Arsip Tag: Truk

Ratusan Warga Mangir Demo Tolak Jalan Desa Dilintasi Dump Truk Galian C

Lingkar.co – Ratusan warga Dusun Mangir, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, menggelar unjuk rasa menolak rencana jalan desa mereka dilintasi dump truk pengangkut material galian C.

Warga menilai rencana tersebut lebih banyak mendatangkan dampak negatif dibandingkan manfaatnya, terutama bagi lingkungan dan keselamatan warga.

Salah satu warga Mangir, Fahrudin, mengatakan jalan desa tidak dirancang untuk kendaraan bertonase besar.

“Kalau dilewati dump truk, jalannya pasti rusak seperti di Magangan, Brangsong, aspalnya hancur,” kata Fahrudin.

Ia menambahkan material tanah dari truk akan mengotori jalan dan membuat permukaan licin saat musim hujan.

“Kalau hujan, tanah berceceran bikin jalan licin dan rawan kecelakaan,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mengkhawatirkan dampak debu terhadap kesehatan masyarakat.

“Debu pasti berterbangan dan bisa menyebabkan ISPA, apalagi ini kawasan padat penduduk,” tegasnya.

Koordinator aksi, Khalim, mengatakan penolakan muncul setelah adanya rencana CV Irawan Permata Asia (IPA) melintasi Jalan Mangir.

Menurutnya, dalam rapat sosialisasi awal di Balai Desa Nolokerto, jalur dump truk disepakati melalui Desa Suking.

“Dalam rapat lanjutan yang tidak melibatkan warga Mangir, justru diputuskan jalan Mangir sebagai jalur lintasan,” kata Khalim.

Ia menegaskan sejak awal warga Mangir menolak rencana tersebut karena merasa menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kami tidak menolak galian C karena sudah berizin, tapi kami menolak jika jalan Mangir dilintasi dump truk,” tandasnya.

Khalim juga membantah isu bahwa aksi warga ditunggangi kepentingan tertentu.

“Ini murni suara warga Mangir, bukan untuk membenturkan dengan pihak mana pun,” pungkasnya. (*)

Wabup Kendal Imbau Pengemudi Truk Patuhi Aturan Tak Beroperasi Selama Libur Nataru

Lingkar.co – Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengimbau kepada para pengemudi dump truk pengangkut material tambang agar mematuhi aturan tidak beroperasional selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita kebetulan di rapat koordinasi saya sampaikan, kita akan melakukan imbauan agar menjelang Nataru aktivitas pertambangan berhenti beroperasi dahulu, supaya lancar arus lalu lintasnya. Kecuali ada beberapa titik yang akan kita berikan rekomendasi,” ujar Wabup Benny seusai rapat koordinasi lintas sektoral bersama jajaran Polres dan Kodim 0715/Kendal di Aula Mapolres Kendal, Kamis (18/12/2025).

Wabup Benny menuturkan, rakor lintas sektoral ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi libur Nataru.

“Kita koordinasi tentang keamanan, keselamatan, titik-titik posko, dan tentunya kita harus berbenah supaya Kendal menjadi lebih baik saat menyambut liburan Nataru. Dan kita akan mensupport posko terpadu ini,” sambungnya.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 9 posko terpadu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama libur Nataru.

“Dua di rest area jalan tol dan lainnya di sepanjang jalan di Kabupaten Kendal  9 pos ini secara terpadu akan diisi olrh stakeholder, ada petugas polisi dan TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan petugas lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Kapolres Kendal mengatakan, Polres Kendal telah menyiapkan personil sebanyak 215 anggota untuk pengamanan Nataru.

“Rapat Lintas Sektoral ini masih awal, nanti akan ada rapot-rapat teknis nanti akan kami sampaikan berapa riilnya yang disiapkan,” tambahnya.

Polres Kendal juga akan melakukan penyisiran dan sterilisasi semua gereja. Tujuannya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan mengatakan, pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi maksimal untuk pengamanan Nataru.

“Kami personil Kodim yang dilibatkan secara semaksimal akan menjaga stabilitas yang ada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sambut Libur Nataru, Satlantas Polres Kendal Berlakukan Pembatasan Operasional Truk Barang

Lingkar.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal resmi memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri guna menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda Heru Andriantoro, mengatakan pembatasan diberlakukan baik di ruas jalan tol maupun non-tol wilayah Jawa Tengah, termasuk yang melintas Kabupaten Kendal.

“Pembatasan operasional kendaraan barang diberlakukan pada 19–20 Desember 2025, 23–28 Desember 2025, serta 2–4 Januari 2026, mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB,” jelas Ipda Heru, Jumat (19/12/2025).

Ia menegaskan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama arus mudik dan balik Natal serta Tahun Baru, sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas.

“Fokus kami adalah menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, terutama di jalur-jalur utama yang rawan kepadatan,” ujarnya.

Meski demikian, Ipda Heru menambahkan bahwa tidak semua kendaraan barang dikenai pembatasan. Sejumlah angkutan mendapat pengecualian, di antaranya pengangkut bahan bakar minyak dan gas, hewan ternak, pupuk, pakan ternak, barang pokok, hantaran uang, serta kebutuhan penanganan bencana alam.

“Angkutan barang strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat tetap diperbolehkan beroperasi dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Satlantas Polres Kendal juga mengimbau para pengusaha angkutan dan pengemudi untuk mematuhi jadwal pembatasan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik.

“Kami berharap seluruh pengguna jalan bisa saling memahami dan mematuhi aturan ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama selama libur Nataru,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Yoyok Tinjau TPA Jatibarang, Sopir Truk Sampah Curhat Bonus Lembur dan Peremajaan Armada

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi meninjau ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Senin (7/10/2024). Baru sampai, para pemulung dan sopir truk pengangkut sampah langsung menghampiri. Mereka pun tak canggung untuk curhat kepada CEO PSIS ini.

Tak sedikit para sopir truk pengangkut sampah yang menunggu waktu shift malam itu menghampiri Yoyok Sukawi untuk sekadar bersalaman dan berswafoto.

“Pak Yoyok, ayo kita foto dulu, jarang-jarang nih foto sama Pak Yoyok,” ujar seorang sopir yang meminta foto. Yoyok pun langsung melayani satu per satu permintaan tersebut.

Kedatangan Yoyok bak teman sendiri bagi mereka. Dengan para pengemudi truk sampah misalnya, Yoyok menjadi tempat curhat. Banyak sekali masukan yang diterima Yoyok Sukawi saat berdialog dengan sopir-sopir di TPA Jatibarang Semarang.

Misalnya soal bonus lembur dan peremajaan armada. Para sopir berharap kepada Yoyok agar memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan pengemudi truk sampah saat bekerja.

“Saya tadi curhat banyak hal dengan Pak Yoyok, terutama soal bonus lembur sama peremajaan armada. Di sini ada armada yang beroperasi sejak 2012,” kata Edi Winanto (37), salah satu sopir truk pengangkut sampah.

Dia bilang, selama bekerja menjadi pengemudi truk sampah, banyak armada yang sudah seharusnya diperbarui. Dia khawatir akan keselamatan apabila truk makin menua dan tak ada perbaikan.

“Kalau jadi jangan lupa memperhatikan orang bawah, armada pengangkut sampah ke depannya akan diperhatikan lagi, artinya bakal ada peremajaan,” ujar warga Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang itu.

Sementara itu, Yoyok Sukawi mengatakan, pengelolaan sampah di Kota Semarang menjadi perhatiannya. Dia bersama pasangannya, Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso alias Joko Joss memiliki komitmen dalam pengelolaan sampah.

Yoyok mengatakan, curhatan para sopir truk itu akan dijadikan bahan untuk pengelolaan permasalahan sampah di Ibu Kota Jawa Tengah (Jateng) lima tahun ke depan.

“Ini kami mampir ke TPA, melihat kondisinya memang banyak yang harus diperbaiki, armadanya juga harus diperbarui demi tercipta pelayanan lebih baik. Karena armada kalau sudah lama pasti membuat sampah berjatuhan di jalan, dan lain sebagainya,” kata Yoyok.

Dia juga mendapatkan ide terkait pengadaan truk pengangkut sampah jenis compactor. Truk itu bekerja lebih efisien dengan mengangkut sampah menjadi lebih padat.

Selain merupakan modernisasi untuk mendukung optimalisasi pengangkutan sampah, truk itu bisa mengangkut sampah dua kali lipat karena ada proses pemadatan sebelum dikirim ke TPA Jatibarang.

“Truk kompaktor adalah teknologi baru, jadi sampah yang dibawa itu kalau pakai truk biasanya hanya beberapa ton, tetapi kalau pakai truk kompaktor bisa dipadatkan jadi kapasitasnya bisa dua kali lipat,” katanya.

Tak hanya soal peremajaan armada truk, Yoyok menyatakan juga akan fokus pada kesejahteraan pegawai, dan mendukung penuh upaya mewujudkan energi baru terbarukan (EBT) yang dihasilkan dari pengelolaan sampah di TPA Jatibarang.

“Kami akan fokus pada peremajaan armada pengangkut sampah, kesejahteraan pegawainya, dan juga infrastruktur untuk pengelolaan sampah menjadi energi baru terbarukan,” kata pria bernama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya tersebut. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ratusan Massa Demo di Depan Kantor Pemkab Pati, Tuntut Dump Truk yang Ditahan Dilepaskan

Lingkar.co – Ratusan massa dengan kendaraan dump truk yang mengataskan Gerakan Masyarakat Peduli Pertanian (GMPP) menggelar aksi demonstrasi di Depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pada Rabu (25/9/2024).

Mereka menuntut dump truk yang ditahan di Polresta Pati segera dibebaskan.

“Hari ini untuk menuntut supaya truk dump yang ditaham agar segera dilepaskan,” kata Koordinator GMPP, Suterto.

Ia mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpunnya terdapat empat armada truk yang diamankan. Pihaknya juga menegaskan akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga truk yang ditahan dilepaskan.

“Armada ditahan sudah lima hari ini. Kalau tuntutan ini tidak dikabulkan maka kami akan kembali lagi membawa massa yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dump truk ditahan karena dianggap melakukan kegiatan pertambangan dan tidak berizin. Padahal, katanya, kegiatan yang dilakukan adalah untuk pengeprasan tanah dengan pengerukan yang selama ini menghambat aliran air menuju ke lahan pertanian.

“Ini untuk membantu petani-petani karena lahannya tidak bisa ditanami dalam setahun tiga kali. Karena apa? Problematika petani adalah lahannya tinggi sedangkan irigrasinya rendah, sehingga air tidak bisa langsung ke lahan pertanian,” jelasnya.

Sehingga, menurutnya, solusi dari persoalan petani tersebut adalah dengan melakukan pengeprasan dengan menggunakan alat berat, supaya bisa lebih cepat dan tepat.

“Sedangkan dalam menggeser pengerukan itu menggunkan armada berupa dump. Namun, armada kami diganggu. Sehingga kami menuntut aramada yang ditangkap segera dilepaskan,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Pasca Pembukaan Pintu Tol Jogja-Solo, Banyak Truk Nyasar ke Klaten

Lingkar.co – Pembukaan tol Jogja-Solo ruas Kartasura-Klaten di hari pertama memicu peningkatan kepdatan arus lalu lintas di Kota Klaten. Banyak truk tronton yang nyasar setelah keluar dari exit tol Ngawen Klaten.

Truk-truk besar yang bertujuan ke Jogja mayoritas masuk ke Kota Klaten, yang mengharuskan mereka putar balik dikarenakan tidak boleh masuk dalam kota dan mengakibatkan kemacetan.

Menanggapi hal tersebut, Sat Lantas Polres Klaten menyampaikan bahwa pihaknya sudah memasang rambu penunjuk arah namun masih banyak yang nyasar.

Sementara dari Kasi Dalops Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Nunung Dwi Wahyuningsih mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan agar kendaraan besar sumbu di atas 3 dilewatkan exit tol Kuncen, Ceper.

“Intinya dikasih rambu untuk kendaraan besar sumbu di atas 3 turun di exit tol Kuncen. Jadi biar tidak disini (Exit Tol Ngawen) karena kondisi jalan belum memungkinkan, dan belum pelebaran, katanya, Jumat (20/9/2024).

Selain itu, Nunung mengimbau kepada para supir agar tidak menikuti Google Map, karena jika keluar di Exit tol Ngawen akan diarahkan menuju ke dalam kota.

“Biasanya kalau melihat Google Map nanti diarahkan ke dalam kota. Nanti kita pasang MMT ya. Untuk truk besar lurus jalan provinsi, ambil kanan ke Jalan Mayor Kusmanto arah Masjid Agung masuk jalan Jogja-Solo,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan jalan Tol Solo-Jogja-Kulon Progo seksi I ruas Kartasura-Klaten, kemarin sore.

Jalan tol sepanjang 22,3 kilometer tersebut dibuka pada dini hari dan masih gratis.

“Langsung. Malam hari ini langsung dibuka, tapi masih gratis,” ujar Presiden Joko Widodo, kepada para wartawan diwawancarai usai meresmikan Jalan Solo-Jogja seksi I di Gerbang Tol Banyudono, Boyolali, Kamis (19/9/2024).

Penulis : Kharen Puja Risma
Editor : Muhammad Nurseha

Rem Blong, Truk Pengangkut Minuman Kemasan Terguling di Jalan Tembus Tawangmangu

KARANGANYAR, Lingkar.co – Truk pengangkut minuman kemasan terguling di jalan tembus di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (22/1).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun ribuan botol minuman tumpah berceceran di jalanan.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Widya S Putri mengatakan, kecelakaan ini terjadi pukul 04.05 WIB, Jumat (22/1).

Truk kontainer Nopol B-9650-KEU, dikemudikan oleh Baskoro (51), Warga Desa Paburan, Kecamatan Kemang, Bogor.

“Semula truk tronton berjalan dari arah timur (Magetan) menuju ke arah barat (Tawangmangu). Setelah perjalanan sampai di TKP tepatnya di tikungan Legender Resto, pengemudi truk mengalami rem blong karena tidak dapat menguasai laju kendaraan,” ujarnya.

Truk pengangkut minuman kemasan terguling di jalan tembus Tawangmangu, Jumat (22/1) pagi. (PUJOKO/LINGKAR.CO)
Truk pengangkut minuman kemasan terguling di jalan tembus Tawangmangu, Jumat (22/1) pagi. (PUJOKO/LINGKAR.CO)

Dalam kondisi rem blong tersebut, lanjut Kanit Laka, pengemudi truk banting setir ke arah kanan. Sehingga truk tersebut terguling tepat di tepi jalan. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Jadi kecelakaan tunggal. Kondisi sopir truk mengalami luka dan dibawa ke Puskesmas Tawangmangu,” imbuhnya.

Truk terguling membuat ribuan botol minuman isotonik tumpah ruah di sekitar lokasi kejadian. Saat ini sedang berlangsung proses evakuasi truk nahas tersebut.

“Saat ini proses evakuasi menggunakan crane,” ujar Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto. (jok/aji)

Hindari Lubang, Sebuah Truk Terguling ke Area Pemakaman di Godong

GROBOGAN, Lingkar.co – Sebuah truk Truck Tronton  Hino Fusso, nopol H 1540 SF, bermuatan air minum galon, terguling di Jalan Raya Semarang-Purwodadi, yang tepatnya di area pemakaman di Desa Jatilor, Godong, Grobogan.

Supir truck bernama Dwi Sukrisno (38), warga Dusun Bakalan RT. 02 RW 03 Desa Boto, Wonosari, Klaten, itu hendak menghindari lobang jalan.

Namun sang sopir tak bisa mengendalikan lantaran roda keluar dari jalur aspal dan terperosok.  Sehingga, muatan truk berupa galon aqua berserakan.

Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Iptu Candra mengatakan, kejadian kecelakaan tunggal terjadi pada jam 02.00 WIB dini hari. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Dimana supir dan kernet bernama Erdi (16) warga Desa Banjarpatoman,  Kecamatan Purwaharja Jawa Barat, selamat dalam peristiwa tersebut.

“Kejadian berawal Truck Tronton muatan air aqua galon melaju dari Klaten hendak mengirim ke Jepara, sesampainya di TKP, pengemudi hendak menghindari lubang dan membanting stir ke kiri, akhirnya truk terperosok dan terguling, pas di pemakaman Desa Jatilor. Atas kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa,” kata Candra, Senin (18/1).