas Kendal memfasilitasi bus gratis untuk santri asal Kabupaten Kendal yang mondok di Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Para santri harus kembali ke pondok pesantren, setelah libur Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.

Pemberangkatan rombongan bus dilepas oleh Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari didampingi Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Kendal KH Subhan Idris. Pelepasan bus rombongan santri juga dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal KH Mukhammad Mustamsikin dan sejumlah ulama.

Ketua Himasal Kabupaten Kendal, KH Subhan Idris mengatakan, pemberian fasilitas bus gratis ini diawali sejak masa Covid-19 lalu. Sejak saat itu Pemkab Kendal tiap tahun selalu memfasilitasi bus gratis untuk santri asal Kabupaten Kendal yang kembali ke pondok pesantren Lirboyo Kediri. “Fasilitas bus gratis ini dimulai sejak masa pandemi Covid-19 itu rutin tiap tahun hingga sekarang,” ujarnya.

Menurut KH Subhan, pemberian fasilitas bus gratis ini dapat membantu meringankan biaya transportasi bagi para santri. Adapun jumlah santri yang ikut rombongan bus gratis ada 558 santri, dari jumlah total sekitar 600 santri. Harapannya, pemberian fasilitas bus gratis terus dilakukan tiap tahun. “Ini sangat membantu, maka harapan dari wali santri dan Himasal tiap tahun rutin diadakan,” harapnya.

Nur Salim ayah dari santri Fatihatul Huda, warga Desa Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan mengatakan, sudah dua tahun ini putranya ikut rombongan bus gratis dari Pemkab Kendal. Harapannya, fasilitas bus gratis ini terus dilakukan tiap tahun, karena membantu meringankan beban orang tua wali santri. “Kalau naik bus sendiri biayanya 170 ribu, jadi fasilitas bus gratis ini sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi mereka yang kondisinya sedang tidak mampu,” katanya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya yang disampaikan oleh Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari berpesan kepada seluruh santri, agar meluruskan niatnya menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Pesan lainnya, agar menjaga nama baik Kabupaten Kendal dan menjaga persaudaraan sesama santri. “Belajar tekun, perbanyak doa, jaga nama baik Kabupaten Kendal, jaga persaudaraan sesama santri dan tetap menjalin komunikasi dengan orang tua,” pesannya. 

Dengan menuntut ilmu di pondok pesantren, para santri diharapkan akan tumbuh menjadi anak soleh. Ketika pulang di kampung halaman agar menjadi insan yang bermanfaat bagi lingkungan dan bersama-sama membangun untuk Kendal yang lebih baik. (*)

Penulis: Yoedhi

Kota Malang Uji Coba Pertama Program MBG Sistem Prasmanan di MIN 2

Lingkar.co – Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kota Malang, tepatnya dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berkesempatan meninjau langsung uji coba MBG prasmanan tersebut.

Selain meninjau, ia juga ikut membaur makan bersama para siswa serta berdialog langsung, khususnya dengan para siswa kelas VI.

Berdasarkan hasil pengamatan dan dialog dengan para siswa, Wahyu menilai bahwa metode prasmanan seperti ini lebih disukai oleh para siswa dibandingkan dengan sistem sebelumnya.

Para siswa pun tampak antusias dalam mengambil makanan dan makan bersama.

“Anak-anak lebih suka metode prasmanan ini karena makanan disajikan dalam kondisi lebih hangat, porsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ungkapnya, Senin (6/4/2026)

Dari sisi kualitas makanan, Wahyu menilai MBG prasmanan sudah memenuhi standar gizi yang baik. Menu yang disajikan mencakup protein, karbohidrat, vitamin melalui buah-buahan, hingga minuman, sehingga dinilai cukup lengkap.

Selain itu, sistem prasmanan juga dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas, termasuk suhu, makanan tetap hangat dibandingkan metode distribusi menggunakan ompreng yang dikemas dari dapur SPPG.

Meski demikian, Wahyu menyoroti tantangan dalam hal efektivitas waktu. Sistem antre dalam prasmanan dinilai berpotensi menyita waktu belajar siswa.

“Antre butuh waktu, makan juga ada waktu, berarti ada jam pelajaran yang tersita. Ini yang harus diatur kembali,” jelasnya

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan bahwa hasil uji coba ini akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dievaluasi lebih lanjut. Pemerintah Kota Malang akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penerapan lebih luas.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang lebih besar dalam sistem prasmanan, disebutkannya hal tersebut masih dalam tahap evaluasi.

“Ini masih uji coba, nanti kami koordinasikan dengan BGN untuk melihat kelebihan dan kekurangannya,” imbuhnya.

Menanggapi isu yang sempat muncul terkait pelaksanaan MBG saat Bulan Ramadan, Wahyu memastikan bahwa kondisi di Kota Malang tetap aman.

Ia pun menyebut pihaknya telah melakukan supervisi dan evaluasi secara berkala, termasuk berkoordinasi dengan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“Secara umum di Kota Malang aman. Saat Ramadan kemarin memang makanan kering yang dibawa ke rumah. Tentu ada hal-hal yang dipertimbangkan dan sekarang sudah normal kembali dan dievaluasi, alhamdulillah Kota Malang relatif aman,” pungkasnya. (*)

Damar Ajak Elemen Masyarakat Bersinergi Majukan Pendidikan di Kota Magelang

Lingkar.co – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengajak seluruh elemen Kota Magelang bersinergi memajukan pendidikan. Ia pun mengapresiasi kegiatan halal bihalal ini sebagai sarana memperkuat kolaborasi.

“Silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi juga pondasi penting dalam membangun sinergi. Dari silaturahmi lahir kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh kolaborasi, dan dari kolaborasi kita dapat menghadirkan perubahan,” ujarnya, Ahad (5/4/2026).

Damar mengatakan hal itu saat menghadiri kegiatan Sarasehan dan Halal Bihalal Guru se-Kota Magelang, di GOR Samapta Sanden, Kota Magelang, Jawa Tengah

Turut hadir Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, Pj Sekda Kota Magelang Larsita, dan seluruh kepala OPD lingkungan Pemkot Magelang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan yang sudah berdedikasi tinggi mendidik anak-anak Kota Magelang.

Dikatakan, pendidikan merupakan investasi strategis bagi pembangunan daerah, namun keberhasilannya tidak dapat dicapai secara parsial.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sekolah tidak bisa berdiri sendiri, dan para guru tidak bisa berjuang sendiri,” kata dia.

Menurutnya, sinergi harus melibatkan pemerintah sebagai pengarah kebijakan, guru sebagai ujung tombak pembelajaran, orang tua sebagai pendamping utama anak, serta masyarakat sebagai lingkungan pembentuk karakter baik.

Damar melanjutkan, peran strategis guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai dan membentuk karakter generasi penerus.

“Di tangan Bapak/Ibu sekalian, masa depan Kota Magelang sedang dibentuk. Anak-anak yang cerdas secara akademik, berkarakter, berakhlak mulia, memiliki empati, peduli serta mampu menghadapi tantangan zaman,” paparnya.

Pemerintah Kota Magelang, imbuh Damar, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas tenaga pendidik, serta mendorong inovasi pembelajaran.

Kegiatan yang dihadiri ribuan guru dan tenaga kependidikan jenjang KB/PAUD/TK, SD/MI, SMP/Mts se-Kota Magelang ini berlangsung meriah dan kebersamaan yang hangat.

Selain sarasehan dan halal bihalal, acara juga diisi dengan penampilan kelompok seni dari pelajar, para guru bernyanyi bersama, serta pembagian berbagai hadiah doorprize kepada peserta. (*)

Sikapi Tren AI, Bupati Lamsel Ingatkan Guru Tidak Bisa Digantikan Mesin

Lingkar.co – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan kemajuan teknologi telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan dan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini menjadi tren. Namun, ia menekankan bahwa peran guru tidak bisa tergantikan sepenuhnya oleh mesin.

“Transfer informasi saat ini dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi inspirasi hanya bisa diberikan oleh jiwa seorang guru,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan global yang kian cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi seperti AI.

Pesan itu disampaikan Egi saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk How to Be Great Teacher yang digelar di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (3/4/2026).

Pada kesempatan itu Egi juga mengingatkan bahwa perubahan global tidak hanya terjadi di tingkat pusat atau kota besar, tetapi turut berdampak hingga ke daerah, termasuk wilayah pedesaan.

“Meskipun kita berada di desa, perubahan global tetap mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat,” kata Egi.

Dalam forum yang diikuti sekitar 1.500 guru dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan tersebut, Egi mendorong para pendidik untuk terus memperluas wawasan dan tidak berhenti mengikuti perkembangan zaman.

“Kita tidak boleh berhenti membuka cakrawala terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dunia memang sedang mengalami pergeseran peradaban,” pesannya.

Ia juga mengajak para guru untuk menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses bertumbuh, bukan hambatan.

“Jika ingin menjadi besar, kita harus melalui proses, termasuk menghadapi tantangan sebagai bagian dari adaptasi,” jelasnya.

Seminar yang mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” itu turut menjadi ruang penguatan kapasitas tenaga pendidik di tengah dinamika pendidikan global.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga memberikan apresiasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Selatan yang berkolaborasi dengan Komunitas Teacher Preneur dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Egi menilai, keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Kami mengapresiasi peran organisasi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan yang mendorong kapasitas tenaga pengajar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta memperkuat peran strategis mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi. (*)

Dari Belanda Ajak Pelajar Kota Pekalongan Aktif Jaga Lingkungan dan Cegah Banjir dari Hal Sederhana

Lingkar.co – Pemerintah Belanda (water authorities) dan Indonesia memiliki kerja sama program Blue Deal untuk pengelolaan air berkelanjutan jangka panjang)l (2018-2030). Dari Belanda,

Blue Deal mengajak para pelajar SD dan SMP se-Kota Pekalongan Jawa Tengah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai langkah awal dalam mencegah banjir dan rob.

Perwakilan Blue Deal, Marcel memberikan edukasi dan bertukar informasi terkait pengelolaan air di Belanda kepada para pelajar di Ruang Serba Guna SMP Negeri 1 Kota Pekalongan, Kamis (2/4/2026).

Marcel menjelaskan,, Belanda merupakan negara yang memiliki tantangan besar dalam pengelolaan air karena sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Untuk mengatasi potensi banjir,

Katanya, Belanda menerapkan berbagai strategi, seperti pembangunan tanggul dan bendungan, serta penggunaan rumah pompa untuk mengalirkan air keluar dari daratan.

“Sistem ini dirancang untuk menghadapi kenaikan permukaan laut dan potensi banjir di masa depan. Pengelolaan air harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi Kota Pekalongan memiliki tantangan tersendiri, di antaranya penurunan muka tanah yang mencapai sekitar 10–15 cm per tahun, serta persoalan sampah yang turut memperparah banjir. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang dimulai dari identifikasi wilayah rentan.

“Tidak semua wilayah memiliki tingkat kerentanan yang sama, sehingga penting untuk menentukan area mana yang paling terdampak,” jelasnya.

Selain itu, Marcel juga menekankan pentingnya mencari sumber air alternatif sebagai solusi jangka panjang. Ketergantungan terhadap air tanah dinilai dapat mempercepat penurunan muka tanah, sehingga perlu dialihkan ke sumber lain seperti air sungai yang telah diolah. Namun demikian, pemanfaatan air sungai harus diiringi dengan upaya menjaga kebersihannya.

“Masyarakat harus berhenti membuang sampah ke sungai. Ini membutuhkan perubahan perilaku yang dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pembangunan infrastruktur seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air sebelum dialirkan kembali ke sungai.

Sementara itu, perwakilan Blue Deal lainnya, Britt, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan air dan pencegahan banjir. Menurutnya, langkah sederhana yang dapat dilakukan pelajar adalah dengan mengelola sampah dengan baik.

“Tindakan paling sederhana adalah mengumpulkan sampah dan memastikan tidak dibuang sembarangan, karena sampah dapat menghambat aliran air dan memicu banjir,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mualim, menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangat relevan mengingat Kota Pekalongan merupakan wilayah yang rawan bencana, khususnya banjir dan rob.

Ia berharap, edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada teman-teman mereka di sekolah maupun lingkungan sekitar.

“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa-siswi agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat,” tuturnya.

Mualim juga mengingatkan, kondisi geografis Kota Pekalongan yang kerap dilanda banjir, baik akibat rob maupun curah hujan tinggi, menjadi tantangan tersendiri.

Bahkan, kata dia, dalam beberapa kondisi, air hujan sulit mengalir ke laut karena kondisi air laut yang naik (pasang). Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong penerapan kurikulum kebencanaan di jenjang SD dan SMP sebagai bagian dari upaya edukasi berkelanjutan.

“Kegiatan ini sangat selaras dengan kurikulum kebencanaan yang sedang kami dorong. Harapannya, siswa memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.

Ia bersyukur, setelah sesi pemaparan, para pelajar tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif bertanya serta menjawab kuis yang diberikan oleh narasumber, menunjukkan tingginya minat dan kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif dari generasi muda untuk menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana, guna menciptakan Kota Pekalongan yang lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana di masa mendatang,” harapnya. (*)

Ratusan Calon Paskibraka Kabupaten Kendal Ikuti Tes CAT

Lingkar.co- Sebanyak 285 peserta, yang terdiri dari 169 putra dan 116 putri mengikuti tes pengetahuan tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (1/4/2026).

Tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) ini merupakan seleksi tahap awal bagi calon Paskibraka Kabupaten Kendal tahun 2026.

Pelaksanaan kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan dihadiri jajaran Forkompinda Kendal. Test dilakukan selama satu jam, yang hasilnya langsung diketahui secara cepat dan akurat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap, di tahun ini ada anggota Paskibraka Kabupaten Kendal yang bisa lolos ke Paskibraka nasional. Oleh karena itu, pada seleksi tingkat kabupaten ini benar-benar akan terpilih peserta yang terbaik. “Harapannya, dari Kendal ada yang lolos ke provinsi dan nasional,” harapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, tahapan setelah tes Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah tes intelegensia. Peserta yang bisa lolos ke seleksi tahap berikutnya, harus mendapatkan nilai minimal CAT atau passing grade minimal 70.

“Tahapan seleksi berikutnya besok pagi, yaitu tes intelegensi bagi peserta yang lolos tes CAT hari ini,” jelasnya.

Dikatakan, agar bisa masuk seleksi anggota Paskibraka nasional, terlebih dahulu harus lolos seleksi anggota Paskibraka provinsi. Persyaratannya cukup berat, selain memiliki postur fisik dan psikis yang ideal, juga didukung dengan bakat dan keahlian bahasa asing. “Seleksi di provinsi itu ada tes minat bakat dan keahlian bahasa, seperti Inggris, Korea dan bahasa asing lainnya untuk menambah nilai,” katanya.

Anggota Paskibraka Kabupaten Kendal tahun 2026 ditetapkan sebanyak 70 personil. Mereka akan bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada upacara Hari Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2026 di Kabupaten Kendal. (*)

Penulis: Yoedhi W

Undip dan Pemkab Pati Bahas Beasiswa hingga Peluang Kampus Daerah

Lingkar.co – Universitas Diponegoro (Undip) menjajaki peluang pemberian beasiswa penuh bagi warga kurang mampu di Kabupaten Pati, sekaligus membuka peluang pengembangan kampus di daerah. Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara pihak Undip dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (1/4/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Hadir dalam pertemuan tersebut Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Direktur Akademik Undip Siswo Sumardiono. Diskusi berlangsung konstruktif dengan fokus pada peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Pati.

Direktur Akademik Undip Siswo Sumardiono menjelaskan bahwa salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Pati yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui skema beasiswa dari pemerintah daerah.

“Rencananya bagaimana putra-putra terbaik Pati yang tidak memiliki kemampuan melanjutkan studi bisa mendapatkan beasiswa dari Kabupaten Pati untuk menempuh pendidikan di Jepara, yang jaraknya relatif lebih dekat,” ujarnya.

Selain program beasiswa, pembahasan juga mencakup peluang pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di wilayah Pati. Langkah ini dinilai penting untuk mendekatkan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan akses pendidikan tinggi semakin terbuka dan merata, khususnya bagi masyarakat Pati,” jelasnya.

Kerja sama yang dijajaki tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan. Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah isu strategis daerah, seperti pengelolaan sumber daya air serta penanganan wilayah rawan kekeringan dan banjir.

Menurut Siswo, kampus memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap persoalan yang dihadapi daerah.

“Kolaborasi ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga bagaimana kampus dapat hadir memberi solusi nyata bagi persoalan daerah,” tambahnya.

Salah satu gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan unit desalinasi sebagai alternatif penyediaan air bersih di wilayah yang kerap terdampak kekeringan. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah inovatif untuk mendukung ketahanan lingkungan di Kabupaten Pati.

“Ke depan, kami membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Pati,” pungkas Siswo Sumardiono. (*)

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional, Gus Yasin Siap Sukseskan dan Raih Prestasi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Baik sukses pelaksanaan maupun sukses prestasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Provinsi Jawa Tengah, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten/Kota se Jateng Tahun 2026, di Gradhika Bhakti Praja, komplek Gubernur Jl. Pahlawan Semarang, Selasa, 31 Maret 2026.

Dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, komitmen Pemprov Jateng pada penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI adalah menyangkut sukses pelaksanaan, dan sukses prestasi. Pemprov sudah melakukan persiapan sejak akhir tahun 2025. Hngga saat ini terus melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait persiapan pelaksanaan event tersebut.

“Kita siapkan semuanya dari awal. Bahkan sejak tahun kemarin rapat-rapat sudah kita lakukan dan saat ini sudah masuk ke tahapan-tahapan teknis. Kita harus menunjukkan sukses pelaksanaan kita juga sukses prestasi,” ujarnya.

Tahapan persiapan yang dilakukan, antara lain penyiapan maskot, logo, tema, serta pelaksanaan rapat koordinasi dengan 35 kabupaten/kota. Bukan sekadar sukses pelaksanaan, tetapi juga menyangkut sukses prestasi.

Gus Yasin berharap, pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional di Jawa Tengah ini mampu meningkatkan prestasi Jawa Tengah di ajang MTQ Tingkat Nasional. Pada MTQ terakhir di Kalimantan Timur, Jawa Tengah berada di posisi 15 dari 38 provinsi peserta MTQ.

Upaya yang dilakukan dalam mendorong prestasi antara lain, mematangkan pembelajaran mendalam kepada kafilah Jawa Tengah melalui karantina. Juga menjalin koordinasi dengan orang tua dan lembaga tempat belajar peserta dari Jateng.

“Berdasarkan pengalaman, beberapa kali kafilan kita tidak bisa berangkat, salah satunya dikarenakan kurangnya koordinasi dengan lembaga. Sehingga saat ini kita pastikan bahwa lembaga tempat adik-adik belajar memberikan izin menjadi kafilan untuk sukses prestasi di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Pada rangkaian penyelenggaraan MTQ Nasional mendatang, Pemprov juga akan menggandeng Kota Semarang dalam rangka menyelenggarakan bazar UMKM. Akan ada aneka ragam tenant busana, makanan, dan kuliner syariah yang disajikan. Tujuannya untuk menyebarkan nilai – nilai keagamaan dan Quran agar dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai bagian mensyiarkan Jateng sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI, Gus Yasin sekaligus mengimbau kabupaten/kota agar mulai memasang baliho dan billboard dalam rangka sosialisasi.

Dalam sambutannya, Gus Yasin menyampaikan LPTQ dapat memiliki program yang terstruktur dan terukur dalam penyiapan genrasi dan qori/qoriah yang berprestasi dan memiliki akhlak qurani.

“Sinergitas LPTQ di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan memberikan peran dalam sukses pelaksanaan MTQ Nasional, utamanya dalam penyiapan kafilah calon peserta MTQ,” ujarnya. (*)