Arsip Tag: Adin Jauharudin

Penuhi Kebutuhan Gizi, Menko Pangan Dorong Kemitraan Ritel dan Koperasi Desa

Lingkar.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan mendorong kemitraan ritel dan koperasi desa dalam pemenuhan gizi. Ia menyebut besarnya dampak ekonomi dari program pemenuhan pangan nasional. Ia mencontohkan kebutuhan pangan bergizi untuk anak-anak yang volumenya sangat besar jika dihitung secara nasional.

“Kalau perlu telur satu hari satu, tahun ini kita perlu 82,9 juta butir telur satu hari. Itu baru makanan bergizi untuk anak-anak, belum yang lain. Kalau kita perlu sayur, maka kita perlu 82,9 juta mangkok sayur satu hari. Buah, perlu 82,9 juta buah satu hari. Bayangkan dampak ekonominya,” jelasnya saat menghadiri kegiatan kemitraan Indomaret di Pendapa Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Menurut dia, besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang besar bagi peternak, petani, pelaku UMKM, hingga pelaku distribusi pangan di daerah termasuk Kabupaten Batang. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden RI telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis di sektor pangan yang pelaksanaannya terus dipantau langsung di lapangan.

“Saya sudah satu tahun empat bulan rapat terus melahirkan kebijakan-kebijakan, ada 25 Inpres, Perpres, Keppres diberikan kepada saya. Presiden perintahkan dalam satu minggu tiga hari ke lapangan untuk cek, bagaimana makanan bergizi, bagaimana pelaksanaannya, bagaimana dampaknya,” terangnya.

Selain program makanan bergizi, pemerintah juga tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) dalam skala besar. Program ini, kata dia, dijalankan dengan dukungan TNI.

“Kita akan bangun 80.000 koperasi desa dan kelurahan. Insyaallah bulan Mei ini bisa 30.000 jadi,” ungkapnya.

Ia membandingkan jumlah tersebut dengan jaringan ritel modern. Indomaret nantinya akan ada 24.000. Ini koperasi desa dan kelurahan akan kita bangun 80.000. Kopdes nantinya akan menjadi simpul distribusi sekaligus penampung hasil produksi masyarakat desa, mulai dari produk UMKM hingga hasil pertanian dan perikanan.

“UMKM, hasil pertanian, gabah, jagung, ikan, telur, ayam, sayur, buah ditampung oleh Kopdes. Nanti Kopdes akan mensuplai kebutuhan berbagai program pemerintah,” imbuhnya.

Setiap Kopdes, juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti kendaraan operasional, cold storage, serta menjadi agen sembako, LPG, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya.

“Kopdes ini akan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan, bantuan tunai, alat-alat pertanian, dan seterusnya. Inilah yang disebut gerakan ekonomi rakyat,” ujar dia.

Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan gagasan Ekonomi Pancasila yang menekankan kesetaraan, keadilan, dan kebersamaan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945.

Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas dukungan terhadap program pangan nasional, termasuk dalam penguatan produksi dan distribusi beras serta jagung.

“Tanpa TNI susah membangun 30.000 koperasi secara serentak. Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa,” pungkasnya. (*)

Tak Hanya Kuat Ideologi, Ini Pesan Adin untuk Kader Ansor Jateng

Lingkar.co — Langit Semarang sore itu tampak teduh, tapi semangat di dalam gedung tempat pelantikan PW GP Ansor Jawa Tengah justru membara, Minggu (2/11/2025).

Ribuan kader berseragam hijau memenuhi ruangan, sebagian berdiri tegak, sebagian lagi menatap khidmat ke arah panggung. Di sana, Addin Jauharuddin, Ketua Umum GP Ansor, berdiri dengan sorot mata tegas dan penuh keyakinan.

Suara Addin menggema, menembus riuhnya barisan kader yang bersiap menyambut kepemimpinan baru.

“Kita perlu melakukan langkah gerak secara bersama-sama untuk memberikan pelayanan kepada para kader sekaligus kepada NU secara organisasional,” ucapnya lantang, seolah menyalakan bara semangat yang telah lama disimpan dalam dada para kader muda NU.

Addin tidak hanya berbicara soal jabatan atau seremonial. Ia bicara tentang perjuangan baru perjuangan yang kini tak lagi di medan tempur, melainkan di ladang pengabdian sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Ansor lahir sebagai pilar republik sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini,” katanya, mengingatkan kembali bahwa organisasi ini dibangun di atas darah dan keringat para pejuang bangsa.

Suasana hening sesaat. Ribuan kepala menunduk. Di beberapa sudut, mata tampak berkaca-kaca. Kalimat itu bukan sekadar sejarah itu adalah panggilan.

Addin lalu berbicara tentang tantangan masa kini: ketimpangan ekonomi dan kesenjangan kesejahteraan di tengah masyarakat. Baginya, kader Ansor tidak boleh hanya kuat dalam ideologi, tapi juga tangguh secara ekonomi.

“Tugas kita juga untuk menghilangkan ketimpangan ekonomi di antara masyarakat dengan menyediakan program berkelanjutan,” tegasnya.

Ia kemudian memperkenalkan Program BISA (Bisnis Ansor), sebuah inisiatif ekonomi kolektif yang akan melahirkan BUMA (Badan Usaha Milik Ansor). BUMA bukan sekadar badan usaha, melainkan simbol kemandirian kader Ansor.

“Kami membuat program BISA yang menjadi katalisator pewujudan program ekonomi yang nanti akan membentuk BUMA, yang memberdayakan potensi ekonomi lokal,” jelas Addin, disambut tepuk tangan panjang dan sorak takbir yang menggema.

Di antara hadirin, tampak Gus Prabowo, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang baru saja dilantik. Wajahnya berseri, namun sorot matanya menyimpan tekad yang dalam. Seusai Addin berbicara, ia menunduk sejenak, lalu menatap ribuan kader di hadapannya.

“Kami akan menjaga amanah ini. Ini bukan tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana Ansor Jawa Tengah bisa benar-benar menjadi garda terdepan dalam pelayanan, dalam pengabdian, dan dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Gus Prabowo dengan suara bergetar.

Momen itu terasa sakral ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menyampaikan pesan kebanggaan dan dukungan. Di hadapan para kader muda Nahdlatul Ulama itu, Gibran memuji semangat gotong royong yang terus dijaga oleh Ansor.

“Saya melihat energi besar di ruangan ini. Kalau semangat seperti ini bisa disalurkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat, saya yakin Jawa Tengah akan semakin kuat,” ujar Gibran yang disambut sorakan riuh.

Pidato demi pidato sore itu bukan hanya deretan kalimat. Ia menjelma menjadi suara kolektif tentang cita-cita, tentang perjuangan yang tidak pernah padam hanya berganti medan. Dari perjuangan fisik melawan penjajah, kini menjadi perjuangan sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Dan ketika gema “Ansor! Istimewa!” kembali mengguncang ruangan, bukan hanya sebagai pekik kebanggaan, tetapi sebagai sumpah pengabdian. Sumpah untuk terus berkhidmah, menebar manfaat, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendahulu.

Dari pelantikan hari itu, semangat baru lahir di tubuh Ansor Jawa Tengah.
Sebuah janji yang tidak diucapkan dengan kata, tetapi diikrarkan dalam hati.
Berjuang tanpa lelah, bergerak tanpa pamrih, demi Indonesia yang sejahtera dan bermartabat. (*)

Resmi Dilantik, GP Ansor Jateng Pamerkan Semangat Baru di Hadapan Gibran

Lingkar.co — Langit Semarang siang itu tampak cerah, namun hawa di dalam gedung pelantikan terasa lebih hangat dari biasanya. Ratusan kader Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah berdiri tegap, berseragam hijau khas kebanggaan mereka.

Tepuk tangan menggema saat nama Muhammad Shidqon Prabowo disebut sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2025–2029.

Pria yang akrab disapa Gus Shidqon itu melangkah ke depan dengan wajah penuh keyakinan. Detik itu, bukan hanya secarik surat keputusan yang diterimanya, melainkan juga amanah besar menakhodai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama terbesar di tanah Jawa.

Yang membuat suasana semakin istimewa, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Sorotan kamera menyorot wajah Gibran yang sesekali tersenyum menyiratkan dukungan negara terhadap semangat kaum muda Ansor.

“Matur nuwun, Mas Wapres, atas kehadirannya. Semoga ini menjadi semangat bagi kader Ansor Jawa Tengah,” ujar Gus Prabowo dengan suara lantang yang disambut riuh tepuk tangan.

Lalu, di tengah sorak semangat, ia memimpin seruan yang mengguncang ruangan:
“Ansor Jawa Tengah!”
Serempak, para kader menjawab dengan penuh kebanggaan, “Istimewa!”

Seruan itu menggema seperti gema tekad: Ansor tidak hanya hadir sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan di tengah tantangan zaman.

Api Semangat dari Pesan Para Ulama

Dari barisan tamu kehormatan, tampak Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Rozin, tersenyum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting regenerasi kepemimpinan muda Nahdlatul Ulama.

“Sejak awal kami mengikuti proses keterpilihan pengurus PW GP Ansor Jateng yang baru. Hari ini kita menyaksikan semangat luar biasa yang akan membawa masa depan pemuda lebih baik,” ujar Gus Rozin.

Ia melanjutkan, GP Ansor selama ini bukan hanya organisasi pemuda, melainkan juga bagian penting dalam denyut pembangunan bangsa.

“GP Ansor senantiasa hadir dalam pembangunan, budaya, keagamaan, dan kenegaraan. Bersama-sama GP Ansor, kita membangun Jawa Tengah dan Indonesia,” tuturnya.

Pesannya ditutup dengan ajakan yang menembus relung hati.

“Kita perlu khidmah yang konkret — dalam pembangunan masyarakat, ekonomi, dan penanggulangan bencana yang kini makin sering terjadi,” ungkapnya.

Khidmah dan Harapan Baru

Bagi banyak kader muda, momen pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Ia adalah simbol perjalanan panjang semangat kebangsaan, dari pesantren hingga ruang publik, dari tradisi ke masa depan digital.

Gus Prabowo, dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun santun, diyakini mampu membawa GP Ansor Jawa Tengah lebih adaptif, kreatif, dan solutif.

Di akhir acara, lantunan doa mengalun lembut. Para kader menunduk khusyuk, sebagian menitikkan air mata. Di dada mereka, ada bara semangat baru: semangat untuk terus berkhidmah kepada umat, bangsa, dan tanah air.

Karena bagi mereka, menjadi Ansor bukan sekadar panggilan organisasi — melainkan pengabdian seumur hidup untuk Indonesia yang lebih baik. (*)

Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus PW GP Ansor Jateng 2025–2029

Lingkar.co – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara resmi mengesahkan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jawa Tengah masa khidmah 2025–2029. Pengesahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 3483/PP/SK-01/III/2025 tertanggal 11 Agustus 2025 dan dibacakan dalam pelantikan yang dilaksanakan hari ini, Ahad (2/11/2025) di Ponpes Ash Shodiqiyah, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Kepengurusan ini merupakan hasil Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Tengah yang telah dilaksanakan sesuai amanat organisasi pasca-Kongres XVI GP Ansor tahun 2024. Sebelum ditetapkan, susunan kepengurusan juga telah memperoleh rekomendasi resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.

Dalam SK tersebut, Muchammad Shidqon Prabowo ditetapkan sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah periode 2025–2029. Sementara jajaran kepengurusan terdiri atas unsur pengurus harian, dewan penasehat, serta para wakil sekretaris di berbagai bidang.

Pimpinan Pusat GP Ansor memberikan amanat kepada seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan tugas organisasi sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku, serta memperkuat peran organisasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah masa khidmah 2025–2029 diberikan wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola organisasi dalam rangka mencapai tujuan GP Ansor,” demikian bunyi ketentuan dalam SK.

Susunan Pengurus PW GP Ansor Jateng 2025–2029

Ketua: Muchammad Shidqon Prabowo

Wakil Ketua:
Tsalis Syaifuddin
Marzuki
Muhammad Azil Maskur
Ahmad Thoha
Waryudi
Abduliah Syafiq Muadz
Andry Widyanto
Faiz Kurniawan
Muhtar Hadi Wibowo
Misbahul Munir
Ali Wafa
Mukhammad Nur Huda
Kholid Abdillah
Muhammad Sholahuddin
Muhammad Luqman
Ishack Maulana Rohman
Arif Wahyudi
Dasa Susila
Muhammad Hayyi Wildani
Abdul Azis
Mashudi
RM Teguh Imam DJ
Ahmad Munsip
Zen Fathoni
Syaiful Bahri
Sukron Wahid
Akhmad Zeenudin Masdar
Muammar Abdul Basith
Birawan Sulistiyono
Asnawi.

Sekretaris: Husein Ahmadi

Wakil Sekretaris:
Ahmad Mualif
M Sa’dun Dairn
Waryudi
Muzaki Mubarok
Ali Fauzan
Endro Supriyadi
Arya Setya Novanto
Naufar Yazid Muftiawan
Abdul Muis
Setiawan Widiyoko
Wijayanto
Heru Saputra
Mohammad Masruri
Arif Sarifudin
Muhammad Khafizin
Fauzan Arif Munandar
Syaifudin Zuhri
Sarwo Edi
Darwanto
Aminul Fikar
Rosidi
Fahrustiqlal
Santoso
Isnan Fathoni
Riyadi
Mislam
Ahadun
Eri Listiawan
Bagus Suryokusumo
Muh. Rizqi Iskandar Muda
Muhammad Santoso

Bendahara: Abdur Rahman

Wakil Bendahara:
Nur Khozin
Moh. Alamul Huda
Muhammad Fatwa
Abdul Azis
Fahmi Arifan
Rayhan Dhany Rahardian
Luthfil Khakim

Dewan Penasehat:
Ketua: KH Abdul Ghaffar Rozin
Sekretaris: H. Sholahuddin Aly, S.H., CRP
Anggota:
H. Nusron Wahid
H. Sudaryono, Eng., M.M., MBA
H. Taj Yasin Maimoen
H. Arif Rohman, S.Sos., M.Si
H. Iswar Aminudi, M.T
H. Ikhwanudin, M.Si
H. Mufid Rahmat
H. Jabir Al Faruqi
H. Niam Syukri
H. Haryanto.

Tim Karteker Gagal Jalankan Amanah Malah Ditunjuk Jadi Pengurus Definitif, Ansor Pekalongan Minta Pimpinan Pusat Berjiwa Besar

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan, Muhammad Sholahuddin meminta Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor berjiwa besar atas kekeliruan yang dilakukan dengan melakukan Caretaker (Karteler) terhadap Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah.

“Harus berjiwa besar ketika kita ditunjuk atau diberi amanat enggak mampu jangan di paksakan,” ujarnya pada Minggu (15/12/2024).

Menurut dia, keputusan karteker diambil PP GP Ansor terhadap PW GP Ansor Jateng dengan asumsi tidak bisa melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil) merupakan hal yang mengada-ada. Sebab saat itu rangkaian proses Konferwil Ansor Jateng sedang berjalan.

“Dari awal PW Ansor Jateng dikarteker itupun alasannya saya kira kurang pas. Tapi kami PC, apapun keputusan PP harus kita taati dan laksanakan,” ungkapnya.

Sholahuddin mengaku dirinya menunggu kinerja tim karteker, namun malah tidak bisa menjalankan amanah hingga habis masa berlakunya Surat Keputusan (SK) karteker, yakni tanggal 6 Desember 2024.

Penting untuk diketahui bahwa target yang ditugaskan kepada tim karteker PW GP Ansor Jateng adalah menggelar Konferwil. Namun Konferwil tersebut gagal dilaksanakan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat memberikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat menyampaikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi

“Setelah adaya karteker, kami tunggu kerjanya. Eh tapi kok kayaknya nggak sesuai harapan kami, yakni bisa melaksanakan Konferwil,” tukasnya.

Setelah masa tugas tim caretaker habis pada 6 Desember lalu, Sholahuddin berharap ada keputusan yang lebih baik dari Pimpinan Pusat. Namun PP GP Ansor justru mengeluarkan Surat Keputusan bernomor.1720/PP/SK-01/XII/2024 yang menetapkan personel tim karateker yang gagal menjalankan amanah tersebut sebagai pengurus PW GP Ansor Jateng.

SK tersebut diteken langsung oleh Ketum dan Sekjen PP GP Ansor, yakni Addin Jauharuddin dan Ahmad Rifqi Al-Mubarok alis Rifqi Elmoe.

Ansor Boyolali: Ambil Alih Ansor Jawa Tengah Secara Cacat Norma, Penetapan Tim Caretaker Juga Salahi Aturan

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang PC Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Boyolali, Ahmad Kurniawan dengan tegas mengatakan bahwa pengambil alihan kepemimpinan (Caretaker) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng dengan cara cacat norma dan menyalahi aturan, terlebih menetapkan tim caretaker menjadi definitif selama 1 tahun.

“Banyak kader dan pengurus Ansor yang merasa janggal dan bertanya-tanya, apa dasar Pimpinan Pusat mengeluarkan SK Caretaker untuk PW Ansor Jawa Tengah,” kata dia saat dikonfirmasi Jum’at (13/12/2024).

Sebab, lanjutnya, PW GP Ansor Jawa Tengah telah menjalankan roda kepengurusan dengan sangat baik, juga banyak prestasi yang dicapai. Namun SK caretaker tersebut muncul disaat serangkaian kegiatan Konferwil sudah berjalan.

“Jika diasumsikan bahwa tidak bisa melaksanakan Konferwil, apa pra Konferwil tidak dianggap? Apalagi ketentuan hari pelaksanaan Konferwil yang menentukan pimpinan pusat,” tukasnya.

Oleh karena itu ia menilai beragam opini yang berkembang di kalangan kader Ansor sangat wajar. “Jadi jangan heran kalau banyak kader yang berasumsi macam-macam,” tegasnya.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat memberikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat menyampaikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi

Kurniawan lantas merujuk Peraturan Organisasi (PO) Gerakan Pemuda Ansor, pada Bab VIII dibahas tentang mekanisme pembentukan kepengurusan dalam rangka mengisi kekosongan kepengurusan.

“Mekanisme pembentukan Caretaker dibahas pada bagian pertama, yang secara eksplisit dijelaskan pada Pasal 30,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasar ayat 1 poin (a) Pasal 30, Pembentukan Caretaker dapat dilaksanakan jika terjadi kekosongan kepengurusan, yaitu: ketika masa khidmat kepengurusan atau perpanjangan masa khidmat kepengurusan berakhir tanpa penyelenggaraan konferensi atau rapat anggota sesuai jadwal yang diamanatkan;.

SK Caretaker Ansor Jawa Tengah Habis, PC Se-Jateng Desak Segera Konferwil

Lingkar.co – Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan caretaker (Pengambilan alihan kepemimpinan) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah telah habis masa berlakunya pada Jumat (6/12/2024).

Menyikapi hal itu, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Tengah mendesak agar PP GP Ansor segera menggelar konferensi wilayah (Konferwil) Ansor Jateng. Hal itu ditegaskan dengan terbentuknya Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah pada hari ini, Sabtu (7/12/2024).

Ketua Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah, Abdur Rahman menuturkan bahwa terbentuknya Forum tersebut merupakan inisiatif para kader untuk mencarikan solusi agar Konferwil Ansor Jateng bisa segera terlaksana.

“Dari temen-temen membentuk forum silaturahmi ini ya dalam rangka menjembatani mencarikan solusi, atau bahkan menjadi mediator antara pimpinan pusat dengan temen-temen PAC,” ujarnya seusai kegiatan.

Ia mengingatkan, kader GP Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) memandang Konferwil Ansor Jateng sangat penting karena untuk keberlangsungan organisasi, terutama di tingkat kecamatan yang butuh legalisasi dari tingkat provinsi.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

“Temen-temen berharap itu secepat mungkin karena SK PAC itu hampir mau habis semua. Sedangkan kalau tidak ada pimpinan wilayah tidak ada yang bisa membuat SK PAC karena kewenangan membuat SK PAC itu pimpinan wilayah,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, dalam forum yang dihadiri oleh hampir semua ketua PC GP Ansor kabupaten/kota menyatakan khawatir Ansor Jateng menjadi fakum dan mengakibatkan adanya mosi tidak percaya terhadap PP GP Ansor.

“Kalau tidak segera melakukan Konferwil, temen-temen di bawah, saya khawatir takutnya ada mosi tidak percaya kepada pimpinan pusat,” urainya.

Keputusan Caretaker Terhadap GP Ansor Jawa Tengah Dianggap Zalim, Gus Sholah Akan Adukan Ke Majelis Tahkim PBNU

Lingkar.co – Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah 2017-2024 akan mengadukan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor ke Majelis Tahkim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).karena keputusan caretaker dianggap menzalimi kepengurusan yang telah bersiap menjalankan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Adapun, Majelis Tahkim PBNU berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan internal pengurus NU dan badan otonom di semua tingkatan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2017-2024, Sholahuddin Aly atau Gus Sholah mengatakan, langkah tersebut ditempuh berdasarkan hasil musyawarah dengan pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah 2017-2024, dorongan dari PAC dan PC serta masukan para senior.

“Berdasar dorongan dan masukan sahabat-sahabat itulah kami yang merasa didzolimi sepakat memutuskan untuk menempuh upaya mengadukan ke Majelis Tahkim PBNU guna penyelesaian persoalan. Ini semua semata-mata demi tertib aturan dan menjaga marwah organisasi,” ungkapnya, Rabu (18/9/2024).

Gus Sholah menerangkan, langkah ini ditempuh sebagaimana diatur dalam organisasi. Majelis Tahkim telah dibentuk oleh PBNU sebagai tindaklanjut adanya Peraturan Perkumpulan Nomor 12 Tahun 2023 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal.

Diwartakan sebelumnya, PP GP Ansor mengeluarkan surat keputusan caretaker terhadap kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah pada 6 September 2024 lalu. Surat pengambil alihan kepengurusan tersebut terbit dua kali dengan tanggal dan nomor surat sama namun isi susunan struktur tim caretaker berbeda.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

Kemudian, Gus Sholah juga membantah bahwa PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap oleh PP tidak mampu menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil).

“Faktanya, panitia telah terbentuk dan sudah menyiapkan mekanisme hingga teknis pelaksanaanya. Termasuk menyiapkan tempat sampai pembuatan kaos untuk 2.000 peserta,” ungkapnya.

Ketua Panitia Konferwil GP Ansor Jawa Tengah, Ahadun Maftudji mengungkapkan, Konferwil sedianya dilaksanakan 31 Agustus 2024 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang. Namun oleh Ketua Umum PP GP Ansor diminta ditunda sampai pertengahan September 2024, dengan alasan berbarengan dengan acara Rakornas GP Ansor di Jakarta.

“Ternyata, 6 September 2024 diterbitkan Surat Keputusan Caretaker,” ungkapnya.

Ahadun menjelaskan, seluruh tahapan juga telah dilaksanakan yakni Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jateng di IAIN Kudus pada Sabtu, 29 Juni 2024 yang dihadiri PC se Jateng dan menyepakati digelarnya Konferwil pada Agustus 2024 di Kota Semarang.

“Panitia kemudian terus menggodok materi Konferwil. Bahkan draft materi juga telah didistribusikan ke seluruh PC dan PAC se Jateng untuk dibahas di daerah masing-masing yang hasilnya dibahas lagi di Pra-Konferwil,” jelasnya.

Pra-Konferwil kemudian terlaksana di Solo pada 1 Agustus 2024 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris dari 35 PC Se Jateng, membahas dan menyepakati Tata Tertib (Tatib) Konferwil, Program Kerja hingga Persyaratan Calon Ketua PW. Seluruh materi yang disepakati itu sudah siap untuk disahkan ke forum tertinggi yakni Konferwil.

“Pra-Konferwil pun dibuka oleh Sekjen PP GP Ansor, dihadiri pula Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, dan ditutup secara resmi oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin,” paparnya.

Geger Caretaker, Mantan Ketua PW GP Ansor Jateng Ikhwanuddin: Kami Sangat Prihatin

Lingkar.co – Keputusan Caretaker (Karteker) terhadap kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (Jateng) 2017-2024 oleh Pimpinan Pusat, membuat geger dunia Maya. Bahkan para pengurus periode sebelumnya turut prihatin karenanya.

“Adanya keputusan pimpinan pusat yang melakukan caretaker ini membuat kami sangat prihatin,” kata Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah periode 2014-2017, Ikhwanudin, Rabu (11/9/2024).

Ikhwanudin mengatakan, pihaknya memang mengikuti dan memantau perjalanan kepengurusan PW GP Ansor Jateng yang diketuai H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah ini sejak awal sampai terakhir kemarin.

Ia juga menilai alasan yang dijadikan dasar dalam keputusan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan cenderung memaksakan.

“Kami melihat betul perjuangan Gus Sholah dan sahabat-sahabat pengurus PW dalam mengelola dan menjalankan roda organisasi sampai ke bawah, ke seluruh kabupaten dan kota di Jateng, bahkan tak jarang terjun ke PAC hingga Ranting,” ungkapnya.

Proses pelaksanaan pendidikan kaderisasi yang telah dikuatkan sejak kepengurusan sebelum-sebelumnya dengan semboyan kaderisasi tiada henti, lanjut Ikhwanudin, juga telah dijalankan dengan baik di kepengurusan sekarang, bahkan PW Ansor Jawa Tengah telah berhasil menerbitkan buku panduan kaderisasi yang mungkin tidak dimiliki oleh kepengurusan di wilayah lainnya.

“Adanya PKL-Susbalan yang dilaksanakan tiap akhir pekan sepanjang tahun beberapa diantara sahabat pengurus yang lama juga sering dilibatkan,” ujarnya.

“Bahkan, saat adanya perpanjangan kepengurusan beberapa kali kami juga sempat menanyakan hal itu, semata-mata untuk kepentingan tata kelola organisasi yang baik, bahkan beberapa kali menyarankan kepada PW Ansor Jateng untuk mengirim surat ke pimpinan pusat tentang permohonan konferwil” tuturnya.

“Termasuk kami juga memantau tahapan menjelang rencana Konferwil 2024 kemarin, baik mekanisme maupun teknisnya semuanya telah berjalan dengan baik dan sesuai aturan organisasi dan tinggal menggelar saja karena semua tahapan sudah dilakukkan. Jadi, terkait dengan pelaksanaan konferwil problemnya tidak di PW Ansor Jateng, tetapi di Pimpinan Pusat yang tidak memberikan kepastian waktu pelaksanaannya (beberapa kali berubah), kalau sekarang diambil alih seperti itu kami menilai sangat tidak tepat dan tidak beralasan” katanya.

Diminta Klarifikasi Caretaker PW Jateng, PP GP Ansor: Sabar Yah

Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendadak mengambil alih paksa atau Caretaker (Karteker) kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) yang telah bersiap melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Saat rangkaian Pra-Konferwil berlangsung, PP GP Ansor secara mendadak mengambilalih kepengurusan dengan menunjuk Tim Caretaker Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng yang diketuai oleh Moesafa.

Sontak hal itu menjadi kegaduhan di internal organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut. Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman menyebut caretaker itu merupakan tindakan yang semena-mena.

Ia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Abdur Rahman menyebut alasan yang tertulis dalam SK dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tidak masuk akal.

“Caretaker pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah tidak masuk akal karena sudah ada panitia, artinya proses Konferwil sudah berjalan,” kata ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman dalam siaran persnya, Sabtu (7/9/2024) malam.

Senada, ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang dilengserkan, H. Sholahuddin Aly pun membantah dasar pertama karteker adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Sholahuddin mengatakan bahwa sedianya Konferwil GP Ansor Jateng digelar di Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang pada 31 Agustus 2024 lalu. Namun atas arahan dari Pimpinan Pusat pula agar pelaksanaannya diundur.

“Faktanya, semua tahapan Konferwil sudah dijalankan dengan sangat baik. Mulai Musykerwil di Kudus, pembahasan materi konferensi yang melibatkan PAC dan PC se Jateng, Pra-Konferwil di Solo, hingga pendaftaran bakal calon juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Klarifikasi PP GP Ansor

Menyambut penilaian kontraproduktif tersebut, media Lingkar lantas berusaha menghubungi PP GP Ansor. Saat dimintai klarifikasi oleh Lingkar.co, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin meminta untuk menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor Rifki Mubarok.