Arsip Tag: Wakil gubernur Jawa Tengah

Jawab Keraguan, 9.073 Tiket ke Malaysia Terjual di Bandara Internasional Ahmad Yani

Lingkar.co – Penerbangan internasional perdana Bandara A Yani rute Semarang – Kuala Lumpur resmi dilakukan. Penerbangan perdana dilepas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Jumat, 5 September 2025.

Pada penerbangan perdana dengan maskapai AirAsia ini, jumlah seat terisi penuh yakni 180. Kondisi yang sama untuk lima hari ke depan. Bahkan sejak penjualan tiket dilayani pada 17 Juni, tercatat per 2 September 2025, tiket yang sudah terjual 8.553 seat. Sementara per Kamis 4 September bertambah menjadi 9.073 tiket terjual.

Hal itu, menurut Taj Yasin menjawab keraguan tentang potensi peningkatan jadwal penerbangan internasional di bandara Ahmad Yani Semarang.

“Penerbangan internasional ini memiliki dampak positif bagi Semarang maupun Kuala Lumpur. Dulu saat diajukan, pertanyaannya penebangannya nanti penuh gak ya? Tetapi hari ini kita buktikan sudah ada 8.553 yang akan terbang baik dari Semarang maupun Kuala Lumpur,” kata Taj Yasin saat Inaugural Flight di Bandara A Yani Semarang.

Menurutnya, penerbangan internasional in sangat ditunggu-tunggu pelaku usaha maupun masyarakat yang akan berlibur di luar negeri. Penerbangan langsung dari Semarang ke Malaysia tentu akan menekan biaya dan efisien waktu.

Putra dari KH Maimoen Zubair ini berharap, penerbangan internasional ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang di Jateng. Pada 2024, tercatat ada 593 ribu turis mancanegara.

Jumlah wisatawan yang datang dinilai akan memberikan dampak positif bagi pariwisata yang ada di Jawa Tengah. “Ada penerbangan langsung ini harapannya pariwisata lebih maju. Wisatawan yang tinggal di Jateng juga bisa lebih lama lagi,” lanjutnya.

Menariknya, transaksi keuangan juga kini lebih mudah dengan adanya QRIS Crossborder. Aplikasi Qris bisa digunakan tak hanya di Indonesia namun juga di 4 negara lain yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan Jepang.

Di sela-sela acara tersebut, Taj Yasin juga berbincang dengan sejumlah penumpang. Salah satunya adalah Budi Nugroho yang merencanakan berlibur bersama istri dan dua anaknya.

Budi mengaku telah memesan tiket jauh-jauh hari begitu mengetahui ada penerbangan langsung Semarang-Kuala Lumpur. Penerbangan langsung ini dirasa lebih nyaman, karena tidak perlu lagi ke Jakarta, sehingga lebih efisien waktu.

“Lebih nyaman direct, tidak perlu transit,” kata Budi.

Penumpang lainnya, Benedicta Amadea, mengaku ikut war ticket saat promo. Ia mendapatkan harga Rp 1,2 juta pulang pergi Semarang – Kuala Lumpur plus bagasi 1 Kg.

“Rencananya kemarin mau terbang dari Surabaya, karena keluarga di sana. Tapi tahu ada penerbangan langsung Semarang – Kuala Lumpur, langsung cari tiket dan pas promo,” ujarnya.

Keberhasilan penerbangan internasional perdana Bandara A Yani ini diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi. Begitu menjabat, ia berkomunikasi dengan Kementerian dan stakeholder agar ada penerbangan langsung ke luar negeri.

Pada April 2025, upaya Ahmad Luthfi dikabulkan. Selanjutnya, untuk penerbangan perdana terlaksana hari ini. (*)

Peringati Hari Jadi ke-80, Pemprov Jateng Targetkan 23 Ribu Bantuan Perbaikan RTLH

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen terus melakukan kerja-kerja pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Komitmen itu menjadi tercermin dalam momentum Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Salah satu bentuk upaya pengentasan kemiskinan itu melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada 2025, Pemprov Jateng menargetkan perbaikan sebanyak 23 ribu unit RTLH di wilahahnya.

Dari jumlah itu, terdiri dari 17 ribu yang dianggarkan oleh APBD Pemprov Jateng, sedangkan enam ribu unit melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perusahaan-perusahaan, dan pihak-pihak lain.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, dalam menggulirkan program perbaikan RTLH, pihaknya sengaja menggandeng banyak pihak, mulai dari perusahaan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan lainnya.

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah, masyarakat, antara lembaga” kata Taj Yasin, saat meninjau rumah warga yang mendapatkan bantuan perbaikan RTLH di Kabupaten Pekalongan pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Baca Juga: Arsip Jaringan Dagang Batik Lasem Diajukan ke Memory of the World Asia-Pacific

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar warga kurang mampu, tetapi juga masyarakat terdampak bencana.

Program RTLH menjadi salah satu wujud kepedulian dan kerja nyata Pemprov Jateng dalam mewujudkan rumah layak bagi masyarakat, sekaligus bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika banyak pihak bersatu untuk kebaikan, maka akan semakin banyak yang tertolong,” tegas Taj Yasin.

Salah seorang warga penerima bantuan perbaikan RTLH di Dukuh Paesan, Kedungwuni Barat, Kabupaten Pekalongan, Mustakim mengaku, senang dengan adanya bantuan tersebut. Sebab, rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama ini hanyut akibat banjir bandang pada Januari 2025.

Kini, Mustakim bersama keluarga sudah bisa kembali menempati rumah baru hasil program RTLH.

“Alhamdulillah, rumah baru ini sudah siap huni dan terasa nyaman. Kalau dulu setiap hujan selalu khawatir banjir, sekarang lebih tenang,” ucap Mustakim. (*”*)

Libatkan Pemuda Dalam Sosialisasi Literasi Keuangan Digital, Pemprov Jateng Dorong Sinkronisasi Program Kecamatan Berdaya

Lingkar.co – Sebanyak 105 anak muda Penggerak Literasi dan Digitalisasi (Perintis) Keuangan telah melakukan edukasi, inklusi, digitalisasi keuangan kepada masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) secara langsung sepanjang 2024. Baik untuk kalangan pelajar hingga masyarakat desa.

Program yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jateng, dan Pemerintah Provinsi Jateng itu diharapkan mampu mengedukasi tentang bagaimana bertransaksi dengan baik.

Hal itu disinggung Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam penilaian Financial Literacy Award 2025, secara daring, dari ruang kerjanya, Kota Semarang, Kamis (31/7/2025).

Literasi keuangan dan digitalisasi, imbuh Wagub perlu digalakkan. Agar masyarakat tidak terjebak aktivitas yang merugikan. Di antaranya judi online/daring, investasi bodong, hingga pinjaman online (pinjol).

“Saya harap dengan adanya Financial Literasi Award bisa bermanfaat, karena penting. Perlu dimasifkan lagi, apalagi Jateng ada 37 juta orang. Ini harus dikembangkan betul bagaimana menggunakan digital ekonomi yang tepat,” katanya.

Selain itu, OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti), bekerja sama dengan

Pemerintah Provinsi Jateng, dan lintas pihak. Hal itu untuk sosialisasi dan menindak aktivitas keuangan ilegal.

Lebih lanjut, Taj Yasin bilang, untuk memasifkan literasi digital yang menyentuh langsung masyarakat bisa disinkronisasikan dengan Program Kecamatan Berdaya.

Selain itu, dalam sosialisasi literasi keuangan digital juga bisa menuju program ekonomi syariah, dan pariwisata ramah muslim di Jateng.

“Paling efektif edukasi langsung kepada masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, implementasi capaian Perintis pada 2024 telah melaksanakan 365 kegiatan edukasi baik secara daring dan luring di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Total peserta edukasi yang berhasil dijangkau mencapai 33.407 orang, dengan 15.244 peserta edukasi mandiri, dan 18.163 peserta edukasi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK).

Untuk inklusi keuangan, telah merengkuh 4.818 capaian, dengan 4.573 rekening tabungan, 38 rekening BPJSTK, 15 akun e-wallet, 150 pengguna QRIS, 28 agen laku pandai, 5 rekening DPLK, dan 2 rekening deposito. (***)

Jaga Regenerasi dan Ketahanan Pangan, Wagub Jateng Taj Yasin Dorong Anak Muda Jadi Petani

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) terus mendorong agar anak muda mau berkarya di bidang pertanian. Sehingga terjadi regenerasi petani. Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan di wilayahnya.

Hal itu disampaikan oleh Taj Yasin saat meresmikan gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) Pertanian Jateng 2025 di Agro Center Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jumat (18/7/2025).

Menurut dia, pentingnya akses generasi muda terhadap pertanian. Ia berharap masyarakat tak lagi menganggap bertani sebagai profesi kelas dua.

“Sektor pertanian ini bukan pelengkap, tapi fondasi. Kita harus tempatkan petani di hati masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, pertanian menjadi sektor penting untuk menjaga ketahanan pangan. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto sejak awal mengingatkan pentingnya membangun kemandirian pangan sebagai langkah antisipatif terhadap situasi global yang tak menentu.

“Kita patut bersyukur diberi Tuhan tanah yang subur. Di tengah ekonomi dunia yang menghimpit, orang akan kembali ke makanan, ke pertanian. Presiden kita pun feeling-nya kuat, bahkan sebelum krisis terjadi , sudah bicara soal ketahanan pangan,” kata Yasin.

Ia juga mengapresiasi peran generasi milenial dan gen Z yang kini ikut menyokong sektor pertanian. Apalagi, banyak inovasi pertanian yang justru ditemukan oleh para inovator muda.

Oleh karenanya, Taj Yasin mendorong agar menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Ia mengimbau agar pembangunan perumahan tidak menggerus lahan produktif, dan menyarankan alternatif seperti pembangunan rumah bertingkat agar ruang pertanian tetap tersedia.

Taj Yasin berharap PADI 2025 menjadi pemantik semangat bersama untuk menempatkan sektor pertanian sejajar dengan sektor lain dalam kontribusi pembangunan.

“Kita beri jaminan sektor pertanian tidak kalah dengan sektor lain,” ucapnya.

Sebagai informasi kegiatan PADI 2025 ini mengusung tema “Menumbuhkan Inovasi dan Teknologi Pertanian Menuju Jateng sebagai Penumpu Pangan Nasional”. Kegiatan ini menjadi expo pertanian terbesar di Jawa Tengah yang digagas oleh petani milenial. Event ini juga sebagai ajang temu inovasi lintas sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, De Fransisco Dasilva Tafares mengatakan, PADI 2025 tidak hanya menampilkan promosi dan pameran teknologi, namun juga dirancang sebagai wadah edukasi dan regenerasi petani muda.

“Acara ini mempertemukan pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, untuk memperkenalkan teknologi terkini sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan,” katanya.

Acara yang dilaksanakan mulai 18 hingga 23 Juli 2025 ini diramaikam 186 gerai, yang terdiri dari unsur sponsorship, perusahaan mitra, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu juga pelaku UMKM mitra tani, kuliner, hingga stan-stan inovasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tercatat pula 25 inovator muda dari berbagai daerah berkompetisi dalam lomba inovasi teknologi dan produk pertanian.

Rangkaian acara PADI 2025 diawali dengan penyerahan simbolis Kartu Zilenial dan bantuan usaha KUR kepada tujuh penerima, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang ditandai dengan pemukulan kentongan raksasa oleh Wakil Gubernur.

PADI 2025 juga menyuguhkan berbagai agenda menarik seperti kompetisi inovasi pertanian, workshop digitalisasi, festival kopi dan tembakau, kontes domba, lomba mancing, parade budaya dan kuliner, hingga :Agro Bersholawat’ sebagai penutup. (*)

Sebut Layak Dicontoh, Wagub Jateng Apresiasi Pengelolaan Limbah Rumah Potong Ayam di Kudus

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus. Sebab, pengelolaan limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain.

“Tadi di ujung juga bisa dipelihara ikan. Ini suatu inovasi yang bagus harus ditiru. Kalau IPAL-nya sudah diperhatikan, saya yakin proses produksinya juga akan lebih diperhatikan,” kata Taj Yasin disela tinjauan, Rabu, (16/7/2025).

Menurut Wagub, pengelolaan limbah yang benar merupakan kewajiban dalam menjaga lingkungan dari potensi kerusakan. Hal itu juga menjadi bagian dalam memastikan jaminan makanan halal dan kualitas proses produksinya.

Lebih jauh sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, keberadaan RPA Tabarruk mampu menguatkan program Pemerintah Provinsi Jateng, tentang manajemen pariwisata ramah muslim, serta jaminan makanan halal.

Selain itu, kata dia, proses tersebut menjamin lingkungan sekitar tidak tercemari karena IPAL nya sudah diperhatikan.

Sementara, Direktur RPA Tabarruk, Umi Bellinda Tasan Wartono, mengungkapkan, RPA yang ia kelola telah menyerap sebanyak 180-an tenaga kerja. “Produksinya sekira 25 ton (daging ayam) per bulannya,” katanya.

Umi bilang, RPA yang ia kelola juga memastikan kehalalan daging dengan proses penyembelihan langsung pada ayam, tanpa melalui metode setrum untuk membuat pingsan ayam sebelum disembelih. (*)

Jadi Tuan Rumah Pameran Wastra Nusantara, Pemprov Jateng Targetkan 6 Ribu Pengunjung

Lingkar.co – Provinsi Jawa Tengah ditunjuk sebagai tuan rumah pameran kain nasional yang menampilkan beragam koleksi wastra nusantara. Sebanyak 36 museum se-Indonesia berpartisipasi dengan menampilkan koleksi unggulannya di Museum Ranggawarsita Semarang

Mengangkat tema “Rupa Warna Wastra Nusantara”, Pameran Nasional Kain Tradisional 2025 dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen turut hadir saat pembukaan pameran, Jumat (9/5/2025) pagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Sadimin mengatakan, kegiatan ini digelar hingga 12 Mei 2025. Pemprov Jateng menargetkan sebanyak 6 ribu pengunjung selama pameran berlangsung.

“Target pengunjung ditargetkan sebanyak 6.000 orang yang terdiri dari unsur pelajar dan mahasiswa dan kalangan masyarakat umum,” kata Sadimin dalam paparannya di hadapan Mendikbud Fadli Zon, Wagub Jateng, dan para tamu undangan.

Sadimin lantas menjelaskan, pameran ini berlangsung selama empat hari dan akan diisi oleh beberapa agenda. Ada workshop membatik, malam sarasehan museum di Lawang Sewu, seminar tata kelola museum di Akpol, panggung ekspresi seni, expo dan fashion show dari SMK tata busana se-Jawa Tengah.

Menurut dia, kolaborasi antarmuseum seperti dalam pameran ini sangatlah penting sebagai sarana promosi dan publikasi keanekaragaman dan kekayaan ragam karya wastra nusantara kepada masyarakat.

Baca juga: Pemkot Semarang Terus Kawal Pengusulan KH. Sholeh Darat Sebagai Pahlawan Nasional

Pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan eksistensi museum sebagai wisata edukasi yang menarik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dari sisi kelembagaan juga dapat membangun harmonisasi dan konektivitas museum di Indonesia.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen merasa bangga karena Jawa Tengah dipercaya sebagai tuan rumah pameran kain nasional. Dia mengungkapkan bahwa Indonesia, termasuk Jateng, memiliki kekayaan dan keragaman wastra nusantara yang harus terus dijaga.

Pemprov Jateng selama ini telah menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kebudayaan. Selain dengan memperbaiki dan meng-update fasilitas museum, juga kebijakan penggunaan pakaian adat batik di hari Kamis bagi pegawai instansi pemerintah.

Menurut Taj Yasin, wastra nusantara tidak hanya menunjukkan identitas masing-masing daerah, tetapi ada filosofi dan nilai-nilai kehidupan. Pada motif batik tertentu misalnya mengisyaratkan pesan ‘alon-alon waton kelakon’ atau pelan-pelan asal jadi.

“Tentu kalau bicara tentang kain atau batik itu syarat dengan filosofi, syarat dengan kebudayaan yang kita miliki,” ungkap Gus Yasin, saat menyampaikan sambutan.

Pada kesempatan ini, Gus Yasin bersama Fadli Zon mengunjungi stan-stan yang menampilan beragam koleksi kain. Mereka tampak terkesima ketika menyaksikan para pelajar yang terampil mencanting di stan Museum Batik Pekalongan.

Mendikbud Fadli Zon juga meninjau dan meresmikan fasilitas gedung baru di Museum Ranggwarsita. Yakni Graha Ranggawarsita, The Wonderful Heritage of Central Java, dan Masterpiece of Ranggawarsita Muceum.

Dia mengapresiasi Pemprov Jateng yang mempersiapkan pameran wastra nusantara ini dengan baik. Menurutnya, kegiatan yang mengenalkan berbagai koleksi pilihan museum se-Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.

“Kami mengapresiasi dilaksanakannya pameran wastra kain tradisional nusantara di Museum Ranggawarsita. Ini adalah bagian dari pemajuan kebudayaan apalagi kain tradisional wastra beragam sekali,” ungkap Fadli Zon sesuai acara.(*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sebut Pelaku UMKM Penyelamat Ekonomi Saat Krisis, Gus Yasin Tekankan Sinergi Memperkuat Akses Permodalan

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyebut pelaku UMKM terbukti menjadi penyelamat ekonomi saat krisis, baik pada masa pandemi COVID-19 maupun krisis moneter tahun 1997.

“Kita harus mengapresiasi para pelaku UMKM. Mereka adalah penopang keuangan negara ini, dan saat ini pun menjadi fokus kebijakan Presiden untuk ketahanan ekonomi nasional,” kata Gus Yasin saat memberikan sambutan acara Pengukuhan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat, (25/4/2025).

Untuk itu dirinya menekankan pentingnya sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan untuk memperkuat akses permodalan. Khususnya bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang selama ini masih kesulitan mendapatkan pembiayaan.

“Masih banyak pelaku usaha kecil seperti petani, nelayan, dan UMKM yang belum bisa mengakses pembiayaan. Maka ke depan harus ada kerja sama yang lebih cepat dan konkret antara OJK dan perbankan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yasin menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh keberadaan OJK sebagai mitra strategis dalam upaya menyejahterakan masyarakat.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung OJK dalam pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, utamanya bagaimana ruang ekonomi di Jawa Tengah bisa berkembang, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik saat ini,” ucapnya.

Ia juga berharap kehadiran Hidayat Prabowo sebagai pimpinan OJK Jateng yang baru mampu memperkuat pengawasan keuangan dan mendorong tumbuhnya pelaku usaha dari berbagai skala.

“Kita berharap bahwa ekonomi, khususnya para pelaku bisnis baik yang besar maupun yang kecil, akan tumbuh lebih masif. Termasuk dalam mengontrol keuangan di perbankan dan memberi akses lebih luas kepada pelaku usaha kecil,” tuturnya.

Ia juga mengajak OJK untuk terlibat dalam mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Jateng, seperti makan bergizi gratis dan intervensi harga gabah, yang juga melibatkan pelaku usaha kecil di daerah.

“OJK diharapkan ikut andil besar dalam program-program ini. Kami rangkul semua perbankan, termasuk Bank Jateng dan BPR, untuk memberikan stimulus dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menutup sambutan, Gus Yasin memberikan ucapan selamat kepada Kepala OJK Jateng yang baru, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Selamat bertugas. Kolaborasi antara OJK dan Pemprov Jateng adalah kunci untuk menumbuhkan ekonomi secara berkelanjutan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK RI, Ogi Prastomiyono, serta para tamu eksternal dari berbagai lembaga, antara lain anggota Komisi XI DPR RI Musthofa dan Harris Turino, Kepala Perwakilan BI, DJPB, DJP Jateng 1, DJBC, Kejaksaan Tinggi, Ombudsman, Pengadilan Tinggi Agama, Bank Mandiri, BTN, BPD Jateng, BSI, BCA, Perbarindo, hingga Rektor Unissula. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Bangun Kesadaran Masyarakat, Wagub Jateng Minta Isu Sampah Harus Dibahas Sampai ke Rumah Tangga

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan pengelolaan sampah saat ini sudah menjadi isu penting yang perlu dipikirkan bersama, bukan hanya soal teknis pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif masyarakat.

Untuk itu ia menegaskan pentingnya penanganan sampah dilakukan secara menyeluruh, tak hanya di lingkup pemerintahan tapi juga menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Wagub menyampaikan hal ini saat membuka Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Korwil III di Kota Pekalongan, Kamis, 24 April 2025. Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi hadir di acara tersebut.

“Sampah ini sudah menjadi isu yang sangat darurat. Penanganan sampah bukan hanya bagaimana memenej sampahnya, ada di mana, dibuang ke mana, diapakan. Tapi bagaimana menerjemahkan isu lingkungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya membawa misi pengelolaan sampah ke dalam ruang-ruang diskusi masyarakat, termasuk di rumah tangga. Ia menyebut bahwa kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dari hal terkecil.

“Bagaimana isu ini tidak hanya dibahas di pemerintahan, tapi juga bisa dibahas di rumah-rumah masyarakat kita,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyinggung perlunya menyelaraskan penanganan isu sampah dengan isu kesehatan lain seperti stunting. Menurutnya, dua persoalan ini saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang simultan.

“Rasanya dua permasalahan ini, antara stunting dan sampah, penanganannya harus berbarengan. Kalau sampahnya berserakan, stuntingnya juga naik. Jadi harus diselaraskan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan yang juga Ketua Komwil III, dalam merespons persoalan sampah di wilayahnya.

“Saya senang, beliau langsung tanggap. Anggarannya dinaikkan. Karena ini menyangkut komunikasi juga. Di perkotaan yang sudah padat, pengelolaan sampah itu butuh lahan dan tempat. Dan itu seringkali menghadapi tantangan dari masyarakat sekitar,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk mengurangi sampah bersama-sama dan mendorong pendekatan edukatif kepada warga soal pemilahan sampah.

Pendidikan di Jateng Masih Rendah, Gus Yasin Sebut 7.903 Kasus Perkawinan Anak

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri pengukuhan sang istri, Nawal Arafah Yasin sebagai Bunda Literasi mengungkapkan pendidikan di Jateng masih rendah. Hal itu mengakibatkan banyak kasus perkawinan anak.

Ia pun menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak dan perempuan, terutama dalam menekan angka perkawinan usia anak yang masih cukup tinggi.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, bahkan menyebut 7.903 kasus perkawinan anak, dengan rincian 1.281 laki-laki dan 6.622 perempuan. Stunting, juga sudah mengalami penurunan 3,6 persen menjadi 17,1 persen dari 20,7 persen.

Demikian pula dengan pendidikan, rerata sekolah masih belum beranjak pada angka 7-8 tahun, yang berarti rerata pendidikan masyarakat Jawa Tengah belum mencapai SMA. Bahkan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi.

“Masih ada 7.903 kasus perkawinan anak. Sebanyak 1.821 di antaranya anak laki-laki, sisanya perempuan. Kalau menikahnya di usia anak, bagaimana perempuan ini nantinya bisa menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya?” ucapnya di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, (21/4/2025).

Maka ia menegaskan perlunya langkah konkret untuk mendampingi para remaja di Jateng agar tetap bisa mengakses pendidikan, meskipun mereka telah menikah di usia muda.

Baca juga: Dana Oprasional RT di Semarang Bakal Segera Cair, Ini yang Harus Disiapkan

“Perlu terobosan. 7.903 ini harus kita kawal, jangan sampai mereka tidak mendapat pendidikan yang baik.”

Selain itu, ia bilang gerakan relawan paralegal yang dikukuhkan baru-baru ini juga akan diperkuat.

“Paralegal juga kita gerakkan lebih masif lagi. Bukan hanya di 35 kabupaten/kota, tapi juga didistribusikan ke kecamatan dan desa masing-masing,” tambahnya.

Menurut Gus Yasin, perempuan dan anak adalah masa depan bangsa. Dan pendidikan dimulai dari rumah, dari sosok ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anak.

Bunda Literasi dan Semangat Kartini

Terkait pengukuhan Ning Nawal sebagai Bunda Literasi, menurutnya, sosok Nawal memiliki latar belakang kuat dalam membumikan budaya membaca dan sangat tepat mengemban amanah ini.

“Saya kenal betul dengan Nawal Arafah. Sebelum menikah, saya diajak beliau ‘ayo kita baca Al-Qur’an sehari khatam’. Jadi beliau membangun rumah tangga dengan mengedepankan pendidikan dan membaca,” ungkapnya.

Tokoh Lintas Agama Jawa Tengah Apresiasi Semangat Kebersamaan Idulfitri

Lingkar.co Sejumlah tokoh lintas agama di Jawa Tengah mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun dalam momentum perayaan Idulfitri. Hal itu disampaikan oleh para tokoh lintas agama saat menghadiri Open House Idulfitri 1446 H yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumarno di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Menurut Uskup Agung Semarang, Romo Robertus Rubiyatmoko, Hari Raya Idulfitri yang dirayakan oleh umat muslim menjadi momentum tepat untuk refleksi dan memaknai kebersamaan sebagai bangsa Indonesia, dengan cara membangun kedamaian, persaudaraan, dan kekeluargaan, sehingga tercipta bangsa yang adem ayem.

“Kami sangat berterima kasih karena boleh membangun persahabatan dengan teman-teman dan saudara sekalian, serta bersama-sama membangun bangsa ini dalam kebersamaan. Kita bisa menciptakan bangsa ini yang adem ayem, di mana kita bisa tinggal bersama sebagai saudara,” katanya usai mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan bagi seluruh umat muslim.

Kebersamaan itu, lanjut Romo Rubiyatmoko, telah membuat toleransi antarumat beragama di Jawa Tengah maupun Indonesia sangat luar biasa.

Bahkan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu terkesan dengan masyarakat yang sangat bersaudara dan akrab.

Romo Rubiyatmoko berharap kepada Gubernur Ahmad Luthfi untuk meneruskan suasana baik yang tercipta. Kemudian dikembangkan sehingga masyarakat semakin padu, satu, dan guyub rukun.

Baca Juga: Wagub Jateng Tegaskan Pergub Perda Pesantren Sudah Terbit, Berkah Lailatul Qodar

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono. Ia berterima kasih bisa ikut merayakan Hari Raya Idulfitri bersama umat muslim.

Ia yakin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dapat membawa Jawa Tengah lebih guyub dan lebih maju.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menyampaikan Idulfitri tahun ini hampir bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Toleransi dan kebersamaan di Jawa Tengah semoga selalu terjaga dan dirawat dengan baik.

“Kita harus merawat bersama dan menjadikan pimpinan itu tauladan bagi kita semua. Harapan ke depan Jateng menjadi tauladan bagi kita semua,” katanya.

Adapun Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jawa Tengah Pendeta, Yosua Wardoyo menegaskan, pada momentum perayaan idul Fitri ini menjadi momentum terbaik untuk seluruh umat beragama di Indonesia, dalam mengembangkan sikap persaudaraan, saling menerima, dan menghormati dalam menjalankan kebebasan beragama di Indonesia.

Pernyataan dari para tokoh lintas agama tersebut selaras dengan makna Idulfitri bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Luthfi mengatakan, idul fitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri.

“Mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Menurut Luthfi, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh partisipasi dari stakeholder, di antaranya akademisi, masyarakat, wirausaha, dan lainnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat