Arsip Tag: Pengusaha

Wagub Dorong HIPKA Jateng Perkuat Ekonomi Syariah

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jateng untuk memperkuat ekonomi syariah dengan prinsip tumbuh bersama, guna menjaga stabilitas daerah di tengah gejolak ekonomi global.

Sinergi ini ditargetkan terwujud melalui kolaborasi konkret antara para pengusaha dengan jajaran BUMD serta OPD di Jawa Tengah.

“Prinsip ekonomi syariah itu kalau mau tumbuh ya harus tumbuh bersama,” kata Wagub, dalam acara Halal bihalal BPW HIPKA Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Sabtu (18/4/2026).

Kiai muda yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan pentingnya pemerataan ekonomi. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai jika pengusahanya hanya bergerak sendirian.

Ia melanjutkan, ketangguhan ekonomi adalah fondasi utama jalannya pemerintahan. Di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik global, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha lokal menjadi benteng pertahanan yang krusial.

“Negara mana pun, ketika ekonominya mapan dan jelas, pasti akan lebih baik dalam menjalankan roda pemerintahannya,” imbuhnya.

Gus Yasin juga menyoroti pentingnya daya beli masyarakat bagi keberlangsungan bisnis. Ia meyakini bahwa kesejahteraan warga akan berdampak langsung pada keuntungan pengusaha.

“Dengan semakin sejahteranya masyarakat, pasti akan meningkat juga perekonomiannya,” ucapnya.

Sebagai langkah nyata, Pemprov Jateng terus mendorong instrumen keuangan sosial seperti wakaf uang yang per hari ini telah terkumpul sekitar Rp5 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat.

Gus Yasin berharap, ke depan sinergi antara HIPKA dan BUMD seperti Bank Jateng atau BPR BKK bisa semakin dipererat

Ketua BPW HIPKA Jateng, Asrar, menyambut baik ajakan tersebut. Ia memastikan para pengusaha di bawah naungan HIPKA siap berkolaborasi lebih dalam dengan pemerintah daerah.

“Intinya kami akan bersinergi terus dengan pemerintah untuk mengembangkan perekonomian di Jawa Tengah,” pungkas Asrar.

Acara yang dikemas dengan talkshow ekonomi ini turut dihadiri oleh Koordinator Presidium KAHMI Jateng, Masrifan Djamil, serta sejumlah pimpinan BUMD dan OPD terkait.(*)

Farhan Ajak Pengusaha di Bandung Pulihkan Ekonomi

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengajak para pengusaha untuk mengambil peran strategis dalam membangkitkan ekonomi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.
.
Ajakan tersebut disampaikan Farhan saat acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta FKPPI Jawa Barat di RJS Room, Hotel Aryaduta Bandung, Jumat (27/3/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri, Farhan menyatakan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Bandung.

“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini masih di angka 5,27 persen,. Padahal sebelum pandemi bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar,” ujar Farhan.

Farhan mengungkapkan, ada dua sektor utama yang menyebabkan melambatnya pemulihan ekonomi, yakni transportasi dan industri pengolahan.

Sektor transportasi terdampak signifikan akibat belum optimalnya operasional Bandara Husein Sastranegara.

“Kalau bandara kembali hidup, kontribusi sektor transportasi akan langsung terdongkrak. Ini yang sedang kita perjuangkan bersama pemerintah pusat,” katanya.

Sedangkan sektor industri pengolahan mengalami stagnasi karena pembatasan industri besar di dalam kota. Akibatnya, kontribusi manufaktur menurun drastis.

Sebagai solusi, Farhan mendorong penguatan sektor usaha kecil dan menengah, khususnya industri kreatif berbasis fesyen.

Ia menyebut Bandung memiliki keunggulan kuat di sektor ini, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Sejumlah brand lokal telah membuktikan potensi tersebut, termasuk karya desainer Ivan Gunawan serta brand populer seperti Buttonscarves.

Tak hanya itu, kawasan Cibaduyut juga akan kembali didorong sebagai pusat industri sepatu yang memiliki nilai ekspor tinggi.

“Sepatu kulit buatan Bandung bisa menembus pasar ekspor dengan harga tinggi. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kawasan pusat kota, termasuk Masjid Agung Bandung sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung berencana menggelar kegiatan rutin bulanan di kawasan tersebut guna meningkatkan kunjungan dan menggerakkan ekonomi sekitar.

“Kalau kawasan Masjid Agung hidup, maka ekonomi di sekitarnya juga akan bergerak,” ujarnya.

Farhan juga membuka peluang luas bagi investasi di sektor properti, khususnya pembangunan hotel dan hunian vertikal.

Ia memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan serta dukungan dalam penyelesaian berbagai kendala.

Selain itu, ia mengajak para pengusaha memanfaatkan program pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Tapera.

“Kami butuh pengusaha yang tangguh dan inovatif. Bandung tidak boleh kalah dari kota lain,” katanya.

Menutup sambutannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung merupakan kota dengan dinamika tinggi, mulai dari persoalan sosial hingga peluang ekonomi yang besar.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan kota.

“Bandung ini penuh tantangan, tapi juga penuh peluang. Kuncinya ada pada kolaborasi,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh anggota HIPWI FKPPI Jawa Barat untuk terus bersinergi bersama pemerintah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bangun Bandung bersama,” ajaknya. (*)

UMK Malang Naik di Semua Sektor, Bupati Pesan; Jadikan Motivasi Kerja Lebih Baik dan Komitmen

Lingkar.co – Upah Minimum Kota (UMK) Malang tahun 2026 naik menjadi Rp3.736.101,00. Penetapan besaran UMK ini berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.3.3.1/937/013/2025 tanggal 24 Desember 2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2026

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Upah Minimum Kota Malang Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang di Hotel Savana, Senin (29/12/2025).

Sosialisasi ini diikuti peserta dari unsur Dewan Pengupahan Kota Malang yang terdiri dari perwakilan pengusaha, asosiasi usaha, serikat pekerja/buruh, akademisi, serta pemangku kepentingan ketenagakerjaan lainnya.

Wahyu menjelaskan bahwa besaran UMK Malang ditetapkan melalui mekanisme yang transparan dan partisipatif. Prosesnya melibatkan Dewan Pengupahan yang bersifat tripartit, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi, inflasi, hingga kebutuhan hidup layak.

“Sebelum ditetapkan, dewan pengupahan yang terdiri dari unsur pekerja, pengusaha, dan akademisi telah duduk bersama dan menyepakati angka kenaikan sesuai dengan rentang yang ditetapkan pemerintah pusat,” jelasnya.

Kenaikan UMK ini disebutkannya menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam menjembatani kepentingan pekerja dan pengusaha. Di satu sisi, kebijakan ini memberikan kepastian dan perlindungan bagi pekerja, sementara di sisi lain tetap memperhatikan keberlangsungan dunia usaha.

“Dengan kenaikan ini, pekerja merasa diperhatikan oleh pemerintah. Sementara bagi pengusaha, jangan melihatnya sebagai beban, melainkan sebagai investasi jangka panjang,” tuturnya.

Wali Kota juga berpesan untuk menyikapi kenaikan ini sebagai motivasi untuk bekerja dengan baik dan berkomitmen terhadap perusahaan, maupun untuk meningkatkan kualitas hidup. Ia meyakini bahwa hubungan industrial yang harmonis akan berdampak langsung pada kinerja perusahaan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketika pekerja diberi kepercayaan dan kesejahteraannya diperhatikan, maka produktivitas akan meningkat dan hasilnya juga akan dirasakan oleh perusahaan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengungkapkan bahwa dalam proses penetapan UMK memang terdapat dinamika perbedaan pandangan antara pengusaha dan serikat pekerja.

“Alhamdulillah, baru tahun ini rekor, karena di tahun-tahun sebelumnya pasti ada tiga usulan, yaitu yang paling rendah, yang sedang, dan yang paling tinggi. Sekarang ini semua sepakat pada satu perhitungan di angka efisien 0,7, dengan kenaikan sekitar Rp200.000,” jelas Arif.

Ia melanjutkan, kesepakatan satu angka ini menunjukkan kematangan dialog sosial di Kota Malang serta komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha. Pemkot Malang pun berperan sebagai fasilitator agar keputusan yang diambil tetap berpijak pada regulasi dan kondisi riil perekonomian daerah.

Selain itu, Arif juga menegaskan bahwa ketentuan UMK Malang Tahun 2026 berlaku untuk seluruh sektor usaha tanpa membedakan skala, baik UMKM maupun perusahaan besar.

Ia menjelaskan bahwa UMK Malang yang telah ditetapkan merupakan batas upah minimum yang wajib dipenuhi dan tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan upah pekerja yang sebelumnya telah menerima gaji di atas ketentuan tersebut.

“UMK ini kan upah minimal. Siapapun yang bekerja di Kota Malang, baik di UMKM maupun perusahaan besar, gajinya minimal Rp3,7 juta, yang sudah di atas itu jangan diturunkan,” pungkasnya. (*)

Tunggu Regulasi Upah Minimum, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi dari Buruh dan Pengusaha

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengumpulkan Dewan Pengupahan, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, dan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Provinsi Jawa Tengah di kantornya, Selasa, 28 Oktober 2025.

Pertemuan tersebut untuk melakukan dialog, konsolidasi, serta menyerap aspirasi dari buruh dan pengusaha sebelum pembahasan dan penetapan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menyatakan, regulasi mengenai upah minimum hingga kini belum terbit dari pemerintah pusat. Pihaknya masih membangun kekompakkan di antara unsur-unsur tersebut.

“Nanti saat regulasi dari pemerintah turun baru kita bahas secara detail,” kata Luthfi.

Ia menjelaskan, dialog tersebut merupakan komunikasi dari berbagai arah, mulai dari buruh, pengusaha, akademisi, dan pemerintah, agar memiliki pemahaman yang sama. Dengan begitu, tidak ada sumbatan-sumbatan informasi.

Setelah pertemuan itu ia akan melakukan dialog secara parsial dengan perwakilan buruh atau pekerja, pengusaha, dan akademisi guna menjaring aspirasi terkait formula dan penetapan upah minimum.

“Jadi perlu menyamakan persepsi. Jangan sampai buruh, pengusaha, dan pemerintah ada dikotomi yang merugikan kedua belah pihak (buruh dan pengusaha),” jelasnya saat memberikan arahan.

Dikatakan Luthfi, investasi di Jateng hingga kini terus menggeliat. Realisasi investasi di Jawa Tengah sampai triwulan III 2025 sudah menyentuh Rp66 triliun. Di mana 65 persennya merupakan penanaman modal asing (PMA), sisanya adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Iklim investasi di Jateng ini golnya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Ketua Asosiasi Pengusha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi menilai, Jawa Tengah sangat strategis untuk investasi. Tidak hanya dukungan pemerintah dengan kawasan industri yang ada, tetapi juga karena upah minimum yang kompetitif.

“Saya setuju dengan Gubernur bahwa upah kita itu kompetitif,” kata dia.

DI tempat yang sama, Perwakilan buruh Nanang Setyono mengatakan, dalam formula penetapan upah harus benar-benar berdasarkan pada kebutuhan hidup layak (KHL). Berdasarkan survey, ada sekitar 69 item yang terdapat dalam KHL. Maka dari itu, ia berharap data mengenai KHL itu harus benar-benar mencerminkan apa yang dibutuhkan ,untuk meningkatkan kesejahteraan buruh atau pekerja. (*)

Gubernur Minta Pengusaha Tionghoa Tumbuhkan Ekonomi Baru di Jawa Tengah

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Pengusaha Tionghoa yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) untuk menumbuh kembangkan perekonomian baru di daerah yang ia pimpin.

Provinsi Jawa Tengah saat ini menjadi episentrum pembangunan nasional. Hal ini menjadikan daya tarik investor bagi dalam maupun luar negeri.

Luthfi menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan pengurus Perpit Jawa Tengah periode 2025-2030 di PO Hotel, Semarang, Sabtu (18/10/2025).

Hadir dalam acara Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro, dan stakeholder terkait.

“Perpit harus ikut mewarnai pembangunan di Jawa Tengah dan harus menjawab tantangan untuk mengalahkan investasi dari luar negeri. Saya yakin pengurus mampu menumbuhkembangkan ekonomi baru, tidak hanya di Kota Semarang tetapi juga seluruh Provinsi Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Berdasarkan data, realisasi investasi di Jawa Tengah sampai kuartal III 2025 mencapai Rp57 triliun. Penanaman modal asing (PMA) masih mendominasi dengan total 65% dari jumlah investasi tersebut. Sisanya adalah penanaman modal dalam negeri.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, faktor yang membuat Jawa Tengah menarik bagi investor antara lain tenaga kerja yang kompetitif, jaminan keamanan dan ketertiban dalam berinvestasi, tidak ada premanisme, ijin dipermudah, dan lainnya.

Ia mendorong agar diperbanyak industri padat karya supaya mampu menyerap tenaga kerja.

Tokoh Perpit Jawa Tengah, Iwan Santoso, mengatakan, Perpit memiliki visi misi untuk meningkatkan kerja sama antara dunia usaha dengan pemerintah. Selain itu juga untuk menjembatani hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dengan Tionghoa.

“Kami harap dengan kepemimpinan yang baru akan dapat bekerja sama lebih baik dan maksimal, kemudian mampu memberikan kontribusi pada perekonomian di Jawa Tengah dan Indonesia,” ujar Ahmad Luthfi.

Adapun Ketua Perpit Jawa Tengah 2025-2030, Siek Siang Yung atau akrab disapa Ayung, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan kemudahan dalam perizinan dan investasi di Jawa Tengah. Ia berharap hal itu bisa terus dilakukan sehingga iklim investasi di Jawa Tengah terus berkembang ke arah yang semakin baik.

“Jawa Tengah memiliki iklim usaha yang bagus. Perizinan bagus, mudah, lebih bagus daripada sebelumnya. Ini bentuk dukungan Gubernur kepada para pengusaha. Kami berharap bisa lebih bagus lagi,” ungkapnya. (*)

Usung Semangat Kolaboratif, Yoyok Sukawi Ajak Pengusaha Muda Bersama Majukan Kota Semarang

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi menyatakan akan berkomitmen bersama pengusaha untuk membangun Kota Semarang dengan semangat kolaboratif.

Komitmen itu merupakan prioritas yang akan dilaksanakan Yoyok Sukawi dengan pasangannya, Calon Wali Kota Semarang Joko Santoso alias Joko Joss dalam kepemimpinan lima tahun ke depan.

Hal itu dikatakan Yoyok Sukawi saat menjadi nara sumber Talk Show bersama Pengusaha Muda di Metro Park View Hotel Kota Semarang, Sabtu (16/11/2024).

“Di sini, nanti Pemerintah Kota Semarang harus hadir utamanya untuk menyediakan tempat usaha, menyediakan perlindungan hukum, promosi, dan kebijakan-kebijakan lain,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Yoyok Sukawi menjelaskan, pengusaha muda yang jumlahnya banyak harus diperhatikan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Semarang.

“Termasuk untuk pemodalan, dan Alhamdulillah semuanya itu sudah masuk dalam Hasta Karya kami,” katanya.

Sesuai program Yoyok-Joss, terdapat akses pemodalan kepada pengusaha kecil tanpa agunan. Yaitu, Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera).

Upaya tersebut akan ditambah dengan kebijakan-kebijakan lain yang berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ternyata pengusaha ini punya semangat, punya kekuatan, jadi pemerintah harus hadir, dan tinggal memoles agar UMKM di Kota Semarang menjadi bangkit,” katanya.

Ikatan Wanita Pengusaha Siap Kolaborasi dengan Visi-Misi dan Program Yoyok-Joss

Lingkar.co – Para pengusaha yang tergabung di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) siap berkolaborasi dengan visi-misi dan program Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang Nomor Urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss).

Ketua DPC IWAPI Kota Semarang, Susilowati menilai, program-progam dari Yoyok-Joss sangat cocok untuk kesejahteraan masyarakat Kota Semarang. Apalagi, program Kredit Mesra atau Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera yang ditawarkan akan sangat membantu masyarakat yang sedang merintis usaha.

Menurutnya, dengan semangat kolaboratif ini, dirinya yakin jika IWAPI dan Yoyok-Joss akan mampu mendongkrak ekonomi warga Kota Semarang.

“Program-programnya dan visi-misinya hampir sama antara IWAPI dan Yoyok-Joss. Sehingga diharapkan Mas Yoyok ini bisa goal di Kota Semarang untuk memajukan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga yakin dengan kepemimpinan pasangan Yoyok-Joss nanti, Kota Semarang akan lebih baik lagi di semua sektor. Dengan konektivitas yang sudah terbangun lama ini, ia optimistis IWAPI dan pemerintahan Yoyok-Joss nanti akan mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.

Sementara itu, Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi memastikan, selain pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, pihaknya juga menekankan pada kemakmuran rakyat dengan bantuan-bantuan untuk UMKM dan perintis usaha.

Yoyok menegaskan akan menciptakan pemerintahan yang bersih, aman dan bebas pungli agar semua elemen masyarakat termasuk pengusaha bisa terlayani dengan baik.

“Kami ingin menciptakan birokrasi perizinan yang mudah dan bebas pungli, bebas korupsi, bebas kolusi. Kita ingin mewujudkan Kota Semarang yang maju dan bermartabat,” imbuhnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dunia Usaha Butuh Pemimpin Grapyak, Kukrit Suryo Wicaksono Ajak Dukung Yoyok-Joss Agar Ekonomi Semarang Maju

Lingkar.co – Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, pengusaha butuh pemimpin yang supel dan komulatif. Oleh karena itu, ia mengajak para pengusaha mendukung tokoh yang akan membuat ekonomi maju, yaitu Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang mendatang.

“Pengusaha ingin tumbuh berkembang. Butuh wali kota yang tahu kebutuhan pengusaha. Para pengusaha menginginkan pemimpin daerah dengan kriteria, enak dan gampang diajak komunikasi,” ujar pengusaha media di Jawa Tengah tersebut.

Ketua Dewan Pembina DPD Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Jawa Tengah ini menyatakan hal itu dalam pertemuan dengan para pengusaha dalam acara bertajuk ‘Maju Ekonomine Makmur Kutone Bersama Yoyok Joss’ di Resto S2 Jalan Sisingamangaraja, Senin (28/10/2024).

Menurutnya, wali kota harus mengerti yang dibutuhkan pengusaha. Sosok pemimpin seperti itu, kata Kukrit, tentunya mau mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Pengusaha dinamis. Kita butuh wali kota yang luwes, grapyak, mau mendengarkan dan siap diajak rembugan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Calon Wali Kota Semarang Nomor Urut 2, Yoyok Sukawi memaparkan konsep kolaborasi dalam membangun Kota Semarang ke depan.

Termasuk memberikan akses pelayanan dan kemudahan perizinan kepada para pengusaha yang akan berinvestasi di Kota Semarang.

Menurut Yoyok, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang harus menciptakan pelayanan yang ramah bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk para pengusaha yang akan atau sudah berinvestasi di kota ini.

Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi saat konsep kolaborasi dalam pertemuan dengan para pengusaha dalam acara bertajuk 'Maju Ekonomine Makmur Kutone Bersama Yoyok Joss' di Resto S2 Jalan Sisingamangaraja, Senin (28/10/2024). Foto: istimewa
Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi berfoto bersama sesuai pertemuan dengan para pengusaha dalam acara bertajuk ‘Maju Ekonomine Makmur Kutone Bersama Yoyok Joss’ di Resto S2 Jalan Sisingamangaraja, Senin (28/10/2024). Foto: istimewa

Pemkot Semarang juga harus bisa memastikan jika para pengusaha tidak perlu berpikir panjang untuk berinvestasi di Kota Semarang. Oleh karena itu, perlunya pemerintahan bersih dan bebas dari pungutan-pungutan yang membuat kerugian bagi masyarakat secara umum dan para pengusaha pada khususnya.

“Pemerintah harus berintegritas, menciptakan pelayanan yang bersih bagi semua kalangan. Kemudahan yang kita janjikan dari pasangan Yoyok-Joss adalah konsep kolaboratif dalam upaya membangun kota secara bersama-sama. Kami mengusung semangat kolaboratif. Yoyok-Joss bukan yang paling ngerti, kami siap berkolaborasi dengan semua kalangan untuk menentukan kebijakan,” ujarnya.

Terima Kunjungan Gus Yasin, Pengusaha Tionghoa Magelang Titip Pertahankan Pluralisme

Lingkar.co – Pengusaha Toko Mas terbesar di Magelang, HK Slamet Santoso menitipkan pesan kepada Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin agar tetap menjaga pluralisme dan keberagaman saat kembali menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah.

HK Slamet Santoso menyampaikan pesan itu saat menerima kunjungan Gus Yasin di kantornya HK Mustika Group, di Jl Pemuda Magelang, Rabu, (2/10/2024) kemarin.

“Matur nuwun Gus kerso rawuh, kami titip tetap menjaga keberagam Jawa Tengah supaya Damai dan aman,” kata pemilik 17 toko emas di kota/kabupaten Magelang ini.

Menurut Ketua PSMTI Kota Magelang dan Juga Wakil Ketua PSMTI Jawa Tengah (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) ini menambahkan, warga Tionghoa sebenarnya tidak pernah minta macam-macam kepada pemerintah. Yang diinginkan hanya jaga pluralisme karena sebuah kenyataan yang harus di jaga.

“Kami cuma minta itu aja Gus, karena kami tidak pernah minta proyek dan pekerjaan apapun ke pemerintah.,” imbuhnya.

Gus Yasin mengaku senang mendengar masukan warga Tionghoa di Magelang. Karena keberagaman itu sebuah kenyataan.

“Matur nuwun Pak HK atas masukan-masukan yang diberikan, menjadi catatan penting bagi kami ke depan,” jelasnya.

Pasangan Cagub Ahmad Luthfi itu juga berterimakasih kepada warga Tionghoa yang sudah menjaga kedamaian dan memberikan dukungannya.

“Salut dan apresiasi yang tinggi kepada PSMTI yang banyak membantu masyarakat dengan kegiatan sosialnya. Saya titip salam untuk kawan-kawan,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kadin Kota Semarang Dukung Agustina dan Iswar di Pilwalkot Semarang, Curhat Pengusaha Soal Inflasi

Lingkar.co – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara curhat kepada calon Wali Kota Semarang nomor 01, Agustina Wilujeng Pramestuti terkait inflasi pada Bincang Santai Bersama pada Senin (30/9/2024) di Rosti Roti Pandanaran, Kota Semarang.

“Terjadi penurunan daya beli karena inflasi melambung yang akhirnya memunculkan deflasi (penundaan pembelanjaan),” ungkap Arnaz.

Menurut Arnaz, sektor ekonomi yang menjadi andalan Kota Semarang yang mulai lesu akibat inflasi adalah Industri barang, jasa, kuliner, transportasi, pariwisata, properti, dan UMKM.

Arnaz menjelaskan, fenomena pasar yang terjadi saat ini adalah adanya kesenjangan antara ketersediaan barang di pasar yang lebih banyak daripada permintaan.

Arnaz juga menyatakan bahwa musuh utama pengusaha itu bukan kompetitor, tapi pajak. Oleh sebab itu, Arnaz berharap Wali Kota Semarang yang terpilih dari Pilkada serentak 2024 dapat menjawab problem yang dihadapi pengusaha tersebut.

“Insya Allah Bu Agustina bisa memenangkan Pilwalkot,” ujar Arnaz membuka semangat peserta.

Calon Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng kemudian memberikan penjelasan bahwa potensi Semarang sejak zaman Belanda adalah kota perdagangan.

“Walaupun sekarang di Semarang banyak kawasan industri, pertanian, dan pariwisata. Namun penyumbang pertumbuhan ekonomi Kota Semarang adalah perdagangan jasa,” tuturnya.

Namun Agustina mengatakan kita sedang merangkak menjadi kota pariwisata dengan visi Semarang Hebat serta sedang tumbuh menjari Smart City.

“Kota pariwisata menuntut sesuatu yang berbau natural dan lestari. Maka perlu kita memelihara warisan-warisan sejarah serta pelestarian lingkingan yang masif,” jelasnya.

Kemudian Semarang juga dikenal sebagai Kota transit, maka dari itu Agustina mengatakan perlu membangun pusat transportasi terpadu seperti terminal, pelabuhan, dan bandara dengan level internasional.

“Turunya kelas badara kita dari internasional menjadi nasional ini cukup menyedihkan. Kita harus memperbaiki ini. Oleh sebab itu pemerintah butuh dorongan dari masyarakat untuk membuat kebijakan ekonomi yang sesuai dengan suasana batin pengusaha,” bebernya.

Terakhir, Calon Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengungkapkan bahwa Semarang akan menjadi kota pariwisata dan logistik karena posisi semarang yang berada di tengah-tengah pulau jawa.

“Jadi para pengusaha harus bersiap-siap memperkuat sektor logistik dan pariwisata tersebut,” ujarnya.

“Karena kondisi kota semarang dengan segala potensinya maka proyeksi masa depan warga Semarang akan semakin baik jika dikelola oleh pemerontiah yang baik dan pengusaha yang profesional,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat