Arsip Tag: Caretaker

SK Caretaker Ansor Jawa Tengah Habis, PC Se-Jateng Desak Segera Konferwil

Lingkar.co – Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan caretaker (Pengambilan alihan kepemimpinan) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah telah habis masa berlakunya pada Jumat (6/12/2024).

Menyikapi hal itu, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Tengah mendesak agar PP GP Ansor segera menggelar konferensi wilayah (Konferwil) Ansor Jateng. Hal itu ditegaskan dengan terbentuknya Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah pada hari ini, Sabtu (7/12/2024).

Ketua Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah, Abdur Rahman menuturkan bahwa terbentuknya Forum tersebut merupakan inisiatif para kader untuk mencarikan solusi agar Konferwil Ansor Jateng bisa segera terlaksana.

“Dari temen-temen membentuk forum silaturahmi ini ya dalam rangka menjembatani mencarikan solusi, atau bahkan menjadi mediator antara pimpinan pusat dengan temen-temen PAC,” ujarnya seusai kegiatan.

Ia mengingatkan, kader GP Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) memandang Konferwil Ansor Jateng sangat penting karena untuk keberlangsungan organisasi, terutama di tingkat kecamatan yang butuh legalisasi dari tingkat provinsi.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

“Temen-temen berharap itu secepat mungkin karena SK PAC itu hampir mau habis semua. Sedangkan kalau tidak ada pimpinan wilayah tidak ada yang bisa membuat SK PAC karena kewenangan membuat SK PAC itu pimpinan wilayah,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, dalam forum yang dihadiri oleh hampir semua ketua PC GP Ansor kabupaten/kota menyatakan khawatir Ansor Jateng menjadi fakum dan mengakibatkan adanya mosi tidak percaya terhadap PP GP Ansor.

“Kalau tidak segera melakukan Konferwil, temen-temen di bawah, saya khawatir takutnya ada mosi tidak percaya kepada pimpinan pusat,” urainya.

Keputusan Caretaker Terhadap GP Ansor Jawa Tengah Dianggap Zalim, Gus Sholah Akan Adukan Ke Majelis Tahkim PBNU

Lingkar.co – Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah 2017-2024 akan mengadukan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor ke Majelis Tahkim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).karena keputusan caretaker dianggap menzalimi kepengurusan yang telah bersiap menjalankan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Adapun, Majelis Tahkim PBNU berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan internal pengurus NU dan badan otonom di semua tingkatan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2017-2024, Sholahuddin Aly atau Gus Sholah mengatakan, langkah tersebut ditempuh berdasarkan hasil musyawarah dengan pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah 2017-2024, dorongan dari PAC dan PC serta masukan para senior.

“Berdasar dorongan dan masukan sahabat-sahabat itulah kami yang merasa didzolimi sepakat memutuskan untuk menempuh upaya mengadukan ke Majelis Tahkim PBNU guna penyelesaian persoalan. Ini semua semata-mata demi tertib aturan dan menjaga marwah organisasi,” ungkapnya, Rabu (18/9/2024).

Gus Sholah menerangkan, langkah ini ditempuh sebagaimana diatur dalam organisasi. Majelis Tahkim telah dibentuk oleh PBNU sebagai tindaklanjut adanya Peraturan Perkumpulan Nomor 12 Tahun 2023 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal.

Diwartakan sebelumnya, PP GP Ansor mengeluarkan surat keputusan caretaker terhadap kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah pada 6 September 2024 lalu. Surat pengambil alihan kepengurusan tersebut terbit dua kali dengan tanggal dan nomor surat sama namun isi susunan struktur tim caretaker berbeda.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

Kemudian, Gus Sholah juga membantah bahwa PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap oleh PP tidak mampu menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil).

“Faktanya, panitia telah terbentuk dan sudah menyiapkan mekanisme hingga teknis pelaksanaanya. Termasuk menyiapkan tempat sampai pembuatan kaos untuk 2.000 peserta,” ungkapnya.

Ketua Panitia Konferwil GP Ansor Jawa Tengah, Ahadun Maftudji mengungkapkan, Konferwil sedianya dilaksanakan 31 Agustus 2024 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang. Namun oleh Ketua Umum PP GP Ansor diminta ditunda sampai pertengahan September 2024, dengan alasan berbarengan dengan acara Rakornas GP Ansor di Jakarta.

“Ternyata, 6 September 2024 diterbitkan Surat Keputusan Caretaker,” ungkapnya.

Ahadun menjelaskan, seluruh tahapan juga telah dilaksanakan yakni Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jateng di IAIN Kudus pada Sabtu, 29 Juni 2024 yang dihadiri PC se Jateng dan menyepakati digelarnya Konferwil pada Agustus 2024 di Kota Semarang.

“Panitia kemudian terus menggodok materi Konferwil. Bahkan draft materi juga telah didistribusikan ke seluruh PC dan PAC se Jateng untuk dibahas di daerah masing-masing yang hasilnya dibahas lagi di Pra-Konferwil,” jelasnya.

Pra-Konferwil kemudian terlaksana di Solo pada 1 Agustus 2024 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris dari 35 PC Se Jateng, membahas dan menyepakati Tata Tertib (Tatib) Konferwil, Program Kerja hingga Persyaratan Calon Ketua PW. Seluruh materi yang disepakati itu sudah siap untuk disahkan ke forum tertinggi yakni Konferwil.

“Pra-Konferwil pun dibuka oleh Sekjen PP GP Ansor, dihadiri pula Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, dan ditutup secara resmi oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin,” paparnya.

Geger Caretaker, Mantan Ketua PW GP Ansor Jateng Ikhwanuddin: Kami Sangat Prihatin

Lingkar.co – Keputusan Caretaker (Karteker) terhadap kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (Jateng) 2017-2024 oleh Pimpinan Pusat, membuat geger dunia Maya. Bahkan para pengurus periode sebelumnya turut prihatin karenanya.

“Adanya keputusan pimpinan pusat yang melakukan caretaker ini membuat kami sangat prihatin,” kata Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah periode 2014-2017, Ikhwanudin, Rabu (11/9/2024).

Ikhwanudin mengatakan, pihaknya memang mengikuti dan memantau perjalanan kepengurusan PW GP Ansor Jateng yang diketuai H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah ini sejak awal sampai terakhir kemarin.

Ia juga menilai alasan yang dijadikan dasar dalam keputusan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan cenderung memaksakan.

“Kami melihat betul perjuangan Gus Sholah dan sahabat-sahabat pengurus PW dalam mengelola dan menjalankan roda organisasi sampai ke bawah, ke seluruh kabupaten dan kota di Jateng, bahkan tak jarang terjun ke PAC hingga Ranting,” ungkapnya.

Proses pelaksanaan pendidikan kaderisasi yang telah dikuatkan sejak kepengurusan sebelum-sebelumnya dengan semboyan kaderisasi tiada henti, lanjut Ikhwanudin, juga telah dijalankan dengan baik di kepengurusan sekarang, bahkan PW Ansor Jawa Tengah telah berhasil menerbitkan buku panduan kaderisasi yang mungkin tidak dimiliki oleh kepengurusan di wilayah lainnya.

“Adanya PKL-Susbalan yang dilaksanakan tiap akhir pekan sepanjang tahun beberapa diantara sahabat pengurus yang lama juga sering dilibatkan,” ujarnya.

“Bahkan, saat adanya perpanjangan kepengurusan beberapa kali kami juga sempat menanyakan hal itu, semata-mata untuk kepentingan tata kelola organisasi yang baik, bahkan beberapa kali menyarankan kepada PW Ansor Jateng untuk mengirim surat ke pimpinan pusat tentang permohonan konferwil” tuturnya.

“Termasuk kami juga memantau tahapan menjelang rencana Konferwil 2024 kemarin, baik mekanisme maupun teknisnya semuanya telah berjalan dengan baik dan sesuai aturan organisasi dan tinggal menggelar saja karena semua tahapan sudah dilakukkan. Jadi, terkait dengan pelaksanaan konferwil problemnya tidak di PW Ansor Jateng, tetapi di Pimpinan Pusat yang tidak memberikan kepastian waktu pelaksanaannya (beberapa kali berubah), kalau sekarang diambil alih seperti itu kami menilai sangat tidak tepat dan tidak beralasan” katanya.

Diminta Klarifikasi Caretaker PW Jateng, PP GP Ansor: Sabar Yah

Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendadak mengambil alih paksa atau Caretaker (Karteker) kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) yang telah bersiap melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Saat rangkaian Pra-Konferwil berlangsung, PP GP Ansor secara mendadak mengambilalih kepengurusan dengan menunjuk Tim Caretaker Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng yang diketuai oleh Moesafa.

Sontak hal itu menjadi kegaduhan di internal organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut. Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman menyebut caretaker itu merupakan tindakan yang semena-mena.

Ia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Abdur Rahman menyebut alasan yang tertulis dalam SK dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tidak masuk akal.

“Caretaker pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah tidak masuk akal karena sudah ada panitia, artinya proses Konferwil sudah berjalan,” kata ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman dalam siaran persnya, Sabtu (7/9/2024) malam.

Senada, ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang dilengserkan, H. Sholahuddin Aly pun membantah dasar pertama karteker adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Sholahuddin mengatakan bahwa sedianya Konferwil GP Ansor Jateng digelar di Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang pada 31 Agustus 2024 lalu. Namun atas arahan dari Pimpinan Pusat pula agar pelaksanaannya diundur.

“Faktanya, semua tahapan Konferwil sudah dijalankan dengan sangat baik. Mulai Musykerwil di Kudus, pembahasan materi konferensi yang melibatkan PAC dan PC se Jateng, Pra-Konferwil di Solo, hingga pendaftaran bakal calon juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Klarifikasi PP GP Ansor

Menyambut penilaian kontraproduktif tersebut, media Lingkar lantas berusaha menghubungi PP GP Ansor. Saat dimintai klarifikasi oleh Lingkar.co, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin meminta untuk menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor Rifki Mubarok.

Ansor Kendal Lempar Meme, Sindir Perebutan Kekuasaan Ansor Jawa Tengah

Lingkar.co – Pengambilan alihan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah secara paksa dalam proses caretaker (Karteker) yang secara otomatis membatalkan seluruh rangkaian proses persiapan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Oleh karena itu, tim media dalam akun Instagram resmi Ansor membuat meme ungkapan berkabung dengan gambar nisan bertuliskan RIP dengan logo Ansor dan tulisan PW Ansor Jawa Tengah.

Aksi serupa juga dilakukan oleh PC GP Ansor Kabupaten Kendal. “Pernyataan Ansor Kendal bikin meme,” jawab ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal, M. Misbakhul Munir saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Senin (9/9/2024).

Hanya saja, Ansor Kendal melempar meme yang lebih keras menyindir dinamika perebutan kekuasaan.

Meme pertama bergambar Superman (manusia super)yang kalah adu panco dengan pemuda kecil. Pada gambar tersebut Superman bertanya siapa sebenarnya pemuda itu yang di dijawab pemuda itu Ansor Jawa Tengah.

Ansor Kendal menggambarkan pihak luar tidak tahu kekuatan sebenarnya yang dimiliki Ansor sehingga tidak mampu mengalahkan secara sportif.

Pada meme kedua, terdapat gambar dua punakawan bertuliskan ‘Orang lain yang berebut kekuasaan, kok kita yang di carateker, itu goblok atau tolol? Pada bagian bawah, Ansor Kendal menuliskan itu sebagai suara kader pinggiran.

Melalui meme kedua, Ansor Kendal menyatakan dinamika dalam Konferensi Wilayah merupakan kontestasi politik antar calon ketua, namun yang menjadi korban justru panitia pelaksana Konferwil.

Pasca Dilengserkan, Gus Sholah Bantah Alasan Ansor Pusat Caretaker Ansor Jateng

Lingkar.co – Pasca dilengserkan dari posisi Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah akhirnya buka suara. Ia membantah alasan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor mengambil alih kepengurusan sebagaimana tertuang dalam surat keputusan caretaker.

“Iya betul, kami memang sudah menerima surat caretaker dari Pimpinan Pusat tertanggal 6 September 2024 kemarin,” ungkap Gus Sholah pada wartawan, Senin (9/9/2024).

Ia pun menjelaskan isi surat keputusan caretaker tersebut. Dirinya membantah yang menjadi dasar pertama caretaker (Karteker) adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Sedianya, katanya, Konferwil GP Ansor Jateng digelar di Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang pada 31 Agustus 2024 lalu. Namun atas arahan dari Pimpinan Pusat pula agar pelaksanaannya diundur.

“Faktanya, semua tahapan Konferwil sudah dijalankan dengan sangat baik. Mulai Musykerwil di Kudus, pembahasan materi konferensi yang melibatkan PAC dan PC se Jateng, Pra-Konferwil di Solo, hingga pendaftaran bakal calon juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Ia pun menyebut setelah adanya pengambilalihan kepengurusan tersebut, maka seluruh tahapan jelang Konferwil yang telah berjalan secara otomatis sudah tidak berlaku. “Setelah caretaker maka seluruh tahapan termasuk surat-surat rekomendasi dari PAC dan PC se Jawa Tengah sudah tidak berlaku lagi,” ungkapnya.

Mengenai sikap PW GP Ansor Jateng atas adanya caretaker, pihaknya mengembalikan sikap dan upaya berikutnya pada jajaran kader di tingkat PAC dan PC.

“Saya ini menjalankan amanat organisasi berdasarkan mandataris Konferwil di Pekalongan tahun 2017 yang dipilih secara aklamasi oleh PC dan PAC se Jawa Tengah. Karena saat ini sudah dicabut oleh Pimpinan Pusat, maka sekarang semuanya saya kembalikan lagi ke sahabat-sahabat di PC dan PAC,” ungkapnya.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly (kanan) bersama Menang RI, Yaqut Cholil Qaumas dalam sebuah kesempatan. Foto: istimewa

Adapun, sebagai langkah berikutnya, Gus Sholah bersama mantan jajaran kepengurusan PW GP Ansor Jateng 2017-2024 berencana menggelar kegiatan silaturahmi dengan PC dan PAC se Jawa Tengah secara bertahap.

“Kami ingin menyapa sahabat-sahabat tercinta di PC dan PAC se Jawa Tengah. Sedianya, kami ingin pamitan saat gelaran Konferwil 31 Agustus 2024 tapi karena dibatalkan maka kami ingin datang langsung ke bawah menemui sahabat-sahabat,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial kabar bahwa PP GP Ansor melakukan caretaker terhadap kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah menjelang pelaksanaan Konferwil yang sedianya digelar 31 Agustus 2024 lalu di Kota Semarang.

Ansor Kota Semarang Nyatakan Alasan Caretaker Pimpinan Wilayah Tidak Masuk Akal

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang menyatakan pengambil alihan kepengurusan (caretaker) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah dengan alasan tidak menjalankan kewajiban organisasi merupakan alasan yang tidak masuk akal. Sebab, proses Konferensi Wilayah (Konferwil) telah berjalan.

“Caretaker pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah tidak masuk akal karena sudah ada panitia, artinya proses Konferwil sudah berjalan,” kata ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman dalam siaran persnya, Sabtu (7/9/2024) malam.

Pengambil alihan kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah tertuang dalam surat caretaker kepengurusan dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tentang pengesahan penunjukan tim caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah tahun 2024 yang ditandatangani oleh ketua umum PP GP Ansor, H. Adin Jauharudin, dan sekretaris jenderal H. A. Rifqi Al Mubarok tertanggal 6 September 2024.

Dalam surat tersebut juga dinyatakan bahwa tidak dilaksanakannya kewajiban kepengurusan pimpinan wilayah sesuai ketentuan peraturan dasar GP Ansor bab XII tentang hak dan kewajiban kepengurusan, peraturan rumah tangga GP Ansor bab VIII tentang kewajiban kepengurusan dan peraturan organisasi GP Ansor tentang pembentukan pengurus pimpinan organisasi

Surat itu juga menyatakan alasan caretaker karena adanya pengunduran diri ketua panitia pelaksana Konferensi Wilayah GP Ansor provinsi Jawa Tengah sehingga pelaksanaan konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Tengah tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Abdur Rahman lantas menyebut alasan caretaker karena pengunduran diri ketua panitia sebagaimana tertulis dalam surat caretaker merupakan hal yang tidak masuk akal atau mengada-ada, sebab sudah ada yang menggantikan.

“Ketua panitia pamit mundur setelah pelaksanaan Pra Konferwil, beliau mundur karena akan maju berkontestasi sebagai kandidat ketua PW GP Ansor Jateng. Jadi, keputusan caretaker pengurus karena mundurnya ketua panitia adalah sebuah alasan yang tidak masuk akal,” tukasnya.

Ia menilai dengan berjalannya kegiatan Pra Konferwil sudah menunjukkan kesiapan kader dalam menyambut proses persidangan yang menentukan berbagai kebijakan yang krusial untuk kemajuan Ansor di Jawa Tengah.

“Materi-materi Konferwil sudah dibahas semua, tinggal pengesahan dalam Konferwil, mestinya Konferwil tinggal teknis dan menunggu tanggal dari pusat (PP GP Ansor,-red), bukan malah diambil alih,” tukasnya.

Secara politis, ia menuding adanya indikasi untuk memuluskan salah satu kandidat dan menjegal kandidat lain yang secara hitungan didukung oleh mayoritas Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Jawa Tengah yakni Gus Shidqon Prabowo.

“Sudah banyak cabang dan PAC se Jawa Tengah yang menyatakan dukungan terhadap Gus Shidqon, dan semua bakal calon juga sudah mendaftarkan diri,” tandasnya.

Ia juga menilai caretaker kepengurusan tidak efektif karena secara substansi kepengurusan sementara juga bertujuan membentuk kepanitiaan Konferwil Ansor Jateng. Oleh karena itu, dirinya berharap Konferwil Ansor Jateng tetap berjalan.

“Intinya kan Konferwil, kalau panitia sudah siap, mengapa dicaretaker? Caretaker kan untuk menyiapkan pergantian kepengurusan. Artinya membentuk panitia baru. Ini sangat tidak efektif,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Abdur Rahman meminta agar PP GP Ansor fokus menata organisasi dan kader agar siap menyukseskan program dari pusat dengan suksesnya Konferwil Ansor Jateng. Di lain sisi, ia juga minta PP GP Ansor tidak menjadi alat untuk kepentingan tertentu.

“Jangan sampai keputusan caretaker ini karena pesanan kepentingan tertentu, sehingga mengorbankan banyak hal, Biarkan Ansor ini melaju sesuai dengan aturan yang sudah ada. Konferwil harus tetap jalan, sehingga bisa lebih fokus mendukung rencana ketum untuk pengembangan kader-kader, dan Ansor tidak lagi disibukkan dengan masalah internal,” tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ansor Jawa Tengah Mendadak Di-Caretaker, Konferwil Ditunda

Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendadak mengambil alih kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah. Dengan demikian, Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jateng yang seharusnya dilaksanakan akhir Agustus atau awal September resmi batal.

Pengambil alihan kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah tertuang dalam surat caretaker kepengurusan dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tentang pengesahan penunjukan tim caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah tahun 2024 yang ditandatangani oleh ketua umum PP GP Ansor, H. Adin Jauharudin, dan sekretaris jenderal H. A. Rifqi Al Mubarok tertanggal 6 September 2024.

Berikut ini isi SK PP GP Ansor nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor,

Menimbang :

a. Bahwa tidak dilaksanakannya kewajiban Kepengurusan Pimpinan Wilayah sesuai ketentuan Peraturan Dasar GP Ansor Bab XII tentang Hak dan Kewajiban Kepengurusan, Peraturan Rumah Tangga GP Ansor Bab VIII tentang Kewajiban Kepengurusan dan Peraturan Organisasi GP Ansor tentang Pembentukan Pengurus Pimpinan Organisasi.

b. Bahwa adanya pengunduran diri Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah sehingga pelaksanaan Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

c. Bahwa telah dilakukan pemanggilan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah oleh Pimpinan Pusat GP Ansor pada Selasa, 13 Agustus 2024.

d. Bahwa telah dilakukan koordinasi antara Pimpinan Pusat GP Ansor dengan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah tentang pelaksanaan Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah.

e. Bahwa telah dilakukan mediasi antara Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah dengan Panitia Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah.

f. Bahwa dalam rangka pelaksanaan amanat Kongres XVI GP Ansor Tahun 2024 maka perlu adanya legalitas kepengurusan guna menjalankan Konferensi Wilayah untuk menghasilkan Program Kerja dan Susunan Pengurus masa khidmah berikutnya. Bahwa perlu adanya penunjukan Tim Caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.

h. Bahwa nama-nama tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini dipandang mampu mengemban tugas-tugas sebagai Tim Caretaker.

i. Bahwa untuk kepentingan tersebut perlu diterbitkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat GP Ansor Tentang Pengesahan Penunjukan Tim Caretaker Susunan Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.

Mengingat:

a. Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga GP Ansor.

b. Peraturan Organisasi GP Ansor Tentang Pembentukan Kepengurusan Pimpinan Organisasi.

Memperhatikan

a. Kesepakatan yang diputuskan dalam Rapat Harian Pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor Tanggal 06 September 2024

Memutuskan :

  1. Mengesahkan Penunjukan Tim Caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 sebagiamana terlampir.
  2. Memberi amanat yang berupa tugas, wewenang dan tanggung jawab kepada Tim caretaker dimaksud untuk menyelenggarakan Konferensi Wilayah.
  3. Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan terselenggaranya Konferensi Wilayah atau selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 06 Desember 2024, dan apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Adapun lampiran Pengesahan Penunjukan Tim Caretaker Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 sebagai berikut: