Arsip Tag: Pantai

Program T-1 Jadi Solusi Atasi Proyek Tertunda Pantai Kartini

Lingkar.co – Proyek Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini, pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), dan tugu batas kota yang batal dilaksanakan pada 2024 kini memiliki peluang untuk masuk dalam program T-1.

Program T-1 memungkinkan proses lelang dilakukan pada akhir 2024, sehingga pelaksanaan pekerjaan bisa dimulai awal 2025.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Rembang, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa program T-1 adalah proses lelang paket tender yang dilakukan sebelum tahun anggaran berjalan.

“Artinya, ketika kegiatan pekerjaan masuk dalam APBD 2025, maka proses lelang tender dilaksanakan di akhir 2024,” jelasnya, Selasa (24/9/2024).

Dasar pelaksanaan lelang ini, katanya, adalah terbitnya Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang disepakati oleh eksekutif dan legislatif.

“Kalau normalnya tender untuk pekerjaan konstruksi kalau ada sanggah di kisaran 25-30 hari. Tergantung banyaknya peminat pekerjaan,” Imbuhnya.

Setelah pemenang lelang terpilih, lanjutnya, OPD pelaksana, PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen), dan penyedia akan menandatangani kontrak setelah APBD 2025 ditetapkan. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dapat diterbitkan pada Januari 2025 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan.

Anam juga mengungkapkan bahwa program T-1 sangat dianjurkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan yang panjang.

“Ini bukan hal yang awam, bahkan memang istilahnya di kementerian dan daerah lain sedang berlomba-lomba seperti itu,” ungkapnya.

Program T-1 bukan hanya untuk proyek dengan durasi pengerjaan panjang, tetapi juga untuk pekerjaan yang telah memenuhi seluruh persyaratan.

“Selama persyaratan terpenuhi, dalam artian perencanaan sudah selesai, perhitungannya sudah ada, malah lebih bagus. Memang lebih nyaman seperti itu, waktunya lebih ideal,” tandas Anam. (*)

Penulis: Miftahus Salam

SeaDoo Safari Semarang Gelar Kompetisi Jet Ski Nasional di Pantai Marina

Lingkar.co – SeaDoo Safari Semarang bekerja sama dengan SeaDoo Indonesia akan menggelar kompetisi balap jet ski tingkat nasional yang akan diadakan di Kawasan Pantai Marina dari tanggal 24 Mei hingga 2 Juni 2024.

Heru Supriyanto dari SeaDoo Semarang menjelaskan bahwa perlombaan ini merupakan yang ketiga. Ia sebut kompetisi serupa sebelumnya diadakan di Jakarta dan Balikpapan. Kompetisi kali ini akan menggunakan jetski 90HP Spark Trixx.

“SeaDoo Competition Spark Trixx Edition Semarang 2024 menawarkan hadiah total Rp 25 juta, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu,” ujar Heru dalam jumpa pers di Askara Pantai Marina Semarang, Senin (20/5/2024).

Sementara Ade Christian mewakili SeaDoo Indonesia menyatakan bahwa tujuan dari kompetisi ini adalah mencari bibit atlet muda untuk dipersiapkan menjadi atlet profesional.

“Kami mencari bakat muda dari ajang ini. Mereka akan dikumpulkan di Jakarta dan disupervisi oleh Indonesia Jetsport Boarding Association (IJBA) untuk diarahkan menjadi atlet nasional maupun internasional,” jelas Ade.

Ade lanjut menjelaskan, kompetisi ini untuk kategori pemula menggunakan jetski 90HP Spark Trixx. Peserta akan menempuh enam putaran lintasan yang sudah ditentukan, dengan dua putaran awal sebagai trial dan empat putaran berikutnya dihitung waktunya. Waktu terbaik akan diambil sebagai pemenang.

Ia pun membeberkan, pada tahun 2024, SeaDoo Indonesia menggelar kompetisi di empat kota besar di Indonesia, antara lain di Jakarta, Balikpapan, Semarang, dan Makassar, dengan grand final di Jakarta.

“Dari tiap kota, dua hingga tiga orang terbaik akan bertanding di final di Jakarta,” ujarnya.

SeaDoo Competition Spark Trixx Edition Semarang 2024 terbuka untuk umum dengan batasan usia minimal 14 tahun. Pendaftaran dibuka dari Senin (20/5) hingga 1 Juni, dan diharapkan diikuti oleh 50 hingga 70 peserta pemula.

“Sampai saat ini sudah ada 9 peserta yang mendaftar. Kami menargetkan 50 hingga 70 peserta dapat berpartisipasi,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Upaya Pemkab Kendal Tingkatkan Kunjungan Libur Nataru, Mulai Tambah Fasilitas Hingga Sekda Keluarkan Surat Edaran

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada momen libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Dari memberikan tambahan fasilitas gratis hingga surat edaran.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, Pemkab Kendal telah menambahkan fasilitas gratis, salah satunya membuat gasebo di area wisata Pantai Sendang Sekucing.

Kemudian, pihak pengelola area wisata juga diminta untuk membuat suasana yang meriah, salah satunya adanya tambahan wahana permainan dan konser dangdut di Pantai Cahaya.

Sedangkan di Kolam Renang Boja, telah ditambahkan lampu malam. Selanjutnya untuk di Curug Sewu pada liburan ini ada tontonan untuk lebih mengenalkan budaya lokal Kendal.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ketika terjadi lonjakan pengunjung, Pemkab Kendal juga menambah petugas keamanan dari kepolisian, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, dan petugas Pemadam Kebakaran untuk bisa siap siaga.

Bahkan, Pemkab Kendal juga mengeluarkan Surat Edaran Sekda Nomor 556/148/Disporapar tanggal 29 November 2023 tentang imbauan dan pengumuman untuk melakukan kunjungan wisatawan maupun kegiatan luar ruang di DTW yang berada di wilayah Kabupaten Kendal.

Kepala Disporapar Kabupaten Kendal, Irham Chalid mengatakan, semua upaya yang sudah dilakukan adalah demi kemajuan sektor Pariwisata di Kabupaten Kendal, terutama dalam meningkatkan jumlah pengunjung.

Sebab, menurutnya, hal itu akan berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal dari sektor pariwisata.

“Kabupaten Kendal memiliki banyak tempat pariwisata yang sangat menarik, untuk itu diimbau kepada warga Kendal khususnya, dan mengajak seluruh masyarakat dari luar daerah untuk bisa berlibur di Kabupaten Kendal, karena liburan di Kendal Lebih Asik,” ujarnya saat dikonfirmasi Lingkar, Kamis (29/12/2023).

Menyambut hal itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kendal juga memberikan diskon kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Kendal.

Secara terpisah, Ketua PHRI Kendal, Drs. H. Cahyanto, M.M yang juga sebagai pemilik Aldila Resto mengatakan, bahwa semua hotel dan restoran, serta tempat wisata yang berada dalam naungan PHRI Kendal siap memberikan diskon sebesar 5-7 % dari harga biasanya.

“Kepada para Wisatawan mari berkunjungan di tempat pariwisata Kabupaten Kendal, kami siap memberikan diskon untuk hotel, resto, dan tempat pariwisata,” ujarnya saat dihubungi wartawan Lingkar.

“Maka dari itu bagi para wisatawan, baik dari luar daerah maupun dari dalam daerah untuk bisa berbondong-bondong datang di Kabupaten Kendal dan membelanjakan uangnya di Kabupaten Kendal mulai tanggal 27 Desember 2023 sampai dengan tanggal 2 Januari 2024,” ajaknya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

750 Komunitas Sepeda Ikuti Gowes Bersama ISSI Kendal, Rute Khusus Wisata Pantai

Lingkar.co – Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kendal mengadakan Gowes Bersama ISSI dengan rute yang akan dijadikan jalur lintasan khusus wisata pantai, Minggu, (15/10/2023). Kegiatan ini diikuti 750 komunitas pecinta sepeda.

Acara dimulai dari depan Balai Desa Laban Kecamatan Kangkung. Peserta mengayuh sepeda menyusuri sport tourism sepanjang 15 kilometer, dan berakhir di kolam renang Water Six Weleri.

Jalan yang dilintasi masih berupa tanah seperti area persawahan, namun ada juga yang sudah dicor beton. Menariknya, peserta tidak dipungut biaya, dan ada door prize bagi yang beruntung.

Ketua ISSI Kendal, Munawir sangat bangga karena banyak komunitas yang bergabung dalam acara tersebut. Bahkan panitia memberi batas maksimal jumlah peserta.

“Kalau tidak dibatasi bisa mencapai seribu lebih. Tidak hanya para anggota ISSI Kendal, tetapi juga warga umum dan keluarga turut serta dalam acara ini,” ujarnya.

Bersama masyarakat, lanjutnya, ISSI mengadakan Gowes Bareng ISSI Kendal. Menurutnya, selain membudayakan olahraga sepeda, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menelusuri jalan sepeda yang akan dibangun pemerintah.

“Mulai dari pantai Ngebum Mororejo Kaliwungu sampai Pantai Sikucing Kecamatan Rowosari, namun untuk progress pembuatan jalan baru 45 persen sehingga masih banyak jalan tanah,” sambungnya.

Munawir juga membeberkan, jalur Sport Tourism merupakan program pemerintah yang saat ini baru 45 persen pengecoran. Untuk itu pihaknya mendesak agar pembangunan jalan segera diselesaikan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal Achmad Ircham Chalid mengatakan, jalur sport tourism nantinya akan terhubung dengan objek wisata pantai. Mulai dari pantai Ngebum Kaliwungu, pantai Indah Kemangi dan pantai Sikucing.

“Rencananya, Pemkab akan membangun jalan khusus sepeda sepanjang sekitar 42 km mulai dari Kaliwungu sampai Rowosari,” ucapnya.

“Harapannya, dengan adanya jalan khusus sepeda, pecinta sepeda bisa berolahraga sekaligus berwisata. Sebab jalan tesebut, semua tembus obyek wisata pantai,” kata Ircham.

Sementara, Sekda Kendal, Sugiyono berjanji kepada Ketua ISSI Kendal bahwa jalan sport tourism yang dimulai dari Kaliwungu hingga Rowosari sepanjang sekitar 42 kilometer akan diselesaikan pada tahun 2024.

Sebab, ia mengakui bahwa sebenarnya program tersebut harus selesai pada tahun ini. Namun karena pandemi Covid-19 melanda selama 2 tahun, sehingga anggaran difokuskan untuk penanganan wabah.

“Sebenarnya jalan khusus sepeda sudah kita anggarkan, dan targetnya tahun ini selesai. Namun karena ada pandemi Covid-19 kemarin, sehingga anggaranya dipangkas,” bebernya.

“Bahkan ditiadakan karena untuk biaya Covid. Tahun 2024 nanti sudah kita anggarkan dan akan selesai,” jelasnya.

Menurut Sugiyono, jalur khusus sepeda tersebut nantinya juga akan meningkatkan perekonomian warga. Sebab, jika banyak pesepeda yang lewat, maka masyarakat bisa berjualan di sepanjang rute tersebut. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Peragaan Busana Batik Lokal Meriahkan Pembukaan Bhineka Festival Budaya di Pantai Indah Kemangi

Lingkar.co – Peragaan busana batik Kendal memeriahkan pembukaan Bhinneka Festival Budaya yang digelar di objek wisata Pantai Indah Kemangi di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,, Minggu (17/9/2023).

Peragaan busana karya para perajin batik Kendal yang dibawakan Sinok Sinang Duta Wisata Kendal ini terbilang unik. Sebab peragaan busana dilakukan di ruang terbuka tepi pantai. Tidak seperti biasanya di dalam ruangan yang didesain khusus untuk itu

Deburan ombak dan hembusan angin yang menerpa menjadikan suasana semakin berbeda. Gaun yang diterpa angin, pepohonan cemara yang bergoyang menambah suasana kian meriah. Tak jauh dari tempat peragaan busana, nampak anak-anak yang sibuk mengikuti lomba mewarnai batik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dico Mahtado Ganinduto bersama Wakil Bupati, Windu Suko Basuki dan budayawan nasional Eros Djarot juga ikut mewarnai batik bersama anak-anak.

Menurut Bupati, ada tiga unsur penting untuk memajukan pariwisata. Yaitu menggabungkan pariwisata dengan budaya dan seluruh masyarakat mendukung. Ia berharap event tersebut bisa meningkatkan pendapatan masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Dengan diselenggarakan acara ini, kami berharap bisa memacu Pendapatan Asli Desa di Desa Jungsemi,” kata Dico

“Pendapatan dari sektor wisata sudah masuk Rp2 juta per bulan dari hasil Pantai Indah Kemangi. Bahkan juga sudah bisa memberikan beasiswa pada anak yatim di desa Jungsemi,” bebernya.

Sementara Eros Djarot mengapresiasi Dandim 0715 Kendal yang meletakkan budaya sebagai pijakan dalam membangun Kabupaten Kendal. Sebab sutradara Tjut Nja’ Dhien (1988) ini menilai biasanya kebudayaan sering terlupakan, terutama ketika memasuki tahun politik yang semuanya tertuju pada partai politik dan calon tertentu.

“Saat ini memasuki tahuin politik, kami titip pada Pak Bupati dan Pak Dandim agar selelu diciptakan kodusifitas. Sehingga tidak ada demonstrasi antarpendukung parpol,” pesannya.

Penulis lagu Badai Pasti Berlalu ini berharap gelaran tersebut dapat menjadi semangat untuk terus menjaga kondusifitas masyarakat menjelang pemilu mendatang.

Komposer kenamaan ini juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sehingga terhindar dari adu domba. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Warga Mlonggo Subuh Pamit Melaut, Ketemu Terdampar di Pulau Mandalika

JEPARA, Lingkar.co – Baidi (68), warga RT 27/ RW 06, Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara hilang di perairan pulau Panjang, Rabu (01/02/23).

Menurut Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, warga tersebut berangkat melaut dari pelabuhan Ngelak, Kecamatan Mlonggo selepas subuh.

“Sekitar pukul 04.30 WIB pagi, pak Baidi berangkat melaut dari pelabuhan Ngelak Kecamatan Mlonggo dengan membawa perahu Jukung Katir warna Merah menuju perairan pulau Panjang,” kata Heru dalam siaran persnya, Kamis (2/2/2023).

Namun, dari siang hingga malam hari, Baidi tak kunjung pulang. Keluarga lantas melaporkan hal itu ke Pos Search and Reschue (SAR) Jepara.

“Biasanya kalo melaut siang sudah pulang ke rumah, namun hingga malam tak kunjung pulang” diduga mesin troble perahu terombang ambing di laut tidak bisa kembali,” ungkapnya

Mendapati informasi tersebut, Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, Arum Dwi Hartanto memberangkatkan 1 tim rescue unthk melakukan pencarian dengan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari pelabuhan Kartini.

Baidi (68), warga RT 27/ RW 06, Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara hilang di perairan pulau Panjang, Rabu (01/02/23).
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian di perairan pulau Panjang, Jepara (Wahyudi/Lingkar.co

Menurut pantauannya, kondisi ombak di perairan pulau Panjang sekitar 2 meter arah angin dari Barat menuju Barat Laut

“Perahu milik Pak Baidi tidak mampu melawan arus, akhirnya perahu berlindung di pulau Mandalika, ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan selamat. Selanjutnya dibawa ke rumah,” terangnya

Tim SAR gabungan menemukan Baidi hari ini, Kamis (2/2/2023) pada pukul 10.40 WIB dalam keadaan selamat.

“Terima kasih tim SAR gabungan atas pelaksaan operasinya selanjutny tim yang terlibat kembali kekesatuannya masing-masing” tutupnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Nekat Melaut Saat Cuaca Ekstrim, Tiga Nelayan Gempolsewu Kendal Tersapu Ombak

KENDAL, LINGKAR.CO – Cuaca ekstrim dan gelombang tinggi terjadi di perairan Pantai Utara Jawa (Pantura) belakangan ini. Tiga orang nelayan asal Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kendal, Jawa Tengah yang nekat melaut hanyut tersapu ombak.

Beruntung, di tengah terjangan ombak yang mengganas, ketiganya berhasil menyelamatkan diri dan berenang hingga ke tepi Pantai Sendang Sikucing.

Ketiga nelayan yang beruntung tersebut adalah Sutikno (45) sebagai jurumudi. Ia merupakan warga RT 01 RW I Desa Gempolsewu. Sedangkan 2 ABK lainnya yakni, Arifin (50) dan Warsono (43) yang juga warga desa yang sama..

Kades Gempolsewu, Charmadi menuturkan, peristiwa yang hampir merenggut nyawa 3 warganya itu terjadi pada Kamis 29 Desember 2022 sekira pukul 08.10 WIB di muara Pantai Sendang Sikucing.

“Alhamdulillah, meskipun perahu mereka terbalik dan tenggelam karena terjangan ombak, namun mereka semua masih selamat,” terang Charmadi kepada Lingkar.co.

Lebih lanjut ia menerangkan, ketiga nelayan tersebut nekat pergi melaut sekitar pukul 04.00 WIB dinihari. Sesampainya di tengah laut, ombak kian tak bersahabat. Ketiganya kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah.

“Saat mereka balik ke rumah ini ombak semakin besar. Sekitar jarak 1 kilometeran dari pantai, perahu mereka terbalik diterjang ombak dan angin kencang. Merekapun terlempar ke laut dan perahu akhirnya tenggelam,” urainya.

Namun, meski ketiga nelayan tersebut berhasil selamat, kondisi ketiganya penuh luka memar di sekujur tubuh. Warga yang melihat mereka berhasil mencapai tepi pantai segera menolong.

“Tiga korban ini semuanya pekerja. Karena perahu jenis Sopek untuk melaut bukan milik mereka, tapi milik Sukarto yang juga warga Gempolsewu sini,” ungkapnya.

Warga saat mengevakuasi bangkai perahu yang terbawa arus di tepi pantai Sendang Sikucing Kendal (Wahyudi/LINGKAR.CO

Kebutuhan Ekonomi

Meski nekat melaut saat cuaca ekstrim, Charmadi sedikit memaklumi tindakan nekat tersebut bukan tanpa alasan. Menurut dia, ketiga warganya tersebut nekat pergi melaut karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Mereka di rumah sudah tidak ada barang untuk dijual demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya ya nekat melaut,” ujarnya.

Sementara terkait perahu yang tenggelam, Charmadi menyampaikan bahwa perahu tersebut akhirnya terbawa arus ke tepi pesisir pantai.

“Warga juga bergegas membantu menarik perahu ke pantai. Semuanya yang melihat turun ke lokasi dan membantu menarik perahu ke daratan,” ungkapnya.

Meski bangkai perahu berhasil diselamatkan, namun perahu mengalami kerusakan yang serius dan mesin perahu hilang. Akan tetapi, 3 set jaring dan seluruh peralatan yang ada di perahu tersebut juga ikut hilang. Taaksiran kerugian atas musibah ini mencapai Rp.35 juta. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Ombak Tinggi , Warga Ramai-ramai Berburu Kerang Putih di Pantai Sendang Sikucing Kendal

KENDAL, LINGKAR.CO – Puluhan warga pesisir pantai Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ramai-ramai berburu kerang putih yang terseret ombak besar di pinggir pantai.

Tidak hanya warga sekitar, namun juga pengunjung yang berwisata ikut berburu kerang putih di pagi, dan sore hari.

Pengelola pantai Sendang Sikucing, Ahmad Mahrozi kepada Lingkar.co mengatakan, kerang putih banyak dijumpai di tepi pantai pada bulan Desember ketika kondisi cuaca hujan serta gelombang laut sedang tinggi.

Oleh karena itu, bagi warga pesisir, fenomena alam ketika ombak laut tinggi terkadang memberi berkah tersendiri. “Ini hampir terjadi setiap tahun. Bbiasanya memang di bulan Desember seperti sekarang ini , saat hujan terus menerus dan gelombang tinggi,” katanya, Rabu, (28/12/2022).

Tidak perlu terjun ke laut. Warga cukup menunggu kerang yang terbawa arus kencang di pinggir pantai, dan mengambilnya tanpa menggunakan alat. Warga senang mengkonsumsi kerang ini, dan tidak jarang pula ada yang menjualnya di pasar.

Puluhan warga pesisir pantai Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ramai-ramai berburu kerang putih yang terseret ombak besar di pinggir pantai.
Suasana Pantai Sendang Sikucing Kendal saat sore hari (Wahyudi/Lingkar.co

Pantauan awak media Lingkar.co di lokasi. Nampak warga membawa kantong plastik atau karung sambil menyisir sepanjang pantai Sendang Sikucing Rowosari Kendal.

Meskipun nampak ramai, namun Mahrozi mengaku lonjakan pengunjung masih kalah dengan akhir tahun 2021 lalu.

“Untuk pantai Sendang Sekucing saat ini pengunjung menurun. Selain ombak besar juga ada imbauan dari BPBD Kendal, sementara tidak boleh bermain di pantai,” ujarnya.
Sementara, salah satu pengunjung yang ikut mencari kerang putih, Thoriq mengatakan, hewan laut tersebut ada akhir tahun 2022 ini tidak sebanyak dengan di akhir tahun 2021.

“Ini merupakan fenomena alam yang terjadi setahun sekali ketika ombak beser pada bulan Desember. Tahun lalu lebih banyak kerangnya, tapi tahun ini tidak begitu banyak,” kata Thoriq,.

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Peduli Lingkungan, Sejumlah Pemuda di Rembang Gelar Bersih-bersih Pantai

REMBANG, Lingkar.co – Sejumlah pemuda bahu-membahu membersihkan pantai di Desa Plawangan, Kragan, dari sampah plastik hingga sampah organik, seperti kayu dan beberapa ranting pepohonan yang dibawa ombak ke tepi pantai.

Gerakan bersih pantai atau dalam bahasa sekitar disebut resik-resik kisik ini tidak hanya dilakukan kali ini saja. Melainkan sudah dimulai hampir satu tahun terakhir,  berbarengan dengan terbentuknya ruang baca Lentera Kisik yang berdiri ditepi pantai dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dari penuturan Son Aji, pemuda penggagas ruang baca itu, gerakan bersih pantai merupakan serentetan agenda perpustakaan kecilnya yang diadakan saben bulan.  Setidaknya, ada dua kali dalam sebulan.

Sejumlah pemuda saat bahu-membahu membersihkan pantai dari sampah, Jum’at (22/1). (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
Sejumlah pemuda saat bahu-membahu membersihkan pantai dari sampah, Jum’at (22/1). (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

Son Aji bersama kawan-kawannya itu,  setidaknya membersihkan sampah hingga mencapai mencapai 8-12 karung. Sampah-sampah itu tak hanya datang dari warga, melainkan datang dari laut yang dibawa entah dari mana. 

“Tapi sampah bisa saja bertambah,  jika badai. Paling-paling sampahnya banyak berupa plastik dan kayu-kayu dari laut,” urainya. 

Menurutnya, sampah-sampah itu juga merupakan sumbangan dari warga luar desanya. Kebiasaan nelayan yang membawa sampah saat berangkat ke laut dan membuangnya, merupakan kejadian yang turut menyumbang besar sampah di tempat itu. 

“Menurut mereka ketika membuang (di laut, red) sampah-sampah itu sudah tidak ada dihadapannya dan dibawa laut. Padahal itu nantinya kan ada ditempat lain,” imbuhnya.

Ia berharap, meski ia dan kawan-kawannya melakukan pembersihan, masyarakat juga sadar agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Bagi Son Aji, sampah itu tidak hanya mengotori tempat, melainkan dapat dimakan ikan, yang bisa saja berbahaya bagi manusia juga. 

“Kalau dari beberapa penelitian itu kan dimakan ikan juga, jadi ikan-ikan yang kita makan kan mengandung plastik dan nantinya itu juga dimakan manusia juga kan,” ungkapnya.

Dalam kegiatannya, Son Aji juga turut melibatkan anak-anak dalam melakukan pembersihan. Hal ini bagi Son Aji sebagai bagian dari edukasi untuk anak-anak dalam menjaga lingkungan.

“Kadang dari anak-anak ini orang tua mereka juga ikut, ya hanya sekadar motret anaknya, yang penting baguslah untuk antusiasnya,” tukasnya. (lam/dim/aji)