Iklan

Eks Wakapolri Oegroseno Beber 13 Nama Jenderal Terkait Hibah Lahan Polri di Ciputat dan Lembang

Inti berita

Eks Wakapolri Komjen Pol Purn Oegroseno buka suara terkait penyelidikan Kortastipikor Polri atas dugaan korupsi hibah tanah dan bangunan Barang Milik Negara…

Eks Wakapolri Oegroseno Beber 13 Nama Jenderal Terkait Hibah Lahan Polri di Ciputat dan Lembang
Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo. (dok Istimewa)

Eks Wakapolri Komjen Pol Purn Oegroseno buka suara terkait penyelidikan Kortastipikor Polri atas dugaan korupsi hibah tanah dan bangunan Barang Milik Negara BMN Polri di Ciputat dan Lembang. Ia menyebut ada sekitar 13 pejabat tinggi Polri yang seharusnya turut diperiksa.

Oegroseno menegaskan dirinya bukan anggota panitia maupun pengambil keputusan tunggal dalam proses hibah tersebut. Karena itu ia mempertanyakan mengapa penyelidikan hanya mengarah kepadanya.

"Kalau ingin menyelidiki masalah hibah tanah dari Polri kepada Pemda DKI, setidak-tidaknya yang harus diperiksa, bahkan dijadikan tersangka bila perlu, ada sekitar 13 jenderal. Bukan hanya saya, apalagi saya tidak terlibat dalam panitia atau satgas hibah tersebut," ujar Oegroseno dikutip dari YouTube Oegroseno Tribata, Selasa (28/7/2026).

Sebut Nama Dua Mantan Kapolri hingga Wakapolri

Oegroseno mengurai struktur pejabat yang menurutnya terkait. Ia menyebut saat perencanaan hibah dimulai sekitar 2010, Kapolri dijabat Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan Wakapolri Jenderal Polisi Yusuf Manggabarani.

Proses itu juga berlangsung saat Kapolri dijabat Jenderal Polisi Timur Pradopo bersama Wakapolri Jenderal Polisi Nanan Soekarna.

"Apakah beliau juga akan dikriminalisasi oleh Kortastipikor?" katanya saat menyinggung nama Yusuf Manggabarani.

Sindir Nama Imam Sudjarwo hingga Budi Gunawan

Nama lain yang disebut adalah Jenderal Polisi Purn Imam Sudjarwo, mantan Kalemdiklat Polri yang kini Ketua Umum PBVSI. Oegroseno menyebut proses hibah sudah berjalan sebelum ia menggantikan Imam pada Maret 2011.

Ia juga menyebut Jenderal Polisi Purn Budi Gunawan yang pernah jadi Kalemdiklat dan kemudian Kepala BIN. Serta Jenderal Polisi Purn Syafruddin yang pernah menjabat Wakapolri dan MenPAN-RB.

"Apakah Pak Imam Sudjarwo juga akan dikriminalisasi? Sudah dua tokoh Brimob," ujarnya.

Sot Bagian Logistik dan Panitia

Oegroseno menilai pejabat logistik juga berperan penting. Ia menyebut almarhum Irjen Pol Yudi Susyanto saat menjabat Deputi Logistik Polri dan Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam yang melanjutkan jabatan itu.

Pengadaan lahan perluasan di Lembang disebut dilakukan panitia dari Asisten Logistik Polri yang dipimpin Brigjen Pol Panjang Yuswanto, dengan appraisal independen dan Pemkab Bandung Barat.

"Saya tidak ikut campur dalam pembelian tanah, tidak menitip harga dan tidak menitip uang. Semua ditangani Asisten Logistik, kemudian didaftarkan sebagai Barang Milik Negara. Saya hanya sebagai pengguna barang," ujarnya.

Kortastipikor: Masih Tahap Penyelidikan

Kabag Ops Kortastipikor Polri Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi membenarkan sedang menyelidiki dugaan korupsi pengadaan lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat.

"Saat ini masih penyelidikan. Yang namanya penyelidikan sesuai KUHAP adalah menentukan ada tidaknya tindak pidana," kata Ahmad Yusuf di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Oegroseno menjabat Wakapolri 2 Agustus 2013 hingga 4 Maret 2014. Sebelumnya ia pernah jadi Kapolda Sumut, Kalemdiklat Polri, dan Kabaharkam Polri.

Ia mengaku akan memenuhi panggilan klarifikasi, namun mempertanyakan dasar penyelidikan yang hanya menyasar dirinya.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu