Arsip Tag: Komunitas

Tetap Sah Tanpa Kehadiran Ketua, Samhudi Pemimpin Baru RAPI Ngampel Kendal

Lingkar.co – Mashudi terpilih sebagai ketua baru Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Ngampel Kabupaten Kendal. Ia dinyatakan sah meski tanpa kehadiran ketua dan sejumlah pengurus lama dalam Musyawarah Lokal (Muslok) RAPI Wilayah 01 Kendal-Ngampel yang digelar di Ruang Abdi Praja Pemkab Kendal, Minggu (8/6/2025).

Para peserta tetap semangat tanpa perlu menyoal absennya tokoh yang dianggap sebagai kunci atau pucuk pimpinan di daerah setempat sejauh masih mengacu pada aturan AD ART yang berlaku.
Ketua Panitia Muslok, Vivin, dengan lugas menyampaikan bahwa jumlah peserta yang hadir telah memenuhi kuorum, sehingga Muslok dinyatakan bisa tetap berjalan dan hasil pemilihan ketua baru tetap dinyatakan sah. “Ketidakhadiran ketua lama tidak mengurangi semangat kita. Laporan pertanggungjawaban tetap kami terima lewat perwakilan resmi,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai organisasi sosial berbasis alat komunikasi HT, RAPI dikenal sebagai ujung tombak dalam penanganan situasi darurat, baik bencana alam maupun kecelakaan. Ia pun memandu pemilihan pengurus baru dimulai dari memilih Ketua, Sekretaris, dan Bendahara secara demokratis.

Muslok Rapi Wilayah 01 Kendal-Ngampel memutuskan Samhudi sebagai Ketua, Adi Widodo sebagai Wakil Ketua dan Didik Junaedi sebagai Sekretaris, Kelana Siwi sebagai Wakil Sekretaris serta Agustina sebagai Bendahara.

“Muslok kali ini bukan sekadar rutinitas, melainkan lompatan awal menuju RAPI yang lebih modern, responsif, dan solid dalam mengawal frekuensi untuk kepentingan kemanusiaan,” pesannya.

Vivin berharap, kepengurusan baru akan membawa nafas segar, lebih proaktif, dan adaptif terhadap dinamika zaman. “Kami ingin pengurus baru bisa lebih bersinergi, baik internal maupun eksternal, demi kejayaan RAPI,” harapnya.

Sementara, Samhudi sebagai ketua yang baru terpilih menyatakan komitmen dirinya untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antara pengurus dan anggota. “Organisasi RAPI merupakan organisasi sosial kemanusiaan, sehingga dengan rela hati memberikan bantuan yang membutuhkan, harapannya kedepan RAPI lebih solid dan lebih bersinergi,” ujarnya.

Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan itu para pengawas RAPI Wilayah 02 hingga 07 se-Kabupaten Kendal, serta Ketua RAPI Wilayah 11, Letkol Yoyok mengingatkan peran strategis RAPI sebagai komunitas sosial kemanusiaan. Kemudian, hadir pula jajaran Forkopimcam Ngampel. (yd/q)

Deklarasi Komunitas Peci Ireng Kota Semarang, Siap Gerilya Menangkan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng

Lingkar.co , Komunitas Peci Ireng Kota Semarang menyatakan deklarasi dukungan kepada pasangan Cagub-cawagub Jateng Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) di Oti Fried Chicken, Jl. Hasanuddin, Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (20/10/2024) malam.

Koordinator Peci Ireng Kota Semarang, Nur Rohman menegaskan komunitasnya ada di tiap kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Ini komunitas santri dan pemuda yang suka mengaji dan ngopi bareng, jadi kita mantap mendukung Gus Yasin karena mewakili kami para santri,” ujarnya.

Menurutnya, Taj Yasin Maimoen memiliki rekam jejak politik yang baik, dan layak menjadi referensi para santri jika serius berpolitik.

“Gus Yasin sebagai tokoh yang mewakili kiai muda menunjukkan etika yang luar biasa, putra kiai besar, jadi Wagub juga tidak sombong, tetep santun, patut dicontoh, makanya kami sepakat memperjuangkan agar beliau kembali menjadi wagub,” tegasnya.

Dirinya juga mengapresiasi Ahmad Luthfi yang tidak putus asa untuk menggandeng Gus Yasin. Ia melihat fenomena itu nampak dari sejak Gus Yasin berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan senator (DPD RI) pada Pemilu 14 Februari lalu.

Kopdar Peci Ireng Kota Semarang di Oti Fried Chicken Jl Hasanuddin Semarang Utara Kota Semarang, Minggu (20/10/2024) malam.
Kopdar Peci Ireng Kota Semarang di Oti Fried Chicken Jl Hasanuddin Semarang Utara Kota Semarang, Minggu (20/10/2024) malam. Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Kami tentunya juga berterima kasih kepada Pak Luthfi yang memilih maju bersama Gus Yasin, karena menjadi wagub akan memiliki manfaat yang lebih besar, apalagi dalam masa kampanye ini sudah muncul rencana program Pesantren Obah,” ungkapnya.

Terkait komitmen dukungan, Rohman menegaskan bahwa dirinya bersama para koordinator di tingkat kecamatan siap berjuang untuk memenangkan paslon nomor 02 Luthfi-Yasin.

“Ini kita adakan secara sederhana saja dengan perwakilan 2 orang dari 16 kecamatan, semua siap bergerak secara kolaboratif di masyarakat,” jelasnya.

Peci Ireng, lanjutnya, lebih fokus pada Pilgub Jateng. Kendati demikian, dirinya juga menegaskan akan bekerja secara kolaboratif dengan elemen relawan Paslon 02 dalam Pilwalkot Semarang.

“Secara struktur organik, Peci Ireng fokus di Pilgub, sedangkan untuk Pilwalkot Semarang kita tinggal kolaborasi dengan elemen relawan pemenangan pada Pilwalkot Semarang,” bebernya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Komunitas Ojol Jawa Tengah Deklarasi Dukung Andika-Hendi di Pilgub Jateng

Lingkar.co – Komunitas driver ojek online (Ojol) di Jawa Tengah mantap melakukan deklarasi mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 01, Jenderal TNI (Purn.) Andika M Perkasa dan Hendrar Prihadi alias Hendi (Andika-Hendi) di hotel Grasia, Kota Semarang, Senin (14/10/2024).

Pada kesempatan itu, Hendi menyatakan komitmen Andika-Hendi untuk memperhatikan kesejahteraan seluruh driver ojek online di Jawa Tengah jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Ada banyak curhat dari teman-teman driver ojol yang kemudian harus kita perjuangkan. Salah satunya terkait hal yang bisa dikomunikasikan dengan pemerintah seperti kebutuhan-kebutuhan standar driver yang harus terpenuhi,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

“Contohnya apa itu? ya seperti sekolah, layanan kesehatan, atau juga rumah melalui program Pak Ganjar tuku lemah entuk omah (beli tanah dapat rumah) yang akan diteruskan oleh Andika-Hendi,” lanjutnya.

Mantan Wali Kota Semarang ini menyatakan komitmen tersebut diberikan karena dirinya dan Andika menginginkan adanya suasana yang menyenangkan dalam aktivitas ojek online.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar teman-teman driver, kita ingin semuanya hepi. Drivernya hepi karena kebutuhan dasar terpenuhi lalu bisa melayani penumpang dengan baik, kemudian penumpangnya hepi terlayani, dan operatornya juga hepi karena mitranya mendapat perhatian,” ujarnya.

Sementara itu, juru bicara komunitas driver ojek online di Jawa Tengah, Risnandar meyakini bahwa program-program yang dirancang oleh Andika-Hendi mampu menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

“Kami pun sudah menyampaikan kepada beliau terkait visi misi untuk diperhatikan permasalahan ojol saat ini, salah satunya terkait tarif murah,” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Terancam Punah, Dua Komunitas Dokumentasikan Tradisi Kalang Obong

Jateng, Lingkar.co – Tradisi Kalang ObongTradisi Kalang Obong di era ini terancam punah. Padahal, tradisi ini sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional (WBTBN).

Komunitas Kendal Heritage dan Pelataran Sastra Kaliwungu berupaya mendokumentasikan tradisi Kalang Obong agar generasi di masa depan masih bisa mengetahui.

Salah satu pegiat tradisi Kendal, Yusril Mirza mengatakan, Kalang Obong menjadi tradisi yang sudah dijalankan masyarakat Kalang di Kendal sejak ratusan tahun lalu. Tradisi itu berisi daur hidup pasca kematian.

Tradisi Kalang diyakini sebagai cara melancarkan orang yang telah meninggal dunia menghadap Tuhan. Praktiknya, semua harta yang dimiliki dibakar setelah 7 hati kematian dengan maksud sebagai bekal menuju ke surga.

“Segala prosesi tradisi ini harus dilakukan oleh Dukun Kalang. Dan sekarang keberadannya sulit ditemukan,” kata Yusril di Rumah Sastra, Desa Plantaran Kaliwungu Selatan, Jumat (1/12/2023).

Yusril lantas menerangkan, Dukun Kalang ialah perempuan yang berasal dari keturunan pemuka ritual sebelumnya. Ia bertugas melestarikan tradisi Kalang secara turun temurun di wilayah tersebut.

Karenanya, Founder Kendal Heritage ini menyayangkan jika tradisi ini harus punah. Lantaran memiliki berbagai nilai penting termasuk mantra yang digunakan.

“Karenanya kami berupaya mendokumentasikan tradisi ini. Sebagai wujud pelestarian warisan budaya di Kendal untuk generasi muda,” ujarnya.

Proses pengambilan dokumentasi mantra yang digunakan dalam tradisi Kalang Obong di Kendal. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Hal senada diungkapkan pegiat Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Bahrul Ulum. Menurutnya,, mantra pada prosesi Kalang Obong menjadi tradisi sastra lisan yang harus dilestarikan. Oleh karena itu pihaknya juga turut berupaya menyelamatkan warisan budaya Kalang Obong

“Mantra di tradisi ini memperkuat narasi nilai penting Kalang Obong yang berstatus WBTBN,” ujarnya.

Bahrul berharap, dokumentasi mantra tradisi ini bisa secara khusus menjadi WBTBN tersendiri. Selain itu, ia juga ingin tradisi di Kendal bisa dikenal masyarakat lebih luas.

“Semoga upaya kami membuat tradisi ini tetap lestari. Dan rencananya dokumenter yang kami lakukan akan disiarkan pada 9 Desember nanti,” pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

750 Komunitas Sepeda Ikuti Gowes Bersama ISSI Kendal, Rute Khusus Wisata Pantai

Lingkar.co – Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kendal mengadakan Gowes Bersama ISSI dengan rute yang akan dijadikan jalur lintasan khusus wisata pantai, Minggu, (15/10/2023). Kegiatan ini diikuti 750 komunitas pecinta sepeda.

Acara dimulai dari depan Balai Desa Laban Kecamatan Kangkung. Peserta mengayuh sepeda menyusuri sport tourism sepanjang 15 kilometer, dan berakhir di kolam renang Water Six Weleri.

Jalan yang dilintasi masih berupa tanah seperti area persawahan, namun ada juga yang sudah dicor beton. Menariknya, peserta tidak dipungut biaya, dan ada door prize bagi yang beruntung.

Ketua ISSI Kendal, Munawir sangat bangga karena banyak komunitas yang bergabung dalam acara tersebut. Bahkan panitia memberi batas maksimal jumlah peserta.

“Kalau tidak dibatasi bisa mencapai seribu lebih. Tidak hanya para anggota ISSI Kendal, tetapi juga warga umum dan keluarga turut serta dalam acara ini,” ujarnya.

Bersama masyarakat, lanjutnya, ISSI mengadakan Gowes Bareng ISSI Kendal. Menurutnya, selain membudayakan olahraga sepeda, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menelusuri jalan sepeda yang akan dibangun pemerintah.

“Mulai dari pantai Ngebum Mororejo Kaliwungu sampai Pantai Sikucing Kecamatan Rowosari, namun untuk progress pembuatan jalan baru 45 persen sehingga masih banyak jalan tanah,” sambungnya.

Munawir juga membeberkan, jalur Sport Tourism merupakan program pemerintah yang saat ini baru 45 persen pengecoran. Untuk itu pihaknya mendesak agar pembangunan jalan segera diselesaikan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal Achmad Ircham Chalid mengatakan, jalur sport tourism nantinya akan terhubung dengan objek wisata pantai. Mulai dari pantai Ngebum Kaliwungu, pantai Indah Kemangi dan pantai Sikucing.

“Rencananya, Pemkab akan membangun jalan khusus sepeda sepanjang sekitar 42 km mulai dari Kaliwungu sampai Rowosari,” ucapnya.

“Harapannya, dengan adanya jalan khusus sepeda, pecinta sepeda bisa berolahraga sekaligus berwisata. Sebab jalan tesebut, semua tembus obyek wisata pantai,” kata Ircham.

Sementara, Sekda Kendal, Sugiyono berjanji kepada Ketua ISSI Kendal bahwa jalan sport tourism yang dimulai dari Kaliwungu hingga Rowosari sepanjang sekitar 42 kilometer akan diselesaikan pada tahun 2024.

Sebab, ia mengakui bahwa sebenarnya program tersebut harus selesai pada tahun ini. Namun karena pandemi Covid-19 melanda selama 2 tahun, sehingga anggaran difokuskan untuk penanganan wabah.

“Sebenarnya jalan khusus sepeda sudah kita anggarkan, dan targetnya tahun ini selesai. Namun karena ada pandemi Covid-19 kemarin, sehingga anggaranya dipangkas,” bebernya.

“Bahkan ditiadakan karena untuk biaya Covid. Tahun 2024 nanti sudah kita anggarkan dan akan selesai,” jelasnya.

Menurut Sugiyono, jalur khusus sepeda tersebut nantinya juga akan meningkatkan perekonomian warga. Sebab, jika banyak pesepeda yang lewat, maka masyarakat bisa berjualan di sepanjang rute tersebut. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Tingkatkan Produktifitas Ekraf, Bentuk Forum Teater Kampus

PATI, Lingkar.co – Sejumlah kelompok teater kampus yang ada di Kabupaten Pati baru saja melakukan pembentukan Forum Teater Kampus se-Kabupaten Pati.

Pembentukan Forum Teater tersebut dilakukan di Pendopo Kertomulyo pada 26 Juni 2021.

Erza Dwi Santoso, koordinator forum teater kampus menuturkan, pembentukan teater tersebut dilatarbelakangi oleh keresahan para pelaku seni teater Pati terkait belum adanya wadah.

Hingga akhirnya diundangkan sejumlah kelompok teater kampus se-Pati untuk melakukan diskusi bersama yang arahnya untuk membuat sebuah aliansi teater kampus.

“Akhirnya disitu kita rembukan semua permasalahan yang dihadapi apa saja, akhirnya kita bentuk aliansi itu, ujarnya.

Sejumlah kelompok teater kampus yang hadir diantaranya Teater as dan Teater Songo dari STAIP Pati, kemudian Teater Suryapati dari IPMAFA, dan teater dari STAI Syekh Jangkung Kayen. Turut hadir beberapa narasumber diantaranya, Beni dari Teater Mina Tani, Ali Pembina Teater As, dan Erza dari Teater Atap.

Ezra mengatakan, forum teater ini akan melakukan pertemuan rutin selama 3 bulan sekali. Dalam pertemuan tersebut akan dilakukan diskusi bersama terkait perkembangan teater kampus di Kabupaten Pati.

“Kedepannya akan kita buat acara pementasan bersama. Kita nanti juga akan lakukan pendataan, perekrutan daan ngajak teater lain untuk ikut gabung. Terus kita ajak proses bareng,” imbuhnya.

Ia berharap forum ini dapat menjadi wadah yang mampu memicu semangat bagi para seniman teater kampus yang ada di Kabupaten Pati.

“Sehingga dapat memicu semangat teman teman komunitas teater yang lain untuk berproses juga, dan menimbulkan Kehidupan yang lebih kepada budaya berkesenian di kabupaten Pati,” harapnya. 

Dinporapar Pati Apresisiasi Pembentukan Forum Teater Kampus

Sementara itu, Dinporapar Pati melalui Ida Istiani Kabid Pemasaran Pariwisata mengapresiasi atas terbentuknya forum tersebut.

Ia berharap dengan dibentuknya komunitas ini dapat menjadi wadah buat para pelaku ekraf sub sektor seni pertunjukan (teater) dan mampu mewadahi aspirasi dan kreatifitas mereka. 

“Sehingga dunia teater di Kabupaten Pati dapat terus berkembangg bukan hanya di wilayah Pati tapi juga keluar kab pati. Salam kreatif,” katanya.

Penulis: Miftahus Salam

Editor: Muhammad Nurseha

Gelar Jalan Sehat untuk Tingkatkan Imunitas di Tengah Pandemi

SEMARANG, Lingkar.co– Komunitas trabas OneTech menggelar jalan sehat untuk anggota bersama keluarga Minggu (3/1/2021). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati ulang tahun ke-10 komunitas.

Ketua Panita H. Supriyanto mengatakan, penyelenggaraan kegiatan jalan sehat ini untuk meningkatkan imunitas seluruh anggota komunitas di tengah pandemi Covid-19. “Disamping itu juga untuk mempererat silaturahmi antar-anggota. Kami jalan sehat dan berjemur bersama di pinggir Kaligarang,” katanya.

Dirinya sedikit merasa kurang lantaran tak semua anggota hadir dikarenakan harus mentaati protokol kesehatan dan larangan kerumunan.“Alhamdulillah meskipun sederhana dan terbatas, namun tetap patut disyukuri,” tambahnya.

Ketua OneTech Trail Adventure H. Purwanto mengingatkan seluruh anggotanya untuk mentaati peraturan pemerintah tentang pembatasan aktifitas. Dirinya juga menghimbau agar selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Kita harus mentaati peraturan yang berlaku, soale ini masa pandemi yang virusnya ngga kelihatan. Beda sama tanjakan yang biasa kita takhlukkan, nek kui mesti ketok (kalau itu (tanjakan) pasti kelihatan),” kata pria yang menjabar Ketua OneTech Trail Adventure  selama 10 tahun.

Ia menjelaskan, komunitas trail OneTech ini juga memiliki agenda sosial rutin setiap 2 bulanan sambil trabas. Yakni santunan kepada yatim piatu, ikut membantu pembangunan tempat ibadah dan sedekah kepada sesama.

“Tujuan kami nggak hanya untuk ngetrail. Kami juga ingin, kegiatan yang memiliki tujuan positif,” ujar penunggang trail berusia 62 tahun itu.

Dia mengungkapkan, kegiatan bersama keluarga anggota ini baru kali pertama dilaksanakan. Biasanya hanya anggota saja tanpa mengajak keluarganya. “Ya agar anak istri itu tau kalau kita ngetrail itu kegiatannya positif,” pungkasnya.(mg8/lut)

Baca Juga:
Vaksinasi Lansia di Tiga Kecamatan Masih Rendah