Arsip Tag: ekonomi digital

Bupati Gorontalo Tetapkan Isimu Jadi Kawasan Kuliner

Lingkar.co – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati yang menetapkan salah satu area di Desa Isimu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo sebagai kawasan kuliner.

Menurut dia, penetapan daerah tersebut sebagai salah satu kawasan kuliner yang legal merupakan langkah konkret dalam penguatan legalitas.

Dengan demikian ia berharap para pedagang memiliki payung hukum yang kuat dan kawasan tersebut memiliki ciri khas yang diakui secara daerah.

Selain legalitas, Bupati juga memaparkan strategi pemberdayaan ekonomi dengan menugaskan 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pengampu bagi kemajuan UMKM. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di setiap wilayah.

“Kami ingin UMKM kita naik kelas. Melalui penetapan kawasan kuliner dan pendampingan dari OPD, pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem usaha masyarakat terus berkembang,” terangnya saat hadir pada malam puncak Karnaval Wisata dan Budaya Ketupat Street Coffee Isimu, di Desa Isimu Selatan, Jumat (27/03/2026).

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi ekonomi digital dan pariwisata daerah.

Bupati Sofyan mengaku bangga atas kemajuan UMKM di kawasan Isimu yang kini telah merambah ekosistem digital.

Hal itu nampak dari seluruh transaksi kuliner di kawasan tersebut kini diarahkan menggunakan sistem pembayaran nontunai (digitalisasi) dengan QRISS.

“Pelaksanaan kegiatan ini sangat luar biasa. Apalagi, seluruh pelaku UMKM di sini telah mendapatkan pendampingan untuk penerapan pembayaran nontunai. Alhamdulillah, saat ini transaksinya sudah berjalan secara digital,” ungkap Sofyan. (*)

Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025

Lingkar.co – PT Pegadaian mencatat lonjakan signifikan pada kinerja transformasi digital sepanjang tahun 2025. Jumlah transaksi digital perusahaan tumbuh hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring penguatan strategi digital melalui platform terintegrasi Tring!.

Berdasarkan data perusahaan, pada 2024 Pegadaian membukukan 8,02 juta transaksi digital dengan 1,34 juta nasabah aktif melalui aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital. Fondasi tersebut berkembang pesat pada 2025 dengan total transaksi digital melampaui 34 juta transaksi atau tumbuh sekitar 324 persen secara tahunan.

Jumlah nasabah aktif transaksi digital tahunan juga meningkat tajam menjadi lebih dari 4,6 juta nasabah, atau naik 244 persen YoY. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital Pegadaian.

Direktur TI & Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengatakan akselerasi digital perusahaan diperkuat melalui kehadiran Tring! yang mengintegrasikan dua aplikasi sebelumnya, yakni Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital.

“Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, Tring! telah mencatatkan lebih dari 3 juta nasabah yang melakukan onboarding, dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp21 triliun,” ujar Yos dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).

Selain dari sisi volume transaksi, Pegadaian juga menjaga kualitas layanan digital. Hal itu tercermin dari rating aplikasi Tring! yang konsisten berada di atas angka 4,0 pada platform Android maupun iOS.

Memasuki 2026, Pegadaian berkomitmen melanjutkan transformasi digital secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Pada Januari 2026, perusahaan merilis pembaruan aplikasi Tring! versi 8.3.0 untuk meningkatkan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan transaksi nasabah.

Pembaruan tersebut menghadirkan sejumlah fitur baru, di antaranya pembayaran gadai untuk pihak lain, pembayaran gadai titipan emas, serta peningkatan fleksibilitas transaksi mikro guna mendukung pelaku usaha kecil.

“Transformasi digital akan terus kami dorong untuk menciptakan ekosistem layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Yos.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memperluas edukasi dan sosialisasi layanan digital kepada masyarakat.

“Pegadaian Kanwil XI Semarang akan terus meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi masif dan sosialisasi aplikasi Tring!, agar nasabah dapat memanfaatkan seluruh produk Pegadaian secara digital,” ujar Edy.

Ia menegaskan, peningkatan transaksi digital menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan pengalaman transaksi yang aman serta berkesan bagi masyarakat. ***

Dampingi Pelaku UMKM Menuju Ekonomi Digital

Lingkar.co, Sebanyak 140 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal mulai mengikuti pelatihan digital marketing dan uji kompetensi yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kendal. Kegiatan berlangsung selama 10 hari, mulai 24 November hingga 3 Desember 2025, dan seluruh proses pelatihan diberikan secara gratis.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, didampingi Kepala Disdagkop UKM Kendal Toni Ari Wibowo, Ketua TP PKK Kendal Niken Larasati, serta Ketua Karang Taruna Kendal Nattaya Kenenza. Pelatihan ini mendapat antusias tinggi dari para pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam pemasaran digital.

Bupati Kendal menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Kendal untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku usaha lokal. Selain pembekalan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat resmi yang diakui secara nasional.

“Pelatihan digital marketing dan uji kompetensi ini dilaksanakan dengan pembiayaan yang besar dan durasi cukup lama, yaitu 10 hari. Materinya lengkap, dan kami berharap seluruh peserta dapat lulus uji kompetensi serta memanfaatkan digital marketing untuk meningkatkan produktivitas mereka,” ujar Bupati Tika, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan, Pemkab Kendal akan terus mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar global, sehingga dapat naik kelas dan memperluas jangkauan pemasaran.

Sementara itu, Kepala Disdagkop dan UKM Kendal Toni Ari Wibowo menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta peningkatan kualitas produk.

Setidaknya terdapat 14 materi digital marketing yang diberikan dalam pelatihan ini. Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian materi, peserta kemudian akan menjalani uji kompetensi sebagai syarat mendapatkan sertifikat resmi.

“Sebanyak 140 peserta akan mengikuti pelatihan dan pada akhir kegiatan mereka akan diuji kompetensi. Standarisasinya tinggi, dan kita berharap semua peserta lulus. Nantinya peserta akan mendapatkan dua sertifikat: sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi digital marketing,” jelas Toni.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Kendal berharap UMKM lokal semakin siap menghadapi persaingan pasar dan mampu meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk mereka melalui pemanfaatan teknologi digital. (*)

Sinergi UIN Raden Mas Said dengan GP Ansor Jateng Bangun Ketahanan Wisata Bahari Karimunjawa

Lingkar.co – Tim Pengabdian Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta bersinergi dengan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat dan penanaman mangrove di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Senin (20/10/2025).

Kegiatan bertajuk Coastal Literasi Camp dengan tema “Penguatan Literasi Budaya dan Kearifan Lokal Bagi Pemuda Pesisir Karimunjawa” ini akan berlangsung hingga Rabu (22/10/2025).

Acara tersebut melibatkan PC GP Ansor Jepara, perangkat desa, pemuda, serta masyarakat Desa Kemujan. Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan pelatihan fotografi, videografi, dan literasi digital bagi pemuda pesisir.

Kepala Tim Pengabdian UIN Raden Mas Said, Ainun Yudhistira, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan manfaat ilmiah dan praktis kepada masyarakat.

“Kami mengajak PW GP Ansor Jawa Tengah untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat Desa Kemujan yang mayoritas Nahdliyin dan pemudanya aktif di Ansor. Berkat dukungan mereka, koordinasi dan pelaksanaan program berjalan lancar,” ujar Ainun.

Ia menambahkan, kegiatan pengabdian ini telah dirancang dalam jangka panjang agar manfaatnya lebih terasa bagi warga pesisir.

Ansor Dorong Pengembangan Wisata dan Fasilitas Publik Karimunjawa

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H. Shidqon Prabowo, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.

“Kami berterima kasih kepada Tim Pengabdian UIN Raden Mas Said dan perangkat Desa Kemujan yang telah melibatkan Ansor dalam kegiatan ini. Ke depan, kami berharap terjalin kerja sama yang lebih luas dalam berbagai program,” katanya.

Shidqon juga memberikan masukan kepada pihak kecamatan dan pengelola wisata Karimunjawa agar memperhatikan kebersihan dan representasi fasilitas publik, seperti pelabuhan yang dinilai kurang terawat.

“Selain wisata alam, Karimunjawa juga memiliki potensi wisata religi dengan adanya makam waliyullah Mbah Nyamplungan dan Mbah Legok Kluwak. Kedua lokasi ini perlu dikembangkan agar para peziarah lebih nyaman dan potensi wisatanya dikenal luas,” tambahnya.

Sementara itu, Mas’udi Dwi Jayanto, Petinggi Desa Kemujan, memberikan apresiasi kepada UIN dan GP Ansor atas kontribusinya terhadap masyarakat pesisir.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Wisata Alam
Usai kegiatan penanaman mangrove, acara dilanjutkan dengan pelatihan fotografi dan videografi wisata alam yang dipandu oleh jurnalis wisata M Husni Mushonifin, yang dikenal sering mengulas keindahan Pulau Karimunjawa.

Dalam sesi pelatihan, Aji Ervanto, fotografer dan videografer profesional asal Purbalingga yang bekerja sebagai freelancer di perusahaan Jepang dan kuliah di University of The People California, menjelaskan beberapa teknik dasar pengambilan gambar.

Beberapa teknik yang diperkenalkan antara lain:

Establishing Shot – menampilkan suasana luas atau pemandangan untuk memperkenalkan lokasi (contoh: panorama pantai Karimunjawa dari ketinggian).

Tracking Shot – pengambilan gambar yang mengikuti pergerakan objek (contoh: merekam nelayan berjalan menuju perahu).

Detail Shot – fokus pada objek kecil atau detail penting (contoh: tangan menanam bibit mangrove).

Pan Shot – kamera digerakkan secara horizontal untuk menampilkan area sekitar (contoh: menggeser pandangan dari dermaga ke laut).

Tilt Shot – kamera digerakkan vertikal dari bawah ke atas atau sebaliknya (contoh: dari pasir pantai ke langit biru).

POV (Point of View) Shot – menampilkan sudut pandang seolah dari mata subjek (contoh: pemandangan laut dari perspektif orang yang berdiri di perahu).

“Memfoto dan merekam video bukan sekadar menekan tombol kamera. Ada cerita dan jiwa yang harus dihidupkan di dalamnya,” ujar Aji.

Pemanfaatan AI untuk Seni dan Pemasaran Digital

Narasumber berikutnya, Wijayanto, seorang konten kreator, desainer grafis, dan pelaku digital marketing, menyampaikan bahwa karya seni kini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga bisa mendukung perekonomian masyarakat.

“Seni grafis dengan bantuan AI bisa digunakan untuk mempromosikan produk UMKM, destinasi wisata, hingga personal branding tokoh. Misalnya, membuat poster wisata Pantai Batu Topeng dengan gaya ilustrasi AI,” jelasnya.

Wijayanto juga mengajarkan peserta cara menggunakan teknologi AI untuk mendukung proses kreatif, seperti membuat prompt (perintah teks) secara detail, serta melakukan koreksi berulang agar hasilnya maksimal.

Menurutnya, alat yang digunakan bisa disesuaikan dengan kemampuan peserta, mulai dari kamera profesional hingga ponsel. Untuk pengeditan, peserta diajarkan memakai Canva dan Gemini untuk foto, CapCut untuk video, serta Suno AI untuk menambahkan musik latar.

Kegiatan Coastal Literasi Camp ini menjadi wadah kolaboratif antara dunia kampus, organisasi kepemudaan, dan masyarakat pesisir. Selain menanam mangrove, kegiatan ini juga menanamkan semangat literasi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan bagi generasi muda Karimunjawa. (*)

Penulis: Husni Muso

Aplikasi Digital Asal Semarang Tembus 42 Besar Jagoan Indonesia 2025

Lingkar.co – Geliat inovasi digital dari anak muda Kota Semarang kembali mencuri perhatian. Aplikasi Spartav, platform digital advertising yang berbasis pemberdayaan masyarakat, berhasil menembus 42 besar dari ratusan peserta yang mengikuti program inkubasi bisnis Jagoan Indonesia 2025. Program ini, digelar oleh Bappeda Kota Semarang bersama mitra-mitra strategis nasional dalam rangkaian ajang Semarak Muda 2025.

Spartav, akronim dari Smart Partnership Advertising Virtual, merupakan aplikasi yang dirancang untuk menjembatani pelaku UMKM lokal dengan jejaring komunitas digital.

Di dalamnya, individu yang tergolong ultra-nano influencer (pengguna media sosial dengan pengikut di bawah 1.000 orang) diberdayakan untuk menjadi “pasukan iklan” yang membantu menyebarluaskan konten promosi bisnis lokal.

‎“Aplikasi ini kami rancang sebagai media promosi alternatif yang murah, mudah diakses, dan berbasis partisipasi komunitas. Siapa pun bisa terlibat, dari mana saja,” ujar Yanuar Aris Budiharto, Founder Spartav, Sabtu (2/8/2025).

Menurut Yanuar, Spartav hadir sebagai respons atas dua tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini: ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan terbatasnya lapangan pekerjaan, serta rendahnya daya saing promosi digital bagi UMKM.

Dengan memanfaatkan jaringan warga biasa sebagai media penyampai pesan digital, Spartav mencoba mengubah masyarakat dari konsumen pasif menjadi agen distribusi aktif.

Lewat tampilan antarmuka yang sederhana, pelaku UMKM dapat mengunggah produk, menjadwalkan kampanye promosi, memilih kanal distribusi—seperti WhatsApp, Instagram, atau TikTok—dan memantau jangkauan kontennya secara real-time.

‎“Yang kami bangun bukan hanya aplikasi, tapi juga ekosistem gotong royong digital,” kata CEO Eventrue, sebuah agensi branding dan pemasaran digital yang berbasis di Semarang.

Sebagai alumni Fisipol Universitas Wahid Hasyim Semarang, Yanuar menegaskan bahwa Spartav bukan sekadar proyek teknologi, melainkan juga upaya kolektif membangun kesadaran digital inklusif.

Saat ini, kata dia Spartav telah menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi, mulai dari koperasi desa, pesantren, jaringan alumni vokasi, hingga komunitas pemuda.

“Pasukan iklan kami sudah tersebar di berbagai wilayah dan terus bertambah setiap bulan. Target kami, Spartav dapat memberdayakan ratusan ribu individu sekaligus memperluas jangkauan pemasaran ribuan UMKM hingga akhir 2025,” ucapnya optimistis.

Spartav menjadi salah satu dari 42 peserta yang terpilih dari total 294 tim bisnis yang diseleksi dalam ajang Jagoan Indonesia 2025. Para finalis ini, berhak mengikuti program inkubasi selama tiga bulan, mencakup pelatihan intensif, pendampingan, dan kesempatan pitching di hadapan investor serta pemangku kepentingan nasional.

Beberapa nama mentor yang turut terlibat dalam program ini antara lain Dias Satria (Jagoan Indonesia), Pukka Simbolon (Capcapung), Danar Indra (Carabicara), Hari Obbie (Kamu Juga Bisa), dan Arif Bawono (Let’s Play Indonesia).

Bagi Yanuar dan timnya, capaian ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pembuktian. “Kami berterima kasih kepada Bappeda Kota Semarang yang membuka ruang bagi talenta muda untuk berkontribusi lewat karya nyata. Spartav bukan sekadar aplikasi, tapi simbol dari ikhtiar membangun ekonomi digital yang lebih adil, dari desa hingga kota,” jelasnya. (*)

Beri Kuliah Umum di ITB Semarang, Yoyok Sukawi Tekankan Pentingnya Kompetensi Diri

Lingkar.co – Alamsyah Satyanegara (AS) Sukawijaya atau Yoyok Sukawi memberikan kuliah umum tentang bisnis kepada mahasiswa

Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang, Rabu (9/10/2024). Hal ini dilakukan atas undangan pimpinan kampus setempat.

Selain mahasiswa, kegiatan ini diikuti juga oleh Prof Y. Sutomoselaku Pendiri ITB Semarang, Pjs Rektor ITB Semarang, Assoc. Prof. Dr. R.A. Marlien, MM, Wakil Rektor 1, Asst. Prof. Rita Andini, SE, MM, Wakil Rektor 2, Asst. Prof Adji Seputro, SE, MM serta rekan-rekan dosen ITB Semarang.

Dalam kesempatan itu, Yoyok menekankan kepada para mahasiswa soal pentingnya meningkatkan kompetensi diri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki suatu bekal sebelum terjun ke dunia bisnis.

Untuk masuk ke dunia bisnis, mahasiswa perlu menekuni sifat-sifat entrepreneur, seperti optimistis, kreatif tinggi, percaya diri dan berani mengambil risiko.

“Harus termotivasi terus untuk meningkatkan kualitas. Jangan pernah menurunkan cita-cita, tingkatkan kemampuan diri supaya bisa meraih cita-cita itu. Ini sangat penting,” kata Yoyok Sukawi yang juga Calon Wali Kota di Pilwakot Semarang 2024 tersebut.

Selain itu, untuk masuk di dalam dunia bisnis, Yoyok Sukawimeminta agar para mahasiswa bisa memanfaatkan beberapa fasilitas teknologi yang ada. Media sosial yang saat ini sudah berkembang bisa dijadikan untuk ajang promosi dan mencari ide-ide guna meningkatkan marketing bisnis.

“Medsos juga bisa mengangkat seseorang menjadi influencer. Harus kita manfaatkan sebaik mungkin dan bisa upgrade dengan perkembangan teknologi,” bebernya.

Hanya saja, ia mewanti-wanti agar menggunakan medsos dengan bijak. Saat ini ia mengakui jika di Indonesia medsos masih sering digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian. “Hal itu karena ketidak tahuan pengguna atas dampak buruk dari hal-hal negatif penggunaan media social. Padahal sangat berbahaya dampak negatifnya,” katanya.

Sementara itu, Pjs Rektor ITB Semarang, Assoc. Prof. Dr. R.A. Marlien mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas motivasi yang telah diberikan oleh Yoyok Sukawi kepada mahasiswanya. Ia berharap ini menjadi langkah yang baik untuk mahasiswa bisa berjuang dan semangat masuk dunia bisnis.

“Karena audiensinya Gen-Z artinya bagus sekali untuk mereka berjuang sampai berhasil, tidak boleh putus asa,” ungkapnya.

Dirinya juga mendorong mahasiswa tak patah semangat manakala memiliki kekurangan untuk mewujudkan cita-citanya. Seperti cerita yang disampaikan Yoyok Sukawi tadi, ia berharap bisa dijadikan momentum untuk bangkit.

“Kelemahan tidak menjadi suatu hambatan tapi justru dengan teknologi yang ada sekarang bisa membuat orang itu lebih fight lagi,” tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Seminar Merajut Nusantara, Kenali Empat Pilar Literasi Digital

Lingkar.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Komisi I DPR RI, Senin (20/5/2024) menggelar Seminar Merajut Nusantara melalui Zoom Meeting yang diikuti 200 peserta.

Komandan Brigade Infantri 27 Nusa Ina, Komando Daerah Militer XV/Pattimura Kolonel Eko Bintara Saktiawan hadir sebagai salah satu peserta dalam Web Seminar (Webinar) bertema Budaya Komunikasi Digital dalam Masyarakat Indonesia ini.

Narasumbernya adalah Anggota Komisi I DPR RI Dr Abdul Muhaimin Iskandar M.Si, Pegiat Literasi Digital Gun Gun Siswadi dan Direktur Institut Kebangsaan Dr Achmad Maulani.

Gus Muhaimin dalam kesempatan itu memaparankan pentingnya mengambil manfaat teknologi informasi untuk hal-hal yang berguna, dengan inovatif dan kreatif.

“Mari kita menjadi bagian yang produktif dan ikut memarnai ruang-ruang digital untuk sesuatu yang bermanfaat,” kata anggota Komisi I DPR RI ini.

Berikutnya, Doktor Gun Gun Siswadi menyampaikan materi berjudul ‘Budaya Komunikasi Digital Masyarakat Indonesia’.

Ia mengemukakan pengguna internet di Indonesia per Januari 2024 sebanyak 221,5 juta dari total populasi 278,6 juta. Yang berarti lebih dari 70% penduduk Indonesia memakai internet setiap harinya.

Ia menyampaikan hasil laporan Survei Penetrasi Internet Indonesia (APJII) yang dirilis 31 Januari 2024.

“Tantangan era digital adalah terjadi banjir informasi. Bahkan ada yang menyebut tsunami informasi. Banyak masyarakat mengonsumsi konten hoax, ujaran kebencian, pornografi, radikalisme, perjudian, SARA, penipuan dan sebagainya,” ucap Gun Gun yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menkominfo RI tahun 2016-2019 itu.

Selanjutnya, kata Siswadi, dampak buruk era digital membuat media sosial menjadi kontra produktif, karena digunakan untuk hal-hal tidak bermanfaat.

Dia sebutkan, literasi digital perlu disampaikan kepada masyarakat secara luas. Dia menjelaskan 4 pilar literasi digital, yaitu:

  1. Digital Skill
    Memahami Perangkat Keras & Lunak TIK, serta Sistem Operasi Digital;
  2. Digital Culture
    Mampu membangun wawasan kebangsaan dalam berinteraksi di ruang digital;
  3. Digital Ethics
    Menyesuaikan diri , rasional & mengutamakan netiket;
  4. Digital Safety
    Meningkatkan kesadaraan perlindungan & keamanan data pribadi.

Dijelaskannya, etika internet (netiquette alias netiket, kependekan dari “network etiquette” atau “Internet etiquette”) adalah sopan-santun berkomunikasi di internet, seperti dalam chating, kirim pesan, menulis status Facebook, “berkicau” di Twitter, mengisi kontek blog, website, atau YouTube, dan berkomentar di media online (situs berita).

“Etika internet dapat pula dipahami sebagai adab pergaulan di dunia maya,” terangnya.

Lebih lanjut Gun Gun Siswasi menyampaikan, etika Internet pada dasarnya sama dengan etika berkomunikasi di dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, sopan, ramah, serta memilik kata-kata yang baik, jjelas dan mudah dimengerti.

Sementara itu, Doktor Achmad Maulani memaparkan makalah bertema Manusia dalam Revolusi Digital, Membangun Komunikasi di Era Digital.

Dia beberkan, dii tengah gempuran media digital yang mendisrupsi dan merestrukturisasi semua lini kehidupan, modernitas telah menciptakan satu hukum baru. Yaitu media sosial seolah sebagai sumber segala kebenaran.

Maulani menyatakan, media sosial tidak pernah berwajah tunggal (single face), tapi berwajah banyak (multi face). Untuk itulah kesadaran kritis mutlak diperlukan.

“Kita harus bijak menggunakan media sosial. Harus punya kesadaran kritis,” tegasnya

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tutup HUT 123, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Employee Gathering

Lingkar.co – PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 menggelar gathering di Lubana Sengkol, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (5/5/2024). Kegiatan dengan konsep employee gathering tersebut diikuti seluruh pegawai PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2.

Pemimpin PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Endang Pertiwi menuturkan, employee gathering dengan tema 123 Go! tersebut sekaligus menutup rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-123 Pegadaian.

Gathering ini juga rangkaian HUT ke-123 Pegadaian dan juga menandakan sebagai aba-aba untuk siap bertanding pada industri keuangan sekaligus menyiapkan para insan Pegadaian untuk menang,” kata Endang Pertiwi, dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan, employee gathering tersebut diisi dengan berbagai permainan yang menarik. Para pegawai dilibatkan secara aktif dalam proses permainan yang kreatif.

“Dengan game-game itu diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar pegawai dan terbentuk kekompakan serta mental juara para insan Pegadaian,” jelasnya.

Dengan begitu, diharapkan bisnis Pegadaian selalu bergerak dan bertumbuh. Sehingga, para pegawai yang merupakan insan Pegadaian dapat berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat dengan program dan produk Pegadaian yang dimiliki.

Endang Pertiwi menambahkan, PT Pegadaian kini telah mengalami transformasi yang menjadikan fokus perusahaan tidak hanya sebatas pada layanan gadai, tetapi juga pada berbagai program yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Bahkan, transaksi Pegadaian kini juga bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital Services (PDS). Melalui aplikasi tersebut, nasabah tidak harus datang ke outlet untuk melakukan transaksi apapun, cukup menggunakan smartphone dari rumah.

“Untuk produk, kini Pegadaian tak hanya fokus pada gadai saja, tapi banyak produk baik investasi maupun pembiayaan yang bisa diakses masyarakat. Di antaranya tabungan emas hingga kredit usaha rakyat (KUR),” paparnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh insan Pegadaian, Endang Pertiwi optimistis Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 dapat mencapai tujuan untuk “MengEMASkan Indonesia”.

Dalam employee gathering tersebut, digelar lomba memancing dan aneka fun game yang diikuti seluruh pegawai PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2. Selain itu, juga digelar penyerahan penghargaan Pegadaian Excellence Award (PEA) dan Pegadaian Innovation Award (PIA) bagi pegawai berprestasi. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Indonesia-Rusia Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi Digital dan Investasi Pariwisata

JAKARTA, Lingkar.co – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Rusia menggelar kegiatan dengan Kementerian Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia. Kegiatan itu bertajuk Russia-Indonesia Online Business Forum: “Digital Economy and Tourism Investment Opportunities” (16/03).

Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, Jose Tavares mengatakan, Indonesia dan Rusia mendorong kerja sama ekonomi digital dan promosi investasi pariwisata mengingat besarnya potensi kerja sama kedua negara.

“Ini waktu yang tepat untuk kita dorong kerja sama ekonomi digital kedua negara dan promosikan investasi pariwisata Indonesia kepada Rusia mengingat besarnya potensi kerja sama kedua negara”, ujar Jose Tavares dalam keterangan tertulisnya Rabu (17/3/2021).

Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyebutkan, prospek cerah sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) antara Indonesia dan Rusia. Itu dalam mendukung bidang seperti pendidikan, keamanan data, dan perbankan.

Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Vladimir Ilichyov berharap terjadinya dialog yang produktif antara pebisnis kedua negara.

Deputi Direktur Kerja sama Multilateral dan Proyek Khusus Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia Pavel Kalmychek menjadi moderator panel I. Pada panel I membahas kerja sama ekonomi digital

CEO Rosinfokominvest (Perusahaan yang bergerak di bidang investasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Rusia George Mikaberidze menyampaikan proses digitalisasi 4.0 di Rusia. Selain itu, ia juga menyampaikan solusi dan peluang kolaborasi dengan mitra asing, termasuk Indonesia.

“Terbukanya peluang kerja sama dan upaya match making dapat jembatani TIK Rusia dengan Indonesia” pungkas Sergey Rossomakhov.

Sedangkan pada Panel 2 dipandu oleh Edi Suharto, Minister Counsellor KBRI Moskow. Dalam panel tersebut membahas peluang investasi Indonesia di bidang pariwisata kepada peserta dan calon investor Rusia.(ara/lut)