Arsip Kategori: Nasional

Berita Nasional

Tanam Pohon Libatkan Perempuan, Jaga Kelestarian Lingkungan Hidup Tanggung Jawab Semua

Lingkar.co – Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua pihak tanpa memandang gender.

Hal itu diucapkan oleh Kepala Kelurahan Langenharjo, Jupriyono dalam gerakan menanam pohon pada peringatan Hari Bumi Tahun 2026, Rabu (22/4/2026).

“Menjaga bumi ini tanggung jawab bersama, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai dari sampah,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan peringatan Hari Bumi diikuti 120 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Lurah Jupriyono mengatakan, keberadaan Taman Langen Nirwana direncanakan menjadi tempat wisata air yang ramah lingkungan. Selain itu, juga sebagai wisata edukasi bagi anak-anak dalam menjaga lingkungan.

“Tempat ini menjadi wisata edukasi anak-anak, para pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Sebagai informasi, Hari Bumi biasa diperingati tiap tanggal 22 April dengan kegiatan tanam pohon, bersih pantai dan sebagainya. Penanaman pohon yang melibatkan perempuan karena perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam UMKM maupun membiasakan anak untuk menjaga lingkungan.

Pelibatan kaum perempuan ini sekaligus memperingati Hari Kartini yang diperingati tiap tanggal 21 April.

Kaum perempuan yang ikut di antaranya dari PKK, Bhayangkari Polres Kendal dan Persit Kodim 0715 Kendal. Ada juga dari pelajar, Bank Sampah Induk Kendal dan relawan dari berbagai komunitas pecinta lingkungan.

Tanam pohon dilakukan di bantaran sungai yang dijadikan ruang terbuka hijau Taman Langen Nirwana, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemimpin PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Jateng dan DIY, M. Aries Aviani mengatakan, butuh kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Untuk itu pihaknya bersama Kelurahan Langenharjo bergerak bersama menjaga bumi agar bisa dinikmati generasi penerus.

“Alam ini merupakan titipan yang harus dipelihara dengan baik, agar bisa dinikmati generasi penerus,” ujarnya. 
Ia menyebut bibit tanaman yang diberikan berupa 300 bibit tanaman sayuran dan 100 bibit tanaman buah. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan saat tiba waktu dipanen.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara simbolis melakukan penanaman pohon buah. Kemudian diikuti oleh sejumlah ASN, anak-anak sekolah dan masyarakat setempat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dorong Perempuan Cegah Perkawinan Anak dan Judi Online

Lingkar.co – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengajak seluruh kader PKK untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa PKK adalah kader perempuan penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan mencegah perkawinan anak dan judi online.

“PKK tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan guna mewujudkan keluarga yang kuat, mandiri, dan harmonis,” katanya.

Robby menyampaikan hal tersebut saat menghadiri sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan stunting yang digelar TP PKK Kota Salatiga pada Selasa (21/04/2026) di Ruang Kaloka Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Hadir pula dalam kesempatan itu, keluarga Wage Rudolf (WR) Soepratman dan diikuti oleh perwakilan siswa SMA/SMK/madrasah se-Kota Salatiga, Forum Anak, serta Duta Genre Kota Salatiga.

Sementara, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya remaja, mengenai pentingnya pencegahan perkawinan anak sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting.

Ia lantas menjelaskan program PKK, yakni; KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis) yang merupakan salah satu program unggulan Pokja I.

Program itu, kata dia, diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, antara lain CEPAK (Cegah Perkawinan Anak), CATIN (Kursus Calon Pengantin), pemberdayaan lansia, serta JUPITER (Judi Online dan Pinjaman Online Teratasi).

“Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan stunting demi mewujudkan keluarga yang harmonis,” tuturnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber, yaitu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Ony Suciati, M.K.M., yang menyampaikan materi tentang dampak psikologis pernikahan dini terhadap risiko stunting pada anak.

Selain itu, Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Anak Berkebutuhan Khusus, Budhy Lestari, S.Psi., Psikolog, turut memberikan materi Antara Cinta dan Realita: Mengupas Beban Psikologis Nikah Muda.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, TP PKK Kota Salatiga juga menyelenggarakan donor darah serta bazar UMKM.

Acara semakin semarak dengan penampilan Antea Putri Turk, cicit buyut kakak kandung Wage Rudolf (WR) Soepratman, yang membawakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, lagu nasional Ibu Kita Kartini, serta lagu Indonesia Tjantik yang merupakan karya pertama W.R. Soepratman.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan W.R. Soepratman turut menyerahkan surat permohonan kepada Wali Kota Salatiga terkait usulan penamaan jalan atas nama W.R. Soepratman di Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga menyambut baik usulan tersebut dan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota akan segera melakukan kajian sebagai tindak lanjut atas rencana penamaan jalan WR. Soepratman. (*)

Tukar Botol Dapat Lumpia, Kado Inovatif Pemkot Semarang Buat Warga di HUT ke-479 Kota Semarang

Lingkar.co — Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menghadirkan inovasi kreatif yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan pelestarian kuliner khas daerah melalui program “Tukar Botol Dapat Lumpia”.

Program ini mengajak masyarakat menukarkan botol bekas menjadi voucher lumpia gratis, sekaligus menargetkan pembagian 5.000 porsi lumpia untuk memecahkan Rekor MURI.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mendorong budaya ramah lingkungan sekaligus menguatkan identitas kota sebagai rumah kuliner legendaris.

“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Botol bekas yang sering dianggap tidak bernilai, kini bisa ditukar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini juga menjadi momentum kebersamaan warga di dalam merayakan HUT ke-479 Kota Semarang sekaligus memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota kreatif dan peduli lingkungan,” ujar Agustina.

Program “Tukar Botol Dapat Lumpia” dilaksanakan dalam dua tahap, pertama, tahap penukaran botol bekas
di mana masyarakat dapat menukarkan botol bekas pada tanggal 26–30 April 2026 di bank-bank sampah terdekat. Botol yang dikumpulkan akan ditukar dengan voucher lumpia gratis.

Selanjutnya adalah tahap penukaran voucher. Di sini
voucher yang telah diperoleh kemudian dapat ditukarkan dengan lumpia pada tanggal 3 Mei 2026 pukul 06.00 – 08.00 WIB di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Sebanyak 5.000 porsi lumpia akan dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan ini, yang sekaligus menjadi upaya Pemerintah Kota Semarang untuk memecahkan Rekor MURI sebagai pembagian lumpia terbanyak berbasis gerakan peduli lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye Pemkot Semarang dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra Kota Semarang sebagai kota yang inovatif, ramah lingkungan, dan kaya akan budaya kuliner.

Wali Kota Semarang mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi, mengumpulkan botol bekas, dan menjadi bagian dari sejarah baru Kota Semarang. ***

Pemkot Semarang Gercep Tangani Anak Korban Pembakaran

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang langsung bergerak cepat menangani kasus tragis yang menimpa seorang siswi kelas 2 SMP berinisial T, yang menjadi korban pembakaran oleh pamannya sendiri di Tambakmulyo, Semarang Utara.

Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng melalui Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih bersama jajaran kelurahan langsung melakukan koordinasi dengan dinas terkait, seperti DP3A, Dinas Sosial dan RSWN untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan perawatan medis yang layak setelah sebelumnya sempat terkendala biaya pengobatan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons sekaligus wujud perhatian pemerintah kota atas musibah yang dialami warganya.

“Kami juga sampaikan bahwa atas instruksi dari Ibu Wali Kota, kita lakukan atensi, intervensi terhadap korban. Yang pertama kita lakukan adalah berkoordinasi dengan DP3A terkait dengan pelindungan perempuan dan anak, karena ini korbannya adalah di bawah umur, SMP kelas 2,” ujar Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, pada Rabu (22/4/2026).

Proses penanganan dimulai dengan melakukan pendampingan dan asesmen mendalam bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

Diketahui sebelumnya, korban sempat dibawa ke rumah sakit swasta namun terpaksa dipulangkan oleh orang tuanya karena kendala biaya. Melihat kondisi tersebut, pihak kecamatan bersama DP3A memindahkan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN) untuk mendapatkan pengobatan intensif.

“Karena tidak bisa di-cover oleh BPJS, karena kemarin kan dibawa ke rumah sakit swasta. Nah, setelah itu dengan adanya kita memberikan bantuan bersama DP3A, pendampingan DP3A, ini kita kirim ke RSWN untuk dilakukan pemeriksaan pengobatan secara intensif,” jelasnya.

Kondisi luka bakar yang diderita korban dilaporkan mencapai 30 persen, yang meliputi area lengan kanan hingga bagian punggung. Selain bantuan medis, Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk meringankan beban keluarga korban selama masa pemulihan.

“Luka sekitar 30 persen. Makanya kita evakuasi karena takutnya (luka) rentan sama bakteri, sama virus,” tutup Siwi. ***

KAI Daop 4 Aktifkan 3 Stasiun di Pantura Mulai 27 April 2026, Akses Masyarakat Makin Mudah

Lingkar.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang terus mendorong peningkatan layanan transportasi publik di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Upaya ini diwujudkan dengan pengaktifan kembali layanan naik turun penumpang di Stasiun Plabuan dan Stasiun Comal, serta penambahan pemberhentian kereta api di Stasiun Batang yang mulai berlaku pada 27 April 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses transportasi berbasis rel, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Batang, Pemalang, dan sekitarnya. Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah menjangkau berbagai kota tujuan secara efisien.

Sebelum kembali dioperasikan, ketiga stasiun telah melalui proses ramp check oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM), baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan penumpang.

Berbagai aspek yang diperiksa meliputi kelengkapan alat keselamatan seperti alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, hingga titik kumpul darurat. Selain itu, fasilitas penunjang seperti ruang tunggu, toilet, musala, serta sistem informasi perjalanan juga dipastikan dalam kondisi optimal.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Pengaktifan kembali layanan di Stasiun Plabuan dan Comal serta penambahan pemberhentian di Stasiun Batang menjadi langkah nyata KAI dalam menghadirkan akses transportasi yang lebih dekat dan efisien bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kebijakan ini pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan perjalanan ke berbagai kota di Jawa, seperti Semarang, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Solo.

Pada tahap awal, sejumlah kereta api telah dijadwalkan berhenti di masing-masing stasiun. Untuk Stasiun Plabuan dan Comal, layanan yang tersedia antara lain KA Kaligung, KA Kamandaka, serta KA Joglosemarkerto dengan berbagai relasi perjalanan.

Sementara itu, Stasiun Batang akan melayani lebih banyak perjalanan, termasuk KA Argo Muria, KA Tawang Jaya Premium, KA Menoreh, KA Kamandaka, KA Joglosemarkerto, dan KA Kaligung. Penambahan ini diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas dan pilihan transportasi bagi masyarakat.

KAI juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap tingkat okupansi dan minat masyarakat. Evaluasi ini menjadi dasar dalam menentukan pengembangan layanan ke depan.

“Langkah ini merupakan tahap awal untuk melihat potensi pengguna jasa di wilayah Pantura. Apabila animo masyarakat tinggi, KAI akan mempertimbangkan penambahan layanan maupun rute perjalanan lainnya,” tambah Luqman Arif.

Untuk mempermudah akses, tiket kereta api dari ketiga stasiun tersebut kini sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, serta kanal penjualan resmi lainnya. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna memastikan ketersediaan tempat duduk.

Melalui penguatan layanan ini, KAI berharap konektivitas antarwilayah di jalur Pantura semakin meningkat. Selain itu, kehadiran layanan yang lebih luas juga diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. ***

Pembangunan Jembatan di Polonia Medan Tunggu Persetujuan PT KAI

Lingkar.co – Pembangunan jembatan yang melintasi Gang Damai Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan menunggu persetujuan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferry Ichsan, mengungkapkan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, telah mengirimkan surat resmi memohon pinjam pakai lahan dan aset di lokasi jembatan roboh di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia.

Menurut dia, surat Wali Kota menjadi titik awal penting dalam proses pembangunan kembali jembatan yang sebelumnya merupakan jalur rel kereta api.

“Pak Wali sudah menandatangani langsung surat ke PT KAI untuk memohon pinjam pakai lahan dan aset. Ini langkah penting agar pembangunan jembatan penyeberangan bagi masyarakat bisa segera direalisasikan,” ujar Ferry, Rabu (22/4/2026).

Ia melanjutkan, setelah surat tersebut dikirimkan, Pemkot Medan akan segera menindaklanjuti dengan rapat koordinasi teknis bersama instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Koordinasi ini, kata dia, bertujuan untuk mengonfirmasi perkembangan pengajuan izin yang ditujukan kepada PT KAI sekaligus mematangkan langkah lanjutan.

Ferry bilang, Pemkot Medan sangat berharap pihak PT KAI dapat memberikan persetujuan atas permohonan tersebut, mengingat jembatan itu merupakan akses penting warga setiap hari, terutama pelajar

Sembari menunggu izin prinsip, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) juga mulai menyiapkan tahapan teknis. Salah satunya dengan melakukan penilaian terhadap kondisi struktur fondasi jembatan yang ada saat ini.

“Hasil penilaian itu nantinya menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis, yang juga akan digunakan untuk pengajuan rekomendasi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera II,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai diperlukan karena lokasi jembatan berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga pembangunan harus memenuhi aspek teknis dan keselamatan.Selain itu, dukungan juga datang dari unsur TNI.

Dalam peninjauan lapangan sebelumnya, pihak Kodim menawarkan bantuan pembangunan jembatan menggunakan konstruksi yang pernah diterapkan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

Sebagai informasi, jembatan eks perlintasan kereta api peninggalan era kolonial tersebut roboh akibat banjir dan sempat memutus akses penting antarwilayah.

Saat itu, Wali Kota Medan telah meninjau langsung lokasi dan menegaskan komitmen untuk segera membangun kembali jembatan dengan desain yang lebih aman dan modern.

“Yang paling utama saat ini persetujuan dari PT KAI. Kalau itu sudah ada, kita bisa langsung bergerak,” pungkasnya. (*)

Eks Kantor Kecamatan di Blora Diratakan, Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih

Lingkar.co – Bangunan bekas kantor kecamatan di Kelurahan Bangkle, Kabupaten Blora, mulai dibongkar setelah lama terbengkalai dan tak lagi dimanfaatkan. Lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Pantauan di lokasi, Rabu (22/4/2026), proses pembongkaran melibatkan satu alat berat yang merobohkan bangunan. Selain itu, dua truk terlihat hilir mudik mengangkut puing-puing sisa bangunan. Sejumlah pekerja juga tampak memilah material yang masih bisa dimanfaatkan, seperti besi dari reruntuhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bangkle, Fiqri Hidayat, menjelaskan bahwa bangunan tersebut sebelumnya sempat difungsikan sebagai kantor pelayanan Kecamatan Blora. Namun, sejak kantor kecamatan dipindahkan, bangunan itu tidak lagi digunakan dan akhirnya terbengkalai.

“Setelah kantor kecamatan pindah, bangunan ini mangkrak dan tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Seiring waktu, kondisi bangunan semakin tua dan mengalami kerusakan, sehingga dinilai tidak memiliki nilai guna. Berdasarkan penilaian dari bagian aset dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), bangunan tersebut direkomendasikan untuk dibongkar.

“Menurut bagian aset dan PUPR, bangunan sudah tidak bernilai sehingga lebih baik dirobohkan,” jelasnya.

Fiqri menambahkan, pihak kelurahan tidak terlibat langsung dalam proses pembongkaran. Kegiatan tersebut sepenuhnya ditangani oleh pihak rekanan dari Agrinas, setelah sebelumnya mendapat persetujuan dari Bupati Blora.

Menurutnya, langkah ini diambil karena keterbatasan lahan strategis di wilayah Kelurahan Bangkle untuk pembangunan koperasi. Oleh karena itu, lahan bekas bangunan tersebut dinilai menjadi opsi paling memungkinkan.

“Di Bangkle tidak ada lahan yang representatif dan strategis, sehingga kami mengajukan permohonan pembongkaran gedung ini ke Bupati, dan sudah disetujui,” pungkasnya. (*)

13 Bilah Demung Hilang di Unnes, Alarm Keamanan dan Ancaman bagi Pembelajaran Budaya

Lingkar.co — Kehilangan 13 bilah demung di lingkungan kampus bukan sekadar kasus pencurian biasa. Di Universitas Negeri Semarang, peristiwa ini justru membuka persoalan yang lebih luas, keamanan aset budaya sekaligus keberlangsungan pembelajaran seni tradisional.

Instrumen gamelan yang hilang merupakan bagian dari perangkat praktik mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Seni. Kehilangan ini baru disadari saat aktivitas perkuliahan kembali berjalan normal.

Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, M. Burhanuddin, menjelaskan dugaan waktu kejadian mengacu pada rekaman kamera pengawas.

Ia menyebut pelaku diduga masuk pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB dan keluar sekitar 20 menit kemudian.

“Pelaku masuk seperti mahasiswa biasa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ditemukan tanda pembobolan, yang mengindikasikan akses dilakukan secara wajar di tengah aktivitas kampus.

Bilah demung yang diambil merupakan bagian dari alat musik gamelan yang digunakan dalam mata kuliah karawitan Jawa. Sebanyak 13 bilah hilang dari satu set yang aktif digunakan mahasiswa dalam praktik sehari-hari.

“Yang diambil adalah bagian yang dipakai untuk kegiatan kuliah,” jelas Burhanuddin.

Ia menegaskan, dampak utama bukan pada nilai materi, tetapi pada terganggunya proses belajar mahasiswa.

Secara nominal, kerugian diperkirakan berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Namun bagi kampus, kehilangan ini berdampak langsung pada mahasiswa yang sedang mempelajari dan melestarikan budaya Jawa. Tanpa instrumen yang lengkap, proses praktik menjadi terhambat.

“Mahasiswa jadi terkendala karena alatnya tidak utuh,” katanya.

Menariknya, kasus ini disebut memiliki kemiripan dengan sejumlah kehilangan gamelan di tempat lain.

Beberapa di antaranya terjadi di kelompok kesenian Ngesti Pandawa, serta kampus seni seperti ISI Surakarta dan ISI Yogyakarta. Meski begitu, keterkaitan antar kejadian tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan.

Kepala Humas Unnes, Surahmat, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihak kampus tengah mengumpulkan bukti.

“Rekaman CCTV sedang dikumpulkan untuk dilaporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan aparat kepolisian setempat untuk menindaklanjuti kasus ini. Kasus ini menjadi pengingat bahwa ruang-ruang pendidikan budaya tidak luput dari risiko keamanan.

Ketika alat musik tradisional hilang, yang terdampak bukan hanya institusi, tetapi juga proses pewarisan budaya itu sendiri. Dan jika pola ini terus berulang, persoalannya bukan lagi sekadar kehilangan, melainkan hilangnya ruang belajar bagi generasi berikutnya. ***

Truk Kembali Gagal Nanjak di Silayur, Dishub Soroti Muatan dan Kelas Jalan

Lingkar.co — Kecelakaan di tanjakan Silayur, Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, kembali terjadi. Namun kali ini, sorotan tidak hanya pada insiden, melainkan pada persoalan yang lebih mendasar muatan kendaraan dan kesesuaian kelas jalan.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) dini hari itu langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dengan pengecekan lapangan.

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.50 WIB, saat kendaraan angkutan barang memang diperbolehkan melintas.

Dari hasil pemeriksaan awal, truk berpelat B 9262 BYY yang mengangkut kayu triplek diduga mengalami kelebihan muatan.

Ia menyebut beban kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 27 ton setelah dikonversikan. Selain itu, material triplek yang dibawa diduga menyerap air selama perjalanan, sehingga menambah berat kendaraan.

“Pengemudi mengaku sudah menggunakan gigi satu sejak dari bawah, namun tetap gagal menanjak,” ujarnya.

Secara teknis, kendaraan disebut masih dalam kondisi laik jalan hingga September 2026 dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

Namun, Dishub menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting jenis kendaraan tersebut seharusnya tidak melintas di jalan kelas II seperti di kawasan Silayur.

Artinya, persoalan bukan hanya pada kondisi kendaraan, tetapi juga pada ketidaksesuaian antara beban, jenis kendaraan, dan karakter jalan.

Danang menjelaskan, kendaraan angkutan barang memang diperbolehkan melintas mulai pukul 23.00 WIB hingga pagi hari, terutama untuk mendukung aktivitas kawasan industri. Sebelumnya, petugas Dishub juga telah melakukan pengawasan di titik penyekatan hingga pukul 23.00 WIB.

Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa pengaturan waktu saja belum cukup tanpa pengawasan muatan dan jenis kendaraan.

Sebagai tindak lanjut, Dishub Kota Semarang berencana memperketat pengawasan kendaraan barang. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain penggunaan timbangan portable di lapangan, optimalisasi sistem portal buka-tutup, pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan berat dan langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan serupa.

“Harapannya bisa memberikan rasa aman bagi pengguna jalan,” kata Danang.

Kecelakaan berulang di tanjakan Silayur kembali membuka persoalan klasik, antara kebutuhan logistik dan keterbatasan infrastruktur jalan.

Selama pengawasan muatan dan kepatuhan terhadap kelas jalan belum berjalan optimal, jalur ini berpotensi terus menjadi titik rawan bukan hanya karena tanjakannya, tetapi karena sistem yang belum sepenuhnya terkendali. ***

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan, Perkuat Pembangunan Kota

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan kota. Hal tersebut disampaikan saat membuka talkshow peringatan Hari Kartini di lingkungan Balaikota Semarang, Selasa (21/4), usai memimpin upacara.

Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat”, kegiatan ini dihadiri organisasi perempuan seperti GOW, PKK, serta jajaran kepala perangkat daerah. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas perempuan dalam mendukung pembangunan Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Agustina Wilujeng menekankan bahwa keberanian perempuan dalam menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan merupakan kunci utama terciptanya perubahan.

“Pertanyaannya sekarang, wahai perempuan Kota Semarang, bisa tidak kita menjadi agen perubahan? Kalau bisa, maka kita harus selesai dengan diri kita sendiri dulu,” tegasnya.

Agustina juga berbagi pengalaman pribadinya saat memutuskan maju sebagai Wali Kota Semarang. Ia mengakui sempat muncul keraguan menghadapi tantangan besar, namun keputusan yang diambil dengan keyakinan penuh justru menjadi titik balik yang memperkuat dukungan.

“Ketika saya memutuskan menerima, karena itu tugas dan saya harus menang, maka seluruh daya upaya dan lingkungan akan mendukung. Tapi kalau kita ragu, dukungan itu akan terbelah,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki karakter kuat seperti teliti, tangguh, dan mampu menyelesaikan pekerjaan secara optimal. Potensi tersebut, lanjutnya, harus diiringi keberanian untuk bertindak secara totalitas.

Selain itu, Wali Kota Semarang juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menciptakan ruang yang aman dan setara bagi perempuan. Hal ini termasuk dalam interaksi sosial sehari-hari, seiring meningkatnya sensitivitas terhadap isu komunikasi dan pelecehan di era keterbukaan informasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Semarang terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui program “Waras Ekonomi”. Program ini difokuskan untuk mendorong pelaku UMKM, yang mayoritas dijalankan perempuan, agar dapat naik kelas dan memiliki keberlanjutan usaha.

“Selama ini banyak bantuan sifatnya insidental. Ke depan, kita dorong agar produk UMKM bisa masuk ke sistem bisnis yang berkelanjutan, sehingga benar-benar mandiri,” jelasnya.

Tak hanya di sektor ekonomi, kontribusi perempuan juga terlihat dalam sektor kesehatan melalui peran kader posyandu yang menjadi penggerak di tingkat komunitas.

Agustina menambahkan, peringatan Hari Kartini tahun ini dikemas lebih sederhana sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Namun demikian, komitmen terhadap penguatan peran perempuan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Semarang.

“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru kita fokus pada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui momentum Hari Kartini, Wali Kota Semarang berharap perempuan Kota Semarang semakin percaya diri, berani menyampaikan gagasan, serta mengambil peran strategis dalam berbagai lini kehidupan.

“Semua perempuan bisa menjadi Kartini masa kini. Dimulai dari berani berbicara, menyampaikan apa yang dirasakan, dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” pungkasnya. ***