Semua tulisan dari Ahmad Rifqi Hidayat

Tokoh Lintas Agama Jawa Tengah Apresiasi Semangat Kebersamaan Idulfitri

Lingkar.co Sejumlah tokoh lintas agama di Jawa Tengah mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun dalam momentum perayaan Idulfitri. Hal itu disampaikan oleh para tokoh lintas agama saat menghadiri Open House Idulfitri 1446 H yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumarno di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Menurut Uskup Agung Semarang, Romo Robertus Rubiyatmoko, Hari Raya Idulfitri yang dirayakan oleh umat muslim menjadi momentum tepat untuk refleksi dan memaknai kebersamaan sebagai bangsa Indonesia, dengan cara membangun kedamaian, persaudaraan, dan kekeluargaan, sehingga tercipta bangsa yang adem ayem.

“Kami sangat berterima kasih karena boleh membangun persahabatan dengan teman-teman dan saudara sekalian, serta bersama-sama membangun bangsa ini dalam kebersamaan. Kita bisa menciptakan bangsa ini yang adem ayem, di mana kita bisa tinggal bersama sebagai saudara,” katanya usai mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan bagi seluruh umat muslim.

Kebersamaan itu, lanjut Romo Rubiyatmoko, telah membuat toleransi antarumat beragama di Jawa Tengah maupun Indonesia sangat luar biasa.

Bahkan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu terkesan dengan masyarakat yang sangat bersaudara dan akrab.

Romo Rubiyatmoko berharap kepada Gubernur Ahmad Luthfi untuk meneruskan suasana baik yang tercipta. Kemudian dikembangkan sehingga masyarakat semakin padu, satu, dan guyub rukun.

Baca Juga: Wagub Jateng Tegaskan Pergub Perda Pesantren Sudah Terbit, Berkah Lailatul Qodar

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono. Ia berterima kasih bisa ikut merayakan Hari Raya Idulfitri bersama umat muslim.

Ia yakin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dapat membawa Jawa Tengah lebih guyub dan lebih maju.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menyampaikan Idulfitri tahun ini hampir bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Toleransi dan kebersamaan di Jawa Tengah semoga selalu terjaga dan dirawat dengan baik.

“Kita harus merawat bersama dan menjadikan pimpinan itu tauladan bagi kita semua. Harapan ke depan Jateng menjadi tauladan bagi kita semua,” katanya.

Adapun Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jawa Tengah Pendeta, Yosua Wardoyo menegaskan, pada momentum perayaan idul Fitri ini menjadi momentum terbaik untuk seluruh umat beragama di Indonesia, dalam mengembangkan sikap persaudaraan, saling menerima, dan menghormati dalam menjalankan kebebasan beragama di Indonesia.

Pernyataan dari para tokoh lintas agama tersebut selaras dengan makna Idulfitri bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Luthfi mengatakan, idul fitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri.

“Mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Menurut Luthfi, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh partisipasi dari stakeholder, di antaranya akademisi, masyarakat, wirausaha, dan lainnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Gubernur Jawa Tengah Salat Id di Simpang Lima Semarang

Lingkar co Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin, 31 Maret 2025. Ahmad Luthfi berbaur dengan ribuan masyarakat yang melaksanakan salat.

Ahmad Luthfi tiba di lokasi sekira pukul 06.10 bersama putra bungsunya, Mohammad Alif Daffa. Mantan Kapolda Jateng itu berjalan menuju lokasi sembari mendorong kursi roda Alif. Ia langsung mengambil tempat di shaf paling depan berdampingan dengan putranya.

Salat Id dimulai sekira pukul 06.30. Bertindak sebagai imam adalah KH Zaenuri Ahmad. Beliau adalah imam Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus pengasuh Ponpes Nurul Qur’ani. Sementara Ketua Baznas RI Noor Achmad sebagai khatib.

Setelah salat Id dan khotbah selesai, Ahmad Luthfi menyapa masyarakat. Ia juga melayani masyarakat yang meminta berjabat tangan dan berfoto.

“Salat Id ini pertama saat saya menjabai sebagai gubernur,” katanya.

Luthfi mengatakan, Idulfitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri. Sebagaimana hikmah Idulfitri yaitu kembali ke fitrah. Artinya, mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita membangun daerah tidak bisa sendiri, tentu harus melibatkan beberapa komponen partisipatif, di antaranya akademisi, komponen masyarakat, wirausaha, dan yang paling pokok adalah bagaimana kita menciptakan jaminan kepercayaan investor di wilayah Jawa Tengah sehingga tumbuh-kembangnya ini bisa bersama-sama,” tuturnya.

Seorang jemaah, Rindham Dimitri, mengaku senang dapat salat berjemaah dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Apalagi ia dapat bertemu dan menyapa langsung.

“Sebagai warga Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, tentu sangat senang dapat salat Id bersama Pak Luthfi pada tahun pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Pak Luthfi itu orangnya sederhana, merakyat, dan sumeh,” ujarnya. (*)

Gus Rozin Cek Pelayanan Posko Mudik NU di Pantura Jateng Bagian Timur

Lingkar.co – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin mengecek pelayanan posko arus mudik lebaran 2025 yang digelar Gerakan Pemuda Ansor dan Lembaga Pendidikan Ma’arif PW NU Jawa Tengah di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jateng bagian timur.

“Kunjungan PWNU Jateng ke titik posko arus mudik lebaran yang ditangani Ansor dan Ma’arif ini bukan sebatas kunjungan untuk mengecek kesiapan personil posko dalam memberikan layanan kepada warga yang sedang mudik atau nanti kalau balik saja,”kata Gus Rozin saat mengunjungi Posko di Rembang, Jum’at (28/3/2025) malam

Menurutnya, kunjungan ini sekaligus untuk memberikan motivasi kepada para kader NU yang bertugas bahwa gerakan pelayanan kepada warga yang sedang mudik atau nanti saat balik paska lebaran ini didukung penuh oleh PWNU Jateng.

Melalui elemen-elemen yang ada di NU, lanjutnya PWNU Jateng berupaya selalu hadir ditengah-tengah masyarakat yang sedang memiliki hajat besar seperti dalam rangka perayaan lebaran, mobilisasi masyarakat yang bergerak serentak tentu sangat membutuhkan layanan selama menempuh perjalanan. Posko yang dikunjungi lokasinya di Pati, Kudus dan Rembang.

Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan melalui Satuan Komunitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu), Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam menyambut pemudik Lebaran Idul Fitri 1446 H tahun 2025.

“Agenda memberikan layanan kepada arus mudik dan balik lebaran 2025 ini merupakan realisasi dari amanat PWNU Jateng dan Ma’arif Pusat, kami mengoperasikan posko di tiga daerah meliputi Banyumas, Purbalingga dan Rembang,” katanya.

Para personil yang diterjunkan di Posko adalah anggota Sako Pramuka Ma’arif yang sebelumnya
telah mengikuti Pelatihan Dasar Keselamatan dan Pengaturan Lalu Lintas bagi Petugas Tenda Mudik tahun 2025 di Aula SMK Ma’arif NU 1 Wangon pada 25 Maret 2025 untuk membekali petugas yang berjaga.

Ketua Sakomanu Jateng Kak Shobirin mengatakan pada lebaran tahun ini ada tiga cabang yang berpartisipasi mengoperasikan posko dengan mendirikan lima tenda di tiga daerah itu. Diharapkan lima titik tenda posko mudik Sakomanu Jateng pada tiga kabupaten ini bisa memberikan manfaat dan ikut mensukseskan mudik tahun 1446 H .

Pendirian tenda di lima titik di tiga kabupaten itu meliputi Pertama, Kabupaten Banyumas dengan tenda 1 di Jalan Raya Ajibarang (depan SMK Ma’arif NU Ajibarang) dengan contack person (CP) Kak Agus Waluya,nomor telponnya 085726163363, tenda 2 di Jalan Raya Klapagading Wangon (Komplek Kolam Renang Klapagading) CP Kak Achmad Daud (081327166155)

Kedua, Kabupaten Purbalingga di 1 Rest Area Karangreja, Purbalingga dengan CP Kak Saiful Millah (085239101979) .Ketiga, Kabupaten Rembang yaitu tenda 1 depan Masjid Jami’ Ar Rohman Jl. Nasional Pantura, Desa Tambak Agung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, dan tenda 2 Depan Gedung MWC NU Sulang Jl. Rembang – Blora Km. 12 Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang dengan CP Kak Suprapto 081326677379.

“Waktu pelaksanaan tenda mudik pada arus mudik sesuai edaran dilaksanakan tanggal 27-29 Maret 2025 dan arus balik tanggal 3-5 April 2025,” katanya.

Dikatakan, bahwa fasilitas pada tenda-tenda tersebut beragam, dari tempat untuk istirahat, obat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) berupa perlengkapan medis yang dapat digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada cedera atau kondisi tertentu, air minum, konsumsi berupa takjil, dan mie instan bagi yang membutuhkan.

“Bagi para pemudik, bisa mampir untuk sekadar melepas lelah, istirahat, dan silaturahim di sela-sela perjalanan,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tokoh Muda NU Semarang Ingatkan Bahaya Komentar di Media Sosial Tanpa Kompetensi

Lingkar.co – Pengasuh Ponpes Al Fadhilah, Semarang Dr. KH. Iman Fadhilah, MSi mengingatkan bahaya tidak memiliki ilmu. Tokoh muda NU Kota Semarang ini mengatakan, fenomena yang ada di media sosial saat ini menunjukkan banyaknya orang yang ahli berkomentar tanpa kejelasan latar belakang spesifikasi keilmuan.

“Jurusannya teknik mengomentari kesehatan, jurusannya kesehatan ngomentari ekonomi, dan sebagainya,” ungkapnya di hadapan ratusan santri yang berlatar belakang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) ini menyampaikan hal itu saat memberikan mauidzah hasanah peringatan Nuzulul Qur’an dan Penutupan Forum Kajian dan Alaman Ramadhan Ponpes Durrotu Aswaja, Banaran, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya, fenomena itu terjadi karena tidak pernah belajar sebagaimana seorang santri. Ia pun mengutip petuah bijak Imam Ghazali dalam sebuah kitab panduan bagi santri. Yakni, rajulun laa yadri, wa annahu laa yadri annahu laa yadri (Pemuda yang tidak tahu namun tidak menyadari bahwa dirinya tidak memiliki ilmu)

Menantu Ponpes Taqwal Ilah Meteseh, almarhum KH Syaikhun (salah satu Khalifah dari KH Mushlih untuk tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah) ini juga mengingatkan agar para santri melanggengkan tradisi tirakat. “Ilmu hanya dengan akal, tidak masuk ke hati. Ilmu untuk masuk ke hati dibutuhkan riyadhah, mujahadah dan tirakat,” tuturnya.

Baca Juga : Efisiensi Anggaran, Ratusan Non-ASN RSUD Soewondo Pati Terancam Kena PHK

“Memperbanyak tirakat, memperbanyak riyadhah, dan mempersedikit tidur. Sedikitkanlah tidur, kalau ingin menjadi orang alim,” pesannya.

Mantan sekretaris Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah ini pun mengingatkan bahwa belajar harus tulus dan niat untuk memberantas kebodohan, bukan fokus pada peluang kerja.

“Orang mencari ilmu, jangan karena prospek atau peluang kerjanya. Kalau peluang kerjanya tipis maka semangat belajarnya menjadi loyo,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Allah menciptakan makhluk hidup dengan menjamin kelangsungan hidupnya. Hal ini, kata dia, tercantum dalam Al Qur’an pada surat Hud. “Tidak ada makhluk yang diciptakan oleh Allah tanpa rizqinya,” tandasnya.

Sementara pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, KH Agus Ramadhan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pesantren selama bulan Ramadhan. “Tadi sore kita adakan santunan untuk anak yatim, disambung dengan pengajian Nuzulul Qur’an malam ini,” katanya.

Dikatakannya, Ponpes Durrotu Aswaja memiliki tradisi sebagaimana pesantren salaf yang mengajarkan kitab kuning selama bulan puasa, juga tetap memiliki jam khusus bagi yangengambil program hafalan Al Qur’an. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pleno PWNU Jateng, Respons Kejahatan Ekonomi yang Bikin Resah Umat

Lingkar.co – Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) akan menggelar rapat pleno dengan agenda merespons isu-isu aktual dan strategis yang meresahkan masyarakat.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Razin (Gus Rozin) mengatakan rapat pleno dijadwalkan pada Sabtu (22/3/2025). Rapat yang akan digelar di aula Gedung PWNU Jateng lantai III bakal diikuti jajaran pengurus syuriah dan tanfidziyah, serta mustasyar, para ketua lembaga dan badan otonom NU.

“Isu-isu strategis dan kebijakan publik tersebut, antara lain tentang pandangan PWNU Jateng terhadap praktik praktik koruptif dan manipulatif tentang produk atau komoditas yang merugikan umat atau masyarakat,” kata Gus Rozin yang juga pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen Pati di Semarang, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya, PWNU Jateng juga akan menyampaikan pandangan terhadap keberlangsungan pendidikan madrasah diniyah dengan tidak diberlakukannya kebijakan lima hari sekolah di Jateng dan tentang himbauan dalam perayaan idul Fitri tahun 2025.

Jam’iyyah NU, lanjutnya, sebagai organisasi sosial keagamaan yang punya watak social society memiliki concern terhadap masalah sosial ekonomi, terutama terhadap bahan pokok umat. Seperti, minyak goreng, bahan bakar minyak, elpiji, pupuk dan kebutuhan dasar lainnya.

Baca Juga : Efisiensi Anggaran, Ratusan Non-ASN RSUD Soewondo Pati Terancam Kena PHK

Dia menambahkan, hari-hari ini kebutuhan pokok tersebut mengalami carut marut sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, terutama umat di akar rumput.

Apa yang kita tonton, ujarnya , juga yang kita lihat dan kita rasakan akhir akhir ini perlu direspon secara objektif, komprehensif dan tegas. Praktik penimbunan komoditas, pengoplosan BBM, pengurangan takaran atau volume dan sebagainya merupakan pelanggaran terhadap hak hak dasar umat.

Para pelakunya atau para pemainnya mencari kekayaan secara membabi buta. Akibatnya, hidup umat semakin lebih sulit dan berat, penderitaan semakin meningkat dan gap sosial semakin lebar.

Dikatakan, praktik pengoplosan komoditas, pengurangan takaran dan sejenisnya juga sebagai bentuk penghianatan terhadap amanat rakyat. Sangat disayangkan, pada saat umat sedang dalam banyak kesulitan dan pemerintah sedang berikhtiar meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan, pada saat yang sama ada oknum atau pemain yang melakukan korupsi dan kolusi dengan angka yang sangat fantastis.

Maka, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada umat, PWNU Jateng akan merespon hal hal tersebut melalui pembahasan bersama dengan maksud sikap yang diambil diambil merupakan sikap organisasi dan dipertanggungjawabkan secara organisasi pula. Karena itu kehadiran para kiai akan memberikan masukan yang objektif dan konstruktif.

“Alhamdulillah, banyak kader dan pengurus PWNU Jateng yang memiliki kapasitas dan kompetensi di bidang sosial ekonomi dan kebijakan publik, sehingga bentuk respon PWNU didasarkan pada realitas dan spirit membangun,” tuturnya.

Tentang Idul Fitri tahun ini PWNU Jateng mendorong diadakannya posko posko yang melayani, mendampingi dan mengedukasi para pemudik. Juga menghimbau kepada para pemudik untuk mentaati aturan, sehingga tercipta ketertiban, keagamaan dan kenyamanan.

“Seperti biasanya, NU dan badan otonom serta lembaga-lembaga NU mendirikan posko lebaran yang tersebar di seluruh Jawa Tengah,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dukung Pemprov Jateng, Ning Nawal Ajak BKOW Sukseskan Program Satu Kecamatan Satu Rumah Perlindungan

Lingkar.co – Ketua BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Jawa Tengah, Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., mengajak jajarannya untuk menyukseskan program-program di pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Salah satunya program ‘Satu Kecamatan Satu Rumah Perlindungan’ di tiap kecamatan di Jawa Tengah. Ning Nawal, panggilan akrabnya, menginginkan nantinya BKOW dapat mewujudkan sekaligus mengembangkannya menjadi rumah kreatif.

“Perlu ada ruh di situ, kita nanti akan bergerak di situ juga ya untuk bagaimana kita bisa menguatkan korban-korban kekerasan perempuan dan anak di Jawa tengah ini,” ucapnya saat membuka Rapat Kerja III Tahun 2025 BKOW Jateng, di Aula Cendrawasih Kantor Kesbangpol, Senin, (17/3/2025).

Nawal optimis dalam lima tahun ke depan, tidak sulit bagi BKOW yang sebelumnya telah Ia pimpin untuk terus meningkatkan kinerja baiknya.

“Program-program yang telah kita buat, alhamdulillah telah banyak diadopsi. Termasuk program Destara (Desa Sejahtera Peduli Perempuan dan Anak),” ucapnya.

Ning Nawal mengatakan, program bagus yang telah dikerjakan akan diteruskan. Sejalan dengan program-program baru yang tentunya berfokus pada pengentasan kemiskinan, perempuan dan anak.

“Kemudian pernikahan anak, tidak hanya langkah preventif tapi kita MoU-kan dengan pengadilan agama. Jadi kita ikut mengawal kebijakan dispensasi, sehingga kemudian tidak ada mempermudah dispensasi tanpa alasan yang jelas,” tegas istri Wagub Taj Yasin ini.

Sebagai informasi, BKOW terdiri dari sedikitnya 40 organisasi perempuan di Jawa Tengah.

Organisasi ini bergerak untuk penanggulangan kemiskinan terkait kelompok rentan, perempuan di daerah pinggiran, dan penanggulangan stunting.

“Saya menerima segala masukan dan saran, dan mudah-mudahan apa yang kita kerjakan bisa membuat perubahan bagi kesejahteraan di Jawa Tengah ini,” tandasnya.

Siti Zubaidah Haerudin sebagai Mantan Plt. Ketua BKOW Provinsi Jawa Tengah menyerahkan Memori Jabatan dan di terima dengan penuh 100%. (*)

Digadang Maju Caketum PPP, Begini Tanggapan Gus Yasin

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) digadang bakal maju sebagai calon ketua umum (Caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam muktamar ke-10 yang rencananya digelar setelah hari raya Idul Fitri (Lebaran) 2025.

Wacana tersebut semakin mendekati kenyataan dengan adanya Buka Bersama Gus Yasin di Ponpes Fadhlul Fadhlan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Kamis (13/3/2025).

“Saya belum bisa mengatakan maju atau tidak ya, semua saya kembalikan kepada para pengurus (Daerah maupun Wilayah.-Red), yang punya izin untuk itu,” kata Gus Yasin usai buka bersama dengan sejumlah kiai dan tokoh PPP.

Namun demikian, ia tidak memungkiri bakal mempertimbangkan hal itu jika mendapat kepercayaan dan dianggap layak. Yang jelas, kata dia, saat ini PPP perlu disengkuyung untuk maju. Sehingga tahun 2029 bisa lolos dan kembali masuk ke Parlemen.

Menurutnya, partai Ka’bah saat ini membutuhkan pemimpin yang sah sehingga bisa diterima semua simpatisan, kader, dan pengurus. Selain itu, ia menilai PPP harus kembali pada basis awalnya, yakni pesantren.

“Kuncinya, PPP harus kembali ke pesantren. Kita rangkul kembali para kader para Kyai dan pesantren yang dulu pernah membesarkan PPP,” ujarnya.

Gus Yasin un tidak menampik jika pertemuan tadi sore dengan para kiai dan tokoh PPP memang dalam rangka menyongsong Muktamar. Ia bilang, pertemuan untuk melakukan langkah-langkah agar PPP kembali eksis.

“Saya diundang ya Insya Allah siap untuk diajak membicarakan langkah-langkah ke depan, utamanya menjelang Muktamar ini. Bagaimana ke depan PPP harus bengkit kembali, bisa solid dan kompak sehingga tahun 2029 bisa lolos parlemen,” ucapnya.

Terkait kegagalan masuk dalam gedung Senayan pada 2024 lalu, dirinya enggan berkomentar tentang penyebabnya. Yang jelas dia ingat pesan bapaknya, KH Maimoen Zubair (Mbah Maimoen) yang mengatakan sebagai partai Islam PPP ada saatnya tirakat tidak masuk gedung DPR RI. Tapi bisa tetap berfungsi memberi saran masukan perbaikan pemerintah dari luar.

“Soal penyebab kegagalan apa saya tidak mau berandai-andai, mungkin saja karena teguran Allah. Namun saya ingat betul kata Mbah Moen pada akhir-akhir itu (sebelum wafat, -red), PPP perlu tirakat, ada kalanya tirakat dari parlemen. kata Mbah Moen PPP ini partai yang harus ada untuk penyeimbang Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, saat ini PPP dipimpin oleh Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketua Umum sejak Mukernas September 2022. Pada pemilu legislatif lalu, PPP mengalami kenyataan pahit sepanjang sejarah, yakni tidak memiliki wakil di DPR RI.

Oleh karena itu, Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie berpendapat, untuk mewujudkan kejayaan PPP harus ada pergantian ketua.

“Sebagai solusinya ganti ketuanya, tidak bisa tidak, dia harus bertanggung jawab. Ini sudah mendesak, jangan mundur-mundur lagi,” katanya di tempat yang sama.

Dalam forum Buka Bersama Gus Yasin itu, para pengurus PPP, kiai, dan tokoh yang hadir sepakat mengusung Gus Yasin maju sebagi calon Ketua Umum. Selain mendapat banyak dukungan dari kader di bawah, Gus Yasin juga dianggap sebagai representasi pesantren.

“Tema Muktamar adalah kembalinya PPP ke pesantren, maka bismillah mulai hari ini kita ambil miqot (batas) untuk mengantarkan Gus Yasin maju Ketua Umum PPP. Kita kembalikan Ketua Umum kepada kiai pesantren Gus Yasin,” tambah KH Fadlolan Mussaffa’ LC, MA, Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pastikan Data Penerima Bansos Akurat, Gus Yasin Bahas Peran DTSEN dengan BPS dan Dinsos

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerima audiensi dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih di ruang kerjanya pada Kamis, (13/3/2025).

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menindaklanjuti kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang sebelumnya kunjungan kerja di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur, menyampaikan komitmennya untuk memastikan bahwa segala kewajiban pemerintah pusat yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial masyarakat dapat dijalankan dengan baik oleh pemerintah Jawa Tengah.

“Alhamdulillah pada hari ini kita menindaklanjuti kunjungan Pak Menteri Sosial dan Pak Wamen ke kami. Ada beberapa elemen yang dibawa untuk disinkronkan dan diinformasikan kepada kami. Pada prinsipnya, kami ingin mengawal apa yang menjadi kewajiban pemerintah, karena kewajiban dari pemerintah pusat itu juga bagian dari kewajiban kami,” ungkap Gus Yasin.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah mengenai Data Terpadu Sosial dan Ekonomi NASIONAL (DTSEN), yang menjadi pengganti dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Gus Yasin menegaskan pentingnya validasi data ini agar bisa lebih tepat sasaran, terutama dalam program-program yang membantu masyarakat miskin.

“Kami ingin lebih memberikan masukan-masukan supaya DTSEN itu yang nanti menjadi pengganti DTKS benar-benar bisa kita validasi, dan kita juga harus memberikan masukan ketika ada kemungkinan-kemungkinan,” tambahnya.

Menurutnya, salah satu kemungkinan yang muncul adalah mengenai kemungkinan adanya usul sanggah pada data sosial. Jika ternyata data yang disanggah masih berada di Desil 5, yaitu kelompok penduduk dengan pengeluaran moderat atau menengah, maka perlu ada penanganan lebih lanjut terkait hasil usulan tersebut. Apakah usulan tersebut dapat langsung diintervensi atau tetap harus masuk dalam daftar tunggu, seperti halnya prosedur pendaftaran haji yang memerlukan antrian panjang.

“Kalau haji antri, ya itu ibadah. Tapi kalau kemiskinan, masa iya mau dibantu harus antri dulu? Nah ini yang kami enggak mau. Kita ingin ada percepatan, kita juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Gus Yasin dengan tegas.

Lebih lanjut, Gus Yasin menjelaskan bahwa Pemprov Jateng memiliki program “Kartu Jawa Tengah Sejahtera” yang selama ini menggunakan data yang berasal dari luar DTKS. Dengan hadirnya DT-SEN yang akan menggantikan DTKS, Gus Yasin mempertanyakan bagaimana program “Kartu Jawa Tengah Sejahtera” ini, akan disesuaikan atau terpengaruh oleh perubahan tersebut.

“Kalau nanti DT-SEN memang benar-benar untuk orang miskin yang belum dapat diintervensi. Kami juga nanti akan usulkan bagaimana nasibnya Kartu Jateng Sejahtera kita,” Kata Gus Wagub itu.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga aktif melibatkan Pentahelix di Jawa Tengah, seperti JSA dan lainnya, yang perlu diberikan intervensi atau perhatian lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Ini saya nanti coba koordinasikan agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Upayakan Pemerataan Pembangunan Jawa Tengah, Gubernur Tarik Investor ke Bagian Selatan

Lingkar co Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berupaya melakukan pemerataan pembangunan di wilayah pemerintahannya. Salah satunya dengan mengembangkan investasi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Upaya tersebut dinilai sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan.

“Kita akan eksplorasi untuk investasi di wilayah selatan. Bisa di Banyumas atau Cilacap, sehingga antara wilayah selatan dan wilayah utara tidak ada deviasi yang mencolok,” kata Luthfi saat acara Silaturahmi Ramadan Keluarga Besar PLTU Cilacap di PT Sumber Segara Primadaya (S2P), Kabupaten Cilacap, Rabu, (12/3/2025).

Dijelaskan, langkah yang harus dilakukan yakni dengan menarik investor sebanyak-banyaknya ke wilayah Jawa Tengah. Baik investor dalam negeri maupun asing.

Mantan Kapolda Jateng ini menyatakan, investor dari Tiongkok sudah banyak melakukan investasi di Jawa Tengah. Mulai di wilayah bagian utara seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dan juga investasi PLTU di Cilacap.

“Tadi (Dubes) Tiongkok sudah menyampaikan akan membuka selebar-lebarnya investasi di wilayah kita. Ini potensi yang bagus sekali. Cilacap punya potensi wilayah sangat memungkinkan untuk kita kembangkan ke depan,” katanya.

Demi menunjang daya tarik investor dan pemerataan, Luthfi berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur, khususnya yang menghubungkan antara wilayah Jawa Tengah bagian selatan dengan bagian utara.

Selain itu, kolaborasi dan integrasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, sampai tingkat desa juga didorong dalam satu tarikan nafas.

Instruksi Gubernur Jateng; Tutup Tanggul Jebol di Sungai Tuntang Grobogan Dalam 2 Hari

Lingkar.co Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menginstruksikan penutupan tanggul jebol di Sungai Tuntang Kabupaten Grobogan maksimal 2 hari. Ada tiga titik tanggul yang jebol di sungai tersebut dengan ukuran berbeda-beda.

Jebolnya tanggul terparah ada di Desa Baturagung di Kecamatan Gubug. Kedua, tanggul di Desa Papanrejo di Kecamatan Gubug dan Satu titik tanggul jebol lainnya ada di Desa Sukoreko Kecamatan Tegowanu.

Instruksi itu diberikan Ahmad Luthfi usai melihat kondisi pengungsi di 3 titik kecamatan Gubug dan tanggul jebol di Baturagung. Saat mengecek lokasi, aliran air masih terus mengalir menggenangi rumah warga serta area pertanian.

“Prinsip, saya tidak mau tahu, besok sing penting buntu (tertutup tanggul yang jebol). Kalau ndak tertutup, kasihan, karena aliran air terus menggenangi rumah warga,” kata Ahmad Luthfi usai mengecek proses penutupan tanggul jebol di Baturagung, Selasa (11/3/2025).

Tenggat waktu 2 hari itu didasarkan pada progres serta penjelasan dari BBWS Pemali Juana selaku pihak yang bertanggungjawab pada Sungai Tuntang. Penutupan aliran air itu adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Langkah berikutnya yakni membenahi tanggul sebagaimana sediakala dan didorong dilakukan normalisasi. Harapannya, tak akan terjadi lagi jebol terlebih lagi di momen-momen penting seperti Idul Fitri beberapa pekan lagi. Ia menekankan, jika BBWS butuh alat maka Pemprov Jateng bakal mengupayakan.

Langkah kedua, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk normalisasi tanggul. Ia khawatir tanpa normalisasi maka tanggul akan kembali jebol. Ketiga adalah melakukan modifikasi cuaca agar saat masa perbaikan tanggul maka curah hujan berkurang. Modifikasi cuaca dilakukan setelah koordinasi denhan BMKG.

“Setelah jebolnya ditutup, maka dilakukan normalisasi. Alokasi anggaran dari pusat. Kemudian modifikasi cuaca,” jelasnya.

Penyebab utama jebolnya tanggul ini karena intensitas curah hujan ekstrem di wilayah hulu Rawapening. Intensitas mencapai 160,5 mm atau lebih dari 150mm sebagai batas status ekstrem.