Arsip Tag: Rekor MURI

Beri Layanan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi 1.200 Pekerja Dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali mencatat capaian penting dalam layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para pekerja. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI atas pencapaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada pekerja di perusahaan terbanyak, yakni 53 perusahaan dalam kurun waktu lima hari.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kepada Agustina Wilujeng serta disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bertempat di Aula Gedung Penunjang RSUP Dr. Kariadi, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pekerja tersebut dilaksanakan oleh RSUP Dr. Kariadi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.

Program ini menjangkau 1.200 orang pekerja dari 53 perusahaan di Kota Semarang dan dilaksanakan pada 26–30 Januari 2026. Seluruh hasil pemeriksaan tercatat dalam platform Satu Sehat sebagai bagian dari sistem informasi kesehatan nasional.

Agustina menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja cepat lintas sektor di Kota Semarang. “Ini adalah kerja cepat dari dinas yang hari ini ada di Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Kariadi. Dalam waktu lima hari, pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjangkau 53 perusahaan dan akhirnya tembus rekor MURI,” ujar Agustina.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis secara masif hingga menjangkau fasilitas layanan kesehatan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan dini. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan jauh lebih efektif dilakukan sejak awal.

“Kalau ditunggu sampai sakit, nanti lebih mahal dan kualitas hidup juga lebih jelek. Tahun ini setelah dicek, kalau tidak sehat harus diobati, dan obatnya juga gratis,” kata Menkes.

Agustina menambahkan bahwa pesan tersebut menjadi perhatian Pemkot Semarang, terutama terkait tindak lanjut setelah pemeriksaan dilakukan. “Pesan beliau, pemeriksaan gratis lebih rutin dan setelah itu follow up-nya, kalau yang bersangkutan sakit harus segera diobati,” katanya.

Momentum Bulan K3 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus berjalan seiring dengan kesehatan pekerja secara menyeluruh. Pemeriksaan kesehatan terintegrasi menjadi salah satu langkah nyata dalam pencegahan dini penyakit, peningkatan produktivitas, serta perlindungan jangka panjang.

Pemkot Semarang berharap pencapaian ini bisa menjadi pemicu semangat bagi dunia usaha untuk semakin aktif memastikan kesehatan pekerja melalui sistem yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Adv)

27 Ribu Anak PAUD Muslimat NU Jateng Pecahkan Rekor Dunia, Ning Nawal Ajak Dorong Cinta Warisan Budaya

Lingkar.co – Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Jawa Tengah, Hj Nawal Nur Arafah Yasin, M.S.I, mendorong anak-anak usia dini untuk cinta membantik. Sebab membatik tidak hanya nguri-nguri budaya Jawa, tetapi membiasakan anak untuk cinta kebhinekaan dan mencintai bangsanya.

“Selamat hari batik nasional (2 Oktober 2025), dari membatik, setiap motifnya adalah cerita kebhinekaan, dan dari setiap torehan tintanya adalah cinta kepada bangsa,” ucap Ning Nawal, panggilan akrabnya.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri Ayo Membantik Bersama Bunda PAUD Jateng, yang diikuti 27 ribu anak PAUD pendidikan NU se-Jawa Tengah, di GOR Jatidiri Semarang, Kamis (2/10/2025).

Begitu pentingnya filosofi membatik, Ning Nawal atas nama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak anak usia dini (0-6 tahun) untuk mulai diajarkan membatik.

Di antaranya dengan menginisiasi bersama muslimat NU Jateng dan pemerintah provinsi Jawa Tengah, mengadakan membatik massal anak PAUD yang memecahkan rekor MURI dengan jumlah terbanyak 27 ribu peserta.

“Anak-anak PAUD kita ajari membatik, tidak hanya di GOR Jatidiri, tetapi harus berlanjut dan menjaga kebiasaan di sekolah bersama bapak-ibu gurunya,” imbuh isteri Wahub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu.

“Tema acara ini adalah Anak PAUD Jateng Cinta Membatik, supaya anak-anak cinta budaya dan menjadi anak solih-solihah,”harapnya.

Apa lagi saat ini, tambah Ning Nawal, gempuran budaya asing begitu massif termasuk soal pakaian. Kalau tidak dibentengi dengan cinta budaya bangsa, anak-anak bisa lupa budaya adi luhung milik sendiri.

“Mencintai batik kewajiban kita semua. Mengajari anak-anak membatik bisa meningkatkan literasi dan pengalaman langsung. Saya mendorong bunda PAUD se-Jateng untuk mengajak anak cinta budaya batik,” harapnya.

Selain cinta batik, Ning Nawal juga titip kepada Bunda PAUD se-Jateng untuk menyosialisakan program PAUD EMAS (PAUD swadaya masyarakat), dan Program SATU DESA DUA PAUD. Bersama Posyandu bisa mengajak orang tua dan anak-anaknya usia 0-6 tahun wajib sekolah satu tahun (pra sekolah).

“Melalui PAUD Jateng kami mengajak untuk menyatakan perlunya anak terjaga kesehatanya, gizinya, dan PAUD anti kekerasan dan diskriminasi.”

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Batik Nasional kali ini diharapkan dapat memperkuat produksi dan industri batik di 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.

Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, tamu dari negara sahabat mengaku tertarik pada batik, bahkan ingin mengundang guru batik agar mengajar di negara mereka.

“Waktu saya mendampingi Bapak Gubernur Ahmad Luthfi menerima tamu dari Kerajaan Malaka, mereka sangat tertarik pada batik dan meminta guru batik dari Jawa Tengah untuk mengajar di Malaysia,” katanya.

Harapannya, dari Jawa Tengah akan lahir guru-guru membatik yang dapat menyebarkan ilmunya ke berbagai negara.

Ketua panitia, Dr. Hj. Umi Hanik,M.Pd. (Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Jateng), mengatakan, membatik massal anak bersama Bunda PAUD ini diikuti 27 ribu PAUD di bawah naungan Yayasan Pendidikan Muslimat NU Jawa Tengah.

Sebanyak tiga ribu anak ikut langsung di Jatidiri, 24 ribu turut serta online, di 32 titik, di 29 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Besarnya peserta dicatat oleh Rekor MURI sebagai pencetak rekor terbanyak nasional dan dunia. (*)

10 Ribu Mangkok Soto Sajian Hari Jadi Jateng ke-80 Pecahkan Rekor Muri,

Lingkar.co – Sedikitnya 10 ribu mangkok soto yang disediakan dalam kegiatan jalan sehat bersama masyarakat di Alun-alun Kabupaten Jepara tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Ahad (24/8/2025).

Kegiatan itu dibalut dalam jalan sehat yang dimulai di Alun-alun Kabupaten Jepara, sekaligus bagian dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Tengah (Jateng) ke-80.

Kepala Muri Semarang, Ari Andriani, mengatakan, catatan rekor sajian soto terbanyak se Indonesia itu diberikan seusai verifikasi oleh Muri pada agenda jalan sehat tersebut.

“Soto terbanyak, dari 10 ribu yang diusulkan diverifikasi ada 14.582 sajian. Piagam dengan bangga dianugerahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata dia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pedagang soto dari 35 kabupaten/kota didatangkan untuk menyajikan kuliner soto khas daerahnya masing-masing. Di antaranya terdapat Soto Kudus, Soto Grombyang Pemalang,
Soto Banjarnegara, dan lainnya.

“Ahamdulillah dari target kita 10 ribu porsi ternyata dari Muri menghitung ada 14 ribu lebih. Nah, ini artinya apa? Antusiasme pedagang, masyarakat, Baznas Jateng dan lain sebagainya itu luar biasa. Jadi ini gerakan murni dari masyarakat,” katanya.

Dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, antusias masyarakat dalam rangkaian kegiatan jalan sehat itu diprediksi mencapai 20 ribu orang. Dia senang akan kehadiran masyarakat memeriahkan HUT Jateng, sekaligus untuk ajakan promosi pola hidup sehat.

Terlebih, kata Taj Yasin Jateng, menjadi provinsi dengan capaian akselerasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbaik. Akselerasinya dibantu dengan program Provinsi Jateng yakni pemeriksaan kesehatan gratis masyarakat melalui Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Saminah (55), salah satu pedagang soto asal Kabupaten Kudus yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut mengaku senang. Dia difasilitasi modal oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, berupa gerobak untuk berdagang serta untuk menyajikan 150 mangkok soto.

“Perasaanya senang, terimakasih Baznas. Selamat Ulang Tahun Jawa Tengah,” katanya.

Untuk diketahui Baznas Jateng dilibatkan Pemerintah Provinsi Jateng dalam kegiatan pemecahan rekor Muri sajian soto terbanyak itu. Sekaligus dalam rangka pembinaan pedagang kecil. Dalam kesempatan itu Baznas memberi modal 25 gerobak berdagang. Kemudian modal untuk 150 porsi soto pada setiap pedagang binaan.

Daaniys Syakila Wibowo, siswi kelas 11, SMK Negeri 3 Jepara, mengatakan, merasa senang terlibat dalam pesta rakyat itu. Dia datang bersama teman-temannya satu sekolah. Selain itu murid dadi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jepara juga berpartisipasi.

“Kita bisa ngerasain soto dari berbagai daerah juga. Terus banyak orang, lebih ramai acara ini jadi berkesan untuk Jepara. Selamat ulang tahun ke 80 Jawa Tengah,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemprov Jateng yang memercayakan Kanupaten Jepara jadi salah satu tuan rumah rangkaian HUT Jateng ke-80. Dua tempat lainnya yakni Kabupaten Batang, dan Kota Semarang.

“Terimakasih, dengan kegiatan ini perekonomian kami bergerak. Hotel (penginapan) laku, pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga laris,” katanya. (*)

Grobogan Pecahkan Rekor MURI Panen Padi Gunakan Ani-Ani

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Dinas Pertanian berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui Panen Padi dengan Pemanen Terbanyak Gunakan Ani-Ani pada Kamis (4/7/2024).

Perwakilan dari MURI, Sri Widayati menyebutkan total ada 762 peserta yang ikut dalam kegiatan pemecahan rekor ini.

“Sebenarnya hanya ada menerima pendaftaran 600 peserta. Namun, hasil verifikasi kami ada 762 peserta yang hari ini tadi ikut memetik padi dengan ani-ani,” katanya.

Menurutnya, rekor yang berhasil ditorehkan tidak hanya tercatat sebagai rekor Indonesia, namun juga rekor dunia.

“Merupakan suatu kebanggaaan berada di sini, untuk mengapresiasi momentum bersejarah. Tidak hanya rekor Indonesia, namun ini menjadi rekor dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Ani-ani merupakan alat pemetik tradisional yang kini mulai ditinggalkan. Bahkan, menurutnya generasi saat ini kemungkinan sama sekali tidak mengetahui alat ini.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan kegiatan ini juga diikuti seluruh jajaran Forkompimda di Kabupaten Grobogan. Mereka ikut turun ke sawah yang berada di belakang Kantor Dinas Pertanian itu.

Menurut Bupati, pemecehan rekor MURI ini juga sebagai bagian untuk mengenang sejarah pertanian. Di mana, Ani-ani adalah alat yang paling sering digunakan oleh petani saat memanen padi.

“Ini menjadi nostalgia tersendiri. Dulu panennya pakai ani-ani, sekarang sudah pakai combine dan sebagainya. Ini membuat kita mengenang zaman dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen akan terus mendorong produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Grobogan.

“Insya Allah nanti Kabupaten Grobogan masih mempertahankan lumbung pangan,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Pemkab Rembang Pecahkan Rekor MURI di Hari Kartini melalui 1.000 Milenial Membatik

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang kembali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang bertepatan dengan Hari Kartini ke-145.

Pemecahan rekor MURI ini melalui kegiatan 1.000 milenial membatik yang digelar di Alun-Alun Rembang, Minggu (21/4). Penghargaan MURI itu merupakan kali ketujuh yang didapat Pemkab Rembang.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua MURI perwakilan Jawa Tengah Sri Widayati kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz usai upacara hari Kartini. Tercatat ada 1.054 peserta dari siswa SMA, MA, MTs, SMP dan anak-anak difabel mengikuti pemecahan MURI.

Ketua MURI perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati mengatakan membatik media syal dengan 1.054 peserta milenial resmi tercatat di MURI dengan kriteria rekor dunia sebagai rekor ke 11.594. Menurutnya, pemecahan rekor ini merupakan satu hal yang spektakuler.

“Yang ditorehkan kali ini adalah batik khas Lasem yang jadi kebanggaan dari pemerintah Kabupaten Rembang. Dengan kegiatan hari ini semoga semakin mengharumkan nama Kabupaten Rembang akan kecintaannya terhadap batik khususnya batik Lasem,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan pemecahan rekor MURI ini merupakan komitmen Pemkab Rembang untuk melestarikan batik Lasem. Dengan penghargaan ini sekaligus mengukuhkan bahwa batik Lasem merupakan warisan budaya asli Rembang.

“Ini akan terus kita praktekkan (melestarikan batik Lasem, Red) sesuai dengan regulasi yang ada. bahkan ini tadi masuk dalam kategori dunia, ini luar biasa. Tidak ada kata-kata batik Lasem batiknya orang lain, batik Lasem batiknya orang Rembang,” tuturnya.

Salah satu peserta membatik dari SMAN 1 Rembang, Arrasyita Shaafana Putri Dema (16) mengaku sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI. Menurutnya, ketelitian dan kesabaran menjadi kunci dalam membatik.

“di sekolah ada (pelatihan membatik, Red) tapi buat kelas XI belum dapat. Jadi ini baru pertama kali ikut membatik, rasanya senang bisa dapat kesempatan ikut acara ini (pemecahan rekor MURI, Red),” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Terluas dan Termegah, Perpustakaan Daerah Kendal Pecahkan Rekor MURI

Lingkar.co – Perpustakaan Daerah atau Perpusda Kabupaten Kendal Jawa Tengah berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

MURI mencatat, perpustakaan yang diresmikan oleh Bupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto sebagai perpustakaan daerah terluas dan termegah.

Dibangun di lahan seluas 4.060 meter persegi, perpustakaan ini diklaim sebagai yang termegah di Indonesia. Dengan desain kekinian, perpustakaan ini juga nampak megah dengan bangunan dua lantai

Lantai pertama berisi berbagai ruang. Antara lain ruang baca, difabel corner, ruang podcast, gedung bioskop mini hingga ruang bermain anak. Adapun di lantai dua terdapat ruang audio visual atau mini bioskop, yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Tak hanya itu, ada space di luar gedung Perpusda yang bisa dimanfaatkan oleh warga Kendal untuk bersantai pada sore hari.

Perwakilan MURI Sari Widayati mengatakan, Kabupaten Kendal sudah beberapa kali mencatatkan rekor di MURI. Kali ini kendal mencatatkan Gedung Perpusda terluas dengan kategori tingkat kabupaten atau daerah.

Penyerahan piagam penghargaan dari MURI ini disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat yang hadir dalam peresmian layanan gedung Perpusda.

“Ini merupakan perpustakaan daerah terluas dan termegah, sehingga tercatat dalam MURI karena luasnya dan kemegahnya,” jelas Sari widyawati memaparkan, Selasa (29/8/23).

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, Perpusda ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca saja. Namun bisa digunakan pelajar maupun remaja di Kendal untuk mengasah kreativitas dan ide cemerlang.

Selain itu, ia berharap Perpusda ini akan menjadi creative hub yang mampu meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Kendal.

Oleh karena itu, iia berpesan supaya semy masyarakat merawat dan menjaga fasilitas yang telah tersydi Perpusda. Apalagi ada banyak ribuan koleksi bacaan yang tersedia.

“Diharapkan dengan adanya perustakaan daerah ini bisa menambah wawasan literasi masyarakat kabupaten Kendal, apalagi di dalam, bukunya ribuan judul,” ujarnya.

“Selain itu juga ada perpustakaan digital, ada tempat baca bagi kaum difabel tuna netra, ada ruang podcast, gedung bioskop mini, tempat bermain anak,” urainya.

“Sehingga yang masuk di dalam perpus ini merasakan nyaman dan betah di dalam. Selain itu dengan desain penuh kaca dihatrapkan pencahayaan lebih maksimal dan lebih elegan,” jelasnya.

Saat layanan Perpusda ini mulai dibuka, ribuan masyarakat sudah mengantri untuk melihat dan membaca koleksi buku. Beberapa warga juga memenuhi ruang baca yang tersedia.

Salah satunya dilakukan oleh Apriliani Novitasari. Mahasiswa ini sangat senang dengan dibukanya layanan Perpusda. Pasalnya itu memudahkan dirinya dalam mencari referensi untuk mengerjakan tugas kuliahnya.

“Dengan adanya perpustakaan daerah, kami tidak kesulitan untuk mencari literasi. Sehingga cukup di Perpusda bisa mencari buku apa saja, baik itu secara digital maupun manual buku. Sehingga sangat membantu khusunya para pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Sebagai informasi, Perpusda buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Masyarakat Kendal bisa memanfaatkan Perpusda termegah ini untuk mengasah kreativitas dan literasinya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

HUT Ke-58, Golkar Purworejo Gelar Jalan Sehat untuk Jaring Kader

PURWOREJO, Lingkar.co – Partai Golkar gelar acara Jalan Sehat HUT ke-58 Golkar di halaman pendopo rumah dinas Wakil Bupati Kutoarjo, Minggu (16/10/2022).

Acara jalan sehat Golkar, kata Yuli Hastuti. SH , merupakan kegiatan yang di adakan serentak se-Indonesia untuk memecahkan rekor MURI berjalan 3.000 KM. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kegiatan jalan sehat se-Indonesia.

Selain masyarakat luas yang mengikuti, pengurus DPD Partai Golkar beserta kadernya turut mengitkuti acara jalan sehat.

“DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo mentargetkan perolehan 12 kursi pada ajang pilihan legislatif tahun 2024 mendatang. Jumlah tersebut meningkat dua kursi dari sebelumnya yakni 10 kursi. Perolehan di tingkat provinsi pun kita targetkan menjadi 10 kursi dari waktu sebelumnya yang hanya 8 kursi ” kata Yuli.

Melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap target perolehan kursi di Kabupaten Purworejo dan di provinsi dapat naik.

Acara Jalan Sehat HUT Ke-58 Golkar tampak meriah di Kabupaten Purworejo. ROHADI/LINGKAR.CO

Ketua panitia Slamet Supriyanto menjelaskan, yang mengikuti jalan sehat kali ini sekira lima ribu peserta, dari berbagai golongan masyarakat umum.

“Semula kami cetak kupon sebanyak delapan ribu, tapi kemudian kita tambah menjadi 13 ribu,”jelasnya.

Ia menambahkan, peserta jalan sehat akan menempuh jarak sekira 4,9 KM. Setelah pelepasan pada pukul 07.30 WIB, ribuan peserta kemudian berkumpul di sekitar pendopo.

“Acara diisi dengan senam massal dan hiburan nDolalak. Adapun peserta jalan sehat berasal dari berbagai  Kecamatan yang ada di Purworejo,” tuturnya.

Penulis: Achmad Rohadi

Editor: Muhammad Nurseha

Dalam Rangka HUT dan Rakernas, PDI P Raih Tiga Rekor MURI Sekaligus

JAKARTA, Lingkar.co – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan meraih tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut usai serangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-48 dan Rakernas yang digelar oleh partai berlambang banteng moncong putih itu.

Pendiri MURI Jaya Suprana mengatakan, tiga penghargaan yang diperoleh, salah satunya penghargaan kepesertaan HUT ke-48 PDIP secara daring terbanyak. Yaitu 73.367 peserta yang terdiri dari DPP, plus 34 provinsi dengan 1.367 peserta.

“Dengan penuh kerendahan hati saya mohon berkenan untuk dapat menganugerahkan 3 piagam penghargaan MURI dalam rangka HUT ke-48 dan rakernas PDIP,” kata Jaya, di sela rapat DPP PDIP bersama MURI, seperti dikutip dalam siaran persnya.

Yang kedua, MURI juga memberikan penghargaan atas kegiatan penanaman pohon terbanyak oleh anggota Partai Politik secara serentak di seluruh Indonesia.

“Rekor kedua, penanaman pohon terbanyak oleh anggota parpol serentak yaitu 357.975 dengan jumlah pohon 579.247. Yang nyebutnya saja sampai pusing ini, karena begitu banyak,” ujar Jaya.

Terakhir, MURI juga memberikan penghargaan atas rekor pembagian tumpeng terbanyak saat HUT ke-48 PDIP kepada masyarakat.

“Sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi mahakarya, kebudayaan nusantara ini, Ulang tahun PDIP dilaksanakan dengan pembagian tumpeng terbanyak, DPP dan DPD seluruhnya 7.763 tumpeng. Ini semua dibagikan kepada para panti asuhan, panti jompo, dan berbagai komunitas kemanusiaan,” ujar Jaya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bangga dengan penghargaan MURI itu. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada pengurus MURI.

“Saya sangat bangga sekali, dapat informasi Pak Sekjen, karena hari ulang tahun kita yang ke-48 itu ternyata itu mungkin diperhatikan oleh MURI. Saya tidak menyangka bahwa hasilnya mencapai rekor MURI,” ujar Megawati.(ara/lut)