Lingkar.co - Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sekaligus mempromosikan potensi pertanian, hortikultura, dan peternakan Sulawesi Barat di tingkat nasional.
PENAS merupakan ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, peternak, penyuluh, dan pelaku utama sektor pertanian dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengetahuan, teknologi, inovasi, serta memperkuat jejaring dan kemitraan dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menyampaikan hal itu saat secara resmi melepas kontingen Penas Sulawesi Barat pada Rabu (17/6/2026) kemarin di lobi Kantor Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/harga-plastik-melambung-puan-ajak-pelaku-usaha-kembali-ke-daun
“PENAS bukan hanya ajang pertemuan dan silaturahmi antar pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, tetapi juga wadah pembelajaran, pertukaran pengalaman, dan penguatan jejaring. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap berbagai inovasi dan teknologi yang nantinya dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Barat,” ujar Hamdani.
Ia melanjutkan, partisipasi aktif dalam PENAS XVII sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yang menempatkan sektor pertanian dalam arti luas sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui penguatan kapasitas petani, peternak, dan penyuluh, diharapkan tercipta sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu mendorong terwujudnya kemandirian pangan serta daya saing daerah,” ucapnya.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/rob-di-kecamatan-tugu-kian-parah-puluhan-hektare-sawah-produktif-hilang
Menurut Hamdani, keikutsertaan kontingen Sulawesi Barat pada PENAS XVII juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi.
Hasil yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat ditransformasikan kepada kelompok tani dan pelaku usaha pertanian lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Hamdani berpesan kepada seluruh anggota kontingen agar menjaga nama baik daerah, membangun komunikasi yang baik dengan peserta dari provinsi lain, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/pmi-kota-semarang-ajak-masyarakat-berikan-hak-difabel-dan-lansia-untuk
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/petani-ngaku-tak-terima-dana-hok-program-tebu-ini-tanggapan-dp4-blora
“Jadilah duta Sulawesi Barat yang mampu menunjukkan semangat, dedikasi, dan komitmen dalam membangun sektor pertanian. Bawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi kemajuan pertanian Sulawesi Barat,” pesannya.
Melalui keikutsertaan pada PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, diharapkan kontingen Sulawesi Barat dapat memperoleh wawasan baru, memperluas jaringan kemitraan, serta memperkuat kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah bersama dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (*)