Arsip Tag: Perempuan

Bukan Sekadar Hari Ibu, Tapi Hari Menghormati Peran Perempuan

Lingkar.co – Keterlibatan perempuan dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antar komunitas, akan membentuk lingkungan yang inklusif. Perempuan memiliki peran yang besar dalam menciptakan lingkungan yang rukun dan berkelanjutan.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin, MSI mengatakan hal tersebut saat sambutan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke – 97,Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada hari Jumat (19/12/2025) di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang.

“Saat perempuan dilibatkan dalam gerakan sosial, ruang komunitas, serta kegiatan yang berbasis gotong-royong, maka terbentuklah lingkungan yang lebih inklusif, peduli dan saling mendukung,” katanya.

Sebagaimana Tema Hari Ibu Tahun ini, “Perempuan Peduli Masyarakat Harmoni”, kata Ning Nawal, sapaan akrabnya, Hari Ibu menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat.

Hari Ibu, kata dia, bukan sekadar ‘Mother Day’ tetapi juga merupakan ‘Indonesia Women’s Day’, atau hari perempuan Indonesia. Hari untuk menghormati serta mengapresiasi peran, andil dan dedikasi perempuan di semua bidang kehidupan serta kesetiaan perempuan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu selaras dengan keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Yakni, dalam rangka memperingati diselenggarakannya Kongres Perempuan I di Yogyakarta, yang pada tanggal 22 – 25 Desember 1928. Kongres ini diikuti 30 organisasi perempuan, dan menghasilkan keputusan yang sangat penting dan relevan hingga saat ini .

Di antaranya, pembentukan organisasi Federasi Mandiri yang diberi nama Perikatan Perkumpulan Indonesia yang nantinya menjadi cikal bakal dari BKOW. Kemudian menerbitkan surat kabar yang diketuai Nyonya Hajar Dewantara, mendirikan studi found untuk membiayai pendidikan perempuan yang tidak mampu dan memperkuat pendidikan kepanduan putri.

“Hal lainnya adalah mencegah perkawinan anak memperbanyak sekolah-sekolah putri perempuan, bantuan keuangan untuk janda atau perempuan kepala keluarga dan anak-anak serta perlindungan hak-hak istri dalam perceraian,” urai Ning Nawal, yang juga kepanjangan tangan gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, dalam sambutan mewakili Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen, mengemukakan, peran ibu dalam rumah tangga sangat besar. Pada saat ini sudah banyak perempuan yang memiliki karya, termasuk peran dalam menopang ekonomi keluarga.

“Berdasarkan data pelaku UMKM di Indonesia, 64 persen adalah perempuan. Sehingga, jika tema Hari Ibu adalah perempuan peduli, saya yakin, perempuan sudah peduli, dari dulu sangat peduli. Sehingga momentum kali ini menjadi pengingat bagi kita untuk menghargai jasa para ibu,” kata Sumarno.

Perempuan juga memegang peran penting dalam pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan terbaik adalah dari keluarga. “Kalau kita ingin Indonesia Emas dengan SDM yang unggul, mari dimulai dari rumah, dari keluarga,” pungkasnya. (*)

Bukan Sekadar Arisan, Ning Nawal Tekankan Peran Krusial Kader PKK dalam Pemberdayaan Keluarga

Lingkar.co – Kegiatan PKK seringkali diasumsikan sebagai arisan, atau kumpul-kumpul para emak. Padahal, banyak hal yang bisa dilakukan kader dan Tim Penggerak PKK bersama masyarakat.

Hal itu ditekankan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), saat Podcast bersama Jateng Online Radio bertema “PKK Bukan Sekadar Arisan”, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Jateng, Senin (27/10/2025).

Nawal menyampaikan, kegiatan PKK bukan sekadar arisan. Namun, kader PKK memiliki peran krusial dalam pemberdayaan keluarga, melalui berbagai program unggulannya. Seperti, kader PKK turut membantu menguatkan ketahanan keluarga melalui pendampingan terhadap ibu hamil, yang diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan anak.

“Sebelum ibu hamil, kita sudah mempersiapkan bagaimana calon ibu ini menjadi ibu yang kemudian bisa kuat secara lahir batin, sampai dengan kematian ibu dan bayi menjadi urusan PKK juga,” kata istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Selain itu, TP PKK Jateng juga memiliki program penguatan karakter keluarga, melalui parenting dan pola asuh. Bahkan pihaknya memiliki modul parenting yang dijadikan panduan bagi ibu-ibu dalam mengasuh anak, di tengah pesatnya teknologi digital.

Program lainnya Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman bersama PKK). Fokusnya, mengajak keluarga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan, menambah pendapatan, serta menciptakan lingkungan yang indah dan nyaman.

“Kita juga banyak melakukan pelatihan-pelatihan bagaimana memberdayakan ekonomi keluarga, konsen juga terhadap pemberdayaan perempuan sebagai kepala rumah tangga, dengan memanfaatkan potensi daerah,” ungkap Nawal.

Untuk meningkatkan kesehatan keluarga, TP PKK Jateng memiliki program IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes sebagai deteksi dini kanker leher rahim. Hal itu diperkuat dengan Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang menghadirkan dokter spesialis kandungan dan bidan ke masyarakat. Speling merupakan program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.

“Dan ibu-ibu ternyata lebih butuh dokter jiwa, psikolog, dan kebanyakan dari mereka itu keluhannya adalah depresi, anxiety (perasaan cemas). Jadi ini juga diturunkan dalam Speling kita,” beber Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah ini.

Dia membanggakan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang berhasil menurunkan angka kematian ibu dan balita di Jawa Tengah. Dalam program itu, kader PKK ditugaskan memantau ibu-ibu sejak masa prahamil, kehamilan, hingga nifas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga Agustus 2025, tercatat 270 kasus kematian ibu dan bayi. Angka itu menurun dari 2024 yang mencapai 427 kasus.

Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng terus diperkuat dengan menginisiasi Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), yang menyediakan layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memantau kondisi janin di dalam kandungan.

“Jadi kader PKK ini dia mendampingi, memonitoring bagaimana perkembangan ibu-ibu hamil. Inovasi yang akan kita lakukan kita kolaborasi dengan Dinas Kesehatan. Untuk layanan cek kesehatan gratis itu ada layanan USG di program Kencan Bumil,” tandas Nawal. (*)

Pemimpin Tidak Harus Laki-laki, Ini Tiga Kriteria Calon Wali Kota Semarang Versi PKS

Lingkar.co – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menerapkan aturan pemimpin harus laki-laki. Bagi PKS, bakal calon wali kota Semarang yang bakal diusung memiliki tiga kriteria.

“Tidak (harus laki-laki), yang menjadi kriteria kita, satu responsif, kedua berpengalaman kemudian berpotensi menang,” kata ketua DPD PKS Kota Semarang, Suharsono seusai melakukan penjajakan terhadap petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu (29/5/2024) petang.

Responsif yang ia maksud dalam hal ini adalah mau merespons atau bisa berkomunikasi dengan PKS agar bisa bisa menjadwalkan waktu untuk mengikuti penjaringan..

“Kita di sini tidak membuka pendaftaran, tapi kita mengundang tokoh-tokoh yang berkomunikasi dengan PKS. Kemudian secara bergantian kita jadwalkan kita undang tapi kalau tidak berkomunikasi ya sudah, tidak kita undang,” terangnya.

Saat ditanya tentang kader PKS yang mungkin diusung, Suharsono menegaskan hal itu tergantung pada koalisi yang nantinya terbentuk. “Wakil kita opsional. Kalau memang ada kader PKS diterima ya kita ajukan, tapi memang kalau koalisi bersama ada yang lebih berkompeten ya tentu kita juga terbuka,” jawabannya.

Menjawab jumlah tokoh yang dilirik oleh PKS, ia mengatakan tidak ada target. Ia lantas menyebut ada tiga tokoh yang sudah mengikuti penjaringan di PKS, yaitu Soemarmo Hadi Saputro (mantan Wali Kota Semarang), Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi (DPR RI dari Partai Demokrat), dan bakal calon petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Pokok kalau ada komunikasi dengan PKS maka kita undang secara formal. Termasuk kemarin pak Marmo (Soemarmo Hadi Saputro) juga komunikasi, kita undang ke sini, ya baru tiga itu,” ungkapnya.

Terkait kecondongan untuk mengusung dalam koalisi, ia menyebut semua tokoh yang telah mengikuti penjaringan di PKS masih dinamis dan punya peluang sama. “Semua masih fifty-fifty,” tandasnya.

Kembali didesak terkait peluang mengajukan kader sebagai bakal calon wakil, ia mengaku ada mekanisme tersendiri dalam menjaring kader potensial. Ia mengungkapkan muncul beberapa nama termasuk dirinya. Kendati demikian, katanya, semua itu masih dalam taraf komunikasi karena yang utama adalah komunikasi antar partai politik untuk berkoalisi.

“Tapi kan semua masih dalam taraf komunikasi antar partai dan antar calon karena yang kita kita jalin sebenarnya komunikasi antar partai kan untuk memenuhi tiket maju,” urainya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Lantik Puluhan Perempuan, Perkuat Desa Ramah Perempuan di Kendal

Lingkar.co – Sebanyak 56 perempuan kepala keluarga diwisuda di Gedung Abdi Praja Kendal Kamis (23/11/2023). Nantinya, perempuan ini bakal berkontribusi kepada pemerintah desa agar memperkuat Desa Ramah Perempuan.

Koordinator Pendidikan Pekka Wilayah Jawa Tengah, Ayu Jayanti mengatakan, ada 56 perempuan dari 5 desa di Kecamatan Ringinarum yang diwisuda oleh Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kendal.

Para perempuan itu sudah mengikuti pembelajaran selama 6 bulan. Bahkan mendapat tugas akhir berupa karya tulis sebagai syarat wisuda.

“Mereka telah mengikuti pendidikan tentang perubahan keluarga. Dan nantinya mereka diserahkan ke pemerintah desa,” katanya.

Ayu melanjutkan, mereka yang telah diwisuda nantinya akan berkontribusi untuk pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Kemudian melakukan kegiatan kelompok yang melibatkan desa. Seperti mendirikan perpustakaan desa, bank sampah, dan membentuk forum anak.

“Yang sudah diwisuda harus melakukan kegiatan untuk memajukan desa,” lanjutnya.

Semantara Rohmah, alumni dari Desa Tejorejo mengatakan, banyak ilmu dan pelatihan keterampilan yang didapat. Bahkan, dia optimistis bisa merubah ekonomi keluarga di masyarakat dan desa.

“Kamu juga dilatih menbuat berbagai produk. Dan ini bisa jadi sumber pendapatan keluarga,” katanya.

Rencananya, Rohmah akan membentuk Pekka mart untuk menampung produk para perempuan Pekka yang sudah diwisuda. Itu supaya bisa dipasarkan bersama agar memiliki pendapatan.

“Pemasarannya melalui jaringan Pekka di Indonesia. Karena alumni harus produktif juga,” tambahnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Nadin Himaya

Kampung KB dan Desa Ramah Perempuan Peduli Anak di Kendal Lampaui Target

Lingkar.co – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal menggelar Penguatan Penyelenggaraan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Kegiatan tersebut dalam rangka peluncuran Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di eks Kawedanan Weleri, Kendal, Selasa (10/10/2023).

Kepala DP2KBP2PA Albertus Hendri Setyawan menjelaskan, launching Kampung KB di Kendal menjadi yang ke 203 desa, dan untuk program DRPPA terbilang baru kali pertama dilakukan di Kabupaten Kendal.

Dijelaskannya, DRPPA memiliki fungsi peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender.

Antara lain; peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.

“Per hari ini kita sudah melaunching 203 desa/kelurahan kampong KB, dan kita ditargetkan tahun ini 202 desa/kelurahan dari pusat,” ujarnya.

“Namun saat ini telah melebihi target jadi sisanya akan kita launching pada tahun depan. Kemudian untuk DRPPA di sini sudah ada 35 yang kita launching dan nanti akan segera kita launching lagi 50 desa,” imbuhnya.

Sementara terkait Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat kelurahan, yang terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.

Adapun pada kesempatan itu peresmian Kampung KB dan DRPPA di wilayah eks Kawedanan Weleri diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki.

Pihaknya meminta dengan adanya program nasional ini para pemangku wilayah Desa/Kelurahan juga sebaiknya bekerja dengan baik.

“Program Nasional ini sangat baik, mengingat saat ini era global tentu penguatan SDM sangat penting. Lebih lanjut untuk stunting juga tetap menjadi perhatian, target Kendal adalah Zero Stunting,” jelas Wakil Bupati Kendal.

Sebagai informasi, terdapat 10 indikator sebuah desa/kelurahan ditetapkan sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Antara lain adanya pengorganisasian perempuan dan anak di desa, tersedia data desa yang memuat data pilah tentang perempuan dan anak.

Selain itu, adanya Peraturan Desa tentang DRPPA, tersedia pembiayaan dari keuangan desa dan pendayagunaan asset desa untuk mewujudkan DRPPA melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa.

Kemudian, persentase keterwakilan perempuan di pemerintah desa, Badan Permusyawarahan Desa, Lembaga kemasyarkatan desa, dan Lembaga adat desa, persentase perempuan wirausaha di desa utamanya perempuan kepala keluarga.

Penyintas bencana dan penyintas kekerasan, semua anak di desa mendapatkan pengasuhan berbasis anak. Tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak dan korban tindak pidana perdagangan orang, tidak ada pekerja anak dan tidak ada perkawinan anak. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Konsisten Bangun Isu-isu Perempuan, Bintang Puspayoga Apresiasi Semangat Jateng

Lingkar.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengapresiasi Provinsi Jawa Tengah. Menteri yang akrab disapa Bintang Puspayoga ini menilai perempuan Jateng konsisten mendukung isu-isu perempuan di Indonesia, yang karena hal itu menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres Perempuan Nasional 2023 ini.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketua panitia dari BKOW yang sudah menginisiasi (isu) secara konsisten, komit ya,” kata Menteri PPPA usai menghadiri kongres di Auditorium Fakultas Teknik UNDIP Semarang, Kamis (24/8/2023).

“Tentunya apa yang menjadi tujuan daripada (kongres) ini untuk menjawab PR-PR kita. Tadi kami juga sudah sampaikan apa yang disampaikan oleh ketua panitia apa yang menjadi tujuan daripada kongres hari ini,” sambungnya.

Menurutnya, kongres bertema Demokrasi dan Kepemimpinan Menuju Satu Abad Indonesia ini sangat penting, sehingga dirinya merasa perlu hadir meski banyak agenda kegiatan. Ia juga berkepentingan untuk menjawab semangat para perempuan yang hadir di Kongres Perempuan Nasional di Jateng tersebut.

“Sebenarnya hari ini, hari yang tidak mungkin saya bisa hadir di sini (kongres perempuan nasional). (Saya hadir) Untuk menjawab semangat ini, kerja keras yang dilakukan, kita harapkan (hasil kongres) menjadi rujukan rekomendasi tidak dilakukan di Jateng saja tapi juga bisa menjadi rujukan rekomendasi untuk perempuan Indonesia,” ujarnya.

Menteri Bintang Puspayoga mengingatkan, dalam kongres yang digelar selama tiga hari tersebut akan mendiskusikan beberapa isu mengenai perempuan. Salah satunya, mengenai keterwakilan perempuan pada kontestasi Pemilu 2024 mendatang.

Oleh karenanya, diperlukan upaya bersama berbagai pihak agar isu-isu yang dibahas nantinya bisa menghasilkan gagasan bagi kaum perempuan.

“Kita harapkan apa yang menjadi rekomendasi ini tidak sebatas lembaran kertas, ya kita akan bergerak bersama untuk implementasi nyata dari rekomendasi. Karena isunya kan memang isu yang di era kekinian, yang krusial yang dihadapi oleh perempuan yang tentunya kita harus bergerak bersama untuk isu ini,” tandasnya.

Sementara, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Nawal Nur Arafah Yasin, mengatakan menuju satu abad kemerdekaan Indonesia, masih banyak isu-isu terkait perlindungan perempuan dan anak yang perlu diselesaikan.

Menteri PPPA didampingi Wagub Jateng dan Ketua BKOW Jateng saat menerima awak media. Foto: istimewa

Melalui kongres ini ia berharap seluruh pegiat perempuan dapat terkoneksi dan saling bersinergi menghadapi tantangan pekerjaan terkait demokrasi dan kepemimpinan perempuan dengan budaya, media, lingkungan, hukum dan HAM, serta prioritasnya adalah mengenai keterwakilan perempuan dalam kontestasi Pemilu 2024.

“Ini penting, menurut saya, menghadapi di tahun 2045 satu abad kemerdekaan Indonesia. Bagaimana perempuan ini saling terkoneksi, bisa menghasilkan ide dan gagasan yang nanti bisa jadi solusi untuk pemberdayaan perempuan,” kata Nawal.

Kongres ini diikuti sebanyak 1000 peserta dari 24 provinsi. Kongres tersebut dibuka secara langsung oleh Menteri Bintang Puspayoga didampingi Ketua BKOW Jateng Nawal Arafah Yasin, Ketua Penggerak PKK Jateng Siti Atiqoh Ganjar Pranowo, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Wagub Taj Yasin menambahkan, jika Jawa Tengah sangat mendukung perempuan turut membangun negeri ini. Bahkan ia menyebut banyak perempuan yang menjadi bupati/wali kota. Selain itu, banyak ASN perempuan di lingkungan Pemprov Jateng yang menduduki jabatan strategis.

Wagub juga menegaskan dirinya bersama Gubernur Ganjar Pranowo sangat mendukung upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Berbagai program seperti Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dan Jo Kawin Bocah, dicanangkan untuk menangani beberapa persoalan, diantaranya stunting, serta kematian ibu dan anak.

“Kami di Pemprov Jateng, saya mendampingi Mas Ganjar betul-betul merasakan bahwa perempuan ini juga kita hormati betul,” tuturnya.

“Mulai dari perda kita tentang Ketahanan Keluarga itu juga (mengandung) terhadap perlindungan. Kita kalau bicara kematian ibu dan anak, kita ada program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Kita jemput bola kepada para ibu (hamil) supaya angka KIA bisa kita tekan,” paparnya.

Terakhir, Wagub berpesan, hasil kongres perempuan perlu disuarakan secara masif. Agar, masyarakat juga semakin sadar akan peran perempuan di negeri ini. Ia mendukung perempuan agar bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Supaya di masa yang akan datang, mereka mampu menjadi pemimpin. Oleh karenanya, Pemprov Jateng berupaya menekan pernikahan anak.

“Artinya ini memberi peluang kepada para perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Kami mendorong itu. Karena bagaimanapun juga peran perempuan kami rasakan betul. Kita di Jateng kalau tidak ada ketua PKK dan ketua BKOW, ya rasanya program kami tidak akan terselenggara, tersampaikan ke masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Padmasari Mestikajati Sebut Perempuan Golkar Fokus Bantu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Lingkar.co – Politisi Golkar Jateng, Padmasari Mestikajati, fokus memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang jadi korban kekerasan.

Bukan tanpa alasan, Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jateng, itu menyebut, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi.

“Perempuan Partai Golkar fokus terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang banyak terjadi,” ucapnya, usai pendaftaran caleg di Kantor KPU Jateng, Sabtu (13/5/2023).

Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng periode 2019-2024 itu, mengaku, akan bertindak tegas terhadap perlakuan kekerasan kepada perempuan dan anak.

“Perempuan di Golkar fokus pada stop kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ucap anggota Komisi C DPRD Jateng tersebut.

“Banyak di medsos kasus seperti itu, tapi hanya segelintir dari kasus-kasus yang banyak tentang kekerasan pada perempuan pada anak,” sambungnya.

Diketahui, Padmasari, kembali maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Jateng, dari Partai Golkar pada Pemilu 2024.

Padmasari Mestikajati menegaskan, perlindungan dan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan sebagai jalur perjuangannya bersama Golkar.

“Sampai sekarang, Golkar satu satunya partai yang punya pelayanan perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Padma, sapaan akrabnya. 

Sebagai bukti kata dia, Golkar Jateng menyediakan layanan pengaduan dan pendampingan bagi perempuan dan anak yang jadi korban kekerasan.

“Ada di kantor Partai Golkar Jateng, kita juga punya nomor online dan juga sudah beberapa kali menerima pengaduan dan juga mengadakan pendampingan,” jelasnya.

Selain itu, kata Padma, pihaknya juga melakukan pemberdayaan perempuan di masyarakat.

“Yang lain juga kita pikirkan, intinya pemberdayaan perempuan di masyarakat,” ucap Padma.

Sebagai informasi, berdasarkan data Legal Resources Center untuk Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM), pada periode 2017-2021 terdapat 1.249 kasus kekerasan terhadap perempuan di Jateng.

Bahkan, data LRC-KJHAM pada Januari-November 2022 tercatat 124 kasus, dengan 147 perempuan menjadi korban. 

Peran Perempuan Sangat Penting

Pada kesempatan tersebut, Padma juga menilai, peran perempuan dalam partai politik sangat penting.

“Peran perempuan di partai politik saya rasa krusial,” ucapnya.

Karena menurutnya, dengan adanya pembangunan secara menyeluruh, dapat menciptakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

“Pembangunan sekarang pembangunan menyeluruh, jadi adanya kesetaraan perempuan dan laki-laki. Perempuan dinilai sebagai motor keluarga,” kata Padma.

Menurutnya, dengan adanya perwakilan perempuan di partai politik dapat menjadi harapan dalam menyuarakan kepentingan perempuan dalam masyarakat.

“Semoga dengan adanya perwakilan di partai politik, menjadikan perempuan di masyarakat merasa terlindungi hak-haknya,” ucap Padma.

“Harapannya yang menjadi wakil di partai politik bisa meyuarakan kepentingan perempuan di masyarakat,” pungkasnya.

Padma menambahkan, dengan kesetaraan, perempuan bisa menjadi apa saja dengan kemauan dan kemampuan yang dimiliki.

“Perempuan bisa menjadi apa saja yang mereka mampu dan mau, perlindungan itulah yang kami perjuangkan,” pungkas Padma.***

Penulis: Alan Henry

Editor: M. Rain Daling

Dorong Kabupaten/Kota Susun Perda RAN PE, Gubernur Jateng Ingatkan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dan Kelompok Perempuan

Lingkar co – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk membuat rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme (RAN PE).

Ia ingatkan juga, peran sicil society dan kelompok perempuan dalam penyusunan peraturan tersebut sangat penting sebagaimana pembuatan Pergub Jateng nomor 35 tahun 2022.

“Ternyata kita termasuk yang pertama ya dari Pergub ini, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menginspirasi,” kata Ganjar usai menjadi keynote speech dalam acara Kenduri Perdamaian dengan tema ‘Cegah Terorisme Jateng Gayeng’ di Kampung Percik, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (28/3/2022).

“Tapi intinya bagaimana mencegah kekerasan, mencegah gerakan-gerakan radikalisasi. Kemudian partisipasi dari masyarakat banyak dalam hal ini,” imbuhnya

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, Pergub Jateng nomor 35 tahun 2022 dibuat setelah melalui pembahasan dengan melibatkan kelompok masyarakat dan kelompok perempuan.

Ia paparkan, Pergub tersebut berisi tentang pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada aksi terorisme di Jateng.

Menurutnya, adanya peraturan tentang pencegahan paham radikal dan intoleran tersebut saat ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk penghargaan dari Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT).

Jawa Tengah bersama Sekolah Damai yang diinisiasi Wahid Foundation telah menerima penghargaan tersebut beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Tadi yang mendapatkan apresiasi adalah, ini dibuat dengan melibatkan peran civil society, ini dibuat dengan partisipasi kelompok perempuan sehingga gender mainstreamnya tampak begitu,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, Gubernur berharap, semua elemen masyarakat berkomitmen menjalankan rencana aksi tersebut.

“Mudah-mudahan semua melakukan. Kalau semua mau melakukan, nanti saya minta saja seluruh kabupaten/kota membuat semacam ini,” ucapnya.

Ia lantas menjelaskan, peraturan itu merupakan implementasi lanjutan dari Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme (RAN PE).

Gubernur berharap, dari adanya Pergub, pencegahan tindakan radikal bisa dilakukan dengan cara yang lebih halus. Misalnya melalui cara yang berbudaya dengan melibatkan masyarakat dan kelompok perempuan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam penyusunan Perda itu termasuk menggandeng eks napiter. Para eks napiter itu akan memberikan edukasi dan pemahaman tentang pola penyebaran faham radikal serta bagaimana mencegah atau menangkalnya.

“Dengan cara itu insya Allah pencegahan tindakan radikal bisa dilakukan dengan lebih soft (halus). Maka tadi kami bawa narasumber yang andal, mantan teroris dan ia menceritakan hal-hal yang penting,” ungkapnya.

Ganjar juga mengingatkan agar orangtua memantau anak-anak di sekolah agar jangan sampai terindikasi terlibat dalam paham radikal-intoleran.

“Awas di sekolah, hati-hati orangtua untuk mengawasi anak, dan mereka bisa berafiliasi dengan gerakan-gerakan yang lain. Mudah-mudahan Pergub ini menginspirasi yang lain untuk mau melakukan juga,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Lantik Wali Kota Semarang, Ganjar Sebutkan Pemimpin Perempuan Terbanyak dari PDIP

SEMARANG, Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik Hevearita G. Rahayu sebagai Wali Kota Semarang, sisa masa jabatan 2021-2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (30/1/2023).

Pada kesempatan itu, Ganjar mengatakan, saat ini ada sembilan kepala daerah perempuan di Jawa Tengah. Tujuh di antaranya kader dari PDI Perjuangan. Antara lain Bupati Purbalingga, Bupati Klaten, Bupati Sukoharjo, Bupati Demak, Bupati Grobogan, dan Bupati Sragen.

Spesial bagi Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita, karena menjadi wali kota perempuan pertama dalam sejarah Pemerintahan Kota Semarang.

Ganjar mengatakan, Jawa Tengah jadi provinsi terbanyak se-Indonesia kepala daerah perempuan.

Lebih lanjut Ganjar membeberkan, PDI Perjuangan adalah partai yang melahirkan kepala daerah perempuan terbanyak. Dari 43 kepala daerah perempuan di seluruh Indonesia, 14 di antaranya adalah kader PDI Perjuangan.

Jika ditambah dengan 9 wakil kepala daerah, maka PDI Perjuangan kini memiliki 25 pemimpin daerah perempuan.

“Inilah manifestasi spirit Marhaenisme dan Sarinah di era modern,” ucap Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu lantas mengutip pemikiran Bung Karno dalam buku Sarinah, yakni ‘Yang mula-mula induknya kultur, dialah pembangun kultur yang pertama. Dia dan bukan laki-laki. Dialah pembentuk pembangun peradaban manusia yang pertama’.

Prestasi Pemimpin Perempuan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik Hevearita G. Rahayu sebagai Wali Kota Semarang, sisa masa jabatan 2021-2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan arahan seusai melantik Hevearita G. Rahayu sebagai Wali Kota Semarang, sisa masa jabatan 2021-2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang (Foto: dokumentasi)

Ketua PP Kagama itu mencontohkan progresifitas Bupati Grobogan. Ia mengajukan pinjaman Rp115 miliar untuk percepatan pembangunan 19 kecamatan di Grobogan.

Terobosan brilian ini mengatasi APBD Grobogan yang sangat kecil untuk biaya pembangunan.

Ganjar sebut juga Sri Mulyani, Bupati Klaten yang menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional untuk mengembangkan Padi Rojolele. Hingga melahirkan varietas Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk yang punya usia tanam lebih pendek dan tahan hama. Harganya pun lebih tinggi.

“Hebatnya kader-kader perempuan PDI Perjuangan ini bukan hasil sulapan. Mereka kader beneran, berjuang dari bawah, bukan hasil comotan dari kiri kanan. Kita meraihnya dengan perjuangan sangat panjang,” tegas Ganjar disambut riuh tepukan tangan para hadirin.

Capaian ini, lanjut Ganjar, tak lepas dari perjuangan Megawati mengawal lahirnya Undang-undang Penghapusan Kekerasan Rumah Tangga, Undang-undang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri, hingga Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Semua undang-undang itu lahir dalam rangka untuk menjaga harkat dan martabat perempuan. Termasuk pemantapan kaderisasi lewat program khusus pendidikan bagi kader perempuan. Waktu itu, kebetulan saya dapat tugas jadi pemateri dalam kursus kader perempuan di Ciawi Bogor,” katanya.

Pembangunan Kota Semarang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melantik Hevearita G. Rahayu sebagai Wali Kota Semarang, sisa masa jabatan 2021-2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang. (Foto: dokumentasi)

Adapun di Kota Semarang saat ini, kata Ganjar, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ganjar menegaskan, siap menghasilkan kolaborasi solutif dengan Wali Kota Semarang.

“Mbak Ita, saya mendorong terus untuk mengoptimalkan seluruh potensi Kota Semarang. Mulai perdagangan, industri, transportasi, pendidikan, wisata hingga persoalan infrastruktur,” ujarnya.

Soal rencana pembangunan Simpang Lima Underground dan reaktivasi jalur trem, Ganjar menilai dua hal itu bakal mengungkit Kota Semarang semakin maju.

“Titip juga Mbak Ita, potensi anak muda. Mereka yang bergerak di dunia teknologi, E-Sport, UMKM, seni budaya sampai olahraga. Dengan fasilitas yang tepat, Semarang pasti akan lebih hidup kotanya,” ucapnya.

Terinspirasi dari pertunjukan sendratari di Candi Prambanan, Ganjar yakin hal serupa bisa dilakukan di Kota Lama. Misalnya dengan pertunjukan soal Riwayat Gula. Atau mengemas ulang pertunjukan wayang orang Ngesti Pandawa agar lebih menarik bagi wisatawan.

Termasuk juga persoalan rob dan banjir yang masih terjadi di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Ganjar mengajak Walkot Semarang yang baru untuk mengawasi beberapa pekerjaan besar seperti Jalan Tol Semarang-Demak yang sekaligus jadi tanggul laut.

“Termasuk rencana pembangunan kolam retensi di Terboyo yang kita harapkan mampu mengendalikan rob dan banjir di Kota Semarang,” ujarnya.

Ganjar juga mengatakan hal paling penting yang selalu ditekankan Megawati, yakni untuk menjaga amanat dan selalu turun menemani rakyat.

“Kita para kepala daerah untuk selalu menjaga amanat rakyat, agar kita tak pernah lelah turun menemani masyarakat, duduk dan nglesot bersama rakyat, karena jabatan cuma mandat,” tandasnya.

Hevearita G Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, dilantik sebagai Wali Kota Semarang sisa masa jabatan 2021-2026. Mbak Ita menggantikan Hendrar Prihadi yang kini menjabat Kepala LKPP RI. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Gus Yasin Minta Industri Pastikan Keamanan Bekerja Bagi Ibu Hamil

KAB. SEMARANG, Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai target penurunan stunting di angka 14 persen pada 2024.

Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, merangkul kalangan industri untuk memberi perhatian pada pekerja perempuan yang sedang hamil.

Saat menghadiri kegiatan Pencanangan Bulan Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Dusun Semilir, Kamis (26/01/2023), Wagub meminta perusahaan, terutama yang skalanya sudah besar untuk memiliki ruang pemeriksaan ibu hamil.

Sebab, menurutnya, perempuan hamil memiliki risiko lebih besar terpapar berbagai permasalahan kehamilan di industri tempat ia bekerja, dibandingkan perempuan yang tidak hamil.

Gus Yasin menyebut faktor risikonya sangat beragam. Misalnya bau menyengat dan suara yang bising.

“Termasuk kami memiliki program di Jateng ini untuk penurunan stunting yaitu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng,” ucap Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Itu juga kita terapkan di perusahaan-perusahaan. Setiap perusahaan itu memiliki ruangan khusus untuk pemeriksaan para ibu hamil, yang saat ini bekerja di perusahaan,
Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen menghadiri kegiatan Pencanangan Bulan Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Dusun Semilir (Foto: dokumentasi)

“Itu juga kita terapkan di perusahaan-perusahaan. Setiap perusahaan itu memiliki ruangan khusus untuk pemeriksaan para ibu hamil, yang saat ini bekerja di perusahaan,” urainya.

Lebih jauh, Gus Yasin menjelaskan, perusahaan harus mengutamakan keselamatan dan keamanan setiap pekerja saat bekerja.

Di dalamnya termasuk memberikan perhatian keselamatan dan keamanan bekerja bagi para ibu hamil.

Sejalan dengan hal itu, Gus Yasin berharap, perusahaan-perusahaan skala menengah dan kecil di Jawa Tengah lambat laun akan memberikan perhatian yang sama bagi ibu hamil.

“Kami punya harapan lagi, bukan hanya di perusahaan besar, akan tetapi juga sampai ke perusahaan-perusahaan yang skala-skala UKM, menengah kecil,” tandasnya.

“Ini juga harus diperhatikan. Kita kampanye bareng-bareng sehingga seluruh masyarakat yang ada di Jateng, khususnya yang ada di perusahaan-perusahaan di Jateng ini benar-benar safety-nya muncul,” pesannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat