Arsip Tag: Tawuran

Antisipasi Tawuran dan Petasan, Polres Kendal Perkuat Patroli Dini Hari

Lingkar.co – Polres Kendal menggelar Apel Penebalan Patroli Cipta Kondisi dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026 di area parkir Masjid Al Mutaqin, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Minggu (15/3/2026) dini hari. Kegiatan yang berlangsung pukul 01.00 hingga 01.30 WIB ini melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, serta unsur masyarakat.

Apel dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kabag Ops Polres Kendal Kompol Amin Supangat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, Komandan Kodim 0715 Kendal Letkol Inf Bagus Setiawan, serta sejumlah pejabat utama Polres Kendal dan unsur pengamanan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel yang diterjunkan terdiri dari 47 anggota penebalan Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Kendal, 15 personel Polsek Kaliwungu, delapan personel Brimob, 12 personel TNI, lima personel Satpol PP, serta unsur organisasi masyarakat seperti Pemuda Pancasila, Banser, dan Linmas.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan kegiatan apel penebalan patroli ini merupakan upaya Polri untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kegiatan patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran, penggunaan petasan, maupun tindak kriminal lainnya,” ujar Hendry.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan menjelang perayaan Idulfitri.

“Mari bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Kendal, khususnya di Kecamatan Kaliwungu. Kerja sama masyarakat sangat penting agar perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Usai apel, seluruh personel gabungan langsung melaksanakan patroli cipta kondisi di sejumlah titik wilayah Kaliwungu. Hingga kegiatan berakhir, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. (*)

Penulis: Yoedhi W

Unik, Cegah Tawuran Pelajar di Semarang dengan Eksibisi Tinju Amatir

Lingkar.co – Banyak cara untuk meminimalisir tawuran antar pelajar. Namun Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Semarang memilih cara yang unik dengan menggandeng Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang untuk menggelar eksebisi tinju.

Eksibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran tersebut akan digelar di halaman Balaikota Semarang besok sore, Sabtu (20/9/2025) sekira pukul 15.00 WIB.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kasus tawuran di kalangan pelajar, utamanya di Ibukota Provinsi Jawa Tengah, yakni; Kota Semarang.

Ketua Pertina Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo, mengatakan ajang ini menjadi wadah positif bagi anak-anak yang memiliki mental bertarung agar tidak menyalurkannya di jalanan, melainkan melalui olahraga tinju.

“Eksibisi ini bertujuan agar anak yang mempunyai mental bertarung tidak melakukannya di jalanan, tapi difasilitasi di atas ring. Data menunjukkan pelaku tawuran kebanyakan adalah pelajar,” ujar RAW, sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (19/9/2025).

Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PDI Perjuangan ini membeberkan, eksibisi ini diikuti sekitar 32 pelajar SMA dan SMK se-Kota Semarang. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yakni Sasana Barat di YTBK Boxing Camp dan Sasana Timur di Sasana Rambing Boxing Camp (RBC).

Selama 18 hari, para peserta mendapatkan pelatihan dasar tinju mulai dari teknik, aturan, hingga larangan dalam pertandingan.

Pertina juga menyiapkan wasit, juri, serta perangkat pertandingan agar kegiatan berlangsung sesuai standar olahraga tinju.

“Secara teknis, eksibisi ini menggunakan format pertandingan tinju amatir. Pertarungan digelar tiga ronde, masing-masing berdurasi dua menit,” jelas RAW.

RAW menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran energi positif, tetapi juga membuka peluang bagi pelajar yang berpotensi untuk meraih prestasi di masa depan.

“Dengan pembinaan sejak dini, mereka bisa diarahkan untuk menjadi atlet tinju yang berprestasi, bukan terlibat dalam tawuran,” pungkasnya. (*).

Tabligh Akbar Habib Rizieq Berubah Jadi Arena Tawuran Massal, Puluhan Orang Luka

Lingkar.co – Tawuran massal antara FPI dan PWI LS (Pejuang Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah) menyebabkan puluhan orang luka-luka.

Tawuran sengit dan menegangkan itu terjadi saat Tablig Akbar yang digelar oleh Habib Rizieq di Lapangan Pegundan, Kabupaten Pemalang pada Rabu malam (23/7/2025).

Acara keagamaan yang semula berlangsung kondusif itu mendadak berubah menjadi ajang pertarungan antara dua kelompok Ormas Keagamaan

Pemicu Kericuhan

Menurut laporan sementara dari pihak kepolisian, insiden ini dipicu oleh ketegangan antara dua kelompok massa, yakni Laskar Sabilillah dari PWI LS (Pejuang Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah) dan massa pendukung FPI (Front Persaudaraan Islam). Perseteruan yang telah memanas di media sosial dalam beberapa hari terakhir akhirnya memuncak di lapangan tempat acara berlangsung.

Beberapa akun media sosial disebut menyebarkan narasi provokatif dan saling tuding antar kedua kelompok. Pro dan kontra mengenai kehadiran Habib Rizieq juga menjadi pemicu utama memanasnya suasana.

Puluhan Korban Terluka, Aparat Terjun ke Lokasi

Bentrok mulai pecah sekitar pukul 21.30 WIB, sesaat setelah acara utama selesai. Massa dari kedua belah pihak mulai saling lempar botol, batu, dan benda tumpul lainnya. Suara sirine ambulans dan tembakan peringatan dari aparat terdengar hingga dini hari.

Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo menyatakan bahwa aparat telah mengamankan lebih dari 30 orang yang diduga sebagai provokator.

“Kami masih mendalami pemicu utama bentrokan ini. Yang jelas, ada indikasi kuat bahwa media sosial memainkan peran besar dalam menyulut emosi massa,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).

Hingga Kamis pagi, tercatat korban luka-luka, beberapa di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit dengan luka serius.

Ajakan Damai dan Penyelidikan Lanjut

Habib Rizieq, yang sempat diamankan ke tempat aman saat kericuhan pecah, mengimbau agar umat Islam tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan proses penyelesaian pada hukum.

“Ini bukan ajaran Islam. Kita datang untuk berdakwah, bukan untuk bertikai,” ucapnya dalam pernyataan singkat.

Pihak PWI LS dan FPI belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun tokoh masyarakat setempat mendesak kedua belah pihak untuk melakukan rekonsiliasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pihak Berwenang: Akan Ada Penindakan Tegas

Pemerintah daerah menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. Bupati Pemalang, Anom Widiantoro menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan dan provokasi.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menghasut atau memicu kekerasan,” ujar Bupati. (*)

Penulis: Husni M

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Cegah Anak Terlibat Gangster, Dewan Pendidikan Kota Semarang Dorong Tri Pusat Pendidikan Tingkatkan Pengawasan

Lingkar.co – Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) mendorong kualitas kolaborasi tri pusat pendidikan dalam meningkatkan pengawasan (mendidik) peserta didik. Upaya itu harus dilakukan demi mencegah peserta didik agar tidak terjerumus dalam kegiatan-kegiatan yang meresahkan masyarakat, salah satunya gangster.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan fenomena tawuran antar gangster yang melibatkan anak-anak usia sekolah beberapa waktu lalu di berbagai sudut kota Semarang sudah meresahkan masyarakat.

“Tri Pusat Pendidikan yakni Satuan Pendidikan atau sekolah, orang tua dan masyarakat diharapkan segera bergerak bersama meningkatkan pengawasan untuk menyelamatkan peserta didik dari ancaman geng gangster baik sebagai pelaku maupun korban ,” kata Budiyanto di Semarang, Jum’at (27/9/2024).

Budiyanto menjelaskan, langkah kongkret yang bisa dilakukan Tri Pusat Pendidikan adalah dengan memaksimalkan peran Paguyuban Kelas untuk mengawasi kegiatan peserta didik saat berada di lingkungan satuan pendidikan maupun di luar. Ketika di rumah menjadi tanggung jawab keluarga (orang tua), ketika di sekolah menjadi tanggung jawab sekolah dan ketika di masyarakat nenjadi tanggung jawab masyarakat khususnya paguyuban.

Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum saat memimpin rapat Dewan Pendidikan Kota Semarang. Foto: dokumentasi

Sinergi itu, lanjutnya antara lain bisa dilakukan dengan membuat grup WA untuk saling tukar informasi dan memonitor aktifitas peserta didik, sehingga dapat diketahui posisi dan kegiatan apa yang dilakukan mereka di luar maupun jam sekolah.

Ia melanjutkan, selain itu pihak sekolah bersama orang tua juga membangun kesepahaman untuk bersama-sama menyepakati tata tertib sebagai komitmen bersama untuk membangun budaya tertib.

Kesepakatan itu, ujarnya akan menjadi pengikat elemen tri pusat pendidikan dalam menghindarkan peserta didik dari keterlibatan ulah gangster.

Adapun langkah kongkrit yang akan dilakukan DPKS dalam mendorong terwujudnya hal itu yakni dengan menggelar dialog dengan para orang tua atau wali murid di aula SMA 1 Semarang pada Kamis (3/10/2024) mendatang. Dialog Pendidikan dengan tema Gangster Meresahkan Masyarakat akan menghadirkan narasumber kegiatan akan hadir Kapolrestabes Semarang dan Kriminolog dari Undip.

“Melalui dialog itu kami berharap akan ada tindak lanjut berupa kerjasama yang kongkrit antar pihak sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mendidik anak yang berkarakter,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Warga Grobogan Temukan Remaja dalam Keadaan Kritis di Jalanan, Diduga Jadi Korban Tawuran

Lingkar.co – Seorang remaja ditemukan dalam kedaan kritis di Jalan Purwodadi-Blora sekitar area SMK Wirosari pada Minggu (10/3/2024). Diduga remaja tersebut menjadi korban tawuran, karena sempat ada insiden bentrokan di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Wirosari AKP Muri mengatakan pihaknya saat ini sedang menghimpun informasi di lapangan, sambil menunggu korban sadarkan diri.

“Untuk kronologi belum bisa diperjelas. Namun, setelah menerima laporan adanya korban dari masyarakat, kami bawa ke Rumah Sakit Ki Ageng Selo Wirosari,” ungkap Kapolsek Wirosari AKP Muri, Minggu sore (10/3).

Kapolsek menjelaskan korban mengalami pendarahan yang cukup serius akibat banyaknya luka di tubuh korban. Korban pun kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.

“Di TKP belum menemukan barang bukti, atau yang lainya. Saat ini kami masih di lapangan dan koordinasi dengan Sat Reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono membenarkan jika remaja tersebut diduga menjadi korban tawuran. Korban berinisial  LK, warga Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan.

“Betul. Kasusnya saat ini sedang ditangani oleh Polsek Wirosari,” ujarnya.

Namun, pihaknya hingga kini belum bisa memberikan keterangan terkait kronologi kejadiannya, karena korban belum bisa dimintai keterangan.

“Korban belum sadar sepenuhnya,  jadi belum bisa dimintai keterangan,” terangnya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sempat ada kejadian tawuran antarpelajar yang jaraknya tak jauh dari lokasi korban ditemukan. Tawuran terjadi sekira pukul 03.00 WIB dini hari. Diduga tawuran disebabkan adanya saling tantang di media sosial. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Berkat Aplikasi Libas, Polsek Genuk Gerak Cepat Amankan Lokasi Tawuran Antar Pelajar

Lingkar.co – Berawal dari laporan melalui aplikasi Libas tentang adanya tawuran antar pelajar di Perum Bumi Bangetayu sekitar pukul 13.25 WIB Polsek Genuk mendatangi TKP. Senin (4/12/2023)

Berbekal informasi tersebut piket fungsi Polsek Genuk dipimpin pawas Iptu M Sajudin, SH, MH. langsung mendatangi TKP, dan berhasil mengamankan 6 (enam) pelajar beserta barang bukti 1(satu) buah sabuk gesper dan 1 (satu) buah stick golf

Menurut keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi, pada hari Senin tanggal 04 Des 2023, sekira pukul 13.25 WIB terdapat 4 (empat) orang remaja sedang nongkrong di angkringan sawah Jl. Widuri III.

Kemudian, secara tiba-tiba datang sekelompok pelajar berjumlah 6 (enam) orang dengan mengendarai 2 (dua) sepeda motor, dan terjadilah tawuran.

“Kami sudah mengamankan 6 (enam) pelajar beserta barang bukti 1(satu) buah sabuk gesper dan 1 (satu) buah stick golf dan kami masih dalami dan kembangkan peran dari masing masing pelaku,” kata Kapolsek Genuk Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho SH, SIK, MIK selang empat jam setelah kejadian.

Kapolsek juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar senantiasa mengawasi kegiatan anak anaknya dan selalu cek Handphone dan media sosialnya guna meminimalisir kejadian serupa

“Mari kita bersama-sama memberikan ruang positif bagi generasi penerus kita. Jangan beri ruang untuk semua kegiatan negatif mereka.Cegah sedini mungkin, keluarga menjadi saringan pertama dan utama,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Polrestabes Semarang mengimbau seluruh warga Ibu Kota Jawa Tengah untuk menggunakan aplikasi LIBAS agar lebih efektif dalam menyampaikan informasi atau laporan. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Tawuran Geng di Kendal, 1 Pelajar Tewas, 2 Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Lingkar.co – Polres Kendal berhasil membekuk dua tersangka aksi tawuran yang mengakibatkan seorang pelajar tewas dan satu orang lagi harus dirawat di rumah sakit. Keduanya dijerat pasal 76c dan pasal 80, dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara atau denda Rp 3 Miliar.

Kapolres Kendal, AKBP Reria Kurniawan menjelaskan, dua tersangka itu berinisial RRD dan SBI. Keduanya merupakan warga Kabupaten Kendal. Disebut juga bahwa kedua tersangka masih terbilang pelajar. Polres Kendal juga mengamankan dua saksi kunci dan 16 anak lainnya.

“Tersangka berstatus sebagai pelajar kelas 11 dan 12 sebuah SMK swasta di Kabupaten Kendal. Sedangkan korban tewas akibat tawuran tersebut, diketahui bernama Uzhma Maryanto (16) pelajar kelas 10 sebuah SMK swasta di Kabupaten Kendal,” tutur Feria

AKBP Reria menerangkan, aksi tawuran antara dua kelompok remaja terjadi pada Minggu (20/8/2023), dini hari. Kejadian bermula dari tantangan kelompok geng Texsan melalui inbox pada akun instagram geng Moza pada hari Sabtu (19/8/2023) sekitar pukul 23.00 WIB.

Bak gayung bersambut, mereka kemudian sepakat untuk bertemu di jalan raya Glagah, Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari.

Sesuai perjanjian, kedua kelompok tersebut pun bertemu. Terjadilah saling serang. Saat kejadian, tersangka RRD berlari mengejar salah satu anggota kelompok lawan, yang diikuti tersangka SBI.

Tak lama berselang, tersangka RRD membacok korban MUM dengan besi plat panjang. Senjata itu mengenai leher bawah telinga bagian kanan hingga korban sempoyongan.

Kemudian, tersangka SBI ikut membacok korban dengan alat berupa lempengan besi pipih berbentuk celurit. Serangan SBI yang mengenai punggung bawah membuat korban terjatuh dan meninggal dunia.

Peristiwa itu menewaskan satu pelajar SMK berinisial MUM, dan korban lainnya yaitu pelajar berinisial MFR yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal.

Tak sampai 24 jam, Polres Kendal berhasil membekuk dua pelaku perkelahian dua kelompok remaja ini.

Polisi juga mengamankan 10 barang bukti dalam peristiwa tawuran antar kelompok remaja tersebut. Antara lain celurit panjang, pakaian korban, hingga senjata keris.

Adapun motif aksi tawuran ini diduga sebagai ajang gagah gagahan, dan tidak ada indikasi balas dendam.

Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dan dijerat pasal 76c dan pasal 80 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, atau denda senilai Rp 3 miliar.

Pihak kepolisian juga melakukan antisipasi maraknya aksi tawuran remaja atau pelajar di Kendal. Antisipasi itu berupa pembinaan siswa dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun Forkopimda terkait.

Kapolres juga meminta agar orang tua lebih perhatian dengan anak, sehingga anak terawasi dan tidak berbuat negatif. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat