Arsip Tag: berita Purworejo hari ini

DPRD Purworejo Gelar Rapat Paripurna Pemberhentian H Fran Suharmaji

Lingkar.co – Salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Purworejo, H Fran Suharmaji SE MM resmi diberhentikan dari jabatan dan keanggotaannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Purworejo. Pemberhentian tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada, Senin (10/11/2025).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Purworejo Rohman, S.Sos, didampingi Wakil Ketua Estri Utami Setyowati, ST, serta dihadiri para anggota DPRD dan jajaran sekretariat dewan.

Dalam rapat tersebut, seluruh anggota DPRD Purworejo menyetujui pemberhentian almarhum H Fran Suharmaji dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD. Proses berikutnya adalah pengisian kekosongan kursi melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW)..

Diketahui, almarhum H Fran Suharmaji merupakan anggota DPRD Purworejo dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sesuai ketentuan, posisi beliau akan digantikan oleh Hj Nani Astuti melalui proses PAW. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo juga telah memberikan surat jawaban resmi kepada DPRD Purworejo terkait penggantian antar waktu tersebut.

Dengan segera dilaksanakannya proses PAW, diharapkan kinerja DPRD Purworejo dapat terus berjalan optimal dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan demi kepentingan masyarakat Purworejo.

Saat memberikan sambutannya, Rohman menyampaikan bahwa rapat paripurna ini merupakan bentuk tanggung jawab lembaga DPRD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tata tertib dewan.

“Kita kehilangan sosok almarhum H Fran Suharmaji, seorang yang santun, berdedikasi tinggi, dan berintegritas. Kehilangan beliau merupakan duka mendalam bagi DPRD maupun Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Rohman menjelaskan, sesuai dengan tata tertib DPRD, apabila ada pimpinan atau anggota dewan yang berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, maka DPRD wajib menggelar rapat paripurna untuk mengusulkan pemberhentian dari jabatan tersebut. Usulan pemberhentian itu selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah melalui Bupati Purworejo. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Jadi Obyek Studi Ilmu Parlemen, Hampir Tiap Hari Ratusan Siswa Datangi DPRD Purworejo


Lingkar.co – Selain berfungsi sebagai lembaga yang memiliki peran legislasi, anggaran dan pengawasan, saat ini DPRD Kabupaten Purworejo menjadi salah satu obyek pembelajaran bidang pemerintahan khususnya berkaitan dengan parlemen.

Hampir setiap hari, sekolah-sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi datang silih berganti memenuhi ruang paripurna DPRD Kabupaten Purworejo.
Seperti pada, Rabu (22/10) lalu.

Seratusan siswa SMAN Negeri 1 Purworejo mengunjungi Gedung DPRD Kabupaten Purworejo. Bertepatan dengan Hari Santri 2025, mereka yang datang bersama dewan guru menggunakan angkutan umum kompak mengenakan kostum ala santri.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Kepala SMAN 1 Urusan Kesiswaan, Sunardi MPd, dan diterima oleh Ketua Komisi 4 DPRD Purworejo, Sri Susilowati, bersama Sekretaris DPRD Agus Ari Setiyadi SSos, Kabag Umum dan Keuangan Ulik Sri Widiyatmi Ssos MAP, Kabag Legislasi dan Publikasi Ary Puspitaningrum SE MM, serta jajaran Sekretariat DPRD.

Mewakili Kepala Sekolah, Sunardi, menyebut ada seratusan siswa dari unsur OSIS, MPK, dan PKS yang mengikuti kegiatan. Kehadiran para siswa di Gedung DPRD merupakan bagian dari program sekolah bernama Ganesha Parlemen. Lewat program ini, para siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat tugas dan fungsi DPRD.

“Ganesha Parlemen ini program mandiri yang tidak didanai dana BOS untuk belajar tentang parlemen. Kami kesini ngangsu kawruh agar sidang-sidang yang dikelola OSIS MPK lebih baik,” katanya.

Seluk beluk tetang tugas dan fungsi anggota DPRD dipaparkan oleh Sri Susilowati. Menurutnya, tugas utama DPRD adalah legislasi (membentuk peraturan daerah), anggaran (membahas dan menyetujui APBD), dan pengawasan (mengawasi pelaksanaan Perda dan APBD). Selain itu, DPRD juga berperan menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat serta mengawasi kinerja pemerintah daerah.

“Saya berharap adik-adik bersungguh-sungguh dalam belajar sehingga dapat mengambil peran bagi bangsa dan negara ke depan,” kata Sri Susilowati yang juga alumni SMAN 1 Purworejo. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Berhasil Bangun Gedung MWC Senilai 4 Miliar Secara Swadaya, Warga NU Loano Tunaikan Nadzar Jalan Kaki 20 Km


Lingkar.co – Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo menunaikan nadzar dengan berjalan kaki kurang lebih 20 kilometer, Minggu (28/9/2025). Nadzar itu ditunaikan sebagai rasa syukur karena kini mereka telah memiliki tanah dan bangunan sendiri. Mereka rela iuran bertahun-tahun hingga akhirnya mampu membangun gedung MWC NU dan membeli tanah sebesar Rp 4 miliar.

Perjuangan luar biasa ini dimulai sejak tahun 2019 yang lalu saat awal pembelian tanah hingga pembangunan gedung. Beban berat itu akhirnya terbayar lunas berkat semangat gotong royong, keikhlasan, dan persatuan warga NU Loano, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Yang paling menarik perhatian, Bendahara NU Loano, Heri dan 3 orang rekannya, yang sebelumnya telah bernadzar jika uang terkumpul dan pembangunan telah selesai ia akan berjalan kaki ke Magelang menuju Makam KH Nur Muhammad Ngadiwongso di Magelang sejauh kurang lebih 20 kilometer.

“Awalnya yang Nadzar adalah bendahara MWC NU, tapi semua warga NU ikut membersamai total sekitar 1200 an orang,” kata Kyai Hasyim ketua panitia pada Minggu (28/9/2025).

Tak berhenti di situ, MWC NU Loano kini tengah merencanakan pembangunan Masjid KH Hasyim Asy’ari, yang kelak akan menjadi pusat kegiatan ibadah dan dakwah di Kecamatan Loano.

Momen jalan sehat semakin berkesan karena diikuti jamaah lintas usia. Dari banom-banom NU seperti IPNU, Fatayat hingga Muslimat turut mengikuti longmarch ini.

“Semoga ini bisa lebih merekatkan jemaah NU,” kata Kyai Hasyim.
Sementara itu Bendahara MWCNU Loano Heri mengungkapkan, Ia bernadzar setelah berhasil membeli tanah dan membangun gedung MWC dengan total kurang lebih Rp 4 miliar. Uang ini dikumpulkan dari iuran para jemaah disetiap ranting NU.
“Alhamdulillah sudah berhasil dibangun, saya bernadzar karena terharu dengan gotong-royong warga NU,” kata Heri

Heri menyebut, dana tersebut dikumpulkan setiap rutinan hari Selasa. Semua warga NU bebas menyumbang berapapun nilainya dan akhirnya berhasil membangun gedung dan membeli tanah.

“Saya gak nyangka nadzar saya ini banyak yang ikut menemani jalan kaki,” kata Dia.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Dalam sambutannya, Yuli mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran MWC NU Kecamatan Loano beserta seluruh warga NU, yang dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, mampu mewujudkan satu capaian luar biasa.

“Dimulai dari pembelian tanah, pembangunan gedung, hingga akhirnya tanah gedung ini benar-benar lunas berkat infaq dan dukungan dari seluruh warga NU di wilayah Kecamatan Loano,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, keberhasilan ini bukan hanya sekadar lunasnya tanah atau berdirinya sebuah gedung, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan, keikhlasan, dan komitmen umat dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

“Aset ini adalah milik bersama, yang akan menopang kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, serta perjuangan menegakkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di Kecamatan Loano,” kata Bupati. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Nestapa Petani di Bayan Utara, 15 Tahun Irigasi Mati Tanpa Ada Solusi

Lingkar.co – Peringatan Hari Tani Nasional menjadi panggung kemarahan petani di Kecamatan Bayan Utara, Kabupaten Purworejo. Alih-alih dirayakan dengan sukacita, momen tersebut justru membuka luka lama, matinya saluran irigasi Kragilan yang sudah 15 tahun tak mengalirkan air.

Warga dari Desa Sambeng, Jrakah, Bringin, Pekutan, Bayan, hingga Pucangagung menumpahkan kekecewaan mereka melalui aksi protes pada Rabu (26/09/2025). Di sepanjang jalur irigasi, spanduk sindiran keras dibentangkan, memuat tulisan seperti; “15 Tahun Ora Mili Cuk,” ” Bapak KDM, Tolong Kami,” “Ora Butuh Janji, Butuh Banyu Mili,” hingga “Saluran Ada, Air Mana?”, sebuah seruan yang menohok pemerintah daerah maupun pusat atas kegagalan mengelola sumber air yang menjadi nyawa pertanian .

Bagi para petani, irigasi mati bukan sekadar masalah teknis, tetapi persoalan hidup. Muhaimin, petani asal Sambeng, menuturkan bahwa selama bertahun-tahun mereka harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk sekadar menanam. “Kami sudah terlalu lama menunggu. Tolong realisasikan saluran air ini, agar petani bisa hidup layak,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami Tukimin, petani lain yang memilih membuat sumur bor agar sawahnya bisa diolah. “Modal besar, hasil tidak sebanding. Petani jadi korban,” keluhnya. Banyak petani bahkan memilih membiarkan lahan mereka terbengkalai karena perhitungan ekonomi tak lagi masuk akal. “Mau diolah, tidak untung. Dibiarkan, hati tidak tenang. Hidup segar, mati tak mau,” ungkap seorang petani dengan nada getir.

Padahal, pemerintah kerap menggembar-gemborkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional. Namun, di tingkat akar rumput, petani justru dipaksa bertahan sendirian.

“Hari Tani seharusnya menghargai pejuang pangan. Tapi kenyataannya, kami masih menjerit tanpa air,” ujar salah satu peserta aksi.

Selama 15 tahun, berbagai janji perbaikan terdengar, tapi tak satu pun berujung pada solusi nyata. Warga menduga persoalan ini tak hanya soal kerusakan fisik saluran, melainkan juga lemahnya komitmen anggaran dan pengawasan pemerintah.

Kini, mata masyarakat Bayan tertuju pada pemerintah daerah dan pusat. Mereka menuntut langkah konkret, bukan sekadar wacana. Sebab, tanpa irigasi, jargon ketahanan pangan hanyalah slogan kosong, dan Hari Tani akan terus dirayakan dengan kemarahan yang sama. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Perkuat Peran Penyuluh Agama, Pokjaluh se-Eks Karesidenan Kedu Gelar Rakor

Lingkar.co – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo menjadi tuan rumah Rapat Kerja (Rakor) Penyuluh Agama Islam se-Eks Karesidenan Kedu, Rabu (24/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Resto Pringsewu Keduren, Purwodadi, Purworejo ini diikuti sekitar 300 Penyuluh Agama Islam fungsional dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Kedu.

Rakor dihadiri Kepala Kankemenag Kabupaten Purworejo H. Mukhlis Abdillah, S.Ag., M.H., Kasi Bimas Islam Kankemenag kabupaten/kota se-Karesidenan Kedu, serta jajaran penyuluh agama baik PNS maupun PPPK. Selain menjadi ajang silaturahmi lintas daerah, kegiatan juga diisi workshop Standarisasi Kuantifikasi Kinerja Penyuluh Agama Islam dan expo bazar pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua Pokjaluh Kemenag Purworejo H. Solikhin, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan, Rakor ini merupakan agenda rutin Pokjaluh yang kali ini digelar di Purworejo.

“Kami berharap kegiatan ini mempererat tali persaudaraan antarpenyuluh, baik PNS maupun PPPK, yang memiliki tugas dan tanggung jawab hampir sama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Purworejo H. Mukhlis Abdillah menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat.

“Penyuluh harus semakin berdaya, berguna, dan berjaya. Mereka memiliki peran strategis, karena itu perlu merapatkan barisan, menyamakan visi, misi, dan persepsi tentang kepenyuluhan. Jangan sampai ego sektoral berkembang di masyarakat,” pesannya. Mukhlis juga mengingatkan bahwa penyuluh harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama, khususnya dalam menjaga keberagaman.

Narasumber workshop, Ketua Pokjaluh Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Mahsun, M.Ag., menegaskan kegiatan ini bertujuan mengukur optimalisasi dan efektivitas kinerja penyuluh.

Ia merujuk pada Kepdirjen Bimas Islam Nomor 1226 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam ASN dan Non-ASN, serta Kepdirjen Bimas Islam Nomor 794 Tahun 2025 tentang ruang lingkup kegiatan jabatan fungsional Penyuluh Agama Islam.

Melalui Rakor ini, Kemenag meneguhkan komitmennya menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak, dengan memberdayakan penyuluh agar semakin profesional, terarah, dan berkontribusi positif dalam membina kehidupan beragama di tengah masyarakat. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Hattrick, Yuli Hastuti Kembali Pimpin Golkar Purworejo

Lingkar.co – Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SE kembali mendapatkan amanah untuk untuk ketiga kalinya sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Purworejo. Ia terpilih secara aklamasi pada Musda XI Golkar Purworejo, Rabu (24/09/2025).

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh ST MEng dalam sambutannya menegaskan pentingnya regenerasi dan keterlibatan anak muda dalam kepengurusan Golkar Purworejo pasca-Musyawarah Daerah (Musda) XI. Menurutnya, pengurus baru harus segera merampungkan konsolidasi sekaligus memberi ruang yang luas bagi generasi milenial dan pemilih pemula yang diprediksi mencapai 55 persen pada Pemilu 2029.

“Pemilih muda adalah kekuatan besar. Karena itu pengurus baru harus memberi ruang bagi anak-anak muda agar sinergi dan kaderisasi berjalan,” tandas Saleh usai menghadiri

Saleh mengapresiasi Musda XI yang berlangsung sehat, penuh musyawarah, dan diwarnai kehadiran para pimpinan partai tingkat kecamatan, desa serta generasi muda yang memberi warna baru dalam proses Musda. Meski sudah dua periode menjabat sebagai ketua, Yuli Hastuti tetap masih bisa maju lagi di periode ke-3.

“Bu Yuli sudah dua periode memimpin. Sesuai AD/ART, jika maju periode ketiga harus mendapat rekomendasi DPP. Tapi yang terpenting, Musda ini menunjukkan semangat musyawarah mufakat. Kita sudah bosan dengan konflik, karena biasanya yang kalah malah pindah partai,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Yuli Hastuti menegaskan arti penting dan strategis Musda XI sebagai momentum merumuskan program kerja partai ke depan.
“Golkar Purworejo berhasil meraih delapan kursi DPRD pada Pileg 2024 berkat kerja keras, doa, dan kepercayaan masyarakat. Kita juga memenangkan Pilkada 2024. Prestasi politik ini harus kita jaga dan kawal dalam setiap langkah ke depan,” kata Yuli.

Menatap Pemilu 2029, Yuli mengajak seluruh kader bersatu, solid, dan terus memperkuat jejaring sosial serta politik. “Kepemimpinan Golkar harus berintegritas, berpihak kepada rakyat, dan semakin kuat,” tegasnya. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Promosikan Wisata Desa, Pokdarwis Popongan Gelar Lomba Mancing

Lingkar.co – Dalam rangka mempromosikan potensi wisata desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Popongan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Popongan dan didukung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purworejo menggelar lomba mancing dan Gebyar UMKM Kecamatan Banyuurip di Kompleks Kolam Wisata Lantaburo, Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Minggu (21/9/2025).
Ketua Pokdarwis Desa Popongan, Deka Tekat Aji Prabowo mengatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 230 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Banyuurip. Hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp 600 ribu, Rp 400 ribu, dan Rp 200 ribu dibagikan panitia untuk para pemenang. 

“Selain itu, ada juga door prize spesial berupa satu ekor kambing untuk peserta yang berhasil mendapatkan ikan berpita paling besar. Adapun ikan lele yang ditebar mencapai total 1,4 kuintal,” kata Deka di sela kegiatan.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Purworejo, Muhammad Musyafa menambahkan, pihaknya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kali ini menjadi terobosan positif, karena mampu menarik banyak pengunjung.

Kolam Wisata Lantaburo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan masyarakat. KNPI tentu siap bersinergi untuk mendorong agar kegiatan mancing menjadi agenda rutin tahunan, bahkan kalau bisa beberapa bulan sekali.

“Lokasi kolam wisata ini sangat representatif untuk berbagai event. Jadi tidak hanya mancing, namun bisa juga kegiatan seni, olahraga, maupun aktivitas kreatif lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan dukungan banyak pihak, optimistis Kolam Wisata Lantaburo akan semakin dikenal sebagai destinasi unggulan desa Popongan bahkan di Purworejo. “Keberadaannya juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga, Ahmad Ahadi mengaku senang dengan adanya kegiatan yang baru pertama kali digelar di desanya. Sebelumnya, saat peresmian kolam wisata, juga pernah ditampilkan kesenian tradisional kuda kepang Turonggo.

“Saya mengapresiasi upaya pemerintah desa dan Pokdarwis yang terus mencoba menggali potensi desa ini. Semoga kolam wisata ini bisa terus berkembang dan bermanfaat,” tandasnya. (*)

Penulis: Lukman Hakim:

Fraksi PPP Desak APH Usut Tuntas Dugaan Korupsi Mini Zoo dan Bank Purworejo

Lingkar.co – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Purworejo menyoroti kasus dugaan tindak pidana korupsi Mini Zoo dan Bank Purworejo yang hingga kini masih menjadi perhatian publik. Fraksi PPP menilai persoalan ini harus ditangani secara serius, transparan, dan dijadikan pembelajaran penting dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PPP, KH Akhmat Tawabi S.Sos.I, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Purworejo dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda APBD 2026, Kamis (18/9/2025).

“Kasus dugaan tindak pidana korupsi Mini Zoo dan Bank Purworejo tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Kami mendorong kepada yudikatif agar kasus ini ditangani secara serius, akuntable dan transparan,” tegas Tawabi di hadapan forum paripurna.

Menurutnya, kerugian negara yang ditimbulkan dari dua kasus tersebut mencapai miliaran rupiah. Dana itu sejatinya merupakan uang rakyat yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat Purworejo.

“Itu uang rakyat. Harusnya bisa dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, misalnya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur ekonomi, atau mendukung sektor pertanian yang menjadi penopang hidup mayoritas warga Purworejo. Bukannya justru hilang akibat proses perencanaan dan penganggaran yang asal-asalan,” lanjutnya.

Fraksi PPP mengingatkan, pengalaman pahit ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi pemerintah daerah, khususnya dalam proses perencanaan dan pengelolaan APBD 2026. Dengan demikian, tata kelola keuangan daerah harus semakin hati-hati, transparan, dan mengedepankan akuntabilitas.

“Kami berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Ke depan, setiap rupiah dari APBD harus benar-benar dikelola secara bijaksana, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” pungkas Tawabi. (*)

Penulis: Lukman Hakim

TPA Jetis Overload, Pemkab Purworejo Dorong Intervensi Penanganan Sampah

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Purworejo akan mendorong intervensi penanganan sampah dan sanitasi di Kabupaten Purworejo. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi saat menerima audiensi Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Provinsi Jawa Tengah dengan Pokja PKP Kabupaten Purworejo, di Ruang Bagelen Kantor Bupati Purworejo, Jumat (12/9/2025).

Hadir pada kesempatan ini Kepala Bappedalitbang Drs Hery Raharjo MSi selaku Ketua Pokja PKP Kabupaten Purworejo, Kepala Dinas LHP Wiyoto Harjono ST, Kepala Dinas Perkimtan Eko Paskiyanto APi MM serta anggota Pokja PKP Kabupaten Purworejo lainnya.

Wabup Dion dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah persampahan adalah masalah yang penting dan mendesak untuk segera ditindaklanjuti.

“Ketika itu menjadi permasalahan, dampaknya bagi kehidupan sehari-hari itu besar,” katanya.

Dion mendorong solusi jangka pendek dan jangka panjang dalam menekan penanganan sampah di wilayah Purworejo yang semakin besar kapasitas tiap harinya. Selain melakukan optimalisasi dan perluasan pelayanan dan pengolahan sampah, ia menekankan pentingnya mendorong peran masyarakat melalui pemilahan sampah dari rumah tangga untuk menekan jumlah sampah dan memudahkan pengolahan sampah di TPA.

“Kendalanya juga masyarakat kita belum memilah dari awal, karena problemnya bukan di TPA yang tidak bisa mengolah, tapi karena sampai TPA belum dipilah maka sampah tidak bisa diolah, karena syaratnya terolah itu kalau sudah dipilah,” terang Dion.

Lebih lanjut, Dion juga mendorong optimalisasi fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dimiliki untuk pengolahan sampah dengan menggandeng desa/kelurahan dan masyarakat di sekitarnya.

Nantinya hasil pengolahan sampah tersebut diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat mendorong minat masyarakat untuk mengolah sampah menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus mengurai permasalahan sampah.

“Harapan kami di Purowerejo, permasalahan sampah ini menjadi permasalahan yang nantinya seperti di kota-kota besar, yang ini menjadi permasalahan yang dihadapkan kepada masyarakat,” harap Dion.

Ketua Pokja PKP Kabupaten Purworejo Drs Hery Raharjo MSi melaporkan, saat ini sampah yang bisa terkelola hanya sekitar 58 ribu ton per tahun dari total jumlah sampah yang ada yaitu 117.937 ton per tahun.

“Secara teknis, layanan pengangkutan sampah baru menjangkau 30-40 persen dari total wilayah administratif, khususnya di pusat kota dan kawasan pasar. Hal tersebut disebabkan keterbatasan armada, rute layanan yang tidak efisien dan kurangnya fasilitas TPS3R di kawasan desa,” jelas Hery.

Selain itu saat ini kapasitas TPA Jetis Loano sudah overload dan tidak optimal ditambah kesadaran perilaku kolektif pemilahan sampah di masyarakat yang belum terbangun.

Namun demikian, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pokja PKP telah menyiapkan berbagai program prioritas di antaranya revitalisasi fasilitas persampahan, mendorong peran serta masyarakat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta dukungan kebijakan lainnya. (*)

Penulis: Lukman Hakim

Fasilitas Olahraga dan Pembinaan Atlet di Purworejo Perlu Ditingkatkan

Lingkar.co – Kabupaten Purworejo memiliki potensi di bidang olahraga yang sangat besar. Namun, hingga saat ini masih belum digarap secara maksimal karena kendala fasilitas olahraga dan pembinaan atlet.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Rokhman usai mengikuti upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Purworejo, Selasa (9/9/2025)

Politisi Golkar ini menegaskan pentingnya penguatan pembinaan dan peningkatan fasilitas olahraga di Purworejo sebagai bagian dari komitmen membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.

Menurut Rokhman, olahraga tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga mampu membangun disiplin, kerja keras, dan solidaritas yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, ia menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Potensi atlet muda di Purworejo ini luar biasa, terbukti dengan banyaknya prestasi di tingkat daerah hingga provinsi. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pemerintah bersama DPRD bisa menghadirkan sarana prasarana yang memadai dan sistem pembinaan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Rokhman juga menyoroti masih terbatasnya akses fasilitas olahraga di beberapa wilayah kecamatan. Ia berharap, momentum HAORNAS dapat menjadi pengingat untuk lebih serius mengembangkan pusat-pusat latihan, termasuk dukungan anggaran yang proporsional bagi cabang olahraga unggulan di Purworejo.

“Harapan kami, pembinaan atlet tidak hanya fokus pada event tertentu, tapi menjadi program jangka panjang. Dengan begitu, atlet kita bisa terus berprestasi hingga level nasional bahkan internasional. Olahraga juga bisa menjadi wadah membangun persatuan dan semangat kebangsaan, sesuai dengan tema HAORNAS tahun ini: Olahraga Satukan Kita,” imbuhnya.

Sebagai mitra pemerintah daerah, DPRD Purworejo berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga, baik dalam penyediaan regulasi maupun penganggaran. “Kami di DPRD siap mengawal aspirasi insan olahraga agar bisa semakin maju dan memberikan kebanggaan bagi Purworejo,” tandas Rokhman.(*)

Penulis: Lukman Hakim